IF ACTING BECAME REAL
.
Cast
Yunjae YooSuMin
.
Genre
Romance, Humour, duh apalagi ya…nanti lah dicari tahu sendiri di cerita ya…masih bingung…ehehhehehe.
Hai…haiii…hai…. ^^
Maxy dataaannngggg membawa santapan…..wkwkwwwkwk
Mian jika rada telat…
sebelumnya maxy ucapin maaf lahir batin untuk semua... meskipun telat tapi gpp kan...ehehehehe #hug
Seperti biasa hug n deep bow bagi teman-temanku tersayang yang sudah bersedia memberikan reviewnya:
Lady Ze, Kim Eun Seob, Vic89, Dipa Woon, KJhwang, Cubbyloverz, Angel Muaffi, Diani Shim, park yooki, giaoneesan, vampireyunjae, dazzledaisy, NisyaraNadya, diniyunjae, Chris1004, zhe, Jung Jaehyun, meirah.1111, 7D, keisyayunjae, The Biggest Fan of YunJae, oomkomariah921, Kyungie Jae, YunHolic, FiAndYJ, IJun-chan, JeJeSalvatore, Youleebitha, magnaeris, kim eun neul, simijewels, ChaaChulie247, kimteechul, insun taeby, Uchiha Tachi'4'Sora, Izca RizcassieYJ, JungJaema, yoon HyunWoon, Minhyunni1318, Casshipper Jung, NaraYuuki, Chie Na OrangeL, dhian930715ELF, riska0122, BunnyPoro, kyoarashi57, merry jung, Yjboo, Naritha, aoi ao, JungSooAh, jema Agassi, , anagyunjae, min, ajid yunjae, Juuunchan, YJS nyasar, Zhu Rizhu, jenny, MaghT, AnieJOY'ERS, Princess yunjae, Dennis Park, KRie, kimteechul, farla 23, hana, irengiovanny, Haemin, caca 27, chibie, yaumil lulu, Zheyra Sky, cassiCHLARAopeia, KimShippo, adette, Lee Chizumi, FaMinhyuk , dan para guest.
Maaf untuk typo di part kemarin… (Mr. Jung - Mr. Kim) dan gomawo all uda ngingetin maxy …maxy sayang kalian semua…#hug n kiss… ahihihihihi
Yuk dah langsung aje ye…. Bacanya pelan-pelan aje…^^
Warning : hhssstttt….bukan bacaan anak dibawah umur… hanya untuk teman-teman yang uda 18+….ahihihi
Sudah punya SIMNC (Surat Ijin Membaca NC)? Bagi yang sudah, yuk mariiii baca….^^… bagi yang belum hubungi polres setempat…wkwkwkkkwk #plakkk
Ripiu jangan lupa ne..^^
.
.
.
Preview
Lama mereka berciuman di pinggir jalan seperti itu, hingga di rasa Jaejoong sudah tenang, Yunhopun kemudian melepaskan ciuman itu dan memeluk Jaejoong. Membenamkan kepala Jaejoong didada bidangnya "Hyung, mianhe… jangan marah lagi…" gumam Yunho sambil mencium puncak kepala Jaejoong, Jaejoong masih terdiam, ia merasa nyaman diperlakukan seperti ini.
"Saranghae" bisik Yunho yang mau tak mau membuat Jaejoong tersenyum. Yunho memang paling ahli dalam membuatnya tenang.
Apakah banyak orang yang melihat aksinya mereka tadi? Entahlah… Sepertinya Yunho dan Jaejoong sudah tak peduli.
.
.
Part 10
.
.
"Changmina… tak bisakah part ini di skip saja?" protes Yunho dengan nada tinggi. Sekali lagi ia protes setelah membaca perubahan script yang Changmin lakukan.
Selalu seperti ini selama 2 minggu belakangan. Sedari 2 minggu yang lalu, Yunho selalu protes masalah adegan Jaejoong yang akan berciuman dengan namja lain. Namun kali ini sedikit beda, suasana sedikit menegang, Yunho memasang wajah marahnya sambil berdiri di samping meja Changmin.
Jaejoong mulai mendekat, menyandarkan dagunya pada bahu Yunho dari arah belakang. Hanya cara seperti ini yang membuat Yunho sedikit menurunkan emosinya. Yunho menghembuskan nafas beratnya.
"Hyung… bisakah kau membantuku membujuk Changmin untuk menghilangkan part itu?" pinta Yunho masih sambil memandang Changmin yang duduk tenang di kursinya.
"Yun…" ucap Jaejoong dengan nada sedikit merajuk.
"Ck… kau selalu seperti ini hyung… kau tak pernah memprotes sedikitpun mengenai perubahan ini. Kau selalu membela Changmin." Yunho mulai kesal kemudian berjalan menuju sofa, ia menghempaskan dirinya sendiri di sofa dengan kesal.
Jaejoong bertukar pandang dengan Changmin, Jaejoong memberikan tatapan seperti mengatakan 'aku belum berhasil membujuknya' kepada Changmin.
Changmin kemudian menghembuskan nafas beratnya, berjalan menuju sofa didepan Yunho dan duduk disamping Yoochun. Sedangkan Jaejoong mendudukkan dirinya di sudut meja Changmin, menatap bebas ke arah Yunho, Changmin, Junsu dan Yoochun yang duduk berseberangan.
"Hyung, seperti yang aku katakan kemarin… ini adalah klimaks konfliknya.. dan itu harus dilakukan…" Changmin menatap Yunho dan begitu juga sebaliknya. Yunho memberikan tatapan tajam ke arah Changmin.
"Lagipula itu cuma sekali saja hyung… dan paling-paling 5 sampai 10 menit sudah selesai" lanjut Changmin
"5 sampai 10 menit? Hanya? Apa kau gila? Setelah beberapa kali bekerja sama denganmu, baru kali ini aku ingin meracunmu Changmina.." ucap Yunho geram
"Hhmmmffttt.." Changmin, Jaejoong, Yoochun dan Junsu sontak menahan tawa yang akan pecah mendengar ucapan Yunho.
Yunho menatap frustasi ke arah 3 orang yang menahan tawa yang duduk didepannya, 'apa ini lucu? Membiarkan kekasihnya berciuman seperti itu, apa ini hal yang lucu?' pikirnya. Ia kemudian menoleh ke samping, ke arah Jaejoong. Jaejoongpun sedang menutup mulutnya dengan punngung tangannya. Yunho mau tak mau akhirnya hanya bisa mendengus kesal.
Jaejoong menghampiri Yunho, duduk disebelah Yunho dan memegang pahanya. "Yun, bisakah kau tidak bersikap seperti ini? percayalah, aku akan melakukannya dalam sekali take… itu hanya acting Yun, apakah kau tidak mempercayaiku? Setelah apa yang kita lalui selama ini?" bujuk Jaejoong.
"Aku percaya hyung, tapi masalahnya acting itu membuatku stress. Bukan hanya durasi waktunya tapi juga apa yang harus hyung lakukan dengan namja paling beruntung di dunia itu" Yunho menggerutu lagi.
Jaejoong menatap Yunho dengan memberikan doe eyesnya.
"Jangan menatapku seperti itu hyung." Protes Yunho sambil menghindari tatapan Jaejoong. Tatapan seperti itu yang membuat Yunho mudah luluh dan Jaejoong tahu itu.
