Salve readers~!

Sebelum ngelanjutin baca chapter 11 ini, YuMi Project akan membalas review dari para readers~

(no name) : Anda suka baca Hotto Motto juga? ONE HEART AMA KAGAMICCHI DONG XD *plak*

Mizuno Nokami : Mina-Ken? Iya, siiip, tinggal tunggu waktunya aja :)

dark-kiddo : Anda ngakak? Yeah seneeeng~ XDD Kan lagi Display Day makanya pada ngundang artis kayak smes, sepen aikon ama de pirjin. Suka ceritanya? YEEEEEY SENENG LAGI~ XDD Sebenernya gak terlalu demen juga sih ama 'doujin yang sering diomongin' itu, cuma sering kepikiran aja hahaha.

Hanna Wanna Read Fic : Ekhhh~ jayus ya? *nangis bombay* oke, ditambah humornya deh~

monettelbangg : Kenji? Uhm...sip, siiiip...entar dimunculin kok :D

Sekian balesan reviewnya~ selamat membaca chapter 11 ini~


San Kokoro no Ma (c) YuMi Project

Persona 3 Portable (c) ATLUS

.

.

-Chapter 11-

.

"Perhatian para murid Gekkoukan sekalian! Kami, Black Thieves, sudah membajak Gekkoukan High!" kalimat itu menggema di seantero Gekkoukan melalui speaker seluruh sekolah. Tanpa tersadari, speaker yang berada di lapangan terhubung dengan speaker di seluruh Gekkoukan dan menyebabkan kata—kata tersebut terdengar oleh Hatsule Miku, Sasule Uchiha, Yosule Hanamura, Koroemon, Kentut Amada, Daun Shuji Kentutsuki, Soup Setan, Risettan Pagerkawat, dan Yukiengkohengkoh Amagi.

Ternyata eh ternyata, pengumuman dari Black Thieves tersebut terdengar oleh Minato yang sedang berada di ruang ganti.

"APA?" teriaknya histeris, "PEMBAJAKAN?"

Sang anggota Black Thieves melanjutkan kembali ucapannya, "Kami serius, ini bukan lawakan OVJ! Para anggota OSIS sudah ada di tangan kami sebagai jaminan!"

"APA? OSIS?" teriak Minato lagi, tapi kali ini dia tidak sendirian. Ternyata di sana juga ada dua orang yang sama-sama berteriak seperti itu, Akihiko dan Shinjiro.

"Lha? Senpai ada di sini to?" Minato sweatdropped gak jelas seember, "Lagi pada arisan yak, ngumpul-ngumpul begini?"

"Jiah, ngelawak garing lu!" teriak Shinjiro, "Daripada itu coba liat ini deh, tadi gue nemuin ini di kantong celana lu!"

'Berbakat jadi copet kayaknya ini orang...' pikir Akihiko dalam hati.

Minato menerima secarik kertas lusuh dari Shinjiro. Dibukanya lipatan kertas itu. Matanya terbelalak, kaget, ternyata isi dari tulisan tersebut adalah...AKSARA SUNDA.

"Wah, gue nggak ngerti artinya..." ucap Minato pasrah.

"Karena gue nggak ngerti makanya gue kasih itu ke lu," jawab Shinjiro.

"Gimana kalo kita tanya author aja?" usul Akihiko.

"Oh, boleh juga tuh,"

"Eh, author, tau nggak ini artinya apaan?" tanya Minato ke kedua author yang lagi nangkring di backstage.

Kagami : "Nggaaaaaak~" *masang tampang imut alay*

Yuuki : "Apalagi gue... =_="

Minato : "TERUS INI GIMANAAAA? MASA LANGSUNG TAMAT SERIALNYA?"

Kagami : "Gue bakalan bantu lu, tapi ada syaratnya," *evil grin*

Shinjiro : "Syarat apa?"

Kagami : "Shinji-chan harus cium gue duluuuu~" (Shinjiro Syndrome mode : on)

Shinjiro : *muntah di tempat*

Yuuki : "Gelo siah..."

Kagami : "Bercanda deng :9"

Akihiko : "SERIUUUUUS! JANGAN MENUHIN DURASIIII!"

Kagami : "Ya udah deh, nih gue 'pinjemin' translator-nya, ade gue,"

Aero : *senyum-senyum gaje*

Minato : "Ooooh, personil YuMiPro baru?"

YuMi : "BUKAAAAAAAN!" *teriak pake toa mesjid*

Aero : "Cuma translator, khusus muncul di chapter ini, dodoooool~" *evil grin*

Minato-Aki-Shinji : (dalam hati) "Sifatnya mirip kakaknyaaaaaa!"

