Annyeong~

Ini adalah chapter terakhir. Kuharap tak ada yang kecewa dengan endingnya karena ini sudah kupikirkan baik-baik (?). selamat menikmati :)


BRAAKKK!

Dan semuanya-pun terlihat gelap.

.

.

Dare Yori

-More Than Anyone-

"A Thriller Fanfiction"

:: Nakazawa Ayumu's Present ::

.

.

.

Semuanya terlihat gelap, saat sebuah tangan menutup wajah Sungmin dan mendorongnya keras. Sungmin terpuruk jatuh di pinggir jalan.

Truk itu berhasil menabrak seseorang dan langsung pergi begitu saja. Sungmin meringis saat dirasa lututnya terluka akibat terbentur. Namun, Ia kembali sadar untuk melihat siapa yang baru saja menolongnya.

Sosok itu membuat Sungmin terpana. Sosok yang kini terbujur di atas aspal dengan tubuh penuh noda darah.

"SIWON!"

Menahan sakit, Sungmin bergerak mendekati Siwon. Ia merangkak, berusaha untuk lebih cepat.

"Siwon…"

Dengan tangan gemetar, disentuhnya kepala Pemuda tampan itu. Basah.. oleh banyak darah. Sungmin dengan perlahan, membawa Siwon dalam pangkuannya. Sungmin tidak tahu apa yang harus Dia lakukan, Ia takut sekali dengan keadaan Siwon yang begitu parah.

Disela kepanikannya, Sungmin merasakan jemari Siwon bergerak menyentuh wajahnya. "H.. Hyu.. ng…"

"Hyung.. mi..an.. mian.. hae.. H..yu..ng…"

"Ber.. Berhenti bicara! Kau terluka parah.." seru Sungmin seraya menghapus air mata yang kembali keluar.

Siwon tersenyum.

"H..yung..ng.. "

"Sudah kubilang berhenti bicara! Ja..jangan bergerak!.. Aku.. Kumohon…" pinta Sungmin. Ia menangis tanpa suara. Ia tidak mau memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi pada orang yang disayanginya.

Siwon kembali tersenyum. Ia.. merasa senang… ada seseorang yang menangisinya… menyukainya.. menyukai orang bodoh sepertinya.. menyukai seorang pembunuh gila seperti dirinya..

"Kumohon.. bertahanlah.."

Hati Siwon berdesir memandang Hyungnya. Rasa ini… perasaan ini datang di saat akhir. Begitu terlambat. Tertutup oleh kesalah pahaman di masa lalu.

Suara Siwon yang terus memanggilnya lirih membuat dada Sungmin terasa sesak. Rasanya aliran air mata di wajahnya tak bisa berhenti.

"Hyung…" Siwon menatapnya yang di jawab dengan pancaran pilu oleh Sungmin.

"…"

"…"

"Terima kasih… sudah.. mencintaiku…"

Ulas senyum tulus, Ia berikan pada Sungmin untuk terakhir kalinya.

"Terima kasih…"

.

.

Sungmin berdiri di antara barisan Aula Sekolah mereka. Berbaris rapi bersama teman sebayanya, mendengarkan Taemin yang tengah membaca –dengan isakan tangis- salam perpisahan di depan podium.

Hari ini, setelah Kepolisian datang dan memeriksa kasus pembunuhan di sekolah. Semua Siswa mengahadiri upacara bersama, Salam perpisahan pada para Sahabat yang telah meninggalkan mereka.

Setelah menyelesaikan Kalimat terakhirnya, Taemin tak lagi kuat menahan tangis. Minho segera menghampirinya ke atas podium dan memeluknya. Seluruh Siswa diliputi suasana duka. Beberpa di antara meratap kasihan ataupun menangis tersedu-sedu.

Sungmin menatap datar pada dinding aula yang berhias foto-foto Sahabatnya. Ryeowookie, Yesung hyung, Hangkyung hyung, Heechul hyung, Jaejoongie, Yunho hyung, Eunhyukkie, Donghae-ah, Kangin hyung dan yang terakhir…

"Kau sedih?" tanya seseorang di belakang punggungnya. Sungmin mengangguk.

