Tsuki update sekarang… maaf ya menunggu lama. Salahkan Tsuki yang malas sekali mengetik cerita. Padahal udah dapet inspirasi. Eh… Tsuki malah menunda mengetik. Jadinya begini deh. Updatenya sangat lama. Tsuki mengucapkan maaf… rencananya tinggaln 2 chapter lagi. Dan chapter ini sedang membahas tentang keprofesionalan Naruto. hehehehe, balas review..

Yuu-chan : .arigatou *membungkukan badan*. Sebenernya Tsuki juga mau kayak Naru-chan… heheheheehe. Dozoyoroshiku, ^^

Aoi Ko Mamoru : salam kenal juga. ^^ . xixixixixi, boneka limit edition tuh, yang punya cuma Naru. Rencana Tsuki juga kayak gitu, tapi mungkin Cuma ada konflik sama Sasuke aja. .arigatou *membungkukan badan*

Haru : xixixixi, Tsuki juga mau… *ngayal* tenang. 2 chapter lagi kok. .arigatou *membungkukan badan*

NanaMithrEe : sangat, Tsuki aja sampai terkagum- kagum sendiri. Hehehehehe, .arigatou *membungkukan badan*

namikaze hikari : Tsuki juga mau… Tsuki minta ke Naru ga dikasih soalnya. .arigatou *membungkukan badan*

fly girlz : hahahahahaha, bukan 7 turunan lagi kayaknya. (==')a . hehehehehe. Tanya Narutonya aja. Xixixixi. .arigatou *membungkukan badan*

Happy reading!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO, OOC, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

MY SECRET

BLAM!

Terdengar suara pintu mobil ditutup. Dan munculah seorang pemuda, pemuda itu sedikit berlari menuju pintu yang ada disebrangnya dan membukakan pintu itu.

"Ck. Berhenti memperlakukanku seperti putri, Sasuke." seorang wanita keluar dari sana dan langsung menyilangkan tangannya.

"Kau memang putriku, Naru-chan." Sasuke menggoda Naruto.

"Sudahlah! Aku harus masuk sekarang. Istirahat aku tunggu diatap. Aku membawa dua bekal untuk hari ini." Naruto tersenyum kepada Sasuke.

"SIAP!" Sasuke menirukan gaya seorang tentara yag mendapatkan misi dari komandannya.

TAK!

Naruto memukul kepala Sasuke.

"Sudah ku bilang! Berhenti melakukan itu." Naruto menatap sebal Sasuke lalu segera berjalan meninggalkan Sasuke. Sasuke melihat Naruto tapi kemudian dia mengejarnya.

"Aku akan mengantarmu sampai kelas." Sasuke menggandeng tangan Naruto.

"Hey! Sudah sana pergi…" Naruto mencoba melepaskan tangan Sasuke. Tapi ternyata itu tidak berhasil. Akhirnya dia harus rela digandeng Sasuke sampai kelasnya. Tentu saja diperjalanan, dia dapat mendengar orang yang berbisik dan orang yang memandang mereka dengan pandangan iri. Tak disangkal oleh Naruto sendiri bahwa ada suatu kebanggaan tersendiri. Memiliki pacar seseorang yang sangat terkenal seperti Sasuke.

"Sudah sampai nih." Naruto melepaskan tangan Sasuke.

"Hn." Sasuke mengacak rambut Naruto sesaat, kemudian dia pergi sambil memasukan tangannya ke saku celananya. Naruto memandang Sasuke sejenak lalu segera masuk kedalam kelas.

"Cie… yang tadi dianter ya…" Ino, Kiba, Hinata dan Lee menggoda Naruto dan itu sukses membuat wajah Naruto bersemu merah.

"Berhenti menggodaku." Naruto menaruh tasnya diatas meja dan segera duduk. Tanpa sengaja matanya melihat sebuah cincin yang melingkar dijarinya. Naruto mengangkat tangannya dan mengamati cincin itu.

"Sepertinya teman kita ini memang sedang jatuh cinta." Ino merankul pundak Naruto. Naruto langsung menurunkan tangannya dan menatap Ino.

"Hey, Naru-chan. Kita hampir saja dibuat malu pada saat pesta." Kiba menatap Naruto.

"Malu?" Naruto bertanya dengan pandangan yang sangat penasaran.

"Ka-kami salah mengenalimu. Ka-kami kira itu dirimu, tetapi ternyata itu Hime." Hinata menjelaskan dengan wajah yang memerah, begitu juga yang lain. Wajah mereka berubah menjadi merah. Naruto tertawa melihat ekspresi itu.