Yuuki : "Ya...gitu deh,"

Kagami : "Lanjut (=.=X)"

"Jadi, apa artinya dari tulisan ini, Aero-kun?" tanya Minato panik.

(Warning : bahasa Sunda yang dipake sekarang adalah bahasa Sunda kasar)"Artinya, 'Tulung aing! Lamun rek nulungan aing, aing ge teu teurang tempatna, rek siah nyari sorangan! Ti adena sia anu geulis, Minako,', gitu katanya,"

Minato, Akihiko, dan Shinjiro sweatdropped seember. Mana ngerti mereka bahasa Sunda? Mereka kan wong gendeng, jadi bahasanya ya bahasa gendeng.

"Artinya apaan?" tanya Akihiko.

"Artinya, 'Tolong gue! kalo mau nolongin gue, gue juga nggak tau tempatnya, lu harus nyari sendiri! Dari ade lu yang cantik, Minako', gitu deh,"

"Oh, gitu ya? Ayo kita selamatkan Minakoooo!" seru Minato alay kayak anak TK lagi main perang-perangan.

"Siap, BOOOOS!" teriak Akihiko dan Shinjiro nggak kalah alay. Langsung saja mereka berlari keluar dari ruang ganti tersebut, pergi menyelamatka Minako dan anggota OSIS lainnya.

Aero : "Yaaaaah, :'(" *kecewa*

Yuuki : "Kenapa?"

Aero : "Lupa minta tanda tangan...padahal udah susah payah masuk ke fic ini... :'("

Kagami : "Cup cup cup, entar teteh mintain deh,"

All : "Teteh?" (muntah di tempat)

Yuuki : "Kasiaaaan ._."


Di balik dinding dekat toilet, terlihat Minato, Akihiko, dan Shinjiro yang sedang mengintip keadaan luar toilet (toilet cowok tentunya). Di depan sana terlihat dua orang yang berpakaian serba hitam––yang sekilas mirip pesulap 'Romi Rapei' dan 'Embad' sedang berjaga di pintu toilet tersebut.

"Sial, ada penjaganya!" geram Minato.

"Eh, Mimin, lu yakin di sini tempat Minako disekap?" tanya Akihiko yakin-nggak-yakin.

"Kayaknya sih gitu, soalnya dikertas itu ada bekas tai kotok-nya! Pasti dia di toilet!"

"Petunjuk nggak meyakinkan!" teriak Akihiko dan Shinjiro.

"Cuma masalahnya, gimana caranya supaya kita bertiga bisa masuk ke sana? Penjaganya mirip Romi Rapei' yang bisa ngehipnotis! Terus yang satunya lagi mirip sama Embad yang bisa ngebengkokin tang, besi, sama otaknya si semangka!"

"Cih, coba saja, aku punya ide..." geram Akihiko kesal.

"Lha?" sebuah suara terdengar dari belakang mereka, "Lagi pada ngapain? Sampe si Mimin juga ikutan,"

Ternyata suara tersebut berasal dari Junpei. Dengan pedenya di tengah orang puasa dia makan es krim sampe-sampe membuat Minato, Shinjiro, Akihiko, dan kedua author ngiler di tempat.

CLING!

"Aha! Gue punya ide bagus!" teriak Shinjiro dengan muka anak ayam ala komik Kuroshitsuji.

"Ide apa?" tanya Minato dan Akihiko.

"Liat aja!" Shinjiro menarik tangan Junpei, lalu mendorong cowok gundul itu ke depan Romi Rapei' dan Embad.

"Eh, ada maling tuh!" teriak Romi Rapei' sambil nunjuk-nunjuk Junpei. Embad cuma diem, liat aja di tipi juga pasti diem melulu. Disuruh makan dia diem makanya kurus, disuruh tidur dia diem makanya sekeliling matanya item, disuruh berak dia diem makanya sering kentut di lokasi syuting.

"Ayo cepat! Kita masuk selagi Junpei jadi umpan kita!" seru Shinjiro. Minato dan Akihiko hanya mengangguk setuju, mereka berlari ke dalam toilet.


Di dalam lorong toilet yang terkesan mistis, Minato, Akihiko, dan Shinjiro berhasil masuk dari penjagaan Romi Rapei' dan Embad. (effect: angin kering sama gulungan daun terbang kayak di film koboi jadul)

"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" bisik Akihiko.

