Tittle: The Shifter
Disclaimer: Naruto dan High school DxD bukan punya saya
Genre: Adventure,Romance,Friendship
Pairing: Narutox?xOphisxRiasxAkeno
Rated: M (jaga-jaga)
Summary: Naruto,seorang anak hasil keturunan malaikat dan iblis harus ikut terseret pada konflik antara 3 fraksi yang terjadi di dunianya. Dengan peninggalan dari orang tuanya sebuah sacred gear istimewa yaitu Scale of Fate, mampukah ia membawa perdamaian ke dunianya itu?. Strong!Naru but not God like,Smart!naru
Warning: OOC,Adult Theme,Violence,typo,Etc
Chapter 11: Batas
"Baiklah, kau juga Bersiaplah!" seru Naruto sambil mengaktifkan mode Iblisnya.
Ker yang melihat hal tersebut merasa puas dan menutup wajahnya dengan tangan Kanannya dan kemudian muncullah topeng dengan pola tanda Tanya (?) menutupi wajah Ker. Naruto kemudian mengeluarkan katana hitamnya dan melesat ketengah danau menuju Ker. "Kiba! Issei! Kalian berdua bersiaplah!" teriak naruto. "Koneko, gunakan senjutsumu untuk Finishing nanti!" tambah Naruto.
"Terima ini! " teriak Naruto sambil mengayunkan Katananya yang telah dilapisi oleh Respira yang pekat. Ker yang menyaksikan hal tersebut hanya diam mematung seolah ingin merasakan tertebas katana tersebut. "Jrass!" Katana tersebut menyabet pinggang Ker dengan kuatnya. Sampai-sampai membuat Ker terpental ketepi danau tempat Issei dkk berdiri dan membuat sebuah gundukan sedang yang , Kiba, dan Koneko yang melihat hal tersebut segera bersiaga dengan mengaktifkan kekuatan mereka masing-masing.
Tampak dari Gundukan bekas ker terpental tampak Ker yang terduduk dengan tubuh yang tersayat dengan luka yang lumayan dalam dan secara ajaib ker berdiri dengan santainya dan berjalan menghampiri issei dkk. "omoshiroi!" desisnya. Kemudian sebuah kartu tarot dengan angka 1 tiba-tiba muncul ditangan Ker, kemudian di meremas kartu tersebut. "the Magician" bisiknya.
Secara tiba-tiba dari badan Ker keluar lima bola energi dengan warna abu-abu. Kemudian kelima bola tersebut melesat dengan cepat menuju kearah issei dkk. Issei yang melihat hal tersebut segera menangkis bola yang menuju kearahnya dengan sacred Gearnya. Sialnya ketika bola tersebut bersentuhan dengan dirinya, bola tersebut meledak. "DUARRR!" bola tersebut meledak,. "Issei!" teriak Kiba, Naruto, dan Koneko yang melihat hal tersebut.
"tenang saja, aku sudah lebih kuat sekarang!" teriak Issei yang sudah berada dalam mode balance breakernya. Kemudian dia melesat menuju Ker tetapi ditahan oleh bola energi lainnya. Kemudian Issei membentuk suatu bola energi berwarna hijau dan menembakkannya kearah bola tersebut. ""DUARR!' bola tersebut meledak dengan sukses.
Kiba yang melihat bahwa ada 2 bola energi yang menuju dirinya dari kanan dan kiri kemudian melompat mundur dan melihat kedua bola tersebut mengikuti dirinya. Kiba kemudian menggunakan kemampuan Swordbirthnya dan memunculkan sepasang pedang di tangannya dan melempar kedua bola tersebut kearah bola energi tersebut. "DUARR!" "DUARRR!" ledakan tercipta dari sentuhan benda tadi dengan pedang Kiba.
Koneko yang melihat ada satu bola energi yang menuju kearahnya segera melakukan gerakan tinju kearah bola yang masih berjarak 3 meter darinya dan "DUARR!" bola tersebut meledak seolah telah bersentuhan dengan sesuatu. 'jadi ini keuntungan senjutsu' batin Koneko puas melihat kekuatan barunya.