"Aku yakin Mereka akan tenang di alam sana.." Sungmin kembali mengangguk.

"…"

"…"

"Kau masih mencintainya?" tanya Kyuhyun lagi. Matanya melirik figura dengan foto Siwon di dinding Aula.

Sungmin terdiam, lalu kembali mengangguk. Namun, dengan cepat Ia menoleh memandang Kyuhyun. Ia tersenyum.

"Aku akan mengenangnya, di sini…" tangan mungilnya menyentuh dadanya yang berdetak.

"Tapi sekarang.. Aku ingin memastikan bahwa Aku mencintaimu Kyu.."

Sungmin menatap Kyuhyun tegas. "Aku.. tak mau mengulangi kesalahan yang sama.. Aku ingin… bersama dengan seseorang yang tulus mencintaiku.."

Sungmin bergerak memeluk Kyuhyun, "Kau mau memaafkanku? Apa Kau masih mencintaiku, Kyu?" tanya pelan. Wajah manisnya Ia sembunyikan dalam dada bidang Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum, dibalasnya pelukan Sungmin. Dibalas dengan begitu erat.

"Tak perlu Kau tanyakan.. Karena Aku akan selalu.. selalu mencintaimu, Minnie…" ucapnya.

.

.

Pemuda itu berjalan pelan menyusuri koridor rumah sakit yang sepi. Wajahnya yang tampan membuat beberapa perawat muda tersipu malu.

'Kriieet…'

Pemuda itu membuka salah satu pintu kamar rawat. Ruang rawat itu begitu luas dan terasa nyaman.

"Kyu.. Kyuhyunnie? Kau datang..?" Sang Ketua kelas tersenyum melihat kehadiran dongsaengnya.

"Bagaimana kabarmu, Hyung?" tanya Kyuhyun lalu mengambil kursi untuk duduk di sebelah ranjang Leeteuk.

Leeteuk tersenyum. Ia ingin sekali duduk namun, keadaan tubuhnya begitu sulit untuk digerakkan. Kaki kirinya dan tangan kanannya di beri gips.

"Tak.. Apa… Terima kasih…" penyangga leher yang terpasang membuat Leeteuk sedikit susah untuk berbicara lancar.

"…"

"Dimana.. Min..niee..?" tanya Leeteuk memecah keheningan. Kyuhyun menggeleng, "Tidak ikut, ada urusan katanya..". mendengarnya Leeteuk mencoba maklum.

Leeteuk kembali memikirkan sesuatu.

"Bagaimana keadaan Minnie…? Aku.. tidak menyangka.. Siwonnie.."

Pandangan Kyuhyun pada lantai beralih, dibawanya iris mata hitamnya untuk menatap Hyungnya yang tengah terbaring.

"Teukkie Hyung.. Aku.. ingin bercerita sesuatu padamu…" kata Kyuhyun.

"?"

"Kau tau Hyung? Dulu.. Sungmin hyung tak pernah menyukaiku.. "

"?Kenapa.. Kau.. bicara seperti itu Kyu?"

"Dia menyukai Siwon Hyung.. " ucap Kyuhyun tak mempedulikan pertanyaan Leeteuk. Leeteuk mencoba diam mendengarkan apa yang ingin dikatakan dongsaengnya.

.

.

(Flashback –Kyuhyun's POV-)

'Surat itu lagi..'

Aku menggerutu sebal saat kulihat Siwon hyung tersenyum senang membaca entah kalimat apa yang ada di secarik kertas surat.

Heechul meledeknya, dan dalam sekejap surat itu direbut paksa olehnya. Seperti Hyungdeul yang lain, Aku ikut membaca isi surat tersebut.

