Unforgiven Hero
Remake Story
Disclaimer: Cerita milik Santhy Agatha, aku mengubah nama tokohnya dengan KyuHyuk.
Pair: KyuHyuk
Cast: Kyuhyun - Eunhyuk - Krystal / Kyuri. Dll
Warning: Genderswitch, NC 21
Happy reading
"Guixian Sajangnim, ada tamu untuk Anda." Grace masih memanggilnya dengan nama GuiXian. Tidak masalah untuknya. Kyuhyun tersenyum, ternyata namanya bukan masalah buat Eunhyuk.
"Aku dengar kau pulang dari bulan madumu, jadi aku mengajak Siwon kemari." Hankyung melangkah masuk, seperti biasanya tanpa permisi langsung duduk di sofa besar di ruangan itu. Seorang pria berbadan tinggi dan atletis, berpakaian serba hitam mengikuti masuk, pandangannya mengawasi seluruh ruangan dengan tajam, sampai kemudian bertatapan dengan Kyuhyun.
Choi Siwon. Kyuhyun membatin. Ini adalah pertemuan kedua mereka setelah pertemuan singkat di sebuah pesta waktu itu. Kyuhyun memilih datang sendirian ke pesta Siwon waktu itu dan membuat Hankyung hyung sibuk mencemoohnya. Hankyung hyung sempat mengenalkannya dengan Siwon, tetapi mereka tidak bisa berbicara lebih, karena Kyuhyun buru-buru pergi untuk urusan lain.
"Siwon juga baru pulang dari bulan madunya." Hankyung bergumam ketika Kyuhyun dan Siwon hanya berpandangan dengan kaku, saling mengawasi.
"Bulan madu? Bukankah kau sudah menikah lama, Siwon-ssi?" Dan sepengetahuan Kyuhyun, Siwon sudah memperoleh satu putera dari istrinya. Dia melangkah mendekati sofa dan duduk di sana, mempersilahkan Siwon untuk duduk.
"Bulan madu kedua." Siwon menyahut dengan suaranya yang dalam. Entah kenapa kata 'bulan madu' itu membuat ekspresi dingin dan kejam di wajahnya melembut. Mungkin benar kata Hankyung hyung, pria ini benar-benar mencintai istrinya. Kalau begitu, pria ini tidak sejahat yang dikatakan orang. Seorang pria yang bisa mencintai seorang wanita sepenuh hati, adalah pria yang baik, jauh di dalam hatinya. Kyuhyun merasa prasangka buruknya terhadap Siwon memudar.
"Bagaimana bulan madumu?" Hankyung bergumam lagi, menatap Kyuhyun sambil tersenyum. "Semua berjalan sesuai rencana?"
"Sesuai rencana." Senyum Kyuhyun melebar, lupa kalau di depannya ada Choi Siwon, sosok yang tidak dikenalnya seakrab Hankyung hyung. "Dia mengatakan mencintaiku."
Hankyung terkekeh. "Dasar bajingan yang beruntung." Diliriknya Siwon. "Kyuhyun lebih beruntung dari kita, dia bisa dengan cepat mendapatkan cinta istrinya. Sementara kita harus jungkir balik mencoba segala cara."
Siwon ikut tersenyum mendengar kata-kata Hankyung itu. Dan suasana kaku di antara mereka menjadi cair. Mereka lalu membicarakan masalah pekerjaan dan proyek kerjasama mereka, dan pembicaraan mengalir lancar seolah mereka sudah sering berkumpul dan bercakap-cakap dengan akrab sebelumnya.
"Aku harus pulang." Siwon melirik jam tangannya. "Aku sudah berjanji mengantarkan Kibum ke dokter."
"Kibum sakit?" Hankyung yang sedari tadi sibuk membaca berkas catatan pengajuan proyek yang mereka bahas mengangkat kepalanya.
Siwon menggelengkan kepalanya, senyumnya melebar, tak tertahankan.
"Bukan. Dia mual dan muntah di pagi hari. Sepertinya kami membawa oleh-oleh hasil bulan madu kedua kami."
"Wah. Kau mengejarku rupanya." Mata Hankyung melembut ketika mengingat kedua malaikat kecilnya dan ibu mereka yang sangat dicintainya. "Sampaikan salamku untuk Kibum. Aku akan mempelajari berkas ini dulu, nanti aku diskusikan hasilnya denganmu."
