Hey Misaki!
by Shirayuki Misaki
Chapter 10 is updated! Mikir dulu masalahnya……………
Chapter 10: The Crazy Rebellion
"Huaaaaheeem………" Ryou bangun pagi hari ini karna hari ini hari Senin. Betapa terkejut campur heran ngeliat siapa yang hari ini ngerjain pekerjaan rumah tangga.
"Ayah.....?!"
"Oh, Ryou......." sahut Ayah sedikit kaget. Pria itu natap Ryou yang masih bingung.
"Ayah kok melakukan ini semua? Gak usah repot-repot kok, Ayah! Aku juga bisa mengerjakannya!!" kata Ryou agak panik.
"Tapi kan kalo kamu sudah pergi, siapa yang akan ngurusin rumah?"
Ryou udah gak bisa ngelak lagi.
"Kan Bunda sedang mengandung, jadinya Bunda juga gak akan bergerak banyak. Kau tau, Ryou, pas Bunda mengandung kamu, Ayah juga melakukan hal ini sampai Bunda melahirkan kamu." sahut Ayah. Ryou terpana.
"Begitu yah, tapi kan udah ada aku. Jadinya bisa saling membantu. Ya kan?"
Ayah hanya tersenyum.
------------------------------------
Pas di sekolah, Ryou tengah mijit tangannya sendiri karna pegel ngerjain hampir seluruh pekerjaannya Bunda sebelum ke sekolah. Shutaro hanya heran doang.
"Pagi-pagi udah pegel-pegel. Pura-pura sakit yah?" ledek Shutaro.
"Yeeeeeeeeeh, ini pegal-pegal, tauk!!!" bales Ryou dengan bentakan panasnya.
"Udah deh, gak usah ngelak lagi. Lo kan gak suka mapel matematika, lo mau absen pas mapel matematika karna pegel kan?" Shutaro ngeledek makin kenceng.
"Kok tau?" tanya Ryou ngasal.
"Ya iyalah!! Gue selalu lihat lo pas mapel itu. Ngantuk kek, ngupil kek, pokoknya segala kegiatan yang gak perlu!!!"
Ryou nyengir kuda. Ternyata Shutaro tau juga kebiasaan nyebelin selama ini, pikirnya.
"Inget yah! Sore ini latihan!!"
-----------------------------------
Sore ini latihan sepakbola tapi pas baru mau lewat lapangan, Furukami en de genk udah nungguin disitu. Lagaknya seperti orang yang udah puas nyakitin orang.
"Hahahahahaha, itu dia bos!!" tunjuk antek-anteknya kepada tim sepakbola Furano.
"Hoh, ksatria Shizuoka dan pacarnya yah?!" kata Furukami. Ryou nunjukin muka kesal sedangkan Shutaro makin keki.
"Apa-apaan kalian ini?!"
"Heh, kami mau bermain sepakbola disini!! Dan lapangan ini sudah dibeli oleh bokap gue!!!"
Semua anggota tim terkejut amit-amit. Ai dan Junko tengsin campur takut. Ryou dan Shutaro hanya diem.
"Bodoh yah kalian ini!!! Emangnya kalian tuh siapanya sekolah ini?! Ini milik sekolah!!!" seru Shutaro lagi. Furukami hanya berdecak saja.
"Ck ck ck!! Dengar yah, Matsuyama......, bokap gue kan kaya raya..........., dan kepala sekolah udah maafin gue........, lalu blablabla............"
Dari sederet omongan tadi, keliatan jelas kalo Furukami en de genk 'nyogok' kepala sekolah dengan cara membeli lapangan sepakbola.
"Hem gini aja deh....., begimana kalo kita bertanding sepakbola??" usul Ryou.
"Bertanding??" Furukami en de genk ketawa ngeledek. "Lo kira ini jamannya Tsubasa Ozora melawan Genzo Wakabayashi???"
"Tentu saja ini masih jaman mereka..............." jawab Ryou enteng. "karna yang bakal neglanjutin mereka adalah kami sendiri..............."
"Lo gila yah!!!" seru Furukami. "OK!! Seminggu lagi kita akan bertanding di lapangan ini!!! Paham!?"
Setelah anak-anak itu pergi, Shutaro cs terdiam. Ryou sendiri gak ada ekspresi apapun.
"Heh, entah lo kerasukan apa, tapi yang bener aja!? Anak itu bisa nyewa yakuza ato pemain dari Liga Jepang karna dia tuh berduit!? Jangan main-main!!!" seru Shutaro sambil narik kerah Ryou.