Tulisan ini…

"Lirik lagi eh? Secret Adminermu manis sekali Won-ah! Hahahaha!" ejek Kangin Hyung lalu tertawa keras. Kudengar Kibum membelanya. Lalu, hal yang membuatku sebal setengah mati adalah rona merah yang muncul di wajah putih Sungmin Hyung.

Tch! Aku sudah tau semuanya, dari dulu…

(Flashback –Kyuhyun's POV- end)

.

.

"Aku membencinya Hyung… Aku benci Siwon hyung…" ucap Kyuhyun tegas. Kepalan tangannya mengeras.

"Kyu.."

"Aku mencintai Sungmin hyung.. Aku menginginkannya.. Tapi Dia menyukai Siwon! Sedangkan Siwon menyukai Kibum! Siwon Jahat sekali bukan, Teukki Hyung?" tanya Kyuhyun keras.

Diam adalah pilihan Leeteuk. Leeteuk tidak tau harus berbicara apa. Ia tidak tau dongsaeng yang sangat Ia sayangi ternyata memendam masalah seperti ini.

Raut wajah Kyuhyun kembali tenang, dengan santai, Ia sandarkan punggungnya pada kursi. "Siang itu.. Kibum menyatakan perasaannya padaku. Aku melihat Siwon di sekitar sana. Saat itulah Aku menolak Kibum dan berkata jujur bahwa Aku menyukai sahabatnya, Sungmin."

"Setelah itu aku segera pergi dan melihat keadaan, dan kebetulan sekali Sungmin hyung datang.. saat itulah terbesit sebuah rencana dalam pikiranku…"

"Rencana agar Sungmin hyung dapat berpaling padaku.." lanjut Kyuhyun seraya tersenyum.

Leeteuk terpana. Rasanya Ia tahu pembicaraan ini akan dibawa kemana oleh Kyuhyun. Dan Ia menjadi begitu takut pada pemuda yang tengah duduk di sampingnya ini.

"Sungmin melihat semuanya. Aku menghiburnya. Aku mencoba menyatakan perasaanku saat itu juga. Sedikit kupaksa Dia untuk menerima tawaranku. Dan berhasil…"

"Jadi… Karena.. ini.. persahabat Mereka.. merenggang..?" tanya Leeteuk tak percaya.

"Begitulah..-

"Kami akhirnya menjadi sepasang kekasih dengan niat untuk membuat Kibum dan Siwon cemburu. Dan itu berhasil pada Kibum."

"…"

"Suatu malam, Kibum menemuiku dan kembali menyatakan perasaannya padaku. Aku muak, Hyung.. Aku Muak! Aku tidak pernah suka padanya! Tapi dia tetap memohon padaku! Dan kembali sebuah ide terpikirkan olehku.."

"Aku membunuh Kibum…" suara Kyuhyun berubah rendah.

"A..a..apa…?"

"Aku membunuh Kibum dan berhasil membuat keadaannya seperti.. seseorang yang bunuh diri…" ucap Kyuhyun seraya tersenyum puas. Ia lalu berdiri untuk merenggangkan tubuhnya yang kaku.

"Aku yakin setelah itu, Siwon menjadi sangat marah..-

..Hyung tau? Saat manusia tidur, secara bergantian terjadi tingkat tidur dangkal dan tingkat tidur dalam? Aku mencoba kemungkinan itu… Kebetulah Aku sekamar dengannya. Kumasukan semacam obat di setiap gelas susu yang kuberikan sebelum tidur, agar kerja impuls dalam otaknya berada dalam tingkat dangkal."

"Dengan cara itulah, setiap malam disaat Siwon tertidur.. Aku memberikan sugesti padanya.. Sugesti yang membuatnya membenciku, Sungmin hyung dan Kalian semua.. Aku membisikannya rencanaku setiap malam semenjak kematian Kibum.."

Kyuhyun berjalan mendekati bingkai jendela.

"Selama itu juga.. Aku berusaha tetap terlihat mesra bersama Sungmin hyun agar Ia bertambah marah dan terus menyalahkan Kami. Dan itu berhasil…"

.

.

