Title [ Do not blame your past, because the past will never change ]
Author [ Takii_yuuki]
Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Zhang Yixing / Lay,Wu Yifan / Kris
Kim Jaejoong,Jung Yunho
Shim Changmin,Cho Kyuhyun
Xi Luhan,Oh Sehun
Lee Donghae, Lee Hyukjae
Zhoumi
And other character..
Rating : M
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
TVXQ-JYJ_EXO
Flashback on...17 Years Ago...
Eunhyuk menelpon Zhoumi dan bilang ia sedang menuju restaurant dan minta Zhoumi menunggunya. Saat akan masuk mobil, Donghae mencegah dan menarik tangan Eunhyuk. Donghae menarik Eunhyuk menuju sebuah tempat, Taman Ivhi "Kau ini apa-apaan? Lepaskan aku!"Eunhyuk kesal dan marah atas tindakan Donghae. Donghae pun juga marah, "Kau tidak punya harga diri dan sangat bodoh"
"Kau jangan hiraukan aku dan jangan pedulikan aku. Aku bisa mengurus diriku sendiri." Balas Eunhyuk.
"Tapi aku tidak bisa berpura-pura terus setiap hari, hatiku ini bukan dari baja. Aku manusia."
"A-apa maksudmu?" lalu tiba-tiba Donghae menarik kepala Eunhyuk dan mencium bibirnya. Kejadian itu tak urung membuat Eunhyuk kaget. Eunhyuk tampak shock dan melepaskan ciumannya sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi. Eunhyuk lemas dan mencoba mencerna kejadian tadi. "Donghae, a-apa yang kau lakukan, kita kan sama-sama namja. Ha! Ha! Ha! Aku pasti bermimpi Lee Donghae menciumku. Sepertinya aku kurang istirahat. Lebih baik aku segera pergi dari sini." Saat Eunhyuk akan pergi, tangannya dicekal oleh Donghae dan Donghae merengkuhnya dalam pelukannya.
"Kau tidak bermimpi, aku memang mencium karena aku mencintaimu." Ujar Donghae sambil memeluk Eunhyuk yang masih tak percaya dengan kejadian yang menimpanya barusan.
"A-apa maksudmu Hae?" Donghae melepas pelukannya dan menatap Eunhyuk dengan mesra.
"Aku mencintaimu, sudah lama aku menyukaimu."
"Bagaimana dengan Hyena, d-dia menyukaimu Hae"
"Dia hanya ku anggap seperti adikku, dia sahabatku, seperti aku bersahabat dengan Zhoumi dan sebaliknya. Aku tahu seharusnya tidak ada cinta dalam persahabatan kita tapi aku tidak bisa menahan perasaan ini. Aku mencintaimu dan aku tahu kau juga mencintaiku."
"H-Hae.. a-aku.."
"Sssttt... aku tahu kau pasti masih shock dengan kata-kata ku barusan, tapi aku sungguh mencintaimu Hyukkie." Mata Eunhyuk berkaca-kaca, ia mengangguk dan memeluk Donghae sebagai jawaban kalau ia juga mencintai Donghae.
"A-aku juga mencintaimu Hae, tapi aku takut karena Hyena lebih dulu menyukaimu, dia sahabatku dan aku tidak mau membuatnya kecewa."
"Besok aku akan menjelaskan semua padanya, kau jangan khawatir." Eunhyuk mengangguk lagi, ia semakin melesakkan kepalanya di dada Donghae.
At restaurant
Zhoumi berusaha menghubungi Eunhyuk namun tidak ada jawaban. Ia pun pergi meninggalkan Restaurant dan mencari Eunhyuk. Zhoumi berputar-putar mencari Eunhyuk melalui signal yang dilacak dari hp milik Eunhyuk, dan tak berapa lama kemudian ia mendapati Eunhyuk sedang duduk di Taman Ivhi sendirian, seperti sedang menunggu orang. Zhoumi pun menghentikan mobilnya dan ingin menghampiri Eunhyuk, tapi saat ia akan menghampirinya, tiba-tiba seorang namja datang menghampiri Eunhyuk lebih dahulu sambil menyodorkan minuman untuknya. Ya namja itu adalah Donghae. Donghae mencium puncak kepala Eunhyuk dan duduk disamping Eunhyuk. Zhoumi pun menghentikan langkahnya, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke hp nya, Zhoumi segera membukanya, dan itu dari Eunhyuk, ia meminta maaf tidak bisa datang ke restaurant karena ada urusan mendadak. 'Urusan dengan Donghae maksudmu.' Kekeh Zhoumi miris dan seketika itu pula, ia melihat Eunhyuk dan Donghae berciuman mesra didepan matanya, ia juga mendengar sedikit desahan keluar dari mulut Eunhyuk, matanya pun memanas menyaksikan kemesraan Eunhyuk dan Donghae. Akhirnya Zhoumi pun memutuskan untuk meninggalkan Taman Ivhi.
