Hari demi hari berlanjut. Hubungan Kakashi dan Sakura terlihat semakin dekat. Tak jarang mereka pulang bersama, dan tak jarang juga Sakura ke rumah Kakashi hanya untuk sekedar belajar. Tidak hanya hubungan keduanya saja yang dekat. Seluruh murid kelas X-A pun sudah mulai menyukai Kakashi. Mereka sudah mulai melihat kepribadian lain dari Kakashi yang berbeda dari biasanya. Bahkan beberapa murid selain Sakura, Naruto dan Sasuke pun pernah ke rumah Kakashi.

.

.

tettt...tetttt...tettt...
" sebelum kalian istiahat ada yang mau saya bicarakan..." kata Kakashi. Para murid yang tadinya ingin berlari ke kantin pun menghentikan langkahnya.

" sebentar lagi kalian mau ujian...dan ummm kalian harus belajar dengan benar..." kata Kakashi sedikit gagap.

" sensei kenapa?tidak biasanya..." sela Sakura.

" hnn...Sensei kelihatan aneh..." kata Kkiba.

" huhh setelah ujian kalian sibuk?" tanya Kakashi akhirnya. Para murid saling melihat satu sama lain dan kebanyakan dari mereka menjawab dengan menggelengkan kepala.

" uhhh aku akan mengadakan liburan setelah ujian nanti,...kalian setuju tidak?" tanya Kakashi. Raut wajah bahagia pun mulai diperlihakan dari anak muridnya.

" benaran Sensei?" kat Chouji antusias.

" kita mau liburan kemana Sensei?" tanya Naruto bersemangat.

" wahhhhh itu ide bagus Sensei..." Kata Ino.
" sepertinya menyenangkan...tapi tetap mendokusai..." dan itu pasti kata Shikamaru.

.

.

" baguslah kalau kalian setuju...tapi aku masih belum merencanakannya..." kata Kakashi lagi.

" kita rencanakan sama – sama saja Sensei..." kata Rock Lee.

" hmmm itu benar..." kata Hinata.

" yoshhhhh kalau begitu kita bicarakan di rumah Sensei hari ini setelah pulang sekolah..." kata Sakura.

" huh?dirumahku?" kata Kakashi.

" setuju...kita bicarakan di rumah Sensei saja..." kata Sasuke yang lalu menarik Naruto keluar dari kelas menagajaknya ke kantin.

" okeeee! Ayo kita ke kantin Hinata-Chan, Shino..." ajak Kiba yang lalu di setujui oleh mereka berdua. Dan pada akihrinya pun semua orang keluar kelas, terkecuali sakura dan Kakashi.

.

.

Kakashi menghela nafasnya. Ya sudahlah. Sakura mendekat ke arah Kakashi dengan senyum puas.
" mau ku bantu mengangkat bukunya, Sensei?" kata Sakura dengan nada imutnya. Kakashi pun mnedengus mendengar aksen Sakura.

" tidak perlu..." kata Kakashi sambil merapikan barangnya. Apa daya, Sakura tidak mau mendengar Kakashi dan ikut membantunya.

" jangan ngambek dong Sensei..." kata Sakura dengan nada bercanda.

" hn..." kata Kakashi. Sakura pun tertawa kecil melihat tingkah Senseinya. Mereka berdua pun pergi ke ruang guru untuk mengantar buku dan barang Kakashi.

.

.

Time skip ( RUMAH KAKASHI)

" Sakura...jelaskan sekali lagi kesimpulan yang sudah kita bicarakan hari ini..." kata Kakashi. Sakura pun berdiri menyampaikan kesimpulan.

" liburan akan kita laksanakan seminggu setelah ujian selesai. Penanggung jawab yang sudah ditunjuk diharapkan bisa mempersiapkan bahan pada pertemuan selanjutnya. Untuk dana, sebagiannya akan memakai dana iuran kelas dan sebagiannya lagi dari Kakashi Sensei. Tempat pelaksanaan masih belum ditentukan, kita akan menentukannya pada pertemuan selanjutnya. Itu saja kesimpulan yang saya catat. " Sakura kembali duduk dan menunggu Kakashi untuk berbicara.
" oke, kurasa itu cukup. Kalian boleh pulang, ini sudah larut malam." Kata Kakashi setelah berpikir.

