Across The Universe

Author : PrincePink a . k . a Icha

Cast : Park Chanyeol – Byun Baek Hyun

Other Cast : Huang Zi Tao – Kim Joon Myeon – Xi Lu Han – Oh Se Hun

Genre : Angst,Hurt,OOC,Sad,Romance,Genderswitch

Summary: Baek Hyun Mencintai Chan Yeol amat dalam . Cintanya bagaikan bintang di alam semesta . Mencintai Chan Yeol lebih dari dia mencintai dirinya sendiri . Mencintai Chan Yeol tanpa peduli rasa sakit yang menyergap hatinya setiap saat . Ia tak pernah peduli,karena ia mencintai Chan Yeol

.

.

CHAPTER 10

.

.

" Kau yakin tidak ingin kuantar kedalam untuk menemui Baekhyun?" tanya Kris pada Tao yang kini tengah bercermin pada cermin saku yang ia keluarkan dari tas Gucci nya . Tao menggeleng pelan kemudian tersenyum kemudian mengecup pipi suaminya yang kini tengah tersenyum di bangku kemudi nya .

" Tidak perlu . Aku bisa sendiri . Cepatlah pergi , mobil adikmu sudah tidak ada dipekarangan ," ujar Tao kemudian tangan kirinya bergerak untuk membuka pintu di samping kanannya dan keluar dari mobil Ford milik Kris . Tao menyempatkan untuk memberikan flying kiss pada suaminya yang kini telah melesat menuju kantornya pagi itu . Perempuan berdarah Cina itu masih setia berdiri tempatnya sampai mobil suaminya menjauh dari pandangannya . Ia membuka pagar kediaman Park kemudian melenggang masuk ke dalam rumah mewah itu .

Tao mengernyit heran saat ia mendapati dua orang maid tengah membersihkan pekarangan rumah megah ini . Apa Chanyeol mempekerjakan maid saat ini ? Tao tersenyum saat seorang maid menatapnya , kemudian maid itu pun tersenyum balik pada Tao . Perempuan itu langsung saja memasuki rumah itu dan tersenyum saat mendapati Moonbin yang tengah duduk di sofa ruang tamu sambil meminum susu botolnya .

"Selamat pagi , little boy ," sapa Tao dengan nada ceria kemudian duduk disebelah Moonbin dan mengecupi pipi gembul itu . Moonbin yang tahu bahwa bibi nya datang segera tersenyum lebar dan memeluk leher Tao

"Aunty !" panggilnya riang . Tao terkekeh geli kemudian mengelus rambut tebal milik bocah berusia satu tahun lebih ini . Tao mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, namun ia tidak mendapati ibu dari bocah ini .

"Kemana Mama mu , sayang ?" tanya Tao pada Moonbin . Balita itu malah kembali meminum susunya dan mengabaikan pertanyaan Tao .

"Hai , Tao " sapa Baekhyun dari arah belakang dengan wajah sedikit pucat . Tao segera berdiri kemudian berjalan mendekati Baekhyun , tak lupa dengan raut wajah penuh kecemasan di wajah Tao saat mendapati betapa pucatnya Baekhyun dengan bulir – bulir keringat di pelipisnya .

"Kau tidak apa – apa Jie? Mukamu pucat sekali . Kau terlihat sangat tidak baik ," Tao membantu Baekhyun untuk berjalan kemudian mendudukan perempuan mungil itu untuk duduk . Baekhyun menghela nafasnya kemudian tersenyum lembut . Baekhyun melirik Moonbin yang hampir menghabiskan setengah susu nya .

"Tidak apa – apa . Ini hanya gejala yang akan aku alami selama 8 bulan kedepan ," ujar Baekhyun sambil menggenggam tangan Tao .

"Maksudmu ?" tanya Tao saat mendengar sesuatu yang ganjil dari mulut Baekhyun . Perempuan yang ditanya hanya tersenyum lembut kemudian mengangguk , " Aku hamil "

DEG

Tao tidak bisa berkata apa – apa . Niatnya kesini selain mengunjungi Baekhyun dan menemaninya Cemo , yaitu untuk menanyakan perihal kebenaran mengenai kehamilan perempuan dihadapannya ini . Nyatanya , tanpa Tao bertanya pun perempuan ini sudah mengatakannya secara langsung . Tao kembali teringat perkataan Suho tadi malam mengenai kehamilan Baekhyun .

" Jie ? kenapa kau tidak memberi tahuku ?" tanya Tao dengan wajah khawatir . Baekhyun terkekeh kemudian mengulum bibirnya .

"Rencananya aku akan memberikan kejutan untuk keluarga Park nanti saat ulang tahun Eomma Park yang diadakan lusa ," Baekhyun mengelus perut ratanya kemudian tersenyum . Sedang Tao ? pikirannya tak menentu , hatinya berkecamuk . Separuh hatinya mengatakan bahwa ia harus memberitahukan perihal mengenai kehamilan Baekhyun yang membahayakan dirinya , namun separuh hatinya menolak saat melihat pancaran kebahagiaan dari mata Baekhyun . Menjadi seorang ibu apalagi saat kau tengah mengandung buah hatimu adalah sesuatu yang paling membahagiakan di dunia . Meskipun Tao belum mengalaminya , namun Tao dapat merasakan kebahagiaan itu . Tao tersenyum getir melihat Baekhyun saat ini

"Chanyeol mau menerima bayi ini . Awalnya aku sempat ragu , namun suamiku bersikeras ," ujar Baekhyun sambil tersenyum pada Tao kemudian melirik Moonbin . Tao tak dapat menutupi senyumnya saat mendengar hal itu .

"Baguslah ," ujar Tao dengan nada bahagia di dalamnya . Baekhyun pun ikut tersenyum lebar mendengarnya .

