SIDE STORY:NEVER KNOW
Summary: Karena dalam setiap kisah cinta selalu ada cinta lain tak tersentuh yang tidak diketahui siapapun.
Author: Chap ini merupakan Ny Park central dan gak ada ChanBaek moment, di bagian ini akan dijelaskan pandangan Ny Park terhadap hubungan ChanBaek or Chansoo.
Disini juga ada bagian double flashback (ada kejadian flashback didalam flashback) yang aku kasih tanda 1st flashback (flashback ke waktu 2 tahun lalu) dan 2nd flashback(flashback ke waktu 30 tahun lalu) jadi kalo ada yang kurang ngerti tulis aja di rev atau pm aku.
Ny Park bukannya tidak tahu bagaimana hancurnya hati si bungsu beberapa jam lalu, hanya dengan melihat bagaimana Chanyeol menatap wanita itu, Ny Park sudah yakin bahwa putranya itu sangat mencintainya.
Tapi Ny Park punya alasan sendiri atas tindakannya tersebut.
Ibu dua anak itu tidak ingin anaknya kembali sakit hati karena cinta dan juga tidak ingin masa lalu yang terulang kembali.
Karena sedikit banyak wajah Byun Baekhyun mengingatkannya pada seseorang.
- 1st flashback on-
Chanyeol meremas tangan Kyungsoo yang ada di dalam genggamannya, mencoba memberinya ketenangan dibawah tatapan tajam ayahnya yang mengintimidasi.
"Jadi sudah berapakah usia kandunganmu nona Do?" tanya Tn Park dengan dingin.
"Empat belas minggu"
"Bagus itu berarti aborsi tidak terlalu beresiko untukmu"
Mendengar perkataan sang ayah membuat Chanyeol naik pitam, pria itu segera bangkit dari duduknya.
"Jangan pernah berpikir bisa melakukan hal seperti itu" Chanyeol mendesis menahan amarah yang sudah memuncak diubun-ubun.
"Pilihannya hanya dua gugurkan bayi itu lalu tinggalkan dan aku akan memberikan ganti rugi memadai bagi gadis itu atau tetaplah pertahankan dan kau...BUKAN LAGI ANAKKU" suara Tn Park berubah menjadi teriakan saat diakhir kalimat, menggambarkan betapa kecewa dan marah bersamaan.
"Suamiku! Apa yang baru saja kau katakan?" Ny Park mencoba menenangkan suaminya.
"DIA BENAR-BENAR TIDAK TAHU DIUNTUNG! DISAAT AKU SUDAH MEMILIHKANNYA SEORANG GADIS BAIK-BAIK SEBAGAI CALON ISTRINYA, KENAPA DIA HARUS MEMILIH GADIS MISKIN YANG TAK JELAS ASAL USULNYA" kata Tn Park menggema di pendengaran Chanyeol dan lewat ekor matanya Chanyeol melihat Kyungsoo yang menangis tanpa suara.
"TUTUP MULUT ANDA! ANDA TIDAK BERHAK MENGHINA GADIS PILIHANKU"
Bugh.. Bugh..
Tn Park menghadiahkan dua pukulan diwajah Chanyeol membuatnya tersungkur dengan darah mengaliri hidungnya.
Ny Park dan Kyungsoo membantunya untuk bangun, sementara Bom yang entah datang darimana berdiri di depan mereka, meminta belas kasihan sang ayah.
"Hentikan Ayah! Ayah melukai Chanyeol jika begini" kata Bom hati-hati.
Tn Park tak menjawab, Pria parubaya itu hanya menarik napas panjang dan membuangnya kasar.
"Baiklah, Aku mengampunimu tapi...mulai hari ini kau bukanlah anakku, lepaskan marga Park dari namamu dan angkat kaki dari rumah ini!" final Tn Park.
Keempat pasang mata disana seketika membulat atas keputusan Tn Park.
Kedua mata Ny Park bahkan sudah dibanjiri air mata begitu juga Bom, namun mereka tak bisa membantah perkataan Tn Park.
