.

Chanyeol lebih sering menghabiskan hari-harinya dengan melihat perkembangan para traine terlebih mereka yang hendak debut dalam waktu dekat. Ia mencoba untuk selalu profesional setiap harinya, Baekhyun sekarang bukan lagi menjadi prioritas utama bagi Chanyeol. Baekhyun hanyalah masa lalu yang indah berujung menyakitkan tanpa arah. Chanyeol sekarang harus lebih berhati-hati dan memperhatikan kemajuan perusahaannya, apalagi ia telah mengetahui bahwa ada pihak yang menginginkan perusahaan yang susah payah di bangun oleh ia dan ayahnya.

"Aku mendapatkan informasi mengenai Baekhyun." ucap Jongin saat mereka hendak pergi makan siang.

"Bagaimana dengan kesehatannya?" Chanyeol bertanya dengan suara datar.

"Kehamilannya semakin besar, ia juga terlihat baik-baik saja begitu menurut informan yang bekerja pada Sehun." jawab Jongin.

"Syukurlah. Jongin tolong kembalilah bekerja sebagai sekertarisku, aku tidak menyukai saudara perempuanmu itu. Meskipun ia terlihat berpotensi, tetapi aku tidak bisa leluasa dengannya." Chanyeol mengalihkan pembicaraan mengenai Baekhyun.

"Tetapi.."

"Aku tidak akan menyerahkan pekerjaanku padamu, aku tidak akan lalai, aku berjanji. Jadi maukah kau kembali?" sambung Chanyeol.

"Aku tidak masalah dengan pekerjaan yang kau berikan padaku. Aku hanya tidak sanggup melihatmu seperti enggan melanjutkan hidup semenjak kepergian bocah itu." Akhirnya Jongin menyelesaikan ucapannya.

"Tidak! Aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk terus melanjutkan hidupku tanpa Baekhyun. Aku cukup tenang apabila ia selalu sehat. Aku akan menyelamatkan perusahaanku yang sedang dikejar ular berbisa. Kumohon kembalilah." Chanyeol mengusak surainya frustrasi.

"Hmm. Baiklah, tetapi apa yang harus aku katakan pada Wendy?" Jongin pun menuruti keinginan sahabatnya itu. Tetapi di lain sisi juga ia mengkhawatirkan sepupunya.

"Tenang saja, akan aku pindahkan ia kebagian lain, ia tidak akan kehilangan pekerjaan." Chanyeol memberikan solusi.

"Baiklah kalau begitu." Jongin hanya mengikuti tanpa membantah.

Semenjak rencana pernikahan pura-pura Chanyeol dengan Irene, Jongin merasa Chanyeol tidak pernah mendengarkan ucapannya. Dan pada akhirnya Chanyeol terjebak dengan wanita iblis itu. Beruntung Jongin selalu mengambil langkah cepat sehingga bisa menyelamatkan sahabatnya, dan memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Selama waktu makan siang Chanyeol membahas beberapa trainee yang saat ini menarik perhatiannya pada Jongin. Ia mengatakan bahwa trainee yang saat ini lebih berpotensi sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mendebutkan mereka. Jongin tersenyum melihat sedikit perubahan pada diri Chanyeol. Jongin percaya bahwa sahabatnya itu akan berubah seperti yang tadi di katakan. Memang salah ketika Jongin meninggalkan Chanyeol saat sahabatnya terpuruk, tetapi itu ternyata pilihan yang tepat.

...

"Lihatlah, bukankah suaranya begitu lembut dan wajahnya tampak begitu manis?" Chanyeol menunjukan rekaman video boy grup yang akan debut bulan depan.

"Ah jadi mereka yang kau katakan berpontensi?" Jongin mengangguk.

"Benar, dan lihatlah pria mungil ini menggemaskan bukan?" Chanyeol menunjuk salah satu anggota boy grup tersebut.

"Tunggu, ia terlihat tidak asing. Seperti aku pernah melihatnya." Jongin mengernyitkan dahinya.

"Gotcha! Dia terlihat seperti Baekhyun. Karenanya aku bisa sedikit melupakan kepergian Baekhyun." jawab Chanyeol antusias.

"Jangan lagi Chanyeol!" Jongin memperingatkan.

"Tenang Jong, aku tidak akan gegabah seperti dulu. Aku hanya menyukai perilakunya, cukup memberiku hiburan." Chanyeol tau maksud ucpan Jongin.

