The Next Naruto Lucifer
Disclaimer : Seluruh unsur unsur anime di fic ini bukan punya saya.
Pairing : ?
Warning : Acak acakan, Mainstream, Bahasa ngawur, Cerita gaje, Beberapa jutsu buatan sendiri, Typo berterbangan, OOC, GAK SUKA JANGAN BACA.
Summary : Bangkit dengan kekuatan baru dan patnernya, ia bukan lagi anak aib keluarga Hokage tapi orang yang akan mengguncang Element National dan seluruh dunia dengan kehadirannya bersama kekuatan yang sudah mengacau keseimbangan dunia yang tidak masuk di akal sehat itu.
.
.
PowerDraig!Naru PowerAlbion!Naru
AliveMinaKushi! TwinsMenma! Lucifer!Naru PowerOfDestruction!Naru
OverPower!Naru
.
.
Sebelumnya...
"Namikaze teliti seperti biasanya, yah kau benar aku seorang Uchiha tapi maaf saja aku tidak akan memberitahumu nama asliku sekarang dan masih ada Uchiha lain berada di organisasi yang kubuat"
"Kenapa kau memberitahu itu"
"Anggap saja hadiah pertemuan kita" Naruto mengangguk mengerti. "Jadi bagaimana Naruto, apa kau mau?"
Hening beberapa detik sampai Naruto membuka suara. "Berikan aku waktu 1 minggu untuk berfikir" balas Naruto.
"Tidak masalah, kusarankan jangan terlalu terburu buru. Kita akan bertemu di tempat itu" jawab Tobi memberikan sebuah peta. Membuka peta tersebut, Naruto mengganguk mengerti. "Baiklah Naruto, kutunggu jawabanmu itu, kuharap kau mau bergabung" ucap Tobi sebelum menghilang kedalam putaran vortex.
"Ayo Akane, kita pulang"
OoOoOoO
Malam hari di apartemen terdapat dua anak bersurai berbeda warna, pirang kemerahan dan merah tomat dua warna rambut dua sejoli itu sedang duduk santai di atap apartemen.
"Nee Naruto-san, apa orang itu dapat di percaya?"
tanya Akane memulai pembicaraan santai malam itu. Setelah kepulangan mereka berdua selesai bertarung dengan Kiri nin, Akane mengetahui fakta bahwa Naruto memiliki 3 marga sekaligus, Uzumaki, Namikaze dan Lucifer, tentu saja dengan fakta tersebut sangat mengejutkan bagi Akane di tambah dengan informasi Naruto adalah anak orang nomer satu di Konoha menambah keterkejutan-nya.
Akane juga tidak menyangka orang selalu ada untuknya memiliki masa lalu yang sangat kelam dengan di buang oleh keluarganya sendiri.
"Entahlah Akane?, aku juga masih bingung"
Balas Naruto membolak balikan peta yang ia dapat dari Tobi. Untuk saat ini ia masih bimbang dengan keputusan itu apalagi sekarang ia belum menemukan tujuan-nya di masa depan, apakah ia harus bergabung?.
"Kenapa?"
Tanya Akane bingung, kemudian mendongkak-an kepalanya ke atas menerawang langit nampak indah dengan ribuan bintang berjejer acak.
"Entahlah Akane, kau punya saran lebih baik? "
Naruto menatap Akane di sampingnya lalu merebahkan tubuhnya dengan menyilangkan tangan-nya di belakang kepala sebagai bantal untuknya.
"Aku tidak tau saran apa yang aku katakan padamu, apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu dan tentu saja ikut bersamamu"
Hilang sudah wajah jail Akane menjadi senyum lembut bukan lagi senyum mengejek selalu membuat Naruto kesal setiap harinya. Terhenyak dalam ucapan Akane, fikiran Naruto mulai bekerja kembali.
"Benarkah..., ku kira jika aku bergabung dengan organisasi sosok mengaku ngaku sebagai Madara itu, kau akan berjalan dengan jalanmu sendiri"
Balas Naruto sedikit bercanda yang belum pernah di tunjukan pada siapapun kecuali teman teman-nya di Konoha. Akane menaikan sebelah alisnya mendapatkan hal yang sangat langka menurutnya melihat Naruto bercanda walaupun dengan wajah datarnya.
"Fufufu~ sejak kapan kau bisa bercanda Naruto-san, ya meskipun wajah datarmu sangat menyebalkan tapi cukup memiliki selera humor yang baik"
Ujar Akane tertawa halus, sangking asyiknya Naruto mengombrol sampai lupa ia mengeluarkan sifat lain dari dirinya. Mengabaikan ejekan Akane, ia berdehem pelan menarik kembali perhatian-nya.
"Lupakan itu" balas Naruto monoton.
Hening beberapa saat.
"Baiklah sudah ku putuskan..., sebaiknya kau tidur Akane" ucap Naruto menyungingkan senyum.
