PRINCE'S ZONE
PAIRING : Choi Yesung
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Jung Yunho
Dan mereka adalah mereka, selamanya akan jadi diri mereka sendiri.
Saya grogi waktu mau nulis chap ini. Karena mendekati ending, takut reader gak suka atau kecewa sama akhir cerita nanti. Tapi saya akan berusaha. Semangat!
Hepi riding...
.
Yeoja cantik itu terus kepikiran dengan ucapan Yunho tadi malam. Meski sangat lirih tapi dia yakin, Jung Yunho secara tidak langsung menyatakan kalau Kim Yesung memiliki hubungan darah dengan suaminya. Apa mungkin namja manis itu adalah putra suaminya dengan Kim YiSheng? Apa namja manis itu tahu? Apa suaminya tahu? Lalu bagaimana dengan Sulli?
.
Chap 10
Jessica masih terus mondar-mandir. Dia benar-benar ingin tahu secepatnya tentang namja bernama Kim Yesung itu. Mungkin sebaiknya dia langsung menemui namja manis itu.
Dengan sedikit tergesa yeoja cantik itu berjalan ke kamarnya untuk ganti pakaian. Dia memutuskan untuk langsung datang ke kantor agency Yesung dan menemuinya. Dia tak ingin terus-menerus didera rasa penasaran tentangnya. Tak butuh waktu lama, yeoja itu telah selesai berganti pakaian. Dan langsung meminta sopir mengantarnya ke Jung Agency.
Sementara di kantor agency itu, para karyawan sibuk berbenah diri karena nyonya Presdir mereka datang hari ini dari perjalanan bisnisnya di Eropa. Bahkan Jung Yunho juga terlihat gugup. Meskipun dalam hal yang berbeda. Namja tampan itu masih belum siap untuk melawan ibunya jika wanita itu ingin menyingkirkan Yesung.
"Kau masih berniat merahasiakan siapa putra Daddymu, Jung Yunho? Beberapa menit lagi Mommymu datang. Dan kau belum menemukan solusi apapun, tapi kau masih ingin bermain rahasia-rahasiaan dari pamanmu ini?" sindir ayah G.O.
"Bukan begitu, hanya saja...,"
"Yunho hyung...!" suara teriakan G.O memotong ucapan Yunho. Namja cilik itu berlari masuk ke ruangan appanya. Tak biasanya namja kecil yang sok cool itu seheboh ini ~kecuali masalah Yesung~. Apa yang membuatnya seriuh itu?
"Ada apa Byunghee'ah?" tanya Yunho.
"Witch Mommy!" ucap bocah itu dengan nafas turun naik.
"Apa?"
"Mommy... ibu penyihir, Jung Ahjumma sedang di loby!"
"A-apa? Mommy di bawah?" ucap Yunho kaget seraya beranjak keluar dari ruangan pamannya.
"Dia sudah datang?" tanya GM Jung sebelum G.O berlari menyusul kakak sepupunya.
"Ne..., dan aku juga melihat Sica ahjumma."
Ayah G.O tersentak. Kedua wanita itu tidak pernah saling menyukai. Tanpa seorangpun tahu alasannya, nyonya Jung terkesan tak menyukai keluarga Choi. Bahkan pernah tersiar kabar kalau keluarga mereka bermusuhan. Tapi sampai hari ini tak seorangpun yang tahu alasannya.
.
.
Pintu lift mulai terbuka. Dan dua orang yeoja berpenampilan anggun dengan kesan yang berbeda bertemu saat pintu itu terbuka sempurna. Yang satu tampak berkarisma dalam keanggunannya, namun yang satu terlihat sangat lembut. Dan keduanya, untuk pertama kalinya bertemu secara langsung setelah belasan tahun.
"Lama tak berjumpa, nyonya?" sapa nyonya Choi.
"Apa kabar, nyonya Choi?" balas nyonya Jung.
Jessica tersenyum. "Saya baik-baik saja. Saya harap anda juga."
Nyonya Jung tersenyum kaku. "Tentu saja. Dan..., apa yang membuat anda datang ke tempat ini, nyonya?"
Yunho mengerem langkahnya saat melihat dua yeoja itu di depan lift. Tak jauh dari mereka asisten Mommynya tampak menunggu mereka.
"Sebenarnya saya ingin menemui seseorang. Tapi sepertinya dia tidak ada di sini saat ini."
"Saya tidak tahu anda memiliki kenalan di sini."
Nyonya Choi masih tetap tersenyum meski terlihat sangat tidak nyaman dengan sikap nyonya Jung.
"Oh ya, ada yang ingin saya tanyakan. Apakah anda mengenal Kim Yesung?" tanya nyonya Choi yang membuat Yunho tersentak. Di belakang Yunho, GM Jung dan Jung Byunghee sedikit tak mengerti pertanyaan itu.
"Artis baru kami? Tidak. Dan juga tidak tertarik untuk mengenalnya."
"Benarkah? Begitu rupanya. Lalu bagaimana dengan Kim Ryeowook? Tiba-tiba saja terdengar kabar burung kalau anda akan mengakuinya sebagai putra angkat. Apa anda tidak takut salah orang?" pertanyaan yang lagi-lagi membuat Yunho sesak nafas.
Nyonya Jung tersenyum. "Itu bukan hal yang penting. Asalkan dia berguna, saya akan membuat imitasi menjadi asli," jawabnya.
"Mwo? Apa sebegitu tak pentingnya anak itu di hati anda?"
"Dia bukan siapa-siapa bagiku. Bagaimana dengan nyonya Choi? Apa anda tidak merasa terganggu olehnya?"
"Tentu saja tidak. Dia adalah putra suamiku. Jadi dia juga putraku."
"Anda baik sekali? Anda tak keberatan menerima putra dari wanita yang telah merebut hati suami anda?" sindir ibu Yunho.
"Jadi anda membencinya karena alasan itu, nyonya? Saya akui ini berat. Tapi mereka bersama saat kami berpisah. Jadi itu bukan kesalahan Kim YiSheng jika suamiku mencintainya. Jika anda tidak ingin mengakui anak itu, kami yang akan mengakuinya. Berhentilah membenci anak itu karena berpikir dia anak haram dalam keluarga Jung. Karena dia putra suamiku. Permisi, nyonya."
