Setelah mendapatkan kembali kedamaian yang sebelumnya telah di renggut oleh para Iblis. Para warga desa di Kerajaan Rakuzan membangun kembali keseluruhan dari rumah penduduk desa, di bantu dengan kekuatan dari Kesatria Seirin dan Kisedai.
Rasa senang tidak dapat mereka sembunyikan saat Pangeran Seijuurou bersama Kisedai dan Prajurit Seirin kembali dengan selamat. Dan dengan kembalinya Pangeran Seijuurou, maka posisi Raja yang kosong akan menjadi milik Seijuurou. Raja sebelumnya, Masaomi meninggal dengan mengorbankan dirinya untuk membunuh semua iblis yang menyerang kerajaannya, agar warga yang dia sayangi dapat selamat.
Rasa sedih yang begitu mendalam dirasakan oleh Seijuurou. Dia belum sempat mengucapkan kata maaf pada sang Ayah. Walaupun selalu terjadi pertikaian tetap saja sebenci apapun Seijuurou pada sang Ayah, dia akan tetap merasa kehilangan saat mereka sudah tiada.
Dan saat pemakaman Masaomi, air mata berjatuhan dari para warga dan seluruh penduduk Kerajaan Rakuzan. Raja mereka yang bijaksana dan sangat di sengani pergi meninggalkan mereka semua selamanya.
Disaat semua menangis, Seijuurou hanya bisa berdiam menatap sang Ayah yang sudah tiada. Bersedihpun tidak ada gunanya karena bagi Seijuurou menangis tidak akan menghidupkan kembali Ayahnya. Namun, saat sebuah tangan lembut menyentuh pipi nya, rasa hangat menelusuk masuk kedalam hatinya.
Tatapan itu, walau Seijuurou tau tatapan itu hanyalah sebuah tatapan kosong, tapi untuk dirinya itu mempunyai makna yang berbeda, dia tau bahwa seseorang yang berada di sebelahnya mencoba untuk menghibur dirinya. Dan seketika tangis yang sejak tadi dia tahan tumpah bersama dengan sebuah hujan yang turun.
Bahkan langitpun menangisi kepergian Raja Masaomi,
oOo oOo
Fallen Angel 11 – Awal Segalanya
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Pairing : AkaKuro
Rating : T
Genre : Drama, Romance, Friendship, Fantasy
Warning : Typo dimana-dimana XD
oOo oOo
Sunyi
Hanya satu kata tersebut yang bisa di ucapkan saat melihat salah satu ruangan yang berada di Istana Rakuzan. Di sana seseorang dengan surai baby bluenya sedang terdiam menatap langit yang sama dengan warna rambutnya. Terlalu menikmati suasana yang ada disana, hingga tidak menyadari kehadiran sesosok makhluk merah yang masuk ke dalam.
"Sedang apa Tetsuya?" tanyanya setelah berdiri di samping seseorang tersebut.
Tidak ada sahutan ataupun balasan darisana, orang yang sejak tadi berada disana hanya terdiam menatap indahnya langit.
Seijuurou tau bahwa kecil kemungkinan Tetsuya akan membalas sapaannya. Setelah kejadian dimana Hanamiya mengambil inti jiwa Tetsuya dan dengan tanpa sengaja Kisedai mengahancurkannya, dan berakhirlah dengan Tetsuya menjadi seperti sekarang. Hanya raga tanpa jiwa itu lah dirinya sekarang.
Sedih memang tapi dia tidak bisa terus bersedih, karena jika selalu bersedih tidak akan perubahan sama sekali, oleh karena itu Seijuurou bertekad akan mengembalikan Tetsuya seperti dulu, dan mengembalikan kembali tubuh yang dia dan Kisedai pakai ini pada dunia asalnya.
Saat sedang memikirkan cara untuk mengembalikan semua seperti semula, Seijuurou merasakan bahu kirinya mendapatkan beban ringan. Milirik kearah bahunya, Seijuurou dapat melihat Tetsuya yang bersandar dengan muka lelah.
"Kau baik – baik saja Tetsuya?" tanyanya sambil mengelus sayang surai lembut Tetsuya.
"Laut…." Gumam Tetsuya.
"Laut? Kau ingin kesana Tetsuya?"
"Chou*…."
"Tetsuya?"
"Sesuatu…terjatuh…"
"Sesuatu? Ada apa Tetsuya?"
"Hijau….. dan…bersinar…-"
"Tetsuya? Kau baik – baik saja? Tetsuya?!" panggil Seijuurou yang panic saat melihat Tetsuya tidak sadarkan diri.
"Shintarou!"
.
.
.
