Anyeong readers….
Gomawo atas comments and reviews dari kalian semua.
Selamat membaca…
.
.
Previous story.
Tuan Cho tak kuasa lagi menahan bebannya sendirian. Ia pun menceritakan segalanya pada sahabat satu - satunya yang ia miliki saat ini. Ia mencurahkan semua kesedihannya, kekecewaaanya, penyesalannya, serta dilemma dari semua masalah yang sudah menemani hidupnya selama ini. Mulai dari kejadian mengerikan yang merenggut nyawa wanita yang sangat dicintainya, kemudian tentang kesalahan fatal yang telah dilakukannya dengan menitipkan Kyuhyun pada Jin Hoo, sampai dengan takdir Kyuhyun sebagai seorang pewaris tunggal perusahaan milik Appanya.
Uisa Park sungguh tidak menyangka bahwa sahabatnya yang sangat ia sayangi dan dibanggakannya karena kecerdasan, ketenaran, serta segala kemujuran hidupnya, saat ini sedang menangis pilu dipelukannya. Menangisi kehidupannya yang selama ini sudah membuatnya sulit untuk menemukan kata kebahagiaan. Sosok tegar seorang Cho Young Hwan yang ia kenal selama ini sudah menghilang, yang tersisa hanyalah sosok Cho Young Hwan yang rapuh dan menyedihkan.
.
Chapter 10
"Yun Hee-shi, have you done the job, the one I gave you yesterday?"
"Yes, Sir. I've done it well."
"Good. Take this! It's the photo of the master key. Now prepare yourself for the new one! Aku akan memberimu detailnya nanti. Beritahukan juga hal ini pada hyungdeulmu yang lain dan Jin Hoo-shi tentunya. This time, it takes many people to do the job. So, make sure you do your best!"
"Definitely Sir, I will. Any other, Sir?"
"That's all for today. You may go now."
"Thank you Sir."
.
.
"Hufh…aku pikir aku akan dimarahi big boss. Aku jadi penasaran, seperti apa wajah si master key itu, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya." Yun Hee masuk ke sebuah ruangan dan mendudukan dirinya dikursi terdekat. Ia kemudian membuka amplop yang berisikan foto Kyuhyun yang merupakan the master key of the great company yang selama ini diincar oleh organisasi internasional mereka.
"MWO?" Yun Hee berteriak tiba - tiba.
"Ya! Kenapa kau tiba - tiba berteriak?" Tanya salah satu hyungnya yang saat itu sedang berbaring di atas meja.
"Hyung…! Otteoke? Aku tidak tahu kalau dia adalah target kita hyung" Yun Hee mulai panik.
"Bicara yang jelas Hee-ah! Kau sedang membicarakan siapa?" Tanya hyungnya kesal.
"Tugas yang kemarin diberikan big boss hyung. Aku hanya menjalankannya sesuai perintah. Aku sungguh tidak tahu kalau anak ingusan itu adalah target kita."
"MWO? Jadi pengacau yang kau ceritakan kemarin itu adalah si kunci hidup itu? Aishh, PABOYA! Kau sungguh ceroboh! Kita harus mendapatkannya hidup - hidup! Apa kau tidak ingat kalau big boss mengatakan untuk tidak menyakitinya sedikitpun"
"Otteoke? Aku benar - benar tidak tahu hyung... Bagaimana kalau dia sudah mati hyung? Racun yang kau berikan itu racun mematikan bukan?" Yun Hee mulai kalap. Ia yakin nyawanya tidak akan selamat jika big boss tahu kalau ia sudah mencelakakan the master key.
"Ne, itu racun yang sangat berbahaya. Tapi sebenarnya aku juga tidak tahu apakah dosis yang ku berikan padamu itu mematikan atau tidak." Jawab hyungnya yang mulai panik.
"Aggrrhh, habislah aku hyung! Bagaimana kalau anak itu tidak selamat? Apa yang harus aku lakukan hyung? Otteoke haeyo?" Yun Hee mulai merutuki dirinya. Ia saat ini sangat bingung dan takut.
"Sebaiknya sekarang kau cari informasi mengenai anak itu! Apa dia sudah mati atau belum. Tapi kau harus ingat, jangan sampai ada yang tahu soal ini! Apa lagi big boss dan Jin Hoo-shi. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu jika mereka mendengar kabar ini Yun-ah!" Hyungnya hanya bisa meringis melihat tingkah dongsaengnya yang satu ini.