"Chanyeol juga mulai mempekerjakan maid – maid dirumah ini , katanya aku harus banyak beristirahat dan berhenti melakukan pekerjaan rumah sendiri," Baekhyun mengelus perut datarnya sembari membayangkan betapa lembutnya sikap Chanyeol akhir – akhir ini .

" Hari ini jadwalmu Cemo , sebaiknya kau cepat bersiap – siap . Aku akan mengantarmu . Biar Moonbin dititipkan dirumah Kyungsoo ,"

"Hmm . Aku titip Moonbin sebentar ya ," ujar Baekhyun kemudian segera berjalan meninggalkan Tao . Perempuan berdarah Cina itu memperhatikan tubuh Baekhyun yang semakin menjauh dengan pandangan iba . Ia melirik Moonbin yang kini tengah menatapnya . Tanpa aba – aba , Tao segera menggendong Moonbin dan menaruhnya diatas pangkuannya .

"Aku tidak tega memberitahukannya . . " bisik Tao dengan nada lirih . Moonbin yang berada dipangkuan Tao menatap Tao dengan pandangan polosnya .

"Mamamu layak mendapat kebahagiaan ini . Aunty tidak tega menghancurkannya , little boy " ujar Tao pada Moonbin yang kini tengah tersenyum lebar di sela – sela acara minum susunya . Tao menatap pancaran mata indah bocah kecil ini kemudian menghujani wajah Moonbin dengan ciuman dan berhasil membuat bocah lelaki itu terkekeh geli .

.

.

Chanyeol menatap kartu nama yang sedari tadi ia pegang . Pikirannya melayang entah kemana , mengabaikan tumpukan dokumen yang seharusnya ia selesaikan sesegera mungkin . Tetapi lelaki ini memilih untuk duduk diatas kursi nya sambil menatap deretan nama diatas kertas kecil itu .

"Dokter kim Joon Myeon , " bisiknya . Sesuatu seakan melintas cepat didalam otak Chanyeol sehingga berhasil menggerakan jemari Chanyeol untuk memencet beberapa nomor pada telepon di meja nya . Memencet beberapa nomor yang ia ingat . Chanyeol terdiam saat nada sambung menyapa gendang telinganya . Beberapa detik dihabiskan Chanyeol untuk menunggu nada sambung itu berhenti dan digantikan suara sapaan dari sebrang sana .

"Halo ," sapa suara berat disebrang sana . Chanyeol tersenyum tipis kemudian menegakan tubuhnya .

" Halo , Daehyun " panggil Chanyeol dengan penuh semangat . Suara kekehan dari sebrang sana terdengar

"Hei , apa kabar bung? Tumben meneleponku? Apalagi yang harus kulakukan , Mr. Park ?" tanya Daehyun dengan gaya non formalnya pada Chanyeol .

"Bisakah kau mencari data seseorang ?"

"Tentu. Itu pekerjaan ku dan kau tepat sekali menggunakan kemampuanku untuk memenuhi keinginanmu itu ," ucap Daehyun di sebrang sana . Chanyeol menjilat bibirnya kemudian melirik kartu nama ditangannya

"Jadi , siapa yang harus ku cari ?"

" Cari data seorang dokter bernama Kim Joon Myeon , dia bekerja di Seoul Internation Hospital ,"

"Okay . Aku akan meneleponmu sesegera mungkin ,"

"Terima kasih , Dae . Kau yang terbaik ,"

"Tentu hahaha . Sudah , tunggu saja informasi ku beberapa menit lagi Park ,"

"Hmm ,"

Chanyeol segera menutup teleponnya dan kembali menyandarkan tubuhnya . Ia menghembuskan nafasnya lelah sembari menimang kartu nama ditangannya . Pikiran Chanyeol melayang saat ia mengingat Baekhyun meminum obat yang ia sembunyikan di dalam laci di dapurnya . Apalagi melihat wajah terkejut Baekhyun , Chanyeol semakin curiga . Chanyeol tidak berani bertanya pada Baekhyun perihal obat ini tadi pagi karena ia takut Baekhyun akan terkejut dan malah berakibat pada kehamilannya .

Ngomong – ngomong kehamilan , Chanyeol tersenyum sendiri mengingat bahwa sebentar lagi Baekhyun akan memberikannya seorang bayi mungil . Jujur , Chanyeol merasa bersalah pada Moonbin yang selama ini ia sia – siakan , dan Chanyeol ingin menangis bila ia mengingat betapa jahat dan bodohnya dia bertindak selama ini . Moonbin kecil yang malang dan tidak tahu apa – apa .

Chanyeol merasa ia harus menebus kesalahannya pada bayi ini . Bayi yang akan lahir di tengah – tengah keluarganya . Chanyeol berjanji akan menyayangi bayi ini , menyayangi Moonbin , dan juga menyayangi . . . Baekhyun .

Baekhyun ?

Mungkin Chanyeol masih bingung dengan perasaannya . Ia terlihat khawatir kerap kali Baekhyun dalam keadaan drop di masa kehamilannya , atau ia akna bertindak lembut akhir – akhir ini . Chanyeol bodoh dalam mengartikan perasaan . Chanyeol terlalu bodoh untuk menyadari apa perasaan yang ia rasakan pada Baekhyun akhir – akhir ini ?

Bentuk pertanggung jawaban

Atau mungkin . .

Cinta

"Ck !" Chanyeol berdecak kesal . Jujur , Baekhyun memenuhi pikirannya akhir – akhir ini . Ditambah berita mengenai kehamilannya , semakin membuat otak Chanyeol dipenuhi oleh wajah perempuan mungil itu . Entah apa yang memulai perasaan khawatir itu membuncah , terlebih saat ia melihat Baekhyun . Mungkinkah Chanyeol terkena karma ?

