Aku akhirnya kembali lagi dengan fic ini dan sekarang sudah masuk chapter ke sebelas atau lebih dari sepuluh itu benar-benar sebuah pencapaian yang lumayan bagus untuk diriku yah aku juga hanya berterima kasih kepada pembaca setia yang senantiasa untuk terus memantau fic ini dengan meninggalkan jejak meski ada juga yang enggak yah! (Silent reader maksudku) ohhhh mungkin ada sedikit pemberitahuan dariku, mungkin jika tak update sekali lagi sebelum lebaran mungkin aku bakal Hiatus sebentar untuk sekedar cuti mengambil waktu liburan bersama keluarga tapi, jika masih sempat itu tak masalah hanya saja jika tidak nanti di summary aku bakal kasih tau kapan aku menulis lagi dan cukup sekian terima gaji, kumohon tak ada kembali whakssss!

P.S : mungkin chapter ini atau chapter selanjutnya akan aku buat lemon yah tergantung cerita saja tapi, buat kalian yang tak suka tolong skip saja karena aku mulai membuat ini jadi lebih baik lagi sekian.

.

...

.

- Kuoh Academy

Sekarang kondisi kota sudah tak aman karena penyerangan dari Datenshi itu apalagi ditambah sebuah proyek besar bakal terjadi di academy ini yang mana akan dilakukan oleh salah satu pengkhianat dari Gereja Vatikan Sebagai Iblis yang memiliki kekuasaan di wilayah ini, Rias tak mungkin membiarkan hal itu terjadi.

Karena yang dilawan bukan lagi orang sembarangan Souna juga pada akhirnya ikut membantu juga apalagi Datenshi ini memiliki sepuluh sayap yang bakal dipastikan cukup kuat apalagi mereka hanya remaja pengalaman bertarung masih terbilang minim dan mereka semua sudah sampai di Academy minus Issei yang tak ada.

"aku dan peerageku akan membuat pelindung dan menahannya untuk tak berbuat kerusakan lebih jauh" Ucap Souna meski tenang tapi, kenyataannya dia juga sangat cemas dengan hal ini "kita harus menghentikan mereka jika dibiarkan maka nyawa orang tak bersalah akan hilang"

"aku tau" Jawab Rias seperti biasa

"daripada bertarung sendiri kenapa tak memanggil Kakak kalian untuk membantu?" Ucap Tsubaki memberi usul meski pada akhirnya usulan dari miliknya ini pasti ditolak karena sikap keras kepala mereka "lagipula belum tentu kalian bisa mengatasi ini sendiri?"

"Tidak bisa Kakakku saat ini mungkin sibuk jadi, aku tak ingin menggangunya" Jawab Rias yang tak ingin melibatkan masalah ini dengan kakaknya terlebih dia sudah Jadi Maou hal seperti ini bukanlah Penting "daripada itu kenapa kau tak menyuruh kakakmu saja Souna?" kedua Gadis memiliki Kakak yang sama-sama Siscon.

"Kakakmu dan kakakku cukup berbeda makanya aku menyuruhmu saja" Ucap Souna sedikit terlihat malu jika harus membahas kakaknya yang memiliki kelakuan yang berbeda dari orang normal "lagipula Raja Iblis akan kesini jika adiknya dalam bahaya"

"Rias, aku sudah menghubungi Sirzech-Sama untuk masalah ini" Ucap Akeno yang terlihat sehabis menghubungi seseorang "dan dia bilang katanya akan mengirim beberapa Pasukan yang kuat untuk menghentikan Kokkabiel"

"Tunggu! Akeno!... Kenapa langsung diberi tau" Rias cukup terkejut dengan tindakan (Queen)nya ini tanpa didiskusikan ini terlebih dahulu "dan biarkan saja Onii-sama tak Perlu ikut campur untuk masalah ini"

"Sudahlah jangan keras kepala Rias,lagipula ini demi kepentingan semuanya" Jawab Akeno yang cepat ambil keputusan "jika, salah satu dari kalian mati maka akan berdampak buruk pada semuanya"

"Ngomong-ngomong aku tak melihat Hyoudou Issei? Dia sekarang ada dimana?" Tanya Souna tak melihat lelaki berambut Coklat itu karena kekuatannya saja cukup untuk menghentikan rencana berbahaya dari Datenshi dengan sayap sepuluh itu.

"Dia bilang akan membantu tapi, rencananya berbeda hanya saja yang jelas dia akan membantu kita" Jawab Rias yang dapat notif dari Kouhainya itu meski ada sedikit debat gak Penting pada akhirnya berakhir dengan baik.

"Kenapa kau bisa yakin dengan hal itu?" Tanya Souna sebagai seorang yang hati-hati dia tak semudah itu mempercayai hal ini apalagi hanya sekedar janji saja dimulut.

"Memang tapi, menurutku hal seperti ini sering terjadi dan kau harus mempercayai hal itu" Jawab Rias tampak blush di wajah yang sesuai dengan warna rambutnya "lagipula sebuah hubungan yang baik adalah dimulai dari waktu kau saling mempercayai satu sama lain tanpa sebuah kecurigaan" dia tampaknya yang jatuh Cinta bukan sebaliknya.

"Yah! Jika kau berkata seperti itu aku tak ada masalah" Balas Souna tersenyum senang mendengar Jawaban ini "tapi, aku rasa tugas kalian adalah menahannya sebisa mungkin sementara kita akan membuat pelindung untuk menahan daya kerusakan hingga menyebar luas"

"Baiklah! Semuanya ayo maju!" Teriak Rias mengajak peeragenya.

Sementara kelompok Rias maju dan masuk ke dalam sambil menahan Kokkabiel untuk beberapa saat dan menghentikan dia dalam projek yang berbahaya ini karena dapat menghancurkan seluruh Kota yang ada disini, sementara kelompok Souna sudah membuat lapisan pelindung berwarna pink.

Rias dan yang lain maju ke dalam dimana sudah menunggu musuh mereka Kokkabiel yang tengah duduk di kursi kesayangannya berada di udara dengan tangan yang menopang dagu dan juga terlihat di sisi sekolah seorang Balba tengah melakukan sebuah Ritual.

"Selamat Datang bagi kalian semua yang kemari" Ucap Kokkabiel memberi sambutan tampak seringai jahat di wajahnya "aku penasaran siapa yang akan datang kemari? Apakah Raja Iblis Sirzech? Atau Serafall?"

"Mereka semua takkan pernah datang karena kita yang akan melawanmu" Jawab Rias memberi tatapan yang tajam "Atas Nama keluarga Gremory kita akan menghukummu"

"Ohhh! Kenapa kau tak kemari dan buktikan sendiri?" Kokkabiel menantang tampak Ekspresi wajahnya tak takut sama sekali.

.

.

.

.

.

.

- Di Sebuah Gedung

Di atap sebuah Bangunan tampak tiga figure yang tengah menatap Academy Kuoh yang sudah dilindungi sebuah Sihir Pelindung dan mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Issei dengan Dua Datenshi Wanita Cantik ini meski bagi Issei sendiri sudah cukup tapi, mereka bersikeras yah, tak ada Pilihan lain untuk mengajak mereka.

"Sesuai yang aku bicarakan dirumah tadi, kalian hanya Perlu mengatasi yang lain sedangkan aku akan menghajar si wajah jelek itu" Ucap Issei menghela nafas sebentar dan sekarang dia sudah masuk dalam Balance Breaker versi Hakuryuukou karena jika Sekiryuutei akan terbongkar rahasianya.

"Tapi, aku tak menyangka orang itu akan melakukan hal seperti ini" Ucap Kalawarner dengan tangan terlipat sambil menekan dadanya "lagipula memang apa yang direncanakan orang aneh itu sehingga melakukan hal konyol semacam ini"

"Kalau tak salah dia bilang untuk Perang lagi" Jawab Issei yang agak samar mendengar percakapan mereka sewaktu Sore.

"Ahhhh, yang benar saja! Masa Perang lagi itu hal konyol!" Raynare sangat kesal sekali dengan rencana ini yang membahayakan yang lain "meski aku tak ikut tapi, sudah banyak kehilangan di Pihak kita jika terus Perang maka Populasi Malaikat Jatuh akan sepenuhnya punah" yah, dia juga tak mau mati karena banyak hal yang harus dilakukan contohnya memberi keperawanannya.

Bicara Soal itu ketika Raynare masuk dalam Mode normal atau Datenshi biasanya Pakaiannya akan berubah malah terkesan extreme dan Sexy yaitu Pakaian Boundage dimana itu sering digunakan dalam Hentai untuk Orang yang massochist untung saja Issei menyuruhnya menutupinya dengan Baju kancing pendek berwarna Pink.

Meski Gadis itu terlihat Protes dengan keputusan ini tapi, nyatanya dia menuruti kata-kata Lelaki itu, sebenarnya tak ada masalah untuk Issei malahan sebagai penyegar mata tapi, jika Orang-orang melihat ini pasti akan berfikir lain meski bagian bawah tak tertutup tapi, itu saja sudah cukup.

"Pouhh! Kau benar-benar gak asyik Ise-Kun" Raynare cemberut terlihat masih tak senang karena harus menutupi tubuhnya dengan baju "padahal aku ingin merayumu dengan ini! Apa kau tak tertarik sama sekali huh?"

"Aku ini lelaki normal bukan aku tak tertarik tapi, lihat tempat saja" Jawab Issei karena saat ini mengenakan Armor jadi sulit melihat ekspresi wajahnya "lagipula lebih baik lakukan itu di kamar jika ingin merayu tapi, jangan kau tahan setelah apa yang kau lakukan karena aku takkan berhenti"

"Ohhh, itu benar-benar seperti tantangan huh?" Raynare tersenyum menggoda dan mendekati Hakuryuukou itu sambil memeluknya "bagaimana setelah ini kau buktikan saja ucapanmu hmmm! Ise-Kun?" dia tau Jawaban tadi seperti sinyal baginya.

"Oke! Cukup hentikan itu" Kalawarner kesal dan memisahkan mereka berdua dari hal merayu "bukan aku cemburu atau apa tapi, kita harus fokus pada hal ini" dia mengabaikan temannya yang memberi juluran lidah kepadanya.

"Aku Juga ingin tau, apakah sewaktu kalian di Gereja pada hari itu, kalian tau sesuatu tentang Rencana ini?" Tanya Issei untuk saat ini dia orangnya akan cukup hati-hati dalam mengambil tindakan.

"Tidak, kita sama sekali tak Pernah tau apapun tentang hal ini" Jawab Kalawarner menggeleng yah, waktu itu dia seperti anak anjing hanya menurut saja tanpa tau maksud yang sesungguhnya "lagipula kita bisa sampai kemari karena kita bertiga diajak oleh Dohnaseek tanpa menanyakan alasan yang jelas"

"Yah, jika kita tau dan akan sama berakhir sepertinya" Ucap Raynare tersenyum masam jika mengingat itu, andai kata dia sama sepertinya maka sekarang dia tak bersama dengan Ise-Kun tercinta dan hanya haus akan kekuatan saja "tapi, aku tak Pernah menginginkan hal seperti itu terjadi"

"Tenang saja, selama kau orang baik maka tak ada yang akan menyakitimu" Ucap Issei hanya mengusap Rambutnya tampak Wajah Gadis itu merah bercahaya.

"Tapi, bisakah kita akan melakukan itu setelah ini selesai?" Ucap Raynare meminta dengan wajah memohon, dia sebenarnya ingin menciumnya tapi terhalang oleh Topeng Armor besi itu.

"Baiklah jika itu kau yang meminta" Issei hanya mengangguk saja, sebenarnya dia bukan tipe orang yang munafik malahan sebuah keberuntungan bisa melakukan seperti ini dan dia juga menyukai hal ini "lagipula bukan itu berarti aku tak pernah melakukan hal itu sebelumnya" dia masih mengingat waktu pertama kali dengan Kuroka.

"Biar aku tebak dengan Kucing Liar itu bukan?" Raynare sudah menduga karena sebelum dia tinggal di rumah Issei Kucing itu sudah lebih dulu berada disana.

"Hehehe! Yah, begitulah" Jawab Issei tertawa kering.

"Oke, bocah besar jangan fokus saja ke Pacarmu itu karena kau Punya Wanita lain yang saat ini menunggu juga" Ucap Kalawarner menggoda dengan memeluk Issei dari belakang sambil menekan dadanya sendiri meski lelaki itu mustahil bisa merasakannya "karena aku akan kesal jika kau tak adil denganku juga" dia menjilati mulutnya sendiri karena melihat Armor yang luar biasa Gagah dan Penuh kekuatan ini.

"Heiii! Bodoh! Ise-Kun itu milikku!" Ucap Raynare tak terima miliknya diambil begitu saja dan dia memeluk Issei dari depan sambil menekan dadanya juga meski lelaki itu mustahil bisa merasakannya "sebaiknya kau cari saja yang lain"

"Sudah cukup hentikan waktu bermain ini" Ucap Issei berusaha memisahkan mereka dia sebenarnya tak ada masalah tubuhnya diapit Dua Wanita itu seperti sandwich tapi, untuk sekarang fokus tujuannya dulu "lagipula ada Pekerjaan yang harus dilakukan sekarang" dia menunjuk Academy.

"Kau benar" Raynare langsung melepaskan Pelukannya.

"Ngomong-ngomong apakah kalian melihat Kuroka?" Tanya Issei yang sudah jarang sekali melihat Nekomata itu "sudah tiga hari aku tak melihatnya" mungkin sewaktu gabung klub dia agak jarang ada di Rumah.

"Tidak sama sekali, bahkan kita jarang melihatnya" Jawab Kalawarner merasa aneh tak melihat Gadis itu.

"Aneh..." Issei Fikir ada sesuatu yang mencurigakan dan Gadis ini rahasiakan darinya tapi, untuk sekarang fokus ini dulu "baiklah ayo Pergi dengan sesuai rencana yang kita buat" dia mengepakan Sayapnya dan terbang menghilang cepat.

"Iya!" Dua Wanita Datenshi itu menurut dan mengepakan sayapnya dan terbang juga tapi, beda jalur dengan Issei.

*wusshhhh

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Academy Kuoh

"Hah! Ternyata hanya segini saja kekuatanmu, aku terlalu berharap berlebihan untuk orang seperti kau"

Rias hanya menggertakan Giginya dengan sangat kesal atas Komentar tadi yang terkesan merendahkan yag, meski kenyataannya seperti bahwa dirinya dengan peeragenya tak bisa menghentikan Datenshi itu bahkan melukainya sedikit saja rasanya sangat sulit sekali seperti Batu penghalang yang besar.

Sudah lama mereka bertarung dan tak ada hasil apapun selain dia khawatir terhadap Kokkabiel, dia juga masih cemas dengan seorang mantan Pendeta terkenal yang tengah melakukan eksperimen dengan Pedang Excalibur bisa dipastikan itu akan menghancurkan kota.

Tapi, beruntungnya bagi Dia karena salah satu utusan Gereja datang membantu termaksud salah satu (Knight)-nya dan itu memudahkan baginya lagi di tambah Gadis berambut biru itu memiliki Pedang yang lebih kuat dari Excalibur yaitu Durandal dan Yumi memperoleh kekuatan baru dari mantan teman-temannya yang sudah tiada.