"Ne, aku akan segera mencari tahunya hyung! Aku juga mohon padamu untuk menyembunyikan hal ini dari siapapun, jebal hyung…" Pinta Yun Hee memelas.
"Tentu saja pabo! Aku ini kan hyung mu! Walaupun kita ini orang jahat, tapi aku tidak akan tega melihat dongsaengku sendiri terluka." Ucap hyungnya spontan.
"Aigo…ternyata aku punya hyung yang sangat baik. It doesn't suit you hyung! hahaha!" Yun Hee sesaat melupakan kepanikannya.
"Ya! Kalau begitu aku tarik kembali ucapanku!" Kesal hyungnya.
"Aniyo… Aku hanya bercanda hyung! Bercanda.. Sudahlah aku pergi dulu. Aku harus segera bertindak hyung. Aku tidak mau mati konyol disini!" Yun Hee pun beranjak pergi.
.
.
.
Setelah lebih dari 18 jam, akhirnya Kyuhyun membuka matanya. Tubuhnya masih lemas, kepalanya juga terasa sakit. Tiba - tiba rasa sakit diperutnya datang lagi, ia mulai meremas perutnya. Beberapa saat kemudian muncul rasa mual yang teramat sangat. Sekuat tenaga Kyuhyun menahannya dengan menutupkan telapak tangannya kemulutnya.
Pintu kamar Kyuhyun terbuka, uisa Park yang melihat Kyuhyun sedang meringis kesakitan dan membekap mulutnya dengan tangannya segera mengambil sebuah wadah yang memang sudah ada di dekat ranjang Kyuhyun. Uisa sudah memprediksi bahwa Kyuhyun akan merasakan mual ketika ia terbangun. Dengan sigap ia membantu Kyuhyun untuk memuntahkan isi perutnya.
Kyuhyun terlihat begitu menderita. Tangannya semakin kuat mencengkram perutnya. Kram di perutnya terasa begitu menyakitkan. Selain itu, rasa mualnya juga semakin bertambah. Kyuhyun memuntahkan semuanya hingga yang ia keluarkan hanya berupa cairan saja. Namun rasa mualnya tidak berkurang sedikitpun. Keringat diwajahnya mulai bercucuran. Matanya juga sudah memerah dan berkaca - kaca.
Uisa Park mulai merasakan cairan hangat memenuhi pelupuk matanya. Ia benar - benar tidak sanggup untuk menyaksikan pemandangan yang ada dihadapannya saat ini. Ia sungguh tidak menyangka seorang anak yang saat ini ada dihadapannya, yang umurnya masih sangat muda, harus merasakan kekejaman hidup seperti ini. Uisa Park dapat merasakan dengan jelas penderitaan hidup yang telah dirasakan Kyuhyun. Setiap kata yang diucapkan oleh Tuan Cho kemarin sungguh sangat menyayat hatinya.
Mulai dari penderitaan Kyuhyun saat tinggal bersama Jin Hoo. Uisa Park adalah satu - satunya orang yang sudah melihat semua bekas luka yang ada ditubuh Kyuhyun. Ia tidak mampu membayangkan betapa menderitanya Kyuhyun kecil yang saat itu disiksa dengan kejam oleh Jin Hoo. Kyuhyun pasti sangat menderita setiap kali melihat bekas luka yang ada di tubuhnya. Bukan hanya keperihan secara fisik yang dirasakan Kyuhyun, namun kepedihan yang bersarang di hatinya pasti jauh lebih sakit ketika mengingat kembali kenangan akan penyebab didapatkannya bekas luka tersebut.
Tangan uisa Park mulai bergetar memegangi wadah tersebut. Sedangkan tangan yang satu lagi masih setia memijat punggung leher Kyuhyun untuk mengurangi rasa mualnya. Ia mencoba mengalihkan pandangannya kearah lain. Ia sudah tidak sanggup menatap wajah Kyuhyun yang terlihat sangat kesakitan. Rasa mual yang teramat sangat, ditambah rasa sakit dibagian perutnya, itulah yang dirasakan Kyuhyun sejak tadi.
