Between us

Disclamer : Kurobas selalu milik Fujimaki Tadatoshi-Sensei

Cast : Akashi, Generation of Miracle, OC

Genre : Semi-Canon, Romance, Friendship, Hurt and Comfort

Rate : PG 15

Summary : Ini merupakan Sequel dari My Daily Activity, masih ada yang inget? Semoga minna-san pada inget ;). Babak baru kehidupan SMA Hotaru dan Kiseki no Sedai telah dimulai setelah pertandingan di Winter Cup berakhir.

Note: jika tanda 'titik spasi tiga kali' maka itu sudah memasuki cerita sebenarnya alias bukan previous lagi :D, selamat membaca minna-san!

Previously,

Tak terasa sekarang sudah memasuki malam tahun baru, Kagami Taiga hanya bisa menguap saja karena ia tidak tahu harus kemana saat malam tahun baru begini. Ia tidak begitu mengenal Jepang begitu baik setelah lama tinggal di Amerika, jadi ia tidak tahu kebiasaan apa yang dimiliki orang Jepang saat menjelang malam tahun baru begini.

Tiba – tiba Kagami teringat akan pesan Hotaru beberapa waktu lalu, buru – buru ia mengambil handphone-nya itu yang berada disaku celananya. Ia mulai mencari kontak Hotaru didalam handphone-nya setelah menemukannya dengan buru – buru juga ia langsung menelepon Hotaru tanpa pikir panjang pula.

Sambil menunggu jawaban dari sambungannya, Kagami berpikir apa yang harus ia katakan kepada Hotaru nanti jika teleponnya ini diangkat. Belum sempat Kagami berpikir tiba – tiba saja sudah ada suara masuk dari sambungannya.

'Moshi – moshi!? Kagami-kun!?'. Suara Hotaru telah terdengar dari sambungannya.

"Hai, Kagami desu. Konnichiwa!".

'Ada apa meneleponku, Kagami-kun?'.

"Apa kau merasa terganggu saat aku meneleponmu, Mikaido?".

'Iie, aku senang Kagami-kun menghubungiku'.

"Yokatta! E-etto, saat malam tahun baru biasanya kau pergi kemana Mikaido?". Kagami sedikit malu saat menanyakan ini kepada Hotaru, tapi untung saja Hotaru tidak tahu karena saat ini ia sedang berbicara dengan Hotaru melalui telepon.

'Ah, soal itu biasanya kami pergi ke kuil saat tengah malam hari nanti. Apakah Kagami-kun tidak memiliki acara saat malam tahun baru nanti?'.

"Iie, maka dari itu aku bertanya denganmu Mikaido".

'Souka, bagaimana kalau Kagami-kun pergi bersamaku ke kuil Sensoji pada tengah malam hari nanti? Atau kita bertemu disana saja?'.

Kagami terkejut mendengar ajakan Hotaru, 'Bagaimana Kagami-kun?'.

Suara Hotaru membuyarkan keterkejutan Kagami, "Hai, kita bisa ketemu disana nanti malam Mikaido".

'Ryokai, aku menunggumu disana Kagami-kun!'. Lalu sambungan itu terputus dengan Kagami yang masih mematung disana.

Kagami Taiga tidak percaya kalau Mikaido Hotaru mengajaknya untuk menghabiskan malam tahun baru bersama, "Kuso! Apa yang harus lakukan saat bertemu Mikaido nanti!?".

.

.

.

Chapter 11 : One Step to Reach You!?

.

.

.

Akhirnya datang juga tanggal 31 Desember, sebuah tanggal yang banyak dinantikan semua orang untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang terkasih mereka. Begitu pula dengan Hotaru atau Kagami yang berencana untuk menghabiskan waktu bersama di kuil Sensoji nanti malam.

Saat ini Hotaru masih berada dikediamannya, ia masih duduk santai di ruang keluarga sambil menonton acara televisi pada siang itu, sampai saat Hotaru tidak menyadari ada orang seorang wanita yang duduk disampingnya.

