Author :Lee Eun San

Title :The million dollar catch

Genre :Romance

Length :Chaptered

Cast : luhan, sehun, yifan, kyungsoo, zitao and guest the rest…

T

his story based on Sussan Marelly novel, but this story belongs to me.

Previous chap…

"tumbuhlah sehat di dalam sana araseo."

"yes daddy..!" jawab luhan dengan suara yang ia buat menyerupai anak kecil.

Lalu keduanya tertawa bahagia bersama. Sehun memeluk luhannya erat. "aku sangat mencintaimu lu…"

Luhan mengelus punggung polos sehun "aku tahu…" katanya.

"berjanjilah kau tak akan lagi menyakitiku…" kata luhan

Sehun mengangguk yakin "pasti, dan jika aku melakukannya maka kau boleh menghukumku seberat-beratnya."

Luhan kembali tersenyum dan memeluk sehun lebih erat. "nado saranghae, oh sehun…"

.

.

.

chapter 11

luhan mengeryit resah saat ia merasakan sinar matahari hangat menyapa wajahnya. matanya yang sebenarya masih enggan melihat dunia, ia paksa terbuka.

"eeeuunnghhh..." lenguhnya saat sorot sinar terang menerobos masuk kedalam retinanya tanpa permisi.

meski sedikit merasa pusing namun luhan masih mencoba membuka matanya. saat ia berhasil membukanya pemandangan pertama yang tersaji di depannya adalah wajah polos sehun yang sedang tertidur lelap.

dengan lembut ia mengusap wajah rupawan itu perlahan. sungguh luhan merasa tuhan terlalu memanjakan seorang oh sehun. bagaimana tidak dia dikaruniai wajah tampan tubuh proposioanl bahkan tuhan menghadiahkannya kekeyaan melimpah yang bahkan luhanpun tak berani membayangkan berapa jumlah digit angka sebenarnya yang terdapat dalam brangkas keluarga ini.

"hunie..." panggilnya manja sambil menepuk pelan lengan sehun.

sehun bergerak sedikit namun matanya terlihat enggan terbuka.

"hunnie..." rengeknya lagi kini dengan suara lebih keras.

"eeuunnghhh,,, give me 5 minute lu..." racau sehun

"aniya.. aku mau kau bangun hunnie.. baby ingin jalan-jalan bersama daddynya.." jawabnya.

meski sebenarnya sehun sangat malas membuka matanya namun mendengar anaknya menginginkannya matanya terbuka perlahan. "apa yag dia inginkan eoh..." katanya sambil tersenyum cerah serupa mentari di luar sana.

luhan langsung sumringah saat melihat sehun terjaga. "baby ingin jalan-jalan bersama daddynya boleh..?" ulangnya

sehun sekali lagi tersenyum dia bangun dari posisinya lalu menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya sembari tangan yang satu mengelus sayang perut buncit luhan.

"kau mau jalan-jalan bersama daddy eoh jagoan?" katanya pada calon anaknya.

luhan terkikik sendiri melihat interaksi intin sehun dengan calon anak mereka

"eung daddy... can we go now,,?" jawab luhan dengan suara kecil.

seulas senyum sehun sunggingkan sebelum ia menarik luhan mendekat lalu mencium perut yeoja itu lama. "anything for you baby..." jawabnya.

kemudian ia mendongak dan menyapa bibir luhan. "morning my love.." katanya saat ia melepaskan ciumanya.

"morning hunie..." jawab luhan lalu memeluk sehun.

setelahnya mereka berdua beranjak dari ranjang dan berjalan bersama ke dalam kamar mandi. oh ayolah mandi berdua dengan pasanganmu bukanlah aneh bukan?

sehun membantu luhan untuk masuk kedalam bathup kamar madinya yang telah ia bubuhi sebelumya dengan cairan sabun sehingga bau segar menyebar di dalam sana.

