The Death Fourth
.
.
.
Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol
Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek
Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s)
HUNHAN STORY!
.
.
.
"LEE SUNGTAE!" Sehun masuk ke ruang kerja Sungtae di kantornya dengan amarah yang sudah meledak di kepalanya.
"Ada apa lagi? Kenapa kalian kesini. Ini kantor idiot" geram Sungtae melihat Sehun dan Luhan memasuki ruangannya.
"Bajingan! Berani-beraninya kau menyuruh anak buahmu menyerang kami habis-habisan setelah data Sangchul aku berikan padamu" geram Sehun mencengkram erat kerah Sungtae, membuat seluruh bodyguard Sungtae mengeluarkan senjata mereka
Ckrek!
Luhan juga dengan cepat mengeluarkan senjatanya dan menodongkannya ke kepala Sungtae "Kalian berani mendekat, kepala bos kalian akan.. Duar! Hancur karena peluruku" ancam Luhan membuat semua anak buah Sungtae mundur.
"Lu, ambil file Sangchul" Luhan mengangguk mengerti dan segera mencari map biru yang berisi laporan kejahatan Sangchul. "Dapat Sehunna" Luhan memeriksa isinya dan dia mengambil file yang benar.
"Jika kau menginginkannya, lunasi pembayaran kami secara full, dan kami akan memberikannya padamu. Jika kau meminta anak buahmu mengikutiku lagi, aku pastikan kejahatanmu akan diketahui oleh seluruh anggota parlemen" ancam Sehun mencekik Sungtae membuatnya kesulitan bernafas
"Sehunnie" lirih Luhan mengingatkan Sehun "Kau beruntung hari ini" geram Sehun menghempaskan Sungtae ke lantai dengan kasar.
"Ayo Lu" Sehun menggenggam tangan Luhan meninggalkan ruangan Sungtae tanpa mempedulikan anak buah Sungtae yang mengarahkan senjata mereka. "Biarkan mereka pergi" Sungtae berteriak pada anak buahnya membuat Sehun menyeringai menang dan memeluk Luhan membawanya pergi.
Sepeninggal Sehun dan Luhan, ruangan Sungtae kembali didatangi oleh seseorang, namun kali ini musuh bebuyutannya sendiri yang menghampirinya.
"Ckckck, aku lihat kau digigit oleh anjing peliharaanmu sendiri?" Sindir Sangchul pada Sungtae.
"Cih, bukan urusanmu bajingan" geram Sungtae membenarkan kerahnya dan kembali duduk di kursinya.
"Mereka tidak bisa dilenyapkan dengan mudah jika kita tidak tahu kelemahan mereka. Mereka terlalu kuat jika bersama" ujar Sangchul memberitahu.
"Kenapa kau memberitahuku? Kau ingin bekerja sama denganku?" Cibir Sungtae.
"Aku tidak bekerja sama denganmu! Aku hanya ingin menawarkan penawaran saling menguntungkan." Seringai Sangchul "Katakan" perintah Sungtae
"Posisi kita sama-sama terancam karena orang sewaanmu itu, jadi pertama kita harus menyingkirkan mereka terlebih dulu, kita bisa menyingkirkan mereka jika kita bekerjasama" Sangchul menawarkan
"Apa rencanamu?" Tanya Sungtae yang tampak tertarik "Kihyun anak buahmu dan L anak buahku. Mereka adalah mesin pembunuh jika digabungkan" seringai Sangchul memberitahu.
"Jadi apa kau ingin bilang kalau mereka berdua akan sangat cocok untuk menghancurkan mereka berempat" tanya Sungtae yang tampak tertarik.
"Mereka sudah terlalu banyak tahu tentang kita, kita tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan kita kan. Walau pada akhirnya akulah yang akan selalu menang darimu" seringai Sangchul memberitahu Sungtae.
Sungtae tampak berfikir dan tak lama mengangguk setuju dengan usulan Sangchul, mau bagaimanapun keempat orang yang ia sewa buka tipikal bisa disuap karena latar mereka sendiri adalah tuan muda, jadi untuk kebaikannya sendiri dia setuju dengan rencana Sangchul dan akan menghabisi Sangchul setelah membereskan keempatnya "Aku rasa ide itu bukan ide yang buruk" Sangchul menyeringai mendapatkan anggukan dari Sungtae tanda mereka setuju untuk bekerjasama.
..
..
..
BLAM!
Sehun menutup pintu mobilnya dan berjalan ke mobil Luhan untuk membukakan pintunya, namun baru saja ia merengkuh pinggang Luhan, Kai dan Chanyeol berlari menghambur ke arah Luhan dan mengambil Luhan dari pelukannya.
"Lu, kau baik-baik saja kan? Apa ada yang terluka?" Kai memeriksa seluruh tubuh Luhan dan mendesah lega saat mendapati Luhan baik-baik saja walau banyak lecet di tubuhnya "Syukurlah mereka tidak berbuat gila pada kalian" Kai memeluk Luhan erat dan mengecupi pucuk kepala Luhan
"Idiot sialan! Kenapa kau kesana berdua dengan Luhan hah? Kau mau membuat Luhan mati disana" geram Chanyeol mencengkram kerah Sehun
"Aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari Luhan" balas Sehun santai "bukan begini caranya" desis Chanyeol semakin marah pada Sehun.
