Princess Lucy V.H
Disclaimer : Fairy Tail itu milik Hiro Mashima-Sensei
Warning : Charanya terlalu OOC, Typo, Abal, GaJe dll
Di chapter sebelumnya :
"HEI! KAU MAU BILANG AKU SANGAT BODOH BEGITU?"
"Tidak, aku tidak bilang kalau kamu itu sangat sangat bodoh kan? Kan kamu sendiri yang bilang kamu bodoh iyakan Tochi, Lucy?"
"Yup! Kau itu sangat bodoh Weislogia!" Tochi girang
"?" Lucy
"Kalian... AKU INI TIDAK BODOH! AKU INI SANGAT PINTAR SEKALI! JENIUS MALAHAN!" Kata Weislogia
"Hahh? Jenius? Dalam mimpimu Weis..." Kata Skiadrum
"Kau akan jadi jenius jika kau bisa mengalahkan Auquria, Weis. Itu pun kalau kau mempunyai nyawa lebih dari 20." Kata Tochi
"Hei! Aku, The White Dragon tidak akan kalau melawan naga betina itu! Kau tahu.!"
"Oh ya? Bagaimana jika aku mengatakan ke Auquria tentang kejadian 'itu' saat kita bertemu dengannya? Mungkin dia (Auquria) akan memasakmu hidup-hidup menjadi sup untuk makan malam nanti." Kata Skiadrum
"Hei! Kau duluan yang memulai kejadian 'itu' jadi kau juga akan dibunuh Auquria tahu!"
"Tidak akan karena aku akan bilang ke Auquria kalau kau melakukan 'itu' karena kau ingin memakan dia dalam keadaan t-..." Kata Skiadrum terpotong karena tangan Weislogia menutupi mulutnya
"Kau jangan berani meneruskan perkataanmu Ski. Kau ingin aku mati dulu hah?!" Kata Weislogia sambil melepaskan tangannya dari wajah Skiadrum
"Iya." Jawab Skiadrum sambil mengelap mulutnya dengan sapu tangan yang keluar entah dari mana.
"Hmm, sup naga ya? Aku jadi tidak sabar." Kata Tochi sambil mengusap-usap perutnya
"Eto, Skiadrum-san, Weislogia-san, kejadian 'itu' maksudnya apa ya?" Tanya Lucy
Weislogia pun langsung blushing, berkeringat dingin dan memohon pada patnernya untuk tidak berbicara sembarangan sementara Skiadrum menyeringai dengan jahatnya memikirkan nasib malang apa yang akan menghampiri patnernya
"Kejadian 'itu' tentang-..."
"Bu-bukan kejadian yang penting! Jadi tidak akan berguna walau diceritakan!" Potong Weislogia takut ketahuan
"Oh, baiklah, aku mengerti. Maaf sudah bertanya." Kata Lucy sambil menaiki anak tangga terakhir menuju lantai 2
"Lucy, ketika kita memasuki perpustakaan, aku harap kau tidak membuka mulutmu lebar-lebar ya? Takut ada serangga yang masuk." Goda Tochi yang sudah berhenti di depan pintu kayu raksasa.
"Te-tentu saja, Tochi-sa-... Maksudku Tochi." Kata Lucy dengan semburat merah muda di pipinya
"Baiklah! Ayo kita masuk!" Kata Tochi sambil membuka pintu tersebut
Normal POV
Grup Lucy
"To-Tochi, a-apa ini be-benar-benar pe-pe-perpustakaan?!"
"Iya, memang kenapa Lucy?"
"I-I-I…."
"I?"
"INI SANGAT BESAR SEKALI UNTUK UKURAN PERPUSTAKAAN!" teriak Lucy (dengan mulut terbuka lebar) yang sontak membuat para naga pria dibelakangnya menutup telinga
"APA KAU INGIN MENCOBA MEMBUNUH KAMI HAH?!" Kata Weislogia
"Hahh?!"
"Apa kau tuli? Aku bilang apa ka-..umpumpubuhjhih!"