Nyonya Choi melangkah ke lift yang telah dibuka oleh asisten Nyonya Jung. Sementara Yunho terpaku di tempatnya. Ternyata benar. Dari awal ibunya tahu kalau Yesung bukanlah putra ayahnya, tapi ia tetap membencinya.
"Jadi ini alasan ibumu membenci keluarga Choi? Dia menganggap mereka secara tidak langsung telah membuat ayahmu meninggalkannya."
Yunho tersentak, menoleh ke belakangnya.
"Jadi dugaanku benar. Ini bukan hanya soal putra angkat," gumam G.O dengan gaya sok dewasanya. "Tapi, kenapa Kim Ryeowook? Kenapa tidak oranglain? Apa yang membuat bibi mengakuinya?"
"Dia pasti sengaja. Kim Ryeowook pasti dibayar oleh Mommyku untuk menjadi adikku. Pasti Mommy pikir aku akan percaya begitu saja bahwa namja itu adikku," ucap Yunho dengan suara bergetar.
G.O mengerutkan dahinya. Dia sangat tahu seperti apa bibinya. Tapi dia tidak yakin bibinya sejahat itu. Dia tidak mungkin menjadikan Kim Ryeowook putra angkatnya jika dia tahu Kim Ryeowook adalah seorang fan ekstrim dari putranya sendiri. Pasti ada yang tidak sesuai rencana wanita itu. Tapi apa? Apa yang membuatnya mengakui Ryeowook?
.
-000-
.
Yesung menatap Heechul yang tengah mendapatkan pengarahan dari sutradara. Sementara Sulli masih di make up. Tak seberapa jauh, Kim Ryeowook sedang menghafal dialognya.
Namja manis itu mulai merasa bosan. Orang-orang itu, apa tidak punya rasa lelah? Kemarin sore mereka baru sampai, dan pagi ini mereka sudah mulai syuting. Apa Yesung bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya nanti?
"Apa kau bosan Kim Yesung'ssi?" tanya manager Park. Manager Heechul.
Yesung menoleh. "Ne..., aku bosan, karena hanya aku satu-satunya yang tak punya kegiatan di sini," jawabnya sambil menghela nafas.
Pria muda itu tertawa melihat ekspresi Yesung. "Kalau kau mau aku bisa mengantarmu jalan-jalan. Belanja?"
"Ya! Hyung, kau pikir aku yeoja yang suka belanja? Aish...!" Yesung berdecak kesal.
"Mianhae, itu karena kau memang manis seperti yeoja. Kalau aku belum menikah, aku akan bersaing dengan Candy Prince untuk mendapatkanmu."
"Hyung...!"
Namja bermarga Park itu tertawa melihat Yesung yang merona. Tapi tawa itu mulai mereda saat melihat ekspresi wajah Yesung yang berubah. Namja itu menoleh ke arah pandangan Yesung.
Adegan pertemuan pertama tokoh yang Heechul perankan, dengan seorang wanita asing yang membuatnya jatuh cinta pada akhirnya. Kiss in the first meet. Itulah inti dari adegan itu.
"Kim Yesung'ssi. Maaf, aku lupa kalau ada adegan seperti itu. Jangan terlalu dipikirkan, ne. Itu hanya akting."
Yesung tersenyum. "Aku baik-baik saja, hyung. Jangan khawatir tentangku," ucapnya. "Aku mau mencari minuman. Hyung mau menitip sesuatu?"
Manager Park menggeleng. "Ani," ucapnya.
"Baiklah. Aku pergi sebentar, ne?" pamit Yesung seraya berbalik pergi.
Namja itu merasa tengah menjadi orang ketiga diantara Heechul dan Sulli. Karena Yesung, keduanya tak bisa bersama. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah mereka melanjutkan kebohongan ini?
"Namamu Kim Yesung kan?" tanya seseorang di sampingnya saat Yesung terdiam di depan lemari pendingin.
Yesung menoleh. Sedikit tersentak saat melihat pria yang berdiri di sampingnya. "Ah, ne," jawabnya sedikit gugup.
"Kau melamun?"
"Aniyo, sajangnim. Aku...,"
"Panggil saja paman. Itu lebih enak didengar."
"N-ne, ahjjussi," jawab Yesung lalu mengambil minumannya dan berbalik pergi.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?" tanya namja itu sambil mengambil sebotol minuman.
Yesung tak menyahut. Ingin menolak, tapi ia merasa tak enak. Akhirnya dengan terpaksa ia mengikuti namja itu.
Choi Siwon. Sebenarnya ia merasa tak nyaman bersama namja itu. Yesung tak ingin terlalu dekat dengannya. Tak ingin mengenal lebih dekat lagi. Yesung ingin tetap menjadi orang asing dengannya. Tapi, ia ingin tahu, seperti apa sosok namja yang begitu dicintai oleh Ummanya.
"Kau mau es krim, Yesungie?" tanya Siwon saat keduanya melewati toko es krim.
"Ani. Aku sudah kenyang ahjjussi. Dari tadi kita terus makan."
Choi Siwon tertawa. "Benarkah? Itu karena aku merasa sangat senang, Yesungie," ucapnya.
"Waeyo? Apa yang membuat ahjjussi gembira?"
"Itu..., saat aku muda, aku pernah mencintai seorang wanita. Tapi aku terpaksa mengakhiri hubungan kami, karena mantan istriku sakit keras. Aku memutuskan kembali bersamanya untuk merawatnya dan putri kami. Dan setelah sekian tahun, aku masih tak bisa melupakannya. Dan aku sangat bahagia saat mendengar, aku punya putra darinya. Dan baru sekarang aku bisa mengekspresikan kebahagiaanku itu. Karena aku harus menjaga perasaan istri dan putriku," cerita Siwon.
Yesung tersentak mendengar ucapan pria itu. Ada sedikit rasa lega saat mendengarnya. Entah kenapa.