"Hahahahaha. Masa dengan sahabat sendiri tidak kenal sih…" Naruto tertawa sangat keras. 'Tapi kalian memang menemukanku. Kalian tidak salah. Aku yang salah.' batin Naruto. Naruto menatap satu- persatu wajah sahabatnya itu. Dia sedikit senang melihat wajah malu mereka.

"Tapi untung Hime adalah orang yang baik." Ino berkata kepada Naruto.

"Dia memang baik kok." Naruto menambahkan. 'Xixixixixixxi. Tentu saja aku baik.' batin Naruto lagi.

"Kau kemana saja sih, Naru-chan? Aku tidak melihatmu sama sekali." Lee bertanya kepada Naruto.

"Aku? Tentu saja aku ada didapur." Naruto menjawab dengan sangat entengnya.

"Seharusnya sudah kuduga. Bahwa kau ada didapur. Diakan suka makan." Kiba menggaruk kepalanya.

"Sudahlah… sana duduk. Bentar lagi sensei masuk." Naruto mengibas- ngibaskan tangannya dan akhirnya mereka kembali duduk dibangku mereka masing- masing.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Bunyi bel istirahat baru saja berbunyi, tetapi Naruto sudah berlari menuju atap sekolah. Dia takut Sasuke sudah menunggu lama dirinya. Bahkan tadi dia menolak makan bersama teman- temannya. Naruto terus saja berlari, dia tidak memperdulikan orang- orang yang melihatnya. Yang dipikirkannya sekarang hanyalah sampai di atap dengan segera.

BRAK!

"Hosh, hosh, hosh." Naruto mengatur nafasnya. Dan dia segera mencari orang yang dicarinya. Dia tersenyum setelah melihat bahwa Sasuke sudah datang. Dia sedang membaca buku dan menggunakan headset di telinganya. Naruto mendekati Sasuke dengan berjalan seperti biasa. Sasuke yang mengetahui kedatangan Naruto langsung mencopot headsetnya dan menatap kekasihnya itu.

"Kau lama sekali." Sasuke menatap lembut Naruto.

"Ini juga baru bel kok." Naruto segera duduk disebelah Sasuke, lalu membuka kotak makan mereka berdua. Memberikan satu kotak untuk Sasuke.

"Kau buat sendiri?" tanya Sasuke.

"Tidak! Itu yang membuat ibuku." kata Naruto sambil melihat apa saja yang ada dikotak makannya. Sebenarnya yang membuat itu semua adalah pembantunya. Dia hanya meminta kepada pembantunya untuk memasakan menu yang diinginkannya.

"Aku ingin memakan masakan buatanmu." Sasuke menatap Naruto.

"Baiklah! Besok akan ku buatkan makanan buatanku. Tapi aku tidak menjamin rasanya. Dan jangan menyalahkanku, bila nanti kau langsung sakit perut saat memakannya." Naruto terkikik. Karena Naruto sebenarnya mempunyai bakat memasak. Tapi itu jarang sekali, karena Naruto hanya memiliki sedikit sekali waktu untuk melakukan itu semua. Dulu, yang dilakukannya sehari- hari adalah bekerja- bekerja dan bekerja. Sehingga dia tidak mempunyai waktu untuk melakukan apapun yang dia sukai. Bahkan untuk keluar rumah saja tidak.

"Sudahlah, kita makan saja. ITTADAKIMASU." Naruto menangkupkan tangannya lalu membuka sumpitnya. Dia akan makan sekarang. Sasukepun melakukan hal yang sama dengan Naruto. Dia memakan makanan itu dengan lahap. Karena makanan yang ada dikotak itu ternyata enak.

"Pulang aku yang akan mengantarmu. Tapi sebelum itu, kita akan mengambil selembaran yang sudah kita pesan. Besok kita akan menyebarkannya. Dan hari ini setelah aku mengantarmu. Aku akan datang ke rumah Hime. Aku akan memulai bisnis dengannya." Sasuke memberitahu Naruto. Naruto hanya mengangguk dan memakan makanannya dengan sangat santai. Walaupun sebenarnya jadwal yang dikatakan oleh Sasuke tidak jauh berbeda dengan dirinya. Dia juga akan melakukan hal yang sama. Tapi… sepertinya Naruto akan lebih sibuk, karena dia akan les piano setelah itu. dan masalah pekerjaannya dengan Sasuke. Untung saja dia sudah membacanya, walaupun hanya sedikit.

"Hua… perutku kenyang sekali." Naruto mengelus perutnya.

