Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Bully, romance, school

Warning : Gaje, OOC, Alur membingungkan, typo dll.

.

.

.

^_^ Happy Reading ^_^

"Apa yang ingin kau katakan padaku?"

"Kau... bukan Hinaka kan?" tanya Sakura

Hinata sangat terkejut mendengarnya, 'Darimana dia tahu?'

"A-apa maksudmu, Sakura? Aku tidak mengerti dengan yang kau bicarakan" ucap Hinata

"Aku mendengar semua pembicaraanmu dengan Sai" kata Sakura

Hinata kesal, "Kau menguping?" ucapnya

"Maaf, aku tidak sengaja" kata Sakura

"Aku tahu, cepat atau lambat semua akan terbongkar" keluh Hinata

"Sekarang kau mau apa? Kau sudah menyakiti Sasuke!" ucap Sakura tajam

"Aku akan memberitahunya nanti"

"Apa yang akan kau lakukan jika yang Sasuke cintai bukan kau! Tapi Hinaka?" tanya Sakura

Hinata terdiam, Sakura benar. Bagaimana kalau yang dicintai Sasuke bukan dirinya? Apa dia bisa menerima itu? dan bagaimana kalau Hinaka juga mencintai Sasuke? Hinata benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia sudah terjebak dalam permainannya sendiri.

"Lepaskan Sasuke-kun, Hyuuga-san! Kau tidak berhak memilikinya! Sasuke tidak benar-benar mencintaimu" ucap Sakura

"Aku... tidak bisa" Hinata merasa berat untuk melepas pemuda Uchiha itu.

"Kenapa? Kau mau menyakiti Sasuke lebih dalam lagi? Kau ingin membuatnya lebih jatuh lagi? Itachi sudah cukup membuatnya sakit! Dan sekarang kau mau membuatnya lebih menderita lagi? Kau harus melupakan Sasuke sebelum dia semakin mencintai Hinaka PALSU!" bentak Sakura kesal.

"Kau bilang Itachi? Siapa dia?" tanya Hinata, ia sepertinya pernah mendengar nama itu

"Dia putra pertama keluarga Uchiha, dia kakak kandung Sasuke. Semua orang selalu mengutamakan Itachi daripada Sasuke sehingga Sasuke merasa diabaikan. Aku sangat mengenal Sasuke karena kami berteman sejak kecil, jadi aku tahu semua masalah Sasuke" jawab Sakura

Tiba-tiba Hinata teringat anak yang dulu menumpahkan air minum di pertemuan bisnis ayahnya. Apa anak itu adalah Sasuke?

"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Hinata

"Kau harus menjauhi Sasuke! Semakin dia mencintaimu maka dia akan semakin terluka" kata Sakura tajam. Hinata sebisa mungkin menahan air matanya, ia tidak mau terlihat lemah di depan gadis Haruno ini.


Di kelas, murid-murid sedang sibuk belajar untuk ulangan fisika hari ini. Karin sangat serius, dia tidak ingin mendapat nilai nol lagi. Sakura dan Ino tampak sedang mengobrol

"Sakura-chan, kau sudah nonton drama terbaru Sai-kun?" tanya Ino

"Sudah, Sai memang sangat berbakat" komentar Sakura

"Hei, apa kalian tidak bisa diam? Aku tidak bisa konsentrasi tau!" tegur Karin sambil menggebrak meja.

Sakura tampak acuh, ia malah memainkan ponselnya. Ino hanya tertawa kecil lalu menatap Karin

"Karin-chan, kau ini tumben sekali belajar? Se-mudah apapun soal yang diberikan Kakashi-sensei kita tidak mungkin bisa menjawabnya" ucap Ino

"Kau memang benar Ino-chan, tapi itu dulu! Aku akan berusaha untuk mendapat nilai yang bagus untuk ulangan kali ini" kata Karin yakin, Ino menatapnya kagum

"Karin-chan, semangat!" seru Ino, Karin tersenyum senang lalu kembali melanjutkan belajarnya.

Sementara Hinata sedang membaca materi ulangan kali ini. Tiba-tiba ia teringat ucapan Sakura tadi

"Kau ingin menyakiti Sasuke lebih dalam lagi? Kau ingin membuatnya lebih jatuh lagi? Itachi sudah cukup membuatnya sakit dan sekarang kau mau membuatnya lebih menderita lagi?"

"Lepaskan Sasuke, Hyuuga-san! Kau tidak berhak memilikinya! Sasuke tidak benar-benar mencintaimu!"

Hinata jadi tidak konsen belajar, ia melamun.