Selama itu masalah masih bisa teratasi meski belum selesai dan juga dia tak bisa berharap banyak terhadap Akeno dan Koneko karena luka fisik yang sedikit mereka terima ditambah Asia yang Pingsan dan tak bisa mengobati mereka semua apalagi jika dirinya melawan sendiri itu sama saja dengan bunuh diri.

Alasan Gadis Biarawati Pingsan adalah Kokkabiel memberikan sebuah informasi yang sangat Rahasia dan tak boleh sampai ada pengikut Tuhan baru yang tau tapi, Datenshi sayap sepuluh itu bicara secara blak-blakan alhasil Asia langsung Pingsan karena shock berat bahkan Gadis berambut biru itu masih bertahan meski tubuhnya bergetar karena menerima informasi dadakan itu yah, sebagai Pengikut Tuhan siapa yang tidak shock karena yang disembah sudah tak ada.

'Itu wajar saja jika dia Pingsan bahkan bagiku menahan hal seperti ini saja sudah sangat sulit' Batin Xenovia dengan tubuh lunglai karena serangan dadakan itu meski dirinya tak percaya itu tapi, musuhnya itu terlihat tak berbohong sama sekali.

"Hei! Hei! Hei! Apa-apaan ini! Mana semangat kalian yang tadi huh?!" Freed menyeringai sadis dengan lidah menjulur bahkan dia memegang Pedang Excalibur milik Irina mungkin dia penyebab Gadis itu terluka berat waktu Sore.

"Hei, Xenovia-San bisakah kau membantuku?" Tanya Yumi bersemangat waktu tadi dia Penuh dengan amarah dan dendam tapi, setelah mendapat Jawabannya dari teman-temannya dia tersenyum normal dan melepaskan semua dendamnya untuk hidup baru 'tenang saja teman-teman aku akan tetap melanjutkan Hidup ini'

"Tunggu sebentar biarkan aku tenang sedikit" Jawab Xenovia mencoba mencari semangat lagi dan bersikap tenang meski agak sulit.

"Baiklah!" Yumi hanya mengangguk saja, dia sebenarnya ingin menusuk perut Pendeta sialan itu yang membuat hidupnya menjadi menderita tapi, jika menyerang sendiri maka Freed akan menghalang 'tapi, aku tak melihat Issei-Kun sama sekali?' dia Pikir lelaki itu sudah ada disini tapi, tak ada.

Rias hanya bisa sedikit bersyukur lega karena ada Dua Orang yang menahan mereka selagi dirinya melawan Kokkabiel tapi, dia tak bisa bertindak gegabah karena lelaki itu sangat berbahaya apalagi jika tujuannya untuk berperang lagi meski saat ini tengah Perang dingin tapi, jika ada yang mati di salah satu Pihak maka tak mustahil untuk Perang apalagi dirinya seorang Adik Raja Iblis makan presentasi terjadi itu 100%.

Rias sebenarnya hanya menahan Kokkabiel karena yang bakal mengalahkan lelaki itu adalah Issei sendiri tapi, sudah beberapa menit berlalu orang itu belum datang bukan karena Rias tak percaya tapi, waktunya sudah tak banyak lagi untuk menunggu.

"Baiklah, jika tak ada balasan lagi maka aku mulai pemusnahan ini" Ucap Kokkabiel langsung maju menyerang dan tentu saja Objeknya adalah Rias karena Gadis itu menjadi Kunci jika ingin Perang lagi "binasalah menjadi abu! Gadis kecil!"

Tapi, sebelum hal itu terjadi sebuah suara menggelegar tapi, terdengar familiar dan menghentikan Orang itu untuk segera menyerang Rias lagi.

"Astaga, tak aku sangka sudah dimulai sedari tadi tapi, aku belum telat sama sekali"

*Clingggg! *Tranhggg!

"Wahhhh!

" ahhhh!"

"Kyahhh!"

Dan tak lama muncul sebuah Cahaya biru berkilauan turun dari atas dan tentu saja menembus Penghalang itu dan menghancurkannya alhasil Orang-orang yang membuat Penghalang itu terkena efek hembusan dan otomatis tak ada Penghalang ini tak lama memunculkan Seorang mengenakan Armor Putih dengan Sayap terbang di langit.

'Sudah kuduga dia akan datang' Rias bernafas lega karena Orang itu datang tepat waktu dan juga jika dilihat lebih seksama Armor yang dikenakan Issei agak ada sedikit perubahan dan berbeda waktu pertama kali muncul melawan Riser yaitu dari bentuk Jirah dan Ukuran yang beda.

'Wow! Aku baru tau ada Seorang Kaisar Naga Putih di wilayah ini?' Batin Xenovia cukup kagum dengan Armor Gagah itu mungkin hanya dia yang tak tau bahwa Orang itu adalah teman masa kecil partnernya itu 'mungkinkah dia kemari untuk menghentikan hal ini' dia berharap bisa bekerja sama.

Issei melihat keadaan sekitar sekolah untuk masalah bangunan tak ada yang rusak kecuali Pijakan Tanah yang berlubang dan beberapa Pohon yang tumbang, dia juga melihat disana Asia Pingsan yang tengah dibantu Akeno dan Koneko, Juga ada Yumi dan Xenovia tengah berhadapan dengan musuh mereka masing-masing.

Issei juga melihat Gadis berambut Crimson yang tengah menatapnya dengan penuh harap dan seorang musuh yang menjengkelkan dengan wajah jelek tanpa ragu lagi dia melemparkan bola Cahaya kecil dari tangannya dan memaksa Kokkabiel jatuh dari kursinya sendiri.

*Jduarrr!

"Jadi, aku rasa ketinggalan pesta hari ini" Ucap Issei yang memantau sekitar sini dan melihat Kelompok Saji yang berada diluar wilayah sekolah ini mungkin saja Pelindung yang dia hancurkan adalah buatan mereka.

(Meski kuat dan memiliki sayap sepuluh tapi, dengan sifatnya itu kau pasti mudah mengalahkannya)

"Huhuuyyyyy! Dia lagi akhirnya aku bisa Balas Dendam dengan bocah sialan itu!" Teriak Freed merasa kegirangan sekali dan juga dia tau yang berada di balik Armor itu adalah Issei "karena aku akan membalas apa yang dia lakukan waktu-!"

*Stabbb! *Cratttt!

"Aurghhhhhhhh!"

"Sayang sekali yah, Freed kau harus gagal" Ucap Suara Lembut dari belakang Pendeta Gila itu dan dia berjalan menunjukan wajah aslinya "karena jika kau ingin melakukan itu, sebaiknya tidur dan bermimpi saja" dan siapa lagi kalau bukan Seorang Gadis Datenshi yang tinggal dikediaman Hyoudou.

Sebelum Freed bereaksi dan membalas serangan yang mengenai Pundaknya, Raynare langsung membuat Dua Tombak Cahaya lagi dan mengarahkan ke Siku Freed. Tentu saja Pendeta itu berteriak kesakitan tapi, Gadis itu membuat lagi kali ini menancapkan ke telapak tangan alhasil Pedang yang digunakan Freed terjatuh.

Tapi, Raynare tak ingin ini berakhir tampak wajahnya benar-benar seperti melampiaskan kekesalan kepada lelaki berambut perak ini, dan kali ini dia menusukan tombaknya tepat di bagian dengkul alhasil Freed tersungkur dengan teriakan kesakitan atas serangan dadakan tadi yang tak bisa diprediksi.

"Hmmmpp! Aku rasa itu cukup" Ucap Raynare berhenti menyerang dan ini juga sesuai dari ajuan Issei untuk menyerang musuh di sebuah titik vital yang takkan bisa bergerak atau memegang sesuatu "tapi, aku rasa ini pantas untuk orang seperti kau" dia melihat Orang itu tak bergerak sama sekali.

"Dasar Jalang! Kau ini benar-benar Pengkhianat!" Teriak Freed masih merasakan nyeri yang luar biasa bahkan tubuhnya benar-benar mati rasa tak ada gerakan sama sekali "aku bersumpah setelah ini akan memperkosa kau! Dan membuatmu jadi budak Sexku!" dia masih saja keras kepala meski sudah banyak terluka.

"Hahahaha Pengkhianat? Kau tak sadar bahwa dirimu Juga sama?" Raynare tertawa meledek yah, dia masih mengingat kejadian itu jika dirinya tak jatuh Cinta dengan Pemilik Sacred Gear hebat itu pasti sudah tewas "menjadikan Budak Sex huh? Aku tak masalah dengan itu asalkan hanya orang itu saja yang boleh melakukannya" dia menatap ke langit yang ada disana seorang lelaki Gagah memakai Armor.

"Sekali Jalang tetaplah Jalang! Kau itu hanya seorang Pelacur yang menggunakan tubuhmu untuk kenikmatanku" Freed menyeringai Gila meski sedang Parah tapi, tetap saja mesumnya itu tak bisa terkontrol lagi "hehehe aku yakin kau suka nanti setelah ini"

"Masih saja berbicara setelah seperti itu? Yang benar saja" Raynare memilih tak menanggapi provokasi pria itu tapi, Pandangannya tetap waspada untuk sekarang dia tahan niat untuk membunuhnya karena Perintah Issei sendiri "kau, beruntung aku memberimu pengampunan untuk tak membunuhmu di tempat"

*Slashhh! *Cratttt!

"Argghhhhhh! Sakitttt!"

Sebelum mereka terlalu terkejut dengan apa yang terjadi terdengar suara teriakan lain dan melihat seorang Balba Galliel sudah jatuh tersungkur dengan memegang Perut yang berlubang karena serangan Tombak dan tentu saja pelakunya adalah Wanita Datenshi yang lain tapi, yang membuat mereka terkejut adalah kedua wanita itu seperti bisa menghapuskan hawa kehadiran.

"Kau terlalu lembut Ray! Kenapa kau tak bunuh saja dia" Ucap Kalawarner melihat targetnya yang sudah tak bergerak entah mati atau hidup tapi, yang jelas dia sudah menyerang bagian titik vital "akan lebih baik dia hilang dari muka bumi"

"Ini Perintah aku tak bisa menolak sama sekali" Jawab Raynare hanya mengangkat bahu tak Peduli "lagipula kau juga belum tentu membunuhnya" selama musuhnya sudah benar-benar tak bergerak itu bukan masalah meski saat ini musuhnya adalah yang membuatnya jengkel sekali.

"Yah, lakukan saja apa yang kau mau" Ucap Kalawarner melihat sekitar sepertinya memang masalah disini sudah terselesaikan kecuali yang di atas sana.

"Uhmmm! Sebenarnya apa yang terjadi disini?" Tanya Akeno tak tau harus berbicara seperti apa karena situasi tagi begitu mendadak sekali dan sangat cepat hanya beberapa hitungan menit dua orang itu sudah terkapar dengan luka yang bisa dibilang tak bagus.

"Kita hanya membantu apakah itu jadi masalah?" Tanya Raynare balik bukan tak suka tapi, memang dia akan seperti ini jika berbicara dengan Iblis.

"Tidak, malahan aku sangat berterima kasih atas bantuan ini" Jawab Rias menggeleng dan bernafas lega karena masalah ini cepat selesai "tapi, aku tak menduga kalian juga bakal datang meski yang kalian lawan adalah satu Fraksi"

"Yah, Kokkabiel adalah lain dari urusan kita tapi, jika soal itu kita lebih menurut kepada Issei saja daripada orang ini" Ucap Kalawarner yang mengerti bagaimana dimanfaatkan oleh orang lain demi kepentingan sendiri "lagipula daripada harus terus berperang malah menghilangkan keturunan lebih baik memperbanyak keturunan"

"Aku rasa memang begitu" Ucap Rias setuju dengan ucapan wanita ini karena sewaktu Perang besar itu pihak Iblis mengalami kerugian besar dengan kehilangan Orang-orang Penting dan adapula yang punah.

Yumi mendekati mereka dan setengah membungkuk dengan Pedang di tancap ke tanah "Aku tak tau harus bilang apa tapi, terima kasih telah membunuhnya" meskipun dia ingin membunuh Pendeta itu dengan tangannya sendiri tapi, jika ada yang membantunya itu bukan hal masalah lagi.

"Ohh, sama-sama itu sudah wajar untuk saling membantu" Balas Kalawarner tersenyum.

"Dimana Issei-San?" Tanya Asia yang sudah sadar dari pingsannya.

"Tuh..." Raynare menunjuk ke atas dimana hanya ada seseorang disana.

"Apakah kalian sudah menghentikan Ritual ini?" Tanya Kalawarner.

"Belum sih.." Jawab Rias menggeleng kepala "bahkan kita tak tau bagaimana cara menghentikan itu"

"Hah, baiklah mau bagaimana lagi" Kalawarner hanya menghela nafas Panjang mendengar Jawaban tadi "aku rasa jika masih sekitar wilayah sekolah ini maka itu akan mudah" dia mengepakan sayapnya dan terbang ke atas berdiri di tengah bangunan Academy.

"Apa yang dia lakukan?" Tanya Akeno tak mengerti.

"Lihat dan Perhatikan saja" Jawab Raynare menyeringai

Issei melihat kedua Wanita itu menyelesaikan tugasnya dan melihat Wanita Berambut Biru Gelap itu terbang ke atas dan membuat lingkaran sihir hijau dari empat sudut sambil mengumpulkan kekuatan membuat Bor Cahaya Raksasa meski sedikit lambat, Issei hanya membantunya dengan memberi kekuatan lebih.

Meski tak diketahui tapi, Wanita itu tau kekuatannya sedikit bertambah dari Issei dan dia berterima kasih akan hal itu, alhasil Bor Cahaya tadi yang lambat kini sudah berbentuk besar dan siap ditembak ke bawah ini memang sesuai rencana Issei.

"Baiklah! Hahhhhh!" Kalawarner berteriak kencang sambil mengayunkan tangannya ke bawah dan tentu saja Bor Cahaya itu menghantam ke bawah dengan sangat kencang.

"Kalian semua minggirlah dari sini" Ucap Raynare membawa terbang Asia menjauh

*Jduarrr!

Dan tentu saja efeknya cukup instan seperti ledakan besar karena bentuknya tadi besar terlebih dengan kekuatan tambahan yang diberikan oleh Issei bahkan membuat dentuman besar meski kemungkinan kecil terdengar oleh orang lain karena Pihak Souna sudah menangani itu dengan peredam suara.

Dan tentu saja bisa melihat efek dari serangan tadi, seluruh wilayah Tanah Kuoh berlubang besar dan tak rata di setiap tempat tapi tak lama muncul Simbol aneh dari bawah dan terbang menghilang di udara bisa dipastikan itu Ritual yang dimaksud bisa telah terhenti.

"Hah! Hah! Hah! Benar-benar luar biasa" Kalawarner berkeringat dengan nafas tersenggal karena tehknik tadi cukup membuatnya kehilangan banyak stamina dan tenaga "tapi, aku sudah berhasil sekarang" Pandangannya sedikit kabur dan serasa ingin Pingsan tapi, sebuah Tubuh keras menopangnya agar tak jatuh.

