Mata Kyuhyun tampak menggelap mendengar kata-kata arogan Wiliam, bibirnya menipis menahan marah, "Berani-beraninya kau menghina calon isteri pilihanku." Gumamnya gusar, "Keluar dari rumah ini sekarang."

William tampak kaget diusir dengan tidak sopan seperti itu. Dia terbiasa dihormati, orang-orang terbiasa membungkuk hormat kepadanya. Dan sekarang dia diusir oleh anak kandungnya sendiri? Sungguh penghinaan yang menyinggung harga diri William, tetapi dia menahankannya. William membutuhkan Kyuhyun. Hanya anak itulah satu-satunya laki-laki keluarga Sinclair yang masih hidup. Selama berapa dekade ini, keluarganya telah dikutuk selalu melahirkan anak perempuan yang tentu saja tidak bisa diandalkan untuk meneruskan nama gelarnya. Lalu penyakit jantungnya yang menyebabkannya tidak bisa mempunyai keturunan meyerangnya. Membuatnya tergantung hanya kepada Kyuhyun. William akan rela menahankannya. Tidak apa-apa, asalkan gelar dan nama keluarga selamat di masa depan.

Dia kemudian beranjak dari duduknya dan bergumam geram, "Aku akan pergi sekarang. Tetapi aku akan kembali lagi, dengan membawa calon isterimu, Kyuhyun. Calon isteri yang sangat berkelas dan cocok untukmu." Setelah mengucapkan kata-kata angkuh itu, William melangkah pergi meninggalkan apartemen itu.

Lama kemudian Kyuhyun masih termenung, dengan marah menatap ke arah pintu, tempat William menghilang, matanya menyala nyaris menakutkan.

"Lelaki tua bangka tak tahu diri." Desisnya, "Seenaknya dia membuangku dan sekarang dia ingin memilikiku? Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!" Sinar kebencian memancar di mata Kyuhyun, membuat Sungmin beringsut menjauh, gerakan Sungmin itu tampaknya menyadarkan Kyuhyun, lelaki itu langsung melepaskan pegangannya di pinggang Sungmin, dan menatapnya dalam, "Aktingmu tadi bagus sekali meski awalnya sedikit kaku." Gumam Kyuhyun ringan, "Kau mungkin harus sedikit berusaha membiasakan diri dengan sentuhanku."

Dan kemudian, tanpa disangka-sangka, Kyuhyun menarik pinggang Sungmin lagi, dan menciumnya. Membuat Sungmin ternganga kaget ketika bibirnya dilumat oleh Kyuhyun tanpa ampun. Dia hendak memekik, tetapi kemudian, sentuhan bibir Kyuhyun berubah lembut, menyesap bibirnya seolah begitu menikmatinya, dan juga jemarinya bergerak lembut, menelusuri lengan Sungmin, naik dan turun.

"Wow."

Itu suara Donghae yang baru keluar dari kamar. Membuat Kyuhyun dan Sungmin terperanjat. Secepat kilat, saat itu juga, Kyuhyun langsung mendorong Sungmin hingga hampir terjungkal di sofa. Donghae sendiri tampak menikmati sekali wajah-wajah gugup di depannya. Lelaki itu tampaknya sudah bangun lama, tetapi memilih tidak keluar selama ayah kandung Kyuhyun bertamu tadi.

Sekarang Donghae dengan sengaja melemparkan tatapan mata penuh arti dan berganti-ganti ke arah Kyuhyun dan Sungmin, "Jadi yang barusan kulihat tadi apakah..." suaranya penuh spekulasi, dan Kyuhyun langsung menyahut ketus, "Itu tadi latihan agar Sungmin lebih terbiasa dengan sentuhanku." Mata Kyuhyun menatap Sungmin tajam, "Benar bukan Sungmin?"

Ditatap setajam itu, dengan tatapan yang sangat mengancam, Sungmin tidak bisa melakukan hal lain selain menganggukkan kepalanya. Meskipun sekarang bibirnya terasa panas membara. Kyuhyun telah merenggut ciuman pertamanya!

"Kau boleh pergi Sungmin, siapkan makanan, aku ingin makan." Kyuhyun mengalihkan pandangan seolah tak peduli. Dan Sungmin yang ingin segera melarikan diri dari suasana canggung yang menyesakkan itu langsung bangkit dan setengah berlari menuju dapur.