"Yeolie! Berhenti mencekik Sehunku" Luhan menyeruak ditengah-tengah Sehun dan Chanyeol memeluk Sehunnya erat "Awas kalau kau mencekik Sehunnie lagi" katanya melotot pada Chanyeol membuat Chanyeol yang sedang marah terkekeh karenanya.
"Luhan ikut aku" Kai menarik paksa Luhan membuat Luhan merengek pada Sehun. "Jangan menangis, aku tidak menculikmu nona cantik" gumam Kai yang kini menggendong Luhan seperti karung beras, membuat si pria cantik itu tambah meronta dan merengek "Kaiyaa lepaskan aku! Sehunnie tolong" pekik Luhan meronta dibawa paksa oleh Kai masuk kedalam.
Sehun yang melihat kekasihnya menangis pun ikut berjalan masuk menyusul Luhan "Aku serius masalah ini Sehunna, kau tidak boleh melibatkan Luhan sendirian. Kau tahu dia selalu terobsesi pada apapun yang berkaitan dengan misi kita. Aku mencemaskannya" gumam Chanyeol tercekat saat Sehun berjalan mendahuluinya, membuat Sehun sedikit menyesal mengajak Luhan untuk menemui Sungtae hari ini.
..
..
..
"Kau mau kemana Lu?" Tanya Kai saat melihat Luhan membawa tas kecil dan tas belanjanya. Yang dipanggil namanya hanya berjengit kaget karena memang berniat untuk pergi keluar sebentar "Aku mau ke minimarket sebentar, ada yang harus aku beli Kai" balas Luhan menuruni tangga dan berjalan menuju pintu sampai ia merasa lengannya ditarik oleh Kai "Aku ikut" katanya memaksa membuat Luhan sedikit kesal karena hari ini Kai dan Chanyeol sangat protektif padanya.
"Ayolahhhh" jengah Luhan memutar bola matanya malas.
Cklek!
"Kalian kenapa?" Kali ini suara si protektif kedua bertanya, dilihat dari penampilannya Chanyeol sepertinya baru saja bertemu dengan Baekhyun, karena setiap bertemu dengan Baekhyun, Chanyeol akan berpenampilan sangat tampan.
"Hanya ingin keluar. Kau mau ikut juga?" Tanya Luhan dengan suara malasnya.
"Ayo kita pergi" Chanyeol menarik tangan Luhan membuat Luhan membelalakan matanya karena Kai dan Chanyeol benar sangat seperti seorang wanita cerewet sekarang "Aku bisa sendiri" protes Luhan "Iya kau bisa sendiri" Kai mengulang pernyataan Luhan membuat si panggilan rusa ini tambah kesal.
"Eh? Mana mobil Sehun? Kenapa tak ada?" Tanya Luhan menyadari kalau hanya ada tiga mobil di garasi sementara mobil kekasihnya tidak terparkir disana
"Sehun ada urusan sebentar Lu" Kai membukakan pintu belakang untuk Luhan dan tak lama duduk di bangku samping kemudi mobil Chanyeol
"Urusan apa?" Gumam Luhan yang merasa Sehun selalu menyembunyikan hal penting darinya
"Sehunmu akan kembali Lu" Kai mengusak rambut Luhan menenangkan rusanya.
"Kita berangkat?" Tanya Chanyeol mencoba menghibur "Hmm" gumam Luhan menjawab entah kenapa dia merasa moodnya hilang karena awalnya dia berniat untuk tidak mengganggu Sehun yang sedang istirahat, tapi nyatanya kekasihnya tidak ada dirumah tanpa memberitahunya.
Tak lama kemudian mereka sampai di minimarket terdekat dari rumah mereka yang membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai disana, tapi ternyata "sesuatu" yang Luhan cari tidak ada disana, maka dari itu Kai dan Chanyeol terpaksa membawa Luhan yang terus merengek mencari "sesuatu" nya yang tak lain tak bukan adalah eskrim rasa strawberry vanilla ke supermarket yang membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sampai kesana.
"Lu, tempat ini terkahir yang kita kunjungi kalau tak ada kita pulang mengerti kan?" Tanya Chanyeol yang merasa sudah sangat lelah karena untuk mencari es krim saja harus memakan waktu dua jam.
"Aku akan cari sampai dapat" balas Luhan membanting pintu mobil Chanyeol melenggang masuk kedalam supermarket membuat Kai dan Chanyeol menggelengkan kepala mereka.
"Biarkan saja dia. Kau cari keperluanmu saja yeol" ujar Kai yang memutuskan membiarkan Luhan mencari keperluannya sendiri sementara dirinya ikut mencari kebutuhannya "Baiklah, sepuluh menit kita berkumpul disini lagi" balas Chanyeol yang juga memutuskan membeli kebutuhannya sendiri.
Setelah beberapa lama mencari dan mendapatkan barang yang ia butuhkan, Chanyeol memutuskan menghampiri Luhan dan mengecek apakah Luhan sudah menemukan eskrim yang membuat mereka harus dua jam berada diluar.
"Kalian sudah selesai?" Chanyeol menghampiri Luhan yang ternyata sudah bersama Kai "Dapat" Cengir Luhan menunjukkan empat box es krimnya.