"Apa keputusanmu Naruto-san? " balas Akane penuh tanda tanya.
"Khukhukhu lihat saja nanti"
"Naruto-san, kau membuatku takut"
Satu minggu kemudian.
Amegakure atau desa dengan julukan desa hujan yang di pimpin oleh shinobi kategori legend, Hanzo si Salamander. Shinobi yang memberikan 3 shinobi dengan julukan 3 legenda sannin karena berhasil bertahan melawan-nya.
Walaupun Amegakure bukan desa besar seperti ke 5 desa tersembunyi lain tapi Amegakure bukanlah musuh yang bisa di pandang sebelah mata dengan kekuatan desa ini lumayan mumpuni untuk seukuran desa kecil.
Dan di sinilah dia, Uzumaki Naruto Lucifer dan Uzumaki Akane Sakurada berada menjawab undangan dari Madara kw atau Tobi untuk bergabung dengan organisasi yang Tobi ciptakan.
"Kapan kita akan sampai Naruto-san!? "
tanya Akane mengeluh kesal karena berjalan seharian tanpa beristirahat semenit pun, hey ayolah, dia itu perempuan berbeda dengan Naruto notabenya laki laki fisiknya lebih besar. Dari awal Akane sudah menyuruh Naruto berlari melompat dari dahan ke dahan untuk menghemat tenaga dan waktu hanya mendapatkan jawaban 'terlalu merepotkan', terkadang Akane sangat sebal dengan sifat malas Naruto sudah terlanjung over.
"Sebentar lagi! "
Balas Naruto singkat. "Mou, kau dari tadi hanya menjawab sebentar lagi, sebentar lagi, tapi tidak sampai ke tujuan kita, haah kau menyebalkan Naruto-san" kata Akane jengkel. Memang dari tempat mereka berasal Akane selalu berbicara tidak jelas seperti 'kapan sampai Naruto-san atau kau mau bergabung atau tidak?' membuat Naruto kesal lalu menjawab pertanyaan Akane seadanya.
"Hn"
Naruto berguman singkat menjawab ucapan Akane masih mengumpat kesal. Tidak seperti hari hari biasanya Naruto menggunakan pakaian modern, kali ini ia menggunakan kaos berkerah tinggi biru dongker berlambang Uzumaki di belakang dan celana standart Chunin dengan perban Naruto ikat di paha kirinya lalu sepatu sport favorite nya entah Naruto kemanakan di ganti menggunakan sandal shinobi warna biru senada dengan bajunya plus kain putih sebagai ikat kepala Naruto panjang kebelakang. (mirip Ashura)
"Kami-sama, hilangkan lah kata 'hn' di dunia ini jika bisa ubah sifat Naruto-san menjadi seperti diriku agar memiliki masa depan yang terang" keluh Akane nista.
"Aku tidak mau sepertimu cerewet, enak saja meminta mengubah sifat orang"
"Tapi jika sifat Naruto-san seperti itu, masa depanmu akan suram, tapi jika sifat Naruto-san sama denganku, kebahagiaan akan mendatangi kita"
"Enggak mau"
Perdebatan terus berlangsung di dominasi dengan teriakan teriakan gak jelas Akane sampai tidak sadar bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Membuka pintu gedung tertinggi di Amegakure, Naruto langsung mencari sesuatu, tidak menemukan apapun, dengan segera ia menaiki anak tangga menuju dimana bagian menara tertinggi.
"APAAA, KITA NAIK KE ATAS..., YANG BENAR SAJAAA"
Teriak Akane sangat kesal, dia sudah berjalan selama 12 jam tidak henti lalu pada saat sudah sampai tempai ia tuju harus melewati satu rintangan lagi, astaga, benar benar mengesalkan.
"Sampai kapan kau hanya diam saja" suara Naruto sudah menaiki sekitar 10 anak tangga membuyarkan kekesalan Akane, dengan hati yang sudah sangat dongol, Akane menghentak hentakan kakinya sebal sambil berjalan menaiki tangga.
"1,2,3,4,5..." Akane menghitung setiap anak tangga yang dia tapaki satu persatu
-Time Skip-
"1000...hah..., hah terkutuk kau makhkuk pembuat tangga setinggi itu" Akane membungkuk mengatur nafas setelah selesai menghitung sampai 1000 anak tangga. "AKU BUTUH AIR, AKU BUTUH AIR" Akane berteriak memgulang perkataan-nya membuat orang yang di sana sweatdrob setengah mati.
Orang pertama adalah manusia bersurai merah sedang duduk di sebuah mesin dengan batangan besi menancap di punggungnya lalu orang kedua adalah wanita berambut biru sebahu memiliki sebuah origami menempel di telinganya kemudian orang spiral yang Akane, Naruto temui di negara air dan yang terakhir adalah Naruto sendiri sedang menghadap ke tiga orang itu.
