Title : The Missing Moon
Main Cast : Taehyung - Jin
Taehyung as King / Lee Jun / Lee Taehyung
Jin as First Prince / Lee Jeong / Lee/Kim Jin
Rap Monster as General / Nam Joon
Suga as Commander / Yoon Gi
J-Hope as Prince / Lee Seok / Ho Seok
Jimin as Cousin's King / Doctor / Park Ji Min
Jungkook as Third Prince / Lee Jae / Lee Jungkook
The sun loved the moon so much that he DIED every night to just let her BREATH – Lee Tae
Tae sekarang berada didepan kediaman kakaknya beserta dengan lukisan yang tadi ia curi.
Namun kakinya menolak selangkah pun untuk bergerak sampai Jimin serta para dayang keluar memba obat dan makanan sisa milik Woon.
"Seja-jeoha" hormat dayang Yoo begitu melihat sang pangeran ada didepan pendopo milik Woon.
Dayang Yoo sendiri sudah cukup amat tua, namun anehnya masih tetap sehat bugar sehingga dari mulai melayani Jin hingga Woon senyumnya tak pernah pudar hingga sekarang.
"Apakah hyung sudah tidur?" tanya Tae.
"Dia baru saja meminum obatnya, mungkin ia akan terbangun dua jam kemudian. Ingat Tae, jangan jahili lagi hyungmu" ujar Jimin memberi ultimatum.
Tae mengangguk dan memilih masuk kedalam sambil menunggu kakak manisnya tersebut terbangun.
Sementara Jimin masuk kedalam kediamannya sambil membersihkan obat – obatan yang ia pakai lalu mengurus Yeonji yang setelahnya bermain bersama Jungkook dan Hoseok.
Dan sepasang tangan memeluknya hangat sambil menghirup lehernya dalam – dalam.
"Aku merindukanmu" satu kata yang membuat Jimin terkekeh.
Tak lain dan tak bukan, Min Yoon Gi.
Jimin masih ingat banyak sekali rintangan untuk meruntuhkan tembok pembatas dikeduanya.
"""
Sudah dua bulan semenjak kepergian Jin dan sisa – sisa 'jejaknya' masih membekas diseluruh istana.
Jimin berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan Woon seperti dulu.
Namun Woon masih setia mengurung dirinya dikamar sambil terus memakai rajutan terakhir ibunya.
Dilain itu pula, Jimin harus fokus membantu Daebi-mama mengurus Tae yang masih kecil dan sejujurnya masih membutuhkan ASI. Ditambah lagi keadaan Hee-bin yang mulai sering mengalami pingsan dan sesak nafas.
Janji Jin bahwa kepergiannya akan membawa kebaikan.
Nyatanya tidak.
Dimeja makan keluarga kerajaan tersisa keheningan selain daripada Jungkook yang mencoba menyuapi Woon makan dan dirinya mengurusi Tae.
Kehidupan kerajaan semakin dingin.
Kesehatan Hee-bin semakin memburuk. Lambat laun Jimin menemukan bahwa Hee-bin mengidap penyakit lemah jantung. Penyakit yang pernah dideritanya sewaktu kecil.
Jimin memutuskan menulis surat untuk ibunya agar kembali kekerajaan bersama tabib di pulau Tanma yang dulu mengobati Jimin.
Mereka datang, namun tidak dapat menolong Hee-bin terlalu banyak. Karna kondisi fisik yang sudah tak lagi muda dan penangan yang terlambat.
Dua tahun kemudian, Hee-bin wafat.
Untuk pertama kalinya Jimin melihat Hoseok dan Sangwang menangis terisak –isak begitu mereka melekatkan obor ditangan mereka ke peti mati milik sang ibu.
Hingga Tae memeluk kaki Hoseok erat sambil memandangnya lugu seakan – akan.
'dirimu jauh lebih beruntung samchon, eoma-mamaku pergi disaat aku benar – benar belum mengingat betul wajahnya'
Aksi seorang anak berumur dua tahun itu meruntuhkan tembok pertahanan seluruh orang disana.
Selama tujuh hari penuh abu sang Hee-bin mengelilingi seluruh Joseon.
Kondisi Kerajaan semakin dingin meski kini sudah memasuki musim semi.
"Woon-ah, jika tidak dirimu yang berubah kira – kira siapa lagi yang akan membangkitkan tawa di sini, lihat adikmu bahkan terlantar saking sedihnya ia tak melihat tawa di kerajaan seluas ini" keluh Jimin suatu hari menangis didepan pintu kamar Woon.
Menangis begitu pedihnya.
"Jin-ah, hiks…aku tidak bisa menjaga putramu…hiks…" keluh Jimin hingga sebuah tangan hangat yang kecil mengusap air matanya.
Tangan seorang anak kecil berumur dua tahun yang membantu kakaknya berjalan dengan langkah terseok – seok sambil menangis.
Tangan milik Tae serta tangisan milik Woon.
Jimin memeluk keduanya erat menyalurkan kesedihan mereka bertiga.
"""
Bersama dengan sang ibu yang masih disini. Jimin membangun kembali kehangatan yang ada.
Kali ini ia tidak sendiri.
Kali ini ada Woon dan Tae yang membantunya. Perlahan – lahan membangkitkan kembali senyum diwajah Sangwang, Hoseok, dan Namjoon
Perlahan – lahan Jungkook serta Daebi-mama mulai bangkit dari keterpurukan.
Hubungan Daebi-mama dan Sangwang dibangun kembali dari awal.
Namun yang masih sulit ialah Taehyung dan Yoongi.
Dua laki – laki itu punya luka tersendiri yang cukup dalam yang tak bisa Jimin tebak.
"Abba-mama…" ujar Woon suatu hari yang mengagetkan seluruh orang diruang makan.
Kini, dihadapan Taehyung dan seluruh anggota kerajaan seorang berumur sembilan tahun sudah dapat berdiri sempurna.
Berkat kerja keras Jimin dan ibunya.
Woon dapat mulai berjalan normal kembali.
Taehyung kembali bahagia, kali ini ia tidak akan memandang lukisan Jin dengan kesedihan melainkan dengan tawa.
Tertinggal satu orang yang 'masih menghukum dirinya'.
Min Yoon Gi.
Orang ini sangat sulit untuk Jimin dekati.
Amanat Jin masih terngiang terus ditelinga Jimin.
Nyatanya, menyatakan cinta terlalu sulit.
Hingga suatu hari Yoongi pulang dengan kondisi mengenaskan ketika kerajaan Silla tidak sengaja melanggar perbatasan hingga terciptnya konflik panas.