KRING KRING

Suara telepon memecah lamunan Chanyeol . Lelaki tinggi itu segera meraih gagang telepon dan menempelkannya pada telinganya .

"Halo ,"

"Chan , aku sudah menemukan data orang bernama Kim Joon Myeon itu "

"Katakan secara rinci ," Chanyeol meraih secarik kertas kosong dari balik lacinya lalu mengambil pena yang selalu ia bawa di saku kemejanya .

" Namanya Kim Joon Myeon , lahir pada tanggal 22 May di Seoul . Mahasiswa cumlaude di Massachusetts Institute and Technology . Kepintarannya berhasil membuatnya menjadi dokter ketua di Seoul International Hospital . Sudah menikah dengan seorang perempuan berdarah Cina bernama Zhang Yi Xing , dan memiliki satu anak saat ini . Dan saat ini , Kim Joon Myeon bekerja sebagai dokter ahli kanker di Seoul – "

"Kanker?!" potong Chanyeol kaget . Daehyun bergumam dari sebrang . Chanyeol membelalakan matanya kaget . Tidak mungkin , batin Chanyeol .

"Ya . Kanker . Itulah mengapa ia di berhasil meraih gelar cumlaude karena dosen penguji nya saat itu sangat puas dengan hasil penelitiannya mengenai kanker yang menyerang daerah Af – "

BRAK

Chanyeol segera menutup teleponnya dan bergegeas meraih jas nya kemudian berjalan cepat meninggalkan ruangannya .

.

.

" Semuanya jadi 120 ribu won , Tuan ," ujar waitress dihadapan Sehun . Lelaki berpakaian casual itu merogoh dompetnya kemudian mengeluarkan 3 lembar uang dengan nilai berbeda . Kemudian menyodorkannya pada waitress di hadapannya . Sehun mengambil Caramel Latte yang baru saja ia pesan kemudian ia sesap melalui sedotan berwarna hijau yang kini telah bertengger di bibirnya . Sembari menunggu uang kembali , Sehun melayangkan pandangannya kepenjuru coffee shop itu . Sampai mata Sehun berhenti pada sosok berpakaian kasual yang kini tengah duduk sembari memandang pemandangan dari balik jendela . Sehun mengingat siapa sosok itu .

"Ini uang kembalinya . Terima kasih , Tuan ,"

"Sama – sama , " Sehun tersenyum kemudian berjalan mendekati sosok yang kini berhasil mencuri perhatiannya . Sosok yang kini tetap terdiam ditempatnya . Sehun berhenti tepat di sisinya kemudian berdehem . Sosok itu pun memutar kepalanya kemudian menatap Sehun .

"Boleh aku duduk disini?" tanya Sehun. Sosok itu mengangguk kemudian dengan wajah lesu ia meraih cangkir coffee dihadapannya . Sehun memilih duduk di hadapan sosok itu . Sosok perempuan yang kini lebih memilih memainkan jari telunjuknya di bibir cangkir , tanpa menatap Sehun .

" Aku belum mengenalmu ," ujar Sehun memecah keheningan . Perempuan itu mendongak kemudian tersenyum tipis .

"Xi Lu Han . Kau sendiri ?"

"Oh Se Hun . Senang berkenalan denganmu , "

"Senang ? " tanya Luhan sambil menaikan alis kanannya . Sehun mengangguk polos sambil meminum minumannya . " Pertemuan yang memalukan ," lirih Luhan sambil tersenyum getir .

" Pertemuan dimana aku mengetahui bahwa kau adalah wanita simpanan sahabat – err – mantan sahabatku ?begitu? " tanya Sehun balik . Luhan mengangguk sembari menatap Sehun .

"Siapa yang peduli " Ujar Sehun sambil mengangkat kedua bahunya . Luhan terkekeh pelan kemudian menyesap coffee nya , kemudian kembali menaruhnya diatas meja .

"Mantan sahabat ?"

" Yup . Chanyeol memergoki menggoda Baekhyun , kemudian aku dipukuli dan sejak saat itu Chanyeol benar – benar menjauhiku bahkan sepertinya ia sudah tidak menganggapku sahabatnya ," ujar Sehun dengan senyuman tipis di bibirnya . Luhan mengangguk mengerti , sedetik kemudian wajahnya kembali lesu .

" Seberapa dekat kau dengan Chanyeol?" tanya Luhan kemudian memilih menatap Sehun yang kini tengah menatapnya sembari meminum minumannya . Luhan pikir Sehun seperti bocah kelas 1 SMP yang diberi minuman kesukaannya saat ini .

" Kami bersahabat sejak SMU , kemudian kami kuliah di jurusan yang berbeda dan juga universitas yang berbeda . Tetapi kami sering meluangkan waktu bersama setiap hari libur atau sepulang kuliah . Chanyeol akan menginap di apartement ku begitupun sebaliknya . Atau pergi ke club bersama , menggoda para wanita lalu membuang – buang uang bersama ," Sehun terkekeh di akhir pernyataannya , dan perempuan dihadapannya pun ikut terkekeh .

"Lalu , Baekhyun ? Kau mengenalnya ?" tanya Luhan . Sehun menghentikan gerakan mulutnya kemudian menatap Luhan .

"Aku tidak mengenalnya bahkan tidak mengetahui latar belakangnya . Aku hanya tahu bahwa Chanyeol sudah menikah karena Baekhyun sudah hamil " ujar Sehun santai .