"Informasi yang ku tahu, bukankah kau master Fuinjutsu?, kenapa kau tidak menggunakan kemampuamu untuk membawa perbekalan berupa air? " pertanyaan Tobi lancarkan untuk Akane.
Dengan menunjuk Naruto penuh dengan kekesalan, ia lalu menjawab. "NARUTO-TEME TIDAK MEMBERIKAN IZIN UNTUK MEMBAWA PERBEKALAN, JIKA BUKAN TEMANKU AKAN KU LEMPAR KE DIMENSI PENYIMPANAN KAU"
Memang apa yang di ucapkan Akame tidaklah salah. Setelah dengan sengaja Akane membangunkan Naruto dengan air bekas cucian piring, entah Naruto balas dendam atau apa, Naruto tidak memberikan izin untuk Akane membawa perbekalan walau hanya dengan satu botol airpun membuat Akane kesal bukan main.
Lagi lagi dengan penuturan Akane membuat sweatdrob untuk kedua kalinya.
"Hn..., " balas Naruto dengan kata andalan Uchiha.
"Haahh, baiklah Konan, bawakan air untuknya"
Ujar Tobi memerintah wanita berambut biru di panggil Konan itu, tanpa menunggu lama, Konan pun muncul dengan membawa satu botol air mineral dan memberikan-nya pada Akane. Terkadang Naruto malu dengan sikap Akane tidak tau sopan santun itu.
"Uwaa terimakasih" dengan cepat Akane menengguk semua air itu dalam satu kali tenggak.
"Jadi bagaimana Naruto?, apa kau mau bergabung dengan kami"
"Aku akan bergabung jika tujuan organisasi ini memiliki tujuan yang menarik" kata Naruto.
"Baiklah akan ku beritahu tujuan kami, tujuan utama kami adalah revolusi, kami akan merevolusi dunia fana ini menjadi apa yang tidak terbayangkan, kita akan merestart ulang dunia menjadi satu pemimpin dari ke5 desa besar shinobi yaitu kita" jelas Tobi.
'Menguasai dunia eh..., organisasi ini mengiatkanku dengan Khaos Brigade dulu, menarik, akan ku lihat sejauh mana kalian melangkah, apakah akan benar benar terjadi atau hanya bualan kalian semata. Kurasa tidak buruk mengikuti permainan ini dan aku tidak akan tunduk pada kalian, aku hidup dalam aturanku sendiri tidak ada yang berhak mengaturku' batin Naruto menyeringai tanpa sepengetahuan orang orang di sekitarnya.
"Baiklah aku akan bergabung dengan organisasi kalian" ucap Naruto. "Itulah yang kami harapkan, dan selamat bergabung di organisasi Akatsuki atau kau bisa menyebut dengan organisasi awan merah." Tobi menyeringai di balik topengnya.
'Dengan ada dirinya bisa ku jadikan boneka untuk menghancurkan Konoha dan Hokage itu dengan memanfaatkan kebencian miliknya, Yondaime Hokage, kau akan hancur atas apa yang kau lakukan padaku'
Batin Tobi mengingat sahabat perempuan bersurai coklat gugur di saat perang dunia shinobi ke tiga, ia beranggapan jika kematian teman sekaligus gadis yang dia cintai atas salah Namikaze Minato dan tanpa mereka sadari, mereka sama sama memanfaatkan.
OoOoOoO
Satu hari kemudian di sebuah gua terdapat 9 orang berbeda yang tidak lain tidak bukan adalah semua member Akatsuki tidak termasuk Naruto dan Akane.
"Baiklah mari kita mulai rapat hari ini" ujar pria memiliki rambut orange, mata pola riak air ungu dan beberapa batang besi menancap di berbagai bagian tubuh mereka.
"Memang ada apa Pain-sama sampai anda mengundang kita semua hari ini" tanya orang berambut klimis membawa sabit di bahunya.
"Ada hal yang akan ku katakan, ya walaupun tidak terlalu penting." Pain menjawab dengan datar seperti tidak memiliki jiwa sama sekali.
"Apa ada uang?" kata pria paruh baya baya memakai cadar.
"Astaga Kakuzu, apakah di otak kecilmu hanya ada kertas tidak berguna itu, sebaiknya kau bertobat dan menyembah dewa Jasnin untuk mengurangi dosa dosa mu" ujar pria pengikut dewa Jasnin itu pada orang di panggil Kakuzu dengan nada lebay.
"Uang adalah dewa dari segala dewa Hidan, dari pada dewa sesatmu itu tidak ada gunanya" balas Kakuzu ketus.
"Sebaiknya kau tarik kembali kata kata mu kaket tua, jika tidak akan kupastikan dewa Jasnin-sama akan murka dan mengamuk di sini, Jasnin-sama!, ampunilah hambamu yang sesat itu" Hidan menunjuk Kakuzu.