"Aku tidak menyangka kau akan menghabiskan semua isinya." Sasuke menaruh kotak kosong kelantai.

"5 mangkuk ramen saja bisa aku habiskan. Mengapa aku tidak bisa menghabiskan satu kotak nasi." Naruto berkata dengan bangganya.

"Baiklah. Aku akan pergi sekarang." Naruto membereskan tempat makan itu lalu segera pergi.

"Pulang sekolah, di parkiran!" Sasuke sedikit berteriak kepada Naruto. Naruto hanya tersenyum dan membuka pintu atap tersebut.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto berjalan menuju parkiran, dia akan mengambil selembaran yang sudah mereka pesan. Dia harap semuanya akan baik hasilnya. Tapi sebelum dia melangkah menuju parkiran, dia menelfon supirnya dulu untuk menjemputnya dirumah yang kemarin, tapi tidak sekarang. Naruto akan mengirim sms kepada supirnya itu jika dia sudah ingin sampai di rumahnya itu dan dia juga menyuruh untuk meminta sebuah berkas kepada Kakashi, karena Naruto akan mempelajari berkas itu. Itu adalah berkas tentang perusahaan yang akan dia dan Sasuke bangun.

"Bisakah kita langsung pergi?" Naruto menepuk pundak Sasuke yang membelakanginya.

"Eh! Tentu saja." Sasuke segera membukakan pintu untuk Naruto. Naruto masuk kedalam mobil Sasuke. Setelah Sasuke masuk, mereka segera pergi menuju tempat yang mereka tuju, yaitu percetakan.

"Apa hasilnya akan bagus." tanya Naruto kepada Sasuke.

"Aku yakin, hasilnya akan bagus. Percetakan itu adalah salah satu percetakan yang sering aku mintai bantuan." Sasuke memberitahu Naruto. Naruto mengangguk dan menghadap kedepan. Mereka akan segera sampai, karena Naruto dapat melihat percetakan itu.

Setelah sampai, Sasuke membukakan pintu untuk Naruto. Naruto keluar dan ikut masuk bersama Sasuke. Mereka disambut baik disana.

"Ini hasilnya." Pemilik percetakan itu memberikan 500 lembar selembaran itu kepada Sasuke. Naruto mengambil satu dan melihat hasilnya. 'Tidak buruk.' batin Naruto. Kemudian Sasuke membayarnya dan mereka langsung pulang. Naruto mengetik sms kepada supirnya untuk datang. Walaupun mereka belum sampai. Karena jarak antara rumah Naruto yang asli dengan rumah yang sedang ditujunya memang memiliki jarak yang lumayan.

"Maaf, aku tidak bisa mampir." kata Sasuke sambil membukakan pintu mobilnya.

"Tidak apa." Naruto turun dari mobil Sasuke. Sasuke mencium kening Naruto sesaat lalu pamit kepada Naruto. Mobil Sasuke pergi. Naruto melambaikan tangannya, tidak berapa lama kemudian sebuah mobil limo berhenti didepannya dan Naruto segera masuk setelah sang supir membukakan pintu untuknya. Naruto duduk dan mengambil berkas yang ada disamping tempat duduknya. Naruto membaca berkas itu dengan sangat teliti. Jika ada hal yang sangat penting. Dilingkarinya kata- katanya dengan sebuah pulpen berwarna merah.

Naruto turun dari mobilnya setelah sang supir membukakan pintunya. Tasnya dibiarkannya saja berada didalam mobil karena salah satu pelayannya akan segera mengambilnya. Naruto masuk dengan berkas yang masih ada ditangannya. Dia berjalan menuju kamarnya sambil membaca berkas itu. Sebelum dia memperlihatkannya kepada Sasuke. Dia harus mempelajarinya lebih detail. Sehingga dia tidak akan kesulitan jika Sasuke bertanya kepadanya.

Didalam kamar, Naruto segera mengganti baju, setelah itu dia segera menuju ruangan yang ada disebelahnya. Dia dapat melihat Kakashi yang sudah menunggunya.

"Apa sudah selesai, Hime?" tanya Kakashi.

"Ya." Naruto memberikan berkas itu kepada Kakashi.

"Kau sudah menyiapkan berkas yang akan dibaca oleh Sasuke bukan?" Naruto menatap Kakashi.

"Tentu saja, Hime." Kakashi memberikan Naruto beberapa map. Karena sekarang Naruto sudah memeiliki setengah dari perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Namikaze dan karena Naruto sudah beberapa hari tidak mengerjakan tugasnya. Naruto pasti akan memiliki lebih banyak lagi pekerjaan. Naruto membaca map- map yang ada ditangannya. Sama seperti biasa, dia akan membubuhkan tanda tangannya jika dia setuju dan akan bertanya kedetailannya jika ada yang terlihat sedikit mencurigakan.

