"ada apa Dokter Lee?" tanya suster dan berawat laki-laki itu dengan panik saat mendengar Kyuhyun tidak henti-hentinya terbatuk dan sesak nafas
"CEPAT SEDIAKAN ALAT-ALAT UNTUKKU DAN PANGGIL DOKTER CHOI SEKARANG JUGA!" teriak Sungmin, sontak saja suster dan perawat laki-laki itu berhamburan keluar untuk memenuhi permintaan Sungmin.
Victoria yang berada di sana hanya menatap Sungmin tidak percaya
'siapa sebenarnya kau, Lee Sungmin?'
.
.
.FanFiction
Cast : CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
CHOI SIWON
KIM HEECHUL
.
.
Chapter : 11
.
Genre : Romance, Family, Drama, Hurt.
.
Rate : T
.
Warning : GS
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Siwon, Donghae dan beberapa perawat masuk kedalam kamar Kyuhyun dengan panik. seorang perawat juga memakaikan Sungmin jas Dokternya, tangan gadis itu sudah sangat dingin sekali bahkan wajahnya juga mendadak pucat pasi.
Donghae dan Siwon membantu Kyuhyun bernafas sedangkan Sungmin memasukan selang kecil kedalam mulut Kyuhyun hingga akhirnya namja itu memuntahkan makanannya.
butuh waktu 20 menit hingga akhirnya Kyuhyun bisa kembali bernafas dengan normal dan langsung terlelap.
saa ituy juga Sungmin hampir jatuh kelantai jika saja Donghae tidak menangkap tubuhnya lebih dulu.
"Sungmin, tenanglah" bisik namja tampan itu, mereka masih tidak sadar jika disana ada Victoria yang duduk dikursi rodanya tidak jauh dari ranjang Kyuhyun.
wanita itu melihat semuanya, saat dengan paniknya Sungmin berteriak meminta Dokter untuk datang, saat Sungmin membantu Kyuhyun bahkan ia bisa mendengar bagaiman beberapa suster dan perawat disana memanggil Sungmin dengan panggilan 'Dokter Lee'
'jadi Sungmin adalah Dokter Kyuhyun?'
"Nona Song, mengapa anda ada disini?" tanya salah satu suster yang melihat Victoria berada di dekat sofa, selama tadi mereka begitu panik dan tidak sadar jika disana ada Victoria
"ma...maaf aku" Victoria kehilangan kata-katanya Siwon dan Donghae kini menatapnya bingung sedangkan Sungmin masih cukup shock dipelukan Donghae gadis itu hampir menangis.
"lebih baik saya akan mengantar kekamarmu, mari" suster dan beberapa perawat laki-laki meninggalkan kamar Kyuhyun dan salah satu suster tadi mendorong kursi roda Victoria untuk kembali kekamarnya.
"aku hampir membunuhnya, aku hampir membunuh Kyuhyun aku..."
"Lee Sungmin hentikan" Siwon berucap tegas hampir menggema dikamar Kyuhyun yang sepi, hanya ada ia, Sungmin, Donghae dan Kyuhyun yang terbaring lemah diranjangnya.
Sungmin meremas jas Dokter yang digunakan Donghae, untuk pertama kalinya ia menangis seperti ini dan itu karena kebodohannya yang menyuapkan nasi tadi pada Kyuhyun.
"itu wajar terjadi pada penyakitnya Sungmin, Kyuhyun mungkin akan sering tersedak dan sulit nafas" jelas Siwon, namun Sungmin masih saja menyalahkan dirinya sendiri atas kelalaiannya.
"aku takut sekali Hae, aku takut sekali". ucap Sungmin panik, Donghae mengusap punggung sahabatnya itu lembut dan membisikkankata ' semuanya baik-baik saja' pada telinga Sungmin.