"Sssssstt.." bisik Sasuke membuyarkan lamunan Hinata

Hinata menoleh, "Sasuke-kun? Kau tidak belajar?" tanya Hinata heran, Sasuke sepertinya sangat santai. Bahkan tidak ada satupun buku di atas meja Sasuke.

"Harusnya aku yang tanya begitu" ucap Sasuke,

"Benar, kau kan pintar jadi pasti kau bisa menjawab soal-soal dengan mudah. Huh aku pasti kalah taruhan" keluh Hinata,

Sasuke terkekeh, "Hinaka-hime, kau pasti bisa" ucap Sasuke yakin

Lagi-lagi Hinata merasa sakit saat Sasuke memanggilnya 'Hinaka'.

Tidak lama kemudian Kakashi-sensei datang, semua murid bersikap setenang mungkin.

"Ulangan kali ini tidak ada yang boleh mendapat nilai nol! Mengerti?" ucap Kakashi.

Kakashi membagikan soal ke setiap murid. Ulangan kali ini 2x lipat lebih sulit dari kemarin. Semua murid mengeluh.

"Sensei, ulangan kemarin saja yang tidak remidi Cuma 4 orang, apalagi ini" seru Karin, ia jadi pesimis.

"Sudah jangan mengeluh! Karin, jangan sampai kau dapat nilai nol lagi" kata Kakashi, Karin merengut. Semua murid tertawa, Karin memang murid yang heboh sehingga kalau dia tidak berangkat sehari saja kelas akan terasa sepi.

Menit demi menit berlalu, ulangan sudah selesai dikerjakan sekarang saatnya pengumuman nilai.

"Meskipun ulangannya lebih sulit tetapi nilai kalian lebih baik daripada kemarin" ucap Kakashi bangga. Semua murid tersenyum senang. Karin tampak sedang berdo'a.

"Karin.." panggil Kakashi, Karin maju dengan ragu

"Nilai mu 80. Selamat kau tidak perbaikan" kata Kakashi, Karin menatap kertas ulangannya dengan mata berbinar-binar kemudian berteriak histeris sambil jingkrak-jingkrak membuat semua murid melongo keheranan. Maklum, ini pertama kalinya Karin mendapat nilai baik di ulangan fisika.

"Naruto, 90. Lumayan ada peningkatan" ucap Kakashi. Naruto berteriak senang

"Ino, Sakura. Kalian cepat ke perpustakaan untuk perbaikan nilai!" perintah Kakashi

mereka berdua dengan cepat pergi meninggalkan kelas.

"Hinaka, 95. Bagus" ucap Kakashi.

Hinata tercengang, 'Ternyata aku benar-benar memiliki IQ 150. Hanya sekali baca aku sudah hafal semuanya. Tapi, kenapa dari dulu aku malas membaca ya?' pikir Hinata. Ia sangat gembira.

"Sasuke, 100. Nilai sempurna! Tidak mengherankan, kau memang selalu mendapat nilai sempurna" puji Kakashi.

Sasuke tersenyum senang, ia menang taruhan.

##

"Halo?" ucap Hiashi

"Hiashi, apa kabar?" kata seseorang yang menelponnya. Hiashi tampak terkejut mendengar suara orang itu.

"Kau... Hizashi?"

"Maaf, untuk semua yang pernah aku lakukan padamu"

"Tch! Untuk apa kau menelponku?"

"Apa Neji sudah menyampaikan pesanku?"

"Kau ingin bicara denganku? Bicara saja di sini" kata Hiashi

"Tidak bisa, kau harus menemuiku!" tolak Hizashi

"Memangnya se penting apa sampai aku harus mendatangimu ke penjara?"

"Ini tentang anakmu..."

##

"Aku kalah... Kau mau apa?" tanya Hinata

"Kencan" jawab Sasuke

"Apa? Kencan?"

"Aku akan menjemputmu, sampai jumpa.." Kata Sasuke.

Hinata tersenyum tetapi sesaat kemudian senyumnya hilang. Lagi-lagi ia teringat ucapan Sakura!

"Kita mau kemana Sasuke-kun?" tanya Hinata

"Sebentar lagi kita sampai" jawab Sasuke.

Hinata melihat-lihat ke kaca mobil, tiba-tiba ia melihat Gaara sedang bersama Hinaka di sebuah restaurant mereka berdua terlihat sedang kencan. Sasuke memarkirkan mobilnya.

"Ayo!" ajak Sasuke, Hinata diam di tempat. Sasuke membukakan pintu mobilnya, Hinata turun dengan ragu-ragu. Ia takut kalau Sasuke akan melihat Hinaka.

Tidak jauh dari tempat Hinata berdiri, Shion dan Konan juga sedang menuju restauran itu.