TOK TOK TOK

"Masuk." Naruto mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu masuk.

"Nona, Tuan Sasuke datang." salah satu pelayan Naruto memberitahu.

"Antarkan dia kemari." kata Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari map yang sedang dibacanya.

"Kakashi!" panggil Naruto.

"Ya." Kakashi lebih mendekat kepada Naruto.

"Apa Yakushi corp yakin akan membuat sebuah rumah sakit disini?" Naruto menunjuk denah yang ada dimapnya.

"Ya, Hime." Kakashi mengiyakan. Naruto menggaruk kepalaya sebentar lalu menatap Kakashi.

"Bisakah kau merubahnya?" kata Naruto.

TOK TOK TOK

"Masuk!" Naruto menyuruh seseorang yang ada didepan pintu ruangannya untuk masuk. Dan Sasuke keluar dari sana. Sasuke menggunakan baju biasa. Dia menggunakan jeans dan kaos berwarna hitam.

"Duduklah disana, Sasuke! bisakah kau menunggu sebentar. Aku sedang ada urusan kecil yang harus ku diskusikan dengan Kakashi. Kakashi! Berikan berkas yang harus dibaca oleh Sasuke." Naruto kembali melihat mapnya.

Kakashi mengangguk lalu memberikan berkas yang dari tadi sudah disiapkannya kepada Sasuke. Sasuke menerimanya dan segera membacanya.

"Kakashi! Bilang kepada Tuan Kabuto untuk menukarnya. Tempat ini sungguh tidak strategis. Dan kau tahu? dilihat dari apa yang ada disekitarnya. Aku jamin tempat yang kita akan buat rumah sakit itu adalah tempat yang sangat subur. Dan tempat yang harusnya dijadikan rumah sakit itu adalah tempat dimana para pekerja bekerja. Suruh Tuan Kabuto untuk mengganti tempatnya. Dan aku yakin dia akan sangat menerima usulku. Dan jika dia sudah menyetujuinya, langsung segera suruh pekerja kita untuk meninjau ulang tempat itu." Naruto menjelaskan panjang dan lebar.

Sasuke melirik sekilas Naruto yang sedang menjelaskan kembali tentang pembangunan rumah sakit itu. Sasuke merasa tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Hime yang dilihatnya sekaran adalah Hime yang sesungguhnya. Dia sangat kagum. Dia sangat mengakui keprofesionalan Naruto. 'Dia benar- benar seperti yang dikatakan oleh semua pembisnis. Hime adalah anak yang dilahirkan untuk menjalankan bisnis. Dia adalah ratu dari bisnis. Aku sungguh tidak meragukan itu sekarang.' batin Sasuke kagum.

Naruto itu memang sudah terkenal dikalangan pembisnis. Dia adalah orang yang sangat professional. Jangan meragukan keprofesionalannya. Bahkan orang dewasapun yang ikut berbisnis dengannya mengakui bahwa kecakapan dan potensi dari Naruto lebih besar dari mereka. Semua bisnis bisa dijalankan dengan baik jika langsung ditangani olehnya. Sebuah bisnis yang akan hancurpun akan kembali seperti semula jika mereka menerima usulnya. Naruto memang seorang anak yang ditakdirkan untuk menjalankan bisnis. Apalagi dengan otaknya yang sangat jenius.

"Apa kau telah selesai membacanya?" kata Naruto sambil duduk disebelah Sasuke.

"Aku hampir menyelesaikannya. Tapi aku tidak mengerti dengan hal ini." Sasuke menunjukan sebuah kalimat kepada Naruto. dan Naruto langsung dengan lancar menjawab itu semua. dan akhirnya Naruto langsung menjelaskannya semuanya tentang perusahaan yang akan mereka buat.

"Seperti yang kita ketahui. Bahwa perusahaan kita sudah mempunyai nama yang sangat tinggi. Aku fikir, perusahaan ini akan berjalan dengan sangat baik. Dan dilihat dari fungsi dan keuntungan, semuanya juga terlihat sangat baik." Naruto menatap Sasuke meminta sarannya.

"Sepertinya itu semua adalah hal yang sangat bagus." kata Sasuke.

"Baik. Baca ulang berkas itu. Aku akan membawakan minuman untukmu. Apa yang ingin kau minum?" tanya Naruto.

"Jus tomat." Sasuke memberitahu.