*** CRUSH IN RUSH ***

Donghae mengambil tempat duduk di sebelah Kyuhyun, melirik lelaki itu yang berpura-pura memusatkan pandangannya kepada televisi.

"Kenapa kau menciumnya?" tanya Donghae langsung dengan lugas, membuat Kyuhyun membelalakkan matanya marah kepada sahabatnya itu,

"Kenapa kau bertanya lagi? Aku kan sudah bilang untuk latihan."

"Menurutku latihan terbiasa menyentuh tidak perlu dengan ciuman semacam itu, apalagi ciuman yang amat sangat bergairah, kau seperti sudah akan melumatnya habis-habiskan kalau aku tidak keluar tadi."

"Diam!" Kyuhyun menggeram, tidak mau lagi mendengar analisa dari Donghae. Sementara itu benaknyapun berkecamuk oleh berbagai pertanyaan. Kenapa dia mencium Sungmin? Benarkah hanya karena latihan? Kenapa dia begitu impulsif menarik Sungmin ke dalam pelukannya dan menciumnya habis-habisan?

*** CRUSH IN RUSH ***

Perempuan cantik itu menuju ke tempat penjemputan dan menunggu, sambil menunggu dia mengeluarkan ponselnya dan menatapnya dalam senyuman. Ada foto Kyuhyun di sana. Calon suaminya yang sangat tampan.

Yah, mereka memang sepadan. Catherine adalah puteri ke empat dari bangsawan yang menjadi sahabat Wiliam Sinclair. Dan ketika lelaki itu melamarnya kepada ayahnya, untuk menjadi calon isteri anak lelakinya yang berada di negara yang jauh, semula Catherine menolak dan ragu.

Yah, dia adalah perempuan berpendidikan tinggi, meskipun berdarah bangsawan, Catherine tidak berpandangan kuno seperti ayahnya. Dia menjadi CEO perempuan yang sangat disegani di perusahaan tempatnya bekerja, dan otaknya sangat encer dengan jenjang pendidikan yang sangat tinggi.

Perjodohan adalah pilihan terakhirnya, tetapi kemudian, ketika dia melihat foto Kyuhyun, yang ditunjukkan kepadanya. Catherine langsung jatuh hati seketika itu juga. Dan ketika seorang Catherine jatuh hati, maka dia harus memiliki. Tidak pernah ada orang yang bisa menolak pesona Catherine Stuart sebelumnya. Dan Catherine yakin, Kyuhyun akan takluk dalam pesonanya.

Dia datang sesuai dengan permintaan William, anak hilangnya itu memang sangat keras kepala dan menolak perjodohan ini, dan itu pasti lebih disebabkan karena dia tidak mengetahui bahwa calon isterinya secantik dan sesempurna Catherine.

Tubuhnya tinggi semampai dengan lekukan yang sangat indah dan berisi, rambutnya panjang dan pirang keemasan, membingkai wajahnya yang keseluruhannya cantik dan sempurna. Orang-orang di bandara ini bahkan selalu menoleh dua kali ketika melihatnya.

Catherine tersenyum penuh percaya diri. Kyuhyun pasti akan terpesona dengannya. Lelaki itu akan bertekuk lutut di kakinya. Mereka memang sudah seharusnya bersama, darah bangsawan di tubuh mereka memang sudah seharunya menyatu.

"Catherine." Suara dalam dan berat itu membuat Catherine mengangkat kepalanya. William calon ayah mertuanya sudah berdiri di sana.

"Hai dad." Catherine bahkan sudah memanggil William dengan sebutan 'dad' sesuai permintaan lelaki itu sendiri, yang begitu yakin bahwa Catherine akan menjadi anak menantunya.

"Aku senang kau datang tepat waktu, mari ke mobil, aku sudah menyewakan kamar suite di hotel terbaik di kota ini." William menghelanya dengan sopan dan dengan langkah anggun. Catherine mengikuti langkah lelaki itu.

Mereka masuk ke dalam mobil hitam besar yang telah menunggu di luar, di dalam mobil, Catherine menatap wajah William yang tampak gusar, "Kenapa dad? Apa yang mengganggumu?"