" Aku membencinya ," ujar Luhan dengan nada sinis . Sehun tersenyum tipis , " Tentu saja . Bahkan itu akan aneh jika kau tidak membencinya ,"

" Aku membencinya karena ia hamil ,"Luhan berujar sinis , namun terkandung nada kesedihan dibalik perkataannya . Sehun terdiam menatap Luhan . Luhan merasakan gejolak amarahnya yang kembali mencuat tiap kali nama Baekhyun terdengar ditelinganya , sedang Sehun hanya mampu menebak apa yang dirasakan perempuan dihadapannya .

"Kau mencintai Chanyeol?" tanya Sehun dingin . Luhan menatap Sehun sesaat , kemudian membuang wajahnya ke arah lain .

"Kupikir kau tidak mencintai nya sepenuh hati . Kau hanya mencintainya karena ia seorang CEO , seorang yang mampu membuatmu bahagaia dengan segala materi yang berikan , dan kau hanya berpikir bahwa Chanyeol adalah pasangan yang sempurna bagimu karena ia memiliki segalanya -,"

"Berhenti berbicara . Kau hanya akan menyulut amarahku saat ini " ujar Luhan dingin dengan tatapan tajamnya pada Sehun . Lelaki tinggi itu menyeringai tipis kemudian melipat kedua tangannya diatas meja .

" Kau tidak mencintainya sepenuh hati . Kau hanya mencintai kesempurnaannya "

"Diam Oh Se Hun!"

" Coba bayangkan kau berada di posisi Baekhyun saat ini ? Apa kau akan tetap tegar? Apa kau memilih untuk mengakhiri ini semua ? Apa kau pernah merasakan betapa sakitnya hati Baekhyun kerap kali melihatmu dan suaminya saling bermesraan didepan kedua matanya ?Apa kau – "

BRAK

Luhan memukul meja dengan keras kemudian berdiiri . Semua pengunjung terdiam dan menatap Luhan dengan pemandangan kaget . Sehun menyeringai membalas tatapan mata tajam milik Luhan .

" Aku tidak mau beradu mulut dengamu , Tuan Oh " Luhan meraih tasnya kemudian berjalan cepat meninggalkan Sehun .

"Huh , dasar perempuan"

.

.

Chanyeol berjalan menyusuri lorong rumah sakit kemudian berhenti saat ia menemukan meja informasi terletak di sisi lift . Chanyeol menyapa perawat yang tengah berjaga di meja informasi itu kemudian menanyakan perihal keberadaan Kim Joon Myeon pada perawat itu

" Lurus lalu belok kanan , anda akan menemukan ruang kerja Joon Myeon Songsaenim ,"

"Terima Kasih banyak ," balas Chanyeol . Lelaki tinggi itu mengikuti arahan perawat tadi . Tak sampai lima menit , lelaki itu telah tiba di depan ruangan berpintu putih dengan nama Kim Joon Myeon tertera di bagian atas pintu itu . Chanyeol perlahan membuka pintu itu . Suho – Joon Myeon – yang tengah sibuk dalam pembicaraan di telepon membalikan tubuhnya kemudian tersenyum pada Chanyeol . Dengan isyarat tangan , Suho menyuruh Chanyeol untuk duduk kemudian memintanya untuk menunggu .

Chanyeol yang mengerti pun membungkuk sebagai tanda hormat kemudian duduk disalah satu sofa yang terletak diruangan itu . Ruangan itu cukup nyaman , tidak didominasi warna putih seperti warna rumah sakit . Tetapi malah dipenuhi warna hijau dan cokelat . Chanyeol merasakan perasaan tenang saat ia menginjakan kaki diruangan itu . Dokter satu ini pintar juga memilih warna ruangan yang nyaman , batin Chanyeol .

"Baiklah . . Akan segera kuselesaikan laporannya . . baiklah . Sampai bertemu hari Senin . . Annyeong ,"

Suho segera menaruh ponselnya kedalam saku kemudian tersenyum pada Chanyeol . " Maafkan aku membuat tuan menunggu ," ujar Suho ramah kemudian mendudukan dirinya dihadapan Chanyeol .

"Tidak masalah . Ah , perkenalkan namaku Park Chan Yeol ," ujar Chanyeol sambil menjulurkan tangannya . Suho meraih tangan Chanyeol kemudian menjabatnya

"Kim Joon Myeon . Panggil aku Suho saja . Nah , ada yang bisa ku bantu Tuan Park ?" tanya Suho sambil berjalan menuju kulkasnya yang terletak di sudut ruangan . Chanyeol menghela nafasnya berat .

"Kau mau minum apa ? air mineral , 7UP , Coke , Apple Juice , Teh dingin ?" tanya Suho sambil membuka kulkasnya . Chanyeol tersenyum tipis .

" Apple Juice , please "

"Pilihan yang tepat untuk orang sesibuk dirimu," ujar Suho sambil mengambil sebotol Apple Juice dan juga sebotol teh dingin . Suho berjalan mendekati Chanyeol kemudian menyodorkan sebotol Apple Juice itu pada Chanyeol , yang mana diterima dengan baik oleh Chanyeol .

"Terima kasih ,"

" Sama – sama . Jadi , apa yang membuat Tuan Park datang ke ruanganku ?" tanya Suho dengan nada bijak disertai keramahan didalamnya . Chanyeol menaruh botol apple juice ditangannya keatas meja kemudian merogoh sakunya untuk mengambil selembar kertas kecil disakunya kemudian memberikannya pada Suho .

" Aku mengetahui mu tempat kerjamu dari sini ," ujar Chanyeol . Suho menerima kartu nama itu kemudian tersenyum . Dokter tampan itu melihatnya sekilas lalu kembali memberikan kartu nama itu pada Chanyeol .

" Salah satu anggota keluarga ku mengkonsumsi obat rujukan dari mu ," ujar Chanyeol sambil menatap Suho serius .