Yoongi bahkan menewaskan dua puluh tentara milik Silla yang berakhir dengan perjanjian mengingat bahwa Joseon sepertinya tampak 'bar – bar' dan pihak Silla yang dirugikan.
Kondisi tersebut sempat menyulut api bagi Joseon, Goryeo, dan Silla sebagai tiga kerajaan penguasa Korea.
Namun semua diselesaikan dengan beberapa perjanjian perdamaian.
Dan sejumlah 'ganti rugi'
Yoongi harus menerima detensi akibat ulahnya juga melihat dari kondisi fisiknya yang parah. Ia selama satu tahun tidak diperkenankan mengikuti perang dalam bentuk apapun.
Yoongi sebenarnya bukan tipe orang yang bar – bar. Tapi saat emosi mengusainya, ia bisa jauh lebih 'dingin' dari 'killing machine'.
Dan Jimin tahu penyebabnya.
Rasa bersalah Yoongi pada Jin dan Taehyung masih menghantui panglima tersebut.
Yoongi seperti biasa tidak bisa lepas dari masa lalu.
Sudah menjelang tiga tahun kepergian Jin, dan Yoongi masih terus menghukum dirinya.
Sedangkan Jimin sudah tidak tahan lagi melihatnya.
"Hyung…" ujar Jimin ketika mengobati luka milik Yoongi membuat Yoongi kaget setengah mati.
Jimin sangat jarang memanggilnya dengan sebutan hyung, jika ia memanggilnya begitu ada suatu keseriusan disana.
Dan intonasi suaranya menunjukkan bahwa dirinya lelah.
"Kapan dirimu mau berdamai dengan masa lalu hyung?"
Yoongi terdiam sambil meresapi setiap sakit yang diakibatkan oleh lukanya yang bertemu dengan ramuan tumbuhan milik Jimin.
Atau mungkin juga luka dihatinya.
"Park Jimin…"
"Hmm…?"
"Maafkan aku…" ujar Yoongi
Jimin tertawa,
Tertawa menyakitkan.
"Sudah cukup dirimu menghukum jiwa dan ragamu sendiri hyung" ujar Jimin
Hening.
Tak ada satupun kata yang keluar bahkan setelah Jimin selesai mengobati luka didada Yoongi.
Mereka saling bertatap, namun tak ada satupun yang mengakhiri situasi hening ini.
"Aku mencintaimu hyung" ujar Jimin dengan mata berkaca – kaca.
"Kalimat yang harusnya aku keluarkan dari dulu tapi tak sanggup mengucapkannya dihadapanmu" lanjut Jimin kini dengan air mata sambil berlalu pergi meninggalkan Yoongi yang terdiam kaget.
Selama ini,
Mereka,
Saling mencintai?
Jimin sudah terbiasa untuk merelakan, dahulu ia bisa merelakan Yoongi dengan almarhum kakaknya. Kali ini ia pun pasti bisa merelakan Yoongi untuk yang kedua kalinya.
Iya,
Dia yakin.
Meski hatinya sudah hancur lebur memintanya tuk bertahan.
"Kau ingin membawa Woon ke Tanma?" ujar Taehyung kaget.
"Disana ada banyak ahli tulang dan saraf yang bisa mengobati Woon. Itupun jikalau dirimu berkenan"
Hari ini fokus utama dirinya adalah Woon dan Tae. Dua anak itu sudah Jin percayakan padanya dengan berbagai macam cara Jimin harus bisa membuat keduanya bahagia.
"Eommoeniku sendiri juga sudah setuju mengenai ide ini, tapi jika dirimu tidak bisa melepaskan Woon disini. Aku bisa kembali bersama Eommoeni untuk membawa ahli syaraf yang sekiranya cocok untuk Woon" ujar Jimin.
Taehyung tahu.
Ini adalah kalimat halus untuk 'pergi dari istana'.
Dan Yoongi jelas marah mengenai hal ini.
"Kau ingin ke Tanma?"
"Ya?"
"Kenapa?"
"Aku ingin mengantar eommoeniku kembali sekaligus mencari-"
"Kau ingin menghindar dariku bukan?" tanya Yoongi to the point.
Jimin terdiam.
"Hyung, aku sedang kelelahan. Biarkan aku beristirahat sebentar" ujar Jimin memohon dengan raut wajah penuh penyeselan.
Wajah yang tak bisa Yoongi lupakan
Kali ini, kedua kalinya, Yoongi membiarkan Jimin pergi.
Atau tidak sama sekali.
"Samchon, bagaimana keadaan Tanma?" tanya Woon sebelum ia pergi.
"Tanma kaya akan buah jeruknya yang manis. Disana ada banyak orang – orang hebat seperti Samchon" ujar Jimin.
"Apakah Samchon merindukan Tanma?"
"Tentu saja Woon-ah"
"Lalu apa mungkin Samchon akan merindukan Woon"
"Tentu saja"
"Tae?"
"Tentu saja"
"Abba-mama?"
"Tentu saja"
"Namjoonie samchon?"
"Tentu saja"
"Daebi-mama?"
"Tentu saja"
"Yoongi samchon?"
"Tentu-" Jimin tercekat.
"-saja" ujar Jimin menuntaskan kalimatnya.
'sangat merindukannya sampai rasanya mampu membunuh samchon Woon-ah'
"Hyung, kau dipanggil Yoongi hyung di pohon beringin tempat kita bermain dahulu" ujar Jungkook tiba – tiba datang, membuat Jimin segera kesan dengan raut wajah kebingungan.
Hingga dirinya beku begitu melihat kondisi tempat bermain mereka dahulu menampilkan lukisan wajahnya yang terpampang besar dan ribuan kelopak mawar putih ditebar disekeliling pohon beringin tersebut dan Yoongi yang berdiri disana dengan sebuket mawar putih.
"Hyung…?" kaget Jimin
"Bagaimana kau menyukai lukisannya? Woon yang mengajariku" ujar Yoongi tenang
Woon kembali lagi melukis?
"Eum, ini ide Jungkook. Kau suka…?" tanya Yoongi menatap Jimin yang masih dalam mode kebingungan.
"Hyung, apa yang kau lakukan?" tanya Jimin kaget.
Tapi kali ini dibalas oleh Yoongi dengan sebuah ciuman panjang, ada lumatan dan hisapan disana sebelum akhirnya mereka mengambil nafas mereka masing – masing.
"Bukankah dirimu bilang, bahwa aku harus mencium orang 'yang kucintai' saat ia pergi, Park Ji Min?" ujar Yoongi menatap mata itu lekat – lekat.
