Title : Reincarnation

.

Genre :

Romance, Drama.

.

Main Cast :

Choi Junhong

Jung Daehyun

.

Other Cast :

Oh Sehun

B.A.P's Member

.

Reincarnation Chapter 10

.

NO PLAGIARISM!

.

Happy Reading ^^

.

.

Junhong tersenyum lebar saat bel istirahat yang ia tunggu sedari tadi akhirnya berbunyi, dengan gerakan yang terkesan buru-buru, Junhong memasukan semua buku yang tergeletak diatas meja kedalam tasnya tanpa menyadari tatapan penuh selidik yang Jongup layangkan kepadanya.

"Kau mau makan dimana?"

Gerakan Junhong terhenti, ia menoleh kearah Jongup dengan senyuman polosnya. "Itu rahasia hyung" ucapnya sembari melanjutkan kegiatannya.

"Kali ini boleh aku ikut bersamamu? Ayolah Junhong, akhir-akhir ini kau lebih senang makan sendirian. Ah atau jangan-jangan kau makan dengan kekasihmu ya?!" Jongup bertanya dengan antusias, sedangkan Junhong buru-buru mengelak dengan menggelengkan kepalanya cepat. "A-Aku tidak punya kekasih!"

Jongup menyipitkan matanya. "Kau mencurigakan" ucapnya.

"Aku tidak mencurigakan!" Junhong cemberut. Dia berdiri, dengan kotak bekal yang ada di tangannya. "Jangan coba-coba untuk mengikuti ku eoh? Aku hanya ingin sendiri. Lagi pula bukannya malah bagus kalau aku tidak ikut bersamamu? Kau jadi bisa makan berdua dengan gadis yang kau sukai kan?"

Pipi Jongup bersemu merah mendengar penuturan dari Junhong. dia kemudian tertawa canggung, menggaruk tengkuk belakangnya yang sebenarnya tidak gatal. "Kau tahu ya kalau aku menyukai Hyejin?" tanyanya.

Junhong memutar kedua bola matanya malas. "Satu sekolah bahkan sudah mengetahuinya Moon Jongup, aiss sudahlah, aku pergi dulu" dan setelahnya Junhong melangkah keluar, berjalan menuju suatu tempat yang saat ini menjadi tempat kesukaannya di sekolah ini.

.

.

Junhong menarik nafasnya saat ia sudah sampai didepan pintu sebuah ruangan. Ruangan Musik. Ya.. ruangan ini menjadi tempat kesukaannya karena hanya disinilah dia dan Daehyun bisa bertemu tanpa takut diketahui murid lainnya. Selain tempatnya yang berada di sudut sekolah, tempat ini juga tidak pernah di urus.

Tangan Junhong terangkat, menggenggam gagang pintu dan kemudian mendorongnya. Kepalanya menyembul masuk kedalam, dan dia menghela nafas saat tidak menemukan siapapun didalam. "Dia pasti sangat sibuk sampai terlambat datang" gumamnya.

Satu tepukan di bahunya membuat Junhong terlonjak kaget. Ia buru-buru menoleh kebelakang. "Daehyun hyung jangan menga–" Perkataan Junhong terhenti saat matanya melihat sosok dihadapannya kini. "Siapa kau?"

Sosok itu tersenyum. "Maaf sudah mengagetkanmu. Aku Yoo Youngjae, guru baru disini" Youngjae membungkuk sekilas.

Junhong dengan gerakan canggung ikut membungkuk memberi salam. "Maaf, aku tidak tahu kalau kau guru baru disini" ucapnya dengan nada bersalah.

Youngjae mengibaskan tangannya sembari tertawa. "Tidak apa-apa. memang belum banyak murid yang tahu" ucap Youngjae memaklumi.

"Tapi, Yoo songsaengnim sedang apa disini?"

"Aku hanya berjalan-jalan" Youngjae berkata santai. "Kau sendiri?"

