"Love Therapy" ( chapter 11 )
Jun 2, '11 10:58 PM
untuk semuanya
Author : Ladea Vesia
Title : Love Therapy
Chapter : 11 ( Eleven )
Rating : 16+
Genre : Romantis, Komedy,.Angst
Fandom : Suju, Shinee,...
OFC : Haneul, Hyun Ah, Jewon
Discalimer : Ini cerita asalnya dari gua jadi jangan pada protes!
Back Song : SNSD-OH!...dan SUJU-its You!
"Setiap orang memiliki pilihan hidupnya masing-masing bukan, dan setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, dan dalam percintaan pasti akan selalu ada duka!..Dan jika ada duka maka akan ada luka dan luka itu juga harus disembuhkan,..hanya saja cara penyembuhannyalah yang belum kita ketahui"
Chapter 11
Heechul terdiam sejenak "Bagaimana jika Minho ingin bersaing dengan Donghae dan berusaha menyingkirkan Donghae?"
"Itu yang aku takutkan!" ucap Haneul lirih
"Bagaimana jika itu terjadi?"
"Aku akan semakin cepat membuat Minho melupakan semuanya!"
"Apa hanya ada cara itu?"
Haneul menghela nafas "Semuanya harus aku tanggung sendiri, ini kesalahanku karena dulu aku pernah meminta bantuan kepada Minho!"
"Sepertinya kau memiliki rasa pada Minho?"
"Entahlah, mungkin juga begitu, Minho orang mau mengerti menurutku, tapi dia berubah seiring waktu berjalan dan aku membencinya sekarang!" Haneul menatap sedih kearah Heechul.
Heechul berjalan mendekati Haneul dan memeluk gadis itu.
~0~
-ting-tong-ting-tong-
Minho berlari menuju pintu begitu mendengar bel rumahnya berbunyi, kebetulan ibunya sedang tidak dirumah dan dia sendirian.
"Sebentar!" sahut Minho segera membukakan pintu "Ada ap,..." kata-kata Minho terhenti saat melihat Donghae yang berdiri didepan pintu "Mau apa kau?"
"Aku ingin berbicara padamu!" ucap Donghae menahan pintu yang akan ditutup oleh Minho
Minho menyipitkan mata menatap Donghae "Aku tidak mau berbicara denganmu, aku tau kau kemari karena perintah Haneul!"
"Tidak,..sama sekali bukan karena Haneul!" elak Donghae setengah berteriak "Aku ingin berbicara antar pria saja denganmu!"
Minho terdiam untuk berpikir sejenak tapi akhirnya ia mengangguk dan pergi bersama Donghae meninggalkan rumahnya dan mengobrol di pinggir sungai dekat rumah Minho.
"jadi apa yang mau bicarakan?" tanya MInho terdengar tidak terlalu berminat.
Donghae menghela nafas "Baiklah, aku hanya ingin mengatakan kepadamu kalau aku menolak menjadi patner Haneul dan kau boleh menjadi patnernya jika kau mau!" ucapnya tanpa menatap Minho.
Minho terdiam sejenak kemudian tertawa garing "Kau pikir aku ini apa? anak kecil yang mengambek dan kau memberikan begitu saja apa yang kau punya supaya aku berhenti mengambek?" serunya "Kau bercanda!"
"Aku sama sekali tidak bercanda!" ucap Donghae menoleh kearah Minho tidak percaya "Aku juga tidak menganggapmu anak kecil,..ini adalah keputusannku! sudah cukup aku dipermainkan dengan masalah hyun Ah!"
"Hahaha,..kau pikir aku akan percaya begitu saja! Cih, aku bukan orang bodoh,..!" seru Minho
"Dan aku tidak pernah menganggapmu bodoh!" ucap Donghae cepat "Ini adalah keputusanku, aku sudah muak di bohongi oleh temanku sendiri dan orang yang akhirnya aku percaya, pada kenyataannya Hyun Ah belum pergi!"
Donghae berdiri dari duduknya di rumput "Aku sudah memutuskan menolak menjadi patner Haneul, dan aku tidak mau jika harus hidup abadi!"
Minho ikut berdiri "Kau itu bodoh!"
"ya aku bodoh, karena itu semua orang menipu dan membodohiku dengan mudah!"
"Kami tidak membodohimu,..semua terjadi begitu saja!"
Donghae tergelak "Kau itu memang sangat pandai berakting!"
"Aku sama sekali tidak berakting !" ucap Minho menatap tajam Donghae "Dan kami tidak pernah mencoba membohongimu, Haneul sudah sangat bersusah payah apa kau tidak paham?"