"Oke." Siwon beranjak berdiri, dan Kyuhyun mengikutinya. Pria itu tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun yang segera disambut Kyuhyun, mereka bersalaman.
"Semoga kerjasama kita baik ke depannya."
Setelah itu Siwon berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan.
"Dia baik, kan? Tidak sekejam yang dikatakan orang. Apakah kau masih tidak menyukainya?" Hankyung bergumam, matanya tidak lepas dari berkas-berkas di tangannya.
Kyuhyun menatap ke arah kepergian Siwon dan mengangkat bahu. "Ya, aku tidak salah kalau dulu aku tidak menyukainya. Rumor yang beredar begitu kental kalau dia sangat kejam dan pemarah. Semua orang takut kepadanya. Tapi dia berubah setelah menikah, ya?"
"Yah dia berubah setelah menemukan Kibum istrinya. Kekejamannya memang tiada tara, sampai mambuat Heechul istriku mencemaskan Kibum. Kau tahu, mereka bersahabat. Tetapi pria itu sungguh-sungguh memperjuangkan cintanya. Dan ketika dia mendapatkannya dia menghargainya." Hankyung tersenyum ke arah Kyuhyun dan meletakkan berkas-berkasnya. "Dan dari kata-katamu tadi, aku pikir pernikahanmu juga berjalan semakin baik. Kau bisa sesegera mungkin membuat istrimu hamil, lalu membangun keluarga kecil yang bahagia, seperti aku dan Siwon."
Kyuhyun menghela napas. Bayangan akan perut Eunhyuk yang membuncit mengandung anaknya, ataupun bayangan dia akan menggendong buah cintanya dengan Eunhyuk membuat dadanya hangat. Tetapi ketakutan itu tetap ada, ketakutan yang membuatnya bermimpi buruk akhir-akhir ini. Ketakutan akan terkuaknya sebuah rahasia yang akan menyakiti Eunhyuk.
"Aku belum pernah bercerita padamu hyung tentang istriku ini, dan kenapa aku sangat mencintainya."
"Kupikir kau ingin menyimpannya untuk dirimu sendiri." Hankyung tersenyum. "Kau tampak letih, Kyu. Bukankah pernikahan ini seharusnya membuatmu bahagia?"
"Aku bahagia." Kyuhyun menggumam pelan. "Tetapi aku lelah menyimpan rahasia."
"Rahasia apa?"
"Rahasia masa laluku yang terkait dengan Eunhyuk istriku." Kyuhyun menghela napas. "Eunhyuk tidak menyadari bahwa aku adalah orang yang sama. Dia mencintaiku yang sekarang. Tetapi kalau dia tahu siapa aku sebenarnya..."
Hankyung menumpukan tangannya di dagu. "Apa maksudmu, Kyu? Coba ceritakan padaku supaya aku bisa mengerti."
Dan cerita itupun mengalir. Tentang masa lalu Kyuhyun, tentang kecelakaan itu dan pengusiran yang dilakukan Eunhyuk dengan penuh kemarahan, yang menyadarkan Kyuhyun setelahnya. Tentang semua usaha Kyuhyun untuk menebus dosanya. Semua yang dia lakukan untuk membuat hidup Eunhyuk mudah, hanya untuk menyadari bahwa dia sebenarnya amat sangat mencintai Eunhyuk dan ingin memilikinya. Akhirnya Kyuhyun mengambil resiko memiliki Eunhyuk, menikahinya. Dengan tetap merahasiakan masa lalu itu. Kyuhyun menceritakan ketakutan-ketakutannya. Mimpi-mimpi buruknya akhir-akhir ini yang sangat mengganggu kepada Hankyung.
Sahabatnya itu hanya menatapnya tajam beberapa lama, lalu menarik napas panjang. "Wow." Gumamnya kemudian. "Aku pikir kisah cintaku adalah kisah paling rumit di antara semua pasangan. Punyamu lebih rumit dan penuh rahasia." Hankyung menyandarkan tubuhnya di sofa. "Tetapi sebuah pernikahan harus didasarkan pada kejujuran utuh kedua pasangan, Kyu. Kalau tidak pernikahan itu tidak punya landasan."
