Summary: Chanyeol berubah setelah mengetahui jika Baekhyun berbohong. Jadi manis sih, tapi aneh. "Kau tidak salah makan kan?"—Baekhyun.
…
Matahari bersinar cukup terik, namun untungnya angin berhembus untuk sekiranya mengurangi hawa panas yang terasa di kulit. Baekhyun terus mengusap peluh di pipi dengan kedua telapak tangan bersamaan, terlihat lucu dan menggemaskan.
"Noona, aku takut Chanyeolie marah jika tahu."
Wanita itu menatapnya sesaat kemudian kembali fokus pada lensa, pula memasang tongkat untuk menyangga kameranya nanti. "Ya jangan dikasih tahu, simple kan?"
Baekhyun mempout, "Iya aku tahu." Dia menaikan lagi zip jaket baby bluenya untuk menutupi bagian tubuh agar tak tersengat panas sang Surya. "Ini sudah ketiga kalinya dan Chanyeol pasti akan curiga nanti."
Yoora memutar bola mata malas, berpikir jika adik iparnya ini terlalu penurut apa kata sang Suami. Bagus sih, tapi sesuatu yang berlebihan kan tidak baik. Padahal di awal dia juga yang merengek meminta pekerjaan, memelas dan memohon sambil berkata,
"Tolonglah Noona, aku ingin sekali membeli hadiah ulang tahun untuk Chanyeol dengan uangku sendiri," Sengaja menunjukkan mata puppy yang melemahkan dirinya. "Kerja apa saja tidak apa, asal jangan yang aneh-aneh juga tapinya."
Dan kebetulan sekali, Yoora yang tengah membutuhkan model untuk pemotretan beberapa merk baju dan kontes foto majalah pun akhirnya mengiyakan. Lumayan juga kan, dia jadi tidak perlu repot-repot mencari dan memilih-milih calonnya lagi.
Dia akui, Baekhyun itu punya bakat alami menjadi model. Baekhyun memiliki daya tarik yang memikat siapa saja, apalagi dengan wajah imut sekaligus sexy serta tubuh moleknya. Yoora jadi optimis bisa memenangkan kontes nanti, hadiahnya tidak main-main soalnya.
"Ingat, ini kemauanmu juga."
Ya, mereka memang sudah melakukan sesi pemotretan di tiga tempat. Dan kali ini karna pihak perusahaan yang membayarnya mengusung tema Jejepangan, akhirnya tibalah mereka di Negri Sakura tersebut. Melakukan observasi tentang budaya juga trend di kalangan muda-mudi. Seperti yang kalian tahu, trend Cosplay memang tak pernah padam di sini.
Untuk majalah dia mengambil tema Sweet and Cute Boy di pulau Jeju
Hari kedua, bertemakan Urban Night di Busan.
Dan,
Cool and Sexy Baby di Daerah Wakayama, Jepang.
Lebih tepatnya di Pantai Shirahama, pantai buatan yang adalah sebuah resort populer yang memiliki hamparan pasir putih bersih serta kebun binatang. Sangat indah saat kalian melihat dari atas tebing-tebing.
"Lagian kalau majalahnya sudah keluar dia tidak akan bisa protes kan. Santai saja."
Bener juga sih.
"Oke, baiklah."
"Ganti baju sana, sebentar lagi pengambilan gambar character perempuannya."
Si mungil menghembus nafas lelah, sudah berkali-kali dia berganti pakaian.
Untuk pengambilan gambar character laki-laki sudah dilakukan di pusat kota. Dia mencosplay Conan Edogawa dari Anime Detective Conan. Bahkan menjadi Shirotani Tadaomi dari Manga Ten Count yang bertemakan Boys Love, sedang booming juga di sini.
Untuk sisanya sih tidak masalah. Informasi saja, mereka membutuhkan dua hari untuk melakukan pemotretan tersebut.
