Tittle : Read My Music
Author : GoodMornaing
Cast : Park Chanyeol EXO and Byun Baekhyun EXO
Other Cast : Kim Minseok EXO, Kim Jongdae EXO, Do Kyungsoo EXO, Oh Sehun EXO, Kim Jongin EXO, Shin Jimin AOA, Do kyungsoon OC, Lee Sunmi, etc
Genre : Romance , Drama , and BxB
Rated : T - M
Summary :
Baekhyun berkata, "Segalanya gelap bagiku." Mendengar hal itu hanya membuat Chanyeol tertawa, "Itu karena kau terlalu bersinar Baek." Baekhyun pun tersenyum mendengarnya, lalu berkata, "Aku suka mendengar tawa mu, namun ku lebih menginginkan untuk dapat melihatnya."
.
.
.
Happy Reading
Chapter 11 : Perfect
.
.
Awal Musim Panas, 2011
Baekhyun menutup buku yang sedang dibacanya dengan kesal. Setidaknya telah 400 halaman Baekhyun tandaskan dengan sekali duduk sejak dua jam tadi. Namun seseorang yang Baekhyun tunggu- tunggu belum datang juga.
Baekhyun meletakkan buku yang dibacanya ke lantai disebelahnya. Seperti biasa, Tuan Muda kita sedang membaca buku sambil duduk di lantai marmer yang dingin dan bersandar pada dinding kaca transparan perpustakaan miliknya.
Baekhyun pun bangkit berdiri.
Lalu berjalan menuju ruang baca bagian depan yang penuh dengan sofa- sofa. Namun bukannya duduk disalah satu sofa mahal itu, Baekhyun justru memilih untuk tidur terlentang diatas permadani didepan sofa.
Ini adalah tempat dirinya pertama kali merasakan tidur yang nyenyak setelah sekian lama.
Baekhyun menghela napas.
Semuanya masih terasa kurang saja. Dan kita semua tahu apa yang kurang disini. Kehadiran pria tinggi yang selalu rela dan tulus menyediakan kedua lengannya untuk menjadi tempat Baekhyun bernaung. Itu tidak ada.
Baekhyun merindukannya.
Dirinya tak tahu apakah ini wajar merindukan pria yang hampir setiap malam menghabiskan waktu dengannya.
Dan tetap saja, Baekhyun merindukannya.
Disetiap harinya yang Baekhyun habiskan dalam menunggu kedatangan pria itu. Baekhyun menyadari bahwa, kehadiran pria itu sungguh amat penting dalam hidupnya sekarang.
Bagaimana bisa?
Baekhyun telah menghabiskan waktunya selama 20 tahun ini sendirian. Dirinya bisa mengatasi kesendirian itu selama 20 tahun. Bagaimana bisa kehadiran Chanyeol yang hanya kurang lebih 2 bulan itu mampu memutar balik segalanya.
Adakah yang tau istilah Giver People?
Seseorang yang lebih senang memberi daripada menerima.
Begitulah Baekhyun awalnya. Tuan Muda Byun Baekhyun yang sangat menyukai memanjakan para pekerjanya. Dirinya merasa bahagia saat dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Dan saat banyak orang bergantung padanya.
Menurutnya, dulu, itulah satu- satunya cara untuk bahagia.
Namun bersama Chanyeol itu berbeda.
Pria itu memberikan kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda.
Pria itu membuatnya entah mengapa berubah menjadi seseorang manja yang menuntut banyak hal. Dirinya jadi ingin meminta, bukan memberi.
Baekhyun ingin mendengar suara pria itu.
Baekhyun ingin menghirup aroma khas Chanyeol yang ternyata sungguh memabukkan saat pria itu tak lagi memakai parfum ruangan konyol yang beraroma jeruk sebagai pengharumnya.
Baekhyun ingin merasakan lagi bagaimana hangatnya pelukan pria itu.
Bagaimana aroma nafas Chanyeol menerpa wajahnya.
Dan Baekhyun ingin waktu Chanyeol bersamanya menjadi lebih lama, selama yang bisa dunia berikan padanya.
Baekhyun menginginkan Chanyeol.
Pria cantik ini mengigit bibirnya. Kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan seraya berguling- guling kesamping, merubah posisi menjadi tengkurap diatas permadani mahal itu. Menyembuyikan wajahnya yang terasa memanas.
"Astaga... aku sudah gila. Apa tadi yang kupikirkan. Ini memalukannnn." Gumam Baekhyun yang malangnya menjadi malu kepada pikirannya sendiri.