" Boleh kutahu siapa nama anggota keluargamu ?" tanya Suho tanpa menghilangkan senyum diwajahnya . Chanyeol berdehem sekali kemudian menegakan tubuhnya

"Park Baek Hyun . Dia istriku"

Suho terdiam menatap Chanyeol . Tentu saja Suho mengenal siapa itu Baekhyun . Salah satu pasiennya yang memerlukan perawatan khusus akhir – akhir ini akibat penyakit yang dideritanya .

"Baekhyun ?"

"Ya . Baekhyun . Aku melihat istriku mengkonsumsi obat – obatan yang kau beri . Aku tidak mau berbasa – basi terlalu jauh , aku hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya istriku derita dan mengapa kau memberikannya obat itu?" Tanya Chanyeol dengan wajah mengeras dan juga khawatir . Tak dipungkiri , dada Chanyeol berdegup kencang saat ia bertanya pada Suho . Namun , sang dokter hanya menatap Chanyeol dengan tatapan tak terbaca .

"Jelaskan padaku apa yang terjadi pada Baekhyun?"

Suho menghela nafasnya letih kemudian berdiri menuju meja kerjanya dan membuka laci miliknya . Chanyeol hanya mampu memperhatikan gerak – gerik dokter berambut pirang itu dengan seksama . Suho mengambil satu tumpuk file dari dalam lacinya kemudian kembali duduk dihadapan Chanyeol . Suho menaruh file itu diatas meja kemudian mendorong nya perlahan .

"Bacalah . Kau akan mengerti "

Chanyeol mengambil file itu dengan tangan bergetar kemudian mulai membukanya dan membacanya . Suho hanya menatap pria dihadapannya dengan pandangan yang sulit diartikan . Suho sudah tahu banyak mengenai keadaan Baekhyun juga keadaan rumah tangga pasiennya itu dari Tao dan Kris . Pasangan suami istri itu sering menceritakan betapa menderitanya hidup Baekhyun ditengah keadaannya yang kritis . Suho mungkin seorang dokter yang dilatih untuk tidak mencampuri urusan orang , tetapi untuk hal ini , Suho menyimpan sedikit kekecewaan pada Chanyeol , selaku suami pasiennya yang tidak memberikan perhatian yang layak bagi pasiennya . Tapi , apa yang dilihat Suho saat ini berbeda . Chanyeol yang ia ketahui melalui mulut orang dan Chanyeol yang ia lihat saat ini justru memiliki sikap yang berbeda . Chanyeol dihadapannya kini adalah Chanyeol yang mengkhawatirkan kondisi istrinya , dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada istrinya . Untuk sementara ini , Suho bahkan berani memberikan Medical Record milik Baekhyun pada Chanyeol . Entahlah , sesuatu menggerakan hati Suho untuk memberi tahukan ini pada Chanyeol .

Chanyeol menatap kertas – kertas ditangannya dengan raut wajah tak terbaca . Lelaki tinggi itu mendongakan kepalanya kemudian menatap Suho . Sang dokter dapat membaca raut wajah bingung , khawatir , ketidaktahuan dan juga ketakutan di wajah Chanyeol .

"Apa yang sebenarnya terjadi ?"

"Istrimu mengidap kanker hati tahap awal . "ujar Suho sambil menghela nafasnya . Chanyeol terdiam ditempatnya , berusaha mencerna apa yang Suho katakan . Lelaki itu menyeringai

"Tidak mungkin . Baekhyun hanya hamil dan itu pasti efek kehamilannya bukan?"

"Kau tidak pernah mengetahui keadaan sebenarnya Tuan Park . Istrimu sakit parah . Seharunya kau mengetahui nya ," ujar Suho dengan ekspresi sedih . Chanyeol menghela nafasnya frustasi kemudian menutup matanya .

" Baekhyun mengidap kanker hati saat ini . Awalnya ia hanya merasakan demam tinggi juga sakit perut yang melandanya . Namun , setelah melewati beberapa pemeriksaan , istrimu mengidap kanker hati dan ini sungguh membahayakan dirinya ,"

Chanyeol membuka matanya kemudian berbisik lirih , " Bagaimana bisa ia tidak memberitahukannya padaku?"

"Aku berusaha untuk memberikannya Cemo untuk memperlambat kanker di tubuhnya . Dan juga Tuan Park, mengenai kehamilan Baekhyun ," ujar Suho iba . Chanyeol menatap Suho dengan mata merahnya . Terlihat keputusasaan diwajah Chanyeol .

"Kenapa dengan Baekhyun dan bayiku?"

"Kehamilannya membahayakan tubuhnya ,"

"Tidak mungkin ," bisik Chanyeol dengan mata berkaca – kaca . Suho menghela nafasnya kemudian menatap Chanyeol dengan pandangan penuh penyesalan

"Baekhyun dalam keadaan tidak baik . Cemotheraphy memiliki kemungkinan untuk membahayakan bayinya . Aku sarankan untuk segera menggugurkannya , Tuan . Aku turut menyesal menyarankan ini , tetapi ini untuk kebaikan Baekhyun " mohon Suho . Chanyeol mengusap wajahnya kasar . Ia tidak bisa berpikir saat ini , yang ia pikirkan hanya kondisi Baekhyun dan juga bayinya .

Baekhyun 'nya' . Baekhyun yang ia tak pernah bayangkan memiliki penyakit berbahaya seperti ini . Baekhyun yang telah membuat separuh otaknya memikirkannya .

"Aku tidak bisa berjanji untuk melakukan ini , Suho – sshi "

.

.

" Apa yang kau rasakan setelah Cemotheraphy kemarin ?" tanya Tao saat ia berjalan bersama Baekhyun dilorong rumah sakit . Baekhyun tersenyum tipis sembari mengeratkan mantelnya .