DB5K
Tanggal 15 Oktober, Hyena datang ke apartement Donghae, ia berniat untuk merayakan ulang tahun Donghae dan menyatakan perasaannya pada Donghae sebelum acara kelulusan esok lusa.
Ting Tong 3X
CKLEK! Donghae membuka pintu apartemennya. Ia sedikit terkejut mendapati seorang yeoja berada di depan pintu kamarnya sambil membawa kue ulang tahun. Wajahnya terhalang kue. Dan tiba-tiba,
"KEJUTAN!" Wajah Hyena menyembul dari balik kue tersebut. "Selamat Ulang Tahun Hae." Hyena menyodorkan kue ulang tahunnya pada Donghae, "Make a wish dan tiup lilinnya. Ppali." Donghae tersenyum, kemudian ia memejamkan matanya dan tak lama setelahnya meniup lilin tersebut.
"Yeay.. By the way kau tidak menyuruhku masuk. Apa kita akan merayakan ulang tahunmu diluar ruangan Hae?"
"OMO, maaf Hyena, aku sampai lupa, masuklah." Donghae menepuk jidatnya.
"Terima kasih." Hyena pun masuk ke dalam, ia meletakkan kue tersebut di meja.
"Zhoumi dan Eunhyuk tidak ikut bersamamu?" tanya Donghae heran saat mendapati Hyena hanya sendiri.
"Mereka bilang, nanti menyusul. Aku siapkan makanan dan minumannya dulu ya. Jangan lupa, suruh Zhoumi mengambil Wine yang aku pesan kemarin di rumahku." Donghae mengangguk, ia menelpon Zhoumi untuk mengambil Wine dirumah Hyena.
30 menit kemudian, Eunhyuk datang dan 5 menit setelahnya menyusul Zhoumi. Eunhyuk membawa kado berukuran kecil untuk Donghae. "Terima kasih sayang." Ucapnya pelan sambil mencium pipi Eunhyuk. Tak berapa lama Zhoumi datang sambil membawa Wine. Kejadian di taman saat itu masih membekas di hati dan pikirannya namun ia sembunyikan. Ia berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu dan bersikap biasa di depan Donghae dan Eunhyuk.
Mereka pun akhirnya menghabiskan acara ulang tahun Donghae dengan cukup meriah, meskipun hanya berempat tapi kekompakan mereka mengalahkan semuanya. Hingga tiba saatnya Donghae membuka pembicaraan sehingga semuanya hening menunggu kata yang akan keluar dari mulut Donghae.
"Hari ini, di hari yang istimewa ini, aku ingin memberi berita gembira untuk kalian sekaligus meminta maaf."
"Berita gembira apa Hae?" tanya Hyena antusias. "Dan untuk apa kau meminta maaf?"
"Huftt.." Donghae menghembuskan nafas pelan, kemudian melirik ke arah Eunhyuk. "Aku meminta maaf karena sudah melanggar janji kita berempat."
"Soal apa?" Hyena semakin penasaran, sedangkan Zhoumi, ia diam saja karena tahu apa yang akan dibicarakan oleh Donghae. Tangannya ditekuk di depan dada.
Donghae menggenggam tangan Eunhyuk, hal itu membuat Hyena mengerutkan dahinya.
"Aku dan Hyukkie, sudah berpacaran."
"MWO!" Hyena terbelalak, ia terkejut karena Eunhyuk yang lebih dulu mendapatkan Donghae padahal Eunhyuk tahu kalau ia mencintai Donghae. "Kalian berpacaran?" Eunhyuk menunduk, ia benar-benar takut melihat kemarahan Hyena.
"Bagaimana bisa? Hyukkie kau.. arrgghh.."
"Hyena maafkan aku." Pinta Eunhyuk.
"STOP.. jangan dekati aku. Kau bukan sahabatku. Jelas-jelas kau tahu aku menyukai Donghae sejak lama, kenapa kau merebutnya dariku?"
"Aku mencintai Hyukkie dan dia juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku hanya menganggapmu adikku, sahabatku, seperti Zhoumi."
"Hanya SAHABAT? Kalian sama-sama namja, bagaimana bisa kalian.. aishh.. menjijikkan." Hyena bangkit dari tempat duduknya.
"Hyena..!" akhirnya Zhoumi angkat juga bangkit dari tempat duduknya dan mencekal tangan Hyena. "Jaga mulutmu."
"Lepaskan aku,"Hyena melepas cekalan Zhoumi dengan menghempaskannya. Eunhyuk pun mulai menangis, "Kau, sahabat macam apa kau ini HAH? Teganya kau menusukku dari belakang dan berpacaran dengan Donghae."
"Aku yang memilih Hyukkie bukan dia yang merebut diriku darimu. Aku menyukai dia sejak lama, dan ya aku memang gay, lalu kenapa? Hyukkie sangat berarti untukku, lebih dari apapun" bela Donghae.
"Apa aku tidak berarti apa-apa untukmu? Bagaimana bisa wanita sepertiku tidak berarti apa-apa untukmu. Aku cantik, aku wanita dan aku bisa memberimu keturunan. Kita bisa jadi pasangan paling serasi di kampus dan seluruh dunia kalau mau. Bagaimana bisa kau tidak menyukaiku?" tanya Hyena dengan nada marah.
"Kau memang cantik, pintar dan banyak orang yang menyukaimu tapi kau berbeda dari Eunhyuk. Ada hal lain yang dimiliki Eunhyuk tapi kau tak punya dan hal itu yang membuat aku mencintainya. Kita dekat karena kita sahabat, semua sahabat memang seperti itu. Dekat satu sama lain. Sepertinya kau salah sangka dalam menyikapi semua perhatianku padamu."
"Salah sangka? Kau memberiku harapan palsu seolah-olah kau menyukaiku dan mencintaiku dengan sikap dan perbuatan lembutmu padaku? Kau mengisyaratkan padaku seolah-olah kau menyukaiku dan aku menaruh harapan besar padamu. Lee Donghae kau memang Brengs*k dan kau Lee Hyukjae, jangan harap aku akan memaafkanmu karena perbuatanmu ini. Persahabatan kita PUTUS! Selesai sampai disini."
"Hyena maafkan aku." Eunhyuk menangis mencoba meminta maaf pada Hyena. Hyena tak menggubrisnya, ia mengambil gelas yang berisi sirup di depannya dan menyiramkannya pada Eunhyuk.
BYURR! "HYENA" seru Donghae dan Zhoumi bersamaan.
"Itu pantas untuk pengkhianat sepertimu." Hyena pergi meninggalkan meja makan sambil menarik kain yang melapisi meja tersebut hingga membuat semua yang ada di meja makan itu terjatuh. PRANG..! "Jangan pernah tunjukkan wajah kalian didepanku, karena itu membuatku muak dan akan aku pastikan hidup kalian menderita. Camkan itu." ancam Hyena pada Donghae dan Eunhyuk. BRAKK! Hyena menutup pintunya dengan kasar. Eunhyuk semakin terisak, Donghae memeluknya mencoba menenangkannya, sedangkan Zhoumi, ia mengambil handuk untuk membersihkan wajah Eunhyuk.
Hyena pergi dari apartement Donghae dengan keadaan marah, ia memutuskan pergi ke bar untuk minum-minum.
"Lebih baik aku mencari Hyena, keadaannya tidak stabil untuk dia menyetir sendiri." Ucap Zhoumi. Donghae mengangguk, ia menyetujui saran Zhoumi.
"Baiklah, carilah dia, jika keadaan sudah tenang, aku akan meminta maaf padanya."
"Jaga Hyukkie baik-baik."
"Ne, kau tenang saja." Zhoumi menatap Eunhyuk sendu, perasaan yang tak terbalas, cinta yang bertepuk sebelah tangan, namun apa mau dikata, Eunhyuk sudah memilih, dan jika itu membuatnya bahagia maka dirinya juga akan ikut bahagia dan dia berjanji akan terus menyimpan cinta pada Eunhyuk dalam dirinya dan akan merahasiakan hal itu dari siapapun, termasuk Eunhyuk.
At Bar
Sudah lebih dari 5 botol bir Hyena habiskan, dan beberapa gelas minuman keras sejenis wine ia teguk untuk menghilangkan stress-nya, namun bayangan Eunhyuk dan Donghae tak bisa hilang dari pikirannya. "Kalian Brengs*k . apa kekuranganku Hae? Aku cantik, aku kaya, tapi kenapa kau memilih namja itu. , kau gila Hae, kalian Gila. Hey pelayan 1 botol lagi." Ujar Hyena yang sudah mabuk berat.
"Noona, kau sudah mabuk berat, jangan memesan lagi." Tolak sang bartender.
