Chapter 11
" semua sudah pemanasan?" tanya Kris pada Tao. Tao pun mengangguk mengiyakan.
"baiklah, untuk sekarang tim A dengan tim C. Ingat,saya akan melihat team work kalian. Jadi,langsung di mulai." ucap Kris dan lamgsung meniup peluit. Nampak para adik kelas yang merupakan tim A dan C langsung memposisikan diri.
Permainan pun dimulai ketika Kris meniupkan pluit yang kedua kalinya.
"hey, ku pikir kita harus berbicara." ucap Tao.
" memangnya kenapa?" tanya Kris,sambil menepi dari lapangan dan mendudukan diri.
"ini masalah dirimu." sambil ikut mendudukan diri Tao pun memulai perbincangan.
"huh? Aku? Kenapa?" Kris hanya bisa bertanya seperti orang tolol.
"kau suka Baekhyun kan? Dia tidak akan menerima mu jika kau sendiri memaksanya. Bukannya membuat dia nyaman justru kau menjadi monsternya." To the point Tao panjang lebar. Sebenarnya dia kasian pada Baekhyun karena menurutnya cinta itu didasari oleh ketulusan bukan pemaksaan.
"apa selama ini kau mengikuti ku?" tanya Kris.
"hm,kalau dipikir pikir. Iya,aku mengikutimu." ucap Tao, sontak Kris langsung terkejut.
"atau lebih tepatnya aku mengikuti Baekhyun" sambung Tao datar.
"sial!"
"tenang bro,aku tidak akan merebut kekasih mu. Aku mengaku aku kalah jika harus bertanding dengan mu. Jadi,aku hanya bisa menitipkan Baekhyun pada mu. Tolong jangan buat dia menangis lagi Kris. Kumahon." ucap Tao sungguh sungguh. Memang,siapa lagi yang tidak tertarik pada Baekhyun? Anak yang lucu,periang juga lumayan pintar dan tidak banyak ulah. Dan jangan lupakan eyes smilenya yang lucu,belum lagi Baekhyun yang selalu tersenyum juga tertawa karena candaan Chanyeol.
"baiklah. Jika itu mau mu. Apa aku tampak menyeramkan?" tanya Kris dengan tidak niat.
" bahkan Baekhyun sering menangis di hadapan mu. Bukan kah itu sebuah cermin? Cobalah untuk lebih halus lagi Kris." ucap Tao.
"aku akan mencobanya" ucap Kris dan langsung berdiri menyelesaikan acara latihannya. Ya,moodnya sedang jelek sekarang.
.
.
.
.
.
Kris berada di halte bus saat ini. Duduk sendiri merenungi apa yang teman nya tadi sampai kan. Ya,mungkin untuk meluluhkan hati Baekhyun ia harus lembut dan selalu membuat Baekhyun tertawa,bukan ketakutan. Baekhyun sudah jadi miliknya,dan ia harus mengubah sikap nya pada Baekhyun agar menerimanya.
Kris menganggukkan kepalanya sendiri,memantapkan bahwa ia akan mengubah sikapnya pada Baekhyun,walau memang dasarnya sikap Kris suka kasar tapi ia akan berubah demi Baekhyun.
Langit yang berwarna abu-abu,siap untuk menurunkan air. Kris berniat akan cepat pulang agar tidak kehujanan. Tetapi terlambat,hujan lebat telah turun.
"ck,hari yang sial" ucap Kris sambil menatap derasnya hujan.
Kris hanya duduk sambil melamun, ponselnya kini telah kehabisan batrai dan ia tidak membawa powerbank.
Hujan semakim lebat. Saat itu juga Kris semakin kebosanan. Ia hanya bisa duduk dan menatapi butiran butiran air hujan yang jatuh dengan cepat.
Bruk.
"Baekhyun?" tanya Kris karena melihat Baekhyun yang ikut bergabung dengan Kris di halte bus. Keadaan Baekhyun sudah basah,sangat basah. Pasti ia hujan hujanan pikir Kris.
"jangan mendekat,aku benci kau" ucap Baekhyun jujur,dan semakin menjauh dari Kris dan merapat ke belakang halte.
Kris hanya menatap Baekhyun,mengamati keadaan Baekhyun sebenarnya. Rambut,baju,celana,juga sepatu Baekhyun telah basah dan bibir nya sudah mulai membiru. Hanya saja tadi Baekhyun tidak ingin ia mendekatinya,jadi Kris putus kan diam saja seprti orang tidak kenal. Ia melupakna Baekhyun sebagai kekasihnya sementara.
Tapi setelah beberapa menit Kris tidak bisa untuk khawatir dengan ke adaan Baekhyun. Kris tau Baekhyun tidak kuat dengan dingin.
Dengan cepat Kris membuka tas sekolahnya dan mengambil hoodie ekskul basketnya.
"kenapa?" tanya Baekhyun dengan dingin.