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
hari sudah semakin malam, bahkan sudah 5 jam Kyuhyun masih belum sadarkan diri juga, membuat Siwon, Sungmin dan Donghae harus menunggu Kyuhyun hingga sadar. Siwon bahkan lupa menghubungi istrinya karena fokus pada kondisi Kyuhyun begitupun dengan Sungmin yang lupa mengabari orang tuanya dan orang tua Kyuhyun bahkan Sungmin baru bisa tenang setelah satu jam Donghae menghubungi Eunhyuk untuk datang kerumah sakit.
saat merasa sahabatnya berada didekatnya Sungmin langsung menangis dipelukan Eunhyuk dan menceritakan semua yang ia anggap kelalaiannya itu pada Eunhyuk.
Sungminpun kini tidur dipangkuan Eunhyuk, untunglah sofa itu bisa menampung tubuh mungilnya.
"Eunghh" Siwon, Donghae dan Eunhyuk tersentak saat mendengar Kyuhyun melenguh diranjangnya, dengan cepat Siwon memakai stetoskopnya dan mendengar detak jantung Kyuhyun yang mulai stabil sedangkan Donghae mengatur oksigen yang Kyuhyun menggunakan sebuah selang kecil dihidungnya.
"Kyuhyun, kau bisa mendengarku? atur nafamu pelan-pelan" ucap Donghae, sedangkan Siwon menekan nadi yang berada di pergelangan tangan Kyuhyun dan merasakan denyutannya yang mulai stabil.
Kyuhyun membuka sedikit bibirnya mengambil nafas sepelan mungkin, dan memastikan jika ia sudah tidak tersedak lagi.
tadi itu benar-benar menakutkan baginya.
Kyuhyun membuka matanya danmemperhatikan Siwon dan Donghae yang berada di dekatnya
"bagaimana perasaanmu?". Kyuhyun memperhatikan wajah Siwon sebelum membuka mulutnya
"aku baik-baik saja... Sungmin..." namja itu mengedarkan pandangannya, Siwon yang mengerti maksud Kyuhyun langsung menggeser tubuhnya agar Kyuhyun bisa melihat Sungmin yang tidur di pangkuan Eunhyuk.
"Minnie-ah bangunlah, Kyuhyun sudah sadar" Eunhyuk berucap di telinga Sungmin dengan lembut, gadis itu pun langsung membuka matanya pelan membiasakan matanya pada cahaya lampu dikamar Kyuhyun.
"Kyuhyun sudah sadar" ucap Eunhyuk lagi, sontak saja Sungmin langsung bangun dari tidurnya dan berjalan tergesa ke ranjang Kyuhyun
"ka..kau baik-baik saja?" Sungmin begitu panik melihat wajah Kyuhyun, gadis cantik itu meraih pergelangan tangan Kyuhyun dan merasakan denyutan stabil dari nadi Kyuhyun
"aku baik-baik saja, maaf sudah mencemaskanmu" Kyuhyun tersenyum tipis, Sedangkan Sungmin menggelengkan kepalanya tidak setuju
"bukan itu, justru aku yang salah Kyu. seharusnya aku lebih hati-hati tadi" ujar Sungmin tersendat, wajah gadis itu memerah dan bisa Kyuhyun lihat ada bekas jejak air mata dipipi Sungmin
"Aku tau itu bukan keinginanmu tapi karena tubuh ini yang memang mulai sulit digunakan Sungmin-ah" Eunhyuk yang berada disamping Donghae menggenggam tangan kekasihnya itu dengan erat sedangkan Siwon menatap Kyuhyun sendu, siapapun akan merasa sedih saat mendengar ucapan Kyuhyun yang begitu lirih, bahkan Sungmin hampir kembali meneteskan airmatanya
.
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Victoria memggeser pintu kamar Kyuhyun sepelan mungkin niatnya datang kekamar Kyuhyun hanya untuk memastikan keadaan namja yang sudah menjadi temannya beberapa minggu yang lalu dan juga namja yang...Dicintai Victoria selama ini.
"Vict kau datang" sapa Kyuhyun senang.
Victoria cukup tersentak saat melihat Kyuhyun sudah lebih segar dari sebelumnya bahkan namja itu terlihat sangat ceria hari ini.
wanita itu mengayuh kursi rodanya dan duduk di samping ranjang Kyuhyun.