"masuklah lu,, madi dengan air hangat bagus untuk merilekskan tubuh yang lelah." katanya lembut.

luhan menurut lalu melepaskan bathrobe putih yang tadi membalut tubuhnya. sehun harus mati-matian menahan hasratnya saat sekali lagi ia melihat tubuh indah luhan di hadapnnya. payudara luhan terlihat semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kandungan yeoja cantik itu. belum lagi bentuk tubuhnya yang sensual seolah mendobrak kelelakian sehun untuk sekali lagi menyerang rusa liar itu.

"damn shit! kenapa aku bisa langsung on hanya dengan melihatnya telajang...! dasar oh sehun prevet." rutuknya.

luhan sepertinya merasa sehun memperhatikanya. "wae hunnie.." katanya sambil mengerjapkan mata indahnya polos.

"ahh,, aniyo.. eobseo lu.. cha masuklah. airnya nanti dingin. aku akan menunggumu diluar ok..?" kata sehun setengah tergagap.

luhan tersenyum sekilas lalu mengangguk. "arraseo hunnie,,"

setelahnya sehun segera melesat keluar karena ia tak tahu sampai kapan ia bisa menahan gejolak lelakinya untuk meniduri luhan lagi.

dia bergegas memakai kaos hitam dan melangkah keluar untuk meminta salah satu pelayannya untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.

tak lama sehun kembali kekamar dan melihat luhan sudah selesai mandi. luhan terlihat jauh lebih segar dan cantik.

"kau sudah selesai sayang.." tanya sehun sambil menutup pintu.

"eung, kau bawa apa itu hunie..?"

"eoh,, ini baju untukmu lu. kau tak membawa baju ganti kan. tadi aku mengambil salah satu koleksi eomma. cha kau pakailah."

luhan mengangguk lalu menghampiri sehun. "kau mandilah,, aku akan ganti baju dan menunggumu." jawabnya,

sehun mengangguk lalu melenggang pelan menuju kamar mandi.

luhan melihat gaun indah itu. gaun santai berrenda di bagian bawahnya dengan warna peach yang segar. "ini gaun yang indah." monolognya sebelum kemudian memakainya.

setelahnya luhan mencari tasnya lalu mulai memoles wajah cantiknya dengan make up sederhana khas seorang kim luhan.

saat luhan tengah membubuhkan pelembab di bibirnya sehun berjalan keluar dengan hanya memakai selembar handuk putih yang melilit area pinggang ke bawah.

luhan tak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya saat melihatnya. sehun setelah mandi terlihat begitu menawan dan yang pasti seksi.

"wae? aku tampan eoh?" goda sehun

luhan mendengus lalu beralih kembali untuk membenahi riasanya.

"kita akan kemana lu?" tanya sehun sambil berjalan menuju walking closet super besarnya.

"molla, aku hanya ingin kita jalan-jalan saja. aku malas masuk kerja hari ini hunie." jawab luhan

"eoh?tumben kau malas biasanya kau suka sekali bekerja?"

"entahlah, hari ini baby hanya mau bersama daddynya. dia rindu padamu kurasa."

sehun muncul lagi dengan kemeja putih casual dan celana jeans biru yang membalut tubuh atletisnya.

"benarkah? baiklah kalau begitu. daddy aka menemanimu seharian baby..."katanya lalu beralih memeluk luhan dari belakang dan mencium leher jenjang yeojanya itu.

"i love you..." katanya lembut.

"i love you too..." jawab luhan sambil menggusak rambut basah sehun.

"baiklah, kira-kira kita akan kemana dulu ya.." katanya sambil menciumi wajah luhan.

luhan terkikik lalu meraih wajah tampa itu dan mengecup bibir tipis nan menggoda namja itu. "eum... bolehkah aku belanja?"

"eh? belanja?"

"eung...aku mau belaja.. boleh ya hunnie..."rengeknya manja.

"tentu saja sayangku. apapun untukmu ingat."

luhan langsung melonjak senang lalu memeluk sehun "gomawo sehunie,, saranghae..."

.

.