Lelah? Sudah pasti. Tapi ya demi Chanyeol apapun akan dia lakukan. Dia harus sabar, dua kostum lagi yang harus dia bawakan dan semua akan beres. Baekhyun mendapatkan uang untuk membeli hadiah Chanyeol dan Yoora mendapatkan apa yang dia mau. Saling menguntungkan bukan?
"Daebak!" Yoora berseru sambil mengacungkan kedua ibu jari, "Kau yang terbaik!" Katanya lagi.
Matanya berotasi, wanita itu selalu saja berseru hal yang sama saat dia mengganti kostum.
Untungnya kostum yang ini tidak terlalu ribet pemakaiannya. Dia hanya di suruh mengenakan kostum bertemakan penyihir, Character Megumin dari anime Kono Subarashii. Info saja, tokoh itu memiliki sifat tsundere tapi loly. Jadi cocok untuk Baekhyun yang wajahnya masih terlihat seperti anak kecil.
Baekhyun memakai wig coklat seukuran bahu juga softlens berwarna merah tua. Mengenakan pakaian penyihir klasik dengan dominasi merah dan hitam serta coker di lehernya. Untuk bagian kaki dia memakai sepatu boot berwarna cokelat berbahan kulit yang lembut. Ah, jangan lupakan topi kerucutnya juga.
Clik.
"Iya bagus begitu,"
Clik.
Baekhyun berpose sesuai arahan Yoora, menunjukkan raut dingin namun menggemaskan.
Di sesi pemotretan saja dia sudah dapat banyak pasang mata yang melihat kearahnya. Apa jadinya bila majalahnya sudah keluar nanti?
Yoora tertawa dalam hati, "Aku akan mendapat uang banyak, hohoho." Bergumam sambil terus menggerakan jemari untuk mengambil foto dari berbagai sudut.
Namun yang tidak habis fikir adalah tentang dirinya yang harus mempromosikan juga bikini berwarna merah dengan bintik hitam, seperti buah strawberry. Produk yang di buat khusus untuk wanita yang memiliki ukuran dada kecil alias rata alias datar macam laut yang tenang.
Bagian atas bukan berbentuk bulat untuk menangkup buah dada, melainkan seperti layaknya miniset dengan renda dan dua tali yang terikat di belakang leher. Serta bagian bawah yang menyerupai rok. Hanya saja saat dia berbalik terlihat underwere berwarna pink yang menggemaskan. Membalut bokongnya yang montok dan bergoyang saat bergerak.
Baekhyun ingin menolak tapi tanggung juga, tinggal satu kali lagi sebelum dia mendapatkan uangnya.
"Buruan Noona, aku malu!" Baekhyun menjerit sambil menutupi bagian dada yang malah dijawab oleh gelak tawa dari wanita berambut pendek itu. Baru kali ini dia menertawakan modelnya sampai seheboh ini selama dia berkarir di dunia photografi. "Jangan ketawa ish!"
Dia mengusap sudut matanya yang sedikit berair, "Yak! Bang Yongguk, cepat masuk." Yoora memanggil pada pria bertubuh atletis yang masih di tata rambutnya. Dia menoleh dan segera masuk untuk berdiri tepat di belakang Baekhyun.
Tenang, Baekhyun itu professional. Lagipula Yongguk juga sedang mempromosikan celana renang motif pohon kelapa, tema musim panas. Tanpa atasan hingga otot-otot tubuhnya mengkilap terpapar sinar Matahari.
"Lebih dekat. Hey, pegang pinggangnya bukan hanya dilihat!" Yoora berteriak rusuh, mengibaskan tangan untuk memberi isyarat.
Anak itu menampilkan wajah cerianya pada kamera, ikut menyentuh punggung tangan si model pria yang ada di pinggangnya. Dan lampu kamera terus berkedip dengan Yoora yang terus saja berseru kegirangan karna hasil yang memuaskan.
"Ganti posisi!"