"Bagaimana kalau kita cek setiap pintu di sini?" usul Minato.

"Boleh juga, ayo cepat kita lakukan!"

-Shinjiro's Condition-

BRAK

Shinjiro membuka salah satu pintu tersebut. Namun, di sana tak ada apapun.

"Tak ada siapa-siapa," gumamnya.

-Minato's Condition-

BRAK

Minato membuka salah satu pintu tersebut.

"GYAAAAAAAAAA!" teriak seseorang dari dalam situ, kaget. Tentu saja Minato juga ikut kaget, soalnya dia nemu orang berak sambil teriak-teriak gaje.

"Lha? Kenji? Ngapain lu di sini?" tanya Minato setengah sweatdropped.

"Ya beraklah, ngapain lagi?" jawab Kenji sewot.

"Nggak...gue kirain lagi BAB,"

"SAMA AJA BEGOOOO!"

"Oh iya, ya udah deh gue mau pergi dulu!"

"Eh, tunggu bentar Min!"

"Jiaaaah, ada apaan lagi sih?" tanya Minato sewot.

"Nih gue kasih oleh-oleh buat lu!" Kenji memberi Minato sebuah bungkusan yang terlihat sangat sangat sangat terlalu misterius banget sekali (author alay).

Minato membuka bungkusan tersebut. Ternyata di dalamnya terdapat sebuah cairan kental berwarna kecoklatan. "Apa ini?" tanya Minato.

"Itu...mencretnya gue, kalo mau keluar sekalian buangin itu yak! XD"

"OGAAAAH!" Minato melempar bungkusan itu ke wajah Kenji lalu membanting pintu toilet dan pergi keluar.

-Akihiko's Condition-

BRAK

Akihiko membuka salah satu pintu tersebut. Dan ternyata, di sana ada om-om aneh lagi 'nyetor' (baca: BAB)! Om-om itu memakai baju serba hitam, rambutnya pun gundul dan terlihat sangat mirip dengan Dedi Kobotak.

"Eh, ada mas-mas ganteng!" kata si om-om gaje itu, "Mau ngapain? Pasti mau ngeliat gue berpose seksong yaaaa?"

"Cuih, NAJIS!" teriak Akihiko yang hampir muntah saking enegnya, "Om tau nggak di mana pimpinan Black Thieves?"

"Ooooh, itu gue, emang kenape?"

SIIIIIIIING...

"OOOOH! JADI ELO!" teriak Akihiko layaknya toa ditambah toa ditambah toa ditambah toa ditambah toa sampai-sampai seluruh penghuni toilet termasuk Minato dan Shinjiro bisa mendengarnya.

"Hah? Ada apa ada apa?" tanya Minato cengo.

"Ada orang melahirkan yak?" tebak Shinjiro ngasal garing krenyes-krenyes.

"Ini! Om-om ini pimpinan Bleketek, eh, Black Thieves! Om-om yang mirip Dedi Kobotak ini!" teriak Akihiko alay sambil nunjuk-nunjuk kebotakan orang tersebut.

"OOOOOOH! JADI ELOOO?" teriak Minato dan Shinjiro yang nggak kalah alay sampe-sampe iler sama jigongnya muncrat semua.

"Eh, ada apaan ntuh?" tanya Dedi Kobotak sambil menunjuk arah belakang Minato, Akihiko, dan Shinjiro. Karena penasaran, Minato, Akihiko, dan Shinjiro menoleh ke arah yang ditunjukkan Dedi Kobotak, "Hahaha! Ada celah!" Dedi Kobotak pun melewati mereka bertiga dengan sangat cepat.

"AAAAH! SIALAN!" geram mereka bertiga. Tanpa basa-basi lagi mereka mengejar Dedi Kobotak. Namun, apa yang terjadi pemirsa? (author pembawa acara gosip mode : on)

Ternyata, Dedi Kobotak menghilang dengan cara menembus dinding toilet!

SIIIIIING

"Sial! Kemana perginya om-om botak itu?" tanya Minato, setengah panik dan sweatdropped.

"Sepertinya, om-om botak itu masuk ke dalam tembok!" jawab Shinjiro ngasal.

"Eh, jangan-jangan dia Harry Potter? Bisa masuk ke dalem tembok!" seru Akihiko bangga, secara, dia maniak film Harry Potter gitu loh.

"Dia sih bukan Harry Potter, dodol! Dia itu Voldemort!" teriak Minato.

"Terserah apa kate lu dah!" terak Shinjiro dengan sewotnya, "Sekarang, cepat cari kemana perginya om-om botak Voldemort itu!"