"Ahjjussi, kenapa menceritakan hal seperti ini padaku? Ahjjussi tidak takut aku akan menjual berita ini pada wartawan?"
Choi Siwon tertawa, lalu mengacak rambut Yesung. "Apa kau orang yang seperti itu? Aku tahu kau orang yang tulus sejak melihat rekaman saat kau menolong Sulli dan Kyuhyun dari wartawan gosip. Lagi pula, mungkin jika berita ini tersebar, akan lebih mudah untukku menemukan putraku."
Yesung tak menyahut. Ternyata Yesung salah menilai namja itu. Dia tak sejahat yang Yesung pikirkan. Mungkin rasa cintanya pada Jung appa-nya yang telah membuatnya menutup mata dan telinganya bahwa masih ada orang lain yang akan mencintainya dan ummanya dengan tulus.
"Apa kau tahu, aku lega bisa bercerita padamu. Karena aku tak mungkin bercerita pada putriku tentang masa laluku. Aku tidak ingin menyakitinya jika ia tahu, aku masih menyimpan cinta pada wanita lain selain ummanya," ucap Siwon lagi sambil membelai rambut Yesung.
Namja manis itu terhenyak. Dadanya berdesir. Matanya terasa mulai memanas.
"A-ayo kita beli eskrimnya, ahjjussi!" ucapnya kemudian masuk ke toko meninggalkan Siwon.
"Lho, katanya kekenyangan?" gumam pria itu sebelum akhirnya menyusul Yesung masuk ke toko.
.
Prince's Zone
.
Cho Kyuhyun menyelesaikan rekamannya lebih awal. Dia benar-benar bekerja ekstra agar proses rekaman segera selesai. Dan secepatnya dia akan menyusul Yesung.
"Hyung mau pergi?" tanya Kyu saat melihat sebuah koper di ruang tamu.
Jaejoong menoleh. "Oh, aku ada pemotretan di luar kota. Kebetulan tempatnya dekat dengan lokasi syuting Chullie. Jadi mungkin aku akan menyusul ke sana. Sekalian ikut merayakan pertunangan mereka di sana," jawab namja cantik itu.
"Aku ikut!" sahut Kyu cepat.
"Untuk apa?"
"A-i.. emm, itu..., aku kan mengisi soundtracknya. Jadi aku juga ingin melihat adegannya, lagi pula aku kan perlu mengumpulkan materi Mvnya."
"Itu kan bukan tugasmu?"
"Hyuuuung..., aku tidak akan mengganggu kok. Apa susahnya sih bilang 'ya'?" ucap Kyu merajuk sambil menarik-narik lengan kakaknya.
"Aish..., sikapmu sangat mengerikan. Kau mirip seperti uke yang sedang merajuk!" ucap Jae sadis.
"Mwooo?! Ya! Jangan mengatakan hal yang menjijikkan seperti itu! Aku terlalu manly untuk jadi uke. Never!"
Jaejoong terkikik. "Bagaimana kalau seme?"
"Aku memang se-" kalimat Kyu terhenti.
"Hmm?" Jae mendekatkan kupingnya ke wajah Kyu. "Apa kau bilang tadi? Kau apa? Bukankah kau bilang kau hanya tertarik pada yeoja?" godanya.
"Hyung!" protes Kyu.
Jae kembali tertawa. "Wae? Aku hanya bercanda kan? Atau kau sudah tertarik pada seorang namja? Nugu?"
"A-apa? Itu...," mendadak Kyu tergugup.
"Jangan bilang dia Kim Ryeowook!" potong Jaejoong.
"Waeyo? Memangnya dia kenapa? Kurasa dia cukup lumayan? Wajahnya bahkan lebih manis dari Kim Yesung yang menyebalkan itu. Dia (Yesung) bahkan tak memberi kabar sampai sekarang!" ucap Kyu semakin lirih.
"Yesungie?" ulang Jae. "Kau menyukai Yesungie?"
"Aniyo! Si-siapa bilang?!"
Jaejoong tertawa miris. "Kalian..., ternyata tak ada yang berubah," gumamnya seraya mencangklong tasnya.
"Apa maksudnya?"
"Aku berangkat, sekarang," pamit Jae.
"Hyung! Aku kan mau ikut. Kenapa aku ditinggal?"
"Shireo! Model pemotretanku adalah yeoja-yeoja yang terang-terangan mengakui kau sebagai namja idaman mereka. Kau mau pemotretan itu tertunda gara-gara kehadiranmu?" tolak Jae.
"Tapi kan...,"
"Memangnya kau tidak lelah? Kau baru pulang sejam yang lalu kan? Istirahatlah. Besok kau bisa ke sana bersama Shim Changmin. Annyeong!"
Jaejoong menghilang di balik pintu. Sesaat Kyu tak merespon. Namun detik berikutnya namja tampan itu berteriak memprotes.
"Dengan DZ itu?! Andwae!"
.
-000-
.
"Dasar, Yunho Hyung curang! Dia menyusul Kim Yesung tanpa mengajakku! Curaaaaang...!" geram G.O saat tau bahwa sepupunya diam-diam menyusul Yesung ke lokasi syuting.
Tapi kekesalannya sedikit terlupakan saat melihat asisten bibinya masuk ke ruang Presdir dengan membawa sebuah berkas, dengan langkah mencurigakan.
G.O mengendap-endap mendekati pintu ruangan Presdir Jung. Bocah kecil itu menempelkan telingannya ke pintu. Mencoba mencuri dengar pembicaraan di dalam sana. Sesuatu yang sama sekali bukan style-nya.
"Jadi benar, bukan dia?" suara bibinya.
"Maafkan saya, nyonya."
"Bagaimana kau bisa melakukan kesalahan ini?"
"Maafkan saya, nyonya. Saat itu, saya melihat bekas luka yang anda katakan di dahi Kim Ryeowook. Dan dia juga lahir di tahun yang sama. Jadi..."
"Jadi, apa dia sudah merencanakan semua ini?"
"Sepertinya tidak, nyonya. Ini hanya sebuah kebetulan yang menempatkannya dalam posisi yang menguntungkan. Dia tidak tahu alasan sebenarnya dibalik semua ini."