"Daijobu nodayo, Tetsuya hanya tertidur"
"Syukurlah" helaan nafas pun keluar dari Seijuurou.
"Apa ada sesuatu Seijuurou?"
"Tetsuya, dia mengatakan sesuatu yang tidak ku pahami"
"Apa itu Seijuuroucchi?" tanya Ryouta penasaran.
"Laut, Chou, hijau dan bersinar"
"Laut? Di Teiko laut hanya ada di Kerajaan ku Seijuuroucchi" ucap Ryouta dengan semangat.
"Kaijo?"
"Kita akan ke Kaijo? Hahh membosankan" keluh Daiki
"Hidoi-ssu yo Daikicchi!" dan seketika Ryouta teringat sesuatu "Tapi untuk Chou tidak ada di Kaijo"
"Chou hanya ada di Yousen" ucap Atsushi dengan nada malas.
"Lalu? Hijau dan bersinar apa?" binggung Ryouta.
"Shuutoku"
"Lalu? Disana ada yang bersinar?"
"Tidak ada nanodayo! jangan katakan kalau kau lupa Shuutoku itu seperti apa" kesal Shintarou.
"Di Touou memiliki banyak benda yang bersinar"
"Apa itu Daikicchi?"
"Kau hanya akan melihatnya pada malam hari saja"
"Jadi? Yang Tetsuyacchi katakan itu adalah kerajaan Kita?"
"Untuk apa Tetsu-chin mengtakan itu?"
"Apapun itu kita akan tahu jika kita pergi kesana dan besok kita akan pergi ke Kaijo" dan dengan keluarnya titah dari Seijuurou, mereka semua segera mempersiapkan kebutuhan untuk melakukan perjalanan menuju Kerajaan dari masing – masing anggota Kisedai untuk mencari pecahan dari jiwa Tetsuya.
oOo oOo
"Apa – apaan ini semua?!" maki Seijuurou saat melihat apa yang ada di hadapannya.
Kereta kuda yang sudah dia siapkan bersama Shintarou dan Prajurit Seiein hancur tak berbentuk
"Ryo-chin, Dai-chin dan Kagami yang melakukannya Sei-chin" adu Atsushi sambil sibuk memakan cemila yang telah dibuatkan oleh Tatsuya.
"Jelaskan apa yang terjadi Ryouta, Daiki, Taiga" ucap Seijuurou dengan aura yang melebihi raja setan.
"I….itu….." cicit Ryouta ketakutan.
"Ini gara – gara dia!" teriak Kagami sambil menunjuk Daiki.
"Kau yang memulainya duluan alis cabang!" maki Daiki
"Kau gosong!" dan Kagamipun membalas makian Daiki.
"Aku tidak gosong! Ini eksotis tau! Dasar alis cabang!"
"Apa yang eksotis! Itu gosong tau! Dan alisku tidak bercabang! Ini sudah dari lahir begini!"
"Hentikan" satu suara rendah namun menyeramkan menyapa telinga mereka. Dan kegiatan maki memaki terhenti seketika.
Namun, sebelum amukan dari Seijuurou meledak, sesuatu segera mengehentikan amukan yang berpotensi dapat menghancurkan Kerajaan Rakuzan saat itu juga.
"Te….Tetsuya?"
Malaikat manis dan imut di hadapan mereka berhasil menenangkan amukan Seijuurou hanya dengan menepuk pelan kepala dengan surai merah itu.
"Baik baik aku tidak akan marah pada mereka"
Bukan ucapan yang diterima oleh Seijuurou namun sebuah pelukan hangat.
"Te….Tetsuya?!" panic Seijuurou. Dia tahu bahwa Tetsuya memang suka memeluknya seperti sekarang. Namun, dengan keadaan Tetsuya yang seperti ini Seijuurou tidak yakin dengan apa yang terjadi sebenarnya.
'Sei-kun'
Merasa tidak asing dengan sapaan yang terdengar masuk kedalam pendengarannya, Seijuurou melepaskan pelukannya dan menatap Tetsuya yang ada di hadapannya. Sosok yang ada di hadapannya masih sama seperti sebelumnya, tatapan kosong itu masih menghiasi wajah Tetsuya yang sangat dia cintai.
Namun ….
Entah apa yang terjadi, Tetsuya tiba – tiba mencium nya dan seketika semua menjadi gelap.
'Seijuurou-kun…"
TBC
YOOOOOOOO! akhirnya aku kembali!
Maafkan baru bisa Update skrg :'v
Dan maafkan tidak bisa membalas reviewnya, tapi terima kasih untuk yang sudah mereview ya~~~
Selamat menikmati~~~~~