Changmin tersenyum melihat pemandangan didepannya, "Percayalah padaku hyung Cuma 5-10 menit saja.." ucap Changmin mencoba membujuk Yunho.
"Andwee.. itu terlalu lama" tolak Yunho langsung
"Terlalu lama? Kau bahkan memintaku menambah durasi ciumanmu dengan Jae hyung padahal sudah aku beri waktu 15 menit." Komentar Changmin.
"Bwahahahahaha…" Yoochun sontak tertawa terbahak, tapi ia langsung berhenti seketika ketika melihat sekeliling, semua menatap kearahnya, tak ada yang tertawa. Terutama Yunho yang sekarang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Ops" gumam Yoochun salah tingkah dan memberikan tatapan 'Mianhe hyung' ke arah Yunho.
Jaejoong tersenyum melihat tingkah Yoochun.
"Yun.. kau tahu kalau aku hanya mencintaimu…" bujuk Jaejoong yang menggenggam tangan Yunho
"Kau mencintaiku tapi kau mau dicium orang lain? Itu bukan sekedar ciuman hyung.. bukan sekedar menempelkan bibir ke bibir, bahkan lebih dari itu, melumat, menyesap, dan dia harus… aarggghhhh.. memikirkannya saja sudah membuatku gila hyung…" Yunho berdiri, ia semakin emosi.
Jaejoongpun ikut berdiri, ia memeluk Yunho, memeluknya erat. Jaejoong mencoba meredam emosi Yunho.
"Jangan memelukku hyung.. aku sedang marah denganmu!" Yunho melepaskan pelukan Jaejoong dengan kasar.
Jaejoong sedikit kaget dengan sikap Yunho yang tiba-tiba. Dan Yunho sepertinya menyesali sikap refleknya tadi, namun emosinya menahannya untuk tetap berdiri mematung. Tak melakukan apapun.
Jaejoong menatap tak percaya ke arah Yunho dan Yunho memberikan tatapan datar ke arah Jaejoong.
Suasana menjadi semakin mencekam. Ini adalah pertengkaran paling parah selama 2 minggu terakhir. Karena sebelum-sebelumnya Yunho selalu menyerah, tidak lagi membahas permasalahan ini ketika sudah mendapat pelukan dari Jaejoong, tapi tidak untuk kali ini. Mungkin juga karena waktu acting adegan itu sudah semakin dekat.
Yoochun, Junsu, dan Changmin menghembuskan nafas beratnya. Mereka bertiga menjadi penonton live pertengkaran sepasang kekasih itu.
.
5 menit berlalu dalam diam
.
Kelima orang tersebut saling diam dengan pose masing-masing.
"Ei Changmin, cobalah menengahi mereka, bukankah kau penyebab huru hara ini?" bisik Yoochun setelah sudah mulai tak betah berada di tengah suasana yang mencekam ini.
"Mereka tidak akan mau diganggu, aku yakin itu… You know what? That's all about pride, guys.. .mereka akan menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri." ucap Changmin seperti sangat paham.
"Ckk..setidaknya cobalah dulu… kau tahu, aura ini benar-benar membuatku merinding.." bisik Junsu.
"Aku yakin tidak akan berhasil, mereka tidak butuh penengah. Percayalah padaku…" Changmin tetap kekeh.
"Cobalah dulu…" usul Yoochun sedikit memaksa.
Changmin memandang Yunho dan Jaejoong yang masih saling memandang, lalu memandang Yoochun dan Junsu secara bergantian.
"Kha…" bisik Yoochun dan Junsu bersamaan.
Changmin menghembuskan nafas beratnya, "Oke..aku akan mencoba" ucap Changmin.
"Ehem…" Changmin membersihkan tenggorokannya. "mmm… hyung… sepertinya"
"DIAM KAU CHANGMINA" teriak Yunho dan Jaejoong bersamaan tanpa memandang ke arah Changmin sama sekali.
"See?" ucap Changmin sambil kembali menyandarkan diri di sofa. "Sudah aku bilang, tidak akan berhasil, sudahlah nikmati saja.. sebentar lagi Yunho hyung akan menyerah" ucap Changmin sekali lagi bagaikan peramal.
Yoochun dan Junsu akhirnya pasrah. Kembali memandang sinetron dadakan itu lagi.
.
.
Jaejoong menghembuskan nafas beratnya. Yunho sangat keras kepala.
Jaejoong mulai mendekat ke arah Yunho, memegang tangan Yunho namun Yunho menghindar. Ia melepaskan tangan Jaejoong, bahkan sedikit menghempaskan tangan Jaejoong. Reflek Yunho sangat buruk ketika ia sedang emosi.
Jaejoong mulai kehilangan kesabarannya, terlebih setelah perlakuan Yunho tadi, "Baiklah, kau marah kepadaku? Geure… teruskan saja marahmu… Aku sudah lelah membujukmu. Kau sangat egois Yun... Mungkin tanpa film ini tak ada masalah bagimu, kau sudah terkenal dan kau sudah tak perlu lagi membuktikan kepada semua bahwa kau artis yang sangat berbakat. Tapi bagiku, film ini adalah segalanya. Aku berharap banyak pada film ini. Aku rasa aku sudah pernah mengatakannya kepadamu." Ucap Jaejoong penuh emosi sambil menatap ke arah Yunho.
Yunho sedikit bergerak, ia mulai panik memandang Jaejoong yang terlihat sangat emosi.
"Aku akan pulang ke apartemenku. Jangan menyusulku dan jangan menelponku sebelum kau menyetujuiku untuk melakukan adegan itu. Aku mencintaimu Yun, sangat.. Aku ingin kau mempercayaiku. Aku tak mau jika kamu menghalangiku meraih mimpiku, aku juga punya keluarga yang ingin aku bahagiakan, aku punya keluarga yang ingin aku buat bangga. Ini bukan hanya kariermu, tapi juga karierku… Sudahlah… aku lelah berdebat denganmu.." Jaejoong melangkah untuk meninggalkan Yunho, ia mengambil kunci mobil yang ada di meja dan berjalan keluar ruangan.
.
1 detik
.
2 detik
.
3 detik
.
GREPP
.
Yunho memeluk Jaejoong dari belakang, menghentikan langkahnya.
Jaejoong terdiam.
Yunho masih memeluknya dengan erat.
"Mianhe…" bisik Yunho.
Jaejoong masih terdiam.
"Baby…" rajuk Yunho
"Apa kau akan mengijinkanku melakukan adegan itu?" Tanya Jaejoong masih dengan nada kesal.
Yunho kembali terdiam.
"Kalau tidak bisa…"
"Ne..hyung… aku tidak akan melarangmu… jadi tolong jangan tinggalkan aku.. aku tak mau kehilanganmu hyung." Ucap Yunho yang semakin mempererat pelukannya.
Jaejoong tersenyum, ia kemudian membalikkan tubuhnya, memandang Yunho lekat. Wajah Yunho terlihat sangat panik, Jaejoongpun memegang salah satu pipi Yunho, Jaejoong tersenyum sekali lagi.
"Hyung…" ucap Yunho lirih.
Tiba-tiba Jaejoong mengalungkan tangannya di leher Yunho, memeluk Yunho erat.
"gomawo…" gumam Jaejoong sambil memeluk Yunho erat.