Ketika Kiba, Issei, dan Koneko hendak menyerbu kearah Ker, tiba-tiba Ker mengayunkan Sabitnya dengan cepat kearah mereka, dan dengan Gesit mereka menghindarinya. Kemudian ketika Ker sedang mengayunkan sabitnya itu, naruto melesat dengan 2 buah katana ditangannya sambil mencoba memenggal kepala Ker. Ker yang melihat hal tersebut sengaja berdiam dan "JRASSHHH!" katana Naruto berhasil memisahkan kepalanya dari badannya. Melihat hal tersebut, Naruto dan ketiga kawannya mundur dengan sikap waspada. "apa sudah selesai?" Tanya Issei pada Naruto yang masih tampak menatap tajam kearah Tubuh Ker yang sudah terpisah dengan kepalanya.
Nampak secara mengejutkan tubuh Ker berdiri kembali dan memungut kepalanya dan memasangnya kembali. Naruto dkk sangat terkejut menyaksikan hal tersebut. 'apa yang kami lawan!' batin mereka bersamaan.
Ker yang menyaksikan reaksi Naruto hanya bisa tertawa terbahak-bahak "hahaha,Bagaimana mungkin kalian mencoba membunuh kematian" tawa Ker sambil menatap sinis kearah naruto dkk. Naruto yang mendengar hal tersebut sangat terkejut. "A-apa, jadi kau dewa kematian?" Tanya Naruto. "khukhukhu, bisa dibilang begitu, tapi aku adalah dewa yang mulai bosan dengan hal tersebut" jawab Ker. "baiklah, kali ini aku akan menonaktifkan kemampuan sial ini dan melawanmu dengan tenaga mortal ku" tambah Ker.
Kemudian Ker terbang melayang dan mengeluarkan sebuah kartu tarot lagi dan sekarang berangka 9. "the hermit" bisiknya. Kemudian tubuh ker berubah dan mengenakan baju jubah putih dengan sayap tulang-belulang dan sabitnya yang berada di tangan kirinya menjadi lebih besar lagi.
Naruto yang menyaksikan hal tersebut segera berteriak "Kalian bertiga! Bersiaplah kabur! Dia bukan lawan yang sepadan buat kalian!".
"tapi, jika kita bekerja sama kita dapat mengalahkannya!" bentak issei.
"itu benar" balas Koneko.
"Baiklah, tapi jangan memaksakan diri kalian" Kata Naruto sambil menupuk kepala mereka bertiga. Ketiganya tersenyum mendengar perkataan Naruto. Tanpa mereka sadari naruto telah memasang segel dikepala mereka.
"Baiklah, Kiba dan Koneko alihkan perhatiannya dan aku serta issei akan menghantamnya" bisik Naruto pada mereka bertiga.
"Baik!" jawab mereka.
Kiba dan Koneko mengeluarkan sayap iblis mereka dan terbang melesat mencoba menjatuhkan Ker dengan cara memukul dan menebasnya dari belakang. Ketika Kiba dan Koneko berada di belakang Ker, dengan sigap sayap Ker melindungi punggung tuannya, dan serangan gabungan Kiba serta Koneko berhasil dipatahkan oleh ker. Namun, secara tiba-tiba Issei telah berada dihadapan Ker sambil mengayunkan tinjunya menuju wajah Ker. Ker yang melihat hal tersebut dengan santai menahannya dengan tangan kanannya sambil mengayunkan sabitnya mencoba menusuk Issei dengan sabitnya. Naruto yang melihat hal tersebut dengan sigap melesat kearah Ker dan menembakkan laser dari mulutnya "Soplo" batin Naruto. Laser tersebut mengarah kekepala Ker. Ker yang melihat hal tersebut terpaksa menggunakan sabitnya untuk menangkis serangan Naruto.
Kemudian Ker mengeluarkan aura abu-abu dan mementalkan Naruto dkk sampai terjatuh ketanah. Kiba dan koneko sukses dibuat pingsan oleh sentuhan Ker. Issei berhasil menahan serangan tersebut tapi kehabisan tenaga dan kemudian tersungkur jatuh. "S-sial" rutuknya. Sedangkan Naruto berhasil tetap berdiri dengan kedua tangan nya bersilang didepan kepalanya karena mencoba menahan serangan tadi. 'sial, masa aku harus mengeluarkan itu.' Batinnya.
Ker kemudian melesat Kearah Naruto tanpa memperdulikan yang lain sambil mencoba menyayat kepala Naruto dengan sabit besarnya. Naruto yang menyaksikan hal tersebut dengan sigap menahannya dengan menggunakan kedua katananya yang masih setia berada ditangannya. "gila, berat sekali serangannya" pikir Naruto melihat tanah yang dipijaknya mulai ambles kedalam. "tidak ada pilihan lain!" teriaknya. Kemudian secara tiba-tiba Badan Naruto mengeluarkan semacam energi yang membuat Ker terpental, kemudian Naruto berubah penampilan menjadi malaikat bersayap abu-abu dengan cincin diatas kepalanya serta tanduk didahinya. 'Balance Breaker: morning bringer (1st form)' batin Naruto.