"Hotaru!". Dengan terkejut Hotaru melihat ibunya sekarang berada di sofa yang sama dengannya, "Okaa-sama? Bukankah katanya hari ini okaa-sama mau pergi ke Korea?".

"Iie, okaa-sama membatalkannya. Lagipula nanti malam okaa-sama ingin kita semua pergi ke kuil bersama. Bukannya sudah lama kita semua tidak pergi sekeluarga, Hotaru?".

Mendengar ucapan dari ibunya, Hotaru hanya tersenyum dan langsung memeluk ibunya dengan erat. Nyonya keluarga Mikaido itu pun membalas pelukan dari putri bungsunya itu.

"Berarti hari ini aku akan memakai yukata baruku untuk pergi ke kuil malam ini! Boleh kan okaa-sama?". Tanya Hotaru penuh harap

"Hai, kau boleh memakai yukata barumu itu". Jawab Tsuruhime sambil tersenyum

.

.

Malam hari pun tiba, Hotaru sudah bersiap – siap menggunakan yukatanya dengan dibantu oleh kakak perempuannya.

"Ano nee~ Seara nee-sama, apakah terlihat bagus saat aku memakai yukata ini?". Tanya Hotaru kepada Seara yang saat itu berada tepat dibelakang Hotaru.

"Menurutmu bagaimana? Kau kan bisa melihat sendiri di depan cermin Hotaru! Lagi pula bukannya kau yang memilih dan membeli yukata ini saat musim panas lalu?". Seara sedikit kesal dengan pertanyaan dari adiknya yang menurutnya tidak berguna itu.

"E-ehh? Kenapa begitu nee-sama? Aku takut nanti terlihat aneh di depan Kagami-kun jika aku memakai yukata yang tak cocok denganku!". Ungkap Hotaru dengan sedikit panik

"Kagami? Dareka?". Tanya Seara

"Dia itu teammates-nya Kuroko-kun yang baru, aku berjanji untuk bertemu dengannya di kuil nanti, nee-sama". Jawab Hotaru

"Sejak kapan kau punya teman laki-laki lain lagi selain Seijuurou atau Aoi?".

"Mou, onee-sama! Memangnya seluruh anggota kiseki no sedai bukan teman laki – lakiku?".

"Kiseki no Sedai itu kan temannya Seijuuro, Hotaru. Kau tidak pernah terlalu dekat dengan mereka kecuali dengan Kise itu".

"E-eh? Aku dekat dengan Kise-kun juga karena Kise-kun menyukai Misaki-chan, nee-sama!". Protes Hotaru dan Seara hanya bersikap cuek menanggapi protes dari Hotaru.

"Hai – hai, Hotaru!".

Tangan Seara dengan cekatan mengikat obi dari yukata Hotaru dan akhirnya selesai juga Seara membantu Hotaru menggunakan yukata-nya.

"Saa, owaritta!". Ucap Seara

"Seara nee-sama, apa benar aku tidak aneh menggunakan yukata ini?". Tanya Hotaru sekali lagi kepada kakak perempuannya itu, Seara hanya bisa mendengus pasrah untuk menanggapi sifat adik perempuannya ini yang kelewat bawel.

"Kau cantik koq menggunakan yukata itu! Aku yakin baik Kagami atau Seijuuro pasti akan terpesona denganmu!". Seara tersenyum

"Huh? Apa maksudmu onee-sama? Bagaimana mungkin Kagami-kun atau Seijuuro bisa terpesona denganku?". Tanya Hotaru lagi

"Yah, terserah padamulah Hotaru! Aku turun duluan yah! Oh ya, jangan lupa gunakan sandal yang tidak sakit dikakimu itu!". Seara pun pergi meninggalkan Hotaru dari kamarnya.

Setelah Seara pergi, Hotaru masih menatap cermin untuk membetulkan riasan dan rambutnya. Ini pertama kalinya Hotaru menggunakan yukata untuk pergi ke kuil saat akan menyambut tahun baru karena biasanya Hotaru hanya menggunakan pakaian casual saja. Saat sudah merasa penampilan terlihat rapi, Hotaru langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang keluarga yang ada dirumahnya.