Sementara Chanyeol tanpa basa-basi lagi segera menggiring Kyungsoo dari tempat itu.
Jika sang Ayah sudah tidak menganggapnua sebagai anak bahkan mengusirnya, untuk apa dia masih disini.
Bom mengikuti kepergian adiknya, entah untuk apa.
Sementara Ny Park menenangkan suaminya dan mengajaknya untuk duduk di sofa.
"Aku tidak percaya bahwa kau baru saja mengusir Chanyeol" Ny Park membuka pembicaraan mereka.
Disampingnya Tn Park memijat pelipis "Aku tidak pernah mengajarkannya seperti itu, jadi untuk apa aku masih membiarkannya tetap disini"
"Tapi sadarkah yang kau-"
"DanHee! dengarkan aku..." memegang kedua bahu Ny Park "Aku selalu ingin hal yang terbaik bagi masa depan putraku"
Ny Park terdiam membiarkan suaminya kembali berbicara.
"Aku berniat untuk menjodohkan Chanyeol dengan putri teman kita dan dia baru saja menolaknya dengan membawa seorang gadis miskin tak jelas itu"
"Memangnya siapa yang ingin kau jodohkan dengan Chanyeol?" tanya Ny Park sehati-hati mungkin.
"Apa kau ingat teman kita waktu SMA Danhee-ah?"
"Siapa?"
"Byun Jungho"
Ekspresi Ny Park seketika berubah kalut, kilasan masa remajanya terlintas dalam benar.
"Byun Jungho?"
"Ya, dan kau tebak siapa istrinya? Dia Han Jikyung, teman sekelasmu" kata Tn Park kali ini ekspresinya lebih tenang dari sebelumnya.
Sementara ekspresi Ny Park semakin kalut "Siapa nama putri Jungho dan Jikyung?"
"Namanya Byun Baekhyun"
.
.
Waktu sudah hampir dinihari saat Tn Park terlelap dalam tidurnya, meskipun sempat tenang karena pembicaraannya tentang perjodohan, namun ternyata pria itu kembali emosi saat mengingat kelakuan (mantan) anak bungsunya.
Merasa suaminya sudah benar-benar pulas tak terusik, Ny Park berjalan mengendap keluar kamarnya, melangkah menuju sebuah ruang penyimpanan barang tak terpakai -gudang-.
Setelah menyingkirkan beberapa kardus sedang yang menghalangi dinding terlihatlah sebuah lubang menganga di dinding itu, sebelah tangannya dimasukan ke lubang itu lalu kembali keluar sembari menarik sebuah kotak berwarna hijau tua.
Kotak itu terbuat dari fiber dengan ukuran 15x15cm, bagian atasnya terdapat relief bergambar burung flaminggo yang timbul.
Tangan Ny Park menekan relief itu hingga terdengar bunyi 'klik' dan kotak itu terbuka seketika.
Ny Park mengeluarkan beberapa benda berupa dua buah buku diary, sebuah album foto kelas dan sebuah album tipis dengan tulisan 'BYUN JUNGHO' disampulnya.
Album foto itu diletakan dipangkuannya, tangannya lalu mulai membuka halaman pertama dimana terdapat sebuah foto yang memperlihatkan penampakan samping seorang pemuda yang sedang membaca buku.
- 2nd flashback on-
Tiga puluh tahun sebelum menikah dan menyandang marga Park suaminya, Ny Park adalah seorang gadis remaja berusia 17 tahun bernama Yoon DanHee.
Dan seperti gadis remaja pada umumnya Danhee juga pernah merasakan jatuh cinta.
Jatuh cinta pada seorang Byun Jungho, teman sekelasnya yang memiliki mata sipit indah berpadu senyum menawan.
Danhee sendiri memiliki wajah cantik yang menyerupai boneka dengan mata hitam yang besar membuatnya cukup populer, namun sepertinya mereka harus menelan kekecewaan saat gadis yang mereka kagumi berkata 'aku sudah memiliki orang spesial'.
Danhee memiliki hobi memotret, dia memotret apa saja yang menurutnya indah hingga kamera kodak kesayangannya tak pernah ketinggalan darinya.