Yunho menganggukkan kepalanya.
Jaejoong tersenyum dan kemudian memberikan kode 'OKE' dengan tangannya kepada Changmin, Yoochun dan Junsu yang berada di belakang Yunho.
Ketiga penonton langsung tersenyum puas. Yunho akhirnya memperbolehkan Jaejoong melakukan adegan yang diminta Changmin meskipun dengan sangat terpaksa
"Yunho hyung tidak akan pernah bisa menang jika berhadapan dengan Jaejoong hyung" ucap ketiganya dalam hati.
.
.
2 minggu kemudian
Waktu terus berlalu, shootingpun terus berjalan. Sudah dua minggu ini Jaejoong mulai berinteraksi dengan Choi Siwon lawan main yang berperan sebagai pihak ketiga di film yang Yunho dan Jaejoong bintangi. Dan itu artinya sudah dua minggu pula Yunho sering uring-uringan dan mempoutkan bibirnya karena sudah banyak diketahui bahwa Siwon itu adalah Gay, hubungannya dengan mantan pacarnya yaitu Kim Heechul sudah banyak diketahui publik dan ini membuat Yunho sangat tak nyaman. Ia sangat takut jika Siwon memanfaatkan kesempatan in untuk menggoda Jaejoong.
"YAH Siwon… Bisakah kau duduk tidak terlalu dekat dengan Jaejoong?" ucap Yunho yang sedikit tak nyaman melihat kedekatan Jaejoong dan Siwon yang sedang berdiskusi tentang acting mereka di film. Siwon mencondongkan wajahnya ke arah Jaejoong, sangat-sangat dekat dan ini membuat Yunho semakin iritasi. Melihat kekasihnya duduk berdampingan dengan namja lain saja sudah membuatnya geram, apalagi ditambah dengan pose seperti itu.
Jaejoong dan Siwon memandang Yunho bersamaan. "Wae?" tanya Siwon datar.
"He's my man, boy…" Ucap Yunho yang sontak memperoleh gelak tawa dari Siwon, Jaejoong dan Changmin yang ada di ruangan.
"Yah Yun… I know, he's your man.. and don't act like a boy, man…" ucap Siwon enteng
SKAK MATT
"hmmfffttt…" Changmin menahan tawanya
"Hei bisakah kalian berhenti bertengkar?" ucap Jaejoong menengahi
"Dia berusaha mendekatimu baby… dia punya banyak modus untuk mendekatimu…" Yunho membela diri.
Perlu diketahui bahwa Yunho tak lagi memanggil Jaejoong dengan sebutan hyung. Joongie dan baby adalah panggilan yang sering digunakan Yunho sekarang, entah dimulai sejak kapan. Tapi yang jelas Jaejoong tak menolaknya.
"Yun… bisakah kau berbicara yang masuk akal? Siwon hanya lawan acting… lagipula dia tahu kalau aku adalah kekasihmu." Ucap Jaejoong.
Siwon memandang Yunho dengan senyuman evilnya. Yunho memandang jengah ke arah Siwon. Dari awal ia memang tidak setuju dengan acting Jaejoong, semakin tak setuju jika lawan mainnya adalah Siwon. Ini benar-benar menjadi ujian bagi Yunho.
"Ck… sudahlah… terserah kalian… aku ke kamar mandi dulu" ucap Yunho sewot kemudian keluar ruangan Changmin sambil menutup pintu dengan keras.
Jaejoong menghela nafas beratnya, lagi-lagi Yunho cemburu berlebihan.
"Aku harap kau tidak mengambil hati ucapan Yunho, terkadang ia memang seperti anak kecil" ucap Jaejoong sambil tersenyum ke arah Siwon.
Siwon membalas senyuman manis Jaejoong. 'Andai aku datang lebih dulu, mungkin kau menjadi milikku Jae… Kau tahu Jae? Sepertinya aku benar-benar mencintaimu' ucap Siwon dalam hati.
Changmin melihat tatapan Siwon yang sedikit berbeda, sepertinya Changmin mencium gelagat yang aneh. "Emmm hyung, sepertinya kau harus menyusul Yunho hyung" ucap Changmin sengaja menginterupsi.
Jaejoong hendak beranjak dari duduknya, tapi tiba-tiba tangan Siwon menghentikan pergerakan Jaejoong. Jaejoong dan Changmin menatap Siwon, bingung.
"Biarkan aku menemuinya. Aku rasa, akulah penyebab dia marah seperti itu." Ucap Siwon kemudian meninggalkan ruangan.
.
"Aku rasa dia menyukaimu hyung…" ucap Changmin setelah Siwon meninggalkan ruangan.
"Aku juga merasa demikian" gumam Jaejoong yang mendapat tatapan kaget dari Changmin. Changmin sedikit kaget dengan ucapan Jaejoong, ia tak menyangka jika Jaejoong menyadari perasaan Siwon.
"Kau menyadarinya?"
"Beberapa hari yang lalu, dia menanyakan pendapatku dengan dirinya dan menanyakan perasaanku kepada Yunho, menanyakan perihal hubungan kami dan aku mulai curiga…"
"Lalu.."
"Aku sangat mencintainya.. dan aku tak bisa jauh darinya… dia sangat penting bagiku… itu yang aku ucapkan kepada Siwon" ucap Jaejoong yang kemudian menutup scriptnya.
Changmin tersenyum, "Tunggu hingga Yunho hyung mendengarnya, pasti ia akan tertawa seharian…" ucap Changmin yang mendapat senyuman dari Jaejoong.
"bersikaplah sedikit peduli kepadanya Hyung… aku tak tega melihat dia selalu cemas karena terus berfikir bahwa kau akan pergi darinya dengan mudah."
"Aku rasa kau benar, awalnya aku mengira Yunho akan mengetahui bahwa aku benar-benar mencintainya dan tak mau kehilangannya. Aku rasa aku tak perlu mengatakan semua itu kepadanya, cukup dengan aku yang selalu setia dan terus menemaninya. Tapi ternyata sepertinya itu belum cukup untuk membuatnya mengerti." Jaejoong tersenyum, ia teringat sikap-sikap Yunho yang tak banyak diketahui publik, Yunho sangat kekanakan.
"Kau tahu, dia memang lambat memahami sesuatu.. dia mirip anak kecil, hyung… dia menyadari sesuatu ketika sesuatu itu jelas berada di depan matanya dan di rasakannya. Dia seperti anak kecil yang berada di tubuh orang dewasa.." ucap Changmin kemudian tertawa
Jaejoongpun tertawa mendengar ucapan Changmin, "Dan parahnya, aku mencitainya.."
"Kau benar-benar apes hyung… ahahahaha" Goda Changmin
.
.
Di kamar mandi
.
Yunho sedang membasuh mukanya dan memandang wajahnya di kaca yang terletak di atas wastafel kamar mandi. "Dia benar-benar menyebalkan" gumam Yunho
Yunho membasuh mukanya sekali lagi dan menghembuskan nafas beratnya. Mencoba mengontrol emosinya sendiri. Ketika Yunho hendak keluar, ia melihat Siwon memasuki kamar mandi. Mata mereka saling menatap.
Hening
"Ehem.." Siwon mencoba memulai percakapan, "Kau sudah mau keluar?"
Yunho hanya mengangguk.
"Well, sepertinya kau masih marah kepadaku."