(Flashback –Kyuhyun's POV-)

Istirahat siang, Aku dipanggil oleh Mr. Shin ke ruang guru. Setibanya di sana, Ia menyuruhku untuk duduk di dekatnya.

"Sebentar lagi, kelas musim panas. Karena Jungsoo sepertinya sibuk dengan angket kelas, Aku ingin meminta tolong padamu.." kata Mr. Shin

"Minta tolong apa, Seonsaengmin?" tanyaku.

"Bisakah Kau mencarikan guru pengganti untuk mengajar dikelas musim panas nanti? Sepertinya Aku akan ada keperluan keluarga.."

Aku termenung memikirkan sesuatu, namun, detik kemudian aku tersenyum dan mengangguk menyanggupi permintaan dari Mr. Shin.

Kelas musim panas semakin dekat, Aku tak kunjung juga mencari guru pengganti. Karena ini bagian dari rencananku.. Ya.. Aku putuskan saat itulah semuanya berakhir.

"Kau sudah mendapatkan guru pengganti?" Mr. Shin kembali memanggilku ke ruang Guru, seminggu sebelum kelas musim panas.

"Ya. Sudah." Jawabku singkat. "Tetanggaku seorang guru les privat dan dia bersedia" ucapku bohong. Beruntungnya Aku dengan bodohnya Mr. Shin percaya padaku.

.

Semakin mendekati kelas musim panas, Aku semakin sering membisikan sugesti-sugestiku pada Siwon. Dan kuharap berhasil.

Malam sehari dimana kelas musim panas akan dimulai, Aku bangun dan mendapati Siwon tak lagi di tempat tidur. Apa sugestiku berhasil?

Aku bergegas keluar dari kamar asrama. Aku mengendap pelan menuju ruang musik. Tempat pertama dari rencanaku. Bibir tipisku mengulum senyum saat kulihat Siwon mempersiapkan trik yang sebelumnya aku sugestikan padanya.

'Es itu akan benar-benar mencair pagi besok. Ahh.. Maafkan Aku Ryeowook hyung…' ucapku dalam hati.

(Flashback –Kyuhyun's POV- end)

.

.

"Dan dengan itu, rencanaku dimulai… Siwon benar benar seperti robot yang menjalankan semua perintah sugestiku.."

"Bagaimana bisa! Kenapa.. kau lakukan.. it-"

"Aku tak suka dicela hyung!" bentak kyuhyun kasar, membuat Leeteuk terkejut. Leeteuk menyadari bahwa Ia tengah menangis.. Ia sedih.. Ia.. takut…

"Dan permainan-pun dimulai sesuai dengan apa yang kuperhitungkan.. Aku tahu.. dengan ini SUngmin hyung akan menyukaiku sedikit demi sedikit.. Dan saat akhirnya Sungmin hyung tau siapa pembunuh dari Hyungdeul lain, Aku menyerahkan diri agar Siwon mencoba membunuhku. Tapi Aku sudah bilang ini adalah rencanaku.. jadi aku sudah mempersiapkan segalanya.. agar aku tak terkena tusukan itu.."

"…"

"Dan semuanya berakhir saat Sungmin hyung kembali membuatku kesal dengan mengungkapkan rasa sukanya itu! Aku sudah khawatir sugestiku mulai tidak bekerja. Aku lalu lari membawamu dan Sungmin. Aku sudah kalut saat itu…

"Aku terpaksa akan membunuh Siwon dengan tanganku sendiri dengan alasan untuk melindungi Sungmin hyung.. Aku begitu takut saat menyadari Sungmin hampir mati tertabrak truk sialan itu.. Tapi…

Ternyata Tuhan masih berpihak padaku… Dan yang pada akhirnya mati adalah Dia! Adalah Siwon! Kau tidak tau kan, betapa gembiranya Aku? Hatiku bersorak riang.. Aku mencoba menahan seringaianku.."

"…"

Kyuhyun berhenti bercerita, Ia menoleh dan berjalan mendekati Sang ketua Kelas.