"Diam kau, hiks.. aku punya banyak uang, aku bayar kok, kau tenang saja. Berikan aku 1 botol lagi. Cepat... hiks.."
"Tapi Noona.."
"Hyena ayo kita pulang." Ucap Zhoumi tiba-tiba, ia memegang kedua lengan Hyena dan mengajaknya pulang namun ditepis Hyena.
"Mau apa kau? Pergi..Hiks.. aku masih mau disini. Pergi.." usir Hyena.
"Kau ini mabuk.. pelayan bantu aku angkat Noona ini ke mobil."
"Baik Tuan."
"Tidak mau, pergi, aku tidak mau." Ronta Hyena namun Zhoumi dan pelayan itu menulikan telinganya. Mereka membawa Hyena masuk ke mobil Zhoumi dan Zhoumi mengantar Hyena pulang ke rumahnya.
Beberapa Minggu kemudian...
Donghae dan Zhoumii sedang asyik mengobrol di kantin kampus. Mereka berbincang seperti biasa. Hingga Eunhyuk datang menghampiri Zhoumi dan Donghae dengan wajah gembira dan berseri-seri.
"Halo sayang, ada apa? Kenapa kau terlihat senang sekali?"
"Iya, ada apa Hyuk?" tanya Zhoumi penasaran. Eunhyuk tidak menjawab, ia hanya menyerahkan selembar surat pada Donghae. Donghae mengeryitkan dahinya namun ia tetap menerimanya.
"Hasil Tes Urine Tuan Lee Hyukjae, 17 tahun. Positif – Male Pregnant. Male Pregnant?" Eunhyuk mengangguk lucu. Zhoumi merebut surat itu dari Donghae dan ikut membacanya. Raut wajahnya berubah sedangkan Donghae, Otak Donghae sedang loading memikirkan 'Male-Pregnant' dan akhirnya, "MWO! Kau, kau.." Eunhyuk menunjuk perutnya.
"Hyukkie..." Donghae memeluk Eunhyuk erat.
"Baby, ada Baby di perutmu?" Eunhyuk kembali mengangguk. Donghae meneteskan airmata bahagianya dalam pelukan Eunhyuk, sedangkan Zhoumi, ia hanya tersenyum miris, antara sedih dan senang, itu yang dia rasakan saat ini.
"Sebentar lagi aku akan jadi ayah. Zhoumi, Hyukkie hamil.."
"Iya aku tahu, selamat ya Hae, Hyuk, baby kalian pasti akan sangat lucu sekali." Zhoumi tersenyum , ia memeluk Eunhyuk dan memberikan ciuman di keningnya sebagai ucapan selamat.
Di tempat lain, Hyena memegang sebuah test pack dan membaca hasilnya setelah 30 detik lalu ia mencelupkannya di air urine nya. Hyena menatap dirinya di cermin, sedikit lusuh namun tetap menawan. Dan setelah 30 detik, ia melihat hasil di test pack itu, 2 garis merah. Tubuh Hyena bergetar, ia berulang kali mengusap matanya dan hasilnya tak berubah, 2 garis merah tanda ia positif hamil.. Hyena melempar alat itu."Aarrgghh tidak mungkin...! Tidak mungkin aku hamil, Bohong, semua itu bohong... Andwee..." Hyena memukul perutnya berulang kali, dan akhirnya jatuh lemas di dekat wastafel sambil bercucuran airmata.
DB5K
"Aku hamil." Ucap Hyena pada namja yang berdiri disampingnya. Saat ini mereka ada dibalkon kampus.
"Aku akan bertanggung jawab. Jika itu yang kau mau." Jawab namja itu.
"Aku tidak mau kau jadi ayah dari anakku, aku sudah dapat calon ayah yang pantas untuk anakku."
"Maksudmu?"
"Aku sudah menemukan ayah yang pantas untuk bayiku, jauh lebih baik dari dirimu dan Donghae."
"Aku ayahnya, aku bisa menghidupi kalian. Aku tidak semiskin itu Hyena." Ucap namja itu marah, ia tak terima dihina seperti itu.
"Zhoumi Please.. aku tidak menyukaimu sama sekali, kau memang sahabatku tapi dulu bukan sekarang. Kau miskin dan aku tidak mau bersamamu. Level kita berbeda."
"Hyena, kau tidak bisa menjauhkanku dari anakku sendiri."
"Tentu aku bisa, aku punya uang. Aku bisa melakukan apa saja demi menyingkirkanmu dari hadapanku dan aku juga bisa membuat anak 'kita' tidak bisa melihat dunia. Apa kau ingin seperti itu?"
