Cut !!!

"Good job Hinata San..Akting mu benar-benar memukau,aku sampai terbawa suasana." Puji pria gempal berkumis tipis itu pada gadis cantik di hadapan nya.

"Umm,Chouji San kau terlalu berlebihan memujiku " balas sang gadis merendah.

"Tidak, itu fakta.Ini bukan pertama kalinya kita bekerja sama " balas pria itu dengan tegas..

"Arigato Chouji San,kau juga sutradara yang berbakat " puji balik sang gadis pada pria gempal yang ternyata seorang Sutradara itu..

"Hehe,beristirahat lah.Kami sudah menyiapkan cabin khusus untuk mu dikapal ini " ucap sang sutradara itu lagi dengan senyum cerianya.

"Umm..aku ingin menikmati pemandangan disiini dulu Chouji san.."

"Baiklah,aku duluan.Jangan terlalu lama diluar ,angin laut tak baik bagi tubuhmu Hinata San .." ucap pria gempal itu mengakhiri perbincangan di senja sore itu.

"Hai.."

Sang gadis bersurai indigo itu pun melangkahkan kaki jenjangnya kebagian buritan kapal yang sepi.

Dia sengaja ingin menepi dari keramaian.

Sejak pertama menatap pemandangan laut dari kapal pesiar mewah ini ,irish sang artis bersurai indigo itu seakan terhipnotis oleh jernihnya laut biru dihadapan nya.

Tanpa mempedulikan surai indigonya yang terurai terkena terpaan angin laut,dipejamkan nya manik sewarna bulan itu..

Menikmati moment yang tak setiap saat dapat ditemukan nya ini..

Angin yang terasa segar dengan aroma laut yang khas memberi kedamaian dalam relung hati sang artis..

Sayup-sayup terdengar alunan melody indah yang mengalun dari Stereo yang terdapat disetiap sudut kapal..

Sang gadis sejenak terdiam tak kala mendengar bait demi bait lagu yang mengalun indah dari stereo didekatnya yang melantunkan bait indah berjudul " wish you were here" dari seorang penyanyi Solo luar.

Bait demi bait dalam alunan lagu itu membuat pikiran nya kembali melayang...

Teringat pria bermanik biru sewarna lautan di hadapan nya..

Dia merindukan sosok tegap bersurai kuning itu..

ingin didekap nya tubuh tegap itu dan menghirup sedalam mungkin aroma mint lembut dari tubuh pria yang dikasihinya itu.

Pria itu...

Pria yang selalu menghadirkan rasa hangat dihatinya..

Pria yang dahulu menghadirkan keceriaan dalam hidupnya..

Pria yang selalu menemaninya..

Pria yang selalu menjaganya..

Pria yang selalu berusaha membuatnya tersenyum bahagia..

Pria yangbeberapa bulan lalu membuatnya terguncang akan perubahan drastis dari sang pria..

Pria yang kini entah dimana..

Irish sewarna bulan itu menatap sendu kearah lautan biru yang sangat jernih itu..

"Naru kun.." Guman pilu sang gadis..

Tetesan air bening itu tak mampu lagi dibendungnya..

Demi apapun dia sangat merindukan pria kuning itu..

Berharap Pria itu disampingnya saat ini..

Menemaninya menikmati pemandangan indah di hadapan nya..

Namun semua itu tentu saja mustahil,mengingat pekerjaan mereka yang bertolak belakang,Seakan menempatkan mereka di belahan dunia yang berbeda..

Mau mengunjungi sang pria terkasih pun sepertinya mustahil..

Kalau pun sang gadis bisa mengosongkan jadwal nya padat,belum tentu dia dapat bertemu sang Pilot pirang itu.

Fakta ini di dapatkan nya beberapa hari setelah jamuan malam dimana dia bertemu pria itu..

Tadinya gadis cantik tersebut berpikir jika bukanlah hal yang susah untuk mengunjungi sang pilot di negara yang ribuan Kilomater dari tempatnya,baginya ia hanya perlu meminta sang menejer mengosongkan agenda keartisan nya demi mengunjungi sang pria kuning.

Namun semua itu tak semudah yang dibayangkan sang artis multi talenta ini ,ternyata lokasi pangkalan militer sang pria pirang itu sangat dirahasiakan,belum lagi sang pilot yang selalu mendapatkan misi keluar dari pangkalan militer yang ditempatinya..

Kenyataan pahit yang kembali membuat hati sang gadis indigo tersebut terasa ngilu berkali lipat.

Entah kapan mereka akan bertemu kembali..dan bukan tidak mungkin,pertemuan saat itu menjadi pertemuan terakhir mereka..

Miris...

"Kau disini rupanya " tiba-tiba terdengar suara ceria dari arah belakangnya.

Dengan sedikit kaget,gadis indigo itu membalikan badan nya.