Selang beberapa saat, akhirnya Kyuhyun menyudahi aktivitasnya. Tubuhnya semakin terasa lemas. Bahkan untuk membersihkan wajahnya saja ia tidak mampu. Uisa Park yang memang sudah terbiasa menangani pasiennya, tanpa rasa jijik sedikitpun mulai membersihkannya. Setelah itu, tanpa sadar uisa Park mulai mengelus lembut kepala Kyuhyun. Kyuhyun sempat merasa kaget pada awalnya, namun perlahan ia mulai memejamkan matanya seraya menikmati belaian lembut dari uisa Park.
Kyuhyun merasa lebih tenang saat ini. Kehangatan yang dirasakannya dari tangan uisa Park seakan - akan mengalir sampai kehatinya. Ia seolah merasakan dekapan hangat dari seseorang yang sangat menyayanginya. Seketika ia teringat akan kebiasaan yang dilakukan Appanya sebelum ia tidur saat ia masih kecil dulu. Tuan Cho selalu membelai lembut kepala Kyuhyun kecil sampai ia tertidur. Dan kali ini, ia seperti merasakan belaian lembut sang Appa yang sudah sangat lama tidak ia dapatkan.
"Kamsa..ham..nida...uisa..." Lirih Kyuhyun sembari membuka matanya. Kyuhyun mulai menatap wajah uisa. Raut wajah uisa Park begitu lembut dan tatapan matanya sangat dalam. Kemudian sebuah senyuman manis terukir diwajah uisa seakan - akan menyempurnakan pemandangan indah yang saat ini sedang dilihatnya.
"Ne. Kau pasti sangat lelah. Istirahatlah nak. Nanti aku akan memberitahukan Appamu dan hyungdeulmu kalau kau sudah siuman." Uisa Park masih setia mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut. Ia merasa senang bisa melakukannya. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan dan kemudian kembali menutup matanya. Setelah memastikan Kyuhyun kembali tertidur, beberapa saat kemudian uisa Park keluar ruangan lalu menghubungi Tuan Cho dan juga Leeteuk untuk memberitahukan bahwa Kyuhyun sudah sadar.
Saat ini, di depan ruangan Kyuhyun sudah ada beberapa bodyguard yang sengaja disiapkan oleh Tuan Cho untuk menjaga keselamatan Kyuhyun. Ia tidak ingin hal yang buruk terjadi lagi pada Kyuhyun. Namun tentunya Tuan Cho sangat cerdas. Ia dengan sedemikian rupa memanipulasi agar para bodyguard tersebut tidak terlihat identitasnya sebagai seorang bodyguard yang sedang menjaga Kyuhyun.
.
.
Tuan Cho datang lebih dulu dari hyungdeul. Namun kali ini ia tidak lupa mengenakan penyamarannya. Ia tidak akan bertindak ceroboh seperti kemarin. Tuan Cho tidak akan membiarkan ada mata - mata yang dengan mudah bisa mendapatkan informasi tentang keberadaanya. Bahkan mengenai incident kali ini, Tuan Cho sudah meminta pihak Rumah Sakit untuk tidak menyebarkan ke media bahwa Kyuhyun Super Junior sedang dirawat di Rumah Sakit karena keracunan. Berita ini sangat ditutup rapat - rapat, bahkan SM family juga tidak mengetahui kabar ini. Hanya Lee Soo Man dan hyungdeul Super Junior yang tahu, oleh sebab itu hanya merekalah yang diperbolehkan untuk menjenguk Kyuhyun.
Tuan Cho masuk keruangan Kyuhyun dengan langkah perlahan, ia tidak mau membangunkan Kyuhyun yang saat ini sedang istirahat. Uisa Park juga menyusul dibelakangnya.
Tuan Cho kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang ada disamping ranjang Kyuhyun. Diraihnya tangan anak semata wayangnya itu, lalu diusapnya perlahan. Tuan Cho sedikit meringis ketika menyadari bahwa wajah Kyuhyun semakin tirus jika dibandingkan pada saat ia bertemu Kyuhyun beberapa pekan yang lalu. Seketika, cairan bening nan hangat meluncur dengan mulus dari pelupuk matanya. Tuan Cho menangis dalam diam. Ia sangat menyadari bahwa ia sudah tidak mampu lagi untuk berpura - pura menjadi sosok yang tegar. Ia sungguh tidak sanggup untuk menahan kepedihan dan rasa bersalah yang menghampirinya setiap kali ia melihat wajah anak kesayangannya.