Kemudia Naruto menembakkan Laser berwarna Abu-abu kearah Ker. Ker dengan sigap membelah Serangan tersebut dengan sabitnya dan membuat serangan tersebut berubah arah dan menghantam laut dan membuat 2 ledakan besar yang membuat tempat tersebut mengering sesaat. Ker yang melihat hal tersebut tersenyum puas "INILAH YANG KUINGINKAN!" teriak Ker. Ker kemudian melesat dan mencoba menyabetkan sabitnya kearah Naruto. Naruto dengan sigap mengeluarkan sebuah claymore berwarna abu-abu dari ketiadaan dan menahan serangan Ker. "TRANG!" dua bua senjata tersebut bertemu dan bertabrakkan. Naruto tidak membuang kesempatan segera melancarkan tinjunya kearah Ker. Naruto kemudian mengeluarkan api berwarna abu-abu dikepalan tangan kirinya dan mencoba memukul Ker, dengan sigap Ker menahan pukulan Naruto dengan sayap tulangnya.
Secara mengejutkan, sayap tulang Ker hancur berkeping-keping dan tinju Naruto sukses menghantam Ker dan membuatnya terpental puluhan meter. Tanpa membuang waktu, Naruto membuat ratusan lingkaran sihir besar dan dari dalam lingkaran tersebut keluar moncong meriam yang menembakkan sinar laser berwarna abu-abu dengan ukuran sebesar bus. Ker yang tampaknya melihat hal tersebut segera kembali kemode kedewaannya dan menahan serangan Naruto dengan kedua tangannya . Tampaknya Ker berhasil menahan serangan tersebut kemudian melihat Naruto mulai kelelahanpun melesat secara ajaib dan berada disamping Naruto dan menendangnya dengan sangat kuat. "DUAKKH!" bunyi tendangan Ker sangat kuat sampai membuat udara disekitar naruto memadat karena kuatnya. Naruto kemudian terpental puluhan meter.
"sial" rutuk Naruto sambil menahan sakit akibat tendangan tadi. "Baiklah, akan kugunakan 2nd form" kata naruto sambil mengigit jarinya dan merapal mantra. Ker yang menyaksikan hal tersebut terdiam dan menunggu pertunjukkan yang lebih menarik untuknya. "BWUSSHHH" terdengar bunyi udara berasal dari tempat naruto berdiri. Naruto sekarang telah dilapisi armor dan keenam sayapnya berubah jadi hitam metalik (kayak hades cloth di saint seiya #author gak kreatif). 'judgment mode' batin Naruto.
Kemudian Naruto menghilang dan kemudian muncul dibelakang Ker dan memberikan tendangan Keras yang sampai membuat udara disekitar Ker meledak. Ker yang menerima tendangan tersebut terpental puluhan meter. Kemudian Ker yang masih terbang karena terpental mengeluarkan kartu dengan angka 13. "the death!" serunya. Kemudian kabut hitam menyelubungi Ker dan membuatnya berhenti melayang dan kabut tersebut menyerang Naruto dengan bentuk pisau. Naruto dengan sigap menghindar dan mengelurakan sebuah pedang hitam yang berukuran sekitar 1,5 meter dan mencoba menebas kabut yang menyelubungi Ker. "TRAKK!" kabut tersebut berhasil menahan serangan Naruto. Dan dari kabut tersebut muncul wujud asli Ker yang berpenampilan gadis berambut pirang dengan pakaian armor seperti cloth Athena tapi dengan warna hitam dan sabitnya yang mengecil menjadi panjang 1 meter saja Menghiasi tangan kanannya. "jadi ini wujud aslimu? Saying wajah cantik begitu harus menjadi dewa pembawa kematian" komentar Naruto dengan nada datar.