Yunho menaikkan kedua alisnya.
Siwon tersenyum, "Tak ku kira kau menyadari perasaanku kepada kekasihmu, Jaejoong".
Yunho kaget, ia geram dan langsung meremas kerah kemeja Siwon.
"Hei… slow down man…" ucap Siwon sambil tersenyum.
"Sebaiknya kau perhatikan ucapanmu!" ancam Yunho geram
"Aku mencintainya Yun, tapi dia sudah menolakku… bahkan sebelum aku mengungkapkannya"
"Apa maksudmu?"
"Dia mengatakan sangat mencintaimu dan tak mau kehilanganmu, kau sangat berarti baginya. Seharusnya kau tahu itu… dan tak perlu cemburu berlebihan seperti itu"
Yunho kaget, dia tak menyangka Jaejoong mengatakan hal seperti itu, selama ini Jaejoong jarang sekali mengatakan hal seperti itu, bahkan cenderung cuek jika didekat Yunho.
"Kau kaget? Kau bahkan tak mengenal kekasihmu Yun… mengertilah sikapnya… dan percayalah padanya" Siwon tersenyum sambil menepuk bahu Yunho
"Dia bukan tipe orang yang suka mengumbar kata I love you, tapi ia adalah orang yang sangat setia Yun. Dia benar-benar orang istimewa."
"Jangan berbicara seperti kau mengenal segalanya tentang Jaejoong" Yunho kesal karena sepertinya Siwon mengetahui banyak hal dengan Jaejoong.
"Ahahahaha… jangan marah seperti itu, belajarlah memahaminya… kau tahu, aku bahkan mengetahui sifatnya hanya beberapa hari setelah aku berkenalan dengannya. Andai dia tak tergila-gila denganmu, maka aku akan membuatnya tergila-gila padaku."
"Akan ku bunuh kalau kau berani!"
"Ahahahaha… kau ini… sudah aku bilang, dia sangat setia Yun.. dia orang yang keras…tak mudah membuatnya berpaling darimu.. percayalah padaku."
Yunho hanya melenggang, meninggalkan Siwon sendiri. beberapa saat sebelum Yunho keluar, Siwon sempat berteriak, "Berhentilah cemburu karena aku dan dia hanya sebatas rekan acting, meskipun kau tak percaya kepadaku tapi setidaknya percayalah padanya!"
Yunho tak berhenti.. ia malah langsung menutup pintu kamar mandi sedangkan Siwon hanya tersenyum, "Kau beruntung Yun".
.
.
"Joongie, jangan biarkan si Siwon itu menyentuhmu di luar skenario" pesan Yunho sebelum Jaejoong beradu acting dengan Siwon. Pesan yang sama juga sejak lebih dari 3 minggu yang lalu. Sejauh ini Yunho belum pernah berada satu scene bertiga dengan Jaejoong dan Siwon. Kebanyakan scene Jaejoong dengan Siwon karena memang shooting sudah mulai menginjak di bagian permasalahan.
"Ne…arasso.." ucap Jaejoong kemudian mencium pipi Yunho dan berjalan menuju lokasi. Akhir-akhir ini Jaejoong memang lebih ekspresif dalam mengutarakan perasaannya terhadap Yunho, tentu saja ini membuat Yunho senang. Jaejoong tak canggung menunjukkan kemesraan mereka, terutama di depan Siwon.
Yunho duduk didekat Changmin, ia selalu seperti ini ketika tidak berada satu scene dengan Jaejoong. Yunho memandang Jaejoong yang berdiri di dekat Siwon. Matanya terus mengawasi pergerakan Siwon dan Jaejoong. Changmin memandang ke arah Yunho yang berada disampingnya. 'Selalu melakukan hal yang sama' batin Changmin.
"Ck, hyung…berhentilah memandang mereka dengan tatapan seperti itu… kau menebarkan aura negatif disekitar sini" goda Changmin
"dan kau penyebab aura negatif itu.." sahut Yunho sebal.
Changmin terkikik, Yunho sangat sensitif belakangan ini.
Disana, Siwon menggandeng tangan Jaejoong, itu memang ada di script dan sebentar lagi shooting akan dimulai. Namun Siwon sepertinya sengaja mengangkat dan menunjukkannya kepada Yunho, tersenyum evil kearahnya seperti berkata 'hei-aku-menggandeng-kekasihmu'. Tentu saja mata Yunho seketika langsung melotot, bibirnya komat kamit mengeluarkan kata gak jelas. Changmin hanya bisa tertawa melihat pemandangan ini. Yunho yang pemarah dan Siwon yang jail.
"Berhentilah komat kamit seperti itu…kau sudah sangat mirip seorang dukun" ucap Changmin sambil terkikik.
"Kalau aku dukun, maka aku akan menyantetmu karena telah memberikan adegan ciuman yang seperti itu kepada mereka" timpal Yunho yang malah membuat Changmin terpingkal.
Sudah hampir 5 menit Siwon dan Jaejoong bergandengan, namun Changmin belum juga memulai shooting, ia masih mengecek kru yang lain.
Yunho yang sudah tak sabaran kemudian menyahut megaphone yang dipegang Changmin sambil meneriakkan, "READY…ACTION" Yunho tak ingin berlama-lama memandang Siwon yang menggandeng tangan Jaejoong.
Beberapa kru memandang ke arah Changmin dan Yunho, bagaimana tidak, suara itu tak biasanya mereka dengar. Kru nampak bingung, haruskah mereka menuruti perintah itu atau tidak, sedangkan Changmin tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul bahu Yunho. "Yah hyung…kau gila…lihatlah…semua kru terlihat bingung…kau ini…" ucap Changmin disela tawanya yang enggan berhenti sambil merebut megaphone yang berada ditangan Yunho. Ada-ada saja tingkah Yunho ini. Kecemburuan Yunho terkadang menjadi hiburan tersendiri bagi Changmin.
Jaejoong tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu. Siwon sekali lagi memperhatikan Jaejoong dan tersenyum.
"Kekasihmu sangat mudah di goda" ucap Siwon
"Dan kau sangat suka menggodanya" sahut Jaejoong sambil terkikik melihat dari kejauhan, kekasihnya sedang dipukul oleh Changmin.
.
.
Siwon dan Jaejoong berdiri di tepi jalan berniat untuk menyeberang. Mereka baru saja pulang membeli peralatan menggambar dengan menggunakan bus. Siwon dan Jaejoong adalah pegawai di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang design interior, mereka berdua sering bekerja bersama dalam membuat design interior. Seperti sekarang ini, mereka sedang terlibat kontrak dengan seorang pengusaha untuk membuatkan design interior rumahnya.
Lampu hijau untuk penyeberang jalanpun menyala, dengan segera Siwon menggandeng tangan Jaejoong menyeberang jalan dan berjalan menuju kantor. Jaejoong sedikit tersentak dengan sikap Siwon yang tiba-tiba menggenggam tangannya, ia memandang ke arah Siwon dan Siwon memberikan senyuman kepadanya. Jaejoong melepaskan tangan Siwon yang memegang tangannya. Sahabat sekaligus rekan kerjanya itu, akhir-akhir ini bersikap aneh.