"Jangan lakukan hal yang macam-macam Hyena,"
"Kalau begitu jauhi aku dan jangan tunjukkan wajahmu di depanku lagi. Mengerti." Zhoummi menghela nafas panjang, ia tak mau terjadi apa-apa dengan anaknya,"Baiklah aku akan pergi dari hidupmu dan tidak akan mengganggumu lagi. Tapi aku mengajukan syarat padamu?"
"Apa? Asal kau menjauhiku dan keluarga baruku kelak."
"Jika anak kita laki-laki, beri nama dia Wu Yi Fan dan jika dia perempuan Wu Ye Sha."
"Baiklah akan kupertimbangkan. Hanya itu?"
"Satu lagi, tolong jawab pertanyaanku,menurutmu apa arti persahabatan kita selama ini?" tanya Zhoumi sambil menyodorkan foto persahabatan mereka. Hyena mengambilnya dan terkekeh. Ia menyobek foto tersebut dan membuangnya.
"Aku tidak peduli lagi dengan persahabatan kita, persahabatan kita sudah lama berakhir dan aku tidak mau mengingatnya lagi. Selamat tinggal Zhoumi." Ucap Hyena sambil berlalu.
"Eunhyuk hamil dan mereka akan segera menikah." Langkah Hyena terhenti, ia menoleh kearah Zhoumi, "Beruntung Donghae memilih Eunhyuk daripada dirimu, karena memang level kalian berbeda. Eunhyuk jauh diatasmu Hyena dan sebenarnya kau tahu itu." Hyena menggeram marah, ia mengepalkan tangannya dan pergi dari hadapan Zhoumi. Setelah kepergian Hyena, Zhoumi terduduk lemas, ia memegang dadanya yang sakit.
"Anakku.. maafkan Appa.. Donghae-Eunhyuk, maafkan aku." ia menangis sambil memunguti foto yang dirobek oleh Hyena.
1 bulan kemudian...
Donghae dan Eunhyuk pun melangsungkan pernikahan mereka, begitu juga dengan Hyena. Ia menikah dengan pemuda kaya raya, Jung Yunho yang menurutnya lebih baik dari Donghae dan Zhoumi, Hyena memang menyukai dan terobsesi dengan Yunho namun dendamnya pada Donghae dan Eunhyuk tak pernah hilang. Ia akan membalas dendam.
9 bulan berlalu, Eunhyuk melahirkan anak laki-laki begitu juga Hyena, namun Hyena lebih cepat 1 bulan karena ia hamil lebih dahulu daripada Eunhyuk
"Kita beri nama siapa Hae, anak kita?"
"Eunhyuk – Donghae- Lee Eunhae eum panggilannya Lay. bagaimana?"
"Bagus, bagus sekali namanya. Eunhae-Lay. Lay ya anak kita Lay. dia akan jadi dancer hebat seperti kita Hae." Ucap Eunhyuk sambil menitihkan airmata bahagianya.
"Ne, kita akan merawat anak kita dan membuatnya menjadi dancer hebat seperti kita." Donghae mencium putranya yang sedang tertidur lelap.
At other Side
"Yun, anak kita, mau diberi nama siapa? Kau saja yang memutuskannya. Umma dan Appa belum kemari, jadi aku bingung ingin memberi nama siapa."
"Itu anakmu bukan anakku, jadi terserah kau saja, aku tidak peduli." Ucap Yunho sambil berlalu.
"Yun.. Yun.." panggil Hyena namun Yuhno tak menggubrisnya. Hyena menahan airmatanya, ia menatap anaknya dengan tatapan sendu. "Sayang, appa mu tidak mau memberikanmu nama, tapi Umma ingat satu nama, Wu Yi Fan itu nama kecilmu dan itu hanya kita berdua yang tahu dan nama mu sebenarnya Kris Jung. I love you my Son." Ucap Hyena sambil mengecup dahi putranya.
DB5K
Pagi itu Hyena memutuskan untuk mengunjungi anaknya di ruang bayi, saat akan berbelok, ia melihat Donghae dan Eunhyuk sedang menggendong bayi menuju ruang bayi tersebut. Hyena membuntutinya pelan-pelan dan bersembunyi dibalik tembok. Ia melihat Eunhyuk meletakkan bayinya di kotak bayi dan pergi tak lama setelahnya. Setelah kepergian Eunhyuk dan Donghae, Hyena segera menghampiri box bayi yang bertag name 'Lee Eunhae'.
"Jadi ini anak kalian. Huh.. jangan harap kalian bisa bahagia Hae, Hyukkie. Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan. Sakit hatiku selama ini, akan kubuat kalian juga merasakannya." Hyena tersenyum licik melihat si kecil Eunhae yang menggeliat pelan. Hyena mengambil ponselnya. "Jiaheng, aku ada tugas untukmu, temui aku di Seoul Hospital." PIP! Hyena mematikan ponselnya, ia tersenyum sambil mengelus pipi Eunhae.
DB5K
Eunhyuk dan Donghae dalam perjalanan pulang setelah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Saat melewati jalanan sepi tiba-tiba mobilnya dihentikan oleh sebuah mobil jeep hitam yang berhenti mendadak di depannya. Donghae mengerem mendadak dan membuat dirinya dan Eunhyuk terantuk dashboard mobil,"Aw.. arggh.." rintih Eunhyuk
"OEKK..OEKK..OEKK" sedangkan Eunhae ia menangis karena suara jeritan Eunhyuk saat terantuk mencoba menenangkannya.
"Hae ada apa?"Donghae menggedikkan bahunya. Tiba-tiba 2 orang bertopeng keluar dari mobil jeep tersebut dan menghampiri mobil Donghae.
"KELUAR KALIAN!"perintah mereka.
"Hae aku takut.." ucap Eunhyuk sambil memeluk Eunhae yang terus menerus menangis.
"Tenang Hyukkie, aku akan menghadapinya."
"KELUAR, KALAU TIDAK AKU HANCURKAN MOBIL INI." Donghae pun keluar dan menyuruh Eunhyuk tetap di dalam mobil.
"Apa yang kalian inginkan?"
"Aku ingin bayi kalian. Serahkan dia padaku."
"Sebelum kalian mengambilnya, langkahi dulu mayatku." Donghae menantang kedua namja itu berkelahi. BUGH! BUGH! BUGH! Akhirnya Donghae jatuh tersungkur karena lawan yang tak seimbang. Wajahnya babak belur, Donghae kesakitan.
"Hae..!" Eunhyuk ketakutan. Seorang namja menghampiri Eunhyuk dan membuka pintunya kasar. Ia menarik Eunhyuk keluar dari dalam mobil dan merebut Eunhae.
"Jangan.. jangan ambil anakku." Eunhyuk mencoba mengambil Eunhae yang terus menangis namun ia malah di dorong hingga tersungkur dekat Donghae. Namja yang tidak membawa Eunhae menendang Donghae dan Eunhyuk sebelum meninggalkan mereka. Mereka bergegas kabur sebelum ada yang mengetahui aksinya. Mobil mulai meninggalkan mereka, Donghae mencoba berdiri dan berlari mengejar namun sebuah mobil dengan kecepatan penuh melaju ke arahnya dan menabraknya. DUAGHH! BRUKK!
"Donghaeee..." Jerit Eunhyuk. Tubuh Donghae terlempar ke atas kap mobil dan jatuh terguling. Tubuh Donghae mengejang. Eunhyuk mencoba berdiri menghampiri Donghae. Pemilik mobil bergegas turun dan ikut menolong.
"Donghae sayang, bangun. Donghae.." tatapan Donghae kosong, mulutnya mengeluarkan darah, "Donghae bertahan... Donghaeeee.." jerit Eunhyuk saat tangan Donghae terkulai lemas di sampingnya.
Other Side – Kota Daegu jarak ratusan kilo dari Seoul.
"Kita buang kemana bayi ini, dia tidak mau berhenti menangis." Ucap seorang namja yang tidak menyetir.
"Kita buang disini saja, lagipula perumahannya disini cukup sepi"
"Nama anak ini siapa?"
"Mana aku tahu. Kau saja yang memberi dia nama."
"Karena aku suka penyanyi Zhang Li Yin, bagimana kalau anak ini aku beri nama Zhang Yi Xing saja?"
"Terserah kau saja. Buat seolah-olah dia dibuang ibunya. Cepat, waktu kita tak banyak." Namja yang memegang Eunhae mengambil kertas dan menuliskan nama 'Zhang Yixing' di kertas dan menaruh kertas itu di box bayi Eunhae. Akhirnya mereka berhenti disuatu tempat dan keluar membawa bayi itu. Namja itu meletakkan bayi Eunhae di depan sebuah rumah yang tidak tahu siapa pemiliknya dan segera pergi.
Tak berapa lama kemudian, seorang namja cantik menggendong putra lelakinya di punggungnya sambil membawa barang belanjaan, baru saja pulang dari pasar.