"Ah.." Junhong tersenyum canggung. "Aku memang sering ke sini"

"Untuk makan?" Youngjae melirik kearah kotak bekal yang ada ditangan Junhong. "Kenapa tidak makan dikantin dengan teman-temanmu?"

"Itu–"

"Yoo Youngjae?"

Keduanya sontak menoleh saat sebuah suara tiba-tiba mengintrupsi percakapan mereka. Junhong tersenyum lebar saat matanya menangkap sosok Daehyun yang kini sedang berjalan kearahnya. "Hyu–"

"Park songsaengnim mencarimu, dia bilang ada hal penting yang harus dibicarakan denganmu" Daehyun berucap tanpa melirik kearah Junhong yang terlihat bingung.

"Aku akan kesana, tapi kau harus mengantarkanku bagaimana?" Youngjae tersenyum kearah Daehyun. "Aku tidak mau menerima penolakan. Setidaknya kau harus mengantarkanku karena aku baru disini" lanjutnya saat melihat ekspresi Daehyun yang seperti akan menolak permintaannya.

Daehyun menghela nafas. Matanya melirik kearah Junhong sekilas. "Baiklah. Ayo" Daehyun berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Youngjae dan Junhong yang masih diam ditempat.

"Aku harus pergi" Youngjae kembali membungkuk kearah Junhong dan tersenyum. "Lain kali makanlah dengan teman-temanmu, jangan sering menyendiri eoh? Sampai jumpa"

Mata Junhong menatap lurus kearah punggung Daehyun yang semakin lama semakin menjauh. Dia menunduk. Daehyun tidak berbicara padanya, bahkan untuk sekedar pembalas tatapannya pun tidak.

Junhong menatap kotak bekalnya dengan pandangan sayu. Inilah resiko yang harus dihadapinya. Dia dan Daehyun akan bersikap seolah tak saling kenal saat sedang berada di sekolah. Itulah satu-satunya cara agar hubungan mereka tidak diketahui oleh orang lain.

Satu tetes kristal bening jatuh membasahi pipi Junhong yang memerah. Dia terisak pelan. kenyataan dimana hubungan mereka tidak akan pernah direstui menghantam dadanya. Sungguh menyesal dirinya karena harus terlahir menjadi seorang pria. Terlebih status mereka adalah guru dan murid.

Satu bulan menjalin hubungan dengan Daehyun membuatnya sadar akan ada rintangan besar yang harus dihadapi mereka berdua.

Dan saat itu pasti akan segera datang. Siap maupun tidak siap, mereka harus tetap menghadapinya.

"Apa semuanya akan baik-baik saja, Jekyung-ah?"

…..

…..

"Kau baik-baik saja?"

Himchan duduk disisi kasur Junhong. Matanya menatap sosok Junhong yang kini tengah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. "Hey Junhong-ah, aku tahu kau belum tidur" tangan Himchan mencoba untuk menarik selimut Junhong, dahinya merengut tidak suka saat usahanya berakhir sia-sia. "Ya! Kau bisa mati kehabisan nafas kalau menutupi wajahmu dengan selimut setebal ini, cepat lepaskan!"

"Aiss hyung kau berisik!" Junhong akhirnya bangun. Menatap Himchan dengan pandangan sengit miliknya. "Kau tahu ini sudah jam berapakan hyung? Cepat kembali kekamar dan pergi tidur!"

"Kau mencoba untuk menasehatiku heh bocah?" Dengan gemas Himchan mencubit pipi sang adik. Dia tertawa senang saat melihat wajah Junhong yang merengut. Sangat imut. "Lagi pula ini masih jam sepuluh malam"

Junhong mengusap pipinya yang terasa panas, detik berikutnya dia menatap Himchan dengan pandangan curiganya. "Sebenarnya apa alasan hyung pergi ke kamarku?"

"Aku hanya ingin memastikan kalau adikku baik-baik saja" Himchan tersenyum sepolos mungkin.