" ahhhhh kapan kita pertemuan lagi Sensei?" tanya Neji.

" entahlah...akan kuhubungi lagi nanti..." kata Kakashi.

" kalau begitu aku pamit pulang Sensei..." kata Hinata kepada Kakashi sambil membungkuk.

" Hinata-Channn biar ku antar...mumpung rumah kita agak dekat...ja ne Sensei..." kata Naruto yang terburu – buru mengambil barangnya. Perlakuan Naruto membuat wajah Hinata merona.

" itu tidak perlu...Naruto-Kun.." kata Hinata gugup.
" aku tidak mau perempuan pulang sendiri malam – malam..." kata Naruto yang menarik tangan Hinata menjauh dari rumah Kakashi. Hinata pun terdiam dan pasrah saja, toh ada baiknya juga dia diantar pulang oleh Naruto.

.

.

Semua murid pun pada akhirnya pulang dan hanya menyisakan Sakura yang sedang mencuci piring. Loh?di mana Kakashi?
" Sensei!kenapa harus aku yang cuci piring?ini kan rumah Sensei!" kata Sakura merengek dari dapur. Kakashi yang sedang menonton di ruang tamu pura – pura tidak mendengar perkataan Sakura.

" SENSEI!" teriak Sakura dengan kencang.

" salah sendiri...kau yang mengusulkan pertemuan di rumahku..." kata Kkashi tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

.

.

Setelah sekian lama, akhirnya Sakura selesai dengan tugas mencuci piringnya. Ia pun ke ruang tengah, dan bergabung dengan Kakashi duduk di atas sofa. Sakura langsung bersandar di bahu kanan Kakashi dan memejamkan matanya. Ia merasa lelah. Kakashi menoleh ke arah Sakura yang ternyata sudah tertidur.
" hah...anak ini..." Kakashi membetulkan posisi tidur Sakura agar lebih nyaman. Kakashi juga memperbaiki poni yang menutupi wajah Sakura. Dapat dilihatnya dengan jelas wajah Sakura yang damai. Tangan Kakashi terulur ingin membelai wajah cantik Sakura, namun terhenti.
' astagaaaa apa yang kau pikirkan...dia ini anak muridmu...' Kakashi menarik kembali tangannya sambil merutuki apa yang mau ia lakukan.

.

.

KONOHA HIGH SCHOOL

" jadi, kalian mau berlibur di mana di mana?" tanya Kakashi. Kalau kalian mau tau, hari ini Kakashi sedang baik hati karena mau mengganti jam pelajarannya untuk diskusi persiapan acara liburan.

" Sensei...aku mau usul. Uhmmm aku dengar dari kakak kelas ku, waktu musim dingin bagusnya kita ke festival konoha winter " kata Ten Ten.

" hmmm yaaa, aku dengar festivalnya cukup menarik." Timpal Rock Lee.

" tempatnya juga gak lumayan jauh. Pakai bus, dua sampa tiga jam sudah sampai.." kata Shino menambahkan.

" ditambah lagi, di sana ada tempat bermain..." kata Kiba dengan semangat. Kakashi pun menimbang – nimbang usul Ten Ten dan melihat reaksi anak muridnya.

" kalau begitu kita ke festival Konoha Winter sekalian juga kita menginap di sana...karena kudengar – dengar ada penginapan di daerah itu..." kata Kakashi memutuskan. Para murid bersorak senang mengetahui liburan mereka akan menyenangkan.
_,,_

Kiara melihat dari luar kaca jendela kelas X-A. Dia menyeringai. Ia mengambil ponselnya dan mendial nama 'NII-CHAN'
" Nii-chan...aku punya berita bagus..." kata Kiara menelpon sambil berjalan menjauh dari kelas X-A.
' tunggu saja pinky...hatake Sensei...'

_,,_

Time skip

Waktu terus berjalan dan para murid Konoha High School sudah selesai mengikuti ujian semester. Sekarang Kelas X-A memanfaatkan waktu kosong mereka untuk mempersiapkan acara liburan. Mereka sering berkumpul di rumah hari ini, mereka kembali mengadakan pertemuan H-4 acara liburan mereka.

.

.

Kakashi berjalan menuju ke rumahnya. Sambil memegang tas kerja di tangan kirinya, Kakashi menyerup kopi yang dipegangnya di tangan kanan. Hari ini, Kakashi lebih memilih jalan kaki lewat jalan kecil, karena jalanan sedang ramai. Bus pun kadang bisa ikut terjebak macet. Jalan yang dilewati Kakashi saat ini sangat sepi. Kemungkinan orang – orang sudah tidur. Saat Kakashi masuk ke gang kecil, ada seorang pria yang menghadang jalan Kakashi. Ia pun mengerutkn dahinya lalu berbalik ke belakang hanya untuk melihat ada satu orang lagi yang menghadangnya. Kakashi menjatuhkan kopinya. Ia berbalik lagi ke arah penghadang di depannya dan menatap pria pertama yang menghadangnya.

.

.

" lama tidak bertemu...Nii-San..." kata salah seorang dari belakangnya. Kakashi terkejut mendengar suara itu. Ia menoleh ke belakang dan melihat seorang pria dengan rambut cokelat yang sedikit menutupi matanya.

" Ryuji?"

.

.

Flashback

Ryuji yang saat itu baru selesai jalan dengan teman – temannya langsung pergi ke rumah sakit ketika mendengar kabar bahwa kakaknya mengalami kecelakaan mobil. Ia langsung mendatangi dokter yang menangani kakaknya.
" dokter...bagaimana keadaan Nee-Chan saya dok?" tanya Ryuji dengan nada cemas.

" maaf...Nee-San anda tidak bisa diselamatkan. Ia mengalami benturan keras di kepalanya..." dokter itu memegang pundak Ryuij, lalu pergi. Ryuji mengepalkan tangannya. Ia teringat seseorang. Hatake Kakashi. Ia mencari– cari ruangan Kakashi. setelah ketemu, ia masuk ke dalam dan melihat Kakashi sedang berdiri di tepi jendela. Ryuji dengan perasaan marah mendatangi Kakashi dan mencengkram bajunya, tidak peduli kalau Kakashi sedang terluka.
" Ryuji..." kata Kakashi lemah.

" KAUUU! KENAPA KAU TIDAK MELINDUNGI KAKAKKU!?" kata Ryuji dengan emosi.

" maafkan aku..."

" SEHARUSNYA KAU MELINDUNGINYA!" tanpa sadar, air mata Ryuji keluar.

" KENAPA!?KENAPA TIDAK KAU SAJA YANG MATI HAHHH!?" kata Ryuji lagi yang masih mencengkram baju Kakashi. mendengar keributan yang terjadi, beberapa tim dokter dan tim keamanan memasuki ruangan Kakashi. melihat adanya tim keamanan datang, Ryuji mendorong kasar Kakashi sampai belakang Kakashi membentur kaca jendela.
" Kau akan menanggung akibatnya..." kata Ryuji mengintimidasi.

End Of Flashback

.

.

" Ryuji...?" kata Kakashi dengan mata melebar.

" sudah kubilang...kau akan menerima akibatnya.." kata Ryuji dengan nada yang mengintimadasi.

Tanpa di sadari oleh Kakashi, pria di belakangnya dengan cepat menahan kedua tangannya. ia berusaha berontak, namun pria itu sangat kuat. Tanpa membuang waktu, Ryuji melayangkan dua pukulan ke arah perut Kakashi dan satu pukulan ke wajahnya. Pukulan itu membuat Kakashi tersungkur di tanah sambil menahan sakit. Ryuji tidak mau membuang waktu, ia langsung 'membantu' Kakashi berdiri, lalu mendorongnya ke arah dinding dengan kasar.
" kau tau!? Aku salah memercayakan nee-Chanku denganmu..." Kakashi yang tidak waspada kembali menerima pukulan di wajahnya, dan lagi – lagi ia harus terbanting ke tanah. Kedua anak buah Ryuji pun tidak segan menendangi tubuh Kakashi yang terbaring di tanah tanpa ampun .

.

.

" SENSEIIIII!..."

TBC...

MAAFKAN SAYA KARENA BARU UPDATE. SETELAH SELESAI UNBK, SAYA LANGSUNG LIBURAN, MELEPASKAN PENAT UJIAN. DAN SETELAH LIBURAN, DISIBUKKAN DENGAN PERSIAPAN SBMPTN, JADI WAKTU MENULIS SEMAKIN MENIPIS.

ANYWAY, SAYA MINTA MAAF KARENA TELAT UPDATE...

SO, ENJOY THE READING...