"Tapi kali ini aku mau bilang bahwa tinggallah disisiku selamanya. Jangan pergi lagi dengan membawa hatiku. Bantu aku keluar dari masa lalu. Bantu aku untuk semakin dan makin mencintaimu lebih dalam lagi" ujar Yoongi membuat Jimin menangis.
"Hiks…kau belajar kalimat klise itu darimana huh?" ujar Jimin sambil menangis haru.
"Pengalaman" ujar Yoongi yang membawa keduanya kembali pada pelukan hangat.
"""
Jimin masih ingat hari itu sampai sekarang.
Hari dimana angin yang hangat masuk kedalam rumahnya.
"Hyung, dirimu tidak malu dilihat oleh Yeonji hm?" ujar Jimin membalikkan badannya melihat Yoongi masih dengan seragam perang kesukaannya.
"Cium aku dulu, baru dirimu kulepas"
Dan Jimin baru tahu bahwa Yoongi jauh lebih kekanakkan dari Tae.
"Tidak akan"
"Begitu ya…"
"Memangnya dirimu mau apa hm?"
"Baiklah, biarkan Min Yoon Gi memberi pelajaran pada Min Ji Min" ujar Yoongi dengan santai menggendong Jimin ala bridal style.
"Astaga hyung! Turunkan aku!" kaget Jimin.
"Aku sedang 'lapar' sekarang" ujar Yoongi sebagai tanda peringatan,
Bahwa Jimin tidak akan bisa berjalan dengan baik esok pagi.
"""
Tae masih setia menemani sang kakak yang tertidur pulas.
Tae tersenyum melihat sang kakak tertidur dengan damainya, dari dulu ia selalu berjanji untuk melindungi sang kakak.
Dan tanpa sadar rasa sayangnya itu berubah menjadi rasa cinta. Tae yakin bahwa seluruh anggota keluarga kerajaan mengetahui hal ini.
Ayahnya cukup pintar, dan dirinya juga tidaklah bodoh.
Tapi mengapa kakaknya tak pernah bisa 'peka' dengan hal itu.
Lukisan ibunya yang terpampang di kamar sang ayah harus Tae akui sangat mirip dengan wajah Woon sekarang.
Dirinya sendiri juga mengakui bahwa dirinya pun sangat mirip dengan sang ayah.
Itu saja sudah menjadi pertanda, kalau mereka adalah pasangan yang dipertemukan oleh Tuhan.
Mengapa kakaknya masih saja tidak peka juga?
Kakaknya jauh lebih cantik dari seluruh perempuan yang ada didunia.
Dirinya juga manusia paling –ekhem- tampan sedunia.
Bukankah mereka adalah pasangan yang serasi?
Tapi mengapa kakaknya selalu saja masih menganggap bahwa dirinya adalah adik kecil yang masih harus dilindungi yang suci tanpa dosa.
Apakah kakaknya tidak tahu bahwa ia pernah pergi ke rumah bordir dan menghabiskan satu malam disana bersama Hoseok?
Ya walaupun berakhir diketahui oleh sang ayah membuat dirinya jauh lebih berhati –hati.
Dibanding kakaknya, tubuhnya jauh lebih berisi, berotot, dan tentunya sempurna.
Kakaknya terkenal sebagai orang yang sangat suka belajar.
Ia bisa melukis dan kaligrafi juga bahasa asing.
Tae juga mempelajari itu semua ditambah dengan , sastra, taktik perang, hitungan dan lain – lain.
Meski dia tidak bisa meungguli kakaknya dibidang seni lukis dan kaligrafi.
Setidaknya ia pandai diseni sastra dan musik.
Bagi Tae, ia adalah pasangan yang sempurna.
Tapi bagi kakaknya belum.
Masih ada gap yang memisahkan keduanya.
Gap dengan sebutan 'hyungnim' dan 'namdongsaeng'
Atau 'Wangseja' dengan 'Daegun'.
Tae tidak tahu harus berapa lama lagi menunggu ditambah lagi keduanya semakin dewasa.
Dan hasrat itu semakin tumbuh.
"Tae…?" ujar suara kakaknya yang lemah memecah lamunannya.
"Hyung, dirimu sudah bangun? Mau kuambilkan minum?" tanya Tae dan Woon menggeleng.
Tae memberikan lukisan itu pada kakaknya sekaligus meminta maaf karna ini mereka jadi ribut di ruang makan tadi pagi apalagi ditambah dengan membuat kaki kakaknya kumat. Tae menyesal sekaligus meminta maaf juga menyampaikan rasa kesalnya karna masih melukis wajah orang yang membuat kakaknya seperti ini.
Dari pamannya Jungkook, Tae tahu bahwa kakaknya suka berlari, bermain bola, bahkan berenang. Kakaknya suka berlatih pedang namun semuanya harus ia tinggalkan karna kondisi kakinya tak lagi sama.
"Jadi dirimu mau aku menghentikan ini semua?" tanya Woon.
"Tentu saja hyung" ujar Tae.
Akhirnya Woon memberikan surat yang Jin titipkan dulu padanya dan Tae membaca satu per satu kalimat itu.
"Disaat eomma-mama menulis surat itu disaat itu juga ia memasak makanan favorit kesukaan hyung. Sebuah makanan yang tak bisa hyung cicipi lagi 'selamanya' hanya ini satu – satunya cara berterima kasih padanya. Memafkan semua orang yang menyakiti hyung sesuai keinginannya" ujar Woon memberi pengertian.
Tae menangis dipelukan Woon.
Woon sadar dibalik kondisi mengenaskan dirinya,
Tae jauh lebih mengenaskan karna belum sempat bertemu ibunya.
"""
"Abba-mama" ujar Tae suatu hari diruang baca milik Taehyung.
"Ada apa?" tanya Taehyung bingung melihat sikap anaknya.
"Bagaimana caranya abba-mama bisa bertemu eomma-mama" ujar Tae mengundang rasa penasaran.
Taehyung hanya tersenyum mendengarnya.
"Eomma-mama mu dari awal pertemuan adalah orang yang keras kepala sama seperti hyungmu" ujar Taehyung sambil mengingat masa lalu.
"Angkat tubuhmu aku tidak akan marah. Apa tuanmu tidak memberimu makan hingga kamu kabur?"
"Aku bukan budak!"
Mengingatnya membuat Taehyung tertawa kembali.
"Lalu apa yang membuat abba-mama jatuh cinta pada eomma-mama?" tanya Tae kemudian.