"Terserah" balas Kakuzu
"Hahh, baiklah langsung saja, aku sudah menemukan anggota tambahan Akatsuki" ucap Pain to the point.
"Apakah dia kuat?"
"Kau bisa mencobanya mengujinya Kisame" balas Pain. "Baiklah Naruto, Akane kalian boleh masuk" lanjut Pain dan secara otomatis batu besar menutupi gua langsung terbuka menampakan dua siluet di ujung gua menggunakan jubah seperti anggota Akatsuki pada umumnya. (AN : Itachi dan Shisui tidak mengetahui Naruto adalah anak Minato)
Tap!
"Dia lah anggota baru kita" kata Pain menunjuk Naruto dan Akane nampak tubuh yang di miliki anak kecil.
Berjalan santai, Naruto memandang satu persatu anggota Akatsuki yang menatapnya dengan mata sudah mulai merah vertikal khas mata naga. "Pfffftt hahaha anda yakin ingin menjadikan bocah kemarin sore anggota kita, anda memiliki selera humor yang menarik leader-sama" Kisame tertawa meremehkan.
"Jangan meremehkan-nya Kisame, kau tidak tau apa yang sedang kau hadapi"
Pain mendesah pelan, pada awalnya juga Pain beranggapan seperti Kisame saat pertama kali melihat Naruto dan Akane namun setelah mengetes keluatan Naruto walaupun tidak all out satu hari yang lalu tapi menurut Pain, Naruto sudah cukup kuat apa lagi jika di asah beberapa tahun kedepan begitupula dengan Akane memiliki bakat Fuinjutsu di gunakan untuk bertarung sangat mengerikan.
Mendengar nada meremehkan Kisame membuat Naruto sedikit kesal di buatnya. Ia benci di remehkan, apalagi Kisame belum mengetahui semua kekuatan Naruto, hm..., sedikit memberikan pelajaran sepertinya tidak buruk.
"Memang apa yang dia lakukan untuk bocah seumuran-nya leader-sama, aku yakin dia hanya bisa menggunakan Bunshin untuk bertarung hahaha"
Teriak Kisame menggema di dalam gua. "Fyuuhh..., Naruto, kau hadapi orang itu, jika perlu jangan biarkan bangun satu bulan" Pain menunjuk Kisame.
Naruto mengangguk pelan lalu menjawab. "Baiklah leader, akan ku ubah dia menjadi hiu goreng" jawab Naruto membuat hampir semua anggota Akatsuki menutup mulutnya menahan tawa, lain halnya dengan anggota Akatsuki, muka Kisame sudah merah padam sudah terlanjung kesal di permalukan dengan bocah kampret di depan teman teman-nya sendiri, F*ck, benar benar menyebalkan.
"Kau bisa mengetesnya jika kau berani Kisame, atau kau benar benar takut dengan-nya" Pain mencoba memprovokasi Kisame.
"BOCAH TENGIK, KU JADIKAN KAU PELET UNTUK HIU HIU KU" kesal Kisame.
OoOoOoO
Training Ground
Sesampai di salah satu Training Ground masih di wilayah Amegakure tempat di mana Naruto dan Kisame melakukan spparing. Training Ground bisa di bilang besar dan bisa di bilang sedang kira kira sebesar lapangan sepak bola pada umumnya.
Jarak antara Kisame dan Naruto tidak terlalu jauh, hanya 50 meter berhadap hadap menggunakan jubah yang sama dan Konan sebagai wasit spparing ini sedang terbang menggunakan sayap kertasnya.
"Hajime...,"
Dengan itu Kisame berlari dengan pedang besarnya ke arah Naruto masih santai seperti biasa, tangan di masukan ke saku dan memejamkan matanya.
Melihat Kisame sudah semakin dekat, lingkaran sihir muncul di telapak tangan Naruto memuncukan sebilah katana biasa Naruto gunakan dalam bertarung.
Trank!
Pedang Samehada Kisame dan katana Naruto beradu satu sama lain. Melihat serangan-nya di patahkan dengan mudah, Kisame kembali mengayunkan pedang berperban itu tanpa beban sama sekali padahal badan dan pedangnya sama besarnya.
Trank!
Naruto memblock laju Samehada menggunakan katana dengan memposisikan tangan Naruto di belakang katana untuk menambah tenaga mengimbangi tenaga Kisame yang cukup besar itu.
"Cukup kuat bocah untuk menangkis Samehadaku, tapi apakah kau hanya bisa bertahan saja"
Trank!
Setelah Naruto menghentikan Samehada Kisame, Naruto langsung mengarahkan katanya dengan gerakan menusuk ke bagian perut Kisame namun berhasil di blok dengan baik menggunakan Samehada sebagai benteng pertahanan.
Trank! Trank! Trank!