.

setelah acara lovely dovey mereka yang sangaaatt manis, pasangan hunhan yang sedang berbahagia itu terlihat bergandengan tangan mesra di area departemen store yang cukup sepi mengingat ini baru jam 11 pagi.

"hunnie,, bolehkah aku melihat baju di sana itu?" tunjuk luhan pada sebuah toko untuk ibu dan anak

"tentu sayang." jawab sehun lembut

keduanya masuk lalu melihat-lihat berbagai peralatan untuk ibu hamil, bayi dan balita. luhan terlihat sangat gembira di sana. dia terlihat wara-wiri lincah kesana kemari melihat benda-benda lucu untuk calon bayinya.

"hunnie... ini lucu ya?" katanya sambil menunjukkan sepasang sepatu biru kecil yang sangat menggemaskan.

"iya,, baby pasti sangat lucu saat memakainya."

luhan mengangguk semangat. "tapi kita masih tidak tahu baby ini yeoja atau namja ya?" katanya sambil mengerjab imut

"santai saja lu, belilah apapun yang kau suka. masalah nanti baby terlahir yeoja atau namja kita pikirkan setelah kau periksa lagi ok,"

luhan mengangguk setuju. "yes daddy!"

keduanya menghabiskan sepajang siang untuk belanja. banyak sekali yang luhan inginkan kali ini. dia membeli bebrapa baju hamil lucu dan banyak sekali peralatan bayi. tak lupa ia juga membeli beberapa potong stelan kerja untuk wanita hamil yang akan ia gunakan untuk bekerja.

"sudah puas belanja sayangku?"

"eung" jawab luhan sambil menjilati es krim stroberi yang ada di tangannya.

"setelah ini kita cari tempat istirahat dan makan siang ya. baby pasti lapar." katanya sambil mengusap sayang perut luhan.

"eoh? sehun?" tiba-tiba sehun mendengar seseorang memanggil namanya.

keduanya mendongak mencari suara itu.

"ah, boa nona. apa yang sedang kau lakukan disini." jawab sehun sambil tersenyum lalu memeluk yeoja bernama boa itu.

melihat interaksi sehun dengan yeoja lain mood luhan langsung drop ke titik terbawah. wajahnya yang semula cerah mendadak suram.

"kau sedang apa eoh? tumben kau tidak tenggelam di ruang kantormu itu." candanya.

sehun terkekeh kecil "kau bisa saja nonna..."

"ekhmm,," luhan berdehem

"ah,, iya aku lupa mengenalkamu dengan seseorang nonna. perkenalkan dia luhan, calon istriku." kata sehun bangga.

wajah cantik boa terkejut "mwo? kau punya calon istri?wah ini berita besar tuan oh."

"ini boa nonna lu, dia adalah sahabat kris hyung."

luhan tersenyum lalu menjabat tangan boa yang sudah terulur kearahnya. "annyeonghaseo, kim luhan imnida."

"kwon boa, kau bisa memanggilku eonnie karena pasti aku lebih tua darimu."

luhan tersenyum lalu mengangguk "ne, eonnie."

entahlah sejak awal luhan tak suka boa. tak suka wajahnya tak suka tingahnya yang terus menempel pada sehun dan terlebih lagi dia tak suka boa yang lebih tahu tentang sehun dibandingkan dirinya.

"hunnie..." rengeknya mencoba mencari perhatian sehun.

sehun menoleh "wae lu.."

"baby ingin makan waffel." katanya manja.

"eh..? baiklah. tunggu disini aku akan membelikannya untukmu, ne." kata sehun

luhan menggelengkan kepalanya. "aniyo, aku mau pergi denganmu saja. kita belinya berdua saja ya. aku tahu kafe disni yang menjua waffel enak."

sehun tersenyum lalu mengangguk

"baiklah.."

"mian nonna aku tak bisa lebih lama menemanimu, aku harus memenuhi keinginan baby kecil ini." katanya sambil mengusap perut buncit luhan lembut.

kata-kata sehun membuat boa sekali lagi terkejut. oh ayolah mendengar seorang oh sehun punya calon istri saja sudah berita besar untuknya apa lagi ini, dia akan punya anak juga. oh what's on earth. batinya.