William mendengus, "Kyuhyun. Dia mempunyai kekasih, seorang perempuan yang seperti lintah pengisap harta, perempuan murahan dan anak lelakiku yang bodoh itu tergila-gila karena nafsunya." Mata William menggelap, tetapi kemudian dia menatap ke arah Catherine dan tersenyum puas, "Tetapi sekarang kau sudah di sini Catherine, begitu Kyuhyun melihatmu, dia akan menyadari betapa bodohnya dirinya. Kau akan menyelamatkannya."

"Tentu saja dad. Lihat saja nanti, aku tidak sabar untuk bertemu Kyuhyun dan juga kekasihnya yang murahan itu." Tawa merdu terdengar dari bibirnya, tawa yang penuh percaya diri.

Ya. Catherine yakin, begitu bertemu dengannya, Kyuhyun pasti akan bertekuk lutut di kakinya. Semua lelaki selalu bereaksi sama terhadap pesona Catherine.

*** CRUSH IN RUSH ***

"Selamat pagi." Keesokan harinya, tidak seperti biasanya, Kyuhyun sudah bangun dan rapi. Lelaki itu berdiri di ambang pintu dapur, menatap Sungmin dengan canggung, "Buatkan sarapan untukku juga."

"Baiklah, sebentar lagi siap." Sungmin menjawab tak kalah canggung.

Ciuman Kyuhyun kemarin, membuat Sungmin salah tingkah sepanjang hari. Dia berusaha menghindari Kyuhyun sejauh mungkin, menjauhkan kontak mata dan bersembunyi dari lelaki itu. Sungmin bingung dan ketakutan dengan perasaannya sendiri. Dia tidak pernah berciuman dengan lelaki manapun sebelumnya, dan ciuman Kyuhyun kemarin menumbuhkan perasaan yang tidak diketahuinya. Perasaan aneh yang membuatnya susah tidur semalaman, menatap langit-langit kamar dengan bingung, tak tahu harus berbuat apa.

"Aku ingin minta maaf." Tiba-tiba Kyuhyun bergumam, membuat Sungmin terlonjak karena kaget, dia menyangka Kyuhyun sudah pergi sejak tadi.

"Maaf tentang apa?" Sungmin bergumam santai, berusaha fokus pada masakannya dan seolah-olah tidak diberatkan oleh sesuatupun mengenai Kyuhyun.

"Tentang ciuman kemarin." Mata Kyuhyun menatap tajam, bergumam tanpa basa basi yang langsung membuat pipi Sungmin merah padam. "Aku sendiri tidak tahu kenapa aku melakukannya, mungkin aku terbawa perasaan setelah bertemu ayah kandungku, aku marah dan kemudian melampiaskannya kepadamu. Itu tidak adil untukmu, maafkan aku."

Sungmin tercenung, bingung harus menjawab apa. "Tidak apa-apa." Gumamnya lemah, kemudian.

Kyuhyun tampaknya masih belum selesai, dia berdiri di sana menatap Sungmin dengan tatapan tajam, "Dan jangan menghindariku Sungmin, aku tahu kemarin seharian kau menghindariku seperti wabah. Sandiwara kita ini belum selesai, aku tahu ayah kandungku tidak akan menyerah begitu saja, jadi untuk mempersiapkannya kau harus membiasakan diri ada di dekatku."

Sungmin hanya bisa menganggukkan kepalanya, mencoba menghindari kontak mata dengan Kyuhyun. Lelaki itu tampaknya kesal dengan sikap Sungmin tetapi memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa, setelah mendesah, Kyuhyun menghentakkan kakinya pergi, membuat Sungmin langsung menghela napas panjang dan merasa lega luar biasa.

*** CRUSH IN RUSH ***

Kali ini Sungmin harus menghadapi Donghae yang usil. Lelaki berwajah tampan itu menatap Sungmin dengan tatapan menyelidik, seolah-olah berusaha menelanjangi hati Sungmin.

"Jadi bagaimana?" Donghae bertanya sambil melahap roti bakarnya, dia akhirnya mengeluarkan suara setelah lama mengamati Sungmin yang berpura-pura tidak menyadari bahwa dia sedang diamati dengan begitu intens.

"Bagaimana apa?"

"Ciuman itu." Donghae tersenyum lambat-lambat, "Aku yakin itu adalah ciuman pertamamu."