"kau...kau baik-baik saja?" tanyanya, mata cantik itu memperhatikan kondisi Kyuhyun yang tidak mengalami perubahan berarti setidaknya namja itu masih bisa bernafas dengan normal tanpa bantuan alat oksigen di hidungnya
"aku baik-baik saja, maaf membuatmu cemas saat itu" Victoria membawa tangan Kyuhyun yang berada di pangkuan namja itu dan menggenggamnya erat.
posisi Kyuhyun yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang menatap tangannya yang diusap lembut oleh Victoria, ia bingung dengan posisi ini, Victoria terlalu berani dan ia tidak bisa menolak karena takut menyinggung perasaan gadis itu
"kau bukan hanya membuatku cemas, tapi Sungmin juga. bahkan dia terlihat lebih menyedihkan dibandingkan dirimu" Kyuhyun menatap Victoria yang bercerita
"awalnya aku pikir Sungmin adalah kekasihmu namun sekarang aku lega karena tau jika dia hanya Doktermu dirumah sakit ini"
"apa maksudmu?" tanya Kyuhyun bingung, Sungmin memang kekasihnya dan ia belum memberitahukan hal itu pada Victoria tapi apa yang dikatakan gadis itu tadi? ia lega, lega karena apa?
"karena aku menyukaimu sejak lama Kyuhyun" ujar Victoria cukup jelas.
dengan cepat Kyuhyun menarik tangannya yang berada di genggaman Victoria dan membuang mukanya kearah jendela
'Cklekk
"Kyunie, umma dat..." Heechul mengehentikan ucapannya saat melihat Kyuhyun dan sosok cantik disamping ranjang anaknya itu terlihat cukup kaku, ia merasa ada aura yang cukup aneh di kamar yang sunyi ini
Kyuhyun mentap ibunya dengan senyuman, ia berusaha senetral mungkin agar ibunya tidak curiga dengan kondisinya sekarang, Kyuhyun yakin Sungmin tidak akan menceritakan hal semalam pada ibunya
Heechul mengecup kening Kyuhyun lembut dan melemparkan pandangannya pada Victoria
"Kyunie, kau ada teman?" tanya Heechul seolah meminta penjelasan siapa gadis didekatnya ini
"umma kenalkan ini Victoria, dan Vict kenalkan ini ibuku Cho Heechul" ucap Kyuhyun. Victoria tampak ragu menatap Heechul, namun saat melihat Heechul tersenyum untuknya membuat Victoria membalas senyum lembut Heechul.
"Annyeonghaseyo Nyonya Cho" sapa Victoria ramah
"jangan panggil aku seperti itu, kau bisa memanggilku Cho Ahjumma seperti teman-teman Kyuhyun yang lainnya" Victoria mengangguk senang, ternyata Heechul orang yang sangat baik.
"sepertinya aku harus kembali kekamar, permisi" Victoria hampir memutar kursi rodanya namun urung saat melihat Sungmin masuk kedalam kamar Kyuhyun.
"Victoria" ujar Sungmin ceria, membuat Heechul terlebih Kyuhyun menatap Sungmin bingung.
yang Kyuhyun tau Sungmin bukan orang yang bertingkah seperti itu pada orang yang baru dikenalnya.
"Dokter Sungmin" balas Victoria, Sungmin memang menggunakan jas kebesarannya hari ini karena jadwal fisioterapi Kyuhyun. namun gadis itu nampak tidak setuju dengan panggilan yang Victoria berikan padanya.
"jangan panggil aku seperti itu, Cukup Sungmin"
"baiklah, Sungmin-ssi" ucap Victoria namun Sungmin kembali menggelengkan kepalanya seraya memajukan bibirnya kesal.
hei Nona Lee ini tidak sadar jika Kyuhyun dan Heechul yang menatapnya gemas, melihat tingkah Dokter cantik itu
"Sungminnie, lebih baik"
"ah, ya Sung...Sungminnie" Victoria sebenarnya sedikit kaku saat mengetahui Sungmin adalah salah satu Dokter disini, ditambah lagi ia sempat berpikir jika Sungmin adalah kekasih Kyuhyun kedekatan antara Dokter dan pasien seperti Kyuhyun dan Sungmin ia anggap terlalu intens.