"Terima ini!" teriak Ker sambil mengayunkan sabitnya kearah Naruto. Naruto dengan sigap menahannya dengan pedangnya dan dengan keenam sayapnya Naruto mengeluarkan sinar laser yang mengarah kearah Ker. Rasakan "seis pilares definitive!" teriak Naruto. Sinar tersebut menghantam kedua tangan Ker yang membuat tangannya putus. Ker yang menyaksikan kedua tangannya putus hanya bisa tertawa ala psikopat "HAHAHAHA! OMOSHIROI! Baiklah, aku akan akhiri permainan kita dengan ini!" teriak Ker sambil mengeluarkan kedua tangan barunya yang entah muncul darimana dan mengambil sebuah pedang berwarna bening. 'APA! diam masih punya tangan' Naruto terkejut melihatnya
"Bersiaplah, NARUTO!" Ker berteriak sambil mengayunkan pedangnya dari jarak yang cukup jauh dari Naruto. "messis vitae!" teriak Ker sambil menyabetkan pedangnya kearah Naruto. Naruto yang melihat angin tebasan tersebut menuju dirinya dengan cepat. Untung Naruto berhasil menghindarinya dengan mencoba terbang keatas dan melakukan counter-attack kearah Ker.
"terima ini! Justicia!" teriak Naruto sambil berada diatas kepala Ker dengan bogem yang berwarna putih bercahaya ssangat terang. Ker yang menyadari hal tersebut hanya bisa menutup matanya karena terlalu silau. 'sial' batin Ker. "BUAKKKHHHH!" kemudian tubuh Ker terjatuh ketanah dan membuat sebuah kawah sangat besar dilaut dan membuat Ker berada ditengahnya dengan kondisi badan sangat mengenaskan. Naruto yang berpendapat bahwa lawannya telah kalah lalu pergi ketempat Issei dkk.
Setibanya disana, naruto langsung mengaktifkan segelnya dan membuat mereka berempat berpindah kerumah Naruto. "urgghhhh, sakit sekali seluruh tubuhku, rasanya mau hancur saja!" rutuk Naruto. Tampaknya tubuh Naruto tidak dapat bertahan lebih lama lagi dari mode dewanya tersebut. Kemudian naruto memuntahkan sangat banyak darah dari mulutnya dan membuat dia kembali kebentuk manusianya dengan badan penuh luka bakar dan tulangnya sebagiann besar patah. Naruto yang tak dapat menahan sakit tersebut kemudian jatuh di dapurnya dengan kondisi mengenaskan.
Disuatu tempat….
Naruto POV
Hmmm, kenapa disini kosong sekali? Dimana aku sekarang? Apa aku sudah mati? Apakah aku sudah gagal?...
End POV
Naruto terus melamun ditempat kosong tersebut, tempat yang sejauh mata memandang hanya putih dan putih saja yang menjadi warna.
"Tidak…Kau belum mati kok!" tiba-tiba sebuah suara laki-laki menjawab salah satu pertanyaan naruto.
"Siapa kau?!" tunjukkan dirimu.
"baiklah" jawab suara tersebut. Tiba-tiba mucul sebuah portal yang mengeluarkan seorang pria dengan penampilan lebih mudah dari Naruto dengan Rambut Ikal dan wajah pucat serta mata biru sapphire yang mirip Naruto.
"siapa kau?" Tanya Naruto.
"aku bisa dibilang merupakan dewa, aku saudara dari Ker" jawabnya.
Naruto yang mendengar kata Ker langsung siaga menatap laki-laki didepannya ini. "Apa maumu?!" selidik Naruto dengan mata tajam menatap sosok dihadapannya.
"hmm, aku tidak akan bertarung denganmu, tenanglah" jelasnya yang membuat Naruto menjadi lebih tenang.
"Baiklah, Namaku adalah Thanatos. Aku juga dewa kematian, tapi aku memberi kematian yang tenang berbeda dengan saudaraku Ker yang memberikan kesakitan ketika mati" jelasnya.
"hmm, jadi apa tujuanmu menemuiku" Tanya Naruto pada Thanatos.
"pertama-tama aku minta maaf atas ulah adikku" ucap Thanatos sambil membungkuk 90 derajat dihadapan Naruto. Naruto yang melihatnya hanya bisa sweatdropped. "kudengar ini caranya orang diduniamu meminta maaf" tambah Thanatos.
"T-terserah" jawab Naruto yang masih bingung. ' dewa kematian yang terlalu sopan' batinnya.
"yang kedua aku ingin kau memaafkan adikku, dia Cuma merasa kesepian karena aku dan orang tuaku terlalu sibuk mengurusi dunia kematian" tambahnya.
"hmmm, aku sih tidak masalah sebenarnya. Tapi apakah dia akan kembali menyerangku?" Tanya Naruto.
"tenang saja, aku akan mengurusnya nanti, atau lebih tepatnya kau yang mengurusnya." Jawab Thanatos sambil tersenyum.
"maksudmu?" Tanya Naruto.