Kali ini wajah sang ayah kembali serius.
"Taehyung…"
"YAK! LEE TAE HYUNG!"
"…YAK TAEHYUNG BERANINYA…"
"Taehyung! Bagaimana bisa kamu kemari?"
"Taehyung…jantungku sakit sekali…"
"Taehyung? Apa yang kau lakukan disini?"
"Taehyung! Lihat! acaranya sudah dimulai!"
"Taehyung…?"
"Ahhhh….~! Tae..hh…hyungh..hh...~!"
"Ahh! Taehyunghh~"
"Ah….~! Taeh…hyung..hhh..~!"
"Gomapseuminda…Taehyung-ah…"
"Ah, Taehyung-ah… siapa yang akan mengajari Woon nanti?"
"Taehyung…apa yang terjadi padamu…?"
"Taehyung…"
"Ugh…Taehyung…aku kesakitan…"
"Taehyung…apa aku…"
"Hiks…Taehyung…hiks…aku tak percaya ini…hiks…"
"Taehyung…"
"Taehyung aku ingin makan buah rambutan dari pohon rambutan di istana daebi-mama…"
"Taehyung disini nyaman sekali…"
"Taehyung…"
"Taehyung…aku perlu bicara…"
"Taehyung…hiks…"
"Taehyung…Woon…"
"Taehyung…"
"Taehyung…"
"Hiks…Taehyung…"
"Taehyung…kau ingat pembicaraan kita bukan…?"
"Taehyung hyung…"
"Taehyung, kau ingat jelas bukan kisah tentang Lee Jeong? Akulah Lee Jeong adik kembarmu Taehyung"
"…hiks… Taehyung dirimu adalah hyungku…"
"Dia mirip denganmu Taehyung…"
"Kau tahu Taehyung, aku sangat mencintaimu…dan aku harap uri Taehyung kita yang satu ini juga sangat mencintai Woon dikemudian hari nanti…" ujar Jin senang
"Taehyung…aku…mengantuk…"
"Karna kuizinkan dia 'memanggil namaku'. Disaat ia senang, sedih, kesal, bahagia, menangis, tertawa, berteriak, bahkan…"
"Bahkan..?
"Bahkan… sampai akhir hidupnya. Kuizinkan dirinya memanggil namaku, Tae" ujar Taehyung menuai setetes air mata dari sang anak.
Neneknya pernah menceritakan kisah ini. Dimana di penghujung nafas ibunya, ibunya tertidur lelap dipelukan sang ayah.
Tae sendiri tidak bisa membayangkan betapa hancur hati ayahnya saat itu.
Tae bertekat,
Dia pun akan 'mengizinkan' sang kakak memanggil namanya.
"""
Woon dan Jungkook terkaget mendapati Tae dengan wajah serius. Woon yang sedang membantu Jungkook membuat buket bunga takut mendapati adiknya dengan wajah 'seram' seperti itu.
"Tae ada apa denganmu?"
"Panggil aku"
"Tae?"
"Bukan. Panggil namaku" ujar Tae semakin membuat Woon kebingungan.
"Panggil namaku. Ini perintah"
"Lee Tae Hyung?"
"Mulai dari sekarang...jika hyung membutuhkan pertolongan panggil namaku..." titah Tae serius yang hanya dijawab oleh anggukan sang kakak yang kebingungan.
Tidak tahukan Woon bahwa itu ungkapan untuk melamar dirinya,
Atau tidak tahukah Tae bahwa dahulu sang ayah juga melakukan hal yang sama?
Atau tidak tahukah mereka bahwa Jungkook menatap keduanya dengan pandangan yang juga sama bingungnya?
The moon loves the sun so much. She DIES everyday to let him BREATH – Lee Woon
"Eomma ingin menikah lagi" sebuah statement keluar dari bibir ibunya saat sarapan dipagi hari.
Jin sudah lama tahu bahwa semenjak kepergian sang ayah sepuluh tahun yang lalu, sang ibu sudah membicarakan bahwa ia tak kuat sendirian dan butuh 'tempat bersandar' dan Jin mengiyakan keputusan ibunya untuk mencari 'tambatan hati'.
Tapi yang Jin tidak sangka ibunya akan seserius ini hingga ingin 'berkomitmen' lagi.
"Ibu serius?"
"Huum. Dan dia ingin melamar ibu didepanmu"
Dan terciptalah makan malam di sebuah mansion besar yang diketahui Jin sebagai rumah calon ayah tirinya.
Yang lambat laun diketahui sebagai salah seorang milyarder di Korea Selatan.
Great.
Harusnya ia menuruti permintaan ibunya untuk memakai setelan kemeja daripada sebuah sweater rajut turtle neck berwarna putih dan jeans hitam.
Mereka berbincang sebentar sambil menunggu sang anak yang katanya sedang rapat penting yang sebentar lagi akan kemari.
"HAI DAD~~~" ujar sang anak memakai outfit urban style dan bukannya setelan Jas yang Jin pikirkan ketika orang 'sedang rapat'
"Oh apakah ini tukang masak kita yang baru? Hi imo~~" ujar anak milyarder tersebut yang lambat laun diketahui sebagai Taehyung.
Atau ingin dipanggil V.
Makan malam mereka cukup awkward karna tingkah 'alien' Taehyung. Mulai dari ibunya yang disebut tukang masak, dirinya kutu buku yang harus dibasmi, dan yang paling mengejutkan adalah table manner Taehyung yang luar biasa rapihnya.
Bayangkan ia berbicara ketika masih mengunyah nasi hingga nasinya terciprat kemana – mana.
Iya tahu calon ayah tirinya ini sudah nampak ingin mencerca Taehyung sepanjang malam.
Tapi dari sudut pandang Taehyung, Jin bisa mengerti suatu hal.
Saat Taehyung disuruh menemani Jin keliling mansion miliknya termasuk kamar Taehyung.
Disana masih ada foto keluarganya termasuk foto wisudanya.
Yang membuat Jin kaget bahwa anak ini lulus dengan cepat serta cumlaude meski tingkahnya bikin orang senewen.
Saat Jin izin kekamar mandi dan berpapasan dengan salah satu pelayan, mereka akan mengatakan bahwa Taehyung sesungguhny anak yang baik, dia hanya belum bisa menerima kepergian ibunya tiga tahun yang lalu ditambah lagi dengan kehadiran orang asing.
Jin mengerti.
Dan sangat mengerti.
Karna ia juga merasakan hal yang sama.
Namun bedanya,
Ia tak seperti Taehyung yang memberontak.