"Aku baik-baik saja"

"Benarkah?" Himchan mendekatkan wajahnya pada wajah Junhong. "Tapi aku bisa melihat ada yang salah dari wajah ini sedari tadi"

Junhong menyatukan kedua alisnya bingung. "Memangnya apa yang salah?"

"Apa ini karena Jung Daehyun?"

Junhong mendadak berhenti bernafas. Dia mengalihkan pandangannya kesembarang arah. "Jangan sok tahu" ucapnya.

Himchan melipat kedua tangannya didada. "Aku memang tahu banyak hal" ucapnya berbangga diri. "Jongup bilang seharian ini kau terlihat aneh, aku juga menyadarinya"

"Sudahlah hyung aku mau tidur" Junhong kembali membaringkan tubuhnya, dia berbalik, memunggungi Himchan dan mencoba untuk memejamkan matanya.

"Aku lihat kotak bekalmu masih terisi penuh. Bahkan aku yakin kotak bekal itu tidak dibuka sama sekali" Himchan mulai berceloteh. "Apa terjadi sesuatu diantara kalian? Kau terlihat sedih. Bahkan hari ini kau tidak pergi mengunjungi Jung bodoh itu"

Tidak ada balasan dari Junhong dan Himchan menghela nafas. "Kalau ada sesuatu yang salah, kau seharusnya berbicara dengannya Junhong-ah. Bukannya malah berdiam diri dan menjauh darinya. Memangnya sampai kapan kau mau mendiami Jung Daehyun?"

Junhong menggigit bibir bawahnya gusar.

"Pergilah kerumahnya dan bawakan dia ini" Himchan menyodorkan kotak berisikan kue kearah Junhong. "Kau kan bisa bicarakan semuanya baik-baik. Jung Daehyun bukanlah orang yang peka, aku yakin dia bahkan tidak tahu kalau kau sedang marah kepadanya" ucapnya.

Junhong akhirnya bangun, dia menatap kotak bekal ditangan Himchan ragu. "Haruskah aku kesana?" Junhong bertanya ragu-ragu.

"Tentu saja" Himchan mengangguk dengan semangat.

"Baiklah" Junhong berucap pelan. "Aku akan kesana"

…..

…..

Sosok tinggi itu menggigiti bibir bawahnya, tangannya terangkat dan kemudian kembali turun. Junhong mengerang kesal. Ayolah Choi Junhong, kau hanya perlu mengetuk pintu ini, memberikan kotak bekal dan mengajaknya ngobrol, aiss itu tidak sulit kan?

Tangan Junhong kembali terangkat. Namun belum sempat tangan itu menyentuh pintu, pintu itu langsung terbuka, memperlihatkan sosok Jung Daehyun yang sepertinya cukup terkejut dengan kedatangan Junhong. "Junhong? Kau belum tidur?"

Junhong mengulas senyumannya, dia menggeleng. "Aku belum mengantuk hyung~" ucapnya. "Boleh aku masuk?"

Daehyun tidak langsung menjawab. matanya menatap kedalam sebelum dia kembali menatap Junhong. "Seharusnya kau tidur, besok kau harus berangkat sekolah"

"Kau menolakku?" Junhong menatap Daehyun dengan pandangan kecewa. "Kenapa? Apa aku berbuat kesalahan? Katakana, apa salahku?"

Daehyun menghela nafas, tangannya terangkat untuk mengelus surai abu-abu milik kekasihnya. "Aku lelah dan ingin segera tidur, kau bisa mengunjungiku besok Junhong-ah"

"Tapi aku ingin–"

"Daehyun? Siapa itu?"

Tubuh Junhong membeku. Matanya menatap sosok yang kini muncul dibalik tubuh tegap milik Daehyun.

Daehyun dengan cepat menarik tangannya yang tadi mengelus surai milik Junhong. dia menoleh kearah Youngjae. "Kenapa kau kesini?"