Terkutuklah siapapun yang menciptakan pribahasa, Cinta Datang Karena Terbiasa.
Karena sekarang Baekhyun terbiasa dengan keberadaan Chanyeol disisinya. Dan dirinya sudah kehabisan ide lagi untuk menyangkal apa nama perasaannya ini selain... astaga, Baekhyun tak sanggup memikirkannya lagi, ini terlalu memalukan.
Seperti seorang bipolar, yang tadinya Baekhyun tersenyum sendiri dan berguling- guling di permadani mahalnya. Sekarang wajah itu berubah drastis menjadi murung.
"Apakah dia tak datang malam ini karena latihan semalaman?" tanya Baekhyun entah pada siapa.
Pemuda itu bangkit berdiri, lalu sedikit meraba untuk menemukan nakas kecil yang diatasnya terdapat lampu baca dan jam digital canggih nya.
Setelah menemukan jam itu, Baekhyun pun menekan tombol diatasnya, dan jam itu mulai bersuara.
Sekarang jam 22 lewat 10
Baekhyun tertegun mendengar itu. Biasanya Chanyeol telah berada di Mansion saat jam 7 malam, seringnya berbarengan dengan selesainya pekerjaan Baekhyun.
Pria itu terlambat malam ini.
Baekhyun tak mau seperti ini. Namun perasaan gelisah itu mulai datang. Inilah hal paling menyebalkan bila kau sudah terbiasa akan sesuatu atau seseorang, saat hal itu pergi, kau akan merasa sangat kesepian.
Dengan mengabaikan seluruh bisikan jahat dikepalanya. Baekhyun keluar dari perpustakaan itu, kemudian berbelok menuju arah kamarnya.
Ceklek
Pintu kamar Baekhyun pun telah tertutup dibelakangnya.
Kamar itu sungguh sunyi.
Namun aroma semerbak dari dalam kamar itu mengagetkan Baekhyun.
"Chanyeol?" bisiknya mencari pria itu.
Baekhyun berjalan memasuki kamarnya lebih dalam, hingga berada kira- kira ditengah ruangan.
"Chanyeol? Kau disini?" Baekhyun memandang ke segala arah dengan tergesa, meski itu percuma karena Baekhyun tak akan melihat apapun.
Lalu hening.
Menciptakan helaan napas lainnya dari Baekhyun.
Itu pasti hanya imajinasi Baekhyun. Mungkin itu hanyalah aroma Chanyeol yang tertinggal di kamar ini. Ya.. pasti seperti itu, pikir Baekhyun murung.
Pria mungil itu menunduk ditengah kamarnya dengan hoodie kebesaran milik Chanyeol dan celana training hitam miliknya. Tanpa beralas kaki, pemuda ini ternyata memiliki kebiasaan membiarkan kakinya telanjang tanpa alas dan merasakan dinginnya lantai marmer Mansion miliknya ini.
Baekhyun mendongak terkejut.
Saat merasakan sebuah lengan keras namun hangat mengurungnya dalam sebuah pelukan dari belakang. Lalu menyatukan kedua tangan Baekhyun dengan kedua tangan pria itu.
Sontak Baekhyun tersenyum cerah.
"Kapan kau datang?" Tanya Baekhyun masih dalam keterkejutan, namun pria mungil itu bahagia.
"Cukup lama." Suara husky itu menjawab dengan suara yang sungguh nyaman didengar.
"Kenapa kau tak langsung menemuiku?" Chanyeol terkekeh mendengar pertanyaan Baekhyun, ada sedikit nada rajuk dari suara serenyah biskuit itu.
"Karena aku ingin ikut merasakan bagaimana rasanya menunggu."
Nah! Siapa lagi yang bisa tetap merajuk bila jawabannya semanis itu. Dasar penulis lagu, adaaa.. saja kalimat manis yang bisa diciptakannya.
Chanyeol meletakkan dagunya dipuncak kepala Baekhyun. Memeluk pria mungil itu dari belakang. Sambil menggerakkan tubuh mereka berdua dalam irama yang pelan. Ya, mereka berdansa.
"Apa kau tahu, aku tak bisa melihatmu sekarang." Itu Chanyeol yang bicara.
Baekhyun mengerutkan keningnya.
"Aku mematikan semua lampu didalam ruangan ini. Semuanya gelap gulita disini, aku juga ingin merasakan bagaimana menikmati momen bersama seseorang tanpa harus melihatnya. Aku ingin mengerti perasaanmu." Baekhyun terdiam mendengarkan itu.