"Kenapa banyak?" Chanyeol mengernyitkan dahinya bingung karena Kai sedang mendorong troley yang ia tebak seluruhnya milik Luhan. "Untuk Sehunnie" balas Luhan merangkul lengan Kai yang membawa belanjaannya. Chanyeol tertawa mengetahui Luhan merangkul lengan Kai. Karena setiap mereka berbelanja dengan Luhan, Luhan akan merangkul lengan salah satu dari mereka bertiga yang artinya seluruh belanjannya harus dibayarkan oleh salah satu dari mereka yang dirangkul Luhan.
"Punyaku sekalian" Chanyeol memasukkan belanjaannya ke troley Kai membuat Kai mendesah pasrah karena harus membelikan kebutuhan teman-temannya.
Luhan terus merangkul lengan Kai diikuti Chanyeol dibelakang mereka, sampai tiba-tiba Kai menghentikan langkahnya. Luhan yang sedang tertawa karena Chanyeol menggodanya mengernyit bingung menatap Kai "Kenapa berhenti?" Tanya Luhan bingung namun tatapan Kai menatap kosong kedepan, Luhan mengikuti arah pandangnya dan mendapati seorang wanita paruh baya juga menatap rindu ke arah Kai "eomma" gumam Kai sangat pelan namun terdengar Luhan.
Luhan dengan otomatis melepas rangkulannya di lengan Kai dan mendorong Kai sedikit kedepan. Kai menatap ragu ke arah Luhan, karena menurutnya eomma nya sudah tidak mengingatnya lagi, namun pemikirannya salah saat dia merasakan tubrukan ditubuhnya memeluknya erat "Anakku, putraku sayang. Eomma sangat merindukanmu" isak nyonya Kim dengan teramat, Luhan dan Chanyeol memberikan tatapan penuh arti pada Kai meminta dia untuk bicara dengan ibunya.
"Kami menunggu disana" Chanyeol memberitahu Kai yang masih membalas pelukan ibunya.
"Kau harus kembali padaku" gumam Luhan mengingatkan Kai membuat Kai tersenyum mengangguk mengerti.
Dan setelahnya, Chanyeol merangkul Luhan menunggu Kai di kafe yang tersedia di minimarket tersebut.
"Mereka tampak baik-baik saja" ujar Chanyeol mendapati Kai sedang berangkulan dengan eommanya.
"Hmmm.. Aku jadi rindu eommaku" gumam Luhan menatap iri pada Kai.
"Aku eommamu" kekeh Chanyeol mengusak rambut Luhan
"Kau tidak rindu eomma mu yeol?" Tanya Luhan membuat Chanyeol terdiam seketika "Aku?.. Entahlah Lu, aku hanya berharap orangtuaku seperti ayahmu dan ibu Kai" gumam Chanyeol yang memang merasa Kai dan Luhan lebih beruntung
"Baiklah, mengingat kau dan Sehunku benar-benar tidak bicara pada orang tua kalian, aku akan menjadi eomma dan appa untuk kalian berdua. Kau mau kan?" Tanya Luhan menatap lucu pada Chanyeol "Ten.."
"Tidak, aku tidak mau. Kau istriku!" Sela sebuah suara di belakang Luhan membuat Luhan memekik kaget mendapati Sehun berada disana "Sehunnie!" Ujarnya menghambur memeluk kekasihnya erat. "Kenapa ada disini" tanya Luhan bingung "Ada seseorang yang bilang padaku kalau dia kerepotan mengurus bayi besar yang mencari es krim strawberry malam-malam begini
"Aku rindu sekali pada kekasih cantikku" gumam Sehun berusaha membuat Luhan senang "Kau darimana? Kenapa tidak memberitahuku" protes Luhan memukul lengan Sehun.
"Aku ada urusan sebentar sayang" katanya mencium bibir Luhan. "Hey ini tempat umum" kesal Chanyeol karena Sehun dan Luhan semakin tidak tahu tempat.
"Kau disini?" Kali ini suara Kai yang bertanya, Luhan berlari kearah Kai dan memeluk Kai sekilas "Kau tidak pergi kan?" Tanyanya memastikan.
"Pergi kemana?" Kai bertanya bingung "Ke rumahmu" balas Luhan memelas "Rumahku itu hanya satu, rumah kita" katanya mengecup kening Luhan sekilas dan merangkul lengan Luhan membawanya kembali pada Sehun.
"Bagaimana kalau kita minum? Kita sudah lama tidak keluar berempat kan?" Tanya Kai menawarkan "Kau sudah selesai dengan ibumu?" Tanya Chanyeol memastikan
"Hmm.. Sudah selesai, mau kan? Kita minum diluar ya" pinta Kai yang entah kenapa menjadi sangat bingung setelah bicara dengan ibunya. "Setujuuu, iya kan Sehunnie" tanya Luhan penuh harap.
"Araseo. Kau tidak minum terlalu banyak oke" katanya mencium gemas kekasihnya "okeee" cengir Luhan bersemangat
"Ish, kenapa kalian jadi sangat mabuk" kekeh Kai melihat ketiga temannya yang sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. Ia mau tak mau meninggalkan mobil Sehun di parkiran kafe dan berniat mengambilnya besok, karena sekarang teman-temannya benar tak sadarkan diri.
"Haaahhhh~" lagi, seorang Kim Jongin menghela nafasnya dan mulai membuka pintu mobilnya membawa satu-persatu ketiga orang ini masuk kedalam rumah. Butuh waktu 15 menit sendiri utuk memapah Sehun dan Chanyeol kedalam.