"Ara~ kau sudah selesai memakai yukatamu Hotaru?". Tsuruhime tersenyum melihat penampilan putrinya itu.

"Hai, okaa-sama. Apa kita akan langsung pergi sekarang okaa-sama?"

"Hai, kita akan langsung berangkat setelah Aoi-kun dan Yuuma-kun datang".

"Yuuma-nii dan Aoi-kun ikut? Lalu Kosaki-san dan Meiko-nee juga ikut?".

"Hai, Yuuma-kun dan Aoi-kun akan ikut. Hotaru tidak tahu kalau kemarin Kosaki dan Meiko pergi berlibur bersama Banri ke Hokaido?".

"E-eh, Banri Oji-sama sudah pulang dari Perancis okaa-sama? Kenapa okaa-sama tidak memberi tahu kepadaku?".

"Hotaru kau ini benar – benar! Okaa-sama sudah mengatakan kepadamu lusa yang lalu kalau oji-sanmu itu akan pulang dan akan menetap di Tokyo kembali".

"Souka". Tak lama kemudian Aoi dan Yuuma berserta Seara telah datang ke ruang tamu.

"Nyonya, ayo kita berangkat!". Ucap Takahashi Yuuma

"Hai". Akhirnya seluruh keluarga Mikaido pergi ke kuil Sensoji bersama – sama.

.

.

Kagami POV

Sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam tepat dan sekarang aku masih berada di shinkansen untuk menuju kuil Sensoji itu. Setelah hampir 15 menit perjalanan, akhirnya aku sampai juga di kuil sensoji.

"Suge na! Baru kali ini aku melihat kuil seramai ini di Tokyo!". Sambil menunggu Mikaido, aku mencari spot yang bagus untuk menunggu Mikaido. Ngomong – ngomong aku belum menghubungi Mikaido itu untuk menunggu dimana saat aku sudah sampai di kuil, lebih baik aku menghubunginya dulu sebelum dia sampai disini.

To : Mikaido Hotaru

Subject : Doumo!

Text : Mikaido, aku sudah sampai di kuil Sensoji sebaiknya aku menunggumu dimana? Soalnya disini ramai sekali!

Setelah mengirim e-mail kepada Mikaido, aku berdiri di pintu gapura yang ada didepan kuil karena menurutku lebih baik menunggu di tempat yang mudah terlihat oleh orang lain.

Dddrttt...dddrtttt...

Saat mendengar handphone-ku berbunyi, dengan cepat aku langsung membuka notif e-mail dari Mikaido.

From: Mikaido Hotaru

Subject :Re: Doumo!

Text : Kagami-kun tunggu di depan pintu gerbang kuil saja, aku sedang berjalan menuju pintu gerbang kuil!

Lalu tanpa aku sadari, aku tersenyum ketika membaca e-mail dari Mikaido. Setelah menunggu beberapa menit, aku bisa melihat Mikaido yang berjalan menghampiriku.

"Kagami-kun! Konbanwa!". Sapa Hotaru sambil tersenyum, sungguh aku tak menyanka dia menggunakan yukata yang sangat cantik dan membuat ia terlihat semakin cantik.

Kagami masih terdiam dan membuat Hotaru sedikit kesal, "Hora Kagami-kun kenapa kau diam saja!? Apa aku terlihat aneh?".

"Ah, gomen Mikaido. Aku tak menyanka kamu akan menggunakan yukata! Kau terlihat cantik Mikaido". Aku berusaha memalingkan wajahku dari Mikaido

"E-eh? Arigatou Kagami-kun! Ayo kita ke kuil sekarang!". Ajak Hotaru dan langsung mengandeng tangan Kagami

"Kau tidak masalah mengandeng tanganku, Mikaido?". Tanyaku sejenak sambil menatap wajah Hotaru, "Iie, tidak masalah koq Kagami-kun!". Jawab Hotaru tersenyum

Kami pun berjalan bergandengan tangan di tengah kerumuman orang – orang yang datang ke kuil Sensoji malam ini, aku merasa jantungku berpacu lebih cepat saat tiba – tiba terhimpit oleh Mikaido.