Hankyung menatap Kyuhyun yang hanya terdiam. "Aku menikahi Heechul waktu itu setelah kami sama-sama menyatakan cinta, setelah tidak ada ganjalan dan rahasia di antara kami berdua. Karena itulah kami bisa melalui semuanya dengan baik sampai sekarang. Saling mendukung dan mencintai." Hankyung mengangkat bahu. "Kalau mengambil contoh pernikahan Siwon, hampir sama dengan yang kau lakukan, dia dan pasangannya sama-sama keras dan tidak mau mengakui kalau mereka saling mencintai. Awal pernikahan mereka dipenuhi gejolak dan salah paham, tetapi itu akhirnya mendorong mereka untuk mengungkapkan isi hati masing-masing dan pada akhirnya mengakui kalau saling mencintai."
"Aku dan Eunhyuk sudah mengakui saling mencintai ." Kyuhyun bergumam. "Tetapi hatiku tetap tidak tenang."
"Karena kau seperti berjalan di atas bom yang akan meledak entah kapan. Itu membuatmu selalu waspada dan mengalami mimpi buruk." Hankyung menatap Kyuhyun dengan serius. "Kau harus menceritakan semuanya pada Eunhyuk."
Wajah Kyuhyun dipenuhi kesakitan. "Aku tidak bisa, Bagaimana kalau dia meninggalkanku?"
"Katamu dia mencintaimu. Dia mungkin akan mengamuk dan marah besar padamu. Tetapi aku yakin dia akan menghargai kejujuranmu. Pada akhirnya dia akan kembali padamu." Hankyung menghela napas panjang. "Kau harus melakukannya, Kyu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, sebuah rahasia tidak akan pernah bisa disimpan selamanya, kau bisa membayangkan kan betapa buruknya kalau sampai Eunhyuk tahu dari orang lain?"
Kyuhyun tercenung. Menyadari kebenaran dari kata-kata Hankyung hyung. Betul juga. Dia tidak boleh menyimpan rahasia ini terlalu lama dari Eunhyuk. Dia harus menjelaskan semuanya. Eunhyuk mencintainya, dan Kyuhyun yakin semarah apapun Eunhyuk. Gadis itu pasti akan memaafkannya pada akhirnya nanti, dan menghargai kejujuran Kyuhyun
Ya. Kyuhyun akan mengungkapkan semuanya pada Eunhyuk.
-oOo-
"Bayi Yesung eonni sangat lucu dan cantik." Eunhyuk bercerita sambil menyiapkan air mandi di bathtub besar di kamar mandi mereka untuk Kyuhyun yang baru pulang dari kerja.
"Oh, ya? Kau sudah menyampaikan salamku untuknya?" Kyuhyun melepaskan dasinya dan menyampirkan jasnya di kursi. Lalu melangkah menuju kamar mandi besar itu dan bersandar di pintu. Eunhyuk sedang memeriksa suhu air di kamar mandi itu, kemudian mengambil handuk-handuk putih dan melipatnya lalu meletakkannya di rak handuk di dekat bathtub.
"Sudah kusampaikan. Yesung eonni mengucapkan selamat untuk pernikahan kita." Eunhyuk berdiri dan menatap Kyuhyun. "Aku berpikir untuk mengunjungi Eomma. Kita kemarin hanya sempat mengabarkan pernikahan kita melalui telepon, dia sudah seperti ibuku jadi rasanya tidak sopan kalau kita tidak segera menemuinya."
"Akhir pekan nanti aku akan mengantarmu ke Asrama untuk bertemu Kim Ahjumma." Kyuhyun tersenyum, mengagumi kecantikan istrinya di bawah sinar lampu kamar mandi yang temaram.
Kamar mandi itu luas, dengan bathtub-nya yang sangat besar, muat untuk dua orang. Tetapi Kyuhyun dan Eunhyuk belum pernah mencoba melakukannya, berendam berdua karena mereka terlalu sibuk setelah kepulangan mereka. Nuansanya hitam dan putih. Di dominasi oleh marmer hitam dengan semburat abstark keputihan di seluruh ruangan, selain itu semua perabotnya berwarna putih bersih, menciptakan kekontrasan sendiri yang sangat indah. Tetapi Kyuhyun tidak peduli dengan suasana kamar mandinya, baginya yang paling indah adalah istrinya. Istrinya yang cantik, Eunhyuknya yang luar biasa. Yang sekarang berdiri dengan gaun putih sederhana yang melambai di betisnya, membuatnya tampak seperti dewi yang turun dari langit dan mempunyai kekuatan untuk menghilangkan semua kelelahan Kyuhyun.