"Ternyata rasanya sungguh menakjubkan Baek. Saat kau memasuki pintu itu, aku mendengar suara setiap langkahmu, suara helaan napasmu, dan aromamu yang demi Tuhan kenapa aku tak pernah sadar bahwa kau seharum ini." Baekhyun tersenyum mendengar pujian itu, dirinya tak pernah mendengar seseorang memujinya dengan cara seperti itu. Semuanya hanya akan mengatakan dirinya sungguh cantik.
Keduanya masih dalam posisi yang sama, dan berdansa tanpa musik selain detak jantung mereka sendiri.
"Kau nyaman bersamaku kan?" Chanyeol bertanya, seraya memindahkan kepalanya menjadi bersandar pada bahu sebelah kanan Baekhyun, Chanyeol menghadapkan kepalanya kearah wajah pria mungil didepannya dan sedang berada dalam pelukannya ini. Membuat Baekhyun merasakan bagaimana napas Chanyeol menerpa telinga sebelah kanannya.
Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.
"Dan aku juga." Ujar Chanyeol menanggapi.
"Menurut mu apakah itu alasan yang cukup agar kita bisa bersama?" Tanya Chanyeol dengan suara penuh harap.
Baekhyun terdiam cukup lama.
"Kurasa jawabannya akan menjadi tidak bila hanya itu alasannya Chanyeol ah"
Dan gerakan dansa itu pun terhenti.
Chanyeol menahan bernapas saking terkejutnya, apakah dirinya tengah ditolak sekarang?.
"Kurasa jika kita mencari alasan untuk bagaimana kita bisa disebut pantas bersama dan bagaimana kita bisa memulai untuk mencintai. Aku rasa tak akan ada alasan yang cukup Chanyeol." Baekhyun melanjutkan.
"Karena kita mencintai bukan untuk mencari alasan dan bukan karena sebuah alasan. Tapi Cinta itulah alasannya."
Baekhyun mengakhiri kalimatnya dengan senyuman, yang kali ini Chanyeol juga tak dapat melihatnya.
Sedangkan Chanyeol tertawa setelah mengerti apa maksud ucapan Baekhyun. Keduanya kembali menari bersama dengan gerakan pelan.
"Baiklah kalau begitu, Byun Baekhyun, Aku mencintaimu karena cinta lah alasannya." akhirnya kalimat cinta itu terucap diantara mereka berdua.
Baekhyun tersenyum lebar mendengar itu. Perasaan berdebar namun menenangkan itu merasukinya. Kekuatan pernyataan cinta memang selalu khas dan tak tergantikan rasanya.
"Baiklah Park Chanyeol, Aku juga mencintaimu, karena cinta lah alasannya." Balas Baekhyun dengan suara renyahnya.
Chanyeol dengan lembut membalik tubuh Baekhyun menjadi menghadapnya. Tak berselang sedetik kembali mengurung pria mungil itu dalam rengkuhan yang tak terlalu erat. Chanyeol hanya mengurung pinggang ramping Baekhyun, menuntun kedua tangan Baekhyun untuk melingkari lehernya. Dan keduanya melanjutkan dansa itu dalam suasana diam yang nyaman.
Baekhyun merasakannya, wajah Chanyeol mendekat kearahnya sekarang. Aroma napas pria tinggi itu semakin kuat menerpa wajahnya.
"Apakah aku boleh mencium mu sekarang?" Chanyeol dengan gentle nya bertanya.
Menciptakan kekehan dari bibir Baekhyun.
Baekhyun justru menggeleng, "Tidak.." Ucapnya tegas.
Sukses membuat Chanyeol menggerang. "Oh Ayolah.. " rengek nya tak tahu diri.
Namun Baekhyun tetap menggeleng, "Semua romantisme ini sukses membuatku membalas pernyataan cintamu. Namun bukan berarti kau bisa mendapatkan hal lebih. Beri aku hal berkesan lainnya bila kau memang ingin menciumku." Tak usah terlalu terkejut, Baekhyun tetaplah Baekhyun. Pembisnis handal yang selalu memikirkan segala keuntungannya. Pria ini baik, tapi tak bodoh.
Chanyeol terdiam berpikir.