"Apa menurutmu.. AKu salah, Hyung?". Leeteuk tak menjawab Ia terus menangis dalam diam. Semua ini.. semua kejadian ini ternyata..

"Oh iya…" Kyuhyun merogoh kantung celana panjangnya, mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya. Isinya adalah sebuah alat suntik.

"Maaf ya hyung… Karena Hyung sudah tau semuanya.. Aku tidak bisa membiarkan Teukkie hyung begitu saja.." ujar Kyuhyun dengan nada yang dibuat polos.

"Aku.. benci padamu…" tegas Leeteuk.

Tatapan benci yang Leeteuk lancarkan tak membuat Kyuhyun takut. Pemuda itu hanya tersenyum. Leeteuk ingin memberontak, setidaknya berteriak untuk meminta tolong.. tapi terlambat.. Kyuhyun telah menyuntikannya entah dengan cairan apa.

Setelah selesai, Kyuhyun bergerak membuka pintu kamar rawat. Ia bermaksud keluar, meninggalkan hyungnya sendirian.

"Selamat tinggal… Leeteuk hyung…"

'Blam'

Leeteuk tak mendengar apa-apa, kepalanya terasa pening, jantung berdenyut sakit sekali. Sebuah nama Ia ucapkan lirih. Pandangannya memudar.. dan akhirnya tak terlihat apapun.

"Kangin.. ah.."

.

.

.

Omake

Kyuhyun menatap bayangan dirinya melalui cermin.

"Lihatlah Siwon.. hyung.. Siapa yang menang pada akhirnya.. Sungmin sekarang menjadi milikku seutuhnya…" ucapnya pada diri sendiri.

Diliriknya sebuah figura foto di atas buffet, Fotonya dirinya, Sungmin dan.. Yang lainnya.. Para sahabat..

"Aku minta maaf pada Kalian Hyungdeul.. padahal Kalian tidak melakukan kesalahan apapun padaku.. Tapi hanya dengan ini, Sungmin bisa kudapatkan.."

Tangannya bergerak menyentuh foto itu. "Gomawo.. Hyungdeul…"

Kaki jenjangnya lalu berjalan keluar kamar mandi. Kyuhyun bergerak menaiki tempat tidur King size-nya. Di pandangnya tubuh polos Sungmin yang tertutup selimut tebal. Senyum lembut terukir diwajahnya yang tampan.

"Kalau Kau mengetahui ini semua.. Apa kau akan marah padaku, Minnie? Kau akan benci padaku?" tanyanya seraya menyentuh wajah manis Sungmin yang tengah tertidur.

"Walaupun begitu…"

Kemudian.. senyum lembut itu berganti sinis. Kyuhyun-pun melanjutkan ucapannya,

"Aku tidak akan melepaskanmu.. Kau akan terus menjadi milikku selamanya,"

"Karena Aku mencintaimu... Lee Sungmin.."

.

.

FIN

.

.


Playlist:

- Silky Heart (Yui Horie)

- Uruwashiki Hito (ikimonogakari)


A/N: Demi apapun Jangan timpuk Saya dengan ending yang gaje ini! Sebelumnya Saya sudah bilang.. "Ada pelaku sebenarnya juga Sang Kambing hitam" bukan?. Sungguh Saya minta maaf dengan keanehan yang ada dalam cerita ini..

Maaf juga untuk keterlambatan update, Kata-kata yang tak mengenakan hati.

Terima kasih untuk doa Kalian juga ^^b. sepertinya hasil ujian Saya bisa bagus -cengengesan-. Terima kasih untuk Kalian yang selama ini mengikuti cerita ini!

Para Reviewers yang sudah bersedia memberikan jejak! Sungguh, terima kasih banyak!

Para Silent Readers yang diantaranya sudah mereview, Hyaa! Senang sekali Saya!

.

Terima kasih Banyak! Semoga hari Kalian menyenangkan!

Blessed Be,

.

.

15/06/2011

(21:19 PM)

.

.