Danhee mencetak foto hampir setiap seminggu sekali dengan model utama Byun Jungho di sebagian besarnya.
Jungho sendiri tinggal bersebelahan dengan Danhee, Jungho memiliki hobi melukis, membaca buku, dan bermain basket.
Danhee tentu saja mengetahui semuanya tentang Jungho termasuk bahwa setiap hari pemuda itu bangun pukul 6 dan berangkat pukul 6:45, membuatnya juga berangkat diwaktu yang sama agar bisa menatap Jungho yang duduk dua kursi didepannya di dalam bus.
Danhee juga tahu bahwa Jungho bermain basket dibelakang rumahnya tiap minggu pagi dimana dirinya jadi penonton tersembunyi di balik tembok balkonnya sambil sesekali memfoto Jungho diam-diam.
Danhee juga tahu bahwa Jungho sering membaca buku diperpustakaan setiap jam istirahat dan tempat duduk yang ditempatinya yang paling ujung, Danhee senantiasa bersembunyi di jejeran rak ilmu ekonomi sembari mengambil beberapa gambar si Byun itu.
Danhee juga tahu jika Jungho sering datang ke taman hanya untuk melukis dan objek yang dilukisnya selalu seorang wanita berambut sebahu yang berdiri membelakangi.
Dan dari itu semua hanya dapat disimpulkan kedalam satu kata yaitu cinta, Danhee mencintai Jungho, sebanyak dia mengetahui tentang pemuda Byun itu.
Lalu apakah Jungho juga memiliki perasaan yang sama?
Nyatanya hal itu terbukti dua bulan kemudian.
Hari itu kebakaran terjadi di tempatnya bersekolah, Danhee dan Jungho yang saat itu berada di perpustakaan segera berlari guna menyelamatkan diri.
Perustakaan ada di lantai dua, sementara api terus merembet bersumber dari lab komputer di lantai ke tiga.
Mereka hampir sampai di dasar tangga saat terdengar suara teriakan minta tolong dari lantai tiga.
"TOLONG AKU!"
Jungho menghentikan langkahnya membuat Danhee yang sudah berlari lebih dulu kembali menoleh.
"Cepat Jungho-ah!"
"Kau duluan Danhee-ah, aku mau menolong Jikyung" setelah berkata begitu Jungho segera melesat ke lantai tiga.
Danhee yang melihat punggung Jungho yang menjauh segera mengejar pemuda itu, namun naas sebuah papan terbakar jatuh hendak menimpa dirinya jika tidak ada seseorang yang mendorongnya hingga terjerembab.
Orang itu menjauhkan tubuhnya dari papan terbakar dan sebagai gantinya punggunyalah yang tertimpa.
Danhee mengerang kesakitan saat kepalanya menghantam lantai, penglihatannya perlahan memudar saat menatap seseorang yang menelungkup didepannya.
"Park-Yong-San" lirihnya sebelum kesabarannya benar-benar menghilang.
.
.
Danhee membuka matanya dan mendapati dirinya berada di ruangan serba putih.
Gadis Yoon itu mencoba mendudukan dirinya namun segera meringis saat merasakan perih di kepalanya.
"Jangan banyak bergerak, jaitannya belum kering"kata -guru matematika- padanya.
"Dimana aku?"
"Di rumah sakit dan orang tuamu akan datang sebentar lagi"
Seketika sesuatu menghantam ingatannya.
"Dimana Byun Jungho?"
"Byun Jungho? Dia ada di UGD lukanya tidak terlalu parah da-"
Tanpa menunggu kelanjutan dari lagi, Danhee segera melesat menuju UGD tanpa mempedulikan denyutan dikepalanya.
Kakinya melintasi lorong menuju UGD, tapi belum sempat mencapai ruangan yang dimaksud saat kakinya berhenti melangkah.
Buliran air mata juga mulai menuruni pipinya kala menatap pemandangan dihadapannya.
Disana Byun Jungho yang dicintainya tengah berciuman dengan seorang gadis yang tak lain adalah Han Jikyung.
Danhee kembali ke ruang rawatnya dengan gontai, hingga tiba-tiba bayangan seseorang menyambangi benaknya.
"Yongsan? Dimana Park Yongsan Bu?" tanyanya pada .
"Park Yongsan sedang kritis, luka bakar di punggungnya cukup serius"
Danhee baru saja melupakan Park Yongsan, sang penyelamat yang sesungguhnya.
-2nd flashback off-
.
.
Setelah itu Danhee mencoba membuka hatinya pada Yongsan yang dulu pernah ditolaknya, mereka bahkan memutuskan untuk menikah enam tahun setelah lulus SMA.
Mereka menjadi keluarga yang cukup bahagia apalagi dengan dua orang anak yang melengkapi, Danhee juga sudah melupakan Jungho setidaknya dialam sadarnya karena nyatanya seorang Byun Jungho sering kali hadir dimimpinya.
Membuktikan bahwa Byun itu masih memiliki tempat yang spesial bagi Danhee dan secara langsung juga membuktikan betapa besarnya cinta yang dimiliki Yoon Danhee baginya.
Namun seberapa besarpun Danhee mencintai Jungho, dia tidak pernah bisa melawan suratan takdir yang kuasa.
Takdir yang menyuratkan bahwa Byun Jungho tidak akan bisa dia miliki.
Kabar yang dulu sempat didengarnya adalah Jungho dan Jikyung pindah ke Bucheon setelah menikah.
Dan kini setelah lebih dari 25 tahun berlalu, Danhee kembali mengetahui keberadaan Byun Jungho dari suaminya sendiri yang berniat menjodohkan putra bungsu mereka dengan putri dari Byun Jungho.
Dan cara yang dia lakukan adalah mendukung hubungan Chanyeol dengan gadis bernama Do Kyungsoo.
-1st flashback on-
Ny Park tidak akan membiarkan itu semua terjadi, cukup saja dirinya yang terluka karena seorang Byun dan Chanyeol tidak usah.
Meski Chanyeol sangat mencintai wanita itu tapi belum tentu wanita Byun itu juga mencintai putranya.
Karena alasan itulah Ny Park lebih memilih jika Kyungsoo yang lebih pantas bersama putranya ketimbang Baekhyun.
Melupakan fakta bahwa Chanyeol juga pernah terlukai oleh Kyungsoo dan tidak ada lagi cinta diantara mereka.
Dan lebih mementingkan penyesalan masa lalunya yang menguasai daripada cinta tulus yang selama ini dicurahkan sang suami.
.
.
.
TBC
Ok pertama-tama aku ucapkan terimakasih pada reader-nim setia ff ini dan aku juga minta maaf sama kalian yang gak bisa memahami,bingung,ngerasa gak jelas di chap lalu karena ada kesalahanku yang gak sengaja memotong bagian di chap 8 yang berhubungan dengan chap 10 kemarin.
Dan side story ini aku tulis untuk menghilangkan kebingungan kalian yang disebabkan aku sendiri (sorry i'm not perfect) seperti yang dibilang sama selepy-ssi yang gak ngerti kenapa mamanya chan tetep sayang kyung yang udah ninggalin anaknya.
Next, buat reader yang menganggap chan dan kai adalah rival, sebenernya mereka gak bermusuhan dan ceritanya akan diperjelas di chap depan so, tunggu ya!.
Makasih juga buat semangatnya yang memberikan saran buat melanjutkan ff ini (akan kulanjut sampe tamat) dan buat Blank-ssi (kalo bisa jangan pake akun privat dan gapapa ko kamu ngritik aku) makasih udah pengertian sama faktor down aku because seungri, simpati kamu udah buat aku lebih baik dari sebelumnya ya meskipun gak sepenuhnya pulih (aku udah lama fangirling dia soalnya) dan do'ain aja ya seungri kasusnya cepet selesai dan biarkan dia hidup tenang sebagai orang biasa bukan idol terkenal, kita dukung dia aja.
Finally, jaga kesehatan kalian reader-nim and see you next chap!.
감사헤요 -ChanBaek Area-