"Syukurlah, aku hanya tidak ingin kau jatuh di lubang yang sama." ucap Jongin.

Mereka melanjutkan melihat video trainee yang lainnya. Jongin setuju dengan pendpat Chanyeol, anak asuh baru Leoy Ent. memang memiliki potensi yang menjanjkan. Saat mereka tengah mengamati satu demi persatu kekurangan yang masih harus di tingkatkan para trainee ada yang mengetuk pintu ruangan Chanyeol. Kemudian munculah gadis cantik dari balik pintu.

"Permisi Tuan, anda memanggil saya?" tanya Wendy dengan sopan.

"Ah benar, kemarilah." Chanyeol meminta Wendy untuk duduk di kursi sebelah Jongin.

"Apa ada masalah tuan?" Wendy mengernyitkan dahinya saat melihat Jongin juga ada disana.

"Tidak ada. Begini Wendy, aku bukan orang yang suka berbasa-basi. Kinerjamu sebagai sekertarisku cukup baik, hanya saja aku menginginkan Jongin yang menajdi sekertarisku. Kamu sudah bersahabat cukup lama seperti yang kau tahu. Jadi untuk sekarang kau akan aku pindahkan ke bagian Public Relation." Ucapan Chanyeol cukup tegas, membuat Wendy tidak mampu untuk membantah. Wendy hanya melirik sepupunya dengan tataan sinis.

"Oh begitu, baiklah Tuan terimakasih. Maaf apabila selama saya menjadi sekertaris anda, saya melakukan kesalahan." Wendy tidak percaya Chanyoel memindahkannya dengan begitu mudah, selama ini ia sudah bekerja dengan sepenuh hati agar kinerjanya menarik perhatian Chanyeol. Tetapi pada akhirnya ia kembali ketempat seharusnya ia berada.

Wendy keluar dari ruangan Chanyeol dengan menelan kekecewaan. Ia tidak percaya sepupunya sendiri mengkhianatinya. Padahal Jongin sempat mengatakan padanya bahwa ia tidak akan kembali bekerja pada Chanyeol. Tanpa disadari Wendy mengepalkan tangannya dengan keras merasakan amarah yang kini tengah menguasainya. Kemudian, ia meraih ponsel yang berada di meja tempat ia bekerja dan mencari nama seseorang lalu melakukan sebuah panggian.

...

Kyungsoo tengah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh Sehun, beberapa hari lalu Sehun mengatakan bahwa ia akan kembali ke Korea. Entah alasan apa yang membawa pria berkulit putih itu kembali, tetapi Kyungsoo akui ia cukup senang saat Sehun mengatakan akan ke Korea. Sehun meminta Kyungsoo untuk melihat situasi bandara pada hari ia berangkat dari Amerika.

Ia pun tahu bahwa Sehun akan membawa serta Baekhyun. Sehingga ia pun sudah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan Baekhyun. Kyungsoo sengaja membeli apartemen baru untuk tempat tinggal Sehun dan Baekhyun. Apartemen itu pun sudah dipastikan berisi orang-orang kaya yang tidak memiliki waktu untuk memperhatikan siapa saja yang tinggal disana.

Tak lupa Kyungsoo pun memberi peralatan bayi dan menatanya di apartemen tersebut, ia tahu bahwa Baekhyun akan segera melahirkan. Tetapi ia belum memberitahu keluarga Baekhyun, ia hanya memberitahu Heechul bahwa BAekhyun akan kembali hari ini. Sehingga Heechul pun membantu pekerjaan Kyungsoo.

"Apakah semua situasi telah aman?" tanya Kyungsoo.

"Bandara selama beberapa hari ini aman, tidak ada jadwal idol bepergian sehingga tidak banyak orang yang berada disana." jawab Heechul.

"Baiklah jika begitu, mereka akan tiba esok hari. Tolong hyung mengawasi situasi disana dan jadwal para idol ataupun artis." pinta Kyungso.

"Tentu, kau tenang saja. Kau persiapkan saja tempat tinggal mereka. Aku akan mengawasi sampai mereka tiba ke apartemen dengan selamat tanpa ada yang tahu." ucap Heechul dengan mantap.

"Baiklah. Ku tutup telponnya hyung. See you." Kyungsoo memutuskan panggilan mereka.