Baekhyun memutar tubuh menghadap Yongguk kini, sebelah tanganya berada pada bahu sedang tubuh ia miringkan sedikit. Menolehkan kepala untuk menatap tepat lensa kamera. Jemari tangan yang lain terselip diantara karet rok yang berenda itu, menunjukan underwear juga menurunkannya sedikit sambil mengedipkan sebelah mata dengan bibir bawah tergigit.
Ugh, sexy sekali.
Sementara sang model pria tetap berperan memegangi pinggang ramping si mungil sambil menampilkan senyuman. Walau fokusnya kadang terbagi juga sih.
"Good. Selesai!"
Beberapa staff yang membantu pemotretan juga berteriak senang, setelah ini mereka bisa bebas berlibur tanpa di sibukan oleh pekerjaan yang memusingkan kepala.
"Wah, bolanya terbang!" Teriakan itu menarik atensi Baekhyun yang semula tengah meminum air dari botol, hampir mendapatkan bola berwarna-warni berukuran sedang yang tadi melewati kaki. "Biar aku saja yang ambil!"
Langkahnya cepat, lalu berubah berlari ketika angin membuat bola itu menggelinding semakin jauh. Bibirnya termanyun lucu sedang kaki satu persatu sudah masuk ke dalam air. Arus bergerak pelan karna goncangan, membawa serta bola itu pada sisian yang lebih sepi, tersangkut di antara karang yang cantik.
"Ketemu!" Dia memekik gembira, hampir meraih bola sebelum terbelalak saat seseorang membekap mulut juga memeluk tubuhnya dari belakang.
Baekhyun meronta, membuat suara kecipak air yang berisik. Dia ingin menangis saat tubuhnya terangkat ketika lengan itu melingkari perut. "Hmptt!" Bekapan itu malah semakin kuat dan itu menakutinya.
Hanya satu orang yang terlintas di kepala untuk ia harapkan datang dan menolong, Chanyeol-nya. Dia sangat ketakutan jika,
Seseorang ingin menculiknya?
.
My Man
.
Pairing:
Park Chanyeol x Byun Baekhyun
.
Warn : Yaoi, BL. Crossdressing. Tijel story. Mesum Park. Typo(s)
.
Original Story by
Izahina98
Don't Like? Don't Read!
.
"Ah!"
Punggung dibalik paksa pula bibir sudah teraup sepenuhnya. Baekhyun berontak dan semakin banyak mengeluarkan air mata saat menyadari seseorang melecehkannya, sebelum…
"Ssst, Baby ini aku!"
Nafasnya tersenggal dengan dada kembang-kempis, bola matanya bergerak tak fokus diawal seperti tidak pecaya. Terlihat linglung dengan wajah pias dan itu menggemaskan untuk Chanyeol.
"Ch-Chanyeol?" Ekspresinya masih sama, "Kenapa kau di sini?"
Chup.
"Karna kau berbohong padaku, Baby."—Chup.
Chanyeol mendaratkan dua kecupan sekaligus pada bibir Baekhyun yang sedikit terbuka, memerah dan basah. "Kau membohongiku." Lagi, Chanyeol mengulang kata yang sama. Merengkuh posesif pinggul Baekhyun sambil memberikan kecupan ringan di sisian leher.
Dua hari di tinggal dia sudah begitu rindu dengan aroma tubuh pria mungilnya.
Hey, jangan kira Chanyeol tidak tahu ya. Mungkin untuk pertama dia percaya, tapi setelah izin yang ke dua itu cukup membuatnya curiga. Pasalnya Baekhyun kembali ke apartemen dengan letih pula pucat wajahnya, padahal dia hanya meminta izin untuk menemani Luhan di rumah karna sendirian.
Chanyeol sebenarnya jengkel jika seseorang membohonginya, hanya saja pengecualian untuk Baekhyun. Dia tak bisa benar-benar marah padanya.
Baekhyun memang tidak menolak saat Chanyeol mengajaknya bercinta, hanya saja pria mungil itu selalu jatuh tertidur bahkan saat dirinya baru memulai pemanasan. Kasian kan penisnya jadi merana, merana merindukan rumah kesayangan.