Kai meletakkan keduanya di ruang santai yang sudah ia beri alas. Lalu bergegas kembali keluar untuk membawa sang putri tidur masuk kedalam rumah "Kau bisa kena flu cantik" kekeh Kai yang melihat Luhan sangat nyaman tidur didalam mobil "Ayo kita masuk" gumamnya lagi membawa Luhan kedalam gendongannya "Eungh…" lenguh Luhan yang merasa tubuhnya terangkat. Luhan awalnya bersender di leher pria yang menggendongnya, awalnya dia pikir itu Sehun, tapi aromanya yang berbeda membuat dia penasaran untuk melihat dan mendapati Kai yang menggendongnya "hehehe..Jongin je-hix-lek..aku ki-hix-ra Sehun-hix-nie" gumam Luhan yang kembali memeluk leher Kai, perutnya sudah sangat mual membuatnya harus bertumpu pada sesuatu "Sehunmu juga sama sepertimu bodoh" Kekeh Kai yang merasa berat badan Luhan naik drastis, karena terakhir dia menggendongnya Luhan tidak seberat ini.
"Jja, sampai. Istirahatlah hmm" katanya meletakkan Luhan di sofa, Luhan pun hanya menggeliat mencari posisi nyaman di sofa tempat Kai meletakannya. Kai sengaja tidak membawa ketiga temannya kedalam kamar karena dia berencana untuk menghabiskan satu malam ini bersama di ruang santai. "Sehunnie, Kaiyaa, yeolie, lulu, hix" racau Luhan dalam tidurnya membuat Kai mengusak gemas rambut kekasih temannya ini. "Aku sudah tahu jawabannya sekarang" gumam Kai mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hmm ini aku..eomma" Kai menjawab telpon yang diangkat oleh ibunya yang baru ia temui beberapa jam yang lalu "Aku rasa aku tidak butuh waktu seminggu untuk memberi jawaban" ujar Kai.
"Hmm aku sudah membuat keputusanku… Aku akan tetap tinggal disini bersama teman-temanku" katanya mengusak rambut Luhan dan melihat Sehun dan Chanyeol bergantian dengan senyum keyakinan di wajahnya. "Aku tidak perlu pulang eomonim. Ini rumahku, aku sangat bahagia disini" balas Kai yang tak lama kemudian menutup ponselnya.
"Aku membuat keputusan yang sama seperti kalian, aku tidak perlu kembali ke keluargaku. Kalianlah keluargaku" gumam Kai tersenyum menatap ketiga wajah temanyya secara bergantian.
..
..
..
"Lu, sebenarnya apa yang kemarin kalian lakukan?" Tanya Kyungsoo dan Baekhyun mendesak Luhan keesokan harinya. Mereka sudah melontarkan pertanyaan yang sama sejak pagi hari hingga kini mereka sedang makan siang di sebuah kafe tak jauh dari kampus mereka.
Luhan memutar bola matanya bingung, bukan karena dia malas menjawab, tapi takut dia salah bicara "Memangnya Kai dan Chanyeol tidak memberitahu kalian?" Tanya Luhan yang sebenarnya senang dengan janji Kai dan Chanyeol untuk tidak melibatkan kedua sahabatnya.
"Tidak. Mereka hanya bilang itu urusan kecil, tapi mengingat aksi kalian aku rasa itu pekerjaan berbahaya. Ayolah Lu beritahu kami" pinta Baekhyun memohon mengerjapkan matanya imut.
"Baiklah.. Aku akan memberitahu kalian, jadi sebenarnya pekerjaan kami adalah..." Luhan melihat Baekhyun dan Kyungsoo bergantian yang tampak antusias menunggu cerita Luhan "adalah... Kalian menunggu ya? Hahhahahaha" Luhan tiba-tiba tertawa terbahak melihat ekspresi kedua temannya yang sangat lucu
"Xi Luhan!" Teriak Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan karena Luhan hanya mengerjai mereka "Aku akan pesan minum dulu untuk kita hmm" katanya masih menahan tawa meninggalkan kedua temannya yang masih kesal.
..
..
..
"Ayolah, ini sudah malam dan kalian masih memasang wajah kesal padaku, aku sudah berbaik hati mengantar kalian pulang karena kekasih tampan kalian tampaknya sedang bersenang-senang dengan wanita cantik" Luhan menggoda Baekhyun dan Kyungsoo membuat keduanya makin mendelik kesal padanya.
"Araseo araseo, aku hanya bercanda. Mereka sedang mengerjakan sesuatu dengan Sehunku, jadi kalian pulang denganku" nyali Luhan untuk menggoda kedua temannya tiba-tiba menciut karena tampaknya Baekhyun dan Kyungsoo benar-benar kesal padanya.
"Mereka pasti mengerjakan pekerjaan yang berbahaya lagi kan?" gumam Baekhyun melihat keluar jendela "Aku takut sesuatu yang buruk terjadi mereka" kini Kyungsoo yang bersuara dengan khawatir.
"Hey.. mereka ba…"
BRAK!
DUGH!
Ckittt!
"LUHAN!"
Belum selesai berbicara, mobil Luhan sengaja ditabrak oleh mobil lain dari belakang, membuat ketiga orang yang berada di mobil Luhan tersentak dan memekik kaget. Tak lama mobil yang sengaja menabrak Luhan pun berada di samping kiri kanan Luhan dan dengan sengaja membunyikan klakson nya dengan kencang.