"Aku sudah terlalu sering membacakan banyak buku padamu karena kau menyukai buku, kau tak akan terkesan lagi, dan yang ada nanti aku akan kau tinggalkan tidur bila aku membacakan mu sebuah buku atau puisi. Tapi.. aku tak pernah menyanyikan satu lagu pun padamu, padahal aku adalah seorang penyanyi." Akhirnya Chanyeol mendapatkan ide.
Baekhyun mengangguk, "Alright Singer Park, ayo kita dengarkan lagu milikmu."
Baekhyun mendekatkan tubuhnya pada Chanyeol. Kedua kaki telanjangnya menaiki kedua kaki Chanyeol. Dan sekarang giliran Baekhyun yang menyandarkan nyaman kepalanya pada bahu kiri Chanyeol. Pria mungil itu merasa melayang karena Chanyeol menanggung berat badannya, dan bagaimana Baekhyun menjadi ikut bergerak saat pria tinggi itu bergerak, sebab kaki Baekhyun yang berdiri diatas kaki Chanyeol seperti anak kecil yang belajar berjalan.
Rasanya menyenangkan, seperti menyerahkan dirinya dalam kendali pria tinggi itu.
Dan saat Chanyeol mulai bernyanyi, Baekhyun mendengarkan sambil menutup matanya.
I found a love for me
(Ku temukan cintaku)
Darling, just dive right in and follow my lead
(Kasih, cukup selami dan ikuti aku)
Well, I found a boy, beautiful and sweet
(Ya, ku temukan seorang laki- laki, cantik dan manis)
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
(Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku)
'Cause we were just kids when we fell in love
(Karena kita masih anak- anak saat kita jatuh cinta)
Not knowing what it was
(Tak mengerti apa-apa)
I will not give you up this time
(Aku takkan menyerah kali ini)
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
(Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku)
And in your eyes, you're holding mine
(Dan dari matamu, kaulah milikku)
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)
Barefoot on the floor, listening to our favourite song
(Tak beralas kaki di atas lantai, mendengarkan lagu kesukaan kita)
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
(Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan)
But you heard it, darling, you look perfect tonight
(Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini)
Baekhyun membuka matanya. Merasakan bahwa mata payahnya ini sekarang tengah basah penuh air mata.
Selamat Park Chanyeol, kau telah membuat pria mungil itu menangis dalam kebahagiaan.
Chanyeol menghentikan langkahnya, yang otomatis menghentikan juga langkah kaki Baekhyun yang bertandang diatas kakinya.
Chanyeol menunduk merasakan aroma napas Baekhyun menerpa wajahnya. Membuatnya tahu bahwa Baekhyun tengah menengadah kan kepala padanya sekarang.
"Jadi... bolehkah aku meminta sebuah ciuman sekarang?" Chanyeol bertanya dengan suara memberat.
Baekhyun terisak, "Hiks.. bodoh, masihkah kau perlu menanyakannya sekarang."
"Oh Terima Kasih Tuhan!" sorak Chanyeol dengan suara berat.
Hanya cukup waktu sedetik bagi Chanyeol untuk mengangkat tubuh Baekhyun yang dirasanya sungguh ringan bagai kapas. Lengan berotot itu melingkari pinggang Baekhyun dengan erat dan mengangkatnya ke atas. Membuat kaki Baekhyun melayang 11cm diatas lantai. Membuat wajah keduanya sejajar.
Kemudian memulai sebuah ciuman manis yang teramat indah untuk dikenang sampai kapanpun.
Chanyeol menahan pinggang Baekhyun sungguh erat, dan Baekhyun memeluk leher pria tinggi itu dengan tak kalah eratnya.
Bibir keduanya menyatu dalam irama lembut dan hati- hati. Keduanya berciuman dengan sungguh lambat namun dalam. Tak ingin terburu- buru dan merasa sangat sayang untuk melewatkan waktu indah ini dengan sungguh cepat, keduanya ingin menikmati setiap detiknya dengan berarti.
Chanyeol menurunkan Baekhyun. Membuat Baekhyun kembali berpijak pada lantai. Masih sambil dengan memakan bibir ceri itu tanpa niat sama sekali memutus ciuman mereka.
Baekhyun merespon semua perlakuan Chanyeol padanya sebaik mungkin. Saat Chanyeol memeluk pinggangnya erat, Baekhyun membalas dengan memeluk leher pria tinggi itu dengan sama eratnya.
Saat Chanyeol menghisap manis bibir Baekhyun, Baekhyun akan ikut menuntut agar Chanyeol berbagi manis dari bibirnya.