"Kau tahu aku benci dibohongi, Baek."
Tatapannya menghunus tajam, namun obsidian itu benar terlihat cerah dan indah. Membuat Baekhyun terpana dan jatuh semakin dalam pada pesona Chanyeol, hingga kata yang ia rangkai membuyar begitu saja. Tak sadar pula jika sang pria sudah memangkas habis jarak, menghimpit tubuh diantara bebatuan yang cantik.
"Bisa kau jelaskan?" Kedua tangan pada sisian wajah, mengurungnya. "Aku beri kesempatan menjelaskan, hanya 5 menit."
Baekhyun jadi ragu, tidak mungkin dia bilang kan? Hadiah yang sudah ia siapkan hasil jerih payah akan sia-sia kalau sampai bocor sebelum waktunya.
"Anghh—ahnn Chan!"
Lenguhan menyelip jahil, tersentak saat lutut Chanyeol menggesek miliknya begitu intens, panas dan linu.
"Katakan, waktumu tinggal 2 menit."
Hell, satu menit saja belum berlalu. Dasar tidak sabaran sekali.
Jemari yang gemetaran itu menyentuh pundak tegap sang pria, mendongak untuk mempertemukan netra mereka. "Maaf, aku tidak bisa memberitahumu." Dia sudah melangkah jauh, jadi sayang kalau di lepas begitu saja.
Chanyeol tertawa kecil, "Begitukah?" Mencumbu lagi leher si kecil kemudian. "Tak apa, aku akan menunggumu menjelaskannya sendiri."
Tubuhnya di balik cepat, melepas tali rok lalu ia buang begitu saja. Kemudian menurunkan sedikit underwear pinknya untuk menyembulkan setengah penis mungil itu dari celah karet. Ugh, imut sekali.
Asal kalian tahu saja, Chanyeol sudah horny setengah mati melihat Baekhyun berganti pakaian dan berpose dengan banyak gaya seperti tadi. Iya, tidak usah di tanya lagi. Dia memang mengintip barusan.
Plak.
"Ngah-Ahh!"
Pipi pantat yang terlihat ditampar begitu keras, meninggalkan ruam kemerahan yang membentuk telapak tangan. Tanpa sadar tubuh Baekhyun justru mencondong ke depan, menungging dengan kedua tangan memegangi karang yang kasar permukaannya.
Plak.
Plak.
"Sakit-Ah hiyahh! Perih sekalihh, Chanyeoliehh!"
Matanya berair, namun tubuh seolah meminta lebih. Penis Baekhyun bahkan sudah mulai menumpahkan precum nya di ujung juga bergerak-gerak kecil di antara kain yang ketat. Jujur saja, ada kalanya Baekhyun suka Chanyeol yang bermain kasar seperti ini.
"Lain kali jangan coba-coba untuk berbohong lagi," Chanyeol berbisik di telinga, sengaja menabrakan miliknya yang terbalut celana pada balahan montok itu. "Aku tak suka melihatmu berbohong dan pulang dengan wajah letih."
Untuk kata itu entah kenapa membuat hatinya menghangat, bukankan berarti pria itu begitu peduli padanya? Tentu saja.
Chanyeol menggerakan tangan ke depan untuk mengusap-usap permukaan kulit Baekhyun dari atas ke bawah, merangsang libido lebih tinggi lagi, "Aku juga cari uang untukmu, Sayang." Katanya, "Supaya kamu gak perlu susah-susah. Cukup tungguin aku pulang dengan senyuman dan cintai aku selamanya."
Baekhyun sudah merona parah, telinganya ikut merah juga. Mengundang untuk Chanyeol hisap dan jilat, "Bisakan? Aku hanya ingin itu darimu."
Chanyeol berubah agak aneh, tapi itu membuat bunga-bunga di hatinya bermekaran. Sifatnya kembali seperti saat awal bertemu dulu, manis dan romantis. Belum keliatan sekali mesumnya seperti sekarang.
"Satu lagi, kamu juga harus siap sedia aku mesumin setiap hari."