"Memang apa peduliku, bahkan aku tidak mengenalnya!" Donghae mencela.
Minho menggelengkan percaya "Aku tahu, memang sudah seharusnya kau mengundurkan diri,..yang Haneul butuhkan adalah kepercayaan bukan penghinaan!"
Minho pergi meninggalkan Donghae yang terus memanggil-manggil dan menghinanya, tapi Minho sama sekali tidak menggubris Donghae sama sekali dan terus melangkah pergi. Minho merasa dirinya bodoh karena telah merasa tersaingi oleh orang bodoh macam Donghae,..dia harus meminta maaf pada Haneul.
~0~
"Sial, seenaknya saja dia pergi, dia pikir dia hebat?" umpat Donghae kesal dan beranjak pergi meninggalkan tempat ia berada, tapi langkahnya terhenti saat melihat Hyun ah berdiri tak jauh dari tempat itu.
Hyun Ah terdiam menatap Donghae, ia sama terkejutnya bertemu dengan Donghae di tempat itu. Ia baru saja pulang dari rumah sakit tempat Yoora dulu dirawat karena kebiasaan Yoora dan ia berusaha menyesuaikan.
"Donghae?" seru Hyun Ah.
Donghae terdiam menatap Hyun Ah.
"Maaf, sepertinya kau tidak suka, sebaiknya aku pergi!" kata Hyun Ah dan melanjutkan perjalannya.
"Jadi kau menikmati semuanya ya? menikmati menyiksaku dengan muncul sebagai orang lain?" ucap Donghae saat Hyun Ah lewat didepannya dan membuat gadis itu berhenti didepannya.
"Apa maksudmu?" tanya Hyun Ah tidak mengerti.
"Hah? kau itu pura-pura tidak tahu atau benar-benar bodoh?" cela Donghae.
-PLAK-
Sebuah tamparan melayang ke wajah Donghae, bukan dari Hyun Ah, melainkan dari seseorang yang membuat Donghae membelalakkan mata karena kemunculan orang yang di kenalnya tersebut. Hyun Ah membekap mulutnya melihat apa yang terjadi dan segera menjauhkan orang itu dari Donghae.
"CUKUP!" teriak Leeteuk "CUkup Donghae,..sudah banyak yang tersakiti!"
"Leeteuk,..apa maumu? kau mau membela mereka?" seru Donghae merasa tesakiti "Aku tidak suka semua orang membohongiku!"
"TIDAK ADA YANG MEMBOHONGIMU SELAMA INI!" seru Leeteuk "Dan satu-satunya orang yang membohongimu justru aku!"
"apa maksudmu?"
"Aku tidak bisa menjelaskan!" ucap Leeteuk dingin "Tapi kau perlu tahu kalau selama ini kau sendiri yang tidak peduli dengan orang lain, jadi bukan salah mereka jika kau tidak tahu!"
Donghae terdiam menatap Leeteuk tidak tahu apa maksud temannya itu.
"Hyun Ah pulanglah!" pinta Leeteuk
"Tapi?" Hyun Ah bermaksud menolak.
"Pulang!" perintah Leeteuk dan Hyun Ah segera mematuhinya dan pergi dan meski harus menoleh berulang kali.
"Ayo kita hilangkah kekesalanmu!" ucap Leeteuk nyengir sambil meninjukan tangannya ke udara.
~0~
"HANEUL! HANEUL..keluarlah!" teriak Minho didepan rumah Haneul.
Haneul yang sedang membaca buku menemani Heechul yang harus mengerjakan laporan tentang dance moderen saling pandang mengerutkan dahi.
"Kau mendengar suara Minho?" tanya Haneul pada Heechul.
"Kurasa!" sahut Heechul
"HANEUL,..KELUAR! AKU MAU MEMINTA MAAF!" teriak Minho lagi.
Tanpa banyak pikir panjang lagi, Haneu dan Heechul segera berlari keluar rumah dan mendapati Minho berdiri di luar gerbang dan tersenyum kearah mereka membuat Haneul dan Heechul saling pandang kemudian mengangkat bahu tidak mengerti.
"Ada apa kau kemari?" seru Heechul yang masih berdiri didekat pintu.
"Aku hanya ingin meminta maaf!" balas Minho "Aku benar-benar bodoh sudah melakukan semua ini merasa tersingkir,..aku hanya ingin meminta maaf!"
Haneul terlihat ragu "Kau sudah berbicara dengan Donghae?" tanya Haneul.
MInho terdiam kemudian tersenyum dan mengangguk "Kurasa aku ini orang bodoh sedunia,..aku orang egois, dan aku tahu aku salah!"