Tebasan beruntun Naruto lakukan tanpa style Kenjutsu apapun namun cukup mematikan jika mengenainya karena yang Naruto incar adalah bagian vital manusia dari leher, jantung dan titik vital lain-nya.
Ayunan Samehada kembali mengarah ke Naruto dengan cepat namun masih bisa di lihat Naruto dalam gerakan lambat dan hanya mengenai udara kosong saja.
Dalam keadaan tidak menguntungkan, Kisame dapat melihat sebauh tedangan menggunakan tumit kaki di arahkan ke arahnya cukup cepat tapi si buronam rank S itu menangkap kaki kiri Naruto membalikan keadaan.
Naruto tidak habis akal walaupun kaki kirinya sudah di apit oleh Kisame menggunakan pinggang dan tangan Kisame untuk mengunci kakinya, ia langsung menjatuhkan dirinya bersama dengan kaki kanan Naruto menendang kepala Kisame.
Datangnya tendangan melayang di lakukan Naruto, Kisame menundukan kepalanya sangat mudah sehingga tendangan Naruto melewati atas kepala Kisame dan membuat Naruto membelakangi Kisame dengan kaki kiri masih terjepit.
Buagh!
Meski dalam keadaan tidak menguntungkan, tapi Naruto cukup cerdas untuk mengambil keuntungan lain dalam kesempitan-nya terbukti berhasil mengenai satu tendangan kebelakang menggunakan kaki kanan-nya membuat Kisame melepaskan kaki kiri plus terdorong tiga meter setelah rasa nyeri bersarang di perutnya.
Walaupun Naruto hanya menggunakan kekuatan fisik itupun hanya sekitar 20 persen saja tapi lebih dari cukup membuat Kisame terdorong dan sedikit rasa mual alibat tendangan itu.
"Lumayan sakit tendanganmu bocah tapi belum cukup untuk membuatku sedikit serius"
Ujar Kisame masih tenang, Naruto paling benci jika di remehkan seperti tadi, bahkan Naruto rasa jika Naruto all out, ia sudah membunuh manusia hiu di depan-nya dari tadi jika dia mau.
"Kurasa aku harus memaksamu serius sekarang, aku tidak mau buang buang waktu lagi sekarang"
Naruto berkata dengan memejamkan matanya. Energi merah crismon kehitaman berlahan membungkus katana Naruto sampai seluruh logam itu tambah menyeramkan. Melihat itu tentu saja Kisame sedikit membulatkan matanya terkejut mengetahui unsur elemen apa yang Naruto punya.
Dia pernah membaca di bingo book sosok misterius memiliki elemen kegelapan sangat pekat bisa menghancurkan apapun yang di sentuh bahkan logam besi sekaligus jadi dia bisa menyimpulkan siapa orang yang sedang dia lawan ini karena sepengetahuan-nya, hanya ada satu yang memiliki kekuatan itu adalah...
"Kau Missing Nin No Shinigami hm..., menarik, sudah sangat lama aku tidak melakukan pertarungan seperti ini" ujar Kisame tersadar dari terkejutan-nya.
Sisi lapangan.
Sama halnya dengan Kisame, anggota Akatsuki kecuali Pain, Konan dan Akane juga sangat terkejut dengan fakta bahwa seluruh Element National telah di tipu oleh seorang bocah belasan tahun setingkat Genin.
"Dia!, missing nin yang terkenal itu..., whahaha ternyata aku telah di bodohi ya" Hidan tertawa lepas melihat pertarungan Kisame vs Naruto.
"Bukan hanya kau, tapi kita semua..., " pria memiliki rambut rambut hitam panjang dan mata merah bertomeo menambahkan. "Tumben kau berbicara tachi, biasanya kau hanya 'hn' atau 'hm' sebagai kata kata favorite mu, wah bencana akan datang jika seperti ini" ujar manusia berambut tidak jauh berbeda dengan tachi atau lebih tepatnya Uchiha Itachi dan juga mata khas Uchiha-nya menyala di guyuran hujan.
"Berisik kau Shisui, kau merusak nama Uchiha dengan sikap riang mu" balas Itachi masih datar menatap Shisui.
"Gomen gomen tachi, tapi melihatmu berkomentar, pemandangan sangat langka tahu" ucap Shisui membalas dengan senyum 2 jarinya.
"Terserah... " Itachi membalas singkat.
"Yang paling terkejut adalah aku, aku harus kehilangan uang 40 juta ryo akibat bocah itu bergabung dengan kita jadi aku tidak bisa menangkap 40 juta ryo itu"
Kakek bercadar berbicara sambil melihat bingo book halaman 167 sebagai halaman dimana nama Naruto dengan julukan Missing Nin No Shinigami tertulis sudah naik begitu pesat sampai 40 juta ryo akibat membunuh shinobi shinobi dari berbagai desa yang menginginkan kepalanya.