Pipi Sungmin langsung merah padam. "Kau tidak bisa yakin." Jawabnya setengah ketus, meletakkan secangkir kopi panas di depan Donghae.

"Aku yakin." Kali ini Donghae terkekeh, "Aku sangat ahli mengenai perempuan, Sungmin. Dan dengan melihatmu sekali saja aku tahu bahwa kau tidak berpengalaman, ciuman kemarin pasti sangat mengejutkanmu."

Memang. Begitu mengejutkan hingga Sungmin merasakan jantungnya hampir lepas. Sungmin menghela napas panjang, menatap Donghae memohon

"Bisakah kita tidak membahas itu, please?"

Donghae mengangkat alisnya, "Terserah padamu Sungmin, tetapi perlu kau ingat, aku akan selalu ada kalau kau ingin bertanya..." senyumnya mengembang, "Atau kalau kau ingin praktek, aku akan siap sedia. Aku yakin ciumanku akan lebih nikmat daripada yang bisa diberikan oleh Kyuhyun."

Sungmin melempar lap yang sedang dipegangnya ke arah Donghae dengan marah, kesal karena Donghae keterlaluan menggodanya, lelaki itu bukannya tersinggung dilempar lap, malahan tertawa. Lama-lama Sungmin ikut tersenyum juga dengan malu, yah bagaimanapun juga, sikap Donghae yang penuh canda ini sedikit menghibur Sungmin.

"Jangan marah padaku." Donghae bergumam lembut kemudian, "Aku hanya menggodamu, tentu saja gadis lugu dan polos sepertimu tidak akan pernah masuk kriteriaku." Donghae mengedipkan sebelah matanya, "Sebagai orang yang berpengalaman, aku hanya bisa memintamu untuk berhati-hati, Sungmin. Hati-hatilah dengan hatimu. Kadangkala perasaan itu sudah ada bahkan sebelum kau menyadarinya." Sambil mengucapkan kalimat misterius itu, Donghae berjalan pergi, membawa cangkir kopi di sebelah tangannya dan melangkah keluar dari dapur.

*** CRUSH IN RUSH ***

Ketika bel berbunyi lagi, Kyuhyun, Sungmin dan Donghae sedang duduk di sofa dan menonton televisi dalam keheningan, mereka kemudian saling melempar pandang, dan tanpa mengintip-pun, mereka tahu siapa yang datang.

"Kau masuk ke kamar, Donghae. Dan Sungmin... gantilah bajumu dengan gaun yang sedikit seksi."

Sungmin dan Donghae sama-sama melangkah ke arah kamar masing-masing, dengan Donghae yang terkekeh menggoda Sungmin yang merah padam karena disuruh memakai baju seksi oleh Kyuhyun.

Sungmin masuk ke kamar, dan berdiri di depan lemari pakaiannya, bingung akan memilih gaun yang mana. Jessie selalu bilang jika ingin tampil seksi, pakailah warna hitam. Mata Sungmin menelusuri gaun-gaun yang tergantung di lemari pakaiannya, lalu tangannya menyentuh gaun sutera warna hitam itu, dengan korset yang ketat di dadanya, kemudian bagian bawahnya mengembang sempurna sampai di bawah lutut. Gaun ini tampak cukup seksi sekaligus pantas dikenakan di rumah pada malam hari, putusnya.

Sungmin memilih memakai gaun itu, dia menatap ke arah cermin, mengagumi betapa gaun itu begitu pas ditubuhnya dan begitu cocok dengan rambut hitamnya yang berkilauan. Setelah menghela napas berkali-kali, Sungmin melangkah ke arah ruang tengah itu.

Dan kemudian tertegun bingung mendapati selain William, ada tamu lain di sana, tamu lain yang sangat cantik bagaikan bidadari, duduk di sofa dengan tatapan penuh godaan kepada Kyuhyun.

*** CRUSH IN RUSH ***

"Dan itu pasti Sungmin." Perempuan cantik itulah yang pertama kali menyadari kehadiran Sungmin, dia tersenyum ramah dan tampaknya sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan penampilan Sungmin. Tentu saja, dengan kecantikan seperti dewi begitu, Sungmin pasti tidak akan dianggapnya sebagai sesuatu yang penting.

"Kemarilah Sungmin." Kyuhyun tersenyum, senyum pura-pura penuh cinta yang meyakinkan, "Biar kukenalkan pada teman William."