"Kau bekerja dengan baik jadi, Istirahat sebentar" Ucap Issei menjadikan tubuhnya sebagai sandaran oleh wanita itu dan memeluknya "sekarang sisanya akan menjadi Giliranku" dia melihat Raynare terbang kemari dan memberikannya kepada Gadis itu.

"Berhati-hatilah" Ucap Raynare tersenyum dan membawa temannya Pergi menjauh.

"SIALAN KAU!"

"Ohhh! Apa aku membuatmu marah?" Issei menoleh dan melihat Datenshi itu menatapnya dengan sangat marah.

"Kau! Kaisar Naga Putih! Apa yang kau lakukan ditempat ini!" Teriak Kokkabiel sangat kesal dengan dipermalukan tadi dan juga tak menyangka kedatangan tamu yang tak diundang kesini "kau seharusnya tak ikut campur! Apa kau sudah menjadi budak Iblis itu?!" rencana yang dia buat mulai kacau.

"Iblis? Sayang sekali pada nyatanya aku tak ada hubungan dengan mereka" Jawab Issei tak habis Pikir bagaimana bisa Orang-orang menyebutnya Iblis padahal dirinya Netral "lagipula ini tempat dimana aku tinggal dan kau berniat menghancurkan Kota ini? Ya ampun! Mana mungkin bisa aku membiarkanmu sesuka hati"

"Kalau begitu kau aku anggap musuh!" Ucap Kokkabiel tak ingin rencananya yang telah sempurna gagal karena hanya satu orang ini.

"Coba saja kemari?" Issei langsung menantangnya dan.

*Swishhhh

*Duagghhh!

Sebelum Kokkabiel maju terbang ke depan tapi, Issei lebih cepat sekali berada di dekatnya dan langsung menghajar wajahnya dengan kencang seketika dan membuat Kokkabiel terhempas ke bangunan Academy cukup kuat hingga membuat suara.

"Ya, ampun! Ini benar-benar tak sesuai ekspentasi" Komentar Issei menghela nafas panjang.

(Aku cukup terkejut dengan fisikmu yang Manusia tapi, tetap kuat meski dalam mode itu biasanya, mereka yang seperti itu akan langsung lemah kehabisan tenaga)

"Yah, karena selain melatih tehknik aku Juga melatih fisik" Jawab Issei karena jika tehknik kuat tapi, fisik tidak sama saja bohong dan itu harus sinkron satu sama lain.

[Terlebih kau menampung kita berdua dalam fisik Manusia itu yang sudah masuk Balance Breaker dan itu sesuatu yang mustahil terjadi oleh siapapun]

"Tapi, aku minta maaf karena tak menggunakanmu" Ucap Issei merasa kasihan terhadap Naga Merah ini bukan tak ingin tapi, kekuatannya saat ini tak boleh tersebar karena siapapun Pasti akan mengincarnya dan akan menggunakan ancaman contohnya kepada orang tuanya.

[Tak jadi masalah, aku memahami itu lagipula terlalu pamer tak baik dan biarkan terbuka dengan sendiri]

Issei melihat Kokkabiel terbang lagi tapi, takkan membiarkan itu lalu terbang sangat cepat sekali di belakang lelaki itu. Sebelum Kokkabiel bereaksi menyerang Issei langsung memutuskan Paksa kedua sayap dan menendang Perutnya dengan kencang hingga kembali terhempas.

"Gahhhhh!"

Lelaki itu kembali bangun dengan wajah susah "Sialan! Kau fikir siapa aku ini!" Kokkabiel mengerang sakit di bagian Punggung, dia tak percaya dipermainkan semudah itu oleh Figure yang tak dia kenal "akan aku hancurkan kau hingga tak tersisa!" dia berteriak sangat emosi sekali.

"Berhenti membual dan coba lakukan saja" Ucap Issei tak suka dengan orang yang banyak bicara tapi, bukti nol "kau ingin berperang huh? Bahkan melawan aku saja kau sudah kelelahan, bagaimana mungkin kau bisa membunuh seorang Maou?" ketika mendengar rencana itu sungguh absurd sekali.

"Berhenti mengejekku akan aku bunuh kau!" Teriak Kokkabiel sangat marah dan terpancing ucapan Issei tadi itu, menandakan Death Flag.

Kokkabiel langsung terbang ke udara dan mengangkat tangannya sambil membuat Tombak Cahaya yang Perlahan terus membesar dan semakin besar, Issei hanya mendengus ditambah lagi orang ini tak tau kekuatannya dan sang Hakuryuukou ini mengarahkan tangannya ke depan.

( Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! )

Tanpa Fikir Panjang lagi Issei menyerap tehknik itu dan Perlahan mengecil hingga akhirnya menghilang, Issei rasa kekuatan ini lumayan luar biasa dan dia melihat wajah terkejut Kokkabiel karena tehknik tadi tak berguna jika berhadapan dengannya.

"Kau tau tehknik milikku adalah meniadakan atau menyerap kekuatan orang dan menjadikan itu milikku sendiri" Ucap Issei menjelaskan kekuatannya "dan kau seharusnya berfikir tentang musuhmu sebelum menyerang balik" dia membuat tehknik yang sama dengan Kokkabiel tapi, ini lebih besar dan dialiri Aura biru muda yang kuat.

"Nikmatilah kekalahanmu"

*Clingggg!

*Blarrr!

Sebelum Kokkabiel menghindar atau kabur Issei sudah ada di depannya dan langsung menghempaskan Tombak itu dengan telak dan alhasil terdengar suara percikan kilat juga teriakan lelaki itu tak lama ada sebuah ledakan besar di udara.

*Jduarrr!

"Yang benar saja!" Issei hanya mendengus melihat orang itu masih bergerak meski terkena serangan telak tadi "tapi, jika kau terbang seperti itu maka yang ada tertangkap"

'Sial! Sial! Sial! Yang benar saja! Aku tak ingin berakhir seperti ini!' Kokkabiel benar-benar terpojok dan tak bisa berbuat banyak, dia Pikir rencananya akan berhasil dengan sempurna tapi ekspentasi tak sesuai dengan apa yang terjadi sekarang 'aku harus pergi! Dan membuat rencana yang lebih matang dan akan aku balas dilain waktu!' dia terbang dan berencana untuk kabur tapi, tak terjadi.

*Duaghhhh!

Issei cepat ada di depannya dan meninju Perutnya "kau Pikir aku akan membiarkan dirimu itu kabur?" dan tentu saja Pukulan tadi langsung mengeluarkan darah segar dari mulut Kokkabiel "sayang sekali ini adalah akhirmu!" dia langsung membawanya terbang dan menyeretnya ke tanah.

"SIALAN!"

*JDUARRR!

Dan setelah itu semuanya selesai dengan sekali serangan tadi.

"Ohhh, berakhir huh?" Ucap Issei melihat Kokkabiel sudah tak bergerak lagi mungkin tak mati hanya saja Pingsan 'yah, setidaknya biarkan yang lain mengurus sisanya' dia melihat Kelompok Rias berlari ke arahnya.

"Issei kau tak apa-apa?" Tanya Rias memasang wajah khawatir, wajar saja karena yang dilawan adalah orang yang kuat Juga.

"Tak apa aku tak ada luka sama sekali" Jawab Issei menunjukan dia sehat bugar meski begitu Asia tetap memberi penyembuhan.

"Tadi, benar-benar luar bisa babe!" Ucap Kalawarner dengan wajah menggoda lelaki itu "kau benar-benar menendang bokongnya!"

"Ara! Ara! Ara! Itu hebat Issei" Akeno menjilati mulutnya dengan sensual melihat Issei bertarung tadi dan membuat tubuhnya sedikit membara "aku ingin tau bagaimana kau jika di Ranjang fufufu!"

"Oke itu cukup!" Rias tak suka jika ada yang menggodanya atau lebih tepat cemburu.

"Kalian benar-benar menyelesaikan itu dengan baik" Ucap Souna datang bersama kelompoknya "aku bersyukur tanpa ada seseorang yang terluka berkat tadi dan aku ucapkan terima kasih"

"Yo! Hyoudou!" Saji menyapa dan sudah tau siapa pemilik Armor Putih itu dan hanya dibalas lambaian tangan.

"Maaf, soal itu aku terlalu berlebihan" Ucap Issei agak Gugup karena kerusakan Academy ini yang telah dia Perbuat.

"Hal seperti itu tak menjadi masalah buatku dan ini sudah hal wajar" Balas Souna tersenyum "karena semua kerusakan ini biar Kelompok Sitri saja yang membersihkan semua"

"Ahhh sepertinya semua sudah dibereskan disini"

Semua menoleh ketika mendengar suara baru dan untuk Issei sendiri dia juga melihat Seorang mengenakan Armor yang memiliki bentuk hampir sama dengannya, berwarna Pink dengan corak kobaran api di kedua tangan, dan jika diamati dengan seksama Orang itu sudah bisa mengaktifkan Balance Breaker ditambah tengah membawa Freed dan Kokkabiel yang sudah Pingsan dan Issei merasakan hal kuat darinya.

"Kau ini siapa? Dan apa yang akan kau lakukan dengan mereka" Issei bersiap lagi jika orang ini adalah salah satu aliansi mereka 'aku harus lebih serius jika dengannya' dia akan mengeluarkan Draig jika situasi ini lebih dari yang duga.

"Tenang saja aku tak ada niat untuk bertarung dengan kalian, dan aku diperintahkan untuk membawa mereka" Jawab Orang itu tapi, terdengar feminim mungkin saja dia adalah Wanita lalu berbalik "kita akan berjumpa suatu hari nanti Sang Kaisar Naga Putih" dan dia menghilang cepat dalam Cahaya menyilaukan.

"Kalian kenal dengan bentuk Armor itu?" Tanya Issei kepada Dua Naga legendaris itu.

(Aku tak siapa Pemilik itu tapi, untuk Naga yang ada di dalamnya serasa tak asing bagiku)

[Ingatanku sudah benar-benar blank tapi, aku pernah mengenalnya di suatu tempat]

"Siapa Armor Pink itu?" Tanya Saji terlihat penasaran Juga, Issei hanya mengangkat bahu tanda tak tau.

Yumi langsung menghadap Rias dan sambil membungkuk "maafkan aku Buchou karena telah egois dan nafsu balas dendam mengambil alih tubuhku hingga aku benar-benar berbuat nekat" dia memasang wajah menyesal sekali dan beralih ke Issei "benar yang kau katakan Issei-Kun, aku sekarang tak sendiri karena masih ada teman-teman yang mau membantuku meski aku egois seperti ini dan bertindak sesuka hati"

"Yah, apapun masalahmu ceritakan saja, itu bukan berarti kita takkan mau membantumu" Ucap Issei mengacungkan jempol "tapi, yang terpenting apapun masalah yang kau hadapi saat ini kau masih memiliki tempat yang disebut rumah"

"Yah, kau benar" Yumi hanya blush kecil.

"Aku takkan marah padamu Yumi! Aku senang kau baik-baik saja dan mengakui kesalahan yang kau Perbuat tapi, lain kali jangan seperti itu lagi" Ucap Rias dengan Senyum tak biasa dan memiliki maksud lain tertentu "banyak yang cemas dan khawatir dengan tingkah seenaknya"

"Baiklah aku faham" Yumi mengangguk.

"Tapi, meski begitu kau telah melakukan pelanggaran dan itu harus mendapat Hukuman" Ucap Rias memunculkan lingkaran sihir di telapak tangan "Ayo tunjukan Pantatmu Hukuman 1000 tamparan" dia tersenyum sadis.

"Ehhhhh!" Yumi terkejut karena harus melakukan hal yang memalukan seperti ini apalagi jika di depannya seorang lelaki sungguh sangat malu sekali bukan tak suka tapi, harus dilakukan di tempat yang tertutup "Issei-Kun bisakah kau membantu masalahku?" dia berharap ke Pemilik Sacred Gear spesial itu.

"Maaf saja, jika masalah Pribadi aku tak mau ikut campur" Jawab Issei mengangkat tangan dan wajah Gadis itu shock dengan kehilangan arwah.

"Hmmmm! Pertunjukan yang bagus" Komentar Raynare menyeringai.

"Ayo Yumi tunjukan Pantatmu?!"

"Ehhhhh! Tunggu dulu! Buchou! Jangan sekarang!"

"Hmmmm! Ditolak!"

"Tunggu!"

Sementara Xenovia hanya diam saja menatap mereka tanpa mendekat atau berlari pergi.

.

.

.

.

.

- Rumah Hyoudou

"Huamzzzz! Benar-benar lelah tadi"

Issei menguap lebar setelah Pertarungan tadi malam semuanya sudah kembali normal dan sisa-sisa kerusakan sudah diperbaiki oleh pihak Souna, semuanya juga sudah pulang seolah tak terjadi apapun dan juga dia langsung pulang ke rumah untuk mandi air hangat karena tadi cukup berkeringat karena banyak bergerak meski tak terluka tapi, tetap saja dia butuh Istirahat.

Setelah mandi dia langsung membersihkan tubuhnya dan berjalan ke lantai dua dimana kamarnya berada dan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi bagian bawah, sementara tubuhnya yang berbentuk itu terekspos keluar meski tak ada masalah karena dirinya setiap mandi selalu seperti ini.

Dan Juga soal Kokkabiel dia juga kurang tau kemana orang yang mengenakan Armor Pink itu membawa mereka tapi, dilihat dari cara bicaranya sepertinya dia disuruh seseorang entah itu musuh atau hanya kawan tapi, dia tetap berusaha waspada karena tak menutup kemungkinan akan bertemu lagi ditambah Kedua Partner Naganya mengenali Aura dari orang itu tapi, menurut Issei sendiri dia adalah seorang wanita.

"Halo! Ise-Kun, selamat datang kembali"

Ketika Issei masuk ke dalam kamarnya mendengar suara lembut dan melihat Gadis Datenshi yang tengah tiduran menyamping, hanya mengenakan Bra berwarna Hitam dengan bagian depan berwarna Pink, mengenakan CD Hitam juga, dan Stocking Putih tipis, dengan Pose menggoda meski begitu Issei fikir itu adalah hal lumrah karena Gadis ini sering seperti itu saat tidur dengannya.

"Ohhh, aku fikir kau sudah tidur" Ucap Issei duduk di sampingnya meski sudah sering melihat telanjang tapi, tetap saja dia adalah Laki-laki normal melihat seorang Gadis yang hampir bugil dan bagian bawahnya sedikit bereaksi terlebih Aroma farpum yang kuat menembus hidungnya dari Gadis berambut Hitam ini 'ya, ampun apa aku akan benar-benar melakukan itu lagi?' dia masih bisa menahan ini.

"Ohhh, aku belum ngantuk dan terlihat kau sehabis mandi" Ucap Raynare sekedar basa-basi dan tampak seringai di wajahnya ketika melihat Reaksi Issei dan dia memang sengaja melakukan ini karena ingin segera melakukan itu dengannya "mungkin kau sudah lelah bagaimana kalau aku memijatmu?" dia bangun dan berada di belakang Issei sambil memegang Punggungnya.

Issei hanya mengangguk saja terlihat dia cukup menikmati Pijatan lembut dari Gadis itu, Raynare tersenyum melihat ekspresi Issei dan mulai memijati Punggungnya besar dan kasar mungkin karena sering bertarung jadi itu tak mengherankan. Datenshi berambut Hitam ini terus memijatinya dan mulai bergerak ke leher.