Saat Chanyeol melepaskan tautan itu, dan kemudian memberikan beberapa kecupan kupu- kupu pada bibir Baekhyun yang terbuka lucu. Baekhyun membalas dengan memberikan banyak sekali kecupan- kecupan kepada bibir Chanyeol hingga membuat pria tinggi itu kewalahan, dan diakhiri dengan tawa geli dan bahagia dari keduanya.
Tak berapa lama tawa itu berhenti.
Keduanya terengah- engah setelah menerima banyak adrenalin hasil pompaan jantung yang rasanya akan meledak ini.
Keduanya diam tak bersuara, hanya suara napas keduanya yang terdengar bersahut- sahutan.
Suasana dikamar ini masih gelap gulita.
Keduanya masih berpelukan dengan erat.
Dan keduanya sudah jelas ingin melanjutkan hubungan ini menjadi lebih intim lagi.
"Jika kutawarkan tubuhku sebagai bayaran untuk mendapatkan malam yang indah bersama dirimu, apakah menurutmu negosiasi seperti itu menguntungkan untukmu, CEO Byun?" Chanyeol bertanya dengan berbisik tepat depan bibir Baekhyun, suaranya rendah dan dalam.
Ohh.. ini bukan negosiasi, ini adalah ancaman, pikir Baekhyun sambil tertawa.
Namun apalah daya Baekhyun menolak sebuah penawaran yang menggiurkan lagi menguntungkan.
Baekhyun mengecup bibir Chanyeol yang hanya berjarak beberapa milimeter dari bibirnya.
Dengan suara renyahnya Baekhyun menjawab, "Senang berbisnis dengan anda Mr. Park."
Dan mari kita tinggalkan pasangan baru itu untuk menikmati kegiatan bisnis mereka. Yang mana pasangan ini terlalu dimabuk cinta hingga melupakan sebuah fakta, bahwa pengecualian untuk ruang musik, tak ada satupun ruangan kedap suara di Mansion Byun.
.
.
.
TBC
.
.
Song : Perfect by Ed- Sheeran
(Dengan ku ganti beberapa lirik supaya terasa ChanBaek banget)
Author Note :
OHHHHH NOOOO!! PLEASEE AKU PENGEN LIHAT!!.
Ahahahhahaaha..
Hai Hai Sugar~
Kangen aku? ehehe.
Gimana? Puas? Masih kurang aja moment ChanBaeknya?. Please ya, nih ff bikin aku cidera, tau gak?. Yaps! AKU JATUH DARI TEMPAT TIDUR SETINGGI SETENGAH METER KARENA GULING- GULING PAS NGETIK NIH FF . AHAHAHAHAA.
Eh ada yang mewek disitu? Cup cup cup, sama kok sugar, ku juga sambil nangis ngetiknya. They are freaking adorable~~
Gengs, I HAVE A PROBLEM. I KNOW EVERY PEOPLE IN THE WORLD HAVE A PROBLEM. BUT! MY PROBLEM IS A BIG BIG BIG PROBLEM /Alah Bacot /PLAK
Ku beneran pengen nih FF cepat tamat supaya gak kepikiran terus dan rasanya kaya punya hutang yg belum lunas terus kalau gak tamat kekeke. Tapi.. ku juga gak mau nih FF selesai dengan cepat. Karena ku terlalu sayang Tuan Byun dan Penyanyi Park. Gimana dong~~
Sama kaya mereka, yuk kita jalani aja kaya sungai yg mengalir, kagak usah terlalu dipikirkan ahahahahha.
Ku pengen minta maaf juga. Maaf ceritanya boring, maaf banyak typo, maaf ceritanya gak masuk akal, maaf updatenya agak lama, pokoknya banyak banget kekurangan nih ff.
Lalu ku ingin berterima kasih~~
THANK YOU TO MY SUNSHINE(S)
Bubbleclay, elroseline, Cheonsa528, CHANBAEQ , baejunyi , chanyeoru, ameliya13, danactebh, ChanBaek09, ewfzy, Thanks juga kepada Guest yang tebakannya benar banget, yeah sugar, I'm freaking booknerd ahaha.
dan jungkkhope, jungkkhope, jungkkhope. Namanya 3 kali disebut karena dia komen 3 kali juga kekeke.
Terima Kasih Banyak juga kepada Reader yang udah Baca, Favorite, dan Follow FF ini.
Jaga kesehatan terus ya semuanya. Jangan lupa bahagia. Dan juga semoga kita masih dapat bertemu di Chapter- chapter selanjutnya. Lets Love Eri /Bow