"Efeknya tidak terlalu besar . Mungkin hanya lemas , dan mual . Bisa jadi itu karena kehamilanku ,"

Tao melirik Baekhyun kemudian tersenyum lembut . Keduanya berjalan melewati ruangan – ruangan beraroma sama . Jujur , Baekhyun tidak terlalu menyukai rumah sakit . Tapi apa daya , kali ini ia mau tak mau harus bersahabat dengan bangunan ini sampai kondisinya semakin membaik . Ia tidak mau mengecewakan orang – orang yang telah membantunya . Baekhyun meraih tangan Tao kemudian tersenyum lembut

"Terima kasih untuk dukunganmu selama ini,"

Tao menatap Baekhyun kemudian mendorong pelan bahu perempuan yang lebih tua darinya .

"Kau ini bicara apa . Kau harus sembuh , Jie . Sampai kapanpun aku akan mendukungmu . Ingat tanggung jawabmu besar pula bagi mahluk didalam sini . Kesembuhanmu merupakan sesuatu yang berharga baginya juga ," Tao mengelus perut datar Baekhyun . Keduanya saling melempar senyuman sampai mereka tiba di ruangan khusus Cemotheraphy . Ruangan yang terdiri dari beberapa ranjang dan juga sofa . Baekhyun dan Tao dapat melihat pasien – pasien yang kini tengah melakukan Cemo ataupun tengah duduk menunggu gilirannya . Baekhyun dan Tao memilih duduk disalah satu sofa dan memperhatikan sekitarnya . Tao mengambil majalah fashion dari dalam tasnya kemudian membacanya . Sedang Baekhyun memperhatikan seorang gadis kecil dengan kepala botak yang kini tengah terduduk diatas ranjang dengan pakaian khusus yang diberikan rumah sakit . Hati Baekhyun berdesir melihatnya .

Apakah ia akan sama seperti gadis kecil itu nanti ? Tidak memiliki rambut dan terlihat rapuh?

Baekhyun berjalan mendekati gadis kecil itu . Tao yang melihat kakak ipar nya berjalan menjauhi nya hanya tersenyum tatkala melihat Baekhyun berhenti tepat dihadapan seorang gadis kecil yang terlihat lemah . Baekhyun menarik kursi kecil yang terletak di dekat meja kemudian duduk dihadapan gadis kecil itu . Kedudukan mereka berbeda saat ini karena gadis itu duduk diatas ranjang .

" Siapa namamu?" tanya lembut . Gadis itu tersenyum , " Namaku So Ra . Kalau bibi sendiri ?"

"Aku Baek Hyun . Apakah itu sakit ?" tanya Baekhyun menunjuk bekas suntikan ditangan Sora . Gadis kecil itu melirik tangannya kemudian mengangguk .

"Aku benci jarum suntik . Apalagi setelah pulang dari sini kepalaku akan pusing , juga perutku akan mual . Kulitku juga menjadi kering . Lihatlah ," gadis mungil itu menulurkan tangannya pada Baekhyun . Perempuan berambut sepinggang itu meringis melihatnya . Ia begitu sedih mendengar penuturan gadis polos dihadapannya .

"Lalu , ibu mu kemana , cantik?"

"Ibu ku akan menjemputku 5 menit lagi . Apakah bibi juga sakit sepertiku?"

"Hmm . Bibi juga sakit seperti mu . Mungkin bibi juga akan mengalami apa yang kau alami hehe ," kekeh Baekhyun . Sora ikut tersenyum mendengarnya

"Kau gadis yang kuat . Bibi saja tidak sekuat dirimu jika berada dalam posisi seperti ini," Baekhyun mengelus tangan Sora yang kecil dan kurus .

"Terima kasih . Bagi orang dewasa mungkin ini tidak menyakitkan ," ujar Sora dengan nada polosnya . Baekhyun terkekeh renyah kemudian mengelus tangan mungil itu .

"Baekhyun ?" panggil seseorang dibelakang Baekhyun . Perempuan bermantel biru itu membalikan tubuhnya kemudian tersenyum pada sosok yang memanggilnya tadi .

" Suho Oppa ,"ujar Baekhyun saat mendapati Suho yang kini tengah berdiri disamping Tao . Baekhyun kembali menatap Sora kemudian mengelus pipi gadis mungil itu .

"Bibi pergi dulu ya . Cemo bibi akan dimulai . Sampai bertemu lagi ,"

"Sampai jumpa lagi , Bibi "

Baekhyun beranjak dari duduknya kemudian melambai pada Sora . Perempuan itu berjalan mendekati Suho dan Tao .

"Selamat Siang , Suho Oppa "

"Selamat siang . Kau terlihat baik hari ini,"ujar Suho memperhatikan Baekhyun dari atas sampai bawah . Tao ikut tersenyum melihatnya .

" Ah Benarkah ?Baguslah kalau begitu,"

Suho,Tao dan Baekhyun terkekeh bersama . Kemudian Suho menyuruh Baekhyun untuk mengganti bajunya lalu kembali lagi keruangan ini . Baekhyun mengambil baju yang telah disiapkan oleh salah satu perawat kemudian berjalan menuju ruang ganti . Meninggalkan Suho dan Tao .

"Suaminya tadi datang menemuiku," ujar Suho yang telah mendudukan dirinya disamping Tao . Perempuan keturunan Cina itu membelalakan matanya , " Chanyeol?"

" Ia memaksaku untuk memberitahu keadaan Baekhyun yang sebenarnya . Bahkan aku memberikan Medical Record milik Baekhyun padanya ," ujar Suho sembari menghela nafas nya berat .

" Bagaimana bisa dia tahu ?. ." tanya Tao dengan raut wajah khawatir .