"Kemarilah." Kyuhyun mengulurkan tangannya. "Aku merindukanmu."
Eunhyuk tersenyum dan menerima uluran tangan Kyuhyun, membiarkan dirinya dihela masuk ke dalam pelukan pria itu. Kyuhyun memeluknya dengan erat kemudian mengangkat dagu Eunhyuk dan mengecup bibirnya lembut.
"Apakah kau juga merindukanku, Eunhyuk-ah?"
"Sangat." Eunhyuk tersenyum. "Aku terbiasa melihatmu setiap saat." Jemarinya menelusuri wajah Kyuhyun yang tampan dengan lembut. "Rasanya berbeda kalau kau tidak ada."
Kyuhyun meraih jemari Eunhyuk dan mengecupnya lembut. "Mungkin kau bisa masuk ke kantor lagi dan menjadi asistenku."
Eunhyuk tersenyum. "Ide bagus."
"Dan perusahaanku akan bangkrut dalam sekejap, karena sang pemiliknya terlalu sibuk menyetubuhi asistennya di kantor."
"Kyuhyun-ah!" Eunhyuk berseru, mencela kata-kata Kyuhyun yang vulgar. Membuat Kyuhyun terkekeh, dikecupnya pucuk hidung Eunhyuk dan dihelanya masuk ke kamar mandi. Pria itu menatap bathtub dengan air hangat yang tampak menggoda.
"Ayo, ikut mandi bersamaku."
"Tetapi aku sudah mandi."
Tatapan Kyuhyun pada Eunhyuk sangatlah sensual, melumerkan Eunhyuk sampai meleleh.
"Mandi bersamaku akan lebih bersih. Aku akan membantu menggosok punggungmu, dan membersihkan tempat manapun yang susah kau jangkau sendirian." Dengan menggoda pria itu melepaskan kemejanya, membuangnya ke lantai kamar mandi, celananya menyusul kemudian. Membuatnya telanjang bulat dengan tubuh kokoh dan otot yang keras di tempat-tempat yang pas, dibalut warna kulit putih pucat yang indah.
Eunhyuk menelan ludahnya, terpesona oleh sihir sensual yang dipancarkan suaminya.
"Ikut?" Kyuhyun mengulurkan tangannya lagi dan Eunhyuk menerimanya, membiarkan Kyuhyun menelanjanginya dan mengajaknya masuk ke bathtub.
Pria itu bersandar di kepala bathtub dan menarik Eunhyuk ke pangkuannya. Eunhyuk bersandar dengan nyaman di dada Kyuhyun yang bidang. Seluruh punggung dan bagian belakang tubuhnya menempel dengan seluruh bagian depan tubuh Kyuhyun, mereka berendam dengan nyaman, aroma minyak aromaterapi mawar mulai memenuhi ruangan, bercampur dengan air hangat yang merendam tubuh mereka.
Dua tangan Kyuhyun bergerak nakal dan meremas pelan kedua dada Eunhyuk. Buah dada itu licin terkena minyak mawar yang bercampur air hangat dengan puting yang tegak karena terkena angin. Perlakuan Kyuhyun membuat Eunhyuk mengerang dan menggerakkan pinggulnya. Merasakan kerasnya kejantanan Kyuhyun yang menekan-nekannya dari belakang.
"Angkat sedikit pinggulmu, sayang." Kyuhyun membantu Eunhyuk bergerak, dan dengan mudah memasukkan kejantanannya yang sudah begitu keras, menyatukan dirinya dengan kewanitaan Eunhyuk yang sudah begitu siap menerimanya. Mereka mengerang bersama-sama, menikmati penyatuan yang begitu erotis. Kemudian Kyuhyun menggerakkan pinggulnya pelan, menggoda Eunhyuk, membuat istrinya menggeliat penuh gairah, jemarinya menyentuh titik sensitif di antara kedua paha istrinya dan memainkannya sambil terus bergerak dengan ritme yang teratur, menciptakan riak pelan di air mandi mereka.
"Aku mencintaimu, Eunhyuk-ah." Suara Kyuhyun parau, pria itu menunduk dan melumat telinga Eunhyuk dengan sensual, bibirnya lalu menjelajahi leher dan pundak Eunhyuk dari belakang, menjilatnya dengan erotis, sementara di bawah sana, pinggulnya bergerak dengan teratur bersama dengan pinggul Eunhyuk, membawa mereka berdua bersama-sama mendekati puncak kenikmatan.