"aku harus kembali ke kamar atau suster nanti mencariku, permisi" lanjut Victoria, gadis itu meninggalkan kamar Kyuhyun begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari Sungmin.
Sungmin juga merasa ada yang aneh dengan wajah gadis itu, berbeda dengan semalam ia bertemu.
"Minnie-ah". Sungmin tersentak saat mendengar Heechul memanggilnya.
"umma sudah datang dari tadi?" tanya Sungmin, ia memilih duduk disisi ranjang sedangkan Heechul duduk di kursi disamping ranjang Kyuhyun.
"umma baru saja datang, ini... Yesung meminta kalian untuk datang minggu depan" Heechul mengeluarkan sebuah undangan pernikahan yang begitu cantik dimata Sungmin, bahkan sepasang kekasih itu menatap takjub undangan itu.
Yesung dan calon istrinya Kim Ryeowook, adalah guru privat Kyuhyun semenjak beberapa tahun yang lalu, bahkan Kyuhyun sudah menganggap Yesung dan Ryeowook sebagai saudaranya sendiri.
awalnya Yesung dan Ryeowook hanya partner kerja namun siapa yang sangka kini mereka malah melangkah kepelaminan.
siapapun ingin menikah apa lagi diumur yang sudah sangat pas seperti Kyuhyun.
mata namja itu menatap undangan pernikahan Yesung ditangannya lalu beralih menatap wajah Sungmin yang masih memperhatikan undangan itu.
'apa kita juga bisa menikah,Min?'
'apa kita juga bisa menikmati masa-masa membangun keluarga?'
'apakah kata 'kita' lebih cocok mewakilinya?'
'atau hanya kata 'kau' yang lebih pantas untuk ini?'
wajah namja tampan itu mendadak sendu, memikirkan pikiran konyol yang melintas dikepalanya.
apa yang ia harapkan sekarang?
menikahi Sungminnya?
itu terlalu tabu untuk Kyuhyun, jangankan memikirkan pernikahan. untuk memikirkan hubungannya esok hari saja Kyuhyun sangat takut.
"...benarkan Kyunie...Kyuniee" Kyuhyun tersentak saat Heechul memanggilnya dengan cukup keras,
"maaf umma, aku melamun". Heechul memperhatikan wajah Kyuhyun yang pucat. ia yang melahirkan Kyuhyun tentu saja Heechul paham apa yang kini ada di pikiran Kyuhyun.
"apa kau merasa sakit?" tanya Sungmin cemas, bukannya menjawab Kyuhyun malah kembali melamun seraya menatap wajah Sungmin membuat gadis itu bingung melihat cara Kyuhyun memperhatikannya.
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Kangin menatap kertas didepannya, disana tertulis profil dari orang yang selama ini dicarinya.
namja paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah itu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya yang besar, Kangin mengusap wajahnya kasar. selama 20 tahun lebih ia membina rumah tangga, baru kali ini Kangin berpikir ia sangat gagal menjadi kepala keluarga.
Sungmin seolah tidak menganggapnya sebagai ayah, walaupun gadis itu masih mau berbicara dengannya namun Kangin merasa Sungmin membatasi diri darinya.
ini bukanlah yang ia mau, dulu saat ia menginginkan Sungmin menjadi sosok yang begitu sempurna ia bermimpi putrinya akan berguna untuk orang banyak dan memiliki keluarga yang bahagia diumurnya yang ke 25 tahun.
namun semua itu hanya harapan Kangin, faktanya anak semata wayangnya itu seolah tidak menganggapnya. ditambah lagi dengan sikap Leeteuk yang kini mulai diam padanya membuat Kangin cukup stress.
semua ayah didunia ini ingin putrinya bersanding dengan sosok laki-laki yang sempurna, begitupun dengan Kangin.
ia menginginkan Sungmin memiliki suami yang begitu sempurna untuk anak gadisnya. tapi Kangin lebih tidak menginginkan lagi jika ia membuat Sungmin dan Leeteuk menjauh darinya. Kangin benar-benar akan mati jika 2 orang yang dicintainya itu pergi meninggalkannya.
