Second Life
Disclaimer: Naruto & Highschool DxD is not Mine
Second Life is Mine
Kreator : Kirigaya O and Akbar Yassin (fb: Dwi Yagami)
Pairing : Naruto x Akeno x ?
Warning : OOC, OC, NEW DIMENSION, TYPO, SKS (sistem kebut sehari), Character NARUTO from Fanfic 'Son Of the Oracle'.
Summary : Di pindahkan ke Dimensi lain di karenakan kalah dalam peperangan besar. 8 'Monster' mengorbankan nyawanya untuk mengirim jiwa inangnya untuk hidup kembali.
Kirigaya present...
.
.
.
Chapter 11: Changing The Story
.
Hari senin pun sudah tiba. Semua remaja dan anak-anak menjalani kembali kegiatan pokok mereka, sekolah. Tak luput dari itu, seorang pemuda bersurai kuning bagai mentari dan mata kiri saphirenya yang bagaikan luasnya samudra itu sedang berjalan bersama dua orang gadis di samping kiri dan kanannya.
Gadis yang sebelah kiri, tubuhnya agak sedikit pendek dari sang pemuda. Tingginya sekitar dada sang pemuda, memiliki rambut hitam panjang yang hampir melebihi pinggangnya, mata yang bagaikan ruby, dan kulit putih saljunya itu bisa membuat para lelaki terpikat karenanya. Dia adalah Yuri, adik angkat Naruto. (fisiknya seperti 'Seira Amatsuka' dari anime GJ-bu).
Dan yang di sebelah kanan adalah seorang idola dari Kuoh akademy, salah satu dari dua gadis dengan julukan 'Onee-sama' di sekolahnya. Dialah Akeno, seorang gadis bersurai dark blue dengan gaya ponytail, mata violet yang menghipnotis, dan kulit mulus tanpa cacat menjadi idola para lelaki manapun.
Mereka bertiga saling berjalan bergandengan. Yuri yang menggenggam tangan kiri Naruto, sedangkan Akeno memeluk tangan kanan Naruto.
"hey Akeno, apa kau tidak malu memeluk lenganku seperti itu. Kalau Yuri sih masih mending, karena dia memang adikku." Naruto melirik Akeno dengan tatapan datarnya.
"emm, untuk apa aku malu Naruto-kun. Aku hanya melakukan ini kepada orang... yang... ku... su-" ucapan Akeno terpotong ketika seseorang menyapa mereka dari belakang.
"Ohayou~" Naruto, Yuri, dan Akeno menoleh, dan yang terlihat adalah sosok Kiba dan Koneko yang berjalan bersama.
Tapi yang Naruto lihat dari Kiba adalah ekspresi yang sama seperti kemarin. Tatapan yang penuh dendam dan kebencian, sedetik kemudian Kiba mengganti ekspresinya seperti semula, menjadi ramah. Naruto kemudian melanjutkan perjalanannya ke sekolah, meninggalkan Yuri dan Akeno yang berbincang-bincang bersama Koneko.
Sesampainya di kelas, Naruto meletakkan tasnya dengan kasar di bangkunya dan kemudian tersungkur di atas mejanya. Issei yang melihat itu pun merasa heran, dengan sebuah pena di tangan kanannya, Issei mengetuk-ngetukkan pena itu di puncak kepala Naruto. Membuat Naruto kesal.
"enggh... ada apa sih Issei, kau pagi-pagi sudah menggangguku."
"tidak ada apa-apa Naruto-san, tumben saja sikapmu hari ini seperti orang bosan hidup."
"yah... aku sekarang memang bosan hidup, apakah kau mau membunuhku?" ucap Naruto dengan nada sangat malas.
"ti-tidak kok Naruto-san hehehe, dan ngomong-ngomong soal Kiba." Raut wajah Issei berubah serius.
Naruto bangkit dan bersidekap dada, "pagi ini aku melihatnya sekolah, tapi aku masih melihat tatapan kebenciannya. Sesuatu yang sangat lumrah jika seseorang tidak akan gampang melupakan dendam miliknya, hal sama yang juga terjadi padaku." Tatapan Naruto berubah serius.