TIN! TIN!
TIN! TIN!
"Lu, mereka siapa?" tanya Baekhyun ketakutan hendak membuka kaca mobil Luhan "JANGAN DIBUKA!" teriak Luhan yang mencegah Baekhyun membuka kaca mobilnya. "Kau juga jangan buka Kyung" Luhan menoleh sekilas ke belakang memastikan Kyungsoo tidak membuka kaca mobilnya. "Pakai seatbelt kalian" perintah Luhan dan tanpa bertanya macam-macam Kyungsoo dan Baekhyun mengikuti instruksi Luhan
Luhan menginjak gas mobilnya dan wush~ mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, namun kedua mobil yang mengikutinya juga melaju dengan kecepatan yang sama, sehingga lagi-lagi kedua mobil itu berada disamping kiri kanan mobil Luhan. Luhan yang kesal akhirnya menoleh ke arah kaca mobilnya dan mendapati L menyeringai padanya, kemudian ia menoleh ke arah kaca Baekhyun dan mendapati Kihyun yang menyeringai padanya.
"Sungtae dan Sangchul keparat" geram Luhan yang benar-benar memuncak marah karena saat ini ada Baekhyun dan Kyungsoo bersamanya.
Sementara itu Kihyun dan L saling berkomunikasi melalui handsfree mereka, sejujurnya mereka juga kesal dengan keempat orang yang selama ini terus membuat mereka kesal karena sebenarnya tidak sulit menghabisi mereka, namun sepertinya keberuntungan selalu bersama keempat orang ini.
"Sepertinya hanya Luhan, apa perlu kita habisi?" tanya Kihyun pada L "Jangan, tidak hari ini, anggap saja dia sedang beruntung karena kita tidak sengaja bertemu dengannya. Kita cukup gertak dia saja hari ini, dekati mobilnya dan buat dia terdesak" ujar L memberitahu.
"Sayang sekali. Padahal aku ingin sekali menghabisinya" geram Kihyun penuh kebencian
"Kau belum tahu mereka, jika kita menyakiti Luhan malam ini, malam ini juga kita akan mati ditangan ketiganya. Kita harus pakai otak jika menghadapi mereka" L menggeram memberitahu partner barunya yang sangat memaksakan keadaan. "Baiklah. Jika sudah saatnya, Luhan bagianku oke" katanya sangat kesal mengingat Luhan mentah-mentah melempar bom kearahnya beberapa hari lalu.
"Lu, mereka siapa?" tanya Kyungsoo panik karena mobil Luhan kini semakin didesak dengan kecepatan tinggi "Hanya orang idiot Kyung, kita akan baik-baik saja hmm" balas Luhan yang masih fokus menyetir sambil memikirkan cara bagaimana agar kedua orang idiot ini berhenti mengejarnya. "Baek, apa kita sudah melewati gang ke rumahmu?" tanya Luhan yang mendapatkan ide. "Sudah Lu, pertigaan tadi kerumaku kan" balas Baekhyun ketakutan.
"Baiklah" ujar Luhan yang menyeringai menatap L dan Kihyun bersamaan "Aku selalu berada satu point diatas kalian kan" gumam Luhan yang semakin cepat menginjak gas mobilnya membuat L dan Kihyun mengikutinya, namun baru dua menit dia menambahkecepatan tiba-tiba
CKIT!
"LUHAN!" teriak Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan karena Luhan tiba-tiba mengerem mendadak membuat L dan Kihyun kecolongan dan berada didepannya cukup jauh, hal itu dimanfaatkan Luhan untuk segera memutar balik mobilnya dan berjalan berlawanan arah membuat dirinya dihujani makian oleh pengguna jalan.
"Sial! Dia selalu saja lolos" geram L memukul kemudi stir mobilnya dan merasa percuma mengejar Luhan karena mobilnya sudah tidak terlihat lagi "Aku benar-benar merasa dia sangat menarik" gumam Kihyun yang semakin gencar ingin mengejar Luhan.
"Kau tahu L, paling tidak sekarang kita tahu kalau Luhan memiliki teman biasa yang bisa kita jadikan umpan" seringai Kihyun memberitahu L "Kau benar" balas L ikut menyeringai dan tak lama menjalankan mobilnya pergi.
BLAM!
Howeeeek..
Kyungsoo keluar dari mobil dan memuntahkan isi makanan yang ada di perutnya karena merasa sangat mual. "Sebenarnya mereka siapa, Lu?" geram Baekhyun mendesak Luhan agar bicara "Aku tidak tahu!" teriak Luhan emosi, dia benar-benar bingung bagaimana cara menjelaskannya pada kedua temannya.
"Kau tak apa Kyung?" tanya Luhan menghampiri Kyungsoo, namun Kyungsoo menolak untuk Luhan pegang "Menjauh dariku" kesalnya karena Luhan sama sekali tidak mau bicara.
"AKU BERUSAHA MELINDUNGI KALIAN. TAPI KENAPA KALIAN TIDAK MENGERTI" Luhan berteriak kesal karena kedua temannya kembali bersikap dingin padanya.
"Melindungi apanya, kau bahkan bisa membuat kami mati kapan saja tadi. Apa setelah ini aku harus menyewa bodyguard hah" tantang Kyungsoo yang merasa perutnya semakin mual
Ckit!