"baguslah!" ucap Haneul "Sekarang kau bisa pergi!"
"Hee,..sekarang kau mengusirku setelah aku meminta maaf?" Minho mengerucutkan bibir tidak suka "Kau pikir rumahmu dekat?"
"Aku tidak menyuruhmu kemari!" ucap Haneul tersenyum geli "Aku tidak mau ada masalah!"
"Tapi Heechul ada disini!"
"Dia itu saudaraku,..memang kenapa?" Heechul menyela.
"Pe-ni-pu-an!" cela Minho.
Ketiganya tertawa bersama.
~0~
"Kau mau membunuhku ya? hampir saja aku masuk rumah sakit!" seru Donghae memukul kepala Leeteuk saat mereka berada di akademi Meong dengan wajah keduanya penuh plester dan lebam.
"Donghae? apa yang terjadi pada wajahmu?" seru Sungmin keheranan "Leeteuk juga?"
Donghae mengerling Leeteuk kemudian keduanya tersenyum dan saling merangkul.
"Ini masalah antar sahabat!" ucap keduanya bersamaan.
"Pertemanan yang aneh!" komentar Sungmin membuat Kangin dan Kyuhyun tergelak.
"Wah sepertinya Minho sudah baikkan!" komentar Yesung membuat semua anak menoleh kearah tempat Minho dan Haneul duduk bersama Yesung dan dua orang lainnya.
Donghae dan Leeteuk memperhatikan mereka yang terlihat mengobrol ceria, entah kenapa ia masih merasa tidak suka dan memilih untuk duduk dan memakan makan siangnya. Leeteuk menaikkan satu alisnya kemudian berjalan kearah mereka.
"Hey kau, ikut!" seru Leeteuk pada Heechul dan langsung menyeret cowok cantik itu.
"Yaa,..kau mau apa?" seru Heechul kebingungan saat Leeteuk tiba-tiba mendudukkannya disebelah sungmin dan Leeteuk duduk disebelah Donghae.
Heechul menatap Sungmin yang menatapnya tidak suka dan menjauh tapi kemudian ia menyadari wajah Donghae dan Leeteuk.
"Yaa,..ada apa dengan wajah Kalian?" serunya menarik wajah Donghae dan Leeteuk "Kalian di pukuli orang?"
"Bukan urusanmu!" ucap Donghae sinis dan menyingkirkan tangan Heechul.
"Kau pikir aku tidak peduli, aku ini temanmu!" ucap Heechul berkacak pinggang.
"terserah aku mau mengatakan apa!" ucap Donghae tidak suka.
Pada akhirnya Heechul mengomel di meja membuat Sungmin marah dan mereka berdua beradu mulut sangat hebat dan hanya berhasil di pisahkan oleh satpam akademi dan mendapatkan hukuman dilarang ke kantin akademi selama satu minggu karena membuat keributan...==;
Donghae kembali kekelas dan melihat Siwon terdiam melamun disudut ruangan.
"Siwon? kau baik-baik saja?" tanya Donghae menepuk pundak Siwon.
Siwon menoleh dan tersenyum kemudian menggelengkan kepala "Aku baik-baik saja!"
"Sepertinya ada yang kau pikirkan?" Donghae tidak percaya begitu saja "Apa ini masalah Hyun Ah?"
Senyum Siwon menghilang dan ia mengalihkan padangannya kembali keluar jendela "Aku masih belum bisa melupakan Hyun Ah, semakin aku berusaha melupakannya maka aku semakin sedih!"
Donghae mengigit bibir bawahnya "Apa Hyun Ah sangat berarti untukmu?"
"Dia sangat berarti untukku, aku hanya merasa semua ini tidak nyata!" Siwon menghela nafas.
Donghae hanya diam mendengarkan semua cerita Siwon, ia sama sekali tidak tahu harus berkomentar apa.
~0~
Minho melangkahkan kakinya menuju ruang pentas drama akademi Meong. Malam itu bulan purnama bersinar terang, ia berjalan sendirian, ia sudah membulatkan tekat untuk memberitahu malaikat yang menemuinya kemarin.
"Akhirnya datang juga?" ucap Jewon tersenyum menatap Minho.
"Aku kemari untuk menolak tawaranmu!" ucap Minho.
Jewon tergelak "Kurasa kau sudah tidak bisa membatalkannya lagi!"
"Apa maksudmu?" tanya Minho terkejut.
"Kau sudah datang kemari dan berarti kau menyetujui untuk menyingkirkan Donghae!"
~0~
For All : Akhirnya jadinya malah seperti ini,..==,..