"Ino chan,Sakura chan..?kalian sudah selesai?"

"Ummm.."guman ino.

"Sudah kuduga kau pasti kesini lagi Hinata chan " ucap gadis bernama Sakura,sahabat pinky nya.

"Memikirkan nya lagi?" Lanjut Sakura lagi

"Hmm.." Guman sang gadis

"Aku semakin meragukan mu " ucap Sakura dengan sorot mata tak terbaca.

"Meragukanku?" Beo Hinata bingung.

"Kau tidak terlihat seperti layaknya merindukan seorang sahabat " ucap sakura serius.

"Ma..maksudmu" tanya hinata semakin bingung..

"Kau tidak jauh bedanya dengan seorang gadis patah hati yang terpisahkan dengan pria yang dicintainya " ucap ino dengan sorot mata jail nya.

"Eh... ?" Gadis itu seketika tersentak mendengar penuturan sahabatnya..

"Aku tidak pernah melihat mu sekacau ini selama bersama toneri" ucap gadis pink itu..

"Kau terlihat biasa saja saat dia melakukan tour promosi film terbarunya berbulan-bulan" jelas ino.

"Kau bahkan terlihat acuh saat foto Toneri sedang bermesraan dengan artis pendatang baru itu tersebar di Media"

Tambahnya.

"Dan secara tiba tiba kau akhirnya mengakhiri hubungan kalian tak lama setelah jamuan malam itu" sahut Sakura.

"Seharusnya kau melakukan itu jauh hari sebelumnya,saat kau mengetahui jika Toneri hanya menjadikanmu Batu Loncatan Karirnya "lanjutnya.

" Apa itu sebuah Kebetulan Ne Hinata Chan?" Berondong Sang Sahabat dengan tatapan menyelidik yang disengajakan.

"Ak..ak..aku" Hinata kehilangan kata-katanya,dia pun tak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya.

"Menurutku,tanpa kau sadari,sahabat masa kecil mu itu telah menjadi Cinta Pertama mu"

Ungkap Ino.

"Dan bukan tidak mungkin dia lah Cinta Sejati Mu" tambah Sakura lagi disertai Senyuman hangat.

"Eh..?Bagaimana kalian bisa menyimpulkan itu?" Tanya Hinata lagi Setelah lama terdiam memikirkan ucapan kedua sahabatnya.

"Cara mu menunggu dan merindukan nya selama belasan tahun jelas tidak wajar untuk seorang sahabat" ucapan Sakura sontak membuat Hinata membulatkan matanya.

"Dan setelah bertemu dengan nya pun ,kau malah semakin memikirkan nya seperti ini" sahut Ino menguatkan asumsi Sakura.

"Katamu,malam itu kau reflek memeluk dan mencium nya kan? gerak reflekmu tidak wajar antar seorang sahabat Hinata chan " ino mengerlipkan mata menggoda..

"Jangan lupa Hinata Chan,kau mengulum bibir Pilot pirang itu" ucapan beruntun Sakura dan Ino tak bisa dielak lagi oleh sang gadis indigo itu...

Sang artis pujaan Mayoritas kaum Lelaki Jepang itu hanya dapat terdiam dengan muka semerah kepiting rebus.

"Ak..aku tak tau apa yang terjadi pada diriku" ucap Hinata setelah berhasil menenangkan degup jantungnya yang berdetak kencang tak kala mengingat kembali kejadian malam itu bersama Si Pilot kuning.

"Umm..lalu apa rencana mu?" Tanya Ino.

"Kau jadi mengunjunginya" tanya nya lagi tanpa menunggu Hinata menjawab pertanyaan sebelumnya.

"Kao belum menemukan lokasi pangkalan militer dirinya berada" jawab Hinata dengan raut sendu..

"Hmmm...begitu" guman Ino.

"Lebih baik kau fokus dengan karir mu dan debut terbaru kita nanti,paling tidak itu dapat mengalihkan pikiranmu darinya.." Saran Sakura.

Ya ,Hinata ,Sakura,Ino,dan tenten telah lama tergabung dalam 'Next' , Girlband papan atas yang menjadi awal mereka dikenal publik Jepang, sebelum mengembangkan karir di Dunia Entertainment Internasional dengan bakat mereka masing-masing tanpa mengabaikan girlband yang semakin menguatkan ikatan persahabatan mereka.

"Itu benar,tak lama lagi kita akan melakukan Tour panjang,dan salah satu Negara yang akan kita kunjungi adalah London,Jadi persiapkan dirimu Hinata Chan.." ucap Ino mencoba menyemangati dengan menekan kan kata 'London'.

Seketika raut sendu Hinata berubah..

manik sewarna Bulan itu terlihat berbinar dihiasi senyum lembut dariwajah cantik nya..

"Hai'..."