"Kita harus percaya dengan diri kita sendiri. Walaupun tuh anak nyewa yakuza, tetap saja kebenaran harus menang. Ah sudahlah, ayo latihan!!!"
------------------------------------
Saat yang lainnya latihan, Ryou mulai mikir gimana cara jitu buat ngalahin Furukami telak. Saking serius mikir, bola sepak yang ditendang Shutaro jadi nyasar dan mendarat telak di ubun-ubun Ryou.
"Aaaaaaawwwwwwww.................!!!"
"Wew, sori, sori.........." Shutaro buru-buru ngusep-ngusep kepala Ryou yang penuh debu.
"Adudududuh!!! Kalo niat ngebersihin, jangan kayak gini dong!!!" seru Ryou gak terima kepalanya diusep terus-terusan. "gue lagi mikir jurus jitu buat bikin Furukami KO berat!!"
"Beneran?" Shutaro keliatan seneng.
"Eh-heh..............."
"Kasih tau dunk!!!"
"Ehm, sori yah. Under construction..................."
-----------------------------------------------
Jam latihan udah berakhir. Semuanya pulang sesuai jalannya masing-masing. Kini yang tersisa hanya Shutaro dan Ryou.
"Perasaan bokap lo gak seganas lo deh................" sahut Shutaro heran. "itu keturunannya siapa sih?"
"Hehehehe, dari Bunda." jawab Ryou polos.
"Hhhhhh, pantesan bokap gue tunduk terus sama nyokap lo." Shutaro mulai geleng-geleng. "Tapi kok bisa sih bokap lo jatuh cinta sama nyokap lo?"
"Ceritanya panjang cing............." Ryou menghela napas panjang. "kalo kata Ayah, dia cinta sama Bunda karena hanya Bunda yang ngerti keadaan psikis Ayah."
"Lho? Emang maksudnya gimana?"
"Gini......................, keluarga Ayah itu tercerai-berai. Kakek sama nenek bercerai saat Ayah masih kecil. Ayah sering sekali tertekan dengan keadaan seperti itu, apalagi sejak kecil Ayah suka bernomaden gitu sama Kakek. Sebenernya...................." Ryou mulai berhenti melangkah. Shutaro jadi keheranan.
"Hey, kok......................."
Air mata Ryou mulai netes. Shutaro jadi kaget sekaligus terenyuh, baru kali ini dia lihat cewek tomboy kayak Ryou menangis tepat dihadapannya. Saat Shutaro menepuk bahu Ryou, dia kembali melanjutkan ceritanya.
"Sebenernya Ayah tidak suka masalah keluarganya diungkit-ungkit. Ayah akan sakit hati kalo ada yang mengungkit lagi. Tapi Bunda selalu nge-support Ayah saat dia sedang sedih. Kata Ayah, biarpun Bunda boyish dan rada urakan, dia tetap mencintainya karena Bunda yang selalu mendukung dan menghiburnya........"
Shutaro ngangguk paham. Tangannya yang ngerangkul bahu Ryou berubah posisi menjadi memeluk Ryou. Ryou sendiri jadi malu. Malu karena baru kali ini dipeluk cowok kayak dia.
"Sudahlah, gak usah nangis lagi. Gue tau semuanya. Bokap gue juga bersyukur karna berkat bokap lo, bokap gue jadi bisa bermain sepakbola sampai sekarang." Shutaro segera menatap lekat-lekat Ryou. "OK, tenangkan diri lo lalu pikirkan pertandingan nanti. Tim Furano akan berusaha menang dari orang itu."
Ryou terpana. Ternyata Shutaro cakep yah kalo tersenyum pede........., pikir Ryou.
"Ehm, kita..............." Ryou agak berat buat ngomong. "Kita sejak pertama kali bertemu selalu saja bertengkar. Maaf yah saat pertemuan pertama sudah membuat lo kesal......."
Ryou langsung membungkuk pertanda minta maaf. Shutaro hanya bisa diam sebelum menjawab.
"Ya, gue juga minta maaf. Sebenarnya gue yang sensitif, maaf yah............."
Ryou tersenyum lebar. Dengan cepat dia berlari meninggalkan Shutaro.
"Dengan ini utang gue impas yah, Shuta-kun!!!!"
Shutaro tersenyum lalu menaikkan alis sesenti. Dia heran sama perkataan Ryou barusan.
"Eh, emang tu anak ngutang apa yah??"
-------------------------------
Chapter 10 – owari –
Shutaro dan Ryou jadi akur banget!! Hebat deh!!! ^^