Nyonya Jung menatap berkas di depannya. "Dia tidak tau alasannya, tapi berani menerima tawaranku? Dia bodoh, atau terlalu percaya diri?" wanita itu tertawa meremehkan. "Akan aku lihat seberapa hebat kemampuannya. Jika project pertamanya sukses, akan aku pertimbangkan, akan mempertahankannya, atau menyingkirkannya."
"Saya mengerti, nyonya."
"Bagaimana dengan Kim Yesung?"
"Saya dengar akhir-akhir ini berita tentangnya menjadi hot issue, nyonya. Berkat rekaman video wawancara di perilisan buku Foto Star Prince kemarin, banyak komentar positif di internet. Bahkan album duet mereka telah dipesan ribuan copy sebelum perilisan resminya."
"Begitu? Baiklah, kau boleh pergi."
"Emm, nyonya...,"
"Ada berita lain yang ingin kau sampaikan?"
"Begini, nyonya..., Kim Yesung..., lahir di Cho Medical Center, delapan belas tahun yang lalu. Dan meski telah memudar, ada satu titik bekas luka di dahinya."
"Mwo?" sentak nyonya Jung.
"Dan menurut berkas kelahirannya, ibunya bernama Kim YiSheng. Jadi dia..."
Nyonya Jung tertawa mendengar ucapan asistennya. "Jadi selama ini Jung Yunho telah berani menipuku? Dia selalu tampak bersikap baik pada Ryeowook, tapi ternyata dia telah menemukan namja Kim itu? Jadi itu alasan mengapa dia lebih akrab dengan Kim Yesung dari pada Kim Ryeowook?" ucapnya merasa kecolongan.
"Sepertinya begitu, nyonya."
"Jadi pertunangan Kim Heechul dengan namja itu juga hanya kamuflase?"
"Mengenai hal itu..., Kim Heechul'ssi memang benar-benar mengenal Kim YiSheng dan Kim Yesung sejak kecil. Mereka saling mengenal dan semakin dekat karena kematian orangtua Candy Prince. Jadi tidak sepenuhnya itu kamuflase. Meskipun saya merasa, Kim Heechul'ssi mempublikasikan hubungan mereka demi meredam gosip yang menyerang tuan muda saat itu."
"Setidaknya itu menjauhkan Yunho dari masalah. Kali ini aku akan pura-pura tak mendengar apapun."
"Boleh saya bicara sesuatu, nyonya?"
"Katakan."
"Maaf, bila ini terdengar lancang. Tapi jika nyonya bisa mempertimbangkan Kim Yesung, meski hanya sekedar pengakuan semu, mungkin bisa membuat tuan muda kembali berdiri di samping anda, nyonya."
"Apa maksudmu? Jangan bicara hal yang sia-sia. Aku tidak akan pernah menerima anak itu di keluarga Jung!"
"Maafkan saya, nyonya..."
G.O menjauhkan telinganya dari daun pintu. Lalu perlahan melangkah meninggalkan ruangan itu.
Jelas sudah semuanya. Bibinya tidak tahu bahwa Kim Ryeowook adalah DZ. Dia berpikir namja itu adalah putra angkat, ah ani, putra suami, ah..., ani, ani..., lebih tepatnya, dia berpikir Kim Ryeowook adalah putra dari wanita yang dibencinya, karena ciri-cirinya yang sama dengan putra kandung wanita itu. Dan ternyata anak yang sebenarnya dicarinya itu adalah Kim Yesung? Berarti benar apa yang dia pikirkan. Bibinya tidak sejahat itu.
Tap! Langkah G.O terhenti.
"Jika Kim Yesung dan Yunho hyung bersaudara, meski hanya saudara tiri, berarti dia juga saudaraku? Arrrghh! Artinya aku tidak bisa menikahinya kan?! Andwae...! Choi Siwon ahjjussi harus mengakuinya agar dia tak menjadi saudara Yunho hyung! Itu satu-satunya cara agar aku bisa bersama Kim Yesung!" ucapnya bermonolog.
Langkah kecilnya berlanjut. Namun kemudian sekali lagi terhenti.
"Tapi sebelumnya aku harus menyatukan Candy dengan Sulli nunna. Aku harus menyingkirkan pengganggu itu!" pikirnya, lalu kembali berjalan.
Baru beberapa langkah, namja kecil itu kembali berhenti.
"Andwae! Jika Sulli nunna bersama Candy, pasti Star akan mengejar Kim Yesung! Tidak boleh! Itu tidak boleh terjadi. Aku harus mencarikan pasangan untuk Star terlebih dahulu. Bagaimana kalau Yunho hyung? Ah, ani, nanti Jae hyung bisa bunuh diri. Aiish.., Star itu benar-benar pengganggu dimanapun!" gerutunya.
Next day.
Kim Ryeowook menutup teleponnya dengan wajah kesal. Scene hari ini, mengambil adegan tabrak lari yang di alami Choi Sulli. Dan dia berniat menyabotase mobil yang akan digunakan untuk adegan itu agar tabrakan itu benar-benar terjadi. Dengan begitu Choi Sulli akan out dari permainan. Minimal kalau dia cacat, maka Cho Kyuhyun pasti tidak akan tertarik lagi padanya.
Tapi teman-teman DZnya justru meminta hal lain. Karena hari ini hanya akan mengambil sedikit adegan, maka akan banyak waktu luang. Dan malam nanti rencananya Kim Heechul akan mengadakan pesta perayaan pertunangannya. Lebih cepat dari rencana awalnya, yang akan dia lakukan akhir pekan nanti, sambil menunggu kedatangan Jung Yunho, Jaejoong dan Kyuhyun yang katanya mau menyusul untuk ikut pesta perayaan itu. Anggota DZ yang lain ingin Ryeowook menggagalkan pesta itu apapun caranya. Bahkan ada beberapa DZ yang telah bergabung menjadi figuran untuk membantunya. Dia jadi kesal karenanya.
"Kau baik-baik saja, Kim Ryeowook'ssi?" tanya Yesung saat melihat Kim Ryeowook tampak bimbang.
Kim Ryeowook tersentak. "Kau? Sejak kapan kau di sini?"