"Masalahnya, bagaimana caranya kita bisa mengejar si om-om Voldemort?" tanya Akihiko pada semuanya, termasuk dirinya sendiri. Pemuda berambut keabuan itu mendekati dinding tempat om-om Dedi Kobotak Voldemort menghilang. Tapi, tiba-tiba saja...

KRAK KRAK KRAK

Lantai di bawah kaki Akihiko tiba-tiba saja retak begitu cowok itu menginjaknya. Dan, tak lebih dari satu detik kemudian, lantai itu pecah dan membuat Akihiko jatuh ke sebuah tempat antah berantah di bawah tempatnya berpijak barusan.

"Ukh...sial," geramnya kesakitan. Dia melihat ke atas kepalanya, tak terlihat apapun, hanya setitik berkas cahaya yang bisa masuk melewati lubang bekasnya terjatuh barusan.

Dia mengambil handphone-nya dari saku celana. "Untung saja tidak rusak..." gumamnya pelan. Akihiko membuka handphone-nya yang bertipe flip dan menerangi jalannya.

Laki-laki berambut abu-abu itu kaget, ternyata di depannya sudah terlihat sebuah pemandangan yang memutar akal sehatnya. "Kamu..!"


"Jadi bagaimana? Terdengar sesuatu tidak?" tanya Shinjiro pada Minato, yang sedaritadi berkonsentrasi pada lubang aneh bekas Akihiko terjatuh.

Minato menggeleng. "Tidak terdengar sesuatu," ucapnya pasrah, Shinjiro hanya bisa menghela napasnya yang berat, "tapi, menurutku dia akan baik-baik saja,"

"Ya, sepertinya kau benar, Aki bukan orang yang selemah itu,"

"Nah, sekarang apa yang akan kita lakukan, senpai?"

Shinjiro berpikir sebentar, "Bagaimana kalau kita berpencar saja?" usulnya, "Mungkin kita bisa menemukan om-om botak Voldemort itu dengan lebih cepat,"

"Sepertinya itu ide yang bagus," Minato setuju, "ayo kita lakukan sekarang!"


Minato berlari di sepanjang koridor kelas 2, napasnya terengah-engah karena berlari tanpa henti mencari adiknya. Sebuah suara aneh tiba-tiba saja terdengar di dalam kelasnya 2-F, kakinya pun langsung berhenti berlari.

Dengan jantung yang berdetak kencang, Minato membuka pintu itu perlahan. Matanya terbelalak, ternyata di depannya telah terlihat seseorang yang tak disangka-sangka akan ditemukannya.

"Kamu!"


Di koridor ruangan olahraga, terlihat Shinjiro yang sedang berlari sambil terengah-engah. Pikirannya terus berkutat untuk mencari Minako.

Apa Minako baik-baik saja?

Apa yang Black Thieves lakukan padanya?

Sebenarnya, apa yang sedang terjadi sekarang?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di benak Shinjiro. Kakinya langsung berhenti berlari begitu mendengar suara yang keras di dalam aula olahraga. Tangannya membuka pintu tersebut, dan ternyata di depannya sudah ada seseorang yang membuat dadanya bergemuruh keras.

"Kamu!"

.

...To Be Continued...


Yuuki : "Wew...chap 11 selesai! XDD"

Kagami : "Yah...walaupun updatenya lama, tapi makasih atas dukungan semuanya! Terus, makasih juga buat temen sekelas kita yang udah ngasih masukan ide :3"

Junpei : "Tunggu, temen sekelas kalian? Maksudnya?"

Kagami : "Iya...sekarang kita SEKELAS loooooh XDD"

Yuuki : "Sebuah kebetulan yang ajaib :)"

Junpei : "Wuidih, enak bener cuy =3= "

Fuuka : "Wah, berarti bikin fic selanjutnya bisa cepet update dong?"

Yuuki : "Meneketehe -_-"

Aigis : "Lha? Kok?"

Kagami : "Ya kan kelas 3 dodol, harus banyak belajarnya -_-"

Yuuki : "Yah...tapi bagusnya tiap hari jadi rame, nggak sepi :)"

Ken : "Woy, tutup chap 11-nya!"

Kagami : "Halah, banyak bacot lu! Masih bocah aja udah sok lu -_-"

Yuuki : "Jangan kemana-mana, tetap di San Kokoro no Ma, YA EEEE!" (ngagaya ala Sule)

Kagami : "Jangan lupa review, anonymous juga bisa join! XD"