Gerakan Kyuhyun makin cepat dan makin bergairah dan air di sekitar mereka beriak, mengikuti gerakan mereka.
"Eunhyuk-ah." Kyuhyun mengangkat pinggulnya, menekankan dirinya dengan begitu kuat, menyatu jauh di kedalaman pusat diri Eunhyuk, dan menyemburkan ledakan kenikmatannya di dalam sana. Membawa Eunhyuk bersama-sama mencapai orgasme bersamanya.
Mereka lalu terengah bersama dalam diam yang syahdu. Eunhyuk menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun, menikmati debar jantung Kyuhyun yang berpacu cepat setelah orgasmenya dan gerakan naik turun dadanya yang tersengal. Setelah tubuh mereka tenang, Eunhyuk merasa mengantuk, tetapi Kyuhyun menegakkan tubuhnya,
"Hei cantik, kau tidak boleh tertidur di bathtub. Bahaya, kau bisa tenggelam." Dengan lembut dia mengajak Eunhyuk berdiri melangkah keluar dari bathtub dan mengarahkannya ke shower. "Ayo, aku akan menggosok punggungmu." Pria itu menyalakan pancuran air panas yang langsung menyiram mereka dari atas.
Dan mereka bercinta sekali lagi di bawah shower.
-oOo-
"Bagaimana kabarmu Kyuri-ah?" Kyuhyun langsung bertanya begitu mendengar suara Kyuri menyahut teleponnya.
Suara diseberang sana terdengar mendengus kasar. "Oh kau. Cho Kyuhyun saudara kembarku yang licik, tak kusangka kau masih ingat menelepon adikmu yang kau biarkan terjebak dengan seekor ular di sebuah pulau terpencil."
Kyuhyun tertawa mendengar nada sinis di suara Kyuri.
"Mendengar suaramu, aku berkesimpulan kalau kau baik-baik saja."
"Aku baik-baik saja, hanya sedang bosan setengah mati."
"Bagaimana dengan Eunjin?"
Kyuri mendesah. "Eunjin baik-baik saja. Dia sudah hampir sembuh dan sangat menyebalkan, kami saling membenci satu sama lain dan tidak tahan seruangan, kurasa itu juga yang memberi motiviasi kepadanya untuk sembuh lebih cepat. Dia akan pulang lusa. Aku juga."
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Menurutmu apakah dia punya rencana untuk mengganggu lagi?"
"Siapa yang bisa tahu apa yang ada di balik kepala cantiknya itu." Kyuri tertawa. "Kau harus waspada, Oppa. Dia sepertinya menyerah sekarang. Aku berusaha menunjukkan kepadanya bahwa dia sama sekali tidak punya harapan."
"Yah semoga dia melangkah mundur. Aku sudah terlalu sibuk untuk direpotkan dengannya." Kyuhyun mengehela napas dalam-dalam. "Aku akan mengungkapkan semua pada Eunhyuk.
"Kau yakin?" Suara Kyuri merendah. "Menurutmu apakah Eunhyuk akan mengerti?"
"Aku tidak tahu." Kyuhyun mendesah. "Tetapi dia mencintaiku. Dan tidak adil kalau aku terus merahasiakan kenyataan ini dari dirinya. Lagipula aku takut kalau suatu waktu dia mendengar kenyataan itu dari orang lain. Kepercayaannya padaku akan hancur total kalau itu terjadi."
Kyuri terdiam, tidak bisa membantah kebenaran yang ada di dalam kata-kata Kyuhyun. Memang benar. Rahasia tidak akan bisa selamanya tersimpan. Lagipula lebih baik kalau Eunhyuk mendengarnya langsung dari Kyuhyun daripada dia mendengarnya dari orang lain lalu merasa bahwa Kyuhyun telah membohongi dan menipunya selama ini.
"Kapan kau akan mengatakannya?"
"Dalam waktu dekat." Kyuhyun mengerang dan mengacak rambutnya frustrasi. "Kurasa aku harus menyiapkan diri dan keberanian dulu, dan menunggu waktu yang tepat."
"Semoga semuanya lancar, Oppa." Kyuri ikut merasakan kegelisahan Kyuhyun. "Kabari aku, ya."
"Pasti. Doakan aku, Kyuri-ah."
"Pasti. Aku menyayangimu, Oppa."
"Nado saranghae, chagi."