"memangnya, hal apa yang pernah ter-" ucapan Issei terpotong oleh suara bel masuk sekolah, "kita lanjutkan nanti Naruto-san." Naruto hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dan semua berjalan seperti biasanya. Issei yang sibuk dengan pikiran mesumnya, dan Naruto yang tengah terlelap di tengah-tengah pelajaran berlangsung (ini kelakuan Author pada waktu sekolah dulu #Plak, jangan di tiru!).
Sore harinya di ruang pertemuan
CKLEK
"eh? Kemana semua orang?"
Setelah membuka ruang pertemuan yang biasa di pakai, Naruto melihat hanya ada Rias yang sedang duduk di mejanya.
Rias yang sedeari tadi menundukkan kepalanya berpikir, mengalihkan pandangannya ke arah suara yang memecah keheningannya. "oh Naruto, aku tidak tau kemana semua orang, dari saat pulang sekolah tadi mereka belum kesini sama sekali."
Kemudian keluarlah Akeno dari arah dapur, "ohh ada Naruto-kun, ada apa kemari?" kemudian Akeno duduk di kursi yang menghadap ke arah jendela.
Naruto pun berjalan, dan duduk di samping Akeno. "jadi, mereka semua kemana? Bahkan Yuri pun tidak mengetahui keberadaan mereka saat ku tanya tadi." Naruto memandang Akeno dan Rias bersamaan.
Rias memegang dagunya berpikir, "mungkin mereka semua berniat mencari Yuuto, cih! Apa sih yang mereka pikirkan? Kalau sampai mereka melakukan itu, mereka sekarang dalam bahaya." Rias berdiri dari posisinya semula, "Akeno! Kita harus cepat menemukan mereka." Perintah Rias.
"hai' Bochou." Akeno mengangguk dan berjalan ke samping Rias.
Kemudian mereka pergi dengan sihir teleportasi mereka. Sedangkan Naruto menyandarkan punggungnya, menghadap ke langit-langit ruangan itu, dan menghela nafas. "sepertinya ini mulai menjadi buruk, 'dendam' memang bukanlah suatu yang bisa menghasilkan keuntungan, dan malah hanya akan menyebabkan kerugian besar, seperti 'kehilangan'."
CKLEK
Naruto menoleh ke arah pintu. Menemukan sosok Asia yang sedang memegang gagang pintu dengan tangan kanannya, badannya sedikit membungkuk dan nafasnya tersenggal-senggal seperti habis berlari.
"ada apa Asia?" tanya Naruto.
"a-ano... Naruto-san, a-aku di beri kabar oleh Koneko, bahwa sekarang mereka sedang menghadapi seseorang yang mencuri pedang Excalibur itu."
Naruto berdiri dari kursinya, "APA?!" Naruto memasang wajah kerasnya, menoleh ke arah dinding di belakang meja Rias. Pukul 7 p.m. 'aku yakin sekarang sudah tidak ada lagi pejalan kaki.' Naruto melihat ke Asia lagi, "sekarang mereka dimana Asia?"
"mereka berada di gudang tempat yang pernah menjadi sarang monster yang kau bunuh, Naruto-san." Jawab Asia.
Naruto berjalan mendekati Asia, kemudian berbisik padanya. "aku akan menyelamatkan Issei, dan juga yang lainnya." Kemudian aura ke emasan muncul tepat di bawah kaki Naruto.
[Hermes active]
Kemunculan Hermes makin memperkuat aura emas itu.
[Hermes evolution: Void Lightning Speed active]
Hermes yang semula hanya sampai di bawah lutut, kini mulai merayap ke atas sampai memenuhi setengah paha Naruto. sayap kecil yang berada di sisi kiri dan kanan Hermes , kini sedikit membesar.
60 detik
Naruto menoleh ke arah Asia yang masih terbengong melihat kejadian yang tadi, "kau tunggulah di sini Asia, aku akan segera kembali, dengan Issei tentunya." Naruto hanya memberi senyum tipis sebagai tanda perpisahannya. Kemudian Naruto kembali menatap ke depan, dan sebuah suara mechanic terdengar.