"Mianhae…, mianhae…, Kyunie…, jeongmal mianhae…" Bisik Tuan Cho. Ia semakin menggenggam erat tangan Kyuhyun. Pundaknya mulai bergetar menahan tangis. Uisa Park yang menyadari hal itu segera mendekap Tuan Cho dari belakang. Mencoba menenangkan sahabatnya agar suara tangisnya tidak pecah saat ini. Mata uisa Park pun mulai berkabut. Ia pun larut dalam suasana haru tersebut.
Saat ini tidak ada seorangpun yang berbicara. Mereka hanya bicara dengan bahasa tubuh mereka. Saling memberikan kekuatan untuk tetap bertahan. Bertahan menghadapi semuanya, semua hal yang akan terjadi. Suasana menjadi semakin hening, hanya desahan nafas dan isakan kecil yang sesekali masih terdengar.
Uisa Park melepaskan dekapannya perlahan beberapa saat setelah Tuan Cho menghentikan tangisnya. Tuan Cho tidak ingin terlalu berlarut - larut dalam kesedihan. Lagi pula jika Kyuhyun tiba - tiba terbangun kemudian melihat sosok dirinya yang begitu rapuh, itu malah akan semakin menambah penderitaan Kyuhyun.
Saat ini, mereka masih belum menyadari bahwa sedari tadi ada beberapa pasang mata yang sudah memperhatikan mereka dari luar ruangan.
.
.
.
Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya lampu yang tiba - tiba menusuk kornea matanya. Beberapa saat kemudian, ia mencoba memposisikan dirinya untuk duduk. Setelah berhasil, ia baru menyadari keadaan disekelilingnya. Didapatinya semua hyungdeul yang bertebaran disetiap sudut ruangan tempatnya dirawat. Ada yang tertidur di sofa, ada juga yang tidur di karpet tebal yang ada di depan tv, lalu ada juga yang tidur dalam posisi duduk sambil merebahkan kepala dan sepertiga bagian tubuhnya diranjang Kyuhyun.
Ternyata semua hyungdeulnya telah menungguinya sejak tadi sore. Mereka mendapatkan kabar dari uisa Park bahwa Kyuhyun sudah siuman. Namun, mereka sedikit kecewa mendapati Kyuhyun yang sedang tertidur ketika mereka datang. Walaupun demikian, tidak satupun dari mereka yang beranjak pergi karena mereka ingin menunggui Kyuhyun sampai Kyuhyun terbangun nanti. Akan tetapi, setelah begitu lama menunggu dan karena sudah terlalu lelah, satu persatu dari mereka tertidur pulas di ruangan Kyuhyun.
Ruang inap Kyuhyun memang bisa dikatakan terlalu besar jika hanya untuk dihuni oleh satu pasien saja. Namun semua itu sudah di atur oleh Appa Kyuhyun. Tuan Cho sudah mengira bahwa hal seperti ini akan terjadi. Karena itu ia sengaja memesan ruangan khusus untuk Kyuhyun dan hyungdeulnya. Selain tempat tidur Kyuhyun yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan ranjang pasien biasa, disana juga terdapat banyak sofa lengkap dengan peralatan elektronik lainnya. Jika dilihat - lihat, ruang inap Kyuhyun sama sekali tidak mirip seperti kamar yang ada di Rumah Sakit, melainkan seperti sebuah kamar yang ada di hotel bintang lima. Yang membedakan hanyalah peralatan medis yang berada disekeliling Kyuhyun.
Kyuhyun sangat terharu melihat pemandangan yang saat ini disajikan didepan matanya. Ia sangat bersyukur bisa memiliki keluarga seperti mereka. Namun, ketika ia teringat akan bahaya yang mengancam hyungdeulnya karena keberadaanya bersama mereka, ia pun merasa tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini.