"Ya, itu menjijikkan, Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun terkekeh sebentar. Lalu telepon ditutup. Menyisakan kegelisahan di dalam diri Kyuhyun. Kegelisahan yang mulai melingkupinya, bercampur dengan ketakutannya. Takut Eunhyuk akan meninggalkannya.
-oOo-
Donghae mengawasi rumah Kyuhyun dari kejauhan, dan mengetahui bahwa setiap hari Kyuhyun berangkat kerja dan Eunhyuk dirumah bersama para pelayan. Dia tidak bisa bertamu begitu saja ke rumah Kyuhyun. Para pelayan itu mungkin ada yang menjadi mata-mata Kyuhyun yang mengawasi dan langsung melaporkan kalau Donghae datang ke sana, dan Kyuhyun akan langsung pulang dan menggagalkan semuanya.
Donghae harus bertindak hati-hati, dia harus menggiring Eunhyuk supaya berada di luar rumah dan bertemu dengannya, ditempat mereka tidak akan diganggu, di tempat di mana dia bisa leluasa membeberkan semua rahasia busuk Kyuhyun. Dan setelah itu Eunhyuk pasti akan sangat membenci Kyuhyun.
Donghae tersenyum, menikmati saat-saat kemenangannya yang akan segera tiba. Tidak lama lagi.
-oOo-
"Aku akan keluar sebentar untuk membeli kue." Eunhyuk berpamitan kepada pelayan di rumahnya, dia hendak membeli kue untuk di bawa ke asrama tempat Kim ahjumma berada esok hari. Supir pribadinya sudah menunggu dan Eunhyuk masuk ke dalam mobil, menuju ke sebuah cafe bakery yang cukup elegan di pusat kota. Di sana ada cheese cake yang sangat enak, Eunhyuk akan membeli beberapa sebagai buah tangan untuk dibawa besok.
Ketika mobil mencapai parkiran Bakery itu, ponselnya berdering, dia melihat nama Donghae di layar ponselnya dan menghela napas. Kebetulan. Pikirnya. Dia sudah berpikir untuk menghubungi Eunhyuk dan berbicara, menyelesaikan salah paham di antara mereka dan berharap mereka bisa berbicara baik-baik, lalu berpisah tanpa ada ganjalan lagi di antara mereka. Dia meminta supir menunggu dan melangkah keluar, memasuki bakery itu lalu mengangkat teleponnya.
"Yoboseo." Eunhyuk menyapa Donghae, dengan suara ramah.
"Eunhyuk. Apa kabar?" suara Donghae terdengar kaku.
"Kabarku baik, Donghae. Kuharap kau juga sehat-sehat saja." Eunhyuk menjawab. Terbawa oleh suasana kaku dan formal yang dibawa Donghae.
Sejenak suara Donghae di seberang sana hening, lalu lelaki itu berucap dengan nada datar.
"Aku mendengar tentang pernikahanmu." Napas Donghae agak tercekat. "Selamat, ya."
Eunhyuk tersenyum, setidaknya Donghae mau memberinya selamat, itu pertanda lelaki itu mempunyai niat baik kepadanya.
"Terima kasih, Donghae. Maafkan aku tidak sempat mengabari. Semuanya begitu terburu-buru dan tiba-tiba saja aku sudah menikah."
Donghae terkekeh pahit di seberang sana. "Apakah kau mencintainya, Hyuk?"
Eunhyuk menganggukkan kepalanya tanpa sadar. "Ya, aku mencintai Kyuhyun."
Hening lagi. "Aku ingin bertemu." Gumam Donghae akhirnya.
Eunhyuk menghela napas. "Kebetulan aku juga berpikiran sama, kurasa kita harus bercakap-cakap untuk menyelesaikan beberapa hal yang mengganjal di antara kita."
"Kapan kau bisa?"
"Aku harus menanyakannya kepada Kyuhyun dulu." Eunhyuk tentu saja tidak bermaksud bertemu diam-diam dengan Donghae, dia akan meminta izin pada Kyuhyun dulu, dia yakin Kyuhyun akan mengijinkannya kalau Eunhyuk bisa menjelaskan alasannya dengan tepat.
"Tidak! Jangan!" Donghae menyela dengan cepat, membuat Eunhyuk mengernyitkan keningnya.
"Jangan apa, Donghae?"