Dahi Yesung berkerut mendengarnya. "Baru saja. Waeyo?" tanyanya.
"Bukan apa-apa," Kim Ryeowook seraya berbalik pergi.
Yesung menatap heran namja yang meninggalkannya.
"Ada apa, Yesungie?" tanya seseorang di belakang Yesung.
Namja manis itu menoleh dan mendapati Choi Siwon dan Choi Sulli berdiri tak jauh darinya.
"Ah, aniya. Hanya saja sepertinya Kim Ryeowook'ssi kurang sehat. Dia terlihat sedikit pucat tadi. Tapi dia marah saat aku bertanya," jawabnya.
"Mungkin dia hanya kelelahan. Jangan terlalu dipikirkan, ne?" ucap Siwon seraya membelai kepala Yesung. Membuat si manis terpaku.
Belaian seorang ayah. Rasanya benar-benar nyaman.
"Aku tidak tahu kalian akrab. Sejak kapan?" tanya Sulli.
"Benarkah? Apa terlihat seperti itu?" tanya Siwon dan Yesung kompak. Lalu keduanya saling pandang karena tak menyangka akan mengatakan kalimat yang sama.
"Kalian ini, seperti ayah dan anak saja. Membuatku iri!" sungut Sulli.
Yesung tersentak mendengarnya. Bukan hanya dia. Bahkan Sulli juga kaget mendengar ucapannya sendiri. Lebih tepatnya, dia tiba-tiba teringat kembali bahwa appanya mempunyai seorang putra di luar sana, yang belum ia ketahui siapa. Dan bisa saja orang itu seseorang yang Sulli kenal. Termasuk Yesung.
"Ah, nunna, hari ini kau syuting adegan yang berbahaya kan? Hati-hati, ne? Jangan sampai terluka. Aku tidak mau Heechul hyung khawatir," ucap Yesung berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi sayangnya dia justru salah topik.
"Chullie oppa? Ke-kenapa dia harus khawatir padaku? Apa kau mendengar gosip murahan yang membuatmu cemburu padaku?" ucap Sulli mencoba bercanda. Padahal jantungnya berdetak keras saat ini.
"Itu..."
"Ck..., dasar bodoh!" ucap Sulli sambil menepuk jidat Yesung.
"Nunna..., mianhae," ucap Yesung tanpa sadar. Dia semakin merasa bersalah karena telah merebut cinta nunnanya.
"Waeyo? Karena Chullie oppa? Dengar ya, Kim Yesung! Aku ini masih belum menyerah soalnya. Apa kau tahu, sebenarnya appa memilih Kyuhyun dalam film ini, tapi aku memohon pada Hae oppa agar menolaknya dan menggantinya dengan Chullie oppa. Agar aku bisa dekat dengannya. Setidaknya untuk terakhir kalinya. Jadi, bersiaplah, aku akan memanfaatkan moment ini untuk bermesraan dengannya," ucap Sulli.
"Nunna?!"
"Ya! Choi Sulli, kau ini seorang yeoja! Kenapa bicara seperti itu, eoh?!" omel Siwon. Sementara Sulli hanya menjulurkan lidahnya.
Di tempat lain, Kyu sedang dalam perjalanan menuju lokasi tempat Sulli syuting bareng dengan Changmin. Dan tentu saja tanpa bertegur sapa sama sekali. Salahkan Jae yang menyabotase mobilnya, dengan menyembunyikan kuncinya entah dimana. Sejak kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun lalu, kakaknya itu memang tak pernah mengijinkan Kyu menyetir jarak jauh sendiri.
Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Tabung kaca milik Yesung. Paling tidak, dia sudah mempersiapkan alasan jika Yesung menolak menemuinya.
"Itu..., milik Kim Yesung kan?"
Kyuhyun menoleh mendengar pertanyaan Changmin. "Darimana kau tau?"
"Kami pernah tinggal serumah, tentu saja aku tahu."
"Mwo?" sentak Kyuhyun.
Changmin mengernyit melihat ekspresi Kyuhyun. "Kami bahkan tidur sekamar," ucapnya.
"Ya! Kau! Apa yang telah kalian lakukan, eoh?! Dasar DZ kurang ajar!" teriak Kyuhyun sambil mencengkram kerah baju Changmin.
"Wae? Kenapa kau secemas itu? Kau bukan siapa-siapa. Dasar aneh!"
"Kau!" Kyuhyun semakin emosi.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa bertengkar?" lerai manager Kyu yang duduk di samping kemudi. Sementara sopir pribadi Choi Siwon yang bertugas menjemput mereka hanya menatap mereka gusar dari kaca spion.
"Gwenchana, hyung," ucap Changmin sambil menepis tangan Kyuhyun. "Apa semua artis papan atas sekasar dia?" tanyanya kemudian.
"Mwo?!" sentak Kyu kesal.
"Oh, ya, apa aku sudah bilang kalau Yesungie sangat manis saat tidur?" ucap Changmin memprovokasi.
"Kau...!" teriak Kyu amat sangat teramat kesal sekali.
Sementara namja di sampingnya justru dengan santainya memejamkan mata, mencoba untuk menikmati perjalanan mereka yang masih cukup lama.
Kyuhyun membuang nafas kesal. Rasanya dia ingin mencekik namja di sampingnya gara-gara bicara hal yang sangat membuatnya terganggu. Sementara Changmin sedikit menyeringai, mengingat ekspresi Kyuhyun barusan saat ia menceritakan soal Kim Yesung. Perasaan Kyu mudah sekali ditebak.
Di sampingnya, Kyuhyun mulai mengalihkan tatapannya dari Changmin, kembali pada tabung kaca berisi mawar beku milik Yesung. Sebenarnya sejauh apa hubungan Yesung dengan Shim Changmin?
Back to Yesung.
Si manis tengah jalan-jalan karena bosan menunggu proses syuting, saat melihat seorang namja tampak celingukan di samping mobil yang akan digunakan untuk syuting adegan tabrakan. Tapi Yesung memilih untuk terus berlalu, saat melihat namja itu mengeluarkan rambut palsu dan pakaian yeoja seperti pakaian salah satu tokoh dalam film. Mungkin dia seorang pemain pengganti. Pikirnya.