'Tok Tok
Kangin menatap pintu besar di depannya, setelah mengucapkan kata 'Masuk' pada seseorang yang baru saja mengetuk pintunya, Kangin menegakkan tubuhnya .
disana sosok namja bertubuh tinggi tegap membungkukkan badannya pada Kangin.
"aku sudah membaca profil yang kau berikan" ucap Kangin namja didepannya itu hanya mengangguk.
" aku minta secepatnya kau mengatur jadwalku dan sampaikan undangan jamuan makan malamku pada direktur Cho Corp"
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Kangin menyewa sebuah restoran mewah langganannya malam ini, niatnya bukan mengajak makan malam istri dan anaknya melainkan membuat jamuan makan malam bersama seorang yang selama ini tidak ditemuinya. seorang yang ia paling hormati selama ini.
tangan Kangin dingin karena gugup, ia tidak ingin melakukan ini tapi ia harus melakukannya karena ini demi Sungmin.
'Cklekk
Kangin membuang pandangannya kearah pintu, disana ada anak buahnya yang mempersilahkan sosok lelaki paruh baya yang Kangin kenal sebagai seniornya di kampus dulu itu masuk kedalam ruangan yang dipesan Kangin.
sontak saja Kangin membungkukan badannya penuh hormat pada sosok yang kini tersenyum senang melihatnya.
"aku tidak menyangka jika mendapat undangan makan malam bersama juniorku yang paling membanggakan ini, lama tidak bertemu Lee Kangin" ujar laki-laki itu.
"terima kasih sudah datang kesini ditengah-tengah kesibukanmu Hangeng Hyung". laki-laki itu, Cho Hangeng. senior yang paling Kangin kagumi selama kuliah dulu.
keduanya dipertemukan saat mereka berada di kamar yang sama diasramanya, Kangin dan Hangeng sangat dekat hingga Hangeng lulus lebih dulu dari Kangin dan mereka kehilangan kontak. namun kini Tuhan kembali menyatukan kedua laki-laki tampan itu setelah kurang lebih 20 tahun berlalu, baru beberapa hari kemarin Kangin mendapatkan informasi tentang keluarga dari kekasih anaknya dan tidak menyangka jika ayah dari kekasih anaknya itu adalah sosok yang sudah Kangin anggap sebagai kakaknya sendiri.
"kau semakin tampan Kangin-ah, aku penasaran apakah istrimu adalah gadis dari fakultas kedokteran itu?" tanya Hangeng sedikit bercanda, Hangeng memang mengetahui semuanya bahkan saat Kangin berpacaran dengan Leeteuk pun Hangeng sangat tau karena dulu Kangin banyak bercerita tentang Leeteuk padanya.
"kau benar Hyung, kami menikah setelah aku bekerja disalah satu anak perusahaan milik keluargaku". Hangeng mengangguk, hingga beberapa menit kemudian beberapa pelayan masuk dan menyajikan makan malam mereka diatas meja.
"kau tidak lupa dengan makanan kita selama di London dulu" ucap Hangeng senang.
"tentu saja Hyung, lebih baik kita makan dulu baru berbincang".
setelahnya kedua lelaki paruh baya itu menikmati makan malam mereka sambil mengenang masa-masa kuliah dulu, hingga mereka mengakhiri makan malam dengan sedikit minum anggur yang segar.
"kau sudah memiliki anak?" tanya Hangeng. Kangin mendadak terdiam, mereka semakin menuju ke topik pembahasan yang sebenarnya, Kangin sangat menyesal karena harus mengatakan ini dipertemuan pertamanya dengan Hangeng setelah sekian lama.
"aku memiliki seorang putri" ujar Kangin pelan
"benarkah? siapa namanya?" Kangin menatap Hangeng sejenak, sebelum menjawab pertanyaan seniornya itu
"Sungmin, namanya Lee Sungmin".
Hangeng terdiam mendengarnya. walaupun memiliki nama yang sama, Hangeng tidak yakin jika Sungmin kekasih anaknya adalah Sungmin putri Kangin.
"nama yang cantik, apa sama cantiknya dengan parasnya?"