"lepas baju mu, dan ganti dengan hoodie ku" ucap Kris. Namun Baekhyun hanya menatap Kris dengan takut karena menyangkut baju.
" aku akan ke pojok. Aku tidak akan berbuat macam macam" Kris memberikan hoidienya dan langsung ke pojok halte dengan menghadap ke jalan.
Baekhyun terdiam di tempat,menatap tetesan air yang jatuh dari bajunya. Ia telah basah kuyup. Cukup lama Baekhyun menatap hoodie Kris,hampir 7 menit yang lalu dan Kris masih menghadap ke jalan raya. Hujan semakin deras bukannya mereda.
Akhirnya Baekhyun mengganti baju sekolahnya dengan hoodie milik Kris.
" terima kasih" ucap Baekhyun pelan. Setelah mendengar nya Kris berbalik. Ingin rasanya Kris tertawa,karena Baekhyun nampak tenggelam dengan hoodie miliknya. Tapi ia urungkan,takut jika Baekhyun marah.
"ya,sama-sama" setelahnya Kris duduk diikutin dengan Baekhyun dengan jarak yang sangat jauh,ujung ke ujung.
"kenapa kau hujan-hujanan?" tanya Kris sambil menatap Baekhyun.
" tadi ada barang ku yang tertinggal" ucap Baekhyun pelan. Sejujurnya Baekhyun ingin pergi saja,tapi sayang ia tidak kuat dengan kedinginan. Bisa bisa ia pingsan kedinginan di jalan.
" jangan diulangin lagi. Maksudku jangan di ulangin hujan-hujanan jika kau tidak kuat dingin." ucap Kris.
Ingin rasanya Baekhyun tidak menjawab semua perkataan Kris,tapi ia takut jika Kris marah karena ia sudah menjadi pacaranya dari pada ia nanti kena dampak negatifnya.
"ya." itulah jawaban Baekhyun.
"boleh aku mendekat?" tanya Kris. Baekhyun berpikir,kenapa harus bertanya. Biasanya juga Kris melakukan sesuatu semua nya tanpa memikirkan orang lain.
Baekhyun menggeleng,itulah jawaban dari Baekhyun. Dan Kris mengangguk,mengerti. Ingin sekali rasany Kris memeluk Baekhyun agar tidak kedinginan tapi Baekhyun sendiri tidak mengijinkanya.
Bunyi panggilan masuk dari hp Baekhyun. Baekhyun sempat menatap Kris,tapi Kris nampak tidak peduli. Jadi Baekhyun mengangkat panggilan itu. Dari hyungnya.
"halo?"
"baek! Nenek masuk rumah sakit. Appa dan eomma langsung ke busan,kunci rumah ada di bibi Na" ucap Hyungnya.
"tunggu! Bagaimana dengan hyung?"
" hyung sedang penelitian di Fukaoka,bulan depan pulang."
"kenapa tiba-tiba? Aku sendirian di sini?" tanya Baekhyun hampir menangis.
" ini semua di luar dugaan Baekhyun. Do'akan saja nenek semoga baik-baik saja. Hati-hati dirumah Baek,kau sudah besar. Bye"
"hyung:(" ucap Baekhyun. Tepat setelah di tutup panggilannya hpnya mati kehabisan batrai. lengkap sudah.
Baekhyun menyimpan hpnya dengan lemas. Perasaanya campur aduk,ia khawatir pada neneknya tapi ia juga takut di rumahnya sendiri.
Kris melihat perubahan wajah Baekhyun. Ingin ia bertanya namun ia urungkan.
"aku akan mengantarmu" ucap Kris.
Baekhyun menganggukan kepalanya dan berguman 'baiklah'
Baekhyun sebenarnya sangat sangat tidak suka pada Kris. Tapi ia sudah terlalu lelah melawan Kris,ini terlalu ekstrim. Ia akan mencoba mengikuti arus permainan Kris.
Pertahanan Kris untuk tidak memeluk Baekhyun runtuh. Ia terlalu gemas dan juga ingin memberi kehangatan untuk Baekhyun. Baekhyun yang di peluk Kris hanya terdiam,mencoba mengikuti semua yang di inginkan Kris.
"kau terlalu dingin Baekhyun"
Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan. Hangat. Itu yang di rasakan Baekhyun saat Kris semakin mengeratkan pelukannya.
'ini hangat' batin Baekhyun,tanpa sadar Baekhyun semakin menenggelamkan tubuhnya pada Kris untuk mencari kehangatan lebih. Kris yang mendapat respon baik tersenyum lebar,mulai sekarang ia akan lembut pada Baekhyun. Demi Baekhyun..
.
.
.
.
.
.
Kris sedang menonton TV di ruang keluarga rumah Baekhyun. Sebenarnya Kris ingin pulang,tapi saat ia sedang mengantarkan Baekhyun ke rumah tiba -tiba saja hujan lebih deras.
Baekhyun sedang mandi,membuat Kris kebosanan. Iseng-iseng ia ke dapur,mencari sesuatu yang bisa di masak ataupun di makan.