Tapi langkah Yesung terhenti saat mengingat sesuatu. Wajah orang tadi, meskipun ia tutupi dengan sebagian rambut palsunya, tapi Yesung mengenalinya. Itu wartawan yang waktu itu. Orang yang seolah sedang mencari celah kelemahannya agar bisa menjungkalkannya kapanpun ia mau. Lalu untuk apa lagi namja itu di sini? Apa dia mengikutinya? Tapi untuk apa?
Namja itu menoleh, tapi orang yang tengah ia curigai justru telah menjalankan mobil itu masuk ke area syuting.
Yesung berlari kembali ke tempat syuting.
Adegan yang sedang diambil adalah Kim Ryeowook yang berperan sebagai adik Kim Heechul sedang berada di seberang jalan dan memanggil Choi Sulli agar menghampirinya.
Yesung ingat betul skrip Heechul yang semalam dibacanya. Di sana tertulis, tokoh yang Sulli perankan ingin tau lebih banyak soal Heechul dan janjian dengan Kim Ryeowook di suatu tempat. Saat itu, kekasih Heechul melihatnya dan mencoba menabraknya saat Sulli menyebrang jalan.
"Karena adegan ini berbahaya, kami akan memakai pemeran pengganti untuk adegan mengemudi." Itu yang tadi Sulli katakan pada Yesung.
Artinya namja tadi akan menjadi pengganti tokoh wanita yang menjadi kekasih Heechul. Jangan-jangan dia berniat mencelakai Sulli? Dan ia ingat, dia sempat mendengar kalimat 'tabrak yeoja itu' dalam percakapan Ryeowook tadi pagi. Jangan-jangan ini yang membuat namja itu marah pada Yesung tanpa alasan. Dia takut Yesung mendengar sesuatu yang tak seharusnya dia dengar. Tapi kenapa? Apa salah Choi Sulli?
"Nunna...! Nunna aku di sini!"
Suara teriakan Ryeowook menyadarkan Yesung dari lamunannya. Namja manis itu tersentak dan melihat Sulli melambaikan tangan pada Ryeowook.
"Ge, sepertinya Wookkie gege tidak menjalankan rencana kita. Dia tetap melakukan rencananya sendiri." Suara seseorang terdengar berbisik di belakang Yesung.
Yesung menoleh. Tampak seorang namja imut yang mengenakan pakaian bertuliskan crew tengah menelpon dengan suara pelan.
"Ne, orang itu akan menabraknya sesuai perintah Wookkie gege."
Mata Yesung membola mendengar kalimat namja imut itu. Dengan cemas Yesung menoleh pada Sulli yang bersiap menyebrang, sementara di ujung sana mobil tadi telah bersiap untuk melaju.
"Wookkie gege bukan Dark Zoner sejati lagi. Dia ingin menjalankan misi pribadinya dengan menyingkirkan Choi Sulli demi mendapatkan Star Prince. Dia harus mendapatkan hukuman setelah ini."
Lagi-lagi kalimat itu membuat Yesung tersentak. Dia cukup tahu, DZ, Dark Zoners, adalah fans yang sangat berbahaya. Dan Kim Ryeowook adalah bagian dari mereka? Yesung tak peduli soal hal itu saat ini. Yang terpenting adalah Nunnanya. Tanpa berpikir lagi, namja manis itu berlari ke arah Choi Sulli yang telah sampai di tengah jalan.
"Nunna, awas...!" teriaknya.
"Kim Yesung, apa yang...," teriakan Lee Donghae yang turun tangan secara khusus sebagai sutradara terhenti saat mobil yang seharusnya melaju lebih pelan saat mendekati Sulli justru menambah kecepatannya. Dan...
"Braaak...!" tabrakan yang seharusnya tipuan kamera, benar-benar nyata terjadi.
"Kim Yesung...!"
.
Prince's Zone
.
Yunho dan Jae yang tanpa sengaja bertemu di depan lokasi syuting, langsung menuju RS saat mendengar kabar kecelakaan yang dialami Kim Yesung dan Choi Sulli dari para Kru. Kedua namja itu berlari masuk ke RS dengan perasaan cemas.
"Kim Heechul, apa yang terjadi pada Yesungie? Bukankah kau berjanji akan menjaganya untukku, eoh?" tanya Yunho begitu melihat sahabatnya.
"Yunho'ah?" sentak Heechul. "Mianhae aku...,"
"Apa yang terjadi, Chullie'ah?" tanya Jae sambil mencengkram pundak Yunho, berusaha mengendalikan kemarahan namja tampan itu.
"Aku tidak tahu pasti, karena aku sedang ganti kostum. Hae hyung bilang, pemeran pengganti yang mengendarai mobil kehilangan kendali dan hampir menabrak Sulli, Yesung yang mencoba menyelamatkannya justru tertabrak bersamanya."
"Yesungie..., dia baik-baik saja kan?" tanya Yunho.
"Belum tahu pasti. Choi Sulli hanya luka ringan karena terlindung tubuh Yesung. Aku tidak tahu bagaimana dengan Yesungie. Mianhae, aku tak menjaganya dengan baik," sesal Heechul.
"Ini bukan salahmu, Chullie'ah. Yunnie, kau jangan membuat Chullie semakin kalut. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan Yesung, bukan saling menyalahkan!" ucap Jae bijak.
Kedua namja di dekatnya tak menyahut.
Sementara di lain tempat, Ryeowook sedang menghadapi kemarahan teman-temannya. Mereka merasa dikhianati karena Kim Ryeowook justru melanjutkan rencananya sendiri untuk menyingkirkan Sulli, daripada menyingkirkan Kim Yesung sesuai persetujuan bersama.
"Apa kau mulai berpikir untuk mendekati Star Prince untuk dirimu sendiri Ryeowookkie?" tanya ketua DZ.
"Aniyo, hyung, aku hanya...,"
"Apa kau tahu, mencelakai Sulli secara langsung di hadapan banyak orang itu berbahaya? Kau mau kita ketahuan? Kenapa kau sangat bodoh Kim Ryeowook?"