"Ck… bukankah itu berlebihan, kenapa harus menggandeng tangannya ketika menyeberang.. mencari kesempatan saja.. dan lihatlah senyumnya, apa dia ingin terlihat mempesona didepan Joongie? uurrrgghhh" gerutu Yunho dibelakang Changmin.
"Hyung…itu kan ada di script…kau tak baca?" ucap Changmin sambil berbisik
"Aku selalu men-skip part dimana ada nama Siwon disana… aku malas membacanya jadi mana ku tahu ada adegan seperti itu" ucap Yunho polos
"Hmmmffttt.." Changmin menahan tawa, ia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yunho.
Yunho dan Jaejoong sudah tinggal dalam satu apartemen, beberapa hari setelah kepulangan Yunho dari Jepang mereka sepakat untuk tinggal bersama dan tentunya dengan persetujuan kedua pihak keluarga. Namun sudah 2 minggu Jaejoong dan Yunho jarang memiliki waktu bersama karena kesibukan masing-masing. Yunho lebih sering rapat hingga larut malam, membicarakan perluasan perusahaan keluarganya dengan para dewan direksi, sedangkan Jaejoong sibuk dengan proyek barunya bersama Siwon.
Siwon dan Jaejoong bertemu sekitar 1,5 tahun yang lalu. Ketika Jaejoong mulai bekerja di perusahaan ini. Sikap Jaejoong yang pandai bergaul membuatnya disukai banyak rekan kerjanya, tak terkecuali Siwon, sudah satu tahun belakang ini Siwon menyukai Jaejoong lebih tepatnya mencintainya. Siwon tidak mengetahui jika Jaejoong mempunyai kekasih karena memang sejak awal mereka bertemu, Jaejoong selalu terlihat sendiri dan selalu menghabiskan akhir pekannya bersama dengan teman-teman di kantor.
Beberapa bulan terakhir Siwon semakin menunjukkan sikap perhatiannya kepada Jaejoong, ia memang berniat untuk menyatakan perasaannya kepada Jaejoong dalam waktu dekat.
"Jae, malam ini kau ada acara?" tanya Siwon sambil duduk di tepi meja kerja Jaejoong.
Jaejoong mengangkat kepalanya menghadap ke Siwon. Ia berpikir sejenak, ia mengingat tadi pagi Yunho mengatakan kepadanya kalau ia akan pulang terlambat, "Sepertinya tidak ada" jawab Jaejoong akhirnya.
"mmm… baguslah… teman-teman mengajak untuk karaoke di bar yang biasanya setelah pulang kerja nanti" ucap Siwon bersemangat
Jaejoong tersenyum, ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Yunho bahwa ia juga akan pulang terlambat malam ini.
"CUT..OK.." teriak Changmin melalui megaphonenya.. semua kru membereskan peralatan dan Jaejoong segera menghampiri Yunho yang berdiri di dekat Changmin dengan memasang wajah BT.
CUP
Jaejoong mencium pipi Yunho, mencoba mengurangi kemarahan Yunho. Dan benar saja, Yunho langsung mengembangkan senyumnya. Yunho menyukai sikap Jaejoong yang menunjukkan perhatiannya di depan umum seperti ini.
Siwon melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum. Tak dipungkiri jika ia masih menyukai Jaejoong, namun melihat sikap Jaejoong terhadap Yunho yang seperti itu, membuatnya terpaksa harus puas dengan menjadi temannya saja.
"Baiklah, setelah ini kita akan melakukan shooting adegan Yunho yang sedang rapat dengan dewan direksi, tunggu tempatnya selesai di setting, bagi para pemain yang terlibat, dimohon siap-siap." Komando Changmin dan semua kru bersiap dengan tugas masing-masing. Shootingpun berjalan dengan lancar.
.
.
Malam ini semua kru dan artis sudah datang disebuah bar yang sengaja di sewa oleh Changmin untuk shooting.
Yunho sedari tadi memasang wajah kesalnya, bagaimana tidak sebentar lagi part yang paling ia benci itu akhirnya dilaksanakan juga. Ya, sebentar lagi Jaejoong dan Siwon akan melakukan adengan ciuman.
Yunho menghembuskan nafasnya berulangkali sambil duduk di sofa yang terletak di pojok bar.
Jaejoong tersenyum sambil memegang tangan Yunho, mencoba menenangkan. Ia mengerti perasaan Yunho sekarang. Bagaimana tidak, Yunho harus merelakannya melakukan ciuman dengan Siwon dan parahnya Siwon harus meninggalkan beberapa kissmark di leher Jaejoong. See… apakah Yunho pantas marah? sangat…itulah yang membuat Yunho marah-marah beberapa waktu yang lalu. Salahkan Changmin yang terlalu genius sehingga memunculkan ide gila seperti itu.
"Yun…" ucap Jaejoong sambil memegang tangan Yunho yang nampak semakin gelisah.
Yunho menatap Jaejoong, mencoba tersenyum. Ia tidak mungkin menarik kembali ucapannya yang telah mengijinkan Jaejoong berciuman dengan Siwon. Tidak di detik-detik terakhir seperti ini. Yunho lebih memilih melihat acting Jaejoong berciuman dengan namja lain, daripada harus berpisah dari Jaejoong selamanya.
Jaejoong tersenyum melihat senyum Yunho yang terlihat sangat kaku, sangat dipaksa. Ia tahu bagaimana perang batin Yunho sekarang ini. 15 menit lagi, ia akan acting berciuman dengan Siwon.
"Baby… " ucap Yunho sambil mengelus tangan Jaejoong dan menghembuskan nafas beratnya. "Berusahalah untuk tidak melakukan take ulang… atau kau akan melihatku berakhir di rumah sakit karena jantungan yang melihatmu melakukan ciuman berulangkali dengan namja lain" lanjut Yunho.
Jaejoong tersenyum dan mengangguk imut. "Ne… yaksok…"
"Bisakah aku mendapatkan ciuman dari kekasihku ini, sebelum ia mencium namja lain atas persetujuanku?" ucap Yunho sedikit bercanda
Tanpa pikir panjang, Jaejoong langsung mencium Yunho.
Setelah beberapa saat melakukan ciuman, Jaejoong mulai berpindah tempat. Tanpa melepaskan ciuman, ia perlahan berpindah ke pangkuan Yunho. Tangan Jaejoong melingkar sempurna di leher Yunho. Bibir mereka saling melumat, tangan Yunho sekarang melingkar di pinggang Jaejoong. Beruntunglah penerangan bar yang remang-remang dan mereka duduk di pojok bar yang nyaris tak terlihat oleh para kru yang sedang sibuk mondar-mandir men-setting tempat yang akan digunakan shooting nanti.
"Ngh…" lenguhan dari mulut Jaejoongpun keluar ketika ciuman mereka semakin dalam. Siku Jaejoong bertumpu pada bahu Yunho dan dengan tangan yang meremas rambut Yunho membuat ciuman mereka semakin lama semakin dalam.
Yunho terus melumat bibir Jaejoong seakan tidak ada hari esok. Bibir mereka bergerak seirama, saling melumat dan saling menyesap. Hingga mereka kehabisan nafas dan dengan terpaksa melepaskan ciuman.
Jaejoong menempelkan keningnya dengan kening Yunho, nafas mereka terengah, "Yun…" gumam Jaejoong disela aktifitasnya menormalkan nafas.