"Jadi langsung saja keintinya. Saya hendak melamar eomma-mu, dan saya harap kamu mengizinkannya"
Ditambah lagi ayah Taehyung adalah tipikal yang 'otoriter'.
"Daripada meminta izin anda tampak tengah memaksa saya" ujar Jin kemudian membuat kaget seluruh orang disana.
Termasuk teman – teman Taehyung yang ikut merecoki kegiatan makan malam damai mereka dengan bermain play station di ruang tamu yang Jin yakini 'disuruh' oleh Taehyung sendiri.
Yang lambat laun dikenal sebagai Yoongi, Namjoon dan Jungkook.
"Maaf kalau kata - kata saya terlihat memaksa tapi kami saling mencintai" ujar ayah Taehyung sambil menggenggam tangan ibunya.
"Tapi jujur harus saya katakan saya tidak suka orang yang memaksakan kehendak sendiri"
"Ini pasti karena ulah Taehyung dan kawan – kawannya-"
"Jika anda membicarakan makan malam ini dengan Taehyung-shi. Iya tidak mungkin salah mengira ibu saya sebagai Juru Masak, atau tidak akan membawa temannya bermain kerumah disaat ada pembicaraan penting seperti malam ini" ujar Jin membuat lidah ayah Taehyung kelu.
"Tuan Kim, saya tidak mempertanyakan seberapa besar cinta anda untuk eomma saya. Tapi yang akan kalian bangun disini bukan lagi cinta tapi juga tanggung jawab. Anda mempunyai seorang anak dan eomma saya juga, tanggung jawab anda nanti akan jauh lebih besar. Jika anda hanya mau 'dimengerti' bagaimana bisa anda 'mengerti' orang lain. Bagi saya harta anda tidak ada apa – apanya jika anda sendiri tidak mengerti kemauan anak anda" lanjut Jin kemudian menuai tatapan yang sulit diartikan oleh Taehyung.
"Maaf, saya tidak menolak anda sebagai suami eomma saya, tetapi saya masih menolak anda sebagai ayah saya. Kami berdua pamit undur diri" putus Jin final sambil mengambil tangan ibunya yang digenggam oleh ayah Taehyung dan berlalu pergi.
Menolak untuk pergi dengan mobil yang disediakan dan memilih menaikki taksi.
"Jin…"
"Aku tahu dia pria yang baik, tapi aku juga tahu bahwa dia punya hubungan yang sulit dengan anaknya. Aku ingin pernikahan kalian juga adalah kebahagiaan untukku dan Taehyung" putus Jin sambil memberi pengertian.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluk sang anak sayang.
"Jika ia memang mencintai eomma, ia pasti akan berubah" ujar Jin membalas pelukan sang ibu
Dan benar saja.
Tak sampai sebulan, ayahnya Taehyung datang.
Lengkap dengan putranya.
Kali ini mereka berpakaian tampak lebih kasual saat bertandang ke apertemen kecil milik ibunya dan menicicipi masakan Jin sambil menunggu ibunya menutup restoran miliknya.
Fyi, ibu Jin pemilik restoran korea.
Dan kedua pasang anak – bapak itu memuji masakan Jin.
Dan Jin melihat ada keakraban disana.
Membuat ia sedikit rindu dengan almarhum ayahnya sendiri.
Kali ini, lamaran milik ayahnya Taehyung diterima.
Bahkan calon ayah tirinya tersebut yang membuat inisiatif agar Jin dan Taehyung saling mengenal dengan mengantar Jin pulang pergi ke kampus.
Suatu ide yang sampai sekarang Jin benci.
"Tapi setidaknya itu bagus bukan?" ujar Jimin keeseokan harinya setelah insiden 'penculikan Jin' kemarin.
"Tak ada yang bagus dari seorang Kim Taehyung. Jadi mana researchmu mochi hidup" ujar Jin menuai kekehan kecil menandakan baahwa Jimin belum mengerjakan tugas kelompok mereka.
"HARAPAN KALIAN DATANG~~~" ujar seseorang dengan senyum sumringah secerah matahari miliknya.
Jung Hoseok
Aka J-Hope
Partner In Crimenya Jimin saat menjadi seorang street dancer.
Jin bahkan tidak tahu bagaimana bisa berteman dengan dua makhluk asing begini.
"Bagaimana fitting bajumu?"
"Berjalan lancar"
"Saudaramu"
"Seperti biasa tak ada yang berubah"
"Maksudku kini saudaramu ada dibelakangmu"
"MWO!"
BUK!
Jadilah terjadi insiden Jin yang menabrak Taehyung hingga kacamatanya terjatuh dan lensanya tidak sengaja terinjak Taehyung.
"YAK! KACAMATAKU!" ujar Jin emosi.
"Hyung maaf, aku sungguh tidak sengaja. Nanti kubelikan yang baru" ujar Taehyung merasa bersalah namun justru menuai tamparan dari Jin.
"AKU MEMBENCIMU!" ujar Jin lalu pergi.
Meninggalkan Taehyung yang kebingungan.
"Itu adalah kacamata pemberian appanya" ujar Jimin.
"…sekaligus alasan dibalik meninggalnya" lanjut J-Hope lirih.
Jin mendiamkan Taehyung sejak insiden itu. Dari J-Hope, Taehyung tahu bahwa ayah Jin meninggal karena korban tabrak lari. Dan itu persis setelah ia keluar dari toko kacamata tersebut dan hendak menyebrang.
Dan itu tepat diulang tahun Jin yang kelima belas.
Dan ini sudah seminggu dan Taehyung sudah mulai gatal dengan 'aksi muka tembok' milik Jin.
Hari ini Jin pulang tengah malam karna sedang membantu salah satu temannya untuk mengerjakan kliping di perpustakaan. Dan betapa kagetnya ia bahwa Taehyung masih setia menunggu di parkiran fakultasnya.
Padahal waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi.
Meski Jin harus mengucek matanya berkali – kali. Takut salah liat, mengingat ia sedang tidak memakai kacamata sekarang.
"Apa yang kau lakukan dipagi – pagi buta begini" tanya Jin.
"Menunggumu"
"Dari pagi?"
"Tentu saja" ujar Taehyung, Jin ingin mengelak bahwa Taehyung bohong tapi tak lama kemudian sang satpam datang membawa sebuah kopi sambil menyapa keduanya.
"Dari tadi pagi saya suruh dia masuk, tapi gak mau masuk juga. Untung sudah ketemu dengan anda" ujar sang satpam lalu pergi.
"Apa yang kamu lakukan disini" ujar Taehyung sambil memberikan sebuah kotak.