"Mi-mianhae, hyung...," sesal Wookkie.
"Arraseo, kali ini kau kami maafkan. Tapi kalau kasus ini terusut dan ketahuan, kami tidak akan membantumu. Selesaikan masalahmu sendiri."
Kim Ryeowook tak menyahut. Dalam hati ia mulai berpikir, bahwa harapan terakhirnya hanya tinggal keluarga Jung. Jika DZ meninggalkannya, maka satu-satunya hal yang bisa melindunginya adalah menjadi anggota keluarga itu. Asalkan nyonya Jung mengakuinya sebagai putra angkat suaminya, maka tanpa DZ, dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Termasuk Kyuhyun.
.
.
"Kim Yesung'ssi mengalami patah tulang di bahu dan rusuknya. Dan benturan di kepalanya, meskipun tak sampai mengalami gegar otak, tapi mungkin akan menyebabkan trauma, jadi mungkin akan butuh waktu untuknya sadar kembali."
Helaan nafas lega terdengar bersamaan dari beberapa namja yang ada di ruang rawat Yesung setelah mendengar penjelasan dari dokter.
"Kau hampir membuat hyung mati ketakutan, Yesungie," ucap Yunho sambil menggenggam jemari Yesung erat. Jaejoong menatap sayu pada pemuda itu.
"Kalau begitu saya permisi," ucap Dokter seraya keluar dari ruangan itu. bersamaan dengan kepergiannya, dua pemuda masuk ke ruangan. Raut cemas tampak menghiasai wajah lelah mereka sehabis menempuh perjalanan jauh.
"Kim Yesung!" ucap keduanya bersamaan.
Jae dan Heechul menoleh dan mendapati Kyuhyun dan Changmin yang menatap Yesung dengan nafas turun-naik.
"Kyu?" ucap Jaejoong yang tak menyangka Kyuhyun benar-benar datang bersama Shim Changmin.
"Hyung, bagaimana keadaan Kim Yesung?" tanya Kyu.
"Ada beberapa tulang yang patah, dan benturan. Dokter bilang, mungkin butuh waktu untuk siuman," jawab Jae.
"Bagaimana dengan Sulli nunna?" tanya Changmin.
"Dia baik-baik saja. Hanya beberapa luka goresan dan keseleo pada pergelangan tangan dan kakinya."
"Chullie hyung, kenapa kau tak bersama Choi Sulli? Kau tidak mengkhawatirkannya?" tanya Kyu.
"Ada Siwon ahjjussi bersamanya. Aku..., em kami tidak perlu mengkhawatirkannya," jawab Heechul.
"Tapi tetap saja. Dia pasti akan jauh lebih baik, jika hyung bersamanya!" bentak Kyuhyun.
"Kalau kau secemas itu, kenapa bukan kau saja yang menemaninya, eoh?!" sahut Heechul.
"Karena bukan aku yang dia inginkan. Dan hyung tahu pasti tentang hal itu!"
"A-apa maksudmu, Kyu? Jangan bicara yang tidak-tidak saat tunanganku sedang tak sadarkan diri," ucap Heechul gugup. Karena sebenarnya dia juga sangat mencemaskan Sulli.
"Aku tahu selama ini kau juga menyukainya, hyung. Jadi jangan terus menghindar hanya karena aku menyukainya. Kau menyakiti kami, hyung!"
"Apa maksudmu? Aku tidak...,"
"Jangan membohongi dirimu sendiri, hyung!" ucap Kyu emosi.
"Berhenti berteriak di depan Kim Yesung yang sedang tak sadarkan diri!" bentak Yunho. "Selesaikan masalah kalian di luar!" usir Yunho.
"Mianhae...," ucap Kyu dan Heechul bareng.
"Jae'ah, bawa mereka semua keluar. Tinggalkan kami!" ucap Yunho.
"Tapi, hyung, aku juga ingin menemani Kim Ye-"
"Keluar!" usir Yunho lagi memotong kalimat Kyuhyun.
"Sudahlah, ayo kita keluar!" ucap Jaejoong sambil menarik Kyuhyun dan Heechul keluar.
Sementara Changmin tampak heran. Bukankah tunangan Yesung adalah Kim Heechul, lalu kenapa Yunho yang menjaganya? Lalu kenapa Kyuhyun bicara seolah Kim Heechul dan Choi Sulli saling menyukai? Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada cinta segi banyak di sini?
Next day...
Setelah membujuknya susah payah, akhirnya Jaejoong berhasil membuat Yunho setuju untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Sementara Heechul harus melanjutkan syutingnya. Pengambilan gambar memang dilanjutkan tanpa Choi Sulli. Rencananya mereka akan syuting adegan yang menampilkan Heechul dan Wookkie dulu. Baru setelah Sulli diperbolehkan keluar dari RS, dia akan melanjutkan syuting bagiannya.
Kyuhyun membelai wajah Yesung yang masih tak sadarkan diri. Wajah namja manis itu terlihat pucat. Tapi entah mengapa, Kyuhyun merasa namja itu tengah tersenyum. Apa dia bermimpi indah dalam tidurnya? Ataukah dia bahagia karena telah berhasil menyelamatkan Choi Sulli? Atau dia sedang menertawakan Kyu yang tak bisa berhenti mencemaskannya?
"Ya! Kim Yesung! Sampai kapan kau akan tertidur, eoh? Kau bukan Sleeping beauty, jadi kau tak perlu pangeran untuk membangunkanmu kan? Atau kau memang ingin aku cium dulu baru bangun?!" omel Kyu yang tentu saja tak akan mendapat balasan.
"Baik, kau sendiri yang minta, ya!" ucap Kyu lagi seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Yesung dan mencium bibir pucat namja manis itu.
Tapi Yesung tetap tak membuka matanya.
"Kim Yesung! Kenapa tak bangun juga, eoh? Jika kau terus begini, maka aku akan terus menciummu sampai kau bangun!" ancam Kyu. "Ya! Kau tak percaya dengan ancamanku?! Baik, aku akan menciummu lagi! Bukankah kau tak suka aku cium? Ayo bangun dan tampar aku!" ucap Kyu seraya kembali mencium bibir Yesung dan sedikit melumatnya.