"ah,, baiklah. aku juga harus kembali ke kantor. jangan lupa mengundangku saat kau menikah nanti, arra."

sehun mengangguk. "tentu nonna."

"sampai jumpa sehun, luhan-ssi." pamit boa sambil tersenyum kecil.

"ne, hati-hati nonna.." jawab sehun sedangkan luhan hanya mengangguk sambil tersenyum.

"baiklah, mari kita beli pesananmu jagoan..."

.

.

.

di sebuah bangunan megah berarsitektur klasik, seorang yeoja berumur sedang duduk manis di taman belakang rumah itu sambil menikmati secangkir teh hangat di tangannya.

"jadi, bagaiamana hasilnya pak han?" kata yeoja yang terindikasi bernama Park Jandi.

"seperti yang telah saya laporkan sebelumnya nyonya, nona luhan dan tuan muda oh memang sering terlihat berdua. bahkan kabar terakhir yang saya dapat dari anak buah saya, semalam nona luhan menghabiskan malam di rumah keluarga oh." lapornya panjang.

nyonya besar itu terlihat tenang. dia meneguk tehnya pelan sebelum mulai bicara. "hhhh.. padahal awalnya aku ingin yifan yang bersama luhan. tapi baiklah, sehun dan luhan juga bukan pilihan yang buruk toh keduanya juga anakku bukan pak han?" tanyanya balik.

namja tinggi nan gagah itu mengangguk "tentu nyonya. tuan muda oh dan nona luhan sangat serasi bersama." jawabnya

jandi mengangguk yakin. "tentu, cucuku cantik dan sehun sangat tampan. aku yakin anak mereka kelak akan terlahir sangat menggemaskan. oh astaga aku tak sabar menantikannya." katanya semangat.

"tentu nyonya.."

.

.

.

hari menjelang sore saat akhirnya sehun mengantarkan luhan kembali kerumahnya. "lu, tidak bisakah kita tinggal bersama saja,eoh?" kata sehun putus asa.

luhan menggeleng. "untuk saat ini aku masih tak ingin meninggalkan rumah ini hunnie."

"tapi di apertemenku kan juga nyaman?" tawar sehun lagi

lagi lagi luhan menggeleng. "disini aku merasa jauh lebih merasa nyaman." jawabnya

"lu,," sehun menunjukan wajah memelasnya.

"oh ayolah hunnie, kau bisa sewaktu-waktu mampir atau menginap. jadi apa masalhnya eoh?" jawab luhan tak mau kalah.

"masalahnya tempat ini jauh dari kantorku lu."

"namun sialnya rumah ini dekat dengan kantorku tuan oh. sudahlah jangan merengak lagi. pokoknya aku tak mau pindah, titik." putusnya final.

sehun menghela nafasnya lelah. berdebat dengan rusa liar ini memang menguras tenaga dan menjatuhkan harga dirinya. "baiklah, baiklah. jangan mara,eoh aku kan hanya bertanya."

"makanya jangan memancingku. kau taka tahu kan mood ibu hamil itu bisa beruba-ubah."

sehun mengangguk lalu menggengam tangan lembut luhan. "baiklah, aku tahu. ayo masuk. kau harus segera mandi dan istirahat. seharian ini kalian berdua sedah sangat lama di luar." katanya lembut.

"oke."

keduanya keluar dari maobil lalu bergegas memasuki rumah luhan.

"hunnie mau mandi juga?"

sehun menggeleng. "tidak usah. kau saja."

"eoh,, baiklah."

setelahnya luhan segera beranjak menuju kamarnya untuk mandi, sedangkan sehun terlihat berusaha merilekskan badannya dengan duduk di sofa empuk luhan sambil melihat televisi.

sekitar setengah jam kemudia luhan turun dengan sebuah baju terusan longgar khas ibu hamil bergambar rusa menggemaskan yang tadi baru ia beli bersama sehun.

"mau makan apa hunnie?"