[Flight]
Dengan hitungan 0,1 detik, Naruto langsung berada di pintu keluar satu-satunya gedung itu. Membukanya terlebih dahulu, lalu menutupnya kembali. Kemudian menatap ke depan, mendapati bahwa langit sudah mulai gelap.
Naruto menghela nafas terlebih dahulu. Ini pertama kalinya dia memakai Balance Braker dari Hermes, dan pada saat latihan saja dia harus berkali-kali menabrak sesuatu. Tapi kali ini dia harus yakin, karena sekarang nyawalah taruhannya kalau saja dia terlambat datang.
"Kurama." Panggil di dalam mindscapenya.
"aku mengerti bocah." Jawab kurama.
59 detik
Kemudian sebuah aura berwarna orange keluar di sekeliling Naruto. mempersiapkan posisinya untuk berlari, sampai-sampai tanah di pijaknya sampai retak dan sedikit membuat sebuah kawah. Naruto menatap ke depan dengan tajam, pupil hitam di mata kirinya menjadi vertikal karena aura yang Kurama keluarkan.
Dan sekali hentakan dari langkah Void, Naruto berlari dengan kecepatan cahaya. 'tunggu aku Issei, semuanya.' Batin Naruto.
Beberapa detik kemudian
Setelah sekitar 30 detik Naruto berlari, akhirnya dia sampai di tempat yang di beritahukan oleh Asia. Dengan wajah khawatir, Naruto menoleh ke kanan-kiri untuk mencari dimana keberadaan Issei. Dan setelah ketemu, pandangan Naruto yang tadinya khawatir sekarang menjadi drop. Melihat orang yang di khawatirkannya dari tadi, sekarang malah senang menerima siksaan dari Masternya.
Akeno yang menyadari keberadaan Naruto langsung melambaikan tangannya ke arah Naruto yang terlihat dari kejauhan, "Naruto-kun..." panggilnya.
Naruto yang sedang memakai Void hanya membutuhkan 3 langkah dari jaraknya ke Akeno yang sekitar 20 meter. Akeno pun terkejut bahwa Naruto sekarang sudah berada tepat di depan wajahnya, Akeno menyadari bahwa Naruto sampai di depannya tepat sebelum dia berkedip. Membuatnya shock bukan main.
Naruto yang menyadari bahwa Akeno hanya terbelalak saat melihat dirinya mencoba untuk menyadarkannya, "woy, woy, Akeno?" Naruto melambai-lambaikan tangan kanannya di depan Akeno.
Akeno pun tersentak dan sadar, "e-ehh, i-iya?"
Naruto menghela nafas sejenak, "sebenarnya ada apa dengamu?" Naruto mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, dan karena dia tidak menyadari sama sekali, yang berada di sana bukan hanya anggota klub gaib, melainkan ada tiga sosok lainnya. Tapi Naruto mengacuhkan ketiga orang itu, dan memandang Akeno kembali.
[Void Lightning Speed nonactive]
"ayo kita pulang Akeno, dan sekarang waktumu membuat makan malam." Ucap Naruto.
Akeno menepuk keningnya pelan, "ahh.. benar juga, aku sampai lupa akan hal itu. Bochou, aku pulang duluan."
Rias menatap Akeno dengan ceria, "baiklah, hati-hati di jalan." Kemudian dia melanjutkan kembali kegiatannya menyiksa Issei. Lebih tepatnya bokong Issei.
Setibanya di apartement
"Tadaima..."
"ah, Okaeri Onii-chan."
Naruto kemudian menutup pintu apartement milik Akeno itu. Indra penciumannya merasakan bahwa ada sesuatu yang harum juga mengenakkan di dalam sana, Naruto menoleh ke arah Yuri yang menunggunya dari tadi.
"Yuri, apa kamu yang masak?"
"tentu saja Onii-chan, aku memasak miso ramen kesukaan Onii-chan~" jawab Yuri dengan kegirangan.
"wah! Benarkah?" Naruto sangat gembira mendengar itu.
"emm." Yuri mengangguk dengan antusias dan menunjukkan senyuman seperti (^.^) ini.
Naruto yang sudah melepas sepatunya, berjalan mendekati Yuri. Dan...