"sangat cantik Hyung, putriku adalah salah satu Dokter syaraf di Rumah Sakit Seoul". tangan Hangeng mulai dingin, jika benar Sungmin kekasih Kyuhyun adalah anak dari Kangin itu berarti Kangin sudah mengetahui hubungan putrinya dengan Kyuhyun mengingat Heechul sendiri yang mengatakan jika Leeteuk datang menemui Kyuhyun diruang rawatnya.
apa Kangin akan menerima Kyuhyun seperti Leeteuk?
"aku tau kau pasti mengenal anakku Hyung, karena aku juga mengenal putramu". Hangeng menatap Kanginbingung.
Kangin mengenal Kyuhyun?apa Kangin pernah menemui Kyuhyun diam-diam?
"aku hanya mengenalnya, karena anakku dengan putramu tapi kami tidak pernah bertemu secara langsung" lanjut Kangin, membuat Hangeng bisa bernafas lega.
"Hyung, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan tentang hubungan Kyuhyun dan Sungmin..."
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Sudah kurang lebih satu Minggu Kyuhyun dirawat di rumah sakit, walaupun tidak ada kemajuan sama sekali namun Kyuhyun tidak menyerah untuk penyakitnya ditambah lagi Sungmin selalu ada disampingnya, selama seminggu itulah Kyuhyun selalu berpikir keras tentang hubungannya dengan Sungmin.
kini kekasihnya itu sudah menjadi orang hebat, lalu siapa Kyuhyun? ia merasa ia hanya namja cacat yang merepotkan Sungminnya.
ia hanya namja cacat yang mengandalkan orang lain untuk semua pergerakannya.
apa Kyuhyun pantas bersanding dengan Sungmin ?
apa namja cacat sepertinya pantas hidup bersama orang yang sempurna seperti Sungmin?
"Kyuhyunie, lihat umma dan appa membawa sesuatu" Heechul masuk kedalam kamarnya di ikuti Hangeng yang membawa sebuah kursi roda yang dilipat, kursi roda itu lebih besar dari yang ia gunakan selama ini dan terlihat lebih canggih.
Hangeng meletakkan kursi roda itu di samping ranjang Kyuhyun.
"kau bisa mencobanya Kyu" ujar Hangeng sambil membantu Kyuhyun turun dari ranjangnya dan mendudukan tubuh tinggi anaknya itu di kursi roda yang baru ia beli kemarin bersama istrinya.
"kau tidak perlu mengayuh rodanya, cukup menekan tombol di dekat tanganmu dan kursi roda ini bisa bergerak dengan sendirinya" jelas Hangeng, ia sengaja membelikan ini untuk Kyuhyun karena Heechul bilang tangan Kyuhyun sudah mulai sulit digerakan, itu berarti Kyuhyun tidak akan sanggup dengan hanya menggerakan kursi rodanya sendiri.
namja tampan itu menekan tombol yang berada dekat dengan jarinya dan mencoba kursi roda yang baru diberi appanya, Kyuhyun senang namun tidak sebahagia jika ia bisa menggunakan kakinya sendiri untuk berjalan.
"terima kasih, ini bagus sekali" ucap Kyuhyun pelan, Heechul dan Hangeng tidak butuh rasa senang dari anaknya yang berlebihan karena kursi roda itu memang bukan hadiah untuk Kyuhyun.
"kau bisa menggunakannya saat pernikahan Yesung dan Ryeowook nanti" ucap Heechul menghibur Kyuhyun yang tampak sendu. namja itupun tersenyum tipis membalas ucapan sang ibu.
sedangkan Hangeng yang berada ditengah-tengah ikut terbawa suasana, ia ingat pertemuannya dengan Kangin beberapa hari yang lalu
"aku pikir Kyuhyun dan Sungmin tidak bisa bersama, maaf Hyung aku hanya menginginkan yang terbaik untuk putriku". Kangin berucap penuh penyesalan, jika saja... jika saja Kyuhyun memiliki fisik yang kuat dan bisa melindungi Sungmin mungkin Kangin tidak akan berpikir dua kali untuk merestui hubungan anaknya dengan anak Hangeng. tapi Kyuhyun hanya bisa menandalkan kursi roda dan bantuan-bantuan orang disekitarnya untuk bertahan hidup, Kangin tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan putri semata wayangnya nanti jika bersanding dengan Kyuhyun. jangankan untuk melindungi Sungmin, namjatampan itu bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.