"eh? kau sudah selesai?"

luhan mengangguk. "eung, hunnie mau makan malam dengan apa?" ulangnya.

"kita pesan saja lu, kau kemarilah." panggilnya.

luhan menurut lalu berjalan kearah sehun lalu duduk di samping sehun. sehun beranjak dari posisinya lalu mengambil kaki luhan dan menaikkanya ke atas sofa.

"tunggu sebentar," katanya

sehun berdiri lalu mengambil sesuatu di belakang. tak laam dia kembali degan dua buah hot pack. tanpa babibu dia langsung meletakkan benda hangat itu dibawah kaki luhan." aku pernah baca, bahwa hotpack seperti ini sangat baik untuk menurangi rasa lelah di kaki." katanya sambil memijat lembut kaki luhan yang sedikit terlihat membengkak.

"gomawo hunnie..." kata luhan sambil tersenyum tulus.

"cha, berbaringlah." kata sehun smabil membatu kekasihnya itu merebahkan tubuhnya.

sehun meraih ponselnya dan mulai mendial nomor restoran dan memesan beberapa makanan untuk mereka. tak lama kemudian pesanan mereka datang dan kedua mahluk kelaparan langsung menerjang habis semua makanan pesanan mereka.

jam sudah menunjukan angka 11 malam. sehun sedang menemani luhan di kamar sambil menepuk nepuk pelan punggung luhan untuk membuat yeoja cantik itu tidur. jika bisa sehun ingin sekali bermalam disini namun besok ada rapat pagi yang sangat penting yang mengharuskan dirinya datang tepat waktu jika dia tak mau jadi sasaran empuk kemarahan hyung naga ganasnya itu.

setelah melihat luhan terlelap damai. dengan perlahan dia melepaskan pelukan luhan di tubuhnya dan bersiap pulang. namuan sebelumnya dia menulis sebuah note kecil di nakas disamping tempat tidur luhan untuk meninggalkan pesan. setelahnya dia segera bergegas pulang untuk istitahat karena sejujjrnya dia juga merasa lelah.

.

.

.

hari berganti, malam pun sudah berlalu dan kini sekali lagi matahari dengan sinar teriknya mulai menyengat dunia.

luhan menggeliat malas dalam tidurnya. "eeungghh..." lenguhnya

dia meraba sampingnya namun ia tak merasakan keberadaan sehun. perlahan yeoja cantik itu membuka matanya. "eoh? kemana dia?" monolognya.

dia menoleh untuk melihat jam namun matanya menangkap sbuah kertas kecil di bawah jamnya.

"untuk kekasihku tersayang...

"maaf jika besok kau bangun tanpa aku disisimu, aku harus kembali kerumah karena besok aku ada rapat pagi penting. tapi kau tak usah kawatir mulai besok aku akan mulai tinggal di rumahmu jadi mulai besok dan seterusnya aku kana ada disampingmu sayang.

baiklah, sekarang kau mandilah dan mulai beraktivitas dalam suka cita. saranghae,,, chuuppp...

p.s. :semalam aku sudah meminta supirku untuk mengantarmu kekantor. jadi tidak usah mambawa mobilmu sendiri ok.

luhan tersenyum sendiri membaca surat sehun. namja tampan itu selalu mebuat warna lain dalam hidupnya. seolah mendapatkan tenaga tambahan, luhan segera bergegas mandi dan bersiap pergi bekerja.

pagi ini dia harus segera kekantor mengingat kemarin dia membolos bersama sehun. tak perlu waktu lama luhan sudah terlihat menawan dalam stelan cantik nan anggun dan siap berangkat. setelah memakan sepotong roti dan sebuah apel di tambah dengan segelas susu hamil untuk anaknya. luhan benar-benar siap berangkat.

dia keluar rumah dan sudah mendapati mobil sekaligus supir sehun sudah menunggunya.

"selamat pagi nona.." sapaya sopan

luhan tersenyum lalu mengangguk sopan. "selamat pagi..."