Tetap tak ada reaksi.
"Ya! Kim Yesung! Kenapa kau tidak mau bangun? Apa kau bosan bertengkar denganku? Ah, aku tahu!"
Kyuhyun beranjak mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu kembali ke samping Yesung.
"Kau lihat ini? Ini milikmu kan? Bukankah kau sangat menginginkannya? Lihat ini, aku membawanya untukmu, jadi bangunlah! Mawar ini akan mati kalau kau tak juga bangun. Sebaliknya jika kau bangun, maka mawar ini pasti akan mekar. Jika kau tak percaya kau bisa membuktikannya sendiri, jadi bangunlah!" ucap Kyu sambil memaksa jemari Yesung menggenggam tabung kaca miliknya.
Yesung tak bereaksi. Dia masih tenggelam di alam bawah sadarnya. Ia bahagia di sana. Bersama umma, appa dan orang-orang yang menyayanginya. Dia bermimpi tentang masa kecilnya yang bahagia.
"Umma, appa, kalau Sungie dewasa, Sungie mau menikah dengan Yunho Hyung!" ucap Yesung.
"Haha..., itu tidak mungkin Yesungie, kalian bersaudara, tidak boleh menikah,"
"Kau menikah denganku saja, Yesungie!"
Yesung menoleh ke arah seseorang yang bicara padanya. "Nuguseyo?" tanyanya.
"Ya! Kenapa kau bertanya begitu? Apa di matamu hanya ada Yunho hyung saja?! Padahal akulah yang akan jadi pangeranmu kelak!" koar namja kecil itu.
"Yesung?" Kyuhyun menatap Yesung cemas saat raut wajah Yesung yang semula damai, kini terlihat berubah. Apa mimpinya berubah?
"Appa, jangan pergi. Sungie ikut dengan appa!" rengek Yesung.
"Sungie, appa akan kembali. Appa janji. Jadi Sungie tetap di sini menjaga umma, ne? Sungie bisa kan menjaga umma selama appa tidak ada?"
"Tapi...,"
"Saengie, hyung janji, hyung akan kembali menjemput saengie. Yaksok!"
"Yunnie hyung janji?"
"Ne...!"
"Yesungie, kalau kau Yunho hyung ingkar janji, aku akan menganggantikannya menjemputmu. Aku janji!" suara itu lagi.
"Jeongmalyo?" tanya Yesung sambil mengusap air matanya.
"Ne," ucap namja kecil itu lagi. "Ini, untukmu!"
Yesung menerima benda pemberian bocah laki-laki itu.
"Jangan sedih, saat bunga mawar itu mekar, aku pasti datang untukmu. Aku akan membawa seratus, ah ani, seribu mawar cantik untukmu. Aku berjanji!"
Sebuah senyum mengembang di bibir Yesung. "Ne, aku akan menunggumu, hyung!"
"Tapi janji, ya, saat itu kau tidak boleh menyukai Yunho hyung lagi. Kim Yesung hanya milik Cho Kyuhyun. Arraseo?!"
Yesung kecil mengangguk mantap. "Ne. Kyu hyung!"
Wajah cemas Yesung kembali berubah menjadi bahagia. Membuat Kyuhyun semakin penasaran dengan apa yang ia mimpikan.
"Ya! Kim Yesung, apa kau sedang memimpikan Yunho Hyung? Atau Heechul hyung? Atau mungkin Shim Changmin, eoh?!" ucap Kyu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Yesung.
"Kyu...,"
Namja tampan itu tersentak saat mendengar Yesung mengigaukan namanya.
"A-aku tidak salah dengar kan? Kau..., kau memimpikanku, Yesungie?" ucapnya tak percaya.
"Kim Yesung hanya milik Cho Kyuhyun."
Dan satu kalimat igauan itu sukses membuat namja pucat itu bersemu merah. Dia benar-benar tidak tahu apa yang Yesung mimpikan, tapi dia sangat bahagia mendengarnya.
"Ne, kau adalah milikku, Kim Yesung. Jadi cepatlah sadar dan aku akan membawakanmu seratus, ah ani, seribu mawar cantik untukmu," bisiknya lembut di telinga Yesung sebelum akhirnya, sekali lagi mencium bibir Yesung dengan lembut dan penuh perasaan.
.
.
"Apa yang kau dapatkan, ahjjussi?" tanya Kim Ryeowook pada namja paruh baya yang ia bayar untuk mencari tau alasan nyonya Jung mengangkatnya anak.
"Saya tidak tahu pasti, tuan. Tapi yang saya dengar dari percakapan tuan muda G.O di telepon, sebenarnya anak yang mereka cari bukanlah putra angkat Presdir Jung, melainkan putranya dengan yeoja lain."
"Mwo?!" sentak Wookkie. "Arraseo, kau boleh pergi,"
"Ne, permisi, tuan," ucap laki-laki itu lalu berlalu pergi.
Kim Ryeowook terdiam memikirkan ucapan namja tadi. Jadi selama ini mereka berpikir Ryeowook adalah putra Presdir Jung dari yeoja lain? Makanya nyonya Jung mau mengangkatnya anak. Apa karena bekas luka dan tahun lahirnya sama dengan anak tuan Jung yang asli?
"Aku rasa, aku perlu bukti untuk jaga-jaga," ucapnya menyeringai sambil menelpon seseorang. "Kangin Uisa, aku butuh sedikit bantuan."
.
Tbc
.
yeeee..., chap ini berhasil aku tulis tanpa kehilangan ide di tengah-tengah. tapi tetep aja telat update. karena berbagai alasan.
pokoknya doakan chap depan end tanpa cerita yang menggantung. amin...
gomawo buat review chap kemarin, khususnya yang pada ngritik. hahaha... dan saya hanya bisa ketawa-ketiwi tiap baca kritik itu. soalnya saya emang suka blank kadang-kadang. hehehe...
maaf gak disebut satu-satu ne. tapi yang jelas saya sangat berterimakasih.
see ya!