Youngjae merengut bingung. "Memangnya kenapa kalau aku kesini? Kau bilang ingin membeli cemilan, tapi aku mendengarmu tengah mengobrol dengan seseorang" Mata Youngjae melirik Junhong dan setelahnya mata itu membulat. "Eh? Kau murid yang kutemui saat jam makan siang kan?"

Junhong mengangguk kaku. "Kau Yoo songsaengnim kan?"

Youngjae mengangguk sembari tertawa. "Syukurlah kalau kau masih mengingat namaku" ucapnya.

"Youngjae-ya, sebaiknya kau masuk kedalam" Daehyun sedikit mendorong bahu Youngjae.

Sedangkan Youngjae malah menggeleng tidak setuju. "Aku masih ingin mengobrol dengannya, Daehyun"

Daehyun baru saja akan kembali mengusir Youngjae, namun suara Junhong menghentikannya. "Apa yang sedang Yoo songsaengnim lakukan di apartemen Jung songsaengnim?"

"Aku sedang menginap"

Junhong hanya tersenyum kecil sebagai balasan. Tangannya yang tengah memegang kotak begal mengepal erat. Menginap? Dirumah kekasihnya?

"Yoo Youngjae cepat masuk" Akhirnya Daehyun mendorong tubuh Youngjae kedalam tanpa memperdulikan protes yang dilayangkan Youngjae, menutup pintu apartemen cepat dan kini hanya menyisakan dirinya dan Junhong yang tengah berdiri canggung.

Mereka terdiam. Junhong semakin menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah dan siap meledak. Matanya benar-benar terasa panas begitu juga hatinya.

"Junhong" Panggil Daehyun pelan.

"Jadi ini alasannya hyung menyuruhku untuk mengunjungimu besok? Karena ada orang lain didalam apartemen mu dan menginap?"

"Kau salah paham Junhong" Daehyun berusaha memegang bahu Junhong namun tangannya segera ditepis.

"Seharusnya hyung mengatakannya sejak awal kalau hyung sedang tidak ingin diganggu, karena sedang berkencan dengan pria lain" Suara Junhong bergetar.

"Apa maksudmu sedang berkencan dengan pria lain?" Daehyun menatap Junhong dingin. "Kau menuduhku sedang berselingkuh?"

"Aku tidak menuduh! Memang itu kenyataannya!" Junhong mengangkat wajahnya yang sudah penuh dengan air mata. "Bagaimana bisa kau membiarkan pria lain menginap diapartemen mu?"

Daehyun menggeram. "Dengar, kau hanya salah paham. Berhentilah menjadi kekanakan Choi Junhong"

"Kekanakan katamu?" Junhong menatap tajam Daehyun. "Benar! Aku memang kekanakan. Apa kau sudah lupa kalau kau sedang berpacaran dengan anak-anak?"

Daehyun tidak membalas dan kembali untuk menyentuh tubuh Junhong, namun Junhong memilih untuk menghindar, memundurkan dirinya beberapa langkah dari sosok Jung Daehyun. "Aku bangun sangat pagi hanya untuk menyiapkan bekal untuk kita. Tapi apa? Hyung lebih memilih untuk bersama pria itu dan pergi meninggalkanku sendirian"

Pergerakan Daehyun terhenti. "Junhong.."

"Aku memakluminya, karena aku fikir hyung akan menghubungiku dan meminta maaf karena tidak bisa makan bersama. aku menunggu pesan darimu seharian, tapi hyung tidak mengirim satu pesanpun untukku" Junhong mengambil nafas. "Hyung sepertinya terlalu sibuk dengan pria itu sampai melupakan aku"

"Hentikan" Daehyun berkata datar. "kau begitu kekanakan Junhong. apa yang ada dikepalamu hanya ada aku yang sedang bersama dengan pria itu seharian? Jika iya, maka fikirkanlah semaumu. Aku sudah mencoba menjelaskan tapi kau tetap tidak mau dengar. Ini sudah malam, sebaiknya kau tidur"

Dan setelahnya tangis Junhong semakin menjadi. Tanpa ada pelukan dan kata-kata penenang, Daehyun pergi meninggalkan dirinya sendirian.