Kyuhyun kembali teringat akan mimpinya beberapa hari yang lalu. Mimpi yang sangat nyata. Ia sungguh tidak menginginkan apa yang terjadi dalam mimpinya saat itu benar - benar berubah menjadi kenyataan. Ia tidak ingin hyungdeulnya terseret ke dalam bahaya yang dapat mengancam nyawa mereka. Disisi lain, ia juga tidak ingin kehilangan kebahagiaan yang selama ini ia dapatkan dari hyungdeulnya. Ia juga tidak ingin menghilang dari kehidupan hyungdeul tanpa pamit. Begitu besar keinginannya untuk mengungkapkan semua yang saat ini sedang dihadapinya. Ia merasa bahwa menyembunyikan masalahnya dari hyungdeul adalah sebuah kesalahan. Namun memberitahukan kebenarannya pada mereka juga sebuah kesalahan. Ia sangat tahu resikonya jika ia membiarkan hyungdeul terlibat dalam masalahnya. Tiba - tiba Kyuhyun meremas dadanya yang mulai terasa sakit. Dan tanpa ia sadari, air matanya sudah terjun bebas dari tempatnya berada. Isakan kecil pun mulai terdengar.
Sungmin dan Leeteuk yang tertidur di samping Kyuhyun terbangun dari tidur mereka. Mereka terkejut melihat Kyuhyun yang sedang menangis sambil meremas dadanya.
"Kyuhyun-ah gwenchana? Apa dadamu terasa sakit?" Leeteuk sudah mulai panik.
"Aku akan panggilkan uisa." Ucap Sungmin. Ia pun beranjak dari tempat duduknya hendak memanggil uisa Park. Namun Kyuhyun sudah mencegahnya, sebelum Sungmin melangkahkan kakinya.
"Gwenchana hyung…Aku... tidak apa - apa." Kyuhyun menghentikan tangisnya. Secepat mungkin ia menghapus air matanya. Perlahan - lahan rasa sakit didadanya pun menghilang.
Sungmin kembali mendekati Kyuhyun dan mendudukan dirinya disebelah Kyuhyun. Ia pun mengulurkan tangannya kewajah Kyuhyun, kemudian mengusapkannya perlahan seraya menghapus bekas air mata Kyuhyun yang masih terlihat.
"Kyuhyun-ah, jangan pernah menyembunyikan rasa sakitmu pada kami." Ujar Leeteuk sambil meraih tangan Kyuhyun dan mengenggamnya erat. Ia yakin Kyuhyun dapat memahami bahwa makna dari perkataanya tadi tidak hanya ditujukannya untuk rasa sakit yang dirasakan Kyuhyun secara fisik.
"Aku mohon padamu Kyunie, jangan buat kami khawatir lagi ne." Tambah Sungmin sambil mengaitkan salah satu lengannya di pundak Kyuhyun.
Saat ini Kyuhyun tidak berani menatap kedua hyungnya yang berada tepat disamping kanan dan kirinya. Ia hanya menundukkan kepalanya dan tidak bicara apapun. Ia hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.
"Kyunie, apa yang kau rasakan saat ini? Apa ada yang sakit?" Tanya Sungmin yang mulai khawatir dengan tingkah Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.
"Mianhae...hyung...aku tidak pernah... bermaksud untuk... membuat kalian khawatir." Lirih Kyuhyun. Ia semakin menundukkan kepalanya dalam - dalam. Pandangannya mulai kabur.
"Mudah sekali kau mengucapkan kata maaf!" Cetus Kibum tiba - tiba. Sebenarnya, ia sudah terbangun dari tidurnya sejak Kyuhyun menangis tadi.
Seketika Kyuhyun mengangkat kepalanya. Dilihatnya Kibum yang saat ini sedang melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Kyuhyun. Ia pun segera menundukan kepalanya lagi. Ia tidak berani menatap Kibum ketika ia sedang marah.
"Mianhae..., jeongmal mianhae..." Kyuhyun berulang kali mengucapkan kata maaf dengan kepala yang masih menunduk dalam.
Tiba - tiba ia merasakan seseorang menyentuh dagunya kemudian mengangkat kepalanya perlahan. Karena pandangannya mulai berkabut, Kyuhyun tidak bisa melihat dengan jelas wajah seseorang yang saat ini berada dihadapannya. Mata Kyuhyun sudah memerah menahan tangis.
"Apa kau pikir kami akan segampang itu memaafkan kesalahanmu?!" Ucapan Kibum sangat dingin. Ia saat ini sudah berada dihadapan Kyuhyun. Ia mendudukan dirinya di ranjang Kyuhyun.
"Hyungdeul...mianhae..." Kyuhyun masih saja terus meminta maaf. Ia benar - benar merasa takut dengan ucapan Kibum tadi. Pundaknya mulai bergetar menahan tangis. Ia pun kembali menundukkan wajahnya.