"Maaf Lucy, Weis kalau bicara agak susah untuk dikendalikan." Kata Skiadrum sambil menutupi mulut Weislogia dengan tangannya
"Sukiajhihijsdkajijekjzi!"
"….." masih dengan mulut terbuka
"Lucy, Lucy, kau lupa menutup mulutmu." Tochi pun mengingatkan lucy
"!?" Lucy pun merona malu dan cepat-cepat menutup mulutnya
"Ngomong-ngomong, Weis apa yang kau bicarakan?" Tanya Tochi
"Afujujuhsduheugxcbh!"
"Ski, apa kau mengerti apa yang diucapkannya?" Tidak melihat kearah kedua naga lainnya
"Aku juga tidak mengerti apa maksud ucapannya." Melihat kearah rak buku yang pencahayaannya sangatlah sedikit
"Ufujujusjajhjzhdjsf!"
"Apa kau sudah mengerti?"
"Belum."
"Apkaiuijajrhfusnjdo!"
"A-Ano, bukannya lebih baik Skiadrum-san melepaskan tangannya dari mulut W-Weislogia-san?"
Omongan Lucy yang telah sembuh dari penyakit blusshingnya, membuat kedua naga yang tidak mengerti maksud dari omongan Weislogia menoleh kearah naga yang sudah membiru karena mulut dan hidungnya dibekap oleh Skiadrum dengan kuatnya.
"Ski, kukira kau sudah tidak menahan mulut Weislogia lagi."
"Aku sendiri juga lupa, Tochi. Apa sekarang aku sudah boleh melepaskannya?"
"Mungkin."
"Jadi belum boleh?"
"Mungkin."
"Skiadrum-san sebaiknya Weislogia-san dilepaskan saja karena wajahnya sudah menjadi ungu." Sambil menunjuk kearah Weislogia yang sudah tak berdaya karena kekurangan oksigen
"Baiklah." Sambil melepas Weislogia yang jatuh lemas diatas lantai
"KALIAN BERDUA BERNIAT MEMBUNUHKU HAH?" –death glare kedua naga lainnya-
"Mungkin, karena aku masih ingin mencoba makan malam ini dengan menu naga bakar." Kata Tochi
"Sepertinya menu itu enak juga."
"Aku akan benar-benar membunuh kalian. White Dragon Holy-.."
"Tunggu! Jangan bertengkar disini!" Kata Lucy yang tiba-tiba saja muncul diantara ketiga naga tersebut
"?!"
"AWASSS!"
"Breath!" Weislogia pun tidak bisa mengendalikan serangannya
BUUMMMMM!...
Ssssshhhhhhh...
"WEISLOGIA! APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriak Tochi pada Weislogia setelah menghindari serangan dadakan dari naga putih tersebut
"Aku tidak tahu kalau dia akan meloncat begitu saja!"
"Apa kau tidak bisa mengendalikan seranganmu hah?!"
"Sudah aku bilang kalau aku tidak tahu kalau dia akan tiba-tiba melompat tadi! Lagipula tadi itu Breath! Bukan Roar! Kalau Roar masih bisa dikendalikan!"
"Tetap saja kau harus bisa mengendalikan emosimu! Dan kita tidak tahu apa Lucy selamat dari serangan tadi atau ti..! Lucy!" Kata Tochi sadar dengan keadaan Lucy yang tidak diketahui sambil mulai mencari Lucy dikepulan debu akibat serangan Weislogia tadi
"Apa! Kau tadi tidak melindunginya Tochi?!" Tanya Weislogia kaget
"Mana ada waktu untuk menyelamatkannya! Seranganmu tadi itu benar-benar membuatku lengah sehingga aku lupa dengan Lucy! Ini salahmu Weislogia! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Lucy, kau akan dimakan hidup-hidup oleh Auquria!"
"Kalau begitu apa yang kita tunggu?! Ayo kita cepat mencari anak itu!" kata Weislogia sambil berkeringat dingin membayangkan nasib malang yang menimpanya nanti`
"Kalian berdua tidak perlu panik, Lucy aman bersamaku." kata seorang naga laki-laki yang dengan suara beratnya yang nan lembut serta menggoda (O.o)
"?! Skiadrum?! Dimana kau?!"