Butuh beberapa detik bagi Yunho untuk menormalkan nafasnya. Namun keinginannya untuk terus mencium Jaejoong terus muncul, ia benar-benar tak rela jika Jaejoong berciuman dengan Siwon. Tak lama setelah saling menatap, Yunho tersenyum dan kembali mencium bibir Jaejoong. Ciuman Yunho sedikit menuntut. Yunho melumat bibir Jaejoong sedikit kasar.
"Ngghh.." Desah Jaejoong sambil sedikit memicingkan matanya, bibirnya sedikit sakit.
Yunho kemudian beralih mencium pipi, telinga, rahang, dan turun keleher.
"Yunh.. jangan meninggalkan tanda terlalu banyak di leher, Changmin akan marah…" ucap Jaejoong yang mencoba menahan desahannya dengan memperingatkan Yunho yang mulai mencium dan menggigit lehernya.
Namun apa yang Jaejoong ucapkan berlawanan dengan apa yang Jaejoong lakukan, tangan Jaejoong secara reflek malah meremas rambut Yunho dan dengan sedikit menekan kepala Yunho sehingga membuat Yunho semakin memperdalam ciuman dilehernya.
Tangan Yunho mulai membuka kemeja Jaejoong. Ciuman Yunho semakin turun ke bahu dan dada Jaejoong. Yunho menciptakan beberapa kissmark disana.
"Aaannnggghhh…" desah Jaejoong ketika Yunho mulai mengulum nipplenya. Tangannya memeluk kepala Yunho agar Yunho memperdalam kulumannya. Sepertinya mereka berdua lupa kalau sedang berada di lokasi shooting.
"Hyung… Changmin mencari ka…. OMO…OMO…" Ucap Junsu kaget melihat hyungnya sedang melakukan ciuman yang sangat hot itu di tempat umum.
Bagai kembali kedua nyata, Yunho dan Jaejoong mendadak menghentikan aktifitasnya. Jaejoong sontak berdiri dari pangkuan Yunho, dengan kemeja yang sudah tak mengancing dengan benar sedangkan Yunho kemeja rambutnya sangat berantakan. Keduanya berdiri menatap Junsu. Junsu masih terbengong melihat mereka, dihampiri oleh Changmin.
"Yah, kenapa malah be….ngong" ucapan Changmin melemah ketika melihat kondisi Yunho dan Jaejoong.
.
1 DETIK
.
2 DETIK
.
3 DETIK
.
"YAAAHHH…KALIAN…" Teriak Changmin yang mau tak mau membuat beberapa kru yang berada di sekitarnya menoleh kearahnya.
Changmin berkacak pinggang menghampiri Yunho dan Jaejoong. Changmin memicingkan matanya untuk melihat kondisi Jaejoong di tempat yang cukup gelap itu. Terlihatlah bibir yang lumayan membengkak dengan kondisi kancing baju yang sudah tak seharusnya.
Changmin menggandeng Jaejoong ke tempat yang lebih terang, disusul oleh Yunho dan Junsu yang berjalan dibelakang Changmin. Setelah berada di tempat yang cukup terang, Changmin semakin melotot dan jawdrop melihat kondisi Jaejoong. Beberapa kissmark sudah bertengger dileher, bahu dan dada Jaejoong dengan kondisi yang masih sangat FRESH.
Changmin menepuk jidatnya, "O-MY-GOD".. teriaknya frustasi. Jaejoong dan Yunho menunduk, mereka sadar telah melakukan hal yang salah.
Changmin mondar-mandir didepan mereka memberikan ceramah, "Kalian ini, bisakah mengerti situasi sebelum melakukannya? Sebentar lagi Jaejoong harus melakukan adegan ciuman bersama Siwon dan memberikan kiss mark disini." Ucap Changmin sambil menunjuk leher 'bertato' Jaejoong.
"Bagaimana bisa kiss mark muncul sebelum adegan dimulai? Semua sudah tersetting hyung… dan sebentar lagi shooting akan dimulai." Lanjut Changmin
"mmm.. Changmina, sebenarnya tadi aku hanya ingin…mmm" potong Jaejoong ragu-ragu, Changmin memandang Jaejoong untuk meneruskan kalimatnya, "aku hanya ingin… memberikan Yunho satu ciuman saja sebelum shooting" lanjut Jaejoong sangat hati-hati.
Tapi seberapapun hati-hati Jaejoong mengatakannya, tetap saja ucapannya membuat Changmin melotot, "Satu? Oh..my baby Jae…" ucap Changmin penuh depresi. "Lihatlah dampak dari SATU ciuman yang kalian lakukan" Changmin berkata penuh dengan tekanan sambil semakin membuka kemeja Jaejoong.
"Dari SATU ciuman akan menghasilkan SATU, DUA, TIGA, EMPAT, LIMA, ENAM, TUJUH, DELAPAN, SEMBILAN dan Oh GOD…kepalaku…masih banyak lagi didada dan bahumu ini…" ucap Changmin membara sambil menunjuk satu persatu kissmark di tubuh Jaejoong.
Yoochun yang baru saja keluar dari kamar mandi, segera menghampiri kerumunan itu, beberapa staf saling terkikik. Yunho dan Jaejoong sedikit menunduk dengan Changmin yang menunjuk-nunjuk badan Jaejoong.
"Ada apa?" bisik Yoochun pada Junsu
"Kau pasti bisa melihatnya sendiri" jawab Junsu singkat
Yoochun mengamati Jaejoong dan Yunho, rambut Yunho berantakan, kemeja Jaejoong tak terkancing lagi dan 'OMO… bukankah itu kissmark? Banyak sekali?' gumam Yoochun kaget. Ia memandang ke arah Yunho yang juga sedang memandang ke arahnya, mata mereka saling memandang, Yoochun menaikkan alisnya seperti bertanya –apa yang terjadi-. Dan Yunho memberikan senyum GJ-nya. Yoochunpun menepuk jidatnya 'Oh God Hyung, kau paling pandai membuat Changmin naik darah' speechless.
"YAH…KENAPA TERSENYUM?" marah Changmin kepada Yunho yang tiba-tiba tersenyum dan senyum Yunho seketika langsung memudar.
.
Changmin duduk dikursinya, jari telunjuknya mengketuk-ketuk tepi megaphone yang ada di genggamannya. Ia sedang berfikir apa yang harus dilakukan selanjutnya, setting tempat sudah beres, namun tiba-tiba terjadi bencana yang tak terduga seperti ini. ia membutuhkan gambar yang meng-zoom in leher Jaejoong saat Siwon mencium Jaejoong, tapi bagaimana jika bercak-bercak itu sudah bertengger dengan indahnya disana? Aigooo… Yunjae memang membuatnya benar-benar pusing kali ini.
Semua kru sedang duduk menunggu perintah dari Changmin.
5 menit berlalu
Changmin berdiri, semua kru ikut berdiri.
"Jae hyung dan Siwon hyung kemarilah…" Ucap Changmin yang langsung dipatuhi oleh Jaejoong dan Siwon, keduanya langsung berjalan mendekat ke arah Changmin.
"Tae Ri…panggil Ga In kesini…suruh dia membawa alat make up? Teriak Changmin menyuruh salah satu stafnya.
"Ne… Changmin shi" ucap Tae Ri dan segera melakukan tugasnya. Tak berapa lama Ga In datang membawa peralatan make up.