"Berhentilah berbicara tentang uang, uang dan uang di depanku Kakuzu. Uang adalah benda tidak ada nilai seninya sama sekali, seni adalah ledakan dan itu mutlak un" ucap laki laki cantik dengan rambut pirang panjang.
"Kau salah Dei, seni adalah keabadian, tidak bisa di ganti apapun termasuk seni murahan mu itu" balas manusia bungkuk lebih pendek dari semua anggota Akatsuki lain.
"Tidak tidak Sasori-danna, seni terbaik adalah seni dapat menghancurkan sesuatu dan itu adalah ledakan dari pada boneka tidak berguna itu un"kata Dei atau Deidara membalas ejekan Sasori.
"Seni adalah keabadian tidak bisa di gugat gugat"
"Seni sesungguh-nya ialah ledakan un"
"Keabadian"
"Ledakan"
"Keabadian"
"Ledakan"
"Keabadian"
'Apakah ini benar organisasi berisikan Missing nin class S, aku meragukan itu' batin Itachi memandang member Akatsuki masih berdebat satu sama lain.
"Tenang sobat, aku juga berfikiran seperti itu" kayaknya peramal bisa membaca fikiran orang lain, Shisui merangkul Itachi dan di balas...
"Hn"
Kembali ke pertarungan.
"Bisa kita lanjutkan Hiu-san" Naruto menatap Kisame datar masih mengenggam katana-nya. Menyeringai evil, kemudian Kisame membalas.
"Terserah gaki, lagi pula aku ingin melihat elemen mu yang di rumorkan sebagai elemen mitos itu" balas Kisame meletakan Samehada di pundaknya.
"Hn"
Berlari dengan kecepatan normal, Naruto menyabetkan secara vertikal ke dada Kisami. Melihat bocah yang di remehkan beberapa menit yang lalu memulai serangan pembuka, Kisame lalu menurunkan Samehadanya memblok katana Power Of Destruction dengan memposisikan Samehada di depan dada.
Trank!
Srank!
Kisame terkejut bukan main senjata andalan-nya langsung terbuka setelah Naruto menghancurkan segel yang berupa perban menutupi pedang ternyata adalah bukan pedang biasa karena pedang Kisame gunakan adalah pedang dari salah satu pedang legendari Kirigakure bernama Samehada memiliki nyawa sendiri.
"Hohoho hanya dengan satu kali tebas dapat menghancurkan segel ini, menarik sungguh menarik, kau adalah orang pertama yang bisa membuat Samehada menampakan wujud aslinya"
Naruto melompat mundur melihat betapa berbahaya-nya pedang Kisame, dari kelihatan-nya saja sudah sangat mengerikan apalagi dengan mulut pedang menyerupai hiu layaknya hiu kelaparan.
"Sebagai hadiah karena kau membuatku sesenang ini akan ku beritahu salah satu kemampuan pedang ini. Ingat ini baik baik bocah, Samehada adalah pedang memiliki keistimewaan dari pada ke tujuh pedang legendaris Kirigakure lain dan Samehada bukanlah pedang pemotong tapi pencabik, saa mari kita mulai"
Ucap Kisame menjelaskan. Naruto mengangguk mengerti lalu mencatat semua informasi yang dia dapat ini. Jika benar pedang itu bukan pedang memotong, maka akan sangat sulit untuk melancarkan serangan balasan maupun bertahan, dengan pedang sebesar itu, Kisame pasti akan menguasai alur permainan karena leluasa menggunakan pedangnya di karenakan Naruto hanya fokus dengan satu cabang dari sisik Samehada sebagai inti dari senjata itu kecuali...,
Katana Naruto summon kembali di tangan kirinya untuk mengimbangi Kenjutsu Kisame.
"Shinobi bisa menggunakan dua pedang sekaligus sangat jarang di temukan kau tahu, aku cukup terkejut melihatmu bisa menggunakan dua pedang apalagi untuk anak seusianmu bocah, ini akan semakin menarik"
"Dia bisa menggunakan dua pedang?, bocah ini bukan shinobi biasa" ucap Hidan di pinggir lapangan.
"Tentu saja bodoh, mana mungkin jika dia bocah biasa menjadi bocah 40 juta ryo" balas Kakuzu manyahut.
"Berisik kau rinternir tua"
Wuss
Keduanya sama sama melesat dengan senjata masing masing.
Trank! Trank! Trank!
Jual beli tebasan terjadi di bawah guyuran desa Amegakure, Naruto dengan dua katana dan Kisame Samehada selalu setia melindungi pemilik-nya. Walaupun secara fisik Naruto kalah, tapi jika membahas stamina maka Naruto lah juaranya.
Trank!
Power Of Destruction energi dapat menghilangkan apapun menjadi sejarah tidak berbuat banyak berhadapan dengan Samehada Kisame, tentu saja begitu mengejutkan bagi Naruto melihat benda tidak bisa di musnahkan Power Of Destruction.
Mengangkat Samehada setinggi kepala, Kisame langsung menyabetkan Samehada kebawah mengincarkan kepala Naruto dari atas.
Brak!
Naruto melompat kebelakang menghindari serangan mematikan Kisame dapat menghancurkan tanah menjadi lubang berdiameter 5 itu. Melirik sebentar tanah hasil kerja Samehada Kisame, Naruto kembali berlari lalu melompat kearah Kisame kemudian mengayunkan kedua pedangnya secara bersamaan.
Trank!
Dengan sigap Kisame menyilangkan Samehada memblok katana Naruto itu. Tidak memberikan kesempatan untuk Kisame, katana di tangan kirinya Naruto tarik kemudian ia ayunkan mengincar pedang pinggang Kisame.
Melihat serang itu, Kisame menambahkan energinya ke Samehada lalu melempar satu katana di tangan kanan Naruto ke udara dan secara magic, katana terlapisi oleh energi crismon melebur di udara tidak sanggup menahan energi penghancur itu.
Trank!
Tebasan katana di tangan Kiri berhasil di hentikan dengan mudah, melihat serangan-nya di patahkan, Naruto mundur beberapa langkah menyiapkan serangan-nya lagi.
Trank! Trank!
Tebasan katana berturut turut sangat mudah tangkis semua oleh Kisame seperti sedang mengetes murid Academy.
Menghilangkan Power Of Destruction pada katana sebelah kiri, Naruto melempar katana tersebut ke tangan kanan-nya sebelum energi crismon membungkus kembali katananya.
Trank!
Katana yang sudah ia di genggam, Naruto ayunkan lagi setelah dia berlari dari tempat Naruto sebelumnya namun kekecewaan Naruto dapati karena dengan santainya tebasan Naruto di hancurkan dengan mudah.
Trank!
Dan kemudian saat Kisame membalas Naruto dengan serangan-nya, Naruto menahan Samehada dengan kedua tangan-nya mengenggam katana untuk menstabilkan stamina berguna mempertahankan posisi ini.
Melihat Kisame menghentikan adu pedang dan katana itu, Naruto memutar badan-nya 180 derajat kemudian tendangan keras langsung di luncurkan Naruto dalam keadaan membelakangi Kisame membuat mau tidak mau dia harus melompat.
Wus!
Mendarat di tanah dengan selamat namun ia harus kembali di kejutkan dengan datangnya Naruto sangat cepat memposisikan katana dalam posisi ingin menusuk musuh, tentu saja Kisame tidak bisa membiarkan ia melihat darahnya sendiri terbukti ia memiringkan sedikit tubuhnya membiarkan katana Naruto melewati tubuh Kisame.
Kisame melihat musuhnya dalam posisi tidak di untungkan lalu menyiapkan tinjuan-nya untuk menghantam ke wajah Naruto kebetulan hanya terpaut jarak sekitar 15 cm dari wajah Kisame.
Wuss!
Begitu kagetnya Kisame bahwa Naruto bisa menghindari pukulan-nya padahal ia tahu akan sangat sulit menghindari serangan di posisi Naruto itu, tapi bocah di depan-nya, ia yakin betul jika Naruto tidak melihat Kisame memukulnya, namun bagaimana Naruto dapat memprediksinya, bahkan seorang Chunin pun akan sangat sulit menangkis atau mengehindari dari titik butanya. Naruto bukan shinobi sembarangan.
Tidak habis akal, Kisame lalu menekuk lututnya untuk memberikan upper cut di dagu Naruto.
Tap!
Naruto menangkap lutut Kisame dengan menyatukan kedua tangan-nya di depan wajahnya. Menegak-kan tubuhnya, Naruto lalu bersalto kebelakang beberapa meter dari Kisame.
Merasa tidak berguna hanya menggunakan gerakan simple, mau tidak mau Naruto harus menggunakan kecepatan-nya.
Wuss!
Dalam kedipan mata Naruto muncul di depan Kisame dengan katana dengan katana sudah di ayunkan setinggi leher.
"Aku tidak bisa melihat kecepatan-nya meski aku sudah menggunakan Sharingan ku" di tepi lapangan Shisui berkomentar.
"Aku yakin kecepatan itu mampu menyamai Shunshin No Jutsu ku bahkan melebihinya" lanjut Shisui terkagum kagum.
Slash!
Sebelum katana Naruto mengenai pinggang Kisame, tapi si pemegang Samehada itu terlebih dahulu menggeser tubuhnya kebelakang sehingga katana Power Of Destruction Naruto hanya mengenai udara Kosong saja.
Setelah menggeser sedikit tubuhnya, Kisame melompat tinggi, bersama dengan itu, Kisame melemparkan Samehadanya ke atas dan dengan itu, rangkaian segel jutsu cukup rumit Kisame lakukan.