"Bukankah itu Hinata?" ucap Shion sambil menunjuk Hinata yang sedang berjalan menuju restauran bersama Sasuke.

"Benar itu Hinata. Tapi siapa pria tinggi dan tampan itu? apa dia kekasihnya?" sahut Konan takjub

"Kekasihnya? Lalu bagaimana dengan Gaara? Aku pikir mereka balikan" kata Shion

"Ini membuatku penasaran" ujar Konan sambil terus memandangi SasuHina.

Hinata sangat cemas, Gaara dan Hinaka tidak menyadari keberadaannya. Sasuke baru akan membuka pintu restauran. Hinaka dan Gaara duduk di dekat kaca sehingga Hinata dapat melihat mereka dari luar.

"Sasuke" panggil Hinata

"Ada apa?"

"Kita.. pergi saja dari sini" pinta Hinata

"Kenapa? Kita baru saja sampai"

"Aku tidak ingin makan, hanya melihatnya saja perutku rasanya mual" ucap Hinata sambil memegangi perutnya.

"Kau sakit ya? Sebaiknya kita ke rumah sakit saja" cemas Sasuke

"Tidak perlu, kita ke tempat lain saja" Hinata menolak

"Baiklah"

Mereka pun akhirnya tidak jadi ke restauran, sementara itu Shion dan Konan mengawasi dari kejauhan.

"Kenapa mereka tidak jadi masuk?" tanya Konan

"Entahlah, tapi ini mencurigakan" jawab Shion

##_Perpustakaan Uchikaze HS

Bel pulang sudah berbunyi dua jam yang lalu, tetapi Sakura dan Ino masih berada di perpustakaan.

"Aku sudah selesai, ayo kita pulang!" kata Ino sambil merapikan alat tulisnya. Sakura tampak berpikir.

"Ino-chan, kau sangat menyukai Sai kan?" tanya Sakura

"Iya, aku sangat menyukainya. Tapi, kenapa kau tiba-tiba tanya begitu?"

"Sepertinya Sai tidak tertarik padamu. Dia terlihat menyukai Hinaka" pancing Sakura

"Tidak mungkin!" sangkal Ino

"Dia terlihat sering bersama Hinaka, apa kau tidak curiga?" Sakura memanas-manasi

"Hinaka sudah punya Sasuke! Lagipula Hinaka dan Sai kan satu kelompok jadi wajar saja kalau mereka sering bersama" elak Ino, Sakura kesal karena Ino membela Hinaka palsu itu.

"Kau ingin mendengar sebuah rahasia?"

"Rahasia? Apa?" tanya Ino penasaran

"Hinaka yang berkeliaran di sekolah ini bukanlah Hinaka yang asli" ungkap Sakura

Ino terkejut, "Apa maksudmu?"

"Kau tidak curiga? Hinaka gadis bodoh penakut itu tiba-tiba berubah menjadi pemberani dan bahkan dia berhasil menarik perhatian seorang Uchiha Sasuke" ujar Sakura

"Iya, kau benar"

"Sasuke saja bisa dia taklukan, apalagi Sai? Kau tidak takut kalau itu terjadi?"

"Aku... takut"

"Kau mau membantuku mengakhiri permainan ini?" tawar Sakura,

Ino terlihat ragu...

##

Shion dan Konan masuk ke restaurant, mereka sangat terkejut meliihat Gaara bersama Hinaka

"Bukankah barusan Hinata pergi bersama pria tampan tadi?" ucap Konan

"Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?" tanya Shion membuat Konan bingung

"Apa maksudmu Hinata ada dua?" tebak Konan

"Lebih tepatnya mereka kembar. Sekarang aku mengerti..."

"Mengerti apa?" tanya Konan bingung, menurutnya ucapan Shion berbelit-belit sangat sulit dimengerti.

"Bodoh! Maksudku mereka kembar, jadi mungkin saja mereka bertukar tempat!" jelas Shion

"Benar. Mereka kembar aku pikir bisa saja mereka bertukar tempat. Ya kan Shion?" kata Konan.

"Tadi aku bilang begitu!" Shion memutar bola matanya kesal.

"Pantas saja dia jadi aneh belakangan ini"

"Ya, aku sudah mulai curiga sejak Hinata bisa berenang" ucap Shion, Konan mengangguk sependapat.


Hinata dan Sasuke menikmati kencannya di taman bermain, mereka hampir menaiki semua wahana di sana.

"Kita kemana lagi?" tanya Sasuke, Hinata duduk di salah satu kursi taman. Sasuke ikut duduk di sampingnya.

"Aku lelah, kita istirahat saja" jawab Hinata

"Hn" jawab Sasuke

"Sasuke-kun..." ucap Hinata

"Hmm?"