"jawabanku kali ini adalah permintaanku kepadamu sekarang" kata Thanatos sambil tersenyum penuh arti.
"apa?" Tanya Naruto.
"percaya atau tidak, kekuatan adikku telah dicuri oleh orang ketika dia kau buat K.O pada serangan terakhir tadi" jelas Thanatos sambil tetap tersenyum.
"apa?!" teriak Naruto. "dewi kematian sepertinya bisa dicuri kekuatannnya?" Tanya naruto tak percaya.
"yup, sekarang adik tercintaku sedang tak berdaya menjadi manusia biasa" jelas Thanatos.
"kalau begitu kenapa tak kau bawa pulang dia ke dunia kematian?" Tanya Naruto dengan nada penasaran.
"hmm, sekarang dia adalah manusia, jika kubawa dia kesana pasti dia mati" jelas Thanatos.
"Lagipula jika aku cabut nyawanya sekarang, tubuhnya tidak akan bisa bereinkarnasi lagi karena dia bukan bagian dari makhluk hidup" jelas Thanatos.
"jadi apa tugasku?" Tanya Naruto.
"jagalah dia sampai aku temukan pencuri itu" jelas Thanatos yang membuat wajah Naruto memucat.
"tidak!tidak!tidak!" tolak Naruto. "kau ingin tukang jagal itu tinggal serumah denganku?" Tanya Naruto.
"ohhh, itukah keinginanmu Naruto Lucifer?" goda Thanatos. "tubuh adikku memang menggoda ya" tambahnya.
"B-bukan begitu! Bagaimana kalau dia membunuhku nanti!" elak Naruto dengan wajah memerah.
"tenang saja, akan kuingatkan dia!" jawab Thanatos dengan mantap yang membuat Naruto terdiam.
"Lalu kapan dia akan tinggal bersamaku?" Tanya Naruto.
"hmmm, Nanti saja. Sekarang aku sedang memulihkan energinya yang terhisap karena tercuri" kata Thanatos.
"hmmm, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Naruto.
"boleh saja dan apa itu?" Tanya balik Thanatos.
"apa kau tahu seorang wanita yang terbunuh oleh serangan sekelompok malaikat jatuh 185 tahun lalu?" Tanya Naruto dengan wajah penasaran.
"sebentar, sebagai selektor kematian aku punya daftarnya." Kata Thanatos."sebagai hadiah untukmu aku akan memberi tahu identitasnya" jawab Thanatos lagi sambil mengeluarkan buku berwarna coklat tua yang berisi daftar kematian dan kelahiran.
"baiklah" kata Naruto.
"namanya?" Tanya Thanatos.
"Emi…." Jawab Naruto dengan nada Sedih.
"ohh,, ketemu! Dia tereinkarnasi jadi seekor Nekomata!" jawab Thanatos. "dan tampaknya dia sekarang kelihatan sehat. Saja" tambah Thanatos."dann tampaknya dia menjadi iblis liar sekarang" tambah Thanatos sambil membaca buku tersebut
Naruto yang mendengar hal tersebut tanpa terasa menitikkan air mata bahagia. "ternyata dia tetap ada di dunia ini" lirihnya.
"oh iya, namanya adalah..." "CUKUP!" potong Naruto.
"kenapa?" Tanya Thanatos.
"aku sebaiknya tak mengenalnya. Aku Cuma membawa sial baginya" jawab naruto.
"hmm, baiklah. Tapi sepertinya takdir tak akan menjauhkan kalian kok" kata Thanatos yang membuat Naruto bingung.
"takdir?" Tanya Naruto.
"ahh, tidak ada apa-apa" jawab Thanatos. "nah, baiklah. Sudah saatnya aku pergi, tampaknya juga banyak yang sudah mengkhawatirkanmu loh" Kata Thanatos sambil perlahan menghilang.
"Hey! Tunggu! Urrgggg!" tiba-tiba cahaya terang berpendar menerangi mata Naruto dan membuat dirinya menutup mata.
Ketika Naruto Sadar tampak dirinya sedang terbaring dirumah sakit dengan balutan perban yang membuatnya seperti mumi. Dan Nampak dari sudut matanya, beberapa orang yang dia kenali sebagai Rias, Akeno, Issei, Kiba, Koneko, dan Asia sedang duduk di sofa rumah sakit sambil tertidur dikarenakan sudah malam. Dan tak lama kemudian tampak sebuah Kekkai menyelubungi tempat Naruto dan membuat Naruto panik. Kemudian muncullah celah Dimensi dan Nampak Ophis keluar dari situ.