"Suiton : Suijinhenki"
Menghirup udara secukupnya, air dalam jumplah tidak sedikit Kisame muntahkan hingga memenuhi hampir setengah Training Ground. Belum sampai di situ saja, Kisame merangkai handseal kembali.
"Suiton : Bakusui Sousha"
Air menggenang di Training Ground secara ajaib mengumpul menjadi pusaran sampai detik kemudian mulai meninggi seperti tornado air berputar putar menyapu bersih apa saja di sekitarnya.
Melihat itu tentu saja Naruto sedikit membulatkan matanya kaget dengan jutsu mengerikan Kisame, dalam karirnya menjadi Hunter nin, Naruto sering berhadapan dengan shinobi pengguna Suiton namun tidak seperti ini juga.
Memejamkan matanya, Naruto berkonsentrasi menghubungi patnernya. 'Apakah aku harus menggunakan itu patner?' tanya Naruto masih menutup matanya.
[Apakah kau yakin?, tidak ada cara lainkah]
Ujar Draig bertanya. 'Aku yakin patner, lagi pula tidak salahkan membocorkan satu teknik yang belum mereka lihat' balas Naruto.
[Baiklah Naruto, gunakan dengan kapasitas sedang dan jangan terlalu berlebihan]
'Serahkan saja padaku Draig'
Naruto membuka matanya lalu menatap tornade air sejenak sebelum ia menghilangkan katananya lalu melompat cukup tinggi, bersama dengan ia melompat, Naruto juga menggembungkan mulutnya akan memuntahkan sesuatu.
"Dragon Fire Roaaaarr"
TBC
Ok ok langsung saja pada intinya..., hm dari mana yah, Typo..., ada beberapa typo di chapter kemarin dan kemarin lagi yahh itu sangat fatal menurutku membuat menjadi kalimat sangat lucu.
Hm tentang Akane..., kenapa saya mengunakan Akane sebagai teman rasa pacar untuk Naruto, entahlah, karena saya suka saja dengan karakter Akane, dari sifatnya 11 : 12 kayak Hinata membuatnya sangat lucu dan pass menjadi pairing Naruto. Hinata adalah salah satu karakter aku suka jadi tidak masalah lah jika Hinata tidak jadi pair Naruto melainkan Akane walaupun di sini kubuat OOC maaf bila mengecewakan hehehe.
Sifat Naruto sangat di paksakan, hahaha saya juga berfikir seperti itu kayak memiliki kepribadian ganda antara dingin, ceria dan lain sebagainya, entahlah saya suka saja dengan Naruto yang seperti itu.
Akatsuki?, yaa Naruto bergabung dengan Akatsuki namun Akatsuki saya buat berbeda dari cannon-nya ok!, dan Shisui muncul tuh di atas meski harus OOC karena saya tidak tahu sifat Shisui di cannon, gomennasai jika sifat Shisui agak aneh.
Tobi?, Tobi membenci Minato kerena kesalahan-nya di masa lalu, pasti senpai tahulah kesalahan apa yang Minato buat di saat perang dunia shinobi 3 dulu. Sebagian senpai senpai menginginkan Tobi mati, maaf saya tidak bisa mengabulkan-nya karena akan berdampak besar di masa depan.
Apakah penyamaran Naruto terbongkar atau tidak saat membantai Kiri nin?, tidak!, saat kejadian itu Naruto memakai pakaian menutupi sebagian wajahnya dan saat kejadian itu juga masih ada kabut sebagai penghalang jarak pandang Kiri nin kecuali Naruto memiliki mata special dari mata biasa.
Anggota Akatsuki mengetahui Naruto missing nin rank S?, tidak terus menerus bukan? jika Naruto menyembunyikan jati dirinya dari member Akatsuki?, dari pada nanti nanti, ya sudah, saya buat sekarang aja hehehe jadi gak nyambung.
Fuinjutsu. Naruto tidak akan belajar Fuinjutsu!, dari kekuatan Naruto sekarang ini saja sudah kuat banget apalagi belum menggunakan Junggenaut over drive / drive mungkin akan menyamai level Minato SS rank ninja, so..., bisa di bayangkan sendiri jika sampai Naruto menjadi Fuinjutsu master.
Besok adalah chapter awal masuk Cannon di Nami no Kuni, ceritanya Naruto dan Akane sebagai teman melakukan misi dari Akatsuki, Naruto dan Akane memiliki tugas paling ringan dari anggota Akatsuki lain yaitu mengumpulkan dana seperti Hidan dan Kakuzu si mata duitan untuk merampok uang Gatou dan kepala Zabuza lalu bisa di pastikan akan bertemu siapa?.
Nami No Kuni saya perkirakan hanya dua chapter saja, cukup pendek memang tapi saya tidak buang buang chapter lagi untuk adegan bertele tele ok!. Sampai jumpa di chapter depan baru saya tulis 500 kata.