"Min sayang, nanti Umma akan masakkan bubur kesukaanmu, Min mau?" Bayi itu mengangguk penuh semangat seolah mengerti kalau ibunya akan memasakkan sesuatu yang enak untuknya, ia menggigit mainan karetnya. "Na-na-na" jawab si bayi.
"Min pintar." Puji namja cantik itu. Saat sampai di dekat rumah, Namja cantik itu terkejut saat mendengar suara tangisan bayi dan mendapati box bayi di depan rumahnya, ia segera berlari menghampirinya.
"OMO, bayi siapa ini? Kenapa ada disini?" namja cantik itu mengambil secarik kertas yang tertinggal di box itu dan membaca namanya. 'Zhang Yixing'. "Bayinya cantik sekali, bayi secantik ini kenapa dibuang, tega sekali orang tuanya." Namja cantik itu mengambil bayi dalam box dan mencoba menenangkannya,"Cup-cup-cup sayang..sini Umma manisnya" dan hasilnya bayi itu langsung berhenti menangis meskipun nafasnya sedikit tersengal, wajahnya juga memerah, mungkin karena terlalu lama menangisnya."Baiklah nak, sekarang kau akan menjadi anak Umma, baby Zhang Yixing. Kenalkan nama Umma, Kim Jaejoong dan ini adalah kakakmu Shim Changmin. Beri salam." Bayi itu menggeliat dan menguap-mengantuk, sedangkan Changmin, "Ma-ma-ma." Tangan mungilnya terjulur dan mengelus pipi Yixing kemudian tertawa. "Itu berarti kau menerima Yixing sebagai adikmu Min. Ayo kita masuk, Umma akan masak untuk kalian berdua. Kajja." Jaejoong membawa Yixing masuk ke dalam rumah. Sejak saat itu Yixing adalah putra Kim Jaejoong.
Flashback off
Today, Seoul 29 Juni
"Umma kita mau kemana?" tanya Yixing pada Jaejoong yang duduk di kursi depan bersama Yunho yang menyetir. Jaejoong pun menoleh ke belakang.
"Kita akan ke Seoul hospital sayang, teman Umma sakit. Dulu kita sama-sama tinggal di Daegu sebelum kita pindah ke Seoul."
"Ow, dia sakit apa Umma?"
"Umma juga tidak tahu. Tapi katanya sakit jantung."
"Kalian pernah tinggal di Daegu?" tanya Yunho tiba-tiba.
"Pernah, dulu Yihan ditugaskan disana sampai dia meninggal dan aku tinggal disana sampai Changmin berumur 4 tahun baru aku pindah ke Seoul."
"Memang siapa teman Umma ini?" tanya Changmin yang tak lepas dari PSP nya, pemberian dari Kyuhyun.
"Seung Woon ahjussi. Dia yang menolong Umma saat kau sakit dan harus dibawa ke RS, dia yang meminjamkan Umma uang. Umma sampai merasa tidak enaak karena dia harus bertengkar dengan istrinya dulu."
"Maafkan aku Jae, hidup kalian pasti berat sekali dulu."
"Tidak juga sih Yun, selama kami bertiga bersama, hidup tidak berat sama sekali. Benarkan anak-anak."
"Ne Umma." Jawab mereka kompak. Yunho tersenyum, ia bersyukur bisa kembali pada keluarganya ini dan berjanji akan mengganti 17 tahun waktu yang terbuang selama ini.
30 menit kemudian mereka sampai di Seoul hospital, kemudian mereka menanyakan pada suster ruang rawat Seung Woon.
"Umma, aku mau pipis." Ucap Yixing sambil menahan Hasrat ingin pipisnya.
"Biar Hyungmu yang menemanimu Xing."
"Tidak usah Umma, lagipula toiletnya dekat kan, itu dia." Tunjuk Yixing.
"Ya sudah Umma-Appa dan Changmin Hyung tunggu di dalam ya."
"ne Umma." Akhirnya mereka berpisah jalan. Yixing pergi ke toilet sedangkan Jaejoong, Yunho, Changmin pergi ke ruang perawatan Seung Woon.
Tak berapa lama kemudian Yixing keluar, ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentr sebelum masuk ke ruang rawat Seung Woon. Ia mengamati ruangan satu persatu hingga langkahnya terhenti di depan sebuah pintu ruang rawat nomor 7. Ia melihat dari kaca pintu tersebut, ada seorang namja yang terbaring lemah dengan semua peralatan medis terpasang pada namja itu.
Sepi, tidak ada yang menunggunya. Yixing celingukan kiri dan kanan namun tetap tidak ada orang ditempat itu. Hingga ada suster yang lewaat dan Yixing menghentikannya. "Suster.." panggil Yixing. Suster itu berhenti, ia menoleh ke arah Yixing. "Ya, ada apa?"