Kyungsoo memijat pelipisnya kasar. Semenjak pertemuan yang tidak disengaja dengan Irene ia merasa akan ada permasalahan yang cukup rumit. Irene memaksa Kyungsoo untuk memberikan kontak Sehun padanya. Kyungsoo tahu sifat asli Irene, ia sangat ambisius dengan tujuannya. Wanita itu tidak bisa dianggap remeh. Kenyataan bahwa wanita itu tahu Sehun telah menikah dengan Baekhyunpun tidak bisa disepelekan, wanita itu mengancam akan membuka rahasia Sehun dan Baekhyun pada media jika ia tidak memberikan kontak Sehun.

Kyungsoo berencana untuk memberi tahu Sehun ketika pria berkulit putih itu kembali ke Korea. Ia tidak ingin menambah beban pikiran Sehun, tetapi ia juga belum menemukan jalan keluar dari hal tersebut.

Di sisi lain...

"Ah ternyata mereka kembali. Tunggu permainanku akan segera berlangsung." ucap wanita berwajah dingin.

Wanita itu melirik ponselnya terdapat beberapa panggilan tak terjawab. Ia menyeringai, ia merasa takdir tengah berpihak padanya. Begitu banyak berita mengejutkan yang mampu membuat segala usahanya berjalan dengan lancar.

...

Chanyeol begitu menikmati penampilan beberapa trainee. Hari ini ia melakukan penilaian dadakan secara langsung. Ia sudah cukup mengamati dari beberapa video, ia ingin melihat sejauh mana persiapan para trainee. Chanyeol di dampingi oleh Jongin dan beberapa pelatih vkal maupun dance melakukan penilaian pada para trainee.

Chanyeol berencana untuk mendebutkan dua boy grup dari perusahaannya. Ia telah mengetahui sejauh mana persiapan boy grup yang kemarin mengenalkan diri sebagai EXO, nama EXO mereka gunakan karena mereka merasa sangat bangga bisa satu agensi dengan EXO. Hari ini mereka harus mempersiapkan diri untuk perkenalan dengan nama boy grup mereka sendiri. Boy grup itu pun harus memiliki seorang leader, mereka harus memilikinya saat penilaian berlangsung.

Chanyeol melakukan penilaian terhadap boy grup MXM terlebih dahulu, ia mempeerhatikan dengan sungguh saat MXM tampil. Meski tak sebaik boy grup yang kemarin tetapi penampilan dari MXM cukup memukau. Beberapa pelatih vokal maupun dancepun mengatakan MXM sudah cukup baik, hanya tinggal meningkatkan beberapa hal lagi.

Kini tiba saatnya boy grup CXB yang disana terdaat Baixian. Chanyeol tersenyum saat mereka mulai mengambil posisi masing-masing, mereka kembali membawakan lagu terbaru milik EXO. Chanyeol begitu menikmati penampilan mereka, Ia dan para pelatih memberikan beberapa masukan.

"Baiklah, CXB siapa leader kalian?" tanya Chanyeol.

"Saya.." Baixian mengangkat tangannya.

"Baiklah, coba kenalkan diri kalian." pinta Chanyeol. Baixian mengangguk dan mempersiapkan para anggota.

"Hello, we are CXB" ucap para anggota dengan kompak. Chanyeol dan para pelatih memberikan tepuk tangan. dan meminta mereka kembali ke ruang latihan mereka masing-masing.

Chanyeol dan Jongin kembali ke ruangan Chanyeol. Jongin yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol pun kini paham apa yang dimaksud Chanyeol mengenai tingkah Baixian. Chanyeol terus tersenyum, membuat Jongin menjadi semakin khawatir.

"Chan, bisakah kau menjaga hatimu." ucap Jongin secara terang-terangan.

"Memang ada apa?" Chanyeol merasa heran dengan pernyataan Jongin.

"Aku memperhatikanmu saat melihat Baixian, ku mohon jaga hatimu. Ku pikir kau tertarik padanya." Jongin menatap serius pada Chanyeol.

Chanyeol menghela napas panjang "Tenanglah, aku selalu menjaganya bersama seseorang yang telah pergi." Chanyeol tersenyum kecut.

Jongin menyadari bahwa ucapannya tidak tepat. Wajah berseri Chanyeol kini berubah menjadi dingin.

...