Kibum sempat terkejut ketika melihat pundak Kyuhyun yang bergetar hebat. Dengan cepat ia segera merangkul Kyuhyun erat. Ia sangat tidak menyangka perkataanya tadi bisa membuat Kyuhyun jadi seperti ini. Seketika muncul banyak pertanyaan dalam benaknya. Ia mulai yakin dengan kecurigaannya selama ini bahwa Kyuhyun pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang sangat besar hingga bisa membuat dirinya jadi seperti ini.
Kyuhyun sudah tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Tangisnya pecah sesaat setelah Kibum memeluknya erat. Menyadari hal itu, Kibum pun semakin mempererat pelukannya.
Satu persatu hyungdeul terbangun dari tidur mereka. Spontan mereka terkejut karena sudah disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa mengharukan. Mereka menyaksikan magnae mereka saat ini sedang menangis dipelukan Kibum. Isak tangis Kyuhyun begitu menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.
Tidak ada yang berani berbicara. Mereka hanya diam ditempat dan sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
Beberapa saat kemudian tangis Kyuhyun perlahan mereda. Hanya isakan kecil yang masih terdengar. Kyuhyun merasa lebih tenang setelah menangis sepuasnya di pelukan salah satu hyungnya. Namun, tidak dengan tubuhnya. Saat ini ia merasa sangat lelah dan tidak bertenaga.
Satu - persatu hyungdeul mendekati tempat tidur Kyuhyun. Namun belum ada yang berani buka suara.
"Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun jadi melankolis seperti ini?" Akhirnya Yesung memutuskan untuk membuka pembicaraan.
"Ne, apa uisa sudah salah memberikanmu obat sehingga kau jadi seperti ini Kyu?" Sambung Shindong sambil tertawa kecil mencoba mencairkan suasana.
"Kalau ada sutradara yang melihatmu tadi Kyu, aku yakin kau akan langsung diminta untuk menandatangani kontrak." Tambah Eunhyuk.
"Kontrak apa Hyukie? Kontrakan rumah?" Donghae mengerutkan keningnya menatap Eunhyuk, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun. "Apa kau berencana untuk tidak tinggal di dorm lagi Kyu?" Tanya Donghae dengan polosnya.
Mata Kyuhyun membulat seketika. Ia tidak menyangka Donghae akan mengucapkan pertanyaan yang sangat tidak ingin didengarnya dari salah satu hyungdeulnya.
"Andwe! Kau tidak boleh meninggalkan kami Kyunie. Kau harus tetap tinggal di dorm! Aku berjanji akan selalu membuatkanmu makanan yang banyak dan enak. Dan kau harus belajar menyukai sayuran agar kau tidak gampang sakit." Ucap Ryewook yang tidak kalah polosnya dengan Donghae.
"Wah, aku juga mau Wookie-ah..." Sambung Shindong yang mulai bersemangat ketika mendengar kata makanan.
"Dasar pabo! Bukan kontrakan rumah, tapi kontrak untuk membintangi film atau drama." Jelas Eunhyuk sambil memasang ekspresi kesalnya.
"Ne. Aku rasa, kau akan jadi saingan beratnya Siwonie dan Kibumie jika kau benar - benar jadi actor Kyu." Tambah Hankyung sambil memberikan senyumannya pada Siwon dan Kibum.
"Hanie, aku kan juga actor. Kenapa bukan aku yang jadi saingan berat si magnae ini?" Protes Heechul sambil merangkul bahu Hankyung.
"Aku juga actor hyung! Dan aku pikir, acting ku juga tidak kalah dari Chulie hyung, Siwonie and Bumie." Ujar Donghae yang kemudian mendapatkan death glare dari Heechul.
"Aisshh, kalian ini seperti anak kecil saja." Ucap Leeteuk dan Kangin hampir bersamaan.
"Kami memang masih kecil hyung!" Ucap Donghae dan Ryewook dengan kompak.
"Kau saja yang sudah tua hyung!" Sambung Eunhyuk yang kemudian dihadiahi sebuah jitakkan keras dikepalanya oleh Kangin.