Tidak ada apa-apa,hanya ada nasi sisa tadi pagi mungkin? Dengan persedian kimchi yang lumayan banyak dan mie instan.
'baiklah' gunam Kris mulai memasak. Bukan membuat makanan yang susah jika hanya membuat nasi goreng kimchi dengan mie instan juga susu hangat.
Beberapa menit,Baekhyun keluar dari kamar mandi. Dan langsung di sambut dengan bau masakan yang enak. Mungkin karena ia lapar jadi enak? Entah lah.
Terlihat Kris yang sedang sibuk di dapur. Dengan pelan Baekhyun menghampiri Kris,dan muncul tiba tiba di samping Kris membuat Kris sedikit kaget.
"baunya enak,ayo cepat! Aku lapar" dengan ceria Baekhyun berlari ke arah meja makan dan duduk dengan manis. Rasa bencinya meluap begitu saja karena Kris memasak untuknya. Andai tidak ada Kris,ia akan makan apa? Menyalakan kompor saja tidak berani.
Kris hanya bisa tertawa kecil melihat Baekhyun yang dengan lucunya duduk di kursi meja makan,dan menatapnya dengan penuh harapan.
"ini dia! Nasi goreng setengah gosong untuk mu" Kris menyodorkan sepiring nasi goreng kimchi yang benar adanya,lumayan gosong.
Baekhyun menatap Kris kaget. Bagaimana bisa gosong? Pikir Baekhyun.
"ini mie,dan juga susu. Ayo makan,jangan sampai kau sakit karena tadi kau kehujanan" Kris tersenyum tipis merasa tertawa dengan sikapnya yang halus. Jujur dia masih belum terbiasa dengan sikap basa basi ini.
Senyum Kris lebih melebar ketika Baekhyun mengangguk dan tersenyum tulus,lalu memakan masakannya dengan lahap.
"enak?"
"ini enak! Huh? Kau tidak makan?" tanya Baekhyun karena memang hanya di bagian dia saja yang terdapat banyak makanan. Sementara meja bagian Kris hanya ada segelas susu.
"aku hanya ingin susu"
"hm,baiklah." Baekhyun melanjukan makannya,dengan kaki yang di ayun ayunkan dan sesekali kakinya menendang udara. Memang kursi meja makannya tinggi,membuat kaki Baekhyun melayang.
Drtt drttt
"hp ku menyala. Aku lihat dulu." Kris bahkan meminta izin terlebih dahulu. Membuat Baekhyun mengangguk dan sedikit tidak suka ketika Kris mengusak rambutnya. Karena ia masih lah normal,tidak suka di perlakukan seperti itu.
"ya,hallo"
"..."
"tidak,untuk apa?"
"..."
"kenapa harus?"
"..."
"ck,besok kalau begitu. Hari ini tidak ada waktu."
"..."
"hm,iya. Ku serah kan padamu"
Kris menyelesaikan acara telponnya,dan mendudukan diri di sofa ruang keluarga. Sambil mencas hpnya,ia tampak sibuk sekali. Sampai tidak menyadari bahwa Baekhyun di sampingnya.
Kalau di pikir-pikir lagi,Baekhyun ingin mengusir Kris. Tapi,ia ketakutan di rumah sendirian,tapi juga ia tidak suka Kris. Apa ia lebih baik ia menginap di rumah Chanyeol? Rumah Chanyeolkan selalu sepi. Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya, merasa benar dengan ide menginap di rumah Chanyeol.
"sibuk?" tanya Baekhyun pada Kris. Jujur Baekhyun penasaran dengan wajah serius Kris.
"hm,sebentar sayang"
Tanpa di ketahui Kris atau tahu? Baekhyun memasang Raut wajah jijik ketika Kris bilang 'sayang'. Marah sebenarnya Baekhyun,tapi kali ini ia tidak akan membuat masalah dengan Kris. Ingat! Ini di rumahnya yang hanya ada dia dan Kris. Mungkin bisa saja Kris berubah sewaktu waktu dan melakukan hal yang tidak di inginkan.
Merendam kemarahannya dengan cara menaikan kakinya di sofa,menonton TV lebih fokus berusaha mengabaikan Kris. Ya,Baekhyun berhasil mengabaikan Kris karena dia sekarang tertidur dengan pulas.
Kris yang sudah selesai dengan urusan di hpnya memusatkan perhatiannya pada Baekhyun,tapi seketika terdiam karena Baekhyun sedang tertidur.
"kenyang huh?" gunam Kris sambil memposisikan tidur Baekhyun menjadi terlentang di sofa,menyusung bantal agar Baekhyun nyaman.
"akuilah aku sebagai pacar mu,Baekhyun. Ku mohon"
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
ya! sesuai dengan riview, saya buat yang panjang! semoga memuaskan /
cerita yang seru bukan?
tetep ikuti Cerita You and Me ini ya! karena akan ada surprise dalam cerita yang akan datang!!
salam kenal!