"kita berangkat sekarang nona?" tanyanya.

luhan mengangguk "ne,"

seharian ini luhan sangat sibuk. sesuai dugaannya, pekerjaanya sedikit menumpuk akibat ulahnya kemarin. tapi segalanya masih bisa ia kendalikan.

luhan terlihat menengak susu hamil nya saat tiba-tiba temannya menghampiri mejanya. "lu, ada surat untukmu."

luhan menyudahi sedotanya lalu mendongak menatap temannya. "eoh, gomawo." jawabnya.

luhan melihat amplop besar berwarna coklat itu heran

"kantor pengacara choi?" gumamnya.

luhan membuka isinya lalu mulai membaca isinya. tak lama kemudia luhan seolah kehilangan pijakannya. otaknya mendadak tak bisa berfikir dan hatinya sangat sakit.

"yth kim luhan

kami mewakili pihan tuan oh sehun ingin menyampaikan perihal masalah anda dengan klien kami. sesuai dengan hasil yang menyatakan kehamilan anda dari dokter kami menyatakan bahwa semua biaya perawatan akan di tanggung oleh pihak klien kami. dan jika nanti waktunya anak itu lahir dia akan harus melaksanakan test DNA untuk lebih menguatkan bukti. dan jika hasilnya menyatakan bahwa dia adalah darah daging kelien kami maka anda harus menyerahkan anak itu kapada keluarga oh tanpa syarat. hal-hal yang menyangkut kehidupan dan masa depan anak itu akan menjadi kewenangan keluarga oh.

demikian surat ini kami buat agar anda bisa memahami situasi yang terjadi."

tertanda

choi woochun.

begitulah

rasanya seperti seonggok batu besar menghantam kepala luhan. otak cerdasanya mendadak bodoh seteah ia membaca surat ini.

luhan langsung terlihat kosong dan terpukul. sehun, kenapa dia melakukan semua ini padanya. lalu apa maksudnya smeua perhatian dia selama ini jika akhirnya akn seperti ini?"

tanpa menunggu lama, luhan meraih tasnya dan memasukan semua surat yang baru ia baca tadi kedalamnya. meski harus berjalan dengan menahan ras amual pening dan sakit sekaligus yang menderanya namun luha terlihat mencoba bertahan.

dia memanggil taksi dan lagsung melesat menuju kantor sehun. di tengah perjalanan, air mata yang sekuatnya ia tahan mengalir keluar begitu saja. sungguh hatinya sangat sakit dengan perlakuan sehun padanya.

"kau benar-benar mahluk terkutuk sialan oh sehun."

setelah menerjang hujan deras dan sedikit kemacetan, luhan sampai di depan gedung kantor sehun. tanpa menunggu ia segera bergeges menuju kantor sehun tanpa permisi dengan pegawainya.

dengan marah ia membuka pintu ruangan sehun yang membuat penghuninya terkejut.

"yak! sia... eoh lu? kenapa datang mendadak?" kata sehun

luhan tak menjawab dan memilih berjalan perlahan menghampiri sehun. sehun yang tak paham situasi juga beranjak dari kursinya lalu berusama menyambut luhan dengan pelukan namun alih alih pelukan malah sebuah tamparan keras melayang ke pipi mulusnya.

"PLAAAK..."

tanpa ampun luhan menampar sehun dua kali.

sehun terlihat kaget "lu,, ada apa ini?"

luhan hanya menyunggingkan smirk mengerikan di wajahnya "wow.. aku harus memuji akting kerenmu tuan oh. dengan bakatmu itu aku rasa kau akan dengan mudah meraih gelar best aktor ever." kata luhan dingin

"apa maksudmu,eoh? kenapa kau datang dan langsung menamparku. apa salahku?" tanya sehun tak terima.

luhan tersenyum engejek kearah sehun. "hhhaahh,, kau sungguh daebak...! baiklah jika kau masih berpura-pura kau lihat saja sendiri ini." luhan membuka tasnya dan melemparkan surat yang ia terima tadi kewajah sehun.