Kyuhyun mengamit tangan Sungmin dan kemudian menariknya mendekat dengan posesif, "Kenalkan Sungmin, ini Catherine Stuart yang jauh-jauh datang ke mari untuk William." Kyuhyun menatap William dengan puas, "Kau sungguh tega membawa wanita secantik ini kemari hanya untuk pulang dengan sia-sia."

Kata-kata Kyuhyun itu benar-benar membuat Catherine terkejut, dia datang ke mari dengan keyakinan penuh, bahwa Kyuhyun akan langsung bertekuk lutut di kakinya ketika melihat penampilannya. Bahwa lelaki itu akan langsung tergila-gila kepadanya. Tetapi rupanya pengaruh pelacur berbadan mungil di sebelahnya itu sangat besar. Catherine merengut marah ke arah Sungmin. Apa yang bisa diberikan oleh pelacur itu yang tak bisa diberikannya?

William bahkan mengatakan bahwa asal usul perempuan itu tidak jelas. Catherine begidik ketika berpikir bahwa mungkin saja Sungmin anak pembunuh atau mungkin malah pelacur – yang menunjukkan kenapa Sungmin bertingkah seperti pelacur sekarang – Dan Kyuhyun akan mencemari darah bangsawannya kalau sampai memberikan benihnya ke perempuan ini.

Dengan cepat Catherine memasang wajah penuh godaan, menutupi keterkejutannya, dia memandang Sungmin dengan mencemooh, menelusuri gaunnya dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya.

"Hmmmm... gaun yang sangat... elegan." Dengan lembut dia berucap dalam bahasa inggris, yang dilambat-lambatkan seperti ketika berbicara dengan anak kecil. Matanya menatap Sungmin penuh ejekan, membuat seketika itu juga Sungmin merasa ingin bersembunyi karena malu.

Tetapi pegangan Kyuhyun di pinggangnya, sekali lagi menyelamatkan dan menopangnya, lelaki itu menunduk dengan sayang, dan menghadiahi Sungmin kecupan lembut di pelipisnya,

"Tentu saja gaun yang sangat elegan dan seksi... membuatku tak sabar menanti kami bisa berduaan sendirian di sini." Matanya menatap penuh sindiran ke arah William, "Ada hal lain yang ingin kau katakan padaku, William? Kalau tidak mungkin kau bisa segera berkemas dan pulang, serta bawalah seluruh harapanmu itu karena aku tidak akan pernah mau menyandang namamu."

Wajah William pucat pasi mendengar kata-kata langsung Kyuhyun itu. Bahkan Catherine yang semula duduk tenang di sebelahnyapun tampak kaget.

"Aku kemari membawa calon isterimu, Kyuhyun. Catherine adalah perempuan yang sederajat denganmu, isteri yang paling cocok. Darah bangsawannya akan melengkapi keningratanmu dan mencegahmu tercemar oleh darah yang tidak diketahui asal-usulnya." Matanya sengaja melirik menghina ke arah Sungmin, dan tiba-tiba saja Sungmin merasa dadanya panas, sejak tadi lelaki tua di depannya ini menatapnya dengan mencemooh, juga perempuan yang secantik dewi itu. Dan semua itu karena apa? Semua itu hanya karena Sungmin anak yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya. Apakah kalau dia yatim piatu maka sudah pasti dia berdarah kotor? Kelas rendahan?

Harga diri Sungmin menyeruak, memberikan dorongan semangat untuk memberi pelajaran kepada manusia-manusia sombong di depannya itu.

"Siapa yang mencemari siapa Kyuhyun?" Sungmin tersenyum genit kepada Kyuhyun, membuat lelaki itu agak kaget karena tidak menyangka Sungmin bisa berakting sebagus itu, untunglah dia bisa menutupinya dengan tatapan mata bergairah kepada Sungmin, "Aku rasa William tidak perlu mencemaskan itu, toh kau sudah mencemariku sejak lama."

Bravo. Kyuhyun bersorak dalam hati, kalau tidak ada William dan Catherine di depannya, Kyuhyun pasti sudah bertepuk tangan memuji dan sangat puas akan kata-kata Sungmin itu, kata-kata Sungmin yang seolah bagaikan cambuk yang dilecutkan, tepat di muka ayahnya.

.

.

tbc