Berisi kacamata miliknya yang sudah terganti lensanya.
"Aku meminta maaf soal kacamatamu"
"Kau mengambilnya dari rumahku bukan?"
"Aku dapat izin dari eommamu untuk masuk kekamarmu" ujar Taehyung menggoda Jin.
Jin tidak peduli dengan tingkah 'alien' milik Taehyung dan mencoba memakai kacamatanya, kali ini seluruh penglihatannya sudah sangat jelas.
Termasuk penglihatan bahwa Taehyung dari tadi menggigil kedinginan.
"Kau kedinginan, pulanglah"
"Bersamamu"
"Aku bisa naik taksi"
"Tidak ada taksi jam segini"
"Aku bisa naik bis"
"Bis sudah tidak ada jadwal dijam segini"
"Jalan kaki"
"Hyung, kau masih membenciku?"
Satu pertanyaan yang terlontar dari Taehyung serasa angin yang menusuk dirinya.
Iya. Jin ingin mengatakan iya, sama seperti Taehyung iya membenci kehadiran ayah dan anak milyarder tersebut, iya benci dengan tingkah Taehyung yang tampak begitu bebas menyuarakan pendapatnya, iya benci harus dijemput dan diantar pulang olehnya tiap hari, ia benci dimata – matai, iya benci segala sesuatu dari Taehyung.
Namun sekaligus tak punya keberanian untuk menolaknya.
Ia menerimanya. Semua hal yang ia benci, ia menerimanya.
"Kalau ukuran kebencianmu berdasarkan apakah diriku mau diantar pulang olehmu. Maka sepertinya aku harus pulang denganmu" ujar Jin lelah menuai senyuman dari Taehyung.
Perasaannya saja apa memang perjalanan dimobil Taehyung terasa lambat dan membuat dirinya mengantuk.
"Tidurlah, aku tahu dirimu mengantuk" ujar Taehyung seperti lullaby yang membuat Jin benar – benar tertidur pulas.
Taehyung sampai harus menepi sebentar untuk menurunkan kursi Jin dan mematikan pendingin mobil di sisi Jin agar tubuh pemuda itu tetap hangat.
Dan anehnya Taehyung tersenyum sambil mengamati wajah dibalik bingkai kacamata itu.
Pertemuan pertama mereka bisa terbilang cukup kacau. Tapi dari sana Taehyung mendapati bahwa kakak tirinya ini bukanlah calon kakak tiri yang buruk begitupula calon ibu tirinya nanti. Mereka berdua tidak marah melihat tingkah Taehyung malah secara halus memihaknya.
Bagaimana Jin bisa membangun kembali hubungan dingin dirinya dengan ayahnya, juga hal – hal kecil lainnya.
Jin dan ibunya bukanlah pecinta uang dan kekayaan. Ibunya menginginkan kasih sayang sementara Jin menginginkan sebuah kedamaian. Jin tidak suka jadi pusat perhatian.
Tapi dirinya tanpa ia sadari selalu menjadi pusat perhatian. Selama seminggu Jin tidak memakai kacamata mungkin penglihatan dirinya agak buruk.
Tapi penglihatan orang lain masih sama jelasnya.
Si kutu buku yang ternyata memiliki mata yang indah selalu menjadi pokok pembicaraan. Mungkin Jin tidak tahu, tapi Taehyung tahu.
Taehyung tahu melihat bagaimana mahasiswa memandang Jin 'lapar' dan mahasiswi memandang Jin sebagai 'ancaman' tak peduli apakah mereka kakak kelas atau adik kelas yang membuat Taehyung gatal untuk 'menghabiskan' mereka semua.
Pertama kali bertemu Jin, entah mengapa Taehyung mendapat firasat bahwa ia sangat ingin melindungi kakak tirinya ini.
Seperti rasa posesif mungkin?
Entahlah Taehyung juga tidak tahu.
Yang pasti Taehyung akan terus memastikan 'kakaknya' ini bahagia.
Tell me what is more beautiful,
How the moon lets the sun shine throughout the day,
Or.
The way the sun lets the moon glimmer at night.
- Author
HI EVERYBODYY~~~~
Setelah author membaca review kalian satu persatu,
Author seneng banget banyak yang cinta dengan fanfic ini. Maka dari itu Author sediakan spin-off khusus untuk fanfic ini.
Dan mengobati rindu kalian tentunya/?
Author mulai fanfic ini di 23 Desember 2016 ketika sedang pulang kampung dengan sinyal seadanya/?.
Dan akan author akhiri di 23 Desember 2017 ketika view terakhir mencapai 10,045 viewer, review 164, dengan Favorites sebanyak 78 dan followernya 86*
Terakhir mengecek di 19 Desember 2017.
Sebuah angka diluar ekspetasi saya sendiri, mengingat bahwa begitu banyak author terkenal diluar sana dengan 'pendukung shippernya' yang banyak.
Tentunya dengan kualitas tulisan yang mumpuni juga.
Banyak yang kasih masukan, saran, perbaikan, dan lain sebagainya yang membuat fanfic ini semakin dicintai oleh kalian semua.
Untuk itu author sediakan khusus QnA bagi kalian pembaca setia hwhwhw
1. 1004
Astaga nangis aku bayanginnya. Jarang banget ada tema kerajaan yang anti mainstream kayak gini, apalagi Ratu sama Selirnya bisa akur wkwkwkwkwk. Jadi penasaran sama ayahnya ntar kayak gimana.
BTW kalau Jin diistana Yeon Hui sama Ara gimana thor?
Yeon Hui dan Ara termasuk dalam orang - orang yang seharusnya dihukum karena menipu kerajaan (termasuk Jimin, Yoongi, dan Cenayang Shin) tapi karena hukuman mereka ditangguhkan (karena bagaimanapun dua orang ini berjasa mengurus Jin selama dua puluh tahun) mereka diundang ke Istana Bintang dan membantu cenayang Shin disana
2. tao-ghel
boleh koreksi? gosam itu anak sma klas 3... klw anak sma aja goding istilahnya...