Mesumnya tetap di bawa juga ternyata.
"Eunghh... Aa—ahhn."
Mata Baekhyun terbuka lalu tertutup lagi saat Chanyeol menyentuh lubang uretra, mengurut dari bawah sampai ke ujung. Sengaja menggesekkan karet celana pada batangnya hingga nafas Baekhyun tersenggal, "Ahhn..mhah-ahh.."
Kepala penis yang mengintip semakin merah merekah dan menggoda, memuncratkan lebih banyak lagi precum. Sedang tangan Chanyeol yang satunya sudah mencubit-cubit puting kiri dan kanan Baekhyun bergantian.
"Sekarang aku tidak akan marah lagi kalau kamu jalan-jalan sama laki-laki atau perempuan," Chanyeol menggengam sebelah tangan Baekhyun hingga tertaut pas, mengecup sekali tengkuknya. "Aku tidak ingin membatasi pertemananmu."
"Karna aku percaya..." Chanyeol menjeda, memberikan satu bitemark pada bahu Baekhyun yang mulus. "Percaya kalau kamu cuma cinta sama aku."
Sepertinya benar Chanyeol salah makan atau semacamnya. Ucapannya terlalu manis hingga Baekhyun hanya bisa terdiam dengan wajah yang kian memerah, tersipu malu. Jantungnya berdetak tak karuan seperti tengah maraton di dalam.
"Kamu anghh—Kamu tidak salah makan kan?"
Kekehan sebagai jawaban, memainkan lagi puting yang mencuat disana seperti biasa. "Aku malah belum makan, lapar." Lalu mengusap dan menekannya dengan ibu jari. "Makan kamu boleh ya?"
Baekhyun ingin berkata tidak, tapi tubuhnya mengkhianati. Bibirnya hanya bisa mendesahkan kenikmatan saat Chanyeol beralih memainkan pusarnya. Saking terbuainya oleh sentuhan, tahu-tahu celana elastis itu sudah terlepas dan mengambang terbawa air.
Dengan perlahan Chanyeol mengangkat dan menekuk sebelah kaki Baekhyun sebelum mendesak masuk miliknya tanpa di ketuk dulu.
"A-AAH!"
Baekhyun tersentak, meremas tautan tangan mereka kuat dengan dada membusung. Air matanya sampai berderai juga terbuka mulutnya.
"Ha-angh.. Pel-anh uhh pelan-pelan Chanyeoliehh!"
Lubang itu berkontraksi saat milik Chanyeol bergerak, mencengkram begitu kuat penis itu hingga sang pria menggeram keenakan di belakangnya. Semakin dalam masuk, semakin kencang pula jeritan parau Baekhyun.
Namun segera mendesah-desah kecil kemudian ketika tersadar jika mereka masih berada di tempat terbuka saat ini, tangan kecilnya bahkan sudah memukul kesal lengan si pria di perutnya. Kan kalau sampai ketahuan bisa bahaya.
"Selalu sempit dan nikmat—err."
Baekhyun terhentak-hentak, urat-urat tebal penis Chanyeol benar menggaruk rektrumnya kasar dalam tempo yang sama. Membuatnya tak bisa berpikir jernih pula hanya bisa pasrah dengan melolongkan nama sang dominan dalam nada kefrustasian.
Sebenarnya ini terlalu nikmat, namun lelah yang mendera juga air yang berubah dingin di permukaan kulit membuatnya sedikit kehilangan fokus.
"Berhentihh, dingin sekali! Ahnn tidak-tidak Chanyeolhh lebih dalam lagihh!" Dia ingin menangis saja, mulut dan tubuhnya menjadi tidak sinkron begini. Mulutnya meminta berhenti tapi tubuhnya justru bergerak berlawanan. Sengaja menabrakan belah pantat dengan twinsball sang pria.
"Aa-ahh..iyaah disanaa haa-ah.. enak sekalihh.. Ouhh-ahh!"