"Kalau aku bukan Hinaka apa kau akan mencintaiku seperti sekarang?" tanya Hinata

"Apa maksudmu?"

"Kalau ternyata ada seseorang yang mencintaimu dan mungkin kau juga mencintainya, apa kau akan melupakan Hinaka?"

Sasuke semakin tidak mengerti dengan yang Hinata katakan.

"Aku tidak mungkin mencintainya karena Aku hanya mencintaimu, Hinaka" jawab Sasuke. Hinata terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana.

Hinata menghela nafas lalu memandang ke sekelilingnya.

"Sasuke, itu apa?" tanya Hinata sambil menunjuk sebuah kotak pos raksasa

"Itu kotak pos lambat. Kau akan menerima suratnya setelah 1 tahun" jawab Sasuke (terinspirasi dari drama HSLO :) :D )

"Benarkah? Ayo kita coba!" ajak Hinata sambil berlari ke arah kotak pos tersebut. Sasuke mengikutinya, Mereka pun menulis surat dengan saling membelakangi sehingga hanya mereka yang tahu isi surat masing-masing (Kecuali Author :v )

"Kau menulis apa?" tanya Sasuke, Hinata memasukan suratnya ke dalam kotak

"Rahasia, kau akan tahu isinya setelah 1 tahun" jawab Hinata membuat Sasuke penasaran.

"Kau sendiri, apa yang kau tulis?" tanya Hinata

"Rahasia" balas Sasuke

"Apa surat itu untukku?" tanya Hinata

"Bukan" jawab Sasuke, Hinata merengut kecewa

"Lalu?"

"Itu untuk Itachi" jawab Sasuke

"Itachi?"

"Ya, aku memberitahunya kalau aku sekarang tidak iri lagi dengannya. Aku... sudah menemukan kebahagiaanku sendiri. Aku sudah memiliki sesuatu yang lebih berharga dari apapun di dunia ini, Aku memilikimu Hinaka" ujar Sasuke tersenyum

'Bahkan sekarang senyumnya menyakitkan. Aku rasa pergi lebih sulit daripada datang ke sini' batin Hinata.


Keesokan paginya di sekolah, Sakura mencegat Hinata

"Hinaka, kapan kau akan putus dengan Sasuke?" tagih Sakura

Hinata tidak yakin dengan keputusannya.

"Aku tidak bisa melepaskannya, aku takut melukai perasaannya"

"Kau sudah melukainya sejak awal! Jadi cepatlah, akhiri semua ini! Sebelum Sasuke tahu siapa kau sebenarnya. Kau pikir apa reaksi Sasuke kalau tau ternyata selama ini kau menipunya? Dia pasti akan sangat membencimu!" geram Sakura

"Aku... Akan mengakhirinya" jawab Hinata, Sakura tersenyum puas.

Hinata berjalan dengan lesu, ia tidak bersemangat hari ini. Sai melihatnya dan langsung menghampirinya.

"Kau kenapa?" tanya Sai cemas

"Aku bingung Sai..." jawab Hinata, wajahnya terasa panas menahan air mata.

"Menangislah kalau kau ingin menangis. Menahannya hanya akan membuatmu merasa sakit" ucap Sai. Tangisan Hinata pecah, Sai menarik kepala Hinata dan menyenderkan di dadanya sehingga mereka tampak sedang berpelukan. Ino melihatnya dengan perasaan terluka.

"Kau lihat? Sepertinya mereka lebih dari sekedar teman" ucap Sakura yang muncul tiba-tiba

"Kau benar! Gadis itu memang menyebalkan!" Ino sangat marah, Sakura tertawa puas. Ino akan pergi dari situ.

"Kau mau kemana?" tanya Sakura heran

"Memberitahu Sasuke lah" jawab Ino kesal

"Bagus! Sana cepat!" Sakura tambah senang.

Ino ke kelas kemudian menghampiri meja Sasuke. Sasuke menatapnya heran

"Apa?" tanya Sasuke bingung ditatap seperti itu

"Hikss..." Ino tiba-tiba menangis, Sasuke semakin bingung.

"Hei! Ada apa? Kenapa tiba-tiba menangis?"

"Hikss... Sasuke-kun, Hinaka merebut Sai-kun dariku.." kata Ino. Sasuke tidak percaya, dia memilih untuk cuek.

"Sasuke-kun! Kalau kau tidak percaya lihat saja sendiri!" kesal Ino, Sasuke sepertinya terpengaruh ia segera bangkit dan keluar dari kelas. Sasuke mencari Hinata, ia melihat dari lantai dua Hinata dan Sai sedang pelukan! Sasuke sangat marah, ia mengepalkan kedua telapak tangannya.

TBC...