Issei hanya menghela nafas dengan tenang, entah kenapa dirinya merasa sangat nyaman sekali mungkin saja dia butuh yang seperti ini tapi, dia sedikit tak fokus karena Aroma Farpum yang kuat darinya meski begitu dia benar-benar menikmati Pijatan ini.

"Hei, Ise-Kun kau ingat janjimu waktu tadi?" Tanya Raynare sembari memberi Pijatan dan tampak rona pink kecil di Pipinya.

Issei tau dengan apa yang gadis itu maksud "apa kau benar-benar serius untuk melakukan itu? Jika memang tidak yah, aku takkan memaksa" dia tau bakal melakukan Sex dengan Gadis ini meski begitu Issei tak merasa malu malahan ketika melakukan itu sangat menyenangkan sekali karena keperjakaannya hilang ketika bersama Kuroka.

"Yah, itu tak jadi masalah buatku karena aku yang ingin melakukan ini" Jawab Raynare tersenyum karena Issei bukan tipe orang yang munafik atau Pura-Pura polos karena itulah sifat aslinya yang langsung bertindak tanpa harus berfikir panjang dan bagian itulah yang dia suka darinya "karena kau seorang lelaki sudah seharusnya menepati Janji itu"

Issei melepaskan tangannya dan berbalik kini wajah mereka saling berhadapan dan berdekatan beberapa saat kemudian, lelaki itu yang maju dan mencium mulutnya. Raynare sangat senang sekali dan menerima serangan itu dia memeluk Kepalanya dan saling membalas Ciuman terdengar suara Erangan kecil dari Kedua Orang itu.

Issei terus menciumnya dan tangannya memeluk tubuhnya yang langsing itu, mereka masih terus beradu mulut dan belum ada yang mau ingin mengalah lagi, mulut mereka saling mendorong satu sama lain hingga memaksa salah satu diantara mereka membuka mulut tapi, nyatanya kedua orang itu keras kepala sekali.

Issei langsung mendorong Gadis itu ke bawah dan Posisinya berada di atas sambil terus mencium mulutnya, Raynare sedikit mengerang senang di dalam ciuman ini karena Issei menunjukan sisi dominannya dan dia merangkul Punggungnya lebih erat lagi.

Issei melepaskan Ciuman itu dan bergerak ke bawah lalu menjilati lehernya yang lembut itu, Raynare mendesah kecil dia sedikit kecewa karena Issei tak memaksanya lebih lagi untuk membuka mulut tapi, dia senang Issei menyukai tubuhnya lalu memeluk kepala lelaki itu dan membiarkannya menjilati lehernya yang terasa basah sekali dan itu benar-benar membuat tubuhnya Hot.

Issei berhenti membasahi lehernya dengan lidahnya dan berniat mencium mulutnya lagi terlihat blush merah dari wajah Gadis Cantik ini tapi, sebelum itu terjadi terdengar suara pintu terbuka dan Suara lembut dari Wanita lain juga dan seketika itu juga mereka hentikan sementara dan menoleh.

"Hmmmm! Terlihat kalian bersenang-senang tanpa mengajakku huh?"

Issei melihat Kalawarner berdiri di pintu dengan tangan terlipat, sama seperti Raynare yang telanjang dan hanya tersisa BH juga CD tapi, yang dikenakan Wanita lebih extreme sekali : Mengenakan model Bikini berwarna Biru Gelap yang kecil dan hanya menutupi bagian Putingnya yang terlihat nyeplak sekali sambil menonjolkan Dadanya yang besar sekali, dan Thong berwarna Hijau yang menyatu dengan Stocking berwarna Pink, meski mengenakan Thong itu hanya menutupi area Privasi saja sedangkan Pantatnya terlihat jelas sekali.

Raynare hanya tersenyum inoncent "Oohhh, kita baru saja memulai ini beberapa detik yang lalu sebelum kau datang" dia langsung bangun dan kembali duduk dengan cara tadi "jika, kau ingin bergabung kemarilah, aku yakin Ise-Kun tak keberatan jika melakukan Threesome bersama?" dia memberi kedipan ke Pemilik Sacred Gear kuat itu.

"Ohhh! My! Kalau begitu aku juga bergabung" Ucap Kalawarner berjalan mendekati mereka dan setiap berjalan Dadanya selalu memantul terus memberi Pemandangan yang menyejukan mata untuk Issei "jadi, Babe bagaimana kau akan memulai ini? Karena kau harus bertanggung jawab telah membuat tubuh kita panas?" dia duduk di sampingnya sambil berbisik dan menekan Dadanya ke tangannya.

Issei hanya diam saja, tak tau harus memulai ini dari mana sekarang kondisinya tengah diapit oleh Dua Wanita erotis ini seperti Sandwich terlebih mereka sama-sama mengenakan Aroma Parfum yang kuat sekali hingga menyerang hidungnya. Meski sudah Pernah melihat mereka telanjang sebelumnya tapi, naluri alami lelakinya mengatakan mereka memiliki tubuh yang luar biasa menggoda dan lelaki manapun akan jatuh jika melihat ini bahkan memiliki ukuran Dada yang besar juga sebagai tambahan.

"Fufufu terlihat Ise-Kun sangat bingung sekali yah" Raynare tertawa kecil melihat reaksi Issei yang masih bingung sekali "tapi, jika kau bingung harus memilih bagaimana kalau kita yang mulai duluan? Setelah itu terserah kau mau melakukan apapun dengan kita?" dia memeluk lengan Issei sambil menekan Dadanya.

"Ayolah Babe! Jangan membuat Wanita ini menunggu?" Ucap Kalawarner dengan suara yang begitu sensual sekali jika dilihat dari dekat wajah Issei cukup tampan juga tapi, dia ingin tau apakah dia akan mendominasi atau didominasi? Karena dia suka tipe lelaki yang mendominasi wanita hingga ketagihan yang tak terhenti "ohhh, aku rasa kita memang harus memulai dulu sebelum Issei menunjukan sifat lainnya"

"Oke! Aku mulai denganmu"

"Hmmmppppppp!" Raynare mendesah senang ketika Issei menyerbu mulutnya berbeda dari sebelumnya kali ini benar-benar memaksa sekali untuk dirinya membuka mulut tapi, dia lepaskan karena ingin mengambil nafas dulu "tunggu dulu! Ise-Kun biarkan aku re-Hrgmmmmmhhhhhh!" dia ingin bicara tapi, Issei tak Peduli dengan kuat kembali mencium lagi mulutnya.

Kalawarner mendecak kesal karena tak dipilih lebih dahulu dan melihat temannya perlahan diambil alih oleh lelaki itu, dia hanya memeluk tubuhnya dengan erat dan mulai menulusuri lehernya dan memberi jilatan yang penuh sensual 'tubuhnya tak begitu buruk Juga rasanya' dia mendesah kecil sambil terus menjilati lehernya dan terus menekan dadanya.

Raynare mendesah senang dalam Ciuman ini dia merasa Issei lebih kuat dan Agressive dari sebelumnya tapi, dia tak ingin kalah dan membalas ciuman itu hingga salah satu dari mereka mau membuka mulut. Untuk Issei dia merangkul kepalanya dan memaksanya untuk terus saling menempel tampak terlihat wajah sedikit shock dari Gadis itu tapi, dia tak Peduli.

Raynare merasa nafasnya perlahan menghilang dan ingin melepaskan tapi, tangan Ise-Kun ini terus memaksa mulutnya untuk menempel dan beberapa saat kemudian dia akhirnya kalah lalu membuka mulut membiarkan Issei mengakses semua dalamnya. Gadis berambut Hitam ini mendesah senang ketika Issei dengan nafsu menyerang mulutnya tanpa henti dan dia merangkul kepalanya sambil terus menekan Issei untuk terus menciumnya.

Issei terus mengubek mulutnya dan terus menghisap hingga terasa cairan yang bisa dipastikan itu adalah Air liur dari Gadis ini tapi, sang Hakuryuukou ini malah terus menghisap Air liurnya yang terasa manis itu hingga menimbulkan suara yang sedang menghisap. dan lidah mereka saling berperang satu sama lain terus memoles lidah masing-masing.

Raynare mendesah kesenangan dengan beradu lidah ini, dia berniat membalas tadi tapi Issei lebih kuat dari sebelumnya dan malahan mengigit lidahnya membuat Gadis itu mengerang kencang karena sakit tapi, lelaki itu mulai menenangkannya lagi dengan mencium membuat gadis itu merangkul erat kepalanya dan menerima semua itu membiarkan Issei mengambil alih mulutnya.

Setelah beberapa menit berlalu Issei melepaskan Ciumannya untuk mengambil nafas "hufftt! Lumayan manis juga mulut kau" dia mengusap mulutnya sendiri dan melihat wajah Gadis itu memerah dengan menghela nafas yang agak lemah "tapi, kau tak boleh meminta aku untuk berhenti setelah ini" dia mengusap Rambutnya dan mencium keningnya.

Raynare bertambah blush melihat aksi yang penuh kasih sayang itu dari Issei "Ahhhh! Hmmn! Aku takkan berhenti Ise-Kun bahkan jika kau yang meminta lagi" dia memeluk kepalanya dan melihat wajahnya yang begitu tampan dengan mata Coklat bulat yang mengandung tatapan tajam untuk membuat intimidasi Wanita yang melihat itu akan langsung luluh mungkin ini efek juga dari Pemilik Sacred Gear tipe Naga.

"Hei! Hei! Hei! Jangan lupakan aku juga!" Kalawarner memeluk Issei lebih erat lagi dan dia merasa kesal karena terlupakan dan menarik kepalanya untuk membuat Issei menoleh "aku cukup kecewa kau memberi banyak kepada dia tapi, aku ingin adil dan diperlakukan yang sama juga" dia memberi tatapan menggoda mungkin saja Issei tertarik.

"Fufufu! Kenapa kau tak buktikan saja dan berikan dia yang sama juga Ise-Kun?" Raynare tertawa kecil melihat rasa cemburu dari temannya ini yang tak kebagian "aku, akan menunggu jadi lakukan saja" dia sebenarnya ingin bermain lagi tapi, lebih baik temannya dulu mendapatkan itu.

Issei tanpa ragu lagi menarik kepala Kalawarner dan mulai mencium mulutnya lagi terdengar Erangan senang dari Wanita itu. Kalawarner mengerang senang dalam ciuman ketika Issei dengan kasar menyerangnya dan dia merangkul kepalanya lebih erat lagi menunjukan sisi Possesive bahwa dia hanya miliknya seorang saja dan Kalawarner langsung tertidur dengan Issei berada di atas.

Issei terus menciumnya tanpa henti sama sekali dan beberapa saat Wanita itu akhirnya menyerah dan membuka mulut tak seperti Raynare yang keras kepala dan membutuhkan waktu untuk memaksanya menyerah tapi, Wanita ini cukup mudah sekali diambil alih olehnya dan terus menekan mulutnya tak membiarkan Kalawarner menyerang balik atau Istirahat.

'Ohhhhhh! Yeahhhh! Tetap seperti itu Babe!' Kalawarner mendesah senang di dalam Ciuman itu, dia sengaja untuk tak menyerang balik karena ingin tau bagaimana rasanya ketika didominasi oleh seorang lelaki muda tampan dan kuat sekali. rasa ini benar-benar luar biasa dan dia sangat menikmati ini lagi membiarkan Issei mengambil alih tubuhnya.

Issei terus menciumnya dengan penuh nafsu sekali terdengar suara yang seperti menghisap dia tak menyangka setiap melakukan ini mulut mereka sangat manis sekali dan membuatnya tak ingin berhenti Kuroka, Raynare, dan Kalawarner adalah contoh bahwa mulut wanita benar-benar lezat meski begitu mereka memiliki rasa yang berbeda sekali mungkin jika Kedua temannya melihat ini akan heboh sekali.

Kalawarner tetap membuka mulutnya sambil mengusap rambutnya berwarna Coklat itu, dan membiarkan Issei terus menyedot mulutnya sendiri tanpa henti. Lidah mereka saling bertarung satu sama lain Wanita itu tak percaya bagaimana bisa lelaki muda seperti Issei bisa sehebat ini memberi sensasi nikmat hanya dengan ciuman saja.

Mereka terus bertarung lidah hingga terdengar suara menyedot mulut yang begitu kencang dan jelas itu dari Issei. Raynare hanya tertawa kecil bagaimana melihat temannya kalah dalam beradu ciuman sama seperti dirinya, bisa dilihat Kalawarner benar-benar didominasi oleh Issei. Dia sebenarnya ingin bergabung tapi membiarkan temannya menikmati waktunya sendiri.

Issei langsung melepaskan Ciumannya setelah itu dan ini kedua kalinya dia melakukan itu, melihat ekspresi dari Wanita itu yang lebih memerah dengan nafas yang payah dan itu sama seperti Raynare "Man! Aku tak pernah berfikir bisa mengendalikan kalian dalam seperti ini" dia membantu Wanita itu duduk.

"Karena kau lelaki jadi sudah wajarnya bukan kita kalah?" Raynare tersenyum dia menarik kepala Issei dan membenamkan ke Dadanya "lagipula kita lebih menyukai lelaki yang kuat di Pertarungan dan mendominasi ketika di ranjang"

"Apakah kau mau kita mendominasi dirimu huh?" Kalawarner menyeringai ingin mendorong Issei "karena kau tak mau diperbudak oleh Wanita maka dari itu kau tak memilih menjadi Iblis?"

"Memang yang kalian ucapkan benar" Ucap Issei setuju, alasan dia tak mau jadi Iblis karena pasti akan jadi budak dan diperlakukan seenaknya oleh sang (King) terlebih Ayahnya pernah bilang seorang lelaki harus bisa mengatur keluarga jadi, akan hal memalukan apabila seorang lelaki diatur oleh Wanita karena akan hilang martabatnya "Albion bilang dia suka mendominasi daripada didominasi"

(Kenapa kau membawa orang yang tak tau apapun ke dalam masalahmu?)

"Tunjukan kepadaku yang lain"

"Okay!"

Raynare dan Kalawarner menurut apa yang Issei katakan lalu Gadis berambut Hitam itu membuka kancing Bra, dan Kalawarner melepaskan Tali Bikini, melemparkan Pakaian mereka ke lantai dan memberi Pemandangan menyejukan untuk Issei dengan menunjukan Dada mereka masing-masing.

Issei melihat Payudara mereka yang bergetar ketika melepas Pakaian itu, meski sudah pernah melihat mereka telanjang sebelumnya tapi, situasi seperti ini berbeda lagi dan benar-benar membuat bagian bawahnya mulai bereaksi lebih keras lagi.

Payudara mereka benar-benar besar sekali dan menggoda, tubuh mereka yang langsing dengan kulit mulus dan Perut rata menambahkan kesan Sexy untuk mereka. Jika masalah Ukuran mungkin Kalawarner lebih besar dari Raynare tapi, tekstur kenyal dam empuk memiliki kesamaan meski dia belum memegang Dua buah bola besar itu.

Bagi siapapun yang melihat ini mungkin bisa mati karena mimisan melihat Kedua Wanita sexy ini telanjang dengan bentuk Dada yang sempurna. Milik Raynare Putingnya berwarna pink kemerahan, sedangkan Kalawarner berwarna merah tapi, agak sedikit Gelap meski begitu ini benar-benar anugrah sekali.

"Ahh, Ise-kun benar-benar lucu yah, padahal kau sering melihat kita telanjang" Raynare tertawa melihat reaksi Issei yang sedikit melamun sekali "daripada kau diam saja, ini takkan bergerak lho! Jika Ise-Kun tak bergerak" dia dengan sengaja menggetarkan Payudaranya.

"Hmmmm! Ini adalah Hadiah kau jadi terima saja Babe!" Kalawarner menyeringai sambil menjilati bibirnya dengan sensual karena melihat ereksi Issei yang sudah berdiri mengeras di balik handuk itu 'aku kira berapa ukurannya hmm?' dia tak sabar ingin menjilati benda itu tapi, jika dilihat ukuran cukup besar untuk membuat siapapun senang.

Raynare berada di depan Issei dan duduk di pangkuannya sambil menunjukan dadanya yang bergetar itu tampak senyum di wajah Gadis Datenshi itu, Issei meletakan kedua tangannya di kedua bola besar itu, memberi sedikit Pijatan lalu mulai meremas itu secara perlahan. Terdengar Rintihan kecil dari Raynare tapi, Issei tetap meremas Dadanya.

Issei tetap meremas Payudaranya dia merasa Dadanya itu benar-benar lembut dan empuk sekali melebihi Bantal, bahkan terasa elastis ketika ditarik ke depan dan tentu saja Raynare tak berhenti untuk merintih kecil karena tangan Issei bermain dengan Dadanya. Dan setelah berhenti meremas Issei menempelkan mulutnya ke Puting bagian kanan dan mulai menghisap buah dada besar itu.

"Ahhhhhh! Hmmmpp! Ise-Kun!" Raynare merintih agak kencang karena bagian Sensitivnya langsung tersentuh basah dari mulutnya dan mulai menghisap hingga membuatnya sedikit berteriak "Hahhhhh! Ise-Kun!" dia memanggil nama lelaki itu.

Issei terus menghisap Payudaranya dengan nafsu yang membara hingga terdengar suara yang seperti menyedot, tangan yang satu lagi meremas dadanya yang lain sambil memutar Putingnya dengan jarinya sendiri, meski sudah Pernah melakukan itu sebelumnya dia merasa Dada Wanita itu lezat sehingga tak bisa membuatnya berhenti.

"Ahhhhh! Hmmmppp!" Raynare menutup mulutnya dengan diiringi suara desahan karena Issei dengan kasar menghisap Putingnya sementara Puting yang lain dia putar dan pencet hingga membuat tubuhnya lebih panas lagi "yeahhh! Tepat disitu Ise-Kun hahhhhh!" dia menghela nafas senang dan merangkul erat Kepalanya.

Issei merasa kepalanya dipaksa untuk terus menempel ke buah melon itu tapi, itu tak menghentikan dirinya untuk terus menghisap Putingnya itu dan terasa tubuh Gadis itu sedikit bergetar. Tangan yang satu lagi terus meremas Dadanya dengan kasar membuat desahan kencang dari Gadis ini.

"Hei! Jangan dia terus yang bersenang-senang, aku juga ingin" Ucap Kalawarner kesal sekaligus cemburu karena dinomor duakan tapi, dia tak mungkin kalah dan memegang tangan Issei dan menempatkan itu di Dada kanannya "hmmm! Yeah! Milikku juga besar jadi, perhatikan padaku juga" dia sedikit mengerang karena tangannya yang hangat menyentuh Dadanya.

Issei masih tetap menghisap Puting Raynare dengan nafsu karena rasa lezat itu tak bisa membuatnya berhenti, dan merasa tangannya memegang Bantal empuk yang lain sudah dipastikan ini milik Kalawarner dan tak menghentikannya untuk meremas itu. Dan sudah dia duga meski mereka memiliki Dada yang besar tapi, masih lebih besar milik Kalawarner tapi, masalah kelenturan dan kekenyalan mereka semua sama karena sudah berkembang.

Raynare merasa tubuhnya sedikit mendekati klimax hanya dari kedua Putingnya dihisap dan dia melihat temannya tak puas sama sekali "Giliran dia Ise-Kun aku senang kau menyukainya tapi, kita tak sendiri" dia melepaskan Kepalanya dari dekapan dadanya.

Kalawarner melihat langsung menarik kepala Issei dan membenamkan ke Dadanya lebih erat dengan memeluknya "dia benar Babe!, jangan lupakan kau masih ada yang lain" dia benar-benar Possesive hingga tak mau melepaskan Issei sama sekali yang terlihat kurang nafas.

Issei dengan cara paksa melepaskan kepalanya karena tadi cukup pengap dan mengambil nafas Panjang lalu menatap Wanita itu "hahh! Kau ini Gila! Aku ini hampir mati kehabisan nafas" dia malah terlihat kesal sekali.

"Aku minta maaf" Ucap Kalawarner dengan nada menyesal.

Issei hanya tersenyum kecil lalu kedua tangannya langsung memegang Payudaranya yang besar itu memberi remasan hingga terasa Kenyal sekali dan begitu elastis ketika ditarik atau diputar, Wanita itu sedikit mengerang dengan kesenangan dan membiarkan lelaki itu sesuka hati memainkan Dadanya.

Lalu Issei memberi Jilatan kecil ke Putingnya lalu menghisap itu dengan sekuat tenaga membuat Wanita langsung mendesah kencang sekali, Kalawarner hanya memeluk kepala Issei dengan erat karena bagian puting Sensitivnya dihisap dengan sangat kencang sekali membuat tubuhnya bergetar karena nikmat.

"Ahhhhhhh! Ohhhhh! Yeah!" Kalawarner mendesah senang karena Issei benar-benar liar sekali membuat tubuhnya Hot, dia hanya mengusap rambutnya saja dan membiarkan lelaki itu menyedot Putingnya hingga menimbulkan suara "hahhhh! Tetap seperti itu Baby! Segala yang aku Punya adalah milikmu"

Issei tanpa henti menghisap Putingnya dan berpindah ke Puting yang satu lagi. Dia melakukan cara yang sama sambil tangannya meremas Payudaranya yang begitu besar itu, sementara Wanita berambut biru gelap ini hanya mendesah lebih kencang lagi karena tubuhnya perlahan mulai Sensitiv.

Raynare yang sedikit kesal karena harus menunggu lama tak tahan akhirnya menarik kepala Issei dan begitu terus hingga beberapa menit kemudian Issei selesai memberi sentuhan kepada Dada mereka. Dia bisa melihat Puting mereka yang sudah memerah karena dihisap kencang olehnya tapi, kedua wanita itu tak masalah malahan menikmatinya.

Kedua Wanita itu menyeringai kini mungkin giliran mereka yang memberi sentuhan kenikmatan kepadanya. Dan mereka menyuruh Issei duduk sementara Kalawarner dan Raynare turun ke bawah lebih tepatnya di depan member Issei begitu membuka Handuk. Hanya hening diantara mereka hingga akhirnya ada yang berteriak.

"Ohhhhh! Wow! Ini benar-benar tak bercanda!"

"My! My! Serius ini bukan ilusi!"

Mata mereka membelalak karena sangat shock berak melihat Ukuran Member Issei yang bisa dikatakan melebihi ekspentasi lelaki seumurannya, dengan Panjang 12 senti mengeras penuh, dan lebar yang besar sekali, dan tampak uratan di sekitar barangnya yang menandakan tengah dalam kondisi tegang penuh. Hingga mereka berdua masih terpaku pada Ukuran itu yang tak biasa sama sekali.

'Ohhh! Kami! Ini terlalu besar' Raynare blush berat melihat ukuran ini meski sudah Pernah melihat telanjang sebelumnya tapi, dalam kondisi sedekat ini waktu ereksi benar-benar membuatnya hening tak bergerak tadi 'Uhhhhh! Aku tak yakin itu bisa kuterima semua' dia sedikit ragu jika benda besar itu masuk semua ke dalam mungkin saja Vaginanya yang akan hancur.

'Yeahhhh! Ini benar-benar Ukuran yang luar biasa' Kalawarner malah terlihat senang sekali dengan wajah blush, tak seperti temannya yang agak takut dia malah sebaliknya dan berharap segera dihantam oleh Member milik Issei 'ohhhh! Hmmm! sangat Jantan sekali' dia menjilati bibirnya sendiri sambil mencium Aroma itu dan sedikit membuat birahinya naik.

Issei masih menatap kedua Wanita itu yang masih terdiam dan terpaku dengan miliknya, dia sendiri cukup terkejut dengan ukuran yang bisa dibilang tak normal untuk anak seumuran dengannya atau mungkin tak sadar karena selama itu perkembangan tubuhnya mulai naik secara tak sadar. Mungkin saja ini karena efek dari Dua Naga yang bersemayam di tubuhnya jadi tak aneh jika miliknya menjadi besar dua kali lipat.

"Bisa kita mulai?"

Kedua Wanita itu saling menatap lalu mengangguk dan mulai mengusap member itu dengan tangan, beberapa saat kemudian mereka menjilati milik Issei dari kedua sisi yang berbeda secara perlahan terdengar suara erangan dari lelaki itu tapi, tak menghentikan mereka untuk terus menjilati membernya. Raynare di kanan sedangkan Kalawarner di kiri.

"Ughhhhh! Huhhhhh!" Issei mengerang nikmat sekali merasa lidah mereka membasahi miliknya di setiap jilatan yang ada, dia hanya mengusap rambut mereka yang berbeda warna dan membiarkan mereka tetap dalam seperti itu terdengar suara erangan dari kedua Datenshi ini.

"Hmmmmpppppp!" Raynare mendesah senang ketika member itu masuk semua ke dalam mulutnya dan mulai dia basahi dengan air liurnya, untung saja dia seorang Datenshi jika manusia biasa mungkin akan kehabisan nafas karena ukuran ini. dia mulai menggerakan kepalanya sambil membasahi milik Issei dengan lidahnya yang berputar 'ohhhhh! Kami! Ini benar-benar lezat sekali' Perlahan jarinya bergerak sendiri ke bagian intimnya dan mulai menggosok dengan dua jari.

'Ini, mantap sekali!' Kalawarner mendesah senang meski dia tak kebagian untuk mengemut barang besar itu tapi, dia tak berhenti untuk memberi kenikmatan kepada Issei dan mulai menjilati Dua Bola yang menggantung sempurna diantara dua kakinya 'ohhh! Yeah! Ini besar!' dia memasukan itu ke dalam Mulut dan mulai menghisap terus dengan penuh Gairah.

"Guahhhhh!" Issei berteriak kencang merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika membernya masuk ke dalam mulutnya yang basah itu, dan juga terasa lidah Raynare memutar dan melapisi batangan miliknya dengan air liur 'aku tak pernah tau dia bisa seperti ini' mungkin dia fikir Gadis ini pernah melakukan itu dengan orang lain tapi, dia tak Peduli dengan itu sekarang.

Raynare terus melumat member milik Issei yang di dalam mulutnya sambil menggerakan kepalanya agak cepat, sementara Kalawarner terus mengemut bola bagian bawahnya sesekali terdengar suara menghisap. Issei tak bisa berhenti untuk terus mengerang dengan Service mereka, kedua wanita ini tersenyum karena lelaki ini menikmati pelayanan dari mereka berdua dan itu semakin membuat Raynare dan Kalawarner memberi Issei yang lebih lagi.

Beberapa saat kemudian Raynare melepaskan itu dari mulutnya dia bisa melihat milik Issei sudah basah penuh oleh mulutnya "hahhhh! Aku tak ingin berhenti untuk tetap seperti ini tapi, biarkan dia juga kebagian" dia tetap memijat Vaginanya yang masih tertutup CD tapi, sudah basah berkat tadi mengemut Penisnya karena rasa tadi "heiii! Kala-Chan! Kau tak ingin ini kah?" dia menggoda temannya dengan menggosok member besar itu dengan tangannya.

"Tentu saja aku ingin!" jawab Kalawarner berteriak kesal karena selalu saja tak kebagian yang Pertama dan berhenti menggoda Bola itu. Tangannya mulai menggosok Penisnya yang mengeras tegang dan begitu besar sekali di telapak tangan 'Hmmmn! Aroma ini benar-benar maskulin' dia sedikit mengendus dan membuat keinginannya bertambah kuat.

Setelah lelah menggosok, dia mulai secara perlahan memasukan membernya yang besar itu ke dalam Mulut dia merasa milik Issei benar-benar basah dan licin mungkin karena temannya tadi. Raynare agak jenuh dengan ini sambil memijat Vaginanya tangan yang satu lagi memegang Rambutnya berwarna biru dan memaksa Wanita itu menelan semua ke dalam secara kasar terlihat Kalawarner begitu shock sekali.

Kalawarner terlalu terkejut sekali karena Raynare memaksanya menelan benda besar itu ke dalam mulutnya, hingga membuat matanya sedikit mengarah ke atas, dan tenggorokannya langsung tersedak kecil. Beberapa saat kemudian Wanita ini mulai terbiasa dengan Penis besar milik Issei dan mulai menggerakan kepala.

Issei mengerang nikmat sekali karena Wanita ini mulai membasahi lagi miliknya terasa lidahnya yang berputar di dalam Mulut yang dia lakukan hanya mengusap rambutnya. Kalawarner mendesah senang ketika membernya di dalam mulut, rasa dan Aroma yang kuat membuat nafsunya semakin bertambah lalu bagian bawahnya sudah terasa basah.

"Nghgnnnnnn! Hmmmppp!" Kalawarner tetap mendesah sambil menggerakan kepalanya ke bawah dan atas, dia berhenti bergerak sebentar untuk mengambil nafas karena sensasi ini tak bisa menghentikannya lalu kembali bergerak lagi 'ohhh! Yeah! Baby! Lihat aku seperti ini' dia mendengar suara erangan Issei dan itu membuatnya senang dan menservice miliknya lebih dalam lagi.

Kalawarner terus mengemut Penisnya, Issei tak bisa berhenti untuk terus mengerang kenikmatan dan itu membuatnya lebih cepat lagi menggerakan kepalanya. Tak Peduli jika itu ke tenggorokan hingga membuatnya tersedak malahan dia ingin seperti itu karena tubuhnya sudah panas sekali, merasa milik Issei mulai berkedut dia lalu melepaskan Member besar itu dari mulutnya.

"Ughhhh! Hei! Kenapa kau lepaskan!" Issei mengerang kesal karena miliknya sudah sebentar lagi ingin klimax tapi, malah wanita itu berhenti.

"Kau tak sabaran sekali babe! Jadi, tunggu sebentar" Ucap Kalawarner mengusap Air liur yang keluar dari mulutnya, dan melihat Member Issei yang sudah sangat licin dan dibagian Ujung seperti mengeluarkan Cairan dan dia tau lelaki itu ingin keluar "heiiii! Ray-chan! Kau ingin melihat saja atau membantuku melepaskan ini" dia memegang membernya yang tetap menegang keras.

"Tentu saja membantu" Jawab Raynare tersenyum sensual lalu ikut bergabung, karena melihat milik Issei yang berkedut dan ingin sekali mengeluarkan itu. Dan dia tau kenapa temannya memanggilnya "kau tiduran saja Ise-Kun dan biarkan kita yang mengakhiri Pertunjukan awal" dia mengedip kepada sang Hakuryuukou ini.

"Apa, yang kalian-Whooaaaa!"

Issei Pernah melihat ini sebelumnya di salah satu Film Porno yang tak sengaja dilihat olehnya waktu berkunjung ke rumah Matsuda yaitu Double Paizzuri. Dia Member miliknya kini diapit seperti Sandwich oleh kedua Wanita itu menggunakan Payudara mereka masing, dia merasakan sensasi empuk menyentuh membernya.

"Baiklah, Ise-Kun kita mulai" Raynare tersenyum dan menjilati ujung membernya sambil menggosok batang Issei dengan Dadanya, dia merasa memang sebentar lagi lelaki itu akan klimax makanya dia percepat Gosokannya 'hhmmmm! Lezat juga' dia mendesah senang sambil menjilati Cairan bening yang keluar sedikit.

Kalawarner melakukan hal yang sama dia mengapit membernya itu dan merasa Dadanya saling bersentuhan dengan Dada Raynare hingga Puting mereka saling bergesekan satu sama lain. Dan tentu saja dia membasahi ujungnya itu sambil terus menggerakan Payudaranya ke atas dan bawah memberi pelayanan kepada lelaki itu.

Beberapa menit kemudian mereka semakin kencang mengapit penisnya dengan Payudaranya dan saling bergantian menjilati ujungnya. Bahkan ada yang mengemut itu sambil menggosokan dadanya, terasa milik Issei mulai berkedut dan bergetar seperti itu, tentu saja mereka senang dan malahan semakin menjadi terlihat Dada mereka yang terus memantul ketika memberi pelayanan itu.

Issei mengerang sangat nikmat dengan hal ini, ketika ujungnya diemut sambil digosokan oleh Payudara dan itu membuatnya tak bisa bertahan lebih lama lagi untuk segera klimax. tapi, mereka tak pernah berhenti untuk terus mengapit miliknya dan semakin kencang lagi.

Raynare dan Kalawarner menyeringai senang ketika melihat ekspresi Issei benar-benar menikmati sekali dengan mata tertutup dan mereka saling memandang satu sama lain. Dan mulai menggosok Dada mereka lebih kencang lagi terasa Puting mereka sudah mengeras dan saling berbenturan.

"Guahhhhhhhhh!" Issei yang tak bisa menahan lebih lama lagi akhirnya mengeluarkan teriakan kencang sambil melepaskan klimax yang sedari tadi tertahan sekali dan membiarkan itu terasa terlepas semuanya. Dia hanya berbaring di kasur dan melepaskan semua yang ada.

Kedua Wanita itu mendesah kesenangan karena sebuah semburan Putih Hangat keluar sangat banyak dari dalam membernya. Yang mereka lakukan hanya tetap seperti dengan mulut terbuka dan lidah menjulur sambil menerima semua Sperma itu yang menyemprot ke wajah dan dada mereka.

Setelah beberapa menit kemudian Issei sudah berhenti melepaskan semuanya yang ada dan tentu saja Penisnya itu masih mengeras. Dia melihat Kedua Wanita itu Wajah dan Rambut yang tertutup Cairan Putih kental termaksud Dada mereka juga, sebuah Blush berat muncul dari kedua Datenshi Sexy ini.

"Ohhhhhh! Kami! Ini benar-benar luar biasa sekali!" Raynare menghela nafas berat dengan wajah yang sangat memerah, dia tak menyangka ini begitu banyak sekali seolah tak mau berhenti yang dia lakukan sekarang adalah menelan semua Cairan Putih itu ke dalam mulutnya.

"Hmmmm! Hmmmm! Hmmm!" Kalawarner hanya mengerang setuju sambil terus menelan Sperma Putih yang berada di tubuhnya ke dalam mulutnya, dia tak menyangka semburan itu begitu banyak sekali hingga membuat tubuhnya klimax juga 'hmmmm! Aku beruntung masih bisa hidup!' dia tak bisa berhenti untuk bertingkah sensual dan mengundang nafsu Issei tinggi karena sudah lama sekali dia tak seperti ini apalagi jika Orang itu masih muda, Kuat, banyak tenaga yang terpenting tak langsung tumbang hanya jika seperti ini.

Setelah itu tubuh mereka sekarang sudah bersih tak tersisa, Raynare dan Kalawarner saling bertatap lalu merangkul tubuh mereka sangat erat sambil melakukan Ciuman yang dalam. Terdengar suara Rintihan kecil dari keduanya dan terlihat Payudara mereka saling menempel dan bergesekan satu sama lain.

Jika dilihat lebih dekat lagi mereka saling membuka mulut dan menempelkan lidah masing-masing atau lebih tepatnya saling berbagi Sperma yang telah ditelan dengan wajah yang memerah berat setelah beberapa menit melakukan ciuman yang dalam akhirnya terlepas sendiri dengan Air liur yang menetes.

Setelah memberi pelayanan Paizzuri Tak ingin membuat Issei mereka menunggu lebih lama lagi, Kalawarner dan Raynare melepaskan CD terakhir yang sudah basah sekali dan melemparkan ke sembarang tempat. Dan naik kembali ke atas kasur sambil membelakanginya dan menunjukan Pantat mereka kepada Issei, mereka sedikit menggoyangkan Pinggulnya memberi Issei Pemandangan bagus yaitu Pantat bergetar.

"Ayo, kita mulai Ise-Kun lakukan apapun yang kau inginkan!"

"Ayo, Babe! Mereka sekarang milikku dan kau bebas menggunakan kita semau dan sepuas hati"

"Baiklah!" Issei mengangguk setelah mendengar Jawaban yakin dari mereka.

Issei langsung memilih Raynare terlebih dahulu, dia sedikit menggosok lubangnya dengan Penisnya memberi tip Gadis itu terdengar mendesah sedikit. Dan tak lama Issei memasukan miliknya ke dalam Vaginanya secara perlahan karena tak ingin menyakiti Gadis itu dia merasakan dalam Vaginanya sangat basah sekali dan melihat sedikit sesuatu yang menyembur keluar.

"Arghhhhhh! Hahhhh!" Raynare berteriak kencang merasakan sakit sekali ketika Issei menghantam Vaginanya, meski dia memang sudah tak Perawan tapi, tetap saja Ukuran Issei benar-benar besar masuk ke dalam dan baru Pertama kali dia rasakan selama hidupnya "uhhhhhhh! Tunggu sebentar Ise-Kun!" dia diam untuk membiarkan terbiasa dengan ukuran ini dan terasa milik Issei masih mendorong ke dalam.

Issei sudah memasukan semua ke dalam Vaginanya menunggu beberapa menit Gadis itu untuk terbiasa dan dia mulai memegang Pinggulnya dan menggerakan maju ke depan dan ke belakang secara pelan. Tentu saja Raynare langsung merintih pelan hal seperti itu sudah biasa karena dia juga Pernah melihat Kuroka mengalami hal yang sama.

"Ah! Ah! Ah! Ah! Ise-Kun!" Raynare merintih senang dari mulutnya ketika Issei bergerak menghantam Vaginanya secara perlahan, hingga sedikit terdengar suara kulit yang saling beradu tapi, meski begitu rasa sakitnya Perlahan menjadi rasa nikmat membuat tubuhnya menjadi lebih panas lagi "hmmmm! Hah! Hah! Hah!" dia menghela nafas Panjang.

Kalawarner cemburu kesal karena dia harus menunggu lagi, melihat ekspresi Raynare seperti itu membuat birahinya semakin naik dan dia mendekati Issei sambil memegang kepalanya "jangan biarkan aku sendiri seperti ini Babe!" dia mulai mencium mulutnya dengan penuh kasih sayang sambil mengusap Rambutnya.

Issei terus bergerak Pinggulnya dengan penuh dan menghantam Vagina Raynare dengan kencang tanpa henti terlihat Payudara besarnya itu yang memantul kencang disetiap gerakan, dan tangan kirinya memeluk tubuh langsing Kalawarner sambil mencium mulutnya lebih dalam lagi terdengar suara desahan dari Wanita dewasa itu.

Raynare hanya membuka mulutnya dengan nafas yang tersenggal dia tak menyangka ini benar-benar nikmat sekali dan tak ingin berhenti, yang dia lakukan hanya diam disana dan terus merintih tanpa henti, Kalawarner tetap memeluk erat Kepalanya dan terus menciumnya sambil Perang lidah satu sama lain.

Issei tak bisa berhenti untuk terus menghantam Gadis ini karena di dalam Vaginanya terasa sangat basah sekali sehingga memudahkan membernya untuk bergerak masuk lebih dalam lagi hingga ke Ujung, dan tentu saja mulutnya saat ini tengah beradu lidah dengan Kalawarner dan dia langsung menang sambil menggerakan jarinya ke bawah.

Kalawarner merintih kencang di dalam mulutnya selagi Issei mendominasi dirinya dalam ciuman, dia merasakan tangan Issei bergerak ke bawah dan menyentuh Vaginanya yang sudah basah. Terasa Jari Issei memberi usapan dan akhirnya memasukan dua jari ke dalamnya, yang Kalawarner lakukan adalah memeluk Issei sangat dekat dan membiarkannya bermain dengan Vaginanya.

Issei merasa Vagina milik Kalawarner sangat basah yang sama seperti Raynare, ketika kedua jarinya dia masukan ke dalam dan itu malah semakin membuatnya terus bergerak kencang. Wanita itu terlihat ingin berteriak tapi, dia menahan itu dengan mencium mulutnya lebih dalam lagi terasa Cairan rahim sedikit muncrat keluar ketika Issei memasukan dua jarinya sangat cepat.

"Ahh! Ahhh! Ahh! Huhhhhhh! Hmmppp! Hah!" Raynare merintih kencang lagi dengan Wajah memerah berat dan nafas yang terlihat kepayahan. Dia tak menyangka sensasi seperti ini benar-benar luar biasa dan membuatnya tak ingin berhenti 'ohhh! Ini benar-benar mengenai semuanya ahhh' tampak senyum bahagia di wajahnya dan keringat yang sudah membasahi mukanya.

Issei merasa Cairan menyempror keluar dari Vaginanya dan membasahi tangannya dia mendengar Kalawarner berteriak tapi memaksa dirinya untuk menerobos mulut Wanita itu dengan lidahnya. Wanita berambut biru gelap itu tak percaya hanya dengan jari saja membuatnya langsung klimax dan dia hanya memeluk Issei dengan erat dan membiarkannya menyedot mulutnya.

Kalawarner langsung jatuh ke kasur setelah berciuman "huftt! Hah! Kau benar-benar memiliki tehknik yang luar biasa" dia menghela nafas berat karena tak percaya bahwa Issei dengan skill itu membuat tubuhnya langsung klimax. Dan yang dia lakukan sekarang adalah menggosok Vaginanya sendiri sambil meremas Dadanya dan memutar Putingnya dengan jari sambil melihat Issei menguasai temannya.

Issei sekarang bisa fokus lagi ke satu titik setelah Wanita itu membiarkannya, Kedua tangannya memegang Pinggulnya untuk terus bergerak lebih kencang lagi. Raynare tak bisa berhenti untuk terus merintih keenakan setiap kali Issei bergerak itu menghantam bagiannya yang lebih dalam lagi dan itu membuatnya ketagihan.

Issei memegang lengannya dan menarik ke belakang membawa Gadis itu ke dalam genggamannya dan terus lebih kencang lagi menggerakan Pinggangnya karena milik Raynare di dalam sangat basah sekali sehingga sulit baginya untuk berhenti. Dia melihat Payudaranya memantul lebih kencang di udara ketika bergerak dan itu benar-benar terlihat bagus tapi, dia fokus untuk terus menghantam Gadis ini.

"AHHHHHHHH! ISEEEEEEEEEE!" Raynare berteriak kencang memenuhi ruangan karena tubuhnya sudah benar-benar membara sekarang dan tak bisa ditahan lagi ketika Issei bergerak terus masuk sangat dalam hingga mengenai G-Spot itu. Terdengar suara kulit yang beradu dan begitu kencang sekali dan itu menandakan Issei tak melakukan secara normal "Ohhhhhhh! Hmmmppp!"

Issei melihat Pantatnya bergetar setiap kali kulit mereka beradu dan itu tak menghentikannya untuk terus menekannya. terlihat kulit Pantat Raynare yang tadinya Putih kini menjadi merah karena kulit yang beradu tadi, terdengar suara desahan dan Rintihan kencang yang keluar dari mulut Gadis itu, untung saja Raynare sudah memasang Pelindung pengedap suara karena jika tidak bakal menganggu Orang tuanya apalagi, Datenshi berambut Hitam itu berteriak jadi itu akan jadi masalah.

"Man! Kau sungguh-sungguh menghancurkannya" Komentar Kalawarner melihat ekspresi temannya yang Pertama kali seperti itu dan belum pernah melihat sebelumnya. terlihat benar-benar menikmati sekali atas gerakan yang dilakukan oleh Issei "aku harap kau masih memiliki banyak stamina karena masih ada Pekerjaan yang belum kau selesaikan" dia meremas Payudaranya sendiri sambil terus memutar Putingnya.

Raynare sudah tak bisa berfikir lebih waras lagi saat ini sekarang yang ada di otaknya cuman kesenangan dan kenikmatan yang tanpa henti menimpa tubuhnya. Mata yang mengarah ke atas, wajah yang memerah berat, mulut yang terbuka, dan nafas yang tersenggal, menandakan Gadis itu telah mabuk akan sensasi ini karena gerakan cepat Issei benar-benar menyentuh semua organ Sensitivnya terasa juga Cairan kecil yang muncrat keluar dan itu menandakan dia tak berhenti untuk Orgasm kecil

Issei tak bisa menahan lebih lama lagi dan terus bergerak lebih cepat lagi dari sebelumnya "sesuatu akan datang jadi, dimana kau ingin keluarkan?" dia bertanya kepada Gadis itu dan tak pernah berhenti untuk terus bergerak menghantam tubuhnya.

"Oohhh! Hmmff! Ahhhfff! Di!- ahhh!" Jawab Raynare agak kesulitan berbicara karena rasa nikmat ini benar-benar hebat sekali sehingga dia tak fokus apapun untuk berfikir maupun berbicara tapi, dia paksakan "DALAMUAHHHHH!" dia merintih kencang ketika milik Issei menghantam Vaginanya lebih dalam lagi dari sebelumnya.

Issei memegang tangannya sangat erat, dia sudah tak bisa menahan lebih lama lagi dan terus dengan brutal menghantam Gadis itu yang tak berbicara sama sekali. Raynare hanya membelalakan matanya dengan aksi kasar tadi tapi, dia benar-benar menikmati semuanya tampak senyum bahagia di wajahnya, sungguh Issei benar-benar mengenai organ semuanya dan hanya bisa merintih saja.

"ARGHHHHHHHHHH!