Suaranya berubah meliar saat prostatnya tersentuh, dia terengah payah dengan mata terpejam rapat. Berusaha merasakan setiap rangsang yang di terima kulitnya.
Plak.
"Ahhh—ahnn…"
Kepala Baekhyun menggeleng-geleng, bahkan tanpa sadar ikut memijat dan meremas miliknya sendiri. Ketagihan dan merasa kenikmatan ini begitu sayang untuk dilewatkan. "Nakal!" Chanyeol terkekeh sambil menggigit telinga Baekhyun, mencengkram erat pinggul dan menahan sodokan dengan sengaja agar tetap menyentak telak titik manisnya.
Tubuh Baekhyun langsung melengkung hebat,
"AHH CUM-CUMINGG!"
Otot perut menegang serta leher terjulur ke arah langit, jemari kakinya mengkerut di bawah air saat merasakan cairan itu menembak dari ujung penisnya tanpa aba-aba, berbaur bersama air.
Crot. Crot.
Sungguh nikmat saat orgasme menghampiri, membuat semua titik sarafnya tersengat listrik hingga gemetaran hebat. Chanyeol segera menarik rahang Baekhyun, mencium juga melumat begitu intens benda kenyal itu hingga liur bercampur dan meluber.
Bagian atas dan bawah terkulum dengan penuh cinta, mengusap tengkuk hingga menaikan lagi rahangnya agar lidah dapat mengeksplorasi lebih dalam dan panas. Mata Baekhyun sampai terpejam dengan jemari yang meremas helaian rambut Chanyeol.
Penis itu hampir bergerak lagi sebelum tubuh Chanyeol terdorong hingga hampir jatuh terjengkang.
"Aku mual. Hu—Hulp!" Baekhyun menutupi mulutnya, merasakan perutnya yang tiba-tiba bergejolak aneh. Sebenarnya sudah terasa sejak tadi pagi, hanya saja masih bisa di tahan.
"Baby, kau kenapa?"
Chanyeol merunduk untuk melihat lebih dekat wajah Baekhyun, mengurut tengkuknya saat anak itu memuntahkan sesuatu dengan wajah tersiksa. Hanya cairan bening berlendir saja sebenarnya.
"Huek—Hump!" Baekhyun membungkuk, memegangi perutnya sediri. "Ugh, aku mual dan pusing sekali Chanyeolie."
Baekhyun mengaduh merasakan bumi seolah berputar terlalu kencang hingga ia terhuyung. Mungkin efek terlalu lelah karna berpergian terus beberapa hari ini. Tubuhnya yang terbiasa diam di rumah jadi terkejut saat diajak melakukan banyak aktifitas yang melelahkan.
"Aku bilang apa?" Chanyeol langsung menggendongnya seperti koala, mengusap rambutnya lembut sambil memijat-mijat punggungnya agar nyaman. "Makanya jangan berbohong lagi padaku. Kalau sakit siapa yang sedih nanti? Aku juga tahu!" Dia terus mengomel tapi tetap perhatian.
Baekhyun tersenyum manis, bahu lebar suaminya memang selalu menjadi tempat ternyaman. Setidaknya perutnya tidak lagi bergejolak seperti tadi.
"Iya, maafkan aku." Kedua tangan kecilnya melingkar di tubuh bagian atas Chanyeol yang polos. "Janji bakal nebus kesalahan dan gak akan bohong lagi." Kepalanya terkulai lemas disana, menghirup dalam-dalam aroma jantan prianya.
Chanyeol mengecupi pipinya lembut, memasukan lagi penisnya yang masih tegang ke dalam celana sambil membaui leher hingga Baekhyun kembali membuka matanya yang terlihat begitu lemas dan sayu karna letih.
"Aku lelah sekali Chanyeolie," Nafasnya panas dan terengah. "Mengan-tuk." Setelah mengatakan itu Baekhyun jatuh tertidur di dalam pelukan Chanyeol, bahkan mendengkur kecil seperti anak anjing.