"Baiklah." Naruto keluar dari ruangnya. Meninggalkan Sasuke sendiri.

Sasuke kembali membaca berkas itu dengan teliti, tapi sampai dia menyelesaikannya. Naruto belum juga datang. Bahkan minumannya sudah datang dari tadi. Tapi Naruto tidak. Sasuke mengambil minumannya dan melihat sekelilingnya. Ruangan Naruto menurutnya tempat yang memang nyaman untuk bekerja. 2 meja kerja yang saling berhadapan. Dia tahu meja yang satunya itu adalah meja milik Kakashi. Sebuah jendela besar mengarah ke pintu. Kaca tersebut bisa memperlihatkan perumahan disana dan jika kau mendekat. Kau bisa melihat kebun belakang. Lantainya dilapisi oleh karpet yang sangat indah. Dindingpun juga tidak tanggung- tanggung. Dindingnya itu dilukis langsung oleh seorang pelukis terkenal disana. Dindingnya terdapat lukisan pemandangan yang sangat indah yang bisa menyejukan mata. Karena disana kita dapat melihat padang safana.

Sasuke berjalan menuju meja Naruto. Diatas meja itu terdapat foto keluarga. Disana terdapat, Tou-san, Kaa-san, Nii-chan dan Nee-channya. Meja Naruto sangat tertata rapih. Sebuah laptop berwarna orange muda berada disana. Dan terdapat 3 buah figura disana. Sasuke mengambil salah satunya dan melihatnya, figura itu adalah figura yang berisi foto Naruto, Nii-chan dan Nee-channya. Sasuke mengambil satu lagi.

CKLEK!

"Maafkan aku. Aku lama. Aku tadi mencari ikat rambutku." kata Naruto sedikit bersalah. Sasuke sedikit tersenyum kepada Naruto lalu mengembalikan figuranya kembali, tanpa melihat foto yang ada di figura itu. Figura yang berisi foto Naruto dan Sasuke. Sasuke kembali duduk dan Naruto duduk disebelahnya mereka mulai berdiskusi kembali.

Jam sudah menunjukan jam 5 lewat. Dan sepertinya Naruto sudah ingin menyelesaikan diskusinya.

"Sasuke, kita bicarakan lagi besok. Aku harus les." Naruto menutup berkasnya.

"Baiklah." Sasuke juga ikut menutup berkasnya.

"Bolehkah aku lebih dulu keluar?" tanya Naruto. Sasuke mengangguk. Naruto segera berlari keluar. lagi- lagi meninggalkan Sasuke sendiri.

Sasuke membereskan semua yang dibawanya lalu segera turun kebawah. Dan tanpa sengaja dia mendengar sebuah suara piano yang sangat indah. Dia ingin mengetahui darimana datangnya suara itu. Sasuke mengikuti sumber dari suara itu. dan akhirnya dia dapat melihat Naruto yang sedang bermain piano. Naruto menutup matanya. Dia sangat mendalami permainan yang sedang dimainkannya.

DEG DEG DEG

Jantung Sasuke berdetak kencang. Sasuke meremas bajunya, mencoba menetralkan kembali detak jantungnya. 'Berhenti seperti ini. aku hanya boleh seperti ini jika bersama dengan Naruto.' kata Sasuke dalam hati. Dia tidak ingin mencintai siapapun kecuali Naruto. Walau dengan Hime sekalipun. Dia hanya boleh bersama dengan Naruto. orang yang dicintainya sejak pandangan pertama. Walaupun mereka dipertemukan dengan sebuah kejadian yang sangat tidak menyenangkan.

'Tidak apa Naruto tidak semanis Hime. Tidak apa Naruto tidak selembut Hime. Tidak apa Naruto tidak mengetahui bisnis seperti Hime. Yang terpenting adalah aku menyukainya, aku mencintainya dan aku ingin selalu bersamanya.' Sasuke menyakinkan dirinya lalu pergi dari sana dengan sebuah senyum terukir dibibirnya. Dia sedang berhayal tentang Naruto.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto melihat jam yang ada diruangannya. Setelah les dia kembali menuntaskan pekerjaannya yang sempat tertunda.

"Sudah jam 1 saja." kata Naruto sambil memijat lehernya. Naruto berdiri dan membubuhkan tanda tangannya yang terakhir. Setelah itu dia kembali ke kamarnya dengan langkah yang sangat tidak bersemangat.

"Kau terlalu lelah bekerja."

Naruto langsung melihat kedepan dan melihat Kyuubi yang sedang menyilangkan tangannya disana.