"Disini." sambil muncul bersama Lucy yang digendong ala tuan putri dari bayangan lantai perpustakaan yang tidak hancur terkena serangan tadi
"Skiadrum, Lucy! Syukurlah kalian selamat dari serangan si bodoh tadi!" kata Tochi sambil berlari ke arah mereka berdua
"Hey aku tidak bodoh!" kata Weislogia sambil mengekor di belakang Tochi
"Hanya orang bodoh yang menyerang ketika emosinya terpancing Weis." kata Skiadrum sambil tetap menggendong Lucy (Novi Nee: Kyaaa! Aku juga mau! #PLAK#Desh#Tewas#Lupakan)
"Lucy! Kau baik-baik saja kan?! Kau tidak terluka kan? Mana yang sakit?" tanya Tochi sambil memeriksa keadaaan Lucy yang masih tetap digendong oleh Skiadrum
"Aku baik-baik saja To-... Tunggu... Henti-... sto-... Kumohon... Hentikan... Aku-... haha... aku ti... dak... kuat... lll...agi... bwahahahahaha... hentikan Tochi! Aku mohon hentikan!" Lucy pun tidak dapat menahan lagi rasa geli yang melandanya karena Tochi yang sedang mencari (baca : meraba-raba) apakah Lucy terluka atau tidak
"Tochi, aku pikir kau membuat Lucy... kesakitan (?)" kata Skiadrum yang tak tega melihat Lucy tertawa terbahak-bahak digendongannya
"Ehh!? Lucy! Gomen! Kau baik-baik saja kan?" Tochi pun sadar dari alam overprotektive-nya dan melihat Lucy yang telah tewas (?) kehabisan napas dengan arwah putih keluar dari mulutnya
"Lucyyy! Noooo! Kumohon jangan mati! TAT"
"Tochi.. Kau terlalu berlebihan, sang tuan putri kan (sakars) cuman kehabisan napas tidak akan membuatnya mati =="
"Diam kau Weislogia! Ini semua kesalahanmu kalau sampai Lucy benar-benar mati! Akan ku laporkan ke Auquria.. TAT" #OTL#
"H-H-hei! Aku kan cuman bercanda Tochi. Lucy tidak akan mati karena dia kan sedang berada diarea istana, pelindung di istana ini tidak akan membiarkan seekor naga pun terluka apalagi hingga tewas =.="
"Ah! Aku lupa dengan kenyataan itu!"
"Tapi, itu berlaku untuk para naga sementara Lucy bukanlah naga.." ucapan Skiadrum yang singkat itu membuat kedua naga bodoh yang lainnya diam membeku dan ketakutan
"Gyyajhduhjasd hua!" #OAO#
"Apayangharusakulakukan! Apayangharusakulakukan! Apayangharusakulakukan!"
"Hidupku... Hidupku... Aku masih terlalu mudah untuk mati... T^T"
Melihat kelakukan kedua naga itu membuat Skiadrum meninggalkan perpustakaan dan menuju suatu ruangan yang berfungsi sebagai 'Ruang Pengobatan'
"Dasar naga bodoh."
.
.
To be Continue~
Ohisashiburi Desu~! XD
Ya ya ya~ Aku tau aku telah menelantarkan cerita ini hampir satu tahun dan tiba-tiba update hanya secuil cerita lanjutannya xD
Author minta maaf sebesar-besarnya~ Dunia nyata telah menyita banyak sekali waktu Author =3=)/
Ah iya! Aku juga minta maaf karena tidak membalas PM dan Review para Reader tersayang T^T
Terlalu sibuk dengan sekolah, buku, dan cosplay xD #Slap #Diuncal
Dan bagi para reader yang ingin mengenal author gaje ini tolong review dan PM nya ya~ :v
atau sekedar jadi teman di FB juga boleh ( '3')/ please look up to my profile~
Sekian! BuhBye~ :*