"Mikaido, kau pergi kesini dengan siapa?". Mikaido menoleh kearahku

"Aku pergi bersama seluruh keluargaku hanya saja mereka sudah masuk lebih dulu ke area kuil Sensoji, memangnya kenapa Kagami-kun?". Aku menatap Mikaido dengan horor

"S-seluruh keluargamu?". Mikaido menatapku kembali, "Memangnya ada yang salah dengan seluruh keluargaku? Lagi pula okaa-sama akan langsung pulang setelah berdoa di kuil jadi aku akan disini dulu sambil melihat kembang api".

"Souka, karena aku sendiri belum siap bertemu dengan ibumu! Aku takut beliau tiba – tiba memarahiku karena aku bersama putrinya".

"Tenang saja, Okaa-sama tak akan marah koq. Lagipula aku sudah bilang kepada okaa-sama kalau aku akan bertemu temanku di kuil Sensoji".

Kagami POV End

.

.

Hotaru POV

Aku dan Kagami-kun berjalan bersama sambil bergandengan tangan menuju ke dalam area kuil setelah sampai di depan kuil, ah lebih tepatnya tempat berdoa untuk tahun baru. Aku dan Kagami-kun sama – sama melemparkan koin dan berdoa bersama.

'Kami-sama, aku mohon kembalikan semua waktu yang menyenangkan bersama Seijuuro-kun, Okaa-sama, Seara-nee, Yuuma-nii, Aoi-kun, Misaki-chan dan juga semuanya. Mungkin aku tidak bisa kembali kepada masa lalu tapi aku ingin melangkah maju bersama Kagami-kun dan juga Seirin, aku ingin sekali lagi mendukung semua orang dari pinggir lapangan dengan olahraga yang paling kita cintai. Aku mohon kabulkan doaku Kami-sama'.

Hotaru POV End

.

.

Saat Hotaru masih berdoa, Kagami memperhatikan Hotaru yang sedang khusyuk meminta harapan kepada Kami-sama hingga membuat Kagami tidak ingin menganggu Hotaru.

Setelah Hotaru selesai berdoa, ia melihat kearah Kagami dan tersenyum. Kagami pun ikut tersenyum saat melihat Hotaru, "Sudah selesai berdoanya Kagami-kun? Mau menarik pita* bersama?". Tawar Hotaru

Mendengar tawaran dari Hotaru, wajah Kagami hanya bisa memerah seperti tomat. "Yeah, bolehlah".

Setelah mendengar jawaban dari Kagami, akhirnya mereka berdua menarik pita bersama yang ada dikuil itu. Namun tanpa mereka berdua sadari ternyata Akashi Seijuuro juga datang ke kuil Sensoji seorang diri dengan menggunakan mantel coklatnya ia berdiri di dekat stand yang ada di kuil Sensoji.

'Hotaru, mungkin saat ini kau sulit untuk kembali kepelukanku tapi aku pasti akan menjadikanmu milikku lagi'. Batin Akashi

Akashi Seijuuro hanya bisa menatap dengan tatapan intimidasi kearah dua anak manusia berbeda jenis kelamin itu, ia tak mungkin tiba – tiba menghajar Kagami didepan Hotaru bisa – bisa Hotaru makin membencinya dan menghindarinya.

Teng...Teng...Teng...

Gema suara lonceng telah berbunyi menandakan awal tahun baru telah dimulai untuk menapaki masa depan yang lebih baik. Tak lama setelah lonceng berbunyi, muncullah gemercik cahaya kembang api untuk menghiasi awal tahun baru itu.

Akashi Seijuuro hanya bisa melihat kembang api itu dengan tatapan sulit diartikan, karena biasanya saat dulu ia masih sering bersama Hotaru, ia sering melihat kembang api bersama.