Chanyeol mendesah kecil, lagi-lagi 'adik' nya harus menunda jatah. Demi Baekhyun juga, dia harus tahan dan memberinya waktu untuk istirahat. Lagipula Baekhyun sudah berjanji akan menebusnya bukan? Jadi tenang saja, Chanyeol akan buat persiapan untuk mereka semalaman suntuk setelah tiba di Korea.
Chup.
Satu kecupan lagi sebelum beralih membetulkan posisi, menangkup belahan bokong si kecil supaya orang lain tak melihat juga tak mau mengganggu pria kecilnya yang terlelap. Berjalan dengan perlahan meninggalkan area seolah tak pernah terjadi apapun.
Padahal sang Kakak dan staff yang lain sedang kelabakan mencari Baekhyun. Yoora bahkan sudah menggila, berteriak seperti orang kesetanan sebelum matanya menemukan sesuatu.
"Inikan bikini bagian bawah yang Baekhyun pakai!"
Raut wajahnya memucat, "Jangan-jangan di culik?" Matanya melebar dramatis kemudian kembali menjerit,
"Aku bisa dibunuh Chanyeol bila itu terjadi! Argh tidaaaakkkkk!"
Baiklah, selamat mencari hingga esok hari Noona. Dan say goodbye to holiday.
.
-fin-
.
.
.
Yah gak jadi deh pen seneng-seneng karna sibuk cari Baekki yang dibawa Loey:'v
And,
Halooo~~ ada yang kangen series ini? Udah 2mingguan ya gak update, hehe. Maapin, soalnya lagi ngerampungin 'Come Back to Me'.
Semoga gak bosen-bosen ya sama cerita yang makin unfaedah ini. Buat yang req atau mau request silahkan, tapi gak janji bisa dibuat semua. Ngikutin mood dan ide juga soalnya:'v
Oh ya, Ada yang nanya Baekhyun bisa hamil disini atau engga. Enaknya bisa atau enggak nih wankawan? Voting dulu.
Q: Kok kesannya meskipun mereka sama2 ketahuan jalan ama orang lain tapi kok nggak ada penjelasan kenapa si ceye pergi ama 'siapa itu?' berakhir dengan mereka bercinta tanpa ada kejelasan apa2,,, absurd.
A: Halo dear;)) Makasih, ceritaku emang absurd. Aku sadar diri kok;v Fanfict ini emang dibuat tanpa konflik yang berat lebih menjurus ke PWP juga. Dan untuk yang kamu bilang itu, padahal Hina selalu kasih tahu mereka jalan sama siapa aja loh. Tapi ndak papa, Hina masukin komentar kamu buat motivasi:*
Dan buat anonim, sebelumnya makasih udah mau review^^ Kalau emang kamu ndak nyaman yowesh bakal aku rubah lagi, tenang aja Hina ndak marah kok. Awalnya emang mau bikin semi baku, tapi kalau ada yang gak nyaman ya Hina rubah demi kalian:*
Bagi kalian yang masih ga nyaman sama sesuatu bilang aja, atau ada yang harus Hina ubah lagi? Sok monggo ditulis, hehe.
.
Big Thanks to:
fujossi, 1004teuk, etherealbaek, Realcynk92, Shiro Park (sudah kubalas ya PM mu.) ParkBaeko, Hanya Tuhan Yang Tahu, SuperSupreme61, chanyeonlee, baekchanni8, Wahidah Putri Utami, sapa kek, Kiran Karuma, cipcipchuu, Park RinHyun-Uchiha, chanbaekssi, veraparkhyun, wIndrak, komalkantil, Park Jinsu614, nzwarxx, stuckyxcherix, gofvckurself, tyas.614, Puppynes, Park Chan2, Chan0207, anonim.
.
Makasih banyak buat yang udah review di chapter sebelumnya, seneng bacanya deh^^
Halo reader, sider dan tamu baru. Jangan lupa review ya, salken:*
Salam,
#ChanbaekisReal!
#ChanbaekMenujuHalal