Donghae berdehem di seberang sana. "Kau tahu, aku kan masih bekerja di perusahaan GuiXian.. Eh.. Kyuhyun." Suaranya merendah. "Akan sangat tidak mengenakkan bagiku kalau sampai Kyuhyun tahu aku mencoba menemui istrinya, mengingat aku dulu pernah dekat dengan istrinya."
"Tetapi aku tidak bisa bertemu diam-diam denganmu, kalau Kyuhyun tahu..."
"Kyuhyun tidak akan tahu. Aku mohon, Hyuk. Aku tidak akan menyita lama waktumu, aku hanya butuh beberapa lama di tempat umum yang kau pilih, sehingga tidak akan memicu salah paham dan fitnah terhadap kita." Donghae menghela napas panjang "Aku mohon, Eunhyuk. Hanya satu kali pertemuan untuk menjelaskan semuanya dan setelah itu kalau kau mau, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi."
Eunhyuk termenung memikirkan kata-kata Donghae, dia menarik napas panjang.
"Baiklah, kapan dan dimana?"
"Hari ini bisa?"
Eunhyuk melirik jam tangannya. Masih jam dua siang. Dia punya waktu panjang sebelum pulang ke rumah dan menanti suaminya pulang dari pekerjaannya.
"Aku sedang membeli kue di bakery" Eunhyuk menyebut nama Cafe dan Bakery tempat dia berada. "Kalau mau kau bisa datang kemari."
"Oke, kedengarannya bagus. Aku akan kesana beberapa saat lagi. Saat ini aku masih di kantor, aku akan mencari alasan untuk keluar."
Setelah itu Donghae menutup teleponnya.
Eunhyuk lalu memilih cake dan membayarnya, dia menuju ke mobil dan meminta supir membawa cake itu pulang dulu, dan menjemput Eunhyuk nanti. Eunhyuk akan menelepon ke rumah minta dijemput. Karena dia akan bertemu dengan seorang teman dulu selama mungkin satu atau dua jam.
Supir itu mengikuti instruksinya dan membawa mobil pulang ke rumah. Dengan langkah pelan Eunhyuk memasuki cafe dan bakery yang cukup ramai itu lalu memilih tempat duduk dan memesan cokelat panas untuk dirinya, dan menunggu.
-oOo-
Donghae datang hampir satu jam kemudian. Lelaki itu masih tampan dengan senyumnya yang luar biasa menawan. Meskipun senyuman itu tidak bisa menggetarkan hati Eunhyuk lagi, dia telah tertawan oleh suaminya. Cho Kyuhyun yang tiada duanya, dan tidak ada laki-laki manapun yang bisa mengalahkannya.
Donghae menyalami Eunhyuk dan tersenyum meminta maaf lalu duduk di depan Eunhyuk.
"Maafkan aku terlambat, aku tadi melarikan dari kantor." Lelaki itu tersenyum dan mengamati Eunhyuk. "Kau tampak makin cantik, Hyuk."
Seperti biasa Donghae sangat pandai merayu, Eunhyuk membatin sambil tersenyum.
"Terima kasih."
Donghae menghela napas panjang, seolah bingung ingin berkata apa, kemudian setelah lama, dia mengangkat kepalanya dan menatap Eunhyuk dalam-dalam.
"Eunhyuk, kau tahu aku mencintai dan menyayangimu, dan aku ingin kau bahagia." Suaranya lembut. "Tetapi kemudian aku mencemaskanmu ketika mengetahui bahwa kau ditipu."
"Ditipu?" Eunhyuk mengerutkan keningnya bingung.
"Ya ditipu. Pernikahanmu ini terjadi atas dasar kebohongan, kau ditipu mentah-mentah Eunhyuk. Dan aku tidak rela kau diperlakukan seperti itu."
"Apa maksudmu, Donghae?" Suara Eunhyuk berubah tajam, apakah Donghae bermaksud memfitnah Kyuhyun lagi?
"Jangan marah dulu, dengarkan aku dulu baru kau boleh memutuskan akan berbuat apa." Donghae menatap Eunhyuk dengan kejam ketika melemparkan bom itu.
"Selama ini kau dibohongi. Cho Kyuhyun, adalah orang yang membunuh ayahmu dalam kecelakaan sepuluh tahun yang lalu."
TBC
Siapa yang suka The Moon That Embraces The Sun? Gue mau nge remake K-drama itu. Mungkin bisa publish habis unforgiven hero tamat. Tetap dengan couple yg sama. Heheheh