"Dia mendapatkan alamat kerjaku dari kartu namaku ,"

Tao memalingkan wajahnya kearah lain . Otaknya berpikir keras akan hal ini . Mungkin disatu sisi Tao senang karena akhirnya Chanyeol mengetahui penyakit istrinya sehingga Tao berharap Chanyeol yang kejam seperti dahulu akan berubah dan menyayangi istrinya . Namun , pikiran lain pun muncul . Tao berharap pemikiran pertamanya terjadi . Ia ingin Chanyeol berubah dan mengetahui keadaan istrinya saat ini . Ini yang Baekhyun butuhkan .

.

.

Tao mengelus punggung Baekhyun yang kini tengah menahan sakitnya . Begitupula Suho yang menatap Baekhyun lirih . Baekhyun meringis dan mengepalkan tangannya saat ia merasakan sakit ditubuhnya beberapa menit kemudian setelah obat – obatan itu dimasukan kedalam tubuhnya . Suho mengambil air putih kemudian menyodorkannya pada Baekhyun .

"Minumlah ," ujar Suho . Tao mengelus punggung Baekhyun dengan rasa kasihan . Baekhyun meraih gelas yang diberikan Suho kemudian meminumnya sampai habis . Suho mengambil gelas itu kemudian menaruhnya kembali di meja . Butuh waktu beberapa menit untuk menghilangkan rasa sakit itu . Maka Suho memilih duduk dihadapan Baekhyun dengan Tao yang terus mengelus punggungnya . Detikpun terus bergulir , Baekhyun sudah tidak merasakan sakitnya . Ia menatap Suho dengan wajah pucatnya kemudian tersenyum .

" Sudah tidak terlalu sakit," ujarnya lemah . Tao tersenyum lega kemudian mengambil tissue dan mengelap keringat di pelipis Baekhyun . Suho melirik Tao kemudian menghela nafasnya .

" Aku sudah tahu perihal kehamilanmu , Baekhyun ," ujar Suho . Baekhyun menatap Suho kemudian mengelus perutnya . Baekhyun sudah mengira hal seperti ini akan terjadi karena Suho dokter yang hebat . Hal – hal kecil seperti ini pasti sudah ia prediksi

" Jangan memintaku untuk mengugurkan kandunganku karena aku tidak akan melakukannya ," ujar Baekhyun tanpa melihat Suho . Dokter tampan itu hanya menghela nafas . Begitupula Tao yang hanya terdiam , tak mampu berkata apa – apa .

"Ini berbahaya bagi kondisi mu . Cemotheraphy akan membuat bayi didalam kandunganmu terancam keberadaannya , belum lagi obat – obatan yang kuberikan . Dan juga kondisi mu yang tidak memungkinkan untuk mengandung , Baekhyun tolong mengertilah ," ujar Suho dengan raut wajah memohon . Baekhyun menatap Suho dengan raut wajah sedih , air matanya sudah mengalir sedari tadi . Tao hanya bisa memeluk bahu Baekhyun dari samping . Berusaha menenangkan perempuan mungil ini

"Apa aku tidak pantas menerima kebahagiaan disaat – saat terpuruku?"

"Baekhyun maksudku – "

"Apa aku tidak pantas menerima kebahagiaan ini ?" tanya Baekhyun dengan air mata yang memenuhi wajahnya . Suho menatap Baekhyun iba kemudian menghela nafasnya berat . Ia tidak tahu harus berbuat apa .

" Jie – "

" Aku ingin berbagi suka dan duka dengan bayiku ini . Aku ingin melihat bayi ini tumbuh dan berkembang di dalam perutku . Ia memiliki hak untuk hidup dan demi apapun aku akan tetap mempertahankan bayi ini ,"ujar Baekhyun penuh ketegasan . Suho menatap Baekhyun cemas . Jujur , hati Suho ikut terhimpit saat mendengar penuturan Baekhyun . Ia ikut merasakan apa yang Baekhyun rasakan . Tao mengusap air mata di ujung matanya kemudian kembali mengelus punggung Baekhyun .

"Baiklah , jika itu maumu . Tapi kau harus berhati – hati , menjaga pola makan juga pola hidupmu , tidak terlalu letih , jangan terlalu banyak pikiran , tetap meminum obat mu , dan jika ada keluhan kau harus segera kemari ," ujar Suho panjang lebar . Baekhyun menghapus air matanya kemudian tersenyum lembut .

"Tenang saja . Demi bayi ini dan demi kesembuhanku , aku akan melakukan apapun ,"

.

.

" Kau sudah pulang? " Sapa Baekhyun pada Chanyeol . Lelaki tinggi itu menatap Baekhyun dalam diam . Baekhyun sedikit bingung dengan tingkah Chanyeol saat ini . Perempuan itu memilih untuk mendekati Chanyeol kemudian menatap lelaki itu dalam jarak yang cukup dekat .

"Chanyeol ?" tanya Baekhyun . Chanyeol menghela nafasnya kemudian pergi meninggalkan Baekhyun sendiri . Baekhyun menatap Chanyeol sedih . Apa ia membuat suatu kesalahan lagi hari ini ?

Baekhyun memilih kembali kekamarnya dengan raut wajah sedih . Ia tersenyum menyapa maid – maid nya yang kini tengah berkumpul di taman belakang . Bahkan beberapa maid itu ada yang berbisik saat melihat Baekhyun memasuki kamar kecil di belakang . Baekhyun seolah tak peduli . Ia memilih duduk disamping tempat tidur dan mengelus rambut Moonbin yang kini tengah tertidur ditempat tidurnya dengan boneka pemberian Chanyeol yang ia peluk .

" Apa aku membuat suatu kesalahan ?"