"lihatlah sendiri!" teriaknya geram

sehun memungut kertas itu dari kakinya. denga teliti ia mebaca surat iu dna tak lama sehun terlihat panik. "lu, aku bisa jelaskan ini. sungguh aku tak mengerti apa maksudnya tapi yang jelas aku takpernah melakukan konsultasi apapun dengan pengacara mengenaiamsalh kita." kata sehun mencoba menjelaska.

namun hati luhan seolah enggan menolelir itus semua. yeoja itu terlihat tak bergemin sedikitpun dari rasa marahnya. "hhhehh,, kau fikir aku percaya oh? simpan saja semua ocehanmu untuk kau dengar sendiri, maaf aku tak berminat mendengarnya." katanya lalu berbalik namun baru selangkah yeoja itu kembali menghadap sehun.

"ah, satu lagi oh! kau tak akan pernah bisa menyentuh bayiku, ini anakku dan dia miliku. kau dan tangan-tanagn busuk suruhanmu tak akan pernah aku biarkan menyentuhnya." katanya lalu melenggang pergi.

sehun mencekal tanan luhan "lu, ku mohon dengarkan aku sebentar saja. aku bisa menjelaskan semuanya lu. ini hanyasalah paham." mohonya.

luhan memandang sehun sekilas. "TIDAK...!"

"lu,, kumohon sebentar. beri aku 5 menit, aku bisa menjelaskan semuanya lu, aku mohon demi tuhan lu..." mohon sehun padanya

"lepaskan aku atau kau akan melihatku melompat keluar gedung ini dengan matamu." ancamnya.

"lu,,," mohonnya putus asa.

"lepas..." kata luhan dingin

meski enggan sehun melepaskan tangannya dari luhan.

"aku sudah mengatakan padamu agar tak menyakitiku, tapi apa? sekali lagi kau menyakitiku oh! dan kali ini aku tak akan mudah lagi memaafkanmu. terima asih kau sudah membuatku menjadi wanita bodoh sekali lagi. terima kasih atas semua pelajaran yang kau berikan pada gadis sepertiku. karena ulahmu mungkin aku tak akan pernah lagi percaya pada mahluk seperti kaummu. aku pergi,"

luhan melengang pergi dari kantor sehun tapa berbalik sedikitpun. meski dadanya sesak meski air mata meluncur deras namun semuanya tak menyurutkan lagkahnya.

di tengah perjalanannya turun dia berpapasan dengan kris yang menyapanya. namun luhan enggan menjawab dan memilih pergi.

sehun merosot di lantai dan sambil memegangi selembar kertas pembawa masalah itu di tanganya. isi kantornya sudah berantakan karena ulahnya.

"se... apa yang terjadi hunnie..?" kris yang niatnya ingun menyapa sehun mendadak menatap horor ruangan sepupunya itu.

"hyung..."

kris melihat sehun menangis, tak salah lagi sehunnya menangis.

"ada apa eoh? apa yang terjadi?" katanya

sehun tak menjawab namun ia menyodorkan kertas itu pada kris. meski tak mengerti kris menarimanya dna mulai mebaca isinya.

"astaga!" pekiknya.

"aku tak tahu dari mana datangnya surat ini hyung. aku sungguh tak pernah melakukan konsultasi pada siapapun." racau sehun sambil sesengukan.

"sehun,, ini.. ini.."

"gara-gara selembar kertas sialan ini usaha yang aku lakuakan selama ini jadi sia-sia hyung."

"sehun.. sebenarnya..."

sehun mendongak menatap kris "ya hyung..."

kris menghembuskan nafansya "aku yang membuat surat ini..."

TBC

HAYOLO...! KOK KRIS TEGA AMA SEHUN AN LUHAN COBA?

apa yang bakalan terjadi selanjutnya? sabar coi,,, ada kok lanjutanya dan next chap bakalan muncul satu lagi calon couple, bisa tebak?

baiklah tak perlu banyak cin and cong. kita akhiri saja sampai disini cuap-cuapnya

see you next time...