Naruto yang kemudian melihat Ophis kemudian mencoba berdiri. "ada apa Ophis?" Tanya Naruto dengan polosnya pada Ophis yang masih tertunduk.
"PLAKKK!" secara mengejutkan Ophis menampar wajah Naruto dengan kuat.
"Hey! Apa maksudnya ini!" protes naruto.
"Baka! Itu untukmu yang sok kuat!" teriak ophis sambil mengangkat wajahnya yang terlihat menahan tangisannya. "kau tidak tahu seberapa khawatirnya aku melihatmu koma selama seminggu dirumah sakit!" tambah Ophis. "kalau merasa tidak sanggup mintalah bantuan!" bentak Ophis dengan airmatanya yang meleleh secara cepat.
Naruto yang menyaksikan hal tersebut kemudian tersenyum tulus. 'Dia peduli terhadapku' batinnya. Kemudian naruto dengan menggunakan sedikit usaha memeluk Ophis yang berada disamping tempat tidurnya. "gomen, membuatmu khawatir." Kata Naruto sambil mendekap dan mengelus rambut Ophis.
"B-baka! Jika tidak ada kau, bagaimana aku bisa menjadi diriku" lirih Ophis sambil terus memeluk Naruto seolah tak mau lepas.
"maaf, lain kali aku tidak akan membuatmu khawatir lagi" jawab Naruto mencoba menenangkannya."dan apa tidak apa-apa kau muncul disaat sekarang?" Tanya naruto.
"ada Kekkai yang melindungiku, jadi tidak apa-apa" balas ophis sambil tetap memeluk Naruto. "lain kali, mintalah bantuan kepadaku. Aku lebih kuat darimu" lirih ophis.
"baiklah, baiklah. Ophis" jawab Naruto yang kemudian mulai melepas pelukkannya. "dan suatu hari nanti aku yang akn melindungimu, cebol sial" jawab Naruto sambil tersenyum.
"baka" jawab Ophis sambil memerah karena mendengar julukannya yang disematkan oleh Naruto kembali Naruto ucapkan.
Kemudian mereka berdua menikmati waktu berdua mereka sampai tengah malam.
Pagi Harinya
Naruto yang baru saja bangun pun mencoba membangunkan Rias dkk dengan tertatih-tatih. Kemudian Naruto menepuk-nepuk bahu Rias dan Akeno yang tidur berdampingan.
"Rias, Akeno….. bangun" seru Naruto sambil menepuk bahu mereka berdua. Tak lama Kemudian yang dibangunkanpun terbangun.
"hmmm, ada ap- Naruto-kun!" teriak Rias dan Akeno dengan gembira sambil dengan spontan memeluk Naruto.
"h-hey, santai sajalah. Aku Cuma tidur bukan?" Tanya Naruto.
"baka! Kau sudah seminggu terbaring koma disini!" bentak Rias sambil menangis. "kami mencoba menggunaka Healing twilight Asia sampai memanggil Nii-sama untuk mengobatimu tapi tak ada hasilnya!" tambah Rias sambil tetap menangis.
"N-naruto-kun, kenapa kau begitu nekat….hiks" tangis Akeno sambil tetap memeluk Naruto sambil menangis.
"gomen-gomen, aku tak menyangka aku didesak sedemikian rupa oleh lawanku, sehingga aku mesti memakai tenaga penuhku" jelas naruto. 'pasti ini ulah Thanatos yang menyembuhkanku' batin Naruto berpikir.
"hmm, kalian berdua tenanglah. Kau sudah baik-baik saja kok" jawab Naruto sambil mencoba menenangkan dua orang gadis yang dari tadi memeluknya dengan mengusap rambut mereka."aku… Cuma…perlu….tidur..." ucap Naruto sambil perlahan tertidur mendekap Rias dan Akeno.
"dia memang bodoh" ucap Rias sambil tersenyum.
"memang" jawab Akeno.
"tapi itulah yang membuatku menyukainya" jawab Rias dan Akeno sambil membopong Naruto ketempat tidur.
TBC
Sekian chapter 11. Terima kasih buat yang udah Review, kuharap kalian menikmati chapter ini. Sesudah mungkin author bakal telat publish untuk chap 12 dan 13 karena laptop yang bisa tiba-tiba ngehang. Review kalian author sangat hargai karena merupakan sumber inspirasi dan pemberi semangat bagi author. Sekian dan terima kasih ^_^