" ISEEEEEEEEEE!"

dan sekali dorongan Issei melepaskan semua yang sedari tadi dia tahan cukup lama, tubuh mereka saling menempel satu sama lain tampak ekspresi Issei yang menutup mata dengan wajah blush membiarkan tetap dalam Posisi seperti itu. Raynare hanya merintih senang setelah tembakan hangat ke dalam tubuhnya, dan tampak Mata yang tak fokus, wajah memerah berat, dengan Mulut terbuka dan lidah menjulur menandakan dia benar-benar menikmati ini.

Gadis berambut Hitam itu mendesah kesenangan karena milik Issei terus menyembur benih hangat masuk ke dalam hingga menyentuh ke Rahimnya, terasa Vaginanya benar-benar Penuh sekali dengan benih yang nikmat ini dan dia hanya diam disitu. Tangan Issei menarik rambutnya yang Panjang ke belakang, Raynare mendesah senang lalu mencium mulutnya lebih dalam dengan penuh Cinta dan mata violet yang berputar ke atas karena Issei belum berhenti menembak.

Mereka tetap dalam Posisi saling menempelkan tubuh dan tetap berciuman dalam meski Issei sudah berhenti menembakan Sperma ke dalam Vaginanya, kedua tangannya meremas Payudaranya dan memencet Putingnya hingga membuat Raynare berteriak di dalam ciuman itu. Meski begitu dia membiarkan Issei memainkan tubuhnya sesuka hati.

Dan beberapa saat kemudian Issei melepaskan Ciumannya dan berhenti memainkan Payudaranya, dia melepaskan miliknya dari dalam Vaginanya dia bisa melihat sebuah Cairan menyembur keluar dari lubang itu dan menetes diantara paha. Raynare hanya terjatuh lalu terbaring di kasur dengan mata tak fokus.

"Amazing!.." Raynare mendesah senang, dengan nafas tersenggal karena tak menyangka Issei bisa membuat biarahinya naik hingga senikmat ini dan dia memilih diam untuk Istirahat sambil mengelus Perutnya yang hangat oleh benihnya dan tampak senyum senang sekali.

Kalawarner sudah tak bisa menahan lebih lama lagi ketika melihat membernya yang masih ereksi Penuh dan mendorongnya. kini wajahnya berhadapan dengan milik Issei yang besar itu, Aroma yang kuat langsung menembus ke hidung dan membuat nafsu sexnya naik lagi "Sorry Babe! Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi karena kesabaranku sudah habis" ucap Kalawarner dengan blush di pipi lalu dia membersihkan member Issei yang dilapisi Cairan Rahim Raynare menggunakan mulutnya.

"Okayy!" Issei hanya menurut saja dan membiarkan Wanita itu melakukan pekerjaannya, dia hanya mengelus Rambutnya yang berwarna biru Gelap itu terdengar suara seperti 'Pop' darinya dan itu mirip sekali seperti orang yang tengah memakan lollipop.

Kalawarner memegang member Issei sambil memposisikan lubang miliknya, Perlahan dia turunkan tubuhnya ke bawah dia merasa milik Issei begitu besar sekali untuknya tapi, Issei langsung memegang Pinggulnya dan langsung menghantam Wanita itu ke bawah. Kalawarner terbelalak matanya dengan rasa kasar tadi membuat Pandangannya sedikit kabur "ARGHHHHH! YEAH!" dia tak bisa menutup mulutnya untuk berteriak dengan rasa sakit itu.

Wanita berambut biru Gelap itu diam sebentar karena semua member itu masuk ke dalam Vaginanya dan itu benar-benar besar sekali di dalam meski dia sudah Pernah melakukan ini sebelumnya tapi, ketika berurusan dengan Monster itu yang masuk semua ke dalam tubuhnya itu membuatnya sedikit bergetar, dan dia melihat Issei hanya menunggunya saja untuk memberikan yang terbaik sambil memasang senyum di wajahnya.

Issei melihat Kalawarner tadi berteriak kencang sama seperti Raynare, dia Pikir itu terasa sakit tapi senyum wanita itu ditunjukan dan menandakan bahwa dia baik-baik saja. Pemilik Dua Sacred Gear ini merasa Vaginanya sangat sempit sekali mengapit membernya dan terasa basah sekali, sama seperti Raynare dia lalu memegang Pinggangnya.

Kalawarner mulai menggerakan Pinggulnya ke atas dan bawah secara perlahan terasa tangan Issei membantunya untuk bergerak dan mengendarai tubuh lelaki itu dari atas, kedua tangannya memegang Dadanya yang bidang itu. Terasa setiap Gerakan begitu sakit sekali untuknya karena Ukuran itu dan akhirnya beberapa saat kemudian rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang hebat sekali.

"Uhhhh! Ahhhh! Ohhhhhh!" Kalawarner merintih nikmat sekali karena benda besar itu menyerang begitu dalam ke Vaginanya, dia mulai menggerakan tubuhnya dengan cepat dan membuat Pandangannya sedikit kabur. Sangat terasa tubuhnya sangat membara dengan Vaginanya yang begitu basah sekali.

Issei melihat Wanita bergerak kencang di atas tubuhnya dan membiarkannya sesuka hati dan melihat Payudaranya yang memantul kencang saat bergerak lalu memegang Dua Buah Melon Besar itu. Wanita merintih lebih keras lagi ketika Issei memegang Dadanya terus meremas benda kenyal itu membuat Kalawarner membara.

"Ahhhhh! Hmmmmm! Kau besar sekali Babe! Hahhhh!" Wanita berambut biru Gelap itu merintih dengan sangat senang sekali dan membiarkan Issei meremas Payudaranya selagi tubuhnya bergerak ke bawah. Dia sangat senang ketika Issei menikmati Dadanya dan itu menandakan bahwa dia menyukai seorang Wanita Dewasa juga.

Kalawarner mendekati Issei kini wajah mereka saling berhadapan satu sama lain dan nafas mereka yang naik turun seperti Pompa. Sang Hakuryuukou ini memegang Pantatnya sambil membawa Pinggul Kalawarner ke bawah dan dia membawa Pinggulnya juga ke atas. Wanita Dewasa itu langsung shock dengan hantaman tadi yang begitu dalam sekali dan Posisi ini lebih nikmat dari sebelumnya.

Raynare hanya berbaring disana sambil mengistirahatkan tubuh setelah sebelumnya bermain Ganas dengan Issei, dia melihat Vagina milik Kalawarner terbuka lebar setiap Issei memasukan Penisnya ke dalam dan begitu kencang. Melihat itu saja membuatnya Hot dan ingin bergabung tapi, dia tau bahwa Wanita itu ingin sendiri sambil menikmati waktu berdua dengan Issei saja dan yang dia lakukan hanya memijat Payudaranya sambil memutar Putingnya melihat aksi yang kasar itu.

Mereka berdua saling berciuman yang sangat dalam dengan mulut terbuka dengan lidah yang saling menyatu hingga menimbulkan suara seperti menghisap. Kalawarner sebenarnya ingin berteriak karena Issei dengan Ganas menghantam Vaginanya tanpa waktu jeda sama sekali dan membuatnya Pandangannya langsung blank dengan Pikiran yang sudah tak fokus apapun selagi dihantam dengan nikmat.

Issei tetap menggerakan Pantatnya sambil menggerakan Pinggulnya sendiri ke atas menghantam dalam Wanita itu yang mengapit membernya meski terus dihantam tapi, seolah seperti sempit sekali dan terus membuatnya ingin lebih bergerak. Terasa miliknya dibasahi oleh Cairan rahim yang sedikit menyembur keluar.

'Ohhhhhh! Kami! Ini benar-benar nikmat hmmmmm!' Kalawarner merintih sangat senang di dalam mulut Issei sambil terus menciumnya dengan penuh cinta meski dia kalah dalam berciuman tapi, dia bahagia karena lelaki muda ini mendominasi dirinya dan mengambil alih semua tubuhnya yang sudah sangat membara sekali.

Issei melepaskan Ciumannya dan masih terus menghantam Vaginanya seperti tak Peduli apapun, dia melihat ekspresi Wanita itu sudah tak fokus selain merintih kencang, matanya yang ke atas, blush berat, mulut terbuka dengan mengeluarkan Air liur tapi, matanya lebih fokus ke Payudaranya yang memantul dan menempel erat ke tubuhnya.

Kalawarner tetap merintih Pandangannya sudah tak fokus sama sekali tapi, ketika melihat Issei menatapnya dia tau ke arah mana lalu memegang Dada kanannya dan meletakan itu di mulut Issei sambil memeluk erat Kepalanya membiarkan lelaki itu menghisap Putingnya "Ohhhh! Yeahhhh! Hisap seperti itu ahhh! Mereka adalah milikmu Arghhhhh! Hahhh!" dia mendesah senang selagi dihantam.

Issei menyedot Putingnya dengan Penuh nafsu hingga menimbulkan suara sambil terus membawa Pantatnya naik, turun tanpa henti. dia mendengar teriakan kecil dari Wanita itu selagi menyedot Putingnya tanpa henti dan ini benar-benar terasa lezat sekali, dia sekarang mengerti kenapa Matsuda menyukai Payudara Wanita.

Karena ini benar-benar lezat sekali dia beruntung karena sudah merasakan bagaimana meremas Dada dan mengemut Puting seperti bayi. Kuroka, Raynare, dan Kalawarner adalah Wanita yang sudah dia rasakan semua Dada mereka dengan sensasi Lembut, Kenyal, Empuk, elastis dan yang terpenting besar Gumpalan Daging itu mungkin suatu hari akan bertambah lagi Wanita yang memintanya seperti ini tapi, tak ada yang tau apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Terdengar suara Issei yang menyedot Putingnya seperti bayi yang baru lahir, dan suara kulit yang beradu satu sama lain Kalawarner hanya bisa berteriak dan merintih kencang sambil memeluk erat kepala Issei yang tengah menikmati Dadanya. Dia melihat Datenshi lain tengah tiduran sambil memainkan tubuhnya sendiri mungkin saja tak ingin menganggu waktu mereka berdua.

Kedua tangan Issei bergerak ke tubuhnya yang langsing dan memeluk tubuhnya, mulutnya tak pernah lepas untuk terus menyedot Putingnya yang sudah mengeras seperti Batu. Issei lalu membawa Wanita itu ke dalam Posisi duduk dan tubuh mereka saling menempel lalu kembali mulai menghantam Vaginanya.

"ARGGHHH! IYAAA!"

Kalawarner berteriak imut sekali dan sangat berbeda sekali dengan karakternya yang Dewasa Anggun tapi, Wanita itu tak Peduli karena sekarang berganti Posisi dan itu terasa lebih nikmat dari sebelumnya. Dia tetap memeluk kepala Issei agar saling berdekatan dan memudahkan lelaki itu menghancurkan Vaginanya dengan Penisnya itu.

Issei mengerang nikmat selagi menyedot Putingnya tanpa henti, dia merasakan dalam Posisi seperti ini Vaginanya malah bertambah sempit dari sebelumnya dan membuatnya terus menggerakan tubuh Wanita tanpa henti. Setelah itu dia kembali menyedot Puting yang satu lagi dan Puting yang lain dia putar lalu pencet dengan keras.

Kalawarner merintih lebih liar lagi ekspresi wajahnya menandakan dia benar-benar sangat menikmati Euphoria ini dan tetap memeluk kepala Issei yang menghisap Putingnya terlalu kasar meski begitu tak ada jadi masalah. Kedua Pantatnya dia gerakan ke bawah dan atas membantu lelaki muda itu menerobos Vaginanya yang tak bisa berhenti menyembur Cairan meski sedikit.

Kalawarner merasa Tembok Vaginanya ditembus sangat dalam oleh milik Issei bahkan setiap bergerak membernya ke dalam seperti ditusuk oleh bor dan mengenai bagian G-spot. Dan tentu saja Wanita itu berteriak sangat liar hingga memenuhi ruangan karena sensasi ini membuat otaknya menjadi Gila.

"Huhhhh! Hahahaha ini benar-benar menarik" Issei hanya tertawa selagi membawa Wanita itu terus bergerak tanpa henti, dia melihat ekspresi Wanita itu yang sudah bukan lain daripada dirinya sendiri "Guahhh aku tak bisa menahan lagi!" dia lalu membenamkan wajahnya ke Dua buah Gunung besar itu dan menjilati kulitnya yang halus.

"Ohhhh! Yeah!Baby! Jangan Pernah berhenti! Berikan aku lagi! Hahhh! Ahhh!" Kalawarner Merintih senang karena Issei menyukai tubuhnya, mulut terbuka, lidah menjulur, dan tampak Air mata yang mulai membasahi wajahnya sudah jelas dia mabuk dalam euphoria ini "ahhh! Tubuhku sekarang Ahhh! Milikmu sepenuhnyaaa!" dia berteriak lagi karena Issei kembali menyentuh organ Sensitivnya.

Issei tetap terus menyetubuhinya tanpa henti malahan semakin menjadi ditambah nafsu alami lelakinya sudah mengambil alih mungkin karena ada tambahan efek Naga yang bersemayam di tubuhnya. dia tetap menjilati lehernya itu dan merasa Vaginanya menggeliat selagi dia terus hantam lebih dalam lagi dari sebelumnya.

Terdengar suara kulit yang saling beradu memenuhi ruangan terlihat Kalawarner merintih senang dengan wajah tak fokus dan tak bisa berfikir apapun lagi selain tubuhnya diambil alih oleh lelaki itu. Tubuhnya sudah benar-benar membara sekarang dan merasa milik Issei sudah berkedut, dia tau lelaki itu mulai mendekati klimax akhir.

"Gahhhhh! Aku ingin keluar!" Teriak Issei yang sudah tak bisa menahan lebih lama lagi dan terus mempercepat laju gerakannya, apalagi Vaginanya yang basah selalu tak bisa berhenti menggeliat dan mengapit membernya. Dan kedua tangannya memegang Pantatnya sambil meremas dan terus membawa Wanita itu ke atas terdengar suara Kalawarner yang berteriak.

"Ohhhhh! Ohhhh! Yeahhh! Baby! Masukan ke dalam iyaa!" Kalawarner merintih kesenangan dengan sensasi luar biasa ini, Pandangannya sudah benar-benar memutih kecuali dia sedikit melihat Wajah Tampan Issei yang tengah menutup mata dan ingin keluar sambil menggerakan tubuhnya hingga menjadi liar.

Issei terus bergerak lebih cepat lagi dari sebelumnya dan merasakan sesuatu yang tak bisa tertahan lebih lama lagi lalu merangkul tubuhnya yang langsing itu"Arggghhh ini dia!" dan dengan sekali dorongan kencang masuk ke dalam.

"Garhhhhhhhh!"

"Iyahhhhh! Ahhhhh!"

Issei dengan sekali dorongan kencang langsung menembakan Sperma itu masuk ke dalam hingga menuju Rahimnya dan langsung membenamkan wajahnya ke Dadanya yang besar itu. Kalawarner menjerit pelan merasakan sensasi yang luar biasa dimana sebuah semburan hangat masuk ke dalam Vaginanya dengan jumlah begitu banyak dan tetap memeluk tubuh langsingnya.

Wanita itu memasang wajah seperti orang yang gila sex setelah tembakan itu, dengan mata violet yang berputar ke atas dan air mata yang keluar, mulut terbuka dengan lidah yang tak bisa kembali masuk ke dalam, dan wajah Blush berat. Kalawarner tak percaya ini benar-benar amazing, luar biasa, dan sangat nikmat sekali untuk tak berhenti, yang dia lakukan memeluk tubuh Issei agar tetap dekat dengannya.