"Eum, kamar nomor 7 itu, pasiennya atas nama siapa? Kenapa tidak ada yang menunggunya? Ia sakit apa?"
"Oh itu, itu kamar Tuan Lee Donghae, dia disini hampir 17 tahun. Tuan Lee mengalami kecelakaan dan koma. Yang menabraknya adalah pemilik rumah sakit ini, jadi biaya perawatannya gratis sampai ia sembuh."
"Lalu keluarganya dimana?"
"Mereka jarang kesini, istirnya kadang seminggu sekali kemari, tidak tentu juga, istirnya seorang dancer profesional, sudah terkenal sampai mancanegara tapi aku lupa siapa namanya. Setahuku dia tidak memiliki anak."
"Ow begitu, suster bolehkan aku masuk?" Entah dorongan darimana, Yixing meminta izin untuk masuk.
"Untuk apa?"
"Aku hanya ingin melihatnya saja. Sepertinya hatiku menyuruhku untuk kesana."
"Boleh, tapi jangan lama-lama ya."
"Ne, terima kasih suster." Ucap Yixing saambil membungkuk.
"Ne sama-sama." Suster itupun berlalu. Yixing pun memberanikan diri untuk masuk, ia melihat tag name di bed itu bertuliskan 'Lee Donghae'. Ia juga melihat ECG nya bergerak stabil, nafasnya teratur,tidak ada pergerakan apa-apa, Donghae masih koma.
"Ahjussi Waaeyo?"tanya Yixing polos. Tangannya terulur untuk mengusap pipi Donghae. Keberaniannya muncul tiba-tiba ia tak memikirkan nanti phobianya akan kambuh atau tidak, ia tak berfikir sampai sejauh itu, nalurinya menyuruhnya untuk mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Donghae. Dan phobia nya tidak kambuh, Yixing tidak merasa ketakutan atau apapun saat menyentuh namja itu. "Ahjussi, kenapa aku tidak takut saat menyentuhmu? Biasanya aku akan lari saat disentuh atau bersentuhan dengan orang lain. Ahjussi daebakk.." ucap Yixing tak percaya dengan keajaiban itu. Tangannya beralih menggenggam tangan Donghae.
"Ahjussi, tanganmu dingin, Umma bilang, kalau tanganku dingin, cukup dengan digosokkan maka tanganku akan hangat. Aku coba ya." Yixing menggosokkan tangannya dengan tangan Donghae, setelah cukup lama ia berhenti dan memeriksanya, "Wah sudah hangat. Ahjussi tidak akan kedinginan lagi." Yixing menggosok tangan yang satu lagi kemudian membenarkan selimut Donghae.
"Ahjussi cepat sembuh ne. Setelah pulang dari China, aku akan kesini lagi. Aku janji. Aku pergi dulu Ahjussi." CUP Yixing mencium dahi Donghae dan pergi meninggalkannya. Setelah kepergian Yixing, salah satu jari Donghae bergerak. Keajaiban ne?
Tak lama setelah Yixing keluar, seorang namja masuk dengan membawa bunga lily. Ia mengganti bunga sebelumnya dengan yang baru.
"Sayang, aku datang. Maaf terlambat, tadi aku ada urusan sebentar." Eunhyuk mencium dahi Donghae. Ia pun duduk di samping Donghae. Ia menggenggam tangan Donghae yang terasa sedikit hangat daripada biasanya.
"Sayang, aku ingin minta izin, besok aku akan berangkat ke China untuk menjadi juri festival Dance disana. Maaf ya kalau aku harus meninggalkanmu lagi, ini hanya seminggu sayang, aku janji setelah itu, aku akan menemanimu lagi." Eunhyuk mencium tangan Donghae.
"Jika Eunhae masih ada, mungkin dia sudah menjadi dancer terkenal saat ini. Eunhae,kau dimana nak." Eunhyuk menangis lagi. 17 tahun berlalu namun tanda-tanda keberadaan Eunhae belum juga ia temukan, ia pernah hampir menyerah namun ia bangkit lagi. Meskipun sampai ajal tiba, ia akan terus mencari Eunhae putranya.
TBC
Cerita makin gaje? Yup ide ini muncul gitu aja. Kalo jelek, alur kecepetan, maaf ya. Typo bertebaran. Hehehe. Maaf.. no edit, dibuat dari jam 4 sore sampai jam 6 sore. Hah.. semoga memuaskan, kalau no respon ato respon banyak yang negatif, aku delete. Review please.. #deepbow