"Ga In, aku ingin kau menutup beberapa kissmark ini dengan krim yang biasa digunakan itu, yang dibagian bahu ini juga.. karena nanti shoot akan membutuhkan sampai part ini" ucap Changmin memberikan arahan yang langsung mendapat anggukan dari Ga In.
"Dan Siwon hyung, kameramen nanti akan mengambil gambar dari arah sini dan sini… aku ingin kau nanti memiringkan kepalamu kesini, begini… dan mulai menciumnya tapi ada satu hal yang harus kau lakukan sebelum itu, gunakan ibu jarimu untuk menghapus krim yang ada disini tapi jangan sampai terlihat kamera, lihatlah… seperti ini maksudku..baru kau mencium lehernya.. kau tak perlu memberikan kissmark karena sudah ada kissmark yang terbentuk SEMPURNA disini" ucap Changmin menjelaskan disertai contoh dan penekanan di kata terakhirnya, yang membuat Siwon tersenyum dan Jaejoong mempoutkan bibirnya.
"Ne..aku mengerti.." ucap Siwon.
"Kau hanya perlu mengikuti beberapa kissmark yang sudah ada disana dengan cara yang sama.." imbuh Changmin yang ditanggapi dengan anggukan dari Siwon.
"Baiklah semua bersiap di posisi masing-masing, dan tolong untuk lampu lebih diredupkan sedikit untuk menyamarkan TANDA yang ada.. Dan Tae Min… bersiaplah untuk KERJA KERAS melakukan EDITING di PART ini" teriak Changmin penuh sindiran.
Semua kru segera bersiap sambil terkikik. Benar-benar ulah Yunho dan Jaejoong kali ini membuat semua menggelengkan kepala.
.
.
"OK, READY….ACTION" Teriak Changmin melalui alat andalannya, megaphone.
"Jae, hentikan…kau sudah mabuk…" Ucap Siwon sambil memegang botol ke empat yang ditenggak Jaejoong.
"Oh kau baby…" ucap Jaejoong sambil tersenyum dan memegang pipi Siwon. "Aku merindukanmu…sangat merindukanmu.." lanjut Jaejoong dan tiba-tiba memeluk Siwon.
"Jae..kau mabuk…" ucap Siwon yang masih berusaha menahan diri.
"Aku tidak mabuk baby… aku merindukanmu… kau akhir-akhir ini jarang meluangkan waktu untukku" cerocos Jaejoong yang sudah mabuk, ia mengira Siwon adalah Yunho.
Siwon yang tak tahu mengenai hal itu, merasa tersanjung dipanggil dengan sebutan baby oleh Jaejoong. Ia mengira Jaejoong juga membalas perasaannya. Apalagi sekarang Jaejoong sedang mengalungkan kedua tangannya di leher Siwon. Siwon berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
"Jae, yang lain sudah pulang…ayo aku antar kau pulang…"
"Baby…Kau tidak merindukanku?" ucap Jaejoong manja masih sambil mengalungkan tangannya.
Yunho yang duduk dibelakang Changmin sudah menggenggam tangannya erat melihat adegan didepannya itu. Changmin sedari tadi sesekali melirik Yunho, takut-takut ia bertindak aneh-aneh lagi.
"Bertahanlah sebentar…dan awas jangan macam-macam" ucap Changmin mengingatkan, bahkan lebih bisa dibilang mengancam. Namun mata Yunho tetap fokus memandang kedepan seolah tak menghiraukan ancaman Changmin.
"Aku merindukanmu.." ucap Jaejoong sambil membenamkan kepalanya di lekukan leher Siwon.
Siwon melepaskan pelukan Jaejoong kemudian memegang kedua pipi Jaejoong, "Jae, jangan mengujiku…" gumamnya.
Namun Jaejoong yang mabuk malah tersenyum memandang Siwon yang dimatanya adalah Yunho, "Saranghae…"
DEG
Siwon kaget dengan ucapan Jaejoong. benarkah? Jaejoong mencintainya? Siwon tak sanggup lagi menahan diri, ia mendekatkan wajahnya ke Jaejoong, jarak diantara keduanya semakin tipis. ('Oh, God…semoga aku melakukan tanpa kesalahan sehingga ini cepat selesai' batin Jaejoong yang sebenarnya juga kurang nyaman dengan adegan ini.)
Bibir mereka semakin mendekat, mendekat, dan…
"CUT…"
Semua memandang ke arah suara. Yunho sedang berdiri memegang megaphone. Changmin menepuk jidatnya dan menarik tangan Yunho..
"Yah..hyung…aiisshhhh…YOOCHUNAAA…." teriak Changmin semakin frustasi.
Yoochun segera menghampiri Changmin dan mengajak Yunho duduk bersamanya, menjauhi Changmin. "Hyung, itu cuma acting…kau ini, lihatlah Changmin semakin marah karena ulahmu.."
"Hatiku remuk Yoochuna…"
"Aeehhh… jangan begitu hyung… kalau kau mengganggu malah shooting tak akan selesai… bukankah sebentar lagi kau juga akan ikut ambil bagian? Tunggulah dulu, sebentar lagi giliranmu acting hyung" ucap Yoochun sambil mengajak Yunho duduk.
Changmin menghembuskan nafas beratnya, "Aigoo…benar-benar membuatku darah tinggi" gerutunya.
Tak lama kemudian shootingpun dimulai lagi.
Siwon mencium bibir Jaejoong, Jaejoong yang sudah sangat mabuk, terus mendominasi ciuman tersebut. Tangan Siwon berada di pinggang Jaejoong. ciuman semakin lama semakin panas, Siwon mulai merambah ke leher Jaejoong, menciptakan kissmark disana (Yang sebenarnya sudah diciptakan oleh Yunho sebelumnya..^^)
"Nghhh.. Jae…" Siwon mulai mendesah akibat ulah Jaejoong yang meremas rambutnya.
Perlakuan Jaejoong membuat Siwon semakin bersemangat. Namun kegiatan mereka sedikit terganggu karena telepon Jaejoong berdering. Awalnya telepon itu diabaikan oleh Siwon yang terus melanjutkan ciumannya, namun telepon itu terus berdering dan berdering sehingga mau tak mau ia harus menghentikan aktifitasnya sejenak. Ia mencoba mencari ponsel di saku Jaejoong, tak memakan waktu lama bagi Siwon untuk menemukan ponsel Jaejoong. namun Siwon kaget dengan nama yang tercantum di layar tersebut
– My Lovely Yunho-
Baru saja Siwon ingin menanyakan hal tersebut kepada Jaejoong namun ia menemukan Jaejoong yang ternyata sudah tertidur. Akhirnya Siwon mengangkat telpon tersebut.
"Baby kau dimana? Sudah selesaikah acara dengan teman-temanmu?" tanya Yunho diseberang sana.
"Kau siapa?" tanya Siwon
Yunho yang kaget kemudian balik bertanya, "Seharusnya aku yang bertanya kau siapa? Dimana Jaejoong?" suara Yunho meninggi
"Dia sedang tidur"
Yunho mulai tersulut emosi, "Kau dimana sekarang?"
Tak butuh waktu lama bagi Yunho untuk sampai di bar. Dengan segera ia menghampiri Siwon. Ia melihat Jaejoong yang sedang tidur di sofa dengan kemeja yang sudah berantakan dan terlihat beberapa kissmark disana.