". Itukan yang selalu aku kerjakan." kata Naruto menatap tidak berselera Kyuubi.

"Pantas saja dirimu lemah. Kau selalu saja begini. Tapi biasanya jam 9 berhenti bukan?" Kyuubi melemparkan sebuah kotak. Yang Naruto tahu adalah vitamin yang sering diminumnya. Naruto segera menangkapnya dan mengambil 3 pil dari sana.

"Tidurlah! Aku akan menyuruh salah satu pelayan untuk membuatkanmu susu panas. Aku tahu, vitamin itu tidak akan berpengaruh dengan susu. Jadi kau tidak boleh menolak." kata Kyuubi membalikan tubuhnya dia akan segera menyuruh pelayan untuk mengantarkan susu panas untuk Naruto.

"Dimana Gaara- Nii, Sasori- Nii dan Karin- Nee?" tanya Naruto.

"Mereka tidak jauh berbeda denganmu. Aku heran mengapa kalian semua betah dengan itu semua." kata Kyuubi sambil menaruh kedua tangannya dikepala. Sebenarnya, sebutan anak yang memang ditakdirkan untuk berbisnis itu tidak hanya ditunjukan untuk Naruto. tetapi untul Kyuubi, Gaara dan Sasori juga. Tetapi… Kyuubi tidak mau repot. Sehingga dia hanya akan menyentuh pekerjaannya dari pagi jam 8 sampai jam 5 saja. Karena dia tidak ingin kesenangannya terganggu akibat pekerjaan yang menurutnya sangat membosankan. Tapi untung saja pekerjaannya adalah hal yang berhubungan dengan permainan dan taman bermain. Sehingga dia bisa menyalurkan semuan pikiran jahilnya disana. Sehingga dia tidak terlalu bosan juga.

Naruto masuk kedalam kamarnya dan tidak berapa lama kemudian seorang pelayan datang. Naruto mengambil susu tersebut dan meminumnya sedikit. Setelah itu dia langsung masuk kedalam selimutnya. Hari ini sangat melelahkan. Dia harap besok tidak seperti ini. karena sepertinya tubuhnya sedikit sakit sekarang. Dia tidak ingin sakit, karena jika dia sakit semuanya akan tidak berjalan seperti keinginannya.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto turun kebawah dengan muka yang sedikit pucat. Benar saja, badannya tidak bisa diajak sedikit capek. Semua orang menatp Naruto dengan pandangan aneh.

"Berhenti melihatku seperti itu." kata Naruto kepada Tou-san, Kaa-san, Nii-chan dan Nee-channya.

"Kau benar- benar tidak apa- apa?" Kushina menempelkan tangannya kedahi Naruto.

"Aku tidak apa- apa." Naruto menurunkan tangan Kaa-sannya dari dahinya.

"Naru tidak usah berangkat sekolah!" Minato berkata kepada Naruto.

"Sudahlah. Aku hanya sedikit capek kemarin." Naruto mengambil roti dan memakannya. Setelah itu dia segera menuju rumahnya yang satunya.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Sasuke datang setelah mobil Naruto pergi. Sasuke keluar bermaksud untuk membukakan pintu tetapi Naruto sudah masuk terlebih dahulu. Sehingga Sasuke mengurungkan niatnya untuk membukakan pintu untuk Naruto dan langsung masuk kembali kedalam mobil.

"Mukamu sedikit pucat." Sasuke melirik Naruto sekilas lalu dia menjalankan mobilnya.

"Jangan pedulikan aku." Naruto menyenderkan badannya kekursi. Sasuke kembali melrik Naruto dengan pandangan khawatir. Dia tidak ingin terjadi apa- apa dengan Naruto.

"Maafkan aku, Sasuke. Aku tidak membawa bekal hari ini. Aku bangun kesiangan." Naruto membuka pembicaraan lagi.

"Tidak apa." kata Sasuke tanpa mengalihkan perhatiannya dari depan.

Tidak berapa lama mereka akhirnya sampai juga disekolah dan seperti biasa Sasuke mengantar Naruto sampai kelas. Naruto duduk dikursinya dan semua temannya langsung mengerubunginya.

"Kau terlihat sakit, Naru-chan." Ino menatap khawatir Naruto.