Mungkin benar, saat ini Akashi memang tidak bisa memilikinya tapi ia juga akan mencoba untuk memperbaiki segalanya yang pernah ia perbuat dulu. Akashi tak bodoh dan tidak lupa dengan apa yang ia katakan kepada Hotaru dulu.

Tanpa Akashi sadari sendiri, Midorima Shintarou dan Takao Kazunari melihat Akashi sedang berdiri di stand makanan yang ada di kuil Sensoji.

"Are Shin-chan~ bukannya itu Akashi dari Rakuzan?". Tanya Takao sambil menunjuk kearah Akashi, Midorima pun melihat Akashi dengan sedikit terkejut.

"Sepertinya itu Akashi nanodayo. Tapi apa yang ia lakukan disini? Bukan berarti aku peduli juga nanodayo". Ucap Midorima sambil membetulkan kacamata-nya yang tidak melorot sedikitpun dari hidungnya.

"Nee~ Shin-chan, bagaimana kalau kita pergi menghampiri Akashi?". Tanya Takao

"Takao lebih baik tak usah nanodayo!". Jawab Midorima cepat namun Takao sudah lebih dulu pergi menghampiri Akashi.

"Akashi!". Panggil Takao, Akashi terkejut ketika ada seseorang yang memanggil namanya itu, lalu ia menoleh ke arah manapun dan disana ia melihat point guard Shuutoku yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.

"Takao?". Ucap Akashi, Takao pun Cuma tersenyum. "Akashi kau sedang ada di Tokyo?".

Akashi menghela nafas sejenak, "Hai, aku sedang liburan di Tokyo. Kau bersama dengan siapa kesini, Takao? Midorimakah?".

"E-eh hebat sekali kau Akashi bisa tahu kalau aku kesini dengan Shin-chan". Takao tertawa terbahak – bahak, "Lalu dimana Midorima?".

Takao menunjuk ke arah selatan dimana Midorima sedang membeli jimat, "Itu Shin-chan ada disana Akashi!". Manik ruby Akashi menatap Midorima lalu tak sengaja Akashi menangkap sosok Hotaru yang kebetulan juga berada di stand jimat itu.

"Takao, lebih baik aku pulang dulu. Sampaikan salamku kepada Midorima!". Titah Akashi lalu Akashi segera pergi meninggalkan kuil Sensoji tersebut, ia tak mau ada reuni bodoh yang nantinya akan ada yang membuat pertanyaan dari mulut Midorima atau Takao dengan perubahan sikap Hotaru kepada Akashi.

.

.

Tap..Tap..

Akashi berjalan dengan cepat menuju mobilnya, ia pun masuk ke dalam mobil. Sopir pribadinya hanya bisa menatap heran kenapa wajah tuan mudanya ini selalu terlihat badmood ketika pergi ke manapun atau setelah pergi dari manapun.

"Seijuuro-sama, apakah Anda langsung ingin pulang?". Tanya sang supir

"Hai, aku ingin segera pulang dan tidur. Tolong berkendara lebih cepat Suzuki-san!". Jawab Akashi lalu mobil itu pun berjalan sesuai dengan kecepatan yang Akashi inginkan.

Akashi Seijuuro menatap langit malam di awal tahun baru melalui jendela kaca mobilnya, ia tahu kalau saat ini dirinya sedikit pengecut mungkin dia lebih suka jika yang bertindak ini adalah dirinya yang satu lagi pasti bisa membuat Hotaru mengerti tapi karena dirinya yang satu lagi pula Akashi Seijuuro juga kehilangan Hotaru.

'Hotaru, apa saat ini kau sedang menguji perasaanku?'.

Batin Akashi

TBC...

Note : Haloo Ichi balik lagi! Pokoknya special thanks buat yg udah kasih pencerahan ke Ichi, mulai saat ini Ichi bakal usahain update kilat hehe.. pokoknya jangan lupa RCL Minna-san! Lalu Mohon Maaf lahir Batin Minna! Sampai jumpa di chapter selanjutnya *bow*

Pita* : maksud Ichi itu lho kain panjang yang ada dikuil yang bisa buat di tarik n goyangin Ichi ga tau namanya apa *sedih*