Terdengar dua suara mobil yang ikut parkir di halaman dekat rumah Baekhyun, dan tak lama muncul Kai dan Chanyeol dari dalamnya menghampiri dengan tergesa kekasih masing-masing.
"Ada apa kenapa berteriak? Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Kai menghampiri Kyungsoo dan menatap Luhan intens mengecek apakah ada goresan atau luka di tubuh Luhan.
"Sebenarnya siapa mereka?" tanya Kyungsoo melepas pelukan Kai dan menuntut jawaban dari kekasihnya "Kenapa dia tidak mau memberitahu kami" katanya lagi menunjuk Luhan dengan jari telunjuknya
"Hey sayang, kau tidak boleh menyalahkan Luhan, dia sudah melakukan segala cara agar kalian tidak terluka" lirih Kai memberi pengertian pada kekasihnya. "Setidaknya beritahu siapa mereka agar kami bisa melindungi diri kami sendiri" Kyungsoo semakin kesal karena kekasihnya ikut-ikutan tidak memberitahu apapun padanya dan Baekhyun.
"Apa kau juga tidak akan memberitahuku?" tanya Baekhyun sarat kekecewaan pada Chanyeol "Kau tidak perlu tahu baby, mereka bukan siapa-siapa" Chanyeol mendekap Baekhyun namun Baekhyun menolak dekapan Chanyeol.
"Aku ingin pulang" lirihnya semakin kecewa pada Chanyeol.
"Baik, ayo kita pulang" Chanyeol mengalah dan memutuskan untuk segera membawa Baekhyun pulang "Lu, kita bertemu dirumah hmmm.. kau hati-hati ya" ujar Chanyeol memasuki mobilny, menatap Luhan yang sama terkejutnya karena tidak menyangka akan diganggu oleh L dan Kihyun saat bersama dengan Baekhyun dan Kyungsoo. Luhan tidak menjawab apa-apa dia hanya terdiam dan menebak kalau dibiarkan masalah ini akan semakin berlarut untuk dirinya, Kai dan Chanyeol.
"Apa kau mau pulang juga?" Kai bertanya pada Kyungsoo yang memunggunginya "Tentu saja, tapi tidak perlu mengantarku. Aku dijemput paman Lee" balas Kyungsoo menolak menatap Kai dan Luhan dan benar saja tak lama ada sebuah mobil lagi sampai di taman tersebut, menapilkan paman Lee yang keluar dari mobilnya.
"Tuan muda, saya sudah disini" ujar paman Lee sedikit membungkuk pada Luhan karena juga mengenal Luhan sebagai teman dekat tuan mudanya. "Ayo kita pulang paman" Kyungsoo melenggang masuk kedalam mobilnya dan
BLAM!
Dia menutup kasar pintu mobilnya "Hubungi aku saat sampai di rumah hmmm" Kai berbicara pada Kyungsoo yang enggan membuka kaca mobilnya
"Ayo jalan paman" katanya memberi perintah mengabaikan kekasihnya dan Luhan, Paman Lee pun dengan tak enak hati menjalankan mobilnya sesuai perintah tuan mudanya.
"Menyebalkan menyebalkannnnnn" geram Luhan menendangi ban mobilnya berkali-kali. Kai yang semula masih sangat sedih karena kekasihnya marah, tersadar dengan hal bodoh yang dilakukan Luhan.
"Kakimu bisa patah jika menendangi ban seperti itu Lu" Kai menghampiri Luhan dan menjauhkan Luhan dari mobilnya dengan cepat "Kenapa Sungtae dan Sangchul jadi bekerjasama? Mereka benar-benar sialan, aku benar-benar kesal. Bagaimana kalau tadi direncanakan, apa aku harus menembak didepan kedua temanku?" ujar Luhan penuh emosi "Tenang Lu, mereka hanya menggertakmu" Kai menenangkan Luhan memeluknya erat.
"Maaf gara-gara aku kalian bertengkar" gumam Luhan menyesal membuat kedua temannya bertengkar "Tidak ada yang salah hmm" balas Kai tersenyum pahit "Kita pulang ya" tanya Kai dan Luhan mengangguk pelan dipelukan Kai.
Dan setelahnya keduanya memasuki mobil masing-masing dengan Kai mengikuti Luhan dari belakang.
..
..
..
BLAM!
Luhan membanting pintu mobilnya dengan kesal, diliriknya mobil kekasihnya sudah terparkir di garasi menandakan kalau Sehun sudah berada didalam, alih-alih senang mengetahui Sehun dirumah, Luhan lebih merasa kesal karena belakangan ini Sehun sibuk dengan urusannya sendiri.
Cklek!
"Lu, kau tidak apa kan?" baru saja memasuki rumah, Sehun sudah memeluknya sangat erat, jika dia sedang tidak kesal
"Darimana saja kau? Menyebalkan sekali!" Gerutu Luhan melepas pelukan Sehun dengan kasar, dia dengan segala rasa kesal yang menggerogotinya naik keatas tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Blam!
Lagi, sang pintu berwarna hitam-pink itu menjadi korban kekesalan namja cantik yang kesalnya sudah mencapai ubun kepala itu.