"Aku tidak apa." Naruto memberitahu temannya. Tapi itu semua dihiraukan oleh para temannya, karena mereka melihat Naruto pucat. Walaupun akhirnya mereka tidak berhasil membujuk Naruto untuk ke UKS ataupun pulang.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto dan Sasuke bertemu di kantin. Dan seperti rencana mereka menyebarkan selembaran. Padahal Sasuke sudah meyuruh Naruto untuk istirahat saja. Tetapi Naruto menolaknya. Akhirnya mereka menyebarkan selambaran itu sampai pulang sekolah. Mereka memang memiliki izin untuk tidak mengikuti pelajar. Karena itu berhubungan dengan ulang tahun sekolahnya. Dan karena itu pula, Naruto menjadi tidak sempat untuk makan pada saat istirahat.

"Aku akan mengambil tasmu dikelas. Kau tunggu disini." kata Sasuke memperingatkan Naruto. Naruto benar- benar pucat sekarang.

15 menit kemudian Sasuke datang dengan tas Naruto ditangannya. Naruto mengambil tasnya dan langsung masuk kedalam mobil Sasuke. dalam perjalanan pulang Sasuke tidak mengajak ngobrol Naruto. dia hanya diam. Dia ingin Naruto sedikit tenang dan istirahat.

"Maafkan aku telah membuatmu repot." Naruto membungkukan badanya sedikit. Sasuke tersenyum lalu mencium kening Naruto.

"Kau harus menjaga kesehatanmu. Aku tidak ingin kau sakit. Kau tahukan aku sangat khawatir denganmu." Sasuke menatap lembut Sasuke.

"Aku tahu." Naruto menggenggam tangan Sasuke. Sasuke tersenyum lalu meninggalkan Naruto. Tiba- tiba saja Naruto merasakan pening dikepalanya. Tapi dia segera meminum 3 pil vitaminnya itu. Naruto segera menelfon supirnya untuk datang dengan segera.

~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~

Naruto berjalan menuju kamarnya dengan biasa. Tidak seperti biasa, karena biasanya Naruto berlari dengan riang. Semua memandang Naruto khawatir.

"Hime? Apa Hime baik- baik saja? Apa perlu kami panggilkan Dokter?" tanya salah satu pelayan.

"JANGAN MENELFON SIAPAPUN." Kata Naruto sedikit berteriak. Naruto masuk kedalam kamarnya setelah itu dia masuk kedalam ruangannya.

"Hime in-. Ada apa denganmu Hime?" Kakashi sangat merasa kasihan melihat Naruto.

"Jangan memperlakukanku seperti anak kecil. Mana map yang harus aku tangani." kata Naruto sambil duduk dikursinya. Kakashi yang ingin berkomentar sekarang diam. Dia mengambil map yang ada dimejanya dan segera menyerahkannya kepada Naruto.

Naruto melihat map itu satu persatu dan seperti biasa. Dia membubuhkan tanda tangannya.

TOK TOK TOK

"Masuklah." kata Naruto.

Sasuke masuk dan melihat Naruto. tapi matanya terbelalak saat melihat Naruto menggunakan kaca mata.

"Naru-chan." kata Sasuke.

"Owh… ternyata kau Sasuke. duduklah terlebih dahulu. Kakashi! Berikan berkas kedua." kata Naruto kepada Kakashi. Kakashi mengangguk dan memberikan map kepada Sasuke. Sasuke mengambilnya dan duduk dikursi seperti kemarin. 'Dia bukan Naruto! dia itu Hime!' batin Sasuke.

"KAKASHI! APA YANG KAU LAKUKAN SELAMA INI? KAU TIDAK TAHU? DISINI TERDAPAT KECURANGAN DAN DISINI TERDAPAT KETIDAK BERESAN." Naruto sedikit membentak Kakashi.

"Ada apa, Hime?" tanya Sasuke yang penasaran. Dia baru kali ini melihat Hime marah.

"Tidak apa." kata Naruto melihat Sasuke sebentar lalu kembali melihat Kakashi.

"KAU SEHARUSNYA TELITI. BUKANKAH AKU SUDAH MEMPERINGATKANMU BAHWA PROYEK YANG BERADA DITIMUR INI SANGAT LAMBAT. KAU SEHARUSNYA LEBIH MENGAWASI. SEKARANG TELFON PAMAN NARA. SURUH DIA UNTUK MENGURUSINYA. AKU YAKIN DIA PASTI BISA. DAN AKU HARAP INI BELUM TERLALU JAUH." Naruto benar- benar kesal melihat proyeknya tidak berjalan dengan lancar, entah mengapa emosinya sangat tinggi sekarang. Sehingga mau tidak mau Kakashi harus menerima imbasnya.

"Maafkan aku, Hime. Aku akan segera menelfonnya dan aku akan segera kesana sekarang." Kakashi membungkuk sedikit lalu pergi. Naruto memijat keningnya sebentar.