Setelah aku cek ternyata bener bahwa Gosam itu anak SMA kelas 3, makasih atas koreksinya ^^
3. BlinkBlink88
mau tau donk, author dapet istilah kerajaan itu dari mana ya? atau murni karena penggemar drama kolosal? soalnya aku suka banget sama yang kolosal, tapi karena gk terlalu banyak tau tentang istilahnya jadi gk pernah mau nulis tentang kolosal gini...
btw, ficnya keren, bahasanya aku banget hahha.. dan saat bacanya, aku agak keinget sama mirrow of the witch, iya kan? soalnya tentang anak kembar yang satunya dibuang, tapi untuk plot lainnya beda gitu
Aku tahu banyak istilah kerajaan itu dari beberapa drama yang kutonton kayak The Moon That Embraces The Sun, Iljimae, Splash Splash Love, Hwarang, dan Moonlight Drawn By Clouds (baru itu drama kolosal yang aku tonton) dan juga beberapa blog yang membahas seputar budaya Joseon. Sejujurnya aku belum pernah nonton Mirror of The Witch meski pernah beberapa kali baca sinopsis dan teasernya. Tapi jujur The Missing Moon ini asli karna ide author yang muncul karna kisah di The Moon That Embraces The Sun dimana sang raja Lee Hwon (Kim Soo Hyun/Yeo Jin Goo), yang masih belum bisa melupakan cinta pertamanya Han Yeon Woo (Han Ga In/Kim Yeo Jung) yang sudah meninggal meski nyatanya ia belum meninggal. Jadi author kembangin ide cerita tersebut menjadi sesuatu yang berbeda hwhwhw
4. KimAnita
Wah ceritanya baguss... Aku sangat menantikan lanjutannya. Ngomong2 satu yg aku bingungin, mereka kan adik kakak gpp Cinta cintaan gtu? Dan yaa apakah langit ga akan menghukum jae hee karena mencambuk Bulan? Ditunggu bgt lanjutannya
= Sebenarnya yang namanya incest itu gak boleh sih. Tapi disini author mau masukin 'isu' itu karena salah satu temen kerja author yang gak nyangka selama ini dia pacaran sama adiknya sendiri (teman author ini laki - laki dan merek sudah pacaran hampir tiga tahun dan orang tua mereka cerai sebelum adiknya lahir) dan ketahuannya pas temen author ini mau ngelamar adiknya. But, just in case jangan ditiru ya!
5. KookieL
Cerita yoonmin mirip" drakor terkenal di 2016, aku suka,hehe:)
Mirip drakor apa ya? Bisa tolong kasih tahu saya? Soalnya author jarang update soal drama wkwk
6. Elixir Edlar
Wah.. akhirnya update juga
Jadi, Yoonmin itu punya hubungan yang rumit. Dan janji Yoongi ke mantan panglima perangnya itu apa kira-kira? Buat melindungi Jimin sekeluarga? Tapi tadi Taehyung bilang kalo Yoongi masih terjebak di masa lalu alias galmon gagal move on.
Nah... Bagaimana kisah Yoonmin selanjutnya? Mari kita tunggu chap berikutnya.
.
Yoongi jg gak tega bilang ke Tae kalo Jin itu Jeong karena gak mau merusak kebahagiaan mereka. Apalagi Tae udah memasukkan JinWoon ke daftar silsilah anggota keluarga kerajaan. Kalo sampai Tae tahu dia itu Jeong? Wah bisa terjadi huru hara.
.
Itu Soohyuk siapa ya kira2? Punya mantan yang mukanya mirip Jin? Asik deh ini pasti seru banget~ Yes! Oke itu Jaehee sama liciknya sama bokap dan kakeknya errr!
Baiklah mari kita nantikan episode depan. Terima kasih sudah update :D
= Pertama tentang Yoonmin. Awalnya sebenarnya aku mau buat mereka jadi brotherships saja. Cuman ternyata aku belum buat bigline gimana Jimin bisa pergi ke Tanma. Jadilah kubuat mereka menjadi teman masa kecil yang saling mencintai namun terhalang oleh kesalahpahaman mereka sendiri dan ayahnya Jimin mengetahui kesalahpahaman ini, maka dari itu ayah Jimin menyuruh Yoongi berjanji melindungi Jimin alias mengakulah Yoongi pada Jimin bahwa ia mencintai Jimin. Nah masalah Taehyung yang bilang bahwa Yoongi gagal move on adalah rasa bersalahnya pada keluarga Jimin terlebih noonanya (Karena seluruh pihak kerajaan hanya tahu bahwa Yoongi mencintai noona Jimin).
Untuk karakter Seok, dia punya wajah yang mirip sama Jin namun berbeda orang. Beda dengan Woon dan Tae yang tumbuh besar menjadi 'duplikat' Taehyung dan Jin.
7. violanindya93
Ehem*hantu*ehem~~
1. Syukurlah sudah update ya, syukurlah~~
2. Kaget ya tiba tiba hujan, ritualnya juga gak biasa banget /haha/
3. Tak kusangka YoonMin kisahnya tak semulus angin gelebug/? malah kebawanya bikin patah hati.
4. Kalau Jin adiknya Raja, masa gak boleh bareng lagi dong? Ini mah bahagianya bikin galau eung.
5. Saya sadar diri kok. Huft, maafkan~~
sip, review abal dimaksudkan untuk memenuhi keinginan author dan sebagai permintaan maaf!
Ritualnya biasa aja kok, malah kayaknya gak ada 'panas - panasnya' malah wkwkw. Maaf ya kisah Yoonmin tak semulus yang dirimu perkirakan wkwk. Sebenarnya menurut aturan kerajaan dilarang menikahi saudara sendiri terlebih laki - laki (namun pernah tertulis di sebuah novel berjudul "Bu Bu Jing Xin" karya Tong Hua yang disadur jadi drama Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo)
8. Park RinHyun-Uchiha
Apa Soohyuk bakal berada dipihak putih atau hitam ?
Awalnya aku mau buat Soohyuk sebagai orang yang nantinya akan membantu Taehyung membongkar kejahatan Kim Hoo Myung dan putrinya Jaehee. Tapi disini aku semakin melihat kedekatan antara Woon dan Soohyuk. Alhasil kubuat dia berada di pihak hitam.-.v
9. lombokriwit
Bentar, tarik napas dulu. Oke, udah-AAAAAAAAAHDBDJDNDHQIEJDH. Kenapa aku baru nemuin fanfic sebagus ini sekarang?! Asli, suka banget sama semuanya. Mulai dari ceritanya, castnya, penggambarannya, sama nambah pengetahuan juga! KAPAN DILANJUT INI? YOONMIN JANGAN GANTUNG YA. KOOKIE SAMA SIAPA NANTI? HOSEOK? HOSEOK SINI SAMA AKU AJA-/kemudian digampar/ Oh iya, aku menemukan beberapa kata-kata yang agak ambigu. Seperti gomapseumnida(formal) tapi kenapa belakangnya pake embel -ah? Bukan menggurui, tapi itu agak mengganggu sih sebenernya. Hehe, aku juga masih belajar kok! Overall, aku suka! Awas aja kalo ini ngga lanjut. Kubeleh kamu .gak
Untuk Hoseok sama Jungkook memang ada niatin untuk pairing diawal/? cuman bingung nanti yang jadi ukenya siapa kalau mereka berdua dipairing wks. Untuk Yoonmin tidak berakhir gantung, punya anak malah wkwk. Untuk penambahan -ah setahuku itu biasanya dilakukan untuk orang yang lebih tua ke yang lebih muda masih dalam kategori formal cuman sudah merujuk pada hubungan yang agak/mulai 'dekat'. Tapi jika ini menganggu akan Author koreksi ulang, terima kasih atas sarannya^^
10. TaeJinKim
ini gak bisa dilanjutin lagi author? suka banget sama cerita ini. berharap jin masih hidup dan bahagia sama keluarganya.. kusuka sama endingnya... Bagus banget... bikin sequel kalo boleh... itu jin yang sekarang reinkarnasi jin yang dulu? apa nasibnya akan sama kayak jin yang dulu? mencintai sodara (tiri) nya sendiri...? kalo boleh minta... sekali lagi... bikin in sequelnya... makasih kak author...
= Untuk bikin sequel author belum kepikiran wkwk, maaf ya reader-nim. Dan untuk Jin dan Taehyung di epilog atau yang dimasa sekarang intinya mereka bakal bersama - sama kembali dan mungkin punya happy ending sesuai dengan imajinasi para reader sekalian. Makanya untuk mengobati rasa rindu kalian author sediakan Spin-Off di chapter ini.
Semoga kalian suka!^^
Itu saja dari author, sampai berjumpa di Tmesis, вещие (Veshchiye) - Precognitive Dream, dan karya author lainnya!~
Big Thanks To :
Reader who left their review,
SyubD, zielavienaz96, Elixir Edlar, Jung Yeon Jae, Zahara Jo, Park RinHyun-Uchiha, violanindya93, zhiewon183, VJIN, Guest, lalala, 1004, kincibts97, Stupefy-Jin, taejin, ORUL2, TaeJin, Ammiguns, Grydillian, hopemang, shienya, tao-ghel, FyKim, BlinkBlink88, Xiaver, aseuka, dandelion, vjinship, noname, Zfjwfz, wanyaa, Jun96, Kim Joungwook, VhyJisoo, Dee, e-elia, Jiminioon, KimAnita, QnQueen, taejinnie, Bts92ksj, BadSector99, imginaryblue, HuimangBTS, Nam0SuPD, KookieL, no name, X, sekarzane, Allshipper, laxyovrds, SunAEBi, Jungeunyoon, HyunShine, jiyoo13, ChiminsCake, kevin lost in galaxy, Ktaejin, Byunnie Uchiha, deebul, Hinter EBrille, ChimSza95, M2M, Eunsol Jung, MCNRS, yoongstae, Flory Khonifa Farez, V JIN, Summer Chii, ZiFanNamJin, lombokriwit, akunamotod, Michiyo Park, TaeJinKim, kacangcoklat, leekimrose, AmminaLyenata
A person who makes this fanfic as their favorites,
Aiko Vallery, Ammiguns, BadSector99, Baka2Neko, Bety BI, Bts92ksj, ChiminsCake, Elixir Edlar, Eunsol Jung, Flory Khonifa Farez, Gummysmiled, HuimangBTS, Ineedtohateyou, JJJ147JJJ, Jellyjel00, Jun96, Jung Yeon Jae, Jungeunyoon, KimAnita, Kim Hanami, Kim Joungwook, Ktaejin, KurniaApridita, Lalixe, MCNRS, Michiyo Park, Mutnna, Nagyu331, ORUL2, Park In Jung -Hiatus, Park RinHyun-Uchiha, Runch Randaa, Shandy1512, Snowywish12, Stupefy-Jin, Summer Chii, SunAEBi, TaeJinKim, TiFFs12, .BP20, VhyJisoo, ViolaAnindya3, WijayaKim17, Xiaver, Zahara Jo, ZiFanNamJin, agustinshintya16, akunamotod, chaeun97, deebul, e-elia, emamurasaki, harunanaserai, hell's dust, hopemang, hyerisong21, jiyoo13, kacangcoklat, kevin lost in galaxy, kimswifeuth, kincibts97, laxyovrds, lmnwind, lombokriwit, nchim97, onxyshapierblue, seiramochiii, sekarzane, shienya, , suhoxall, syuwgaaa, tao-ghel, violanindya93, wanyaa, zhiewon189, zielavienaz96
They are who follow this story since the beginning,
Ammiguns, BadSector99, Baka2Neko, ChiminsCake, Elixir Edlar, Eunsol Jung, Flory Khonifa Farez, FyKim, Hinter EBrille, HuimangBTS, HyunShine, JJJ147JJJ, Jang ri Rin, Jellyjel00, Jiminioon, JinYesung, Jun96, Jungeunyoon, KeyName, KimAnita, Kim Hanami, Ktaejin, KurniaApridita, Lalixe, M2M, MIKO29, Michiyo Park, Mutnna, Nagyu331, Nam0SuPD, ORUL2, Park RinHyun-Uchiha, Rnye, Runch Randaa, Shandy1512, Shin Meirin, Snowywish12, Ssiyeona, Stupefy-Jin, SugarKookies, Summer Chii, SunAEBi, TaeJinKim, TiFFs12, .BP20, ViolaAnindya3, WijayaKim17, Xiaver, Zahara Jo, ZiFanNamJin, akunamotod, chaeun97, charynlol, delkookie, e-elia, harunanaserai, hell's dust, hopemang, hyerisong21, jiyoo13, kacangcoklat, kikisan09, kimswifeuth, laxyovrds, lily hana, lombokriwit, .0823, meganehood, mongchi, naomi tabita, ninenanona, onxyshapierblue, seiramochiii, sekarzane, shinrivaille, suhoxall, syuwgaaa, tao-ghel, unicorn19kim, valent21, violanindya93, wanyaa, wldkdud, xxholynifflerxx, zhiewon189
And last special thanks to,
Taejinlover and (They came from Malaysia)
-Such a pleasure for me to make you enjoy your time while read my story despite obstacles in different languages-
AND I GIVE A REALLY WARM HUG FOR YOU, SILENT READER! XD
Itu saja dari author, sampai berjumpa di Tmesis, вещие (Veshchiye) - Precognitive Dream, dan karya author lainnya!~