"Luhan kenapa?" Tanya Sehun dengan wajah bingungnya
"Aku mengalami hal yang sama denganmu Sehunna" lirih Kai berselonjor di sofa, pikirannya kembali menerawang pada Kyungsoo yang tampak marah padanya.
"Dan aku rasa Baekhyun juga sangat kesal padaku" suara yang lain datang dari pintu masuk, Chanyeol dengan wajah sama kusutnya dengan Kai mendesah pasrah dan ikut berbaring di sofa bersama Kai.
"Sungtae keparat! Harusnya aku membunuhnya saat itu juga, dia benar-benar menyusahkan" geram Sehun mengepal tangannya.
"Kau mau kemana?" Tanya Kai pada Sehun "Mau bicara dengan Luhan" balasnya memberitahu "Jangan. Dia sedang kesal padamu, jangan menambah masalah" Kai menasehati Sehun.
Sehun melihat ke pintu kamar Luhan berkali-kali, dia ingin sekali mengetuk kamar Luhan dan meminta maaf pada kekasihnya, tapi dia mendengarkan Kai, dia tahu kalau memaksa Luhan bicara sekarang hanya akan menambah masalah. Dengan pasrah akhirnya Sehun ikut bergabung bersama Kai dan Chanyeol tidur di sofa sambil memikirkan kekasih masing-masing.
..
..
..
Keesokan paginya, Sehun sudah berdiri didepan pintu kamar Luhan berniat untuk memberi ucapan selamat pagi pada kekasihnya, Sehun bahkan sudah mandi dan berpenampilan dengan rambut turun kebawah favorit kekasihnya berharap mood Luhan sudah kembali baik.
Cklek!
Terdengar suara pintu kamar Luhan terbuka, menampilkan Luhan yang sangat manis berpakaian casual siap pergi kekampusnya.
Chu~
Sehun langsung mengecup bibir Luhan sebagai permintaan maafnya membuat si pemilik bibir membelalakan matanya karena kaget dengan ciuman yang ia terima secara tiba-tiba.
"OH SEHUN!" Pekik Luhan mendorong Sehun cukup kencang membuat Sehun mundur cukup jauh dari tempatnya berdiri semula
"Wae?" Teriak Sehun yang mulai kesal karena Luhan terus menolaknya.
"Awas kalau kau melakukannya lagi" geram Luhan menunjuk wajah Sehun mentah-mentah. Sebenarnya Luhan tahu kalau dirinya sudah keterlaluan, tapi mengingat kalau dia sedang kesal pada kekasihnya membuatnya bicara sesuka hatinya.
"Kenapa tidak boleh? Aku kekasihmu Xi Luhan" kesal Sehun mengejar Luhan yang sedang menuruni tangga
"Kim Jongin, Park Chanyeol!" Teriak Luhan mengabaikan Sehun memanggil kedua temannya yang belum menunjukkan tanda-tanda kehadiran mereka.
"Lu" Sehun menarik lengan Luhan membuat kekasihnya mau tak mau menghadap ke arahnya "Apa?" Tanya Luhan yang mati-matian menahan dirinya untuk tidak memeluk Sehunnya ini.
"Kenapa kau sangat marah?" Tuntut Sehun tak terima.
"Pikir sendiri" balas Luhan yang kembali kesal karena Sehun selalu bersikap lambat seperti ini.
"Kim Jongin, Park Chanyeol" teriaknya lagi mencari kai dan Chanyeol yang masih tak menunjukkan keberadaan mereka
"Mereka menjemput kekasih mereka pagi ini. Jadi jangan berteriak lagi" jengah Sehun karena Luhan masih mengabaikannya.
"Oh" hanya itu jawaban Luhan, dia kembali berjalan, namun kali ini menuju pintu keluar. Sehun menggeram tak percaya dengan kelakuan Luhan pagi ini, Sehun kembali mengejar Luhan dan menariknya ke meja makan dengan kasar.
"Lepaskan aku" Teriak Luhan tak terima saat Sehun menariknya kencang dan sedikit memaksanya duduk di meja makan.
"Dengar! Aku bukan Chanyeol yang bisa sabar dengan sifat keras kepalamu, aku juga bukan Kai yang bisa menahan marahnya untuk membentakmu. Jadi, aku tidak akan mengulanginya lagi. Cepat makan dan aku yang akan mengantarmu" ujar Sehun sedikit mendesis untuk menakuti Luhan,
"Kau tidak bisa mengaturku" teriak Luhan masih keras kepala.
"AKU BISA! AKU KEKASIHMU!" Balas Sehun berteriak lebih menakutkan dari Luhan, membuat Luhan tertunduk diam karena sangat takut.
"Cepat makan!" Ujar Sehun menghela nafas dan berjalan menjauhi Luhan agar Luhan tidak kembali emosi.
Baru berjalan beberapa langkah, Sehun sudah dibuat kembali emosi karena Luhan kembali berulah.
PRANG!
Luhan dengan sengaja menjatuhkan gelas dan piring ke lantai, dan tak lama ia terduduk di lantai dengan pecahan prirng dan gelas mengelilinginya "Lu... Kau!" Geram Sehun yang emosinya kembali tersulut, namun sang emosi menguap setelah melihat Luhan menjerit histeris
"SEHUNNIE JAHAT! SEHUNNIE TIDAK MENCINTAIKU! AKU BENCI SEHUNNIE" pekik Luhan seperti bayi yang tidak diberikan mainan, meraung dilantai dan memekik sangat kencang.