Seketika ruang rawat Kyuhyun dipenuhi oleh gelak tawa para hyungdeul. Mereka tak henti - hentinya mengeluarkan lelucon - lelucon aneh. Namun Kyuhyun tidak bisa tertawa. Ia hanya memaksakan dirinya untuk tersenyum. Senyuman pahit yang tidak disadari oleh hyungdeulnya.
.
.
.
"ANDWE! Kau pasti salah! Hasilnya pasti salah! Aku mohon, lakukan pemeriksaan sekali lagi Jung Hyun-ah!" Tuan Cho mulai panik tak karuan.
"Apa kau tahu, ini adalah hasil pemeriksaan yang ketiga. Aku sudah melakukannya berulang kali, karena awalnya aku sungguh sangat berharap bahwa hasilnya tidak akurat. Namun, semua hasilnya tetap sama." Jelas uisa Park sambil mengalihkan pandangannya kearah lain dan menyembunyikan kesedihannya dari sahabatnya.
"Jung Hyun-ah... aku mohon padamu... katakan kalau semua ini tidak benar. Katakan kalau kau sedang bercanda. Kali ini aku akan mengalah darimu. Jebal..." Tuan Cho masih berharap kalau apa yang baru saja di dengarnya dari uisa Park adalah sebuah kebohongan. Namun, ia tahu betul dengan sifat sahabatnya itu. Uisa Park tidak akan berani menatap Tuan Cho, jika ia sedang membicarakan sebuah kebenaran yang menyakitkan.
"Mianhae... jeongmal mianhae..." Uisa Park tidak mampu untuk mengucapkan kata - kata yang lain. Saat ini, satu - satunya kata yang bisa diucapkannya hanyalah permohonan maaf.
Tuan Cho hanya terdiam membisu. Ia tidak mampu lagi mengeluarkan sepatah katapun. Ia sudah terlalu lelah dengan takdir yang selalu mempermainkan hidupnya. Perasaanya saat ini sangat sulit untuk dideskripsikan. Pikirannya sudah kacau tak menentu. Ekspresi wajahnya tidak dapat ditebak. Tatapan matanya kosong. Ia tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.
Uisa Park mulai cemas melihat kondisi sahabatnya. Ia mulai mendekati Tuan Cho dan mencoba menguncang pundak sahabatnya pelan. Namun tidak ada reaksi apapun dari Tuan Cho.
Uisa Park mulai takut. Ia mulai menguncang pundak Tuan Cho dengan kasar. Ia juga mulai meneriakkan namanya. Kali ini usaha uisa Park membuahkan hasil. Tuan Cho mulai menatapnya. Namun reaksi yang ditunjukkan Tuan Cho setelah itu sungguh diluar dugaan. Tuan Cho tersenyum. Kemudian senyumannya berubah menjadi sebuah seringaian. Ia mulai tertawa kecil. Lalu tawanya mulai tidak terkontrol. Ia pun tertawa sejadi - jadinya hingga meneteskan air mata.
Uisa Park semakin miris melihat kondisi sahabatnya. Ia mulai mendekap tubuh yang rapuh itu. Dekapannya semakin erat ketika menyadari tawa yang tadi didengarnya perlahan berubah menjadi isakan tangis.
Tuan Cho sudah lelah. Ia sudah sangat lelah! Lelah, baik secara fisik maupun mental. Ia kemudian menutup matanya dan membiarkan kegelapan yang datang perlahan - lahan mulai menguasainya.
.
.
.
TBC
.
Semoga para readers n reviewers yg sudah menunggu lama gak kecewa dengan chapter kali ini.
Mianhae, lagi2 chapternya gak panjang. Tp kalau boleh jujur, author sudah sangat senang karena author sudah berusaha untuk bisa update lagi dan tidak tergoda dengan hiatus. So, jangan pernah bosan untuk ngasi komen, saran, de,el,el.
Tuk para silent readers, author akan selalu welcome n nungguin review dr kalian, jd jgn segan tuk review ne.
Tuk semua readers n reviewers setia, Kamsahamnida... sudah bersedia membaca dan meluangkan waktu tuk mengisi kotak kecil dibawah sana.
Semoga hari - hari kalian menyenangkan...
.
.
Balasan review tuk previous chapters
Kyuzi,, Sebenarnya gak tega juga ngebuat Kyuppa menderita terus. Pas nulisnya aja pake acara nangis sagala TT (gak ada yg nanya thor, hehe). Meninggal or gak? Ikutin terus aja ne ch2 selanjutnya. Jangan bosan tuk read n review ya saeng. Gomawo.