"tapi... mereka saling mencintai Kangin-ah, bukankah sangat keterlaluan jika kita memisahkan mereka?". Hangeng tidak ingin terlihat lemah saat ini, namun ini semua demi Kyuhyun, demi kebahagiaan Kyuhyun. ia tidak sanggup membayangkan hidup Kyuhyun tanpa Sungmin yang bertahun- tahun ini berada di sisinya.
"maafkan aku Hyung, aku yakin Kyuhyun akan mendapatkan wanita yang bisa mendampingi hidupnya dan itu bukan anakku. ini demi kebaikan putriku Hyung, aku meminta pengertian darimu dan Kyuhyun untuk membiarkan Sungmin pergi dari keluarga kalian" ucap Kangin.
Kangin tidak sadar jika Hangeng mengepalkan tangannya di bawah meja, ia tidak membenci Kangin. Hangeng tau Kangin ingin memberikan yang terbaik untuk Sungmin, tapi apa dengan meninggalkan Kyuhyun Sungmin akan merasa lebih baik?
selama ini Hangeng hanya melihat dari sisi Kyuhyun yang mencintai Sungmin, namun tidak pernah melihat dari sisi Sungmin yang begitu perhatian pada Kyuhyun.
apa Sungmin melakukan semua ini karena gadis itu mencintai anaknya?
atau
Sungmin melakukan ini semua karena Sungmin iba pada Kyuhyun?
mengingat Sungmin adalah seorang Dokter, bukan tidak mungkin jika Sungmin menganggap Kyuhyun sebagai pasiennya.
"aku... aku tidak bisa mengatakan apapun sekarang, aku akan meminta pengertian pada Kyuhyun untuk melepas Sungmin. setelah hubungan mereka selesai aku harap tidak akan bertemu denganmu lagi Kangin-ssi" ucap Hangeng datar, laki-laki paruh baya itu meraih mantel yang ada di kursinya dan meninggalkan Kangin sendirian diruangan itu.
Heechul menatap Hangeng sendu, suaminya itu sudah mengatakan pertemuannya dengan ayah Sungmin. selama ini Heechul sangat yakin jika Sungmin pun sangat mencintai Kyuhyun, ia melihat tidak ada keragua dari mata gadis cantik itu.
apakah tidak terlalu kejam jika mereka memisahkan hubungan Kyuhyun dan Sungmin yang sudah bertahun-tahun ini terjalin?
tapi apa lagi yang bisa mereka lakukan sekarang selain mengikuti kata Kangin untuk membiarkan Sungmin pergi dari kehidupan mereka? Kangin pasti malu sekali jika semua orang tau jika putri semata wayangnya harus bersanding dengan Kyuhyun yang tidak sempurna.
walaupun sulit untuk mengakuinya, Heechul sangat mengerti keadaan Kangin dan Leeteuk.
"mengapa akhir-akhir ini umma dan appa terlihat kaku sekali, apa terjadi sesuatu?" tanya Kyuhyun pelan, namja tampan itu masih duduk di kursi roda barunya menatap Heechul dan Hangeng yang berdiri dihadapannya secara bergantian.
"tidak terjadi apapun Kyunie" jawab Heechul menampilkan senyum paksaannya.
"sebenarnya ada yang ingin appa bicarakan padamu Kyunie" ujar Hangeng, Heechul yang sadar dengan situasi ini dengan cepat meraih tangan suaminya dan menggenggamnya erat seolah menolak Hangeng untuk meneruskan kata-katanya.
"aku mohon Hannie"
"Lebih baik kau mengakhiri hubunganmu dengan Sungmin"
'Deg
'Grepp
Kyuhyun merasa ada yang memukul tepat didadanya, sedangkan Heechul makin mengeratkan genggaman tangannya pada sang suami.