Baekhyun tengah sibuk mengemas beberapa pakaian besar untuk menyembunyikan kehamilannya. Ia tahu di Korea ia tidak bisa dengan mudah bepergian dengan perut buncitnya. Meskipun ia telah meninggalkan Korea beberapa waktu bukan berarti orang-orang disana melupakan dirinya. Ia masih sering memantau SNS banyak sekali penggemarnya yang dengan setia memberikan dukungan melalui komentar pada kiriman terakhirnya. Tetapi dilain sisi antifan Baekhyun pun bertambah banyak saat ia menghilang begitu saja.

"Sedang memikirkan sesuatu?" Sebuah tangan merangkulnya dari belakang.

"Ah tidak. Kkkk. Aku hanya sedang mengingat bagaimana Korea saat aku meninggalkannya." ucap Baekhyun.

"Masih sama seperti saat kau pergi, tidak ada perubahan. Mau ku bantu?" Sehun menawarkan diri untuk membantu Baekhyun.

"Tentu, kalau kau tidak keberatan." Baekhyun tersenyum.

Sehun dengan senang hati membantu Baekhyun memilih pakaian yang memang ia butuhkan. Ia sudah bertekad akan meninggalkan Baekhyun di Korea dan ia akan kembali ke Amerika seorang diri. Ia ingin menebus kesalahannya, ia tidak ingin Baekhyun semakin merasa tersakiti. Baginya sudah cukup bisa menjalani kehidupan pernikahan bersama Baekhyun selama empat bulan. Pada akhirnya usahanya untuk memperjuangkan kehidupan berakhir sia-sia, kematian sedang dalam perjalanan menjemputnya.

Sehun membawa koper Baekhyun ke dalam mobil, mereka akan melakukan penerbangan ke Korea pada malam hari. Sedangkan Baekhyun tengah menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.

Baekhyun sempat berpikir untuk menghubungi Heechul agar bisa menjemputnya di Bandara dan memastikan situasi disana aman, tetapi Sehun mengatakan tidak perlu. Karena semua telah diambil alih oleh Sehun.

"Hyung pakah makanannya tidak sesuai dengan seleramu?" Baekhyun memperhatikan Sehun yang makan tanpa semangat.

"Ah.. Tidak, ini enak. Hanya saja perutku sedang tidak bersahabat mungkin karena kita akan melakukan penerbangan cukup ama." Sehun mencoba menyembunyikan kecemasannya.

"Kalau begitu, kita tunda saja keberangkatan kita. Aku hanya ingin tinggal disini bersamamu Hyung." ucap Baekhyun tanpa disadari air mata mengalir di pipi Baekhyun.

"Tidak sayang, kita harus tetap berangkat." ucap Sehun tegas.

"Mengapa? Mengapa kita harus kembali hyung?" Baekhyun akhirnya menangis tersedu-sedu. "hikss.. Aku tidak ingin kebali kesana, aku sudah bahagia disini hyung. hikss. Jadi kita tak perlu kembali, eoh?"

"Bukan begitu sayang, ada hal yang harus ku selesaika disana. Aku tak bisa jika harus meninggalkanmu disini sendiri, apalagi dengan usia kandungamu yang sudah semakin dekat dengan kelahiran." Sehun mencoba menenangkan Baekhyun. Ia membawa Baekhyun kedalam pelukannya. "Aku yakin kau juga pasti merindukan Korea, merindukan orang tuamu, merindukan teman-temanmu. Jadi aku membawamu kesana." sambung Sehun.

"Janji kita akan terus bersama?" Baekhyun mengangkat kelingkingnya. Sehun menangguk dan melakukan janji kelingking dengan Baekhyun. Sehun pun tak sanggup menahan air matanya. Ia begitu menyayangi Baekhyun, ia ingin hidup dengan Baekhyun dalam waktu yang cukup lama, tetapi takdir tidak berpihak padanya. Sejak awal takdir kehidupan tidak perah berpihak padanya. Entah mengerti kesedihan pasangan itu, bayi di dalam perut Baekhyun pun tidak mau diam. Ia bergerak kesana sini membuat Baekhyun meringis di tengah tangisnya.

...

..

.

TBC

.

..

...

Hello guys, aku mau minta saran lebih baik Sehun nya itu kembali sehat atau kah menyerah pada penyakitnya? Saran aja sih, soalnya aku udah punya rencana untuk karakter sehun ini.

Oia, apabila kalian ingin his fault tetep lanjut jangan lupa kasih review yaa.

Review kalian secara tidak langsung membantu aku untuk semangat nyelesaiin cerita ini.

SALAM CHANBAEK IS REAL!