Sehun bingung dengan teriakan Luhan, kenapa Luhan bisa berteriak kalau dirinya tidak mencintainya. Sehun benar-benar menyesal membentak kekasihnya beberapa menit yang lalu ini.
"Sayang, kenapa berteriak seperti itu? Cepat bangun, berbahaya duduk disana banyak pecahan kaca Lu" ujar Sehun melunak, dia tidak bisa lagi bicara membentak pada Luhan.
"PERGI!" Jerit Luhan mengusir Sehun
"Araseo aku akan pergi, tapi kau harus bangun hmm" pinta Sehun berbalik badan menjauhi Luhan, namun bukannya semakin reda tangisan Luhan semakin menjadi.
"EOMMA! SEHUN MAU PERGI! SEHUNNIE JAHAT PADA LULU" jerit Luhan yang kali ini membawa ibunya mengadukan Sehun. Sehun berbalik badan menghadap Luhan dengan senyum pahit karena sikap Luhan yang sedang sangat manja ini.
"Lalu aku harus apa sayang" tanya Sehun frustasi menatap Luhan.
..
..
..
"Apa sudah lebih baik hmmm" tanya Sehun yang sedang memangku Luhan menenangkan kekasihnya yang baru saja meraung dan mengamuk seperti anak kecil ini.
"Hmm.. Sudah lebih baik,, aku lelah dan lengket" adunya manja memeluk erat leher Sehun.
Terang saja Luhan mengeluh lelah dan lengket, karena saat ini Sehun sedang memangku Luhan yang polos tanpa busana, Luhan memaksa Sehun untuk melayaninya kalau ingin dimaafkan, Sehun yang sudah kewalahan pun akhirnya menuruti kemauan Luhan untuk bercinta di pagi hari di salah satu kursi favorit milik Kai.
Keduanya masih terengah dan menetralkan nafas karena baru saja menyelesaikan ronde keempat mereka pagi ini, Luhan sudah polos tanpa busana sedangkan Sehun masih menggunakan kaos, namun bagian bawahnya masih bersarang dilubang kekasihnya.
"Aku mandikan ya" tawar Sehun mengelus punggung Luhan dengan sayang.
"Aku masih mau mendesah" protes Luhan tak rela
"Aku bisa membuatmu mendesah semalaman sayang, sekarang kau harus kekampus hmm" Sehun membujuk Luhan yang sedang sangat bernafsu.
"Jika aku kekampus, kau akan sibuk lagi dengan urusanmu sendiri. Kau akan pulang malam lagi, dan aku kembali diabaikan" gumam Luhan menumpahkan seluruh rasa kesalnya.
"Aku akan menjemputmu pulang sayang" katanya memberitahu Luhan
"Kau bohong" gumam Luhan tak percaya "Kalau aku bohong lagi, kau boleh membenciku dan melakukan semua hal yang kau inginkan untuk membalasku, saat itu aku yang akan berusaha mendapatkanmu hmm" Sehun berusaha membujuk Luhan dan sedikit merasa menyesal dengan apa yang baru ia katakan pada Luhan.
"Aku tidak akan bisa membencimu" gumam Luhan yang entah kenapa menjadi sangat takut kalau Sehun akan meninggalkannya "Mencobalah, agar aku tidak bersikap seenaknya lagi padamu" katanya memberitahu Luhan, membuat keduanya terdiam untuk beberapa detik namun setelahnya Luhan mengangguk menyetujui ucapan kekasihnya. "Aku mencintaimu" Sehun memberitahu Luhan "Aku juga mencintaimu" balasnya memeluk Sehun erat
..
..
..
"Aku akan menjemputmu nanti siang hmm" ujar Sehun membukakan pintu mobil untuk Luhan. Luhan mendesah malas karena harus kembali ke gedung tua yang entah untuk apa dia berada disini setiap hari sementara ketiga temannya tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar di tempat yang disebut kampus ini "Hmm.. aku akan menunggu" balas Luhan memeluk Sehun enggan melepaskannya.
"Masuklah, nanti kau terlambat" katanya tertawa gemas pada sosok Luhan yang sedang bermalasan ini.
"Baiklah" balas Luhan mengecup bibir Sehun sekilas dan perlahan berjalan meninggalkan Sehun yang masih memperhatikannya hingga ia benar-benar masuk kedalam kampusnya "Kau janji akan menjemputku kan?" tanya Luhan berbalik badan bertanya pada kekasihnya.
"Aku akan menjemputmu sayang" balas Sehun tersenyum "Oke" cengir Luhan bersemangat dan berlari memasuki kelasnya. "Aku tidak mau mencari lagi Lu, hanya kau prioritasku saat ini" gumam Sehun tersenyum pada sosok Luhan yang sudah tak terlihat.
"Tuan muda" panggil beberapa suara bersamaan
Sehun yang baru saja membuka pintu mobilnya sampai ada seseorang yang memanggilnya, membuatnya menoleh dan
BUGH!
Pandangan Sehun berputar dan ia merasa seketika semua menjadi gelap, sedetik kemudian dia sudah terjatuh tak sadarkan diri.
"Bawa dia" perintah sebuah suara membuka kaca mobilnya dan tersenyum menyeringai melihat Sehun tak berdaya seperti itu.
tobecontinued..
see ya next chap... :)
.
happy reading and review :)