"tapi...tapi kenapa?" Kyuhyun menatap Hangeng dalam, semua perasaannya menyatu dan Hangeng tidak sanggup menatap kedalam mata Kyuhyun yang di kelilingi rasa sedih itu.
ini semua demi kebaikan anaknya juga, walaupun Heechul sering kali mengatakan jika Sungmin mencintai Kyuhyun namun yang Hangeng bayangkan ia tidak bisa melihat anaknya dikasihani oleh Sungmin seperti itu.
Kyuhyun pasti bisa hidup tanpa Sungmin.
"kalian tidak bisa bersama, tinggalkan Sungmin Kyu. biarkan dia mencari orang lain yang pantas bersanding dengannya". ucapan Hangeng kembali memukul keras dada Kyuhyun.
memang beberapa hari terakhir ini ia juga memikirkan apakah dirinya pantas menjadi pendamping Sungmin, dan puncaknya adalah sang ayah sendiri yang menyadarkan jika Kyuhyun memang tidak pantas bersanding dengan Sungmin.
Kyuhyun tersenyum sendu dan menatap ibu dan ayahnya bergantian.
"kau benar, aku memang tidak pantas bersanding dengan orang yang sempurna seperti Sungmin. jika itu mau kalian maka aku akan melakukannya". Heechul menatap Kyuhyun tidak percaya.
mengapa anaknya itu bisa dengan mudahnya melepas sosok yang selalu disampingnya selama ini?
Heechul dan Hangeng memang tidak tau jika Kyuhyun harus berperang dengan hatinya sendiri.
"Kyunie..."
"setidaknya, kalian bisa memberikan waktuku bersamanya sampai besok dihari pernikahan Yesung dan Ryeowook noona. aku ingin menggenggam tangannya di gereja itu seperti kedua mempelai yang bahagia, walaupun aku tidak tau apa aku bisa menjadi seorang pengantin laki-laki yang bahagia dan siapa istriku nanti". jelas Kyuhyun
Heechul hampir meneteskan air matanya, sedangkan Hangeng menatap Kyuhyun dengan penuh penyesalan
"jika aku sudah menghabiskan waktu bersamanya esok hari, aku berjanji akan melepaskannya pergi dan membiarkannya mencari kebahagiaannya sendiri"
.
.
.
TBC
.
.
NEXT CHAP
.
.
.
"memang terlalu aneh jika wanita penyakitan sepertiku mengungkapkan cinta pada laki-laki tampan sepertimu"
..
..
"aku...aku juga mencintaimu Vict, maukah kau menjadi kekasihku?"
.
.
"kau pergilah, bukankah kau dan Dokter Choi harus memulai fisioterapinya".
.
.
"lebih baik kau berhenti minum Lee Sungmin atau orang tuamu akan murka"
.
.
.
"aku... aku hampir menciummu dan..."
'DEG
"apa katamu?"
.
.
HAPPY MONDAY...
semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan, dan senin adalah hari yang paling saya sukai..
walaupun tadi pagi sedikit ada masalah ditambah pas buka internet katanya MV Kyuhyun ada yang plagiat pasti bikin mood hancur banget..
oh iya, maaf soal kata-kata saya yang kemarin, itu semua cuma keisengan saya di APRIL MOP hihihihi . saya belum menemukan alasan yang tepat buat ninggalin KyuMin jadi ga mungkin banget saya berenti jadi Author di FF KyuMin ..
buat Nurinda, say aku udah nepatin janji aku loh buat update minggu ini. padahal niatnya senin ini buat FF Steps To Stop.. awas kalau ngga Review ! ahhahhaha
okey sampai ketemu di chap selanjutnya..
THANKS TO REVIEW CHAP 10 :
SeoWoo1803, lydiasimatupang2301,Hamano Hiruka, KikyWP16, vha137, BunnyEvil KyuMin, PumpkinEvil137, Lee Minry, kyuonata,rheina, Novi Nov,Wonhaesung Love, orange girls, cho kyumin137, lee hye byung, Haru, Erka, ELFKyu, Cho Kyuna, guest, nurindaKyumin, alit, dwi-yomi, nurul,nuralrasyid.
.
StellaChoi, 11 april 2016