Issei menatap Wanita itu dengan helaan nafas, wajah mereka saling tatap hingga akhirnya saling menempelkan mulut dan berciuman sangat dalam sekali. Kalawarner mendesah senang di dalam ciuman dia merasa Issei belum berhenti menembakan Sperma hangat ke dalam dan bahkan terasa belum berhenti tapi, dia melingkarkan kedua kakinya ke tubuh Issei agar benihnya itu tak jatuh keluar.

Dan setelah beberapa menit akhirnya mereka lepaskan dan tentu saja Issei sudah berhenti melepaskan Orgasm yang sedari tadi ditahan, dia melihat mata bahagia dari Wanita itu, dengan memerah berat dan helaan nafas yang tersenggal seperti seorang yang berlari. Tentu saja Issei memeluk kepala Wanita itu dan mengelus Rambutnya dan tentu saja membernya belum lepas dari Vaginanya.

"Hahahah! Ini sungguh luar biasa sekali" Issei hanya tertawa lepas, dan tentu saja Kedua tangannya tak berhenti meremas Payudaranya yang bulat besar itu.

Kalawarner hanya blush dengan Kepalanya bersandar ke pundak Issei "yah, kau benar staminamu benar-benar hebat sekali" dia merasa Perutnya hangat dan Penuh oleh benihnya tapi, tak lama milik Issei kembali menegang keras di dalam Vaginanya dan meminta melakukan ini lagi "Ohhhh! Kami-Sama! Kau masih saja mengeras setelah itu?" dia tak menyangka setelah keluar sebanyak itu masih bisa berdiri.

"Maaf, tapi kau tau aku ini lelaki juga" Ucap Issei yang serasa bingung sekali dengan kondisi tubuhnya yang tak terasa lelah padahal sudah banyak menembakan kepada kedua Datenshi Sexy itu "tapi, bisakah kita melakukan ini lagi sekarang?" dia merasa nafsu seksual alaminya mulai naik lagi secara drastis.

Kalawarner mencium Pipinya lalu tertawa kecil "tentu saja kau hanya bilang, dan sekarang yang aku miliki sekarang jadi milikmu untuk selamanya" dia senang memiliki lelaki yang kuat dalam Pertarungan dan juga ranjang termaksud stamina yang banyak sekali dan itu adalah tipenya lalu, matanya beralih ke temannya "heii! Ray-Chan kau yakin tak ingin bergabung? Aku rasa Issei memiliki semua yang tersimpan dan ingin dikeluarkan semua kepada kita?"

"Tentu saja!" Jawab Raynare langsung melompat setelah lelah hanya bermain tubuhnya sendiri dan dia lalu memeluk kepala Issei dan membenamkan ke Payudaranya.

"Yeahh!"

Dan mereka semua kembali melakukan hal seperti itu lagi, terdengar desahan, Rintihan, teriakan, dan suara kulit beradu di kediaman Hyoudou untung saja mereka sudah membuat Pelindung anti suara karena akan menganggu yang lain tengah tidur ketika mereka melakukan sex secara ganas seperti hewan buas.

Dan lima jam berlalu akhirnya mereka selesai melakukan sex dan tampak wajah, rambut, dan tubuh mereka basah kuyup karena keringat setelah banyak bergerak, wajah ketiga mereka sangat lelah khususnya untuk kedua Datenshi yang sexy ini kecuali Issei yang masih sama seperti tadi.

Issei sekarang beristirahat di Bantal Payudara milik Kalawarner dan Wanita itu memeluk erat Kepalanya dan membiarkan lelaki itu menikmati tubuhnya dengan sangat Possesive "hahhh! Kau benar-benar tau bagaimana membuat Wanita Puas dan senang" jarinya bergerak menelusuri rambutnya berwarna Coklat, dia merasa Paha dan Vaginanya sakit sekali setelah dihantam begitu banyak serasa sulit juga untuk jalan.

"Hmmmm! Jadi ini seperti ini rasanya yahh!" Issei hanya mengerang sambil menikmati Sandaran Bantal empuk itu yang membuatnya sedikit nyaman.

"Kau benar-benar buas Ise-Kun Fufufu!" Raynare tertawa kecil dan dia tertidur di atas tubuh kuat Issei sambil mengelus Dada yang bidang itu "hahhhh! Aku tak yakin akan bisa berangkat sekolah besok" jangankan untuk berdiri bahkan Duduk saja sangat sulit karena Pantatnya sakit dan begitu Panas setelah Sex kasar itu tanpa jeda.

"Ya, ampun aku harus mandi lagi" Ucap Issei menghela nafas karena tubuhnya lengket karena keringat aktifitas tadi "baiklah, aku rasa lebih baik mandi sebelum tidur"

"Aku akan ikut dan membasuh tubuhmu juga" Ucap Kalawarner merasa tubuhnya sama juga berkeringat "dan tenang saja hari, ini kita benar-benar lelah dan tak ada sex seharian penuh, hanya sekedar saling menggosok Punggung" dia tak mungkin bisa menyamai Stamina Issei yang ada dia bakal Pingsan karena terlalu nikmat.

"Tapi, kau harus menggendong kita karena, kita sulit berjalan" Ucap Raynare dengan suara manja ke Pacarnya.

"Baiklah kalau begitu" Issei hanya menurut saja, dan lagipula ini salahnya juga karena terlalu kasar tapi, saat seperti itu mana mungkin akan berfikir secara rasional "tapi, setelah sampai kalian harus membasuh tubuhku?" dia sedikit memerintah tapi, anehnya kedua Wanita itu menurut.

"Okayy!"

Issei akhirnya menggendong mereka berdua secara bersama Kalawarner berada di Punggung sedangkan Raynare dengan cara Brydal syle tapi, itu tak jadi masalah untuk Pemilik Dua Sacred Gear berbahaya ini.

Dan mereka semua masuk bersama dan berada di satu bak yang sama pula, setelah itu tak ada yang terjadi hanya sebuah suara keran air Dan senandungan dari kedua Wanita itu yang tengah menggosok tubuh kuat Pacarnya dengan sabun.

Dan kehidupan beruntung Issei seperti biasa sering terjadi kapanpun itu dan akan terus berlanjut tanpa akhir yang masih samar.

Dan dia adalah seorang manusia yang Paling beruntung di dunia karena kehidupannya ditemani Para Wanita Cantik dan Sexy, yah seperti itulah kehidupan yang adil.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Klub Penelitian Ilmu Ghaib ( Sore Hari )

Issei sekarang berada di sebuah Klub karena sebelum Pulang sekolah Rias memanggilnya untuk segera kesana, dan tentu saja dia hanya menurut saja karena Gadis itu terlihat ingin berbicara sesuatu dan sekarang mereka semua ada disini lalu terdengar suara memanggil.

"Yo! Kaisar Naga Putih!"

Issei menoleh ketika nama panggilannya disebut dan disana ada seorang Gadis berambut biru pendek dengan ekspresi datar, dan dia cukup kenal sekali tapi yang membuatnya bingung adalah Gadis itu mengenakan seragam resmi Kuoh.

"Kau? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Issei tak mengerti kenapa mengenakan Pakaian Seragam Kuoh.

"Kenapa dia bisa kemari?" Ucap Yumi yang tak mengerti situasi.

"Ohhh, ya Ise ngomong-ngomong dia adalah Xenovia Anggota baru di Klub kita" Ucap Rias menjelaskan situasi "selain itu dia adalah bagian Peerageku dan Posisi dia adalah sama seperti Yumi (Knight)"

"Tunggu... Jangan bilang dia" Issei hanya tau satu hal dan Gadis itu menunjukan Sayap Iblis "sudah kuduga.. Tapi, kenapa kau menjadi Iblis dan bukankah kembali ke rumahmu?" yang dia tau Gadis ini Kepercayaan pada Agama cukup tinggi.

"Yah, setelah mendengar berita Kematian tentang Tuhan, aku sudah tak tau harus bagaimana lagi dengan kesetiaan ini dan aku serasa seperti sudah tak Punya tujuan lagi" Ucap Xenovia tetap tenang meski begitu berita tadi masih mengiang di otaknya "maka dari itu aku sudah tak mungkin bisa kembali setelah mendengar berita itu dan aku putuskan saja untuk menjadi Iblis"

"Bagaimana dengan Irina?" Issei menanyakan tentang keadaan teman masa kecilnya itu.

"Dia sudah sehat dan sudah kembali Pulang" Jawab Xenovia yang masih mengingat perkataan Gadis itu kepada dirinya yaitu Pengkhianat meski begitu dia tak bisa memberi tau alasan yang sesungguhnya "ohh, dan untuk Asia sangat menyesal dan meminta maaf atas ucapan kasar kepadamu tempo lalu" dia masih ingat dan membungkuk.

"Ahhh, tak usah khawatir aku dari dulu sudah memaafkan kamu karena kita ini teman" Ucap Asia tak begitu memikirkan hal seperti itu malahan tak Peduli, yah yang namanya mantan Biarawati pasti memiliki sifat keTuhanan yang begitu baik.

"Yah, terima kasih" Xenovia hanya tersenyum.

'Aku tak pernah mengerti apa yang ada di Pikirannya' Batin Issei tapi, selama Gadis itu mengaku salah dan minta maaf takkan jadi masalah.

"Yah, sudahlah kita akan mengurus soal masalah nanti besok" Ucap Rias tersenyum melihat keakraban ini.

"Hai! Buchou!"

"Ya, Rias!"

.

.

.

.

.

- Hari Minggu

Seperti perjanjian mereka sewaktu di sekolah Issei bersama dua teman Idiotnya pergi ke sebuah tempat Karoke yang berada di dekat Stasiun Kereta, dan tentu saja Para Gadis juga ikut Asia, Yuuma, Kiryuu dan bahkan Koneko juga meski dia tak tau alasannya yang sesungguhnya.

Dan mereka semua menikmati ini sambil bernyanyi bersama meski Issei hanya bernyanyi sebanyak dua kali karena Kedua temannya yang Idiot selalu saja ingin bernyanyi meski suara mereka bisa dikatakan tak mengenakan sama sekali tapi, mereka benar-benar menikmati semuanya.

*kring *kring

Issei mengambil Handphone miliknya yang bergetar karena notif sebuah SmS "siapa, lagi yang mengirim Pesan" dan ketika dibukan ternyata itu sebuah Foto dimana Rias menunjukan Pakaian renang Bikini berwarna Pink, sedangkan Akeno Bikini kain biru yang hanya menutupi bagian itu saja dan mengekspos Dadanya 'aduh, yang benar saja! Apa-apaan mereka berdua ini' dia hanya bisa Sweatdrop.

"Ada apa Issei-San?" Tanya Asia Penasaran mendekati lelaki itu yang sedang fokus ke Handphone.

"Ohhhh! Bukan apa-apa!" Jawab Issei Panik menutup Handphone karena tak ingin Gadis itu tau.

"Issei-Senpai lihat hal Ecchi" Ucap Koneko dengan wajah datar.

"Ohhh, Hyoudou aku melihat sesuatu mengeras di bagian bawahmu" Kiryuu menyeringai sambil memegang Kacamata.

"Diamlah kau!" Teriak Issei malu dan jengkel dengan tingkah laku Kacamata bejat itu "maaf, aku harus membeli minuman dulu" dia berjalan keluar ruangan itu dan melihat ada Gadis lain tengah duduk disana.

"Ahh, Issei-Kun" Ucap Yumi menyapa dengan senyum.

"Kau tak bergabung dengan mereka?" Tanya Issei agak lupa bahwa dia membawa Gadis Bishoujo lain kesini.

"Aku akan kesana sebentar lagi" Jawab Yumi lalu langsung berdiri di depan Issei dan mata serius "ohh, ya ada satu hal lagi meski kita bukan satu (King) yang sama tapi, aku tetap temanmu dan sebagai seorang (Knight) aku akan menggunakan Pedang ini untuk membantu dan melindungi dirimu jadi, mohon kerja samanya Issei-Kun" dia membungkuk.

"Mohon kerja samanya juga" Issei balas membungkuk.

"Ohh, Issei-Kun bisa kemari sebentar?" Yumi memanggil dan ingin berbicara sesuatu lalu Issei mendekatkan kepalanya dan yang terjadi adalah.

*Chuu!

Issei terkejut Gadis itu melakukan sesuatu dengan mencium Pipinya tanpa ragu dan setelah itu Yumi langsung lepaskan dari mulutnya.

"Ini ucapan rasa terima kasih dariku secara Pribadi" Ucap Yumi blush dengan tertawa kecil.

"Yah, begitulah" Issei hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tak tau harus menanggapi hal seperti itu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Sungai ( Malam Hari )

"Ahhh, anak muda pancingan kau bergerak tuh"

"Ahh, akhirnya dapat juga"

Issei saat ini sedang memancing di sebuah Sungai kecil kota yang berada di bawah Jembatan karena untuk menghibur diri saja biasanya dia akan bersama dengan Ayahnya tapi, terlihat Ayahnya sangat lelah sehabis Pulang bekerja jadi dia tak tega menganggu hanya hal seperti ini saja.

Meski begitu sebuah keberuntungan baginya karena dia memancing tak sendiri kali ini dia bersama dengan seorang lelaki yang Pernah dia tolong waktu itu sebelumnya dan itu ada keasyikan untuk teman mengobrol selagi menunggu pancingan dapat.

"Ya, ampun hari ini tankapanku tak sebanyak dirimu" Komentar Issei yang menunggu umpan tertangkap jika dibandingkan tangkapannya hari ini, daripada Orang itu lebih banyak dia dengan perbandingan 1 ember penuh dan 2 ember penuh.

"Ahh, mungkin aku kurang semangat dan hanya beruntung saja saat ini" Jawab Lelaki itu memasang wajah bosan "tapi, biasanya Orang-orang mengatakan bahwa 'ketika aku sedang serius dan terobsesi dengan sesuatu maka tak ada yang bisa menghentikan aku' begitu" tampak sedikit seringai lain di wajahnya.

"Ehhh!? Darimana itu berasal?" Issei rasanya Pernah mendengar ucapan itu sebelumnya tapi, ingatannya agak samar.

"Yah, aku rasa sudah cukup untuk hal seperti ini" Lelaki itu berdiri dan langsung menunjukan sesuatu.

*Clap

Dia akhirnya menunjukan jati diri aslinya dengan sebuah 12 sayap berbulu hitam di Punggung, dan Issei hanya tau satu hal yaitu orang ini sama seperti Raynare yaitu Datenshi tapi, dia cukup pintar untuk bisa menyembunyikan wujudnya sendiri.

"Apakah Dua orang Anak buahku yang tinggal di rumahmu itu merepotkan?" Lelaki itu menyeringai melihat ekspresi bocah itu "ohh, ngomong-ngomong nak aku Perkenalan diri yaitu nama Azazel dan aku adalah seorang Gubernur dari Fraksi Malaikat Jatuh"

"Hahhh?"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Cuttt dan akhirnya aku selesai juga dan itu benar-benar cukup melelahkan karena harus mengetik di Hp tapi, aku akan tetap berusaha terus.

Pm

RnR