"Akhirnya mereka satu scene juga.." gumam Yoochun
"Lihatlah, mata Yunho hyung sepertinya benar-benar marah…" timpal Junsu
"Matanya bahkan sudah seperti itu sejak shooting dimulai" canda Yoochun yang disambut tawa kecil dari Junsu.
Tak banyak berbicara Yunho menggendong Jaejoong ala bridal style. Namun Siwon tiba-tiba menghentikannya.
"Kau siapa? Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia?"
"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu kepadamu! Lepaskan tangan kotormu itu dari tanganku!" suara Yunho meninggi
"Ok..perfect…acting Yunho pas sekali…" gumam Changmin puas. Bagaimana tidak perfect, sedari tadi ia menahan emosi, kekasihnya dicium dan dipegang-pegang oleh namja lain.
Siwon menatap Yunho intens.
"Oh..apa kau belum tahu siapa aku? Geure… dengan senang hati aku akan mengatakan siapa aku, dan dengarkan baik-baik. Aku… JUNG YUNHO… dan AKU… akan segera MENIKAH dengan Kim Jaejoong…" ucapan Yunho penuh penekanan dimana-mana dan dengan tatapan penuh amarah.
Siwon menatap Yunho tak percaya. Namun Yunho berlalu begitu saja dengan menggendong Jaejoong keluar dari bar.
Siwon terduduk lemas, ia memandang ponsel Jaejoong yang masih tertinggal di meja. Siwon mengambil ponsel itu dan membuka beberapa foto yang ada disana. Nampaklah foto-foto Jaejoong bersama dengan namja yang baru saja ditemuinya tadi, Jung Yunho. foto mereka berdua nampak sangat bahagia, berpelukan, tertawa bersama, saling menatap, dan ada juga foto Jaejoong mencium pipi Yunho dan begitu juga sebaliknya, semakin Siwon melihat foto yang lain, semakin ia mengetahui kepahitan, foto Jaejoong dan Yunho sedang berciuman terlihat jelas disana.
Siwon meletakkan ponsel Jaejoong dimeja, menyandarkan dirinya di sofa, menunduk dan ia menangis dalam diam.
"CUT… OK….PERFECT…" Teriak Changmin puas.
Kemudian semua kru berkumpul dan melakukan evaluasi.
.
.
"Joongie…kau sudah tidur?" bisik Yunho yang baru saja mandi. Yunho menghampiri Jaejoong yang merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Yun…geli…jangan berbisik seperti itu…" gumam Jaejoong dengan mata yang masih menutup. Ia sangat lelah sekali, shooting dilakukan mulai pagi hingga pukul 1 dini hari. Dan sekarang sudah pukul 2 pagi, Jaejoong berusaha menutup mata namun Yunho masih saja menggoda.
Yunho ikut berbaring dan memeluk Jaejoong dari samping kemudian mencium pipinya. Jaejoongpun tersenyum. Yunho memegang kissmark yang ada di leher Jaejoong, kissmark yang terlihat masih baru, tentusaja baru.. kiss mark itu baru saja dibuat Yunho ketika mereka sampai di tempat parkir apartemen.
Jaejoong mau tak mau membuka matanya dan menatap Yunho yang terus memainkan jemarinya di leher. "Wae Yun?" ucap Jaejoong lirih.
Bukan menjawab, Yunho malah mengecup leher Jaejoong. membuat Jaejoong memejamkan matanya lagi. Namun kecupan itu semakin lama malah menjadi ciuman dan gigitan.
"Ngghh.. Yun.. apa kau tak ingin istirahat?" ucap Jaejoong disela desahannya akibat ulah Yunho.
Bukannya menjawab, Yunho malah semakin intens mencium leher Jaejoong. Dengan hati-hati ia berpindah posisi tanpa melepaskan ciuman tersebut.
Yunho berhenti dan menatap wajah Jaejoong yang sekarang berada dibawahnya. Yunho bertumpu pada kedua sikunya yang berada disamping kepala Jaejoong. Jaejoong membuka matanya ketika tahu Yunho menghentikan 'aktifitas'nya.
Mata mereka saling memandang, seperti saling berbicara satu sama lain. Lama mereka dalam posisi seperti itu, hingga akhirnya Yunho mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Jaejoong. ciuman yang awalnya pelan dan seirama, lama kelamaan menjadi lebih ganas. Yunho menggigit bibir Jaejoong dan memasukkan lidahnya pada mulut Jaejoong. Hasrat ingin saling memiliki tiba-tiba muncul tak terkendali.
Tangan Jaejoong menggenggam erat piyama yang Yunho kenakan, ciuman Yunho makin lama makin merambah ke leher Jaejoong dan Jaejoongpun memeluk kepala Yunho supaya ciuman itu semakin dalam, Yunho menciptakan beberapa kissmark baru.
"Ngghh..Yunhoohh…" Jaejoong tak mampu lagi menahan desahannya ketika Yunho mulai mencium dan mengulum telinganya, hembusan nafas Yunho disekitar telinga Jaejoong mengakibatkan sensasi yang tak terkira di sekujur tubuh Jaejoong. Yunho benar-benar sudah membuat Jaejoong kelimpungan.
Jaejoong membuka kancing piyama Yunho saat Yunho kembali menciumi lehernya. Jaejoongpun meraba pelan dada Yunho yang memberikan sensasi yang sulit diungkapkan oleh Yunho.
"Arrgghh…Jaeeehh…" desah Yunho saat Jaejoong memainkan nipplenya.
Beberapa saat kemudian Yunho terdiam, ia memandang Jaejoong. Jaejoongpun juga melakukan hal yang sama. Mereka saling pandang dalam diam.
"Joongie… aku menginginkanmu…" bisik Yunho
"Jadikan aku milikmu Yun…" ucap Jaejoong sambil tersenyum.
Yunho kemudian tersenyum, setelah memperoleh lampu hijau dari Jaejoong, iapun kembali mencium cherry lips itu, dan mereka melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda. Secara perlahan Yunho melucuti piyama Jaejoong, dan Jaejoongpun melakukan hal yang sama dengan bibir yang masih saling bertautan, mengulum dan menyesap satu sama lain.
.
.
.
tbc
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=..=.=.=.=.=.=..=.=.=.=.=.=.=.=.=.
Mian NC nya kepotong…wordnya kepanjangan…^^ dilanjut di next part ne…ehehhehe #kaburrrrr
Untuk next part full NC baik acting maupun real… suer… maxy berani ngomong gini karena next part uda mo selesai ngetiknya..ehehehhe…^^
Ada yang penasaran?
Oiya, pas maxy kemarin buka email, ternyata ada beberapa review yang telat masuk di kotak review… maxy juga bingung kenapa bisa begitu. Tapi sepertinya, setelah maxy amati, kalo gak salah yg telat masuk itu rata-rata yang review gak pake akun alias gak log in dulu… jadi jika teman-teman reviewnya gak pake akun trus telat masuk kotak review jangan panik ne… pasti bakal masuk kotak review kok… tapi harus sabar, mungkin 2 atau 3 hari lagi baru masuk di kotak review… mian atas ketidaknyamanannya dan maxy harap teman-teman tetep semangat kasih review di cerita maxy… maxy sayang kalian…^^
Review please…^^