Ay,, Mian, gak bisa buat yang panjang2, ntar makin lama apdetnya (author cari2 alasan nieh). Chapter kali ini juga gak panjang, tapi author sudah berusaha tuk tetep update dan gak tergoda lagi ama hiatus. Ne, semoga harapan happy endingnya bisa terkabul. Jangan lewatkan ch2 slanjutnya ya chingu. Ditunggu next saran n reviewnya. Gomawo.
Gaemwon407,, Iy gak papa chingu. Gomawo udah mw baca ff ini. Di ff ini Eomma Kyu emang laris manis, ckckck. Mian, sepertinya gak ada Ahra noona, soalnya di ff ini Kyu anak tunggal. Selain oppadeul, semua nama castnya ooc chingu. Ditunggu review selanjutnya ya.
Guest,, Ne, kasian ya Kyu banyak penyakitnya (siapa suruh author buat ff kayak gini?!). Moga para sparkyu gak ngeroyokin author gara2 baca ni ff. (author kan juga sparkyu, masa sesama sparkyu main keroyokan? hehehe). Gomawo reviewnya chingu.
Gyurievil,, Di ch ini sudah ketahuankan siapa yg meracuni Kyuppa. Author sengaja buat Kyuppa sedikit manly di ff ini. Lagi pula Kyuppa bisa ngindarin pukulan dari namja itu juga kan karena dia ingat sama gamenya. Dasar Gaemkyu, kekeke. Em.. tentang film action n adegan pertempuran? Liat aja di ch2 selanjutnya ya chingu. Gomawo reviewnya.
MisskyuKYU,, Yapz, Kyu memang jd orang yg penting banget di ff ini (kan Kyu main castny, hehe). Masalah luka yg ada di tubuh Kyu yg hyungdeul belum tahu…em..rahasia Kyu bakalan terungkap perlahan kog chingu.. So, jangan lewatkan next2 chapters. Ditunggu next saran n reviewnya, biar idenya makin lancar n gak kepikiran ama hiatus lagi. Gomawo.
Kyukyu712,, Author juga gak tega mau buat Kyu sakit kanker. Liat aja kelanjutan ceritanya di next2 ch. Gomawo reviewnya chingu. Jangan bosan tuk review ya..
Asa,, Sudah dijelaskan di ch ini siapa yg meracuni Kyu. Di tgu review selanjutnya chingu. Gomawo.
KHOTMIBUKANHOTMI,, Chingu sudah tahukan siapa yg meracuni uri magnae. Ikutin terus ceritannya ya chingu. Gomawo reviewnya.
Jmhyewon,, Gomawoooo reviewnya chingu. Jangan pernah bosan tuk review ne. Author sebenernya juga gak tega liat Kyu n hyungdeulnya sedih hiks hiks,,,, Moga author gak bakalan pernah buat chingu sedih dgn menyandang status hiatus ne. Moga gak macet idenya biar bisa lanjut terus chingu. Ditunggu next reviewnya. Gomawooo.
Blue minra,, Ne, sejak awal memang sudah direncanakan kalo dr. Park bakalan ada apa - apanya dgn Kyu n Mr. Cho. Ditunggu saran2nya chingu, biar bisa terinspirasi tuk lanjut terus. Semoga author gak kepikiran lagi dengan kata hiatus. Gomawo.
Blackyuline,, Ikutin aja ne ch slanjutnya. Gomawo reviewnya chingu. Semoga gak pernah bosan tuk RnR yach.
Hyunnieya,, Salam kenal juga… Gomawo saeng… Do'ain aja moga kata hiatus itu gak bakalan muncul lagi di otak author. Gomawo udah mw baca ff ini saeng. Ditunggu review selanjutnya.
RuCho D'Evil,, Tetap ikutin ff ini ya chingu. Gomawo reviewnya.
Cho rae in,, Gomawo udah ngikutin ff ini. Jangan bosan tuk review ya.
Bella,, Kyu emang lg dilemma bgt saeng. Do'ain aja gak macet idenya biar bisa lanjut terus. Ditunggu next reviewnya ya saeng. Gomawo.
Lee gyuraaaa,, Ikutin terus chapter slanjutnya ya chingu. Gomawo reviewnya.