Apa Daehyun marah padanya? Tapi bukankah yang seharusnya marah adalah dirinya?

Dengan langkah gontai Junhong mulai melangkahkan kakinya, satu tempat yang menjadi tujuannya saat ini. Balkon.. setidaknya dia harus melepaskan rasa sesak yang begitu menyiksanya.

…..

…..

"Apa yang terjadi?"

Daehyun mengelus pelipisnya yang berdenyut nyeri, mengabaikan pertanyaan Youngjae.

"Aku mendengar teriakan tadi"

Daehyun menatap Youngjae. "Kau menguping?" Tanyanya.

Youngjae menggaruk leher bagian belakangnya canggung. "Maaf.. aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian"

Daehyun mengerang. Menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Apa yang baru saja dia lakukan? bagaimana bisa dia meninggalkan Junhong dengan keadaan seperti itu?

"Daehyun.. apa dia kekasihmu?"

"Youngjae.."

"Aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun" Youngjae berkata cepat, dia tahu Daehyun pasti khawatir kalau rahasianya akan tersebar. Cukup lama mereka terdiam, dan setelahnya dia melihat Daehyun sedang mengangguk mengiyakan.

"Apa kalian bertengkar Daehyun?"

"Ya.. kami bertengkar"

"Apa karna aku?" Youngjae menggigit bibir bawahnya, bagaimanapun dia mendengar percakapan Daehyun dengan Junhong walau tidak begitu jelas. Mereka berdebat tentang dirinya, dan Youngjae tahu itu.

"Dia hanya salah paham Youngjae"

"Apa kau sudah berusaha untuk menjelaskan kedapanya?"

Daehyun mengangguk. "Aku sudah berusaha menjelaskannya tapi dia tidak mau mendengarkanku"

"Dan kau meninggalkannya?"

Daehyun tercekat mendengar pertanyaan Youngjae. "Aku.. Aku tidak bermaksud meninggalkannya.."

"Ya Tuhan. Dasar bodoh" Youngjae berdesis. "Bagaimana bisa kau meninggalkannya sendirian dalam keadaan menangis dan salah paham?!" Suara Youngjae meninggi, pria itu bahkan hampir saja melayangkan pukulannya pada kepala Daehyun namun terhenti saat melihat wajah Daehyun yang terlihat begitu menyesal. "Pergi. Dan temui dia!"

Youngjae semakin menggeram saat melihat sosok Daehyun yang hanya diam seperti orang bodoh. Bahkan tubuh itu tidak bergerak sedikitpun. Astaga.."Jung Daehyun!" teriaknya kesal.

Setelahnya Daehyun segera berlari keluar apartemennya.

Choi Junhongnya menangis. Kekasih manisnya menangis dan ketakutan sekarang..

Dan itu karena dirinya.

Dasar bodoh!

.

.

.

.

TBC

Maaf yang sebesar besar-besarnya untuk readers sekalian T_T saya mentok ide di cerita ini dan malah sibuk buat ff oneshoot, abisnya pas saya buka laptop buat bikin cerita ini eh ujung-ujungnya malah bikin cerita baru /deep bow/ sebenarnya ff ini udah selesai seminggu yang lalu, tapi karena jadwal saya padat jadi gak sempet buka laptop /sok sibuk lu thor/ wkwk

FF yang lain menyusul, sudah ada ff oneshoot baru yang siap update nih, tp update di wp :)

Buka di Bapyaoifanfiction . wordpress Hilangkan tanda spasi/ dan jangan lupa tinggalkan komentar ya ^^ soalnya banyak banget silent readers tuh disana, kalau makin banyak siders dengan terpaksa semua ff yang update mungkin akan di protect.

Oh yaaa saya update ff LoDae nih dan itu rated M! ayo ayo dibaca~

Akhir kata..

Review Please? ^^