"Anda benar- benar tidak apa- apa?" tanya Sasuke lagi.

"Tidak." Naruto berdiri dari kursinya dan mendekati Sasuke.

"Jadi apakah-"

BRUK!

Naruto pingsan. Tapi… untung saja Sasuke segera menangkapnya. Sasuke langsung menggendong Naruto ala bridal style dan membawa Naruto keluar dari ruangannya. Untung saja ada seorang pelayan yang sedang lewat didepan ruangan itu.

"Dimana kamar Hime?" tanya Sasuke.

"A-a-apa yang terjadi dengan, Hime?" tanya pelayan itu khawatir.

"Cepat katakan!" Sasuke sedikit membentak pelayan itu.

"Ikuti saya, Tuan." pelayan itu membawa Sasuke menuju kamar Naruto yang berada tepat disebelah ruangan itu. Sasuke membaringkan Naruto dikasur besarnya. Dia melihat Naruto yang sepertinya terkena demam.

BRAK!

Pintu trebuka sangat keras. Dan keluarlah Kyuubi.

"SUDAH KUKIRA AKAN BEGINI JADINYA." Kyuubi mengerutu dengan sangat keras. Dia kesal dengan Naruto yang tidak percaya dengan dirinya. dia yakin Naruto akan sakit. Apalagi dengan tugasnya untuk ikut dalam acara ulang tahun sekolah. Untung saja dia tidak sia- sia menempatkan sebuah kamera dalam ruangan Naruto dan mobil Sasuke. sehingga dia bisa tahu, dia memang mengawasi Naruto sejak tadi. Kyuubi memang sedang berada dikamarnya dengan berbagai alat pengitainya. Karena selain mengintai, dia sedang merancang sebuah permainan baru.

"Dia selalu saja begini. AMBILKAN AKU ES BATU SEKARANG!" Kyuubi berteriak kepada pelayan yang tadi membantu Naruto.

"baik, Tuan." pelayan itu membungkukan badannya dan segera pergi.

"Selalu saja begini." Kyuubi mengepalkan tangannya dan segera menuju salah satu lemari yang ada disana. Dia mengeluarkan banyak sekali selimut. Sasuke tanpa disuruh segera membantu Kyuubi untuk membawa itu semua. Kyuubi menyelimuti tubuh Naruto. keringat bercucuran keluar dari tubuh Naruto.

Tidak berapa lama pelayan datang dengan es batu, kain basah dan sebaskom air. Kyuubi segera mengambil itu semua dan menaruh es batu itu diatas dahi Naruto. dan Kyuubi mengelap keringat Naruto dengan kain basah itu.

"Kyuu, aku pamit dulu." Sasuke berkata kepada Kyuubi.

"Baiklah. Terima kasih." kata Kyuubi tanpa mengalihkan pandangannya dari Naruto. dan Sasuke pergi. Sasuke ingin segera pergi karena dia tidak tahan melihat Kyuubi yang begitu dekat dengan Hime. Entah mengapa dirinya sangat kesal melihat itu semua dan menyadari bahwa dia tidak bisa melakukan apapun disana.

Kyuubi terus saja mengelap keringat Naruto dan dia mengambil termometer yang baru saja ditaruhnya setelah Sasuke pergi.

"390C. Kau itu susah sekali diberitahu ya, Naru-chan." Kyuubi menatap lembt Naruto.

Naruto memang adalah seorang anak yang disebut anak pembisnis, tetapi dia memiliki tubuh yang sangat lemah. Itu salah satu sebabnya mengapa dia tidak diperbolehkan untuk sekolah. Dan orang tuanya sangat menjaganya. Karena mereka takut terjadi apa- apa dengan Naruto. Naruto selalu dimanja dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang sangat keras. Vitamin yang diminumnya memang adalah vitamin. Itu vitamin yang dibuat khusus untuk dirinya. itu adalah vitamin yang akan menambah kekuatannya. Mereka benar- benar tidak ingin terjadi apa- apa dengan Naruto. karena Naruto adalah seseorang yang sangat mereka sayangi.

To be continued

Xixixixixixi…. Selesai juga akhirnya. Menurut Tsuki cerita ini lumayan ringan dan maafkan Tsuki karena ada cerita yang alurnya kecepetan atau apalah. Heheheheh. Tsuki udah mikirin. 2 chapter lagi. MY SECRET akan selesai. Hehehehe tapi… kalo ternyata bisa chapter depan selesai. Ya… Tsuki tidak bisa berkata apa- apa lagi. Hehehehehe. Tsuki hanya mau bilang… Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~