Baekhyun menghela nafasnya . Pikirannya masih teringat akan Chanyeol yang tadi mendiamkannya . Entah apa yang menggerakan Baekhyun , perempuan itu berjalan keluar dari kamarnya kemudian melangkah menuju kamar Chanyeol yang berada di lantai dua . Ia ingin meminta maaf atas segala tindakannya yang mungkin membuat suasana hatinya kacau malam ini . Baekhyun terdiam tepat didepan pintu kamar Chanyeol . Pintu kamar yang tertutup rapat . Baekhyun menelan ludahnya gugup . Tangannya bergerak perlahan untuk mengetuk pintu itu .

CKLEK

Baekhyun terdiam saat pintu kamar itu terbuka dan memperlihatkan sosok Chanyeol yang kini terlihat berantakan dengan rambutnya yang sudah tak tertata rapi dan juga atasannya yang sudah ia lepas . Baekhyun menatap Chanyeol khawatir , sedang lelaki itu menatap Baekhyun dengan pandangan tak terartikan .

"Chanyeol – "

" Kau sungguh pintar berbohong Baekhyun ," ujar Chanyeol dingin . Baekhyun mengerutkan alisnya , tanda ia tak mengerti . Chanyeol menarik Baekhyun kedalam kamarnya kemudian mendorong Baekhyun untuk duduk diatas tempat tidurnya . Chanyeol membanting pintu dengan keras kemudian merogoh sesuatu dari dalam tasnya dan melemparnya tepat di wajah Baekhyun .

"Kau menyembunyikan semua ini ,"

Baekhyun dengan tangan bergetar mengambil kertas itu kemudian membukanya . Pertahanannya runtuh saat ia membaca tulisan demi tulisan diatas kertas itu . Chanyeol menghela nafasnya frustasi kemudian mendudukan dirinya disebelah Baekhyun .

" Kau mengetahuinya ?"bisik Baekhyun . Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan tajamnya .

"Kau menyembunyikannya dan kau sedang mengandung , Baekhyun ! Demi Tuhan kau itu gila atau apa?Kenapa tidak memberitahukanku kalau kau terkena kanker Baekhyun!" teriak Chanyeol . Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata basah dan air mata yang berlinang . Baekhyun tersenyum getir .

"Memang apa yang harus kukatakan padamu? Kau tidak akan peduli pada penyakitku . Cukup dengan kau bertanggung jawab dengan bayi ini pun aku sudah cukup senang . Aku tidak mau merepotkanmu terlalu jauh – "

"Tapi kau isteriku!" Chanyeol berteriak . Baekhyun menatap Chanyeol . Hatinya berdegup kencang saat Chanyeol mengatakan itu . Sedang Chanyeol terdiam saat ia mengatakan sesuatu yang tidak bisa ia kontrol . Chanyeol menghela nafasnya kemudian menatap Baekhyun

"Kau tanggung jawabku . Bayi didalam perutmu anakku , dan kau ibunya . Aku harus mengurusmu dan menjagamu agar tetap sehat ,"

Bohong

Chanyeol bohong .

"Tanggung jawab?" bisik Baekhyun . Chanyeol mengangguk kemudian menarik tangan Baekhyun dan menggenggamnya .

" Mulai sekarang aku harus ikut memantau kesehatanmu dan bayimu . Aku tidak mau kau kenapa – kenapa . Dan mulai sekarang , kau tidak boleh melawan apa yang ku katakan , maukah ?" tanya Chanyeol setengah frustasi . Apa yang bibirnya katakan dan apa yang hatinya rasakan berbeda . Perasaan manis menerpa dadanya tiap kali mengingat Baekhyun . Ini bukan suatu bentuk pertanggung jawaban . Chanyeol berbohong !

Baekhyun kembali menangis . Ia menangisi perasaannya yang tak pernah Chanyeol balas . Suatu bentuk pertanggung jawaban . Iya . Chanyeol hanya bertanggung jawab atas bayi ini dan kesehatannya . Ia tidak mencintai dirinya . Baekhyun menertawai kebodohannya .

"Terima kasih Chanyeol ,"

Dan entah apa yang menggerakan Chanyeol , lelaki tinggi itu menarik Baekhyun kedalam pelukan hangatnya untuk pertama kali dalam sejarah rumah tangga mereka . Pelukan hangat dan sepenuh hati yang diberikan Chanyeol pada Baekhyun .

.

.

TBC

.

Mind To Review?

Author's Note : Hai Hai ^^ Ketemu lagi ama aku hehehe akhirnya liburan pun selesai nih . HAHAHAH duh gabisa move on dari liburan kemarin ingin lagi (?) tapi demi readers tercinta aku melepaskan liburanku *hugs*

Ohya , mungkin kalian ngerasa bertele – tele ya dengan cerita ini ? HAHAHHA dibilang sengaja ? gak juga sih . Tapi emang aku ingin ngejelasin cerita ini secara runut dan supaya kalian ga pusing juga bacanya . Supaya jelas nanti endingnya seperti apa dan kenapa si ini bisa berubah sikap ? atau kenapa Baekhyun jadi gini bla bla bla hehehehe

Makasih ya untuk para readers setia yang nungguin FF ini makasih banget ^^Makasih juga untuk reader yang ngekoreksi kesalahan penulisann!DUHHH makasih bangett yaa tanpamu aku gada apa – apanya ! Selamat membaca semuaaaa!

Maap belom bisa ditulis satu – satu nama readers yang udah review kemarin . Tapi aku dh baca kok review kalian hehehe bikin semangatttttt! Chap depan aku bakal tulis kok tenang aja hehehe

Deep Condolance untuk para Fans Ladies Code atas meninggalnya Eun B T.T semoga fansnya diberi ketabahan , dan juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan juga amin*Fandom Hugs*

P.S untuk 'Baekhyun the Umbrella Girl ' dan 'Here's to Never Growing Up' akan di apdet secepatnya ^^