CUP!
Yuri membuka matanya ketika merasakan sebuah benda lembut nan hangat menempel di pipi kirinya. Dan saat matanya melirik, alangkah terkejutnya dia bahwa orang yang di panggilnya Onii-chan itu kini sedang mencium pipi kirinya.
"Arigatou~" bisik Naruto serta mengelus puncak kepala Yuri, dan kemudian pergi meninggalkan Yuri yang mematung.
3
2
1
"KYYAAAAA..."
Dan malam itu berjalan seperti biasanya.
Ke esokan paginya
Terlihat Yuri, Akeno, dan Naruto sedang berjalan bersama menuju sekolah mereka. Tapi suasananya sedang berbeda, Yuri sekarang berjalan sambil menundukkan mukanya yang sedikit merona, Akeno yang memberikan lirikan membunuh ke arah Naruto, dan Naruto sendiri yang jadi gugup karena lirikan Akeno yang membunuh itu.
"dasar HENTAI." Desis Akeno dengan penekanan pada kata 'hentai'.
Naruto memandang Akeno dengan tatapa tidak percaya, "siapa yang hentai? A-aku Cuma... aku Cuma..."
"mencium! Dan kau kira mencium itu bukan hal yang mesum hah?!" suara Akeno meninggi.
"itu wajar kan, bagi seorang kakak yang mencium adiknya sendiri itu wajarkan?" suara Naruto juga sedikit meninggi.
"WAJAR DENGKULMU, apa kau tidak lihat apa yang terjadi pada Yuri hah?! Mulai dari kemarin malam sampai sekarang, wajah Yuri terus merona, bodoh. Mana kepintaran yang kau miliki selama ini?" Akeno menekankan kata 'bodoh' pada Naruto yang mulai kesal.
"HEY, aku hanya mencium pipinya sebagai tanda sayangku. Apa aku salah melakukan hal itu?"
"salah besar BODOH. Kalau kau mencium Yuri pada waktu dia kecil, itu masih bisa dianggap sebagai tanda kasih sayang seorang kakak. Dan apa kau tidak menyadari umur Yuri hah?! Dia sekarang sudah besar bodoh, dia sudah mengerti segalanya, dan dia juga bisa membedakan yang mana kasih sayang dan yang mana ciuman."
Yuri yang melihat pertengkaran kedua orang di depannya ini, membuatnya sedikit menahan tawa. Yuri tidak pernah melihat kedua orang yang di anggap sebagai keluarganya ini bisa bertengkar di depan umum, Akeno-nee-chan yang biasanya memakai senyuman palsunya dan Naruto-nii-chan yang memakai wajah temboknya.
Membayangkan wajah kakaknya ketika di depan umum dan di bandingkan dengan sekarang ini, membuat Yuri tak bisa lagi menahan tawanya. "hahahahaha..." tawa Yuri dengan suara manisnya.
To be Continued
.
A/N: yosh! Minna. Apa kabar? (apa kabar dengkulmu) maaf untuk keterlambatan updatenya, soalnya aku punya kesibukan tersendiri di dunia *padahal Cuma main game.
Maaf kalo kecewa pada chapter ini. Chapter ini memang saya buat pendek, kenapa? Karena chapter ini Cuma buat refreshing saja buat chapter depan yang 'FULL fight'.
Dan saya ucapkan terima kasih buat yang rela menghabiskan waktunya buat membaca Fic ini, yah saya sadar bahwa Fic saya ini memang tidak berkualitas dari segi manapun.
Saya akan memberi sedikit bocoran buat chapter depan, 'kedua mata Naruto sepenuhnya di tutupi oleh kain berwarna putih'. Yah Cuma itu saja yang dapat saya berikan pada Reader sekalian.
Saya mohon maaf bila Reader semua tidak puas dengan chapter ini, dan saya mintamaaf sekali untuk keterlambatan updatenya.
Baiklah, hanya sampai di sini. Bila ada kesalahan pada pengetikan, mohon di maaf kan. Karena manusia itu tempatnya salah dan lupa.
Oke! Sayonara...
.
.
Kirigaya Log out.
