Love Lesson (REMAKE)
Cast : Lee Sungmin (29th) , Cho Kyuhyun (19th), Jung Yunho (30th)
Disclaimer : Cerita ini murni saya ambil dari K-Movie "Love Lesson" yang disutradarai oleh Ko Kyung-a, namun disini saya hanya mengubah cast menjadi OTP kita tercinta, Kyuhyun dan Sungmin, dan sedikit tambahan ide dari saya untuk penyesuaian jalan cerita
Warning : GS! Sex Activity! Typo's! Tidak sesuai EYD!
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
"Keadaan Nona Sungmin tidak terlalu parah, hanya terdapat lecet dibeberapa bagian siku, lengan dan kakinya, namun benturan yang cukup keras pada perut bawah Nona Sungmin membuat janin dalam rahimnya luruh dan kami tidak bisa menyelamatkannya."
Ucapan Dokter Lim benar-benar mengganggu pikiran Kyuhyun, terlebih namja itu kini sudah sangat pusing memikirkan bagaimana jika Sungmin yang harus mendengar kenyataan pahit ini tentang bayinya.
Kali ini Kyuhyun hanya dapat memijat dahinya pelan. Mungkin benar apa yang dikatakan Dokter Lim. Ia benar-benar harus menghibur wanita itu agar Sungmin tidak akan tertekan ketika mendengar kabar ini nantinya.
Setelah menarik nafasnya dalam, Kyuhyun pun menekan knop pintu dan mendorongnya pelan, namun matanya tiba-tiba membulat kala mendapati Sungmin yang ternyata sudah sadar dan masih dalam keadaan berbaring kini tengah terdiam diatas ranjang dengan tatapan yang benar-benar kosong.
Dengan perasaan khawatirnya, Kyuhyun pun berjalan pelan kearah ranjang tersebut untuk mendekati Sungmin, berharap jika wanita itu tidak mendengar apa yang telah dikatakan oleh Lim kepadanya.
"N-noona? Kau sudah sadar?" Ucap Kyuhyun pelan kemudian mendudukkan diri atas kursi disamping ranjang Sungmin. Nampak jika wanita itu terus saja meluruskan pandangannya keatas langit-langit ruangan dengan wajah sendunya.
"Aku sudah sadar saat dokter mengeluarkan janinku dari dalam sini Kyu." Lirih Sungmin sambil mengelus perutnya pelan namun Kyuhyun yang mendengar ucapan Sungmin sontak terkejut dengan mata yang membulat sempurna.
"Mereka tidak membiusmu? Tak sadarkah mereka jika proses pengangkatan itu akan terasa sakit dan mereka membiarkanmu merasakannya dalam keadaan sadar?!"
"Aku yang memintanya."
"N-ne?"
"Aku yang meminta agar dokter tidak memberikanku obat bius karena aku ingin melihat bagaimana rupa janinku untuk terakhir kalinya." Ucapan Sungmin benar-benar menohok hati Kyuhyun. Bahkan ia berpikir betapa jahatnya dirinya kemarin saat berpikir untuk tidak ingin menerima janin itu, sedangkan Sungmin nyatanya amat sangat menyayangi calon buah hati mereka sampai rela menahan sakit untuk dapat melihat gumpalan daging yang bahkan belum terbentuk sama sekali.
Kyuhyun baru sadar jika janin itu ibarat sebuah harta bagi Sungmin dan bodohnya sebagai seorang calon ayah ia malah lalai dan tidak menjaga calon ibu dan calon anaknya dengan baik. Tanpa ia sadari air mata kini sudah memupuk dibalik matanya begitu juga dengan Sungmin. Mata cantik itu kini sudah sangat memerah hingga isakan kecil pun perlahan keluar dari balik bibir pucatnya.
"Apa bayiku harus pergi secepat ini?" Lirih Sungmin dengan air mata yang sudah meluncur deras dari kedua sudut matanya. Kyuhyun yang tak tahan melihat air mata itu pun dengan cepat naik keatas ranjang yang sempit namun bersyukur karena masih muat untuk mereka berdua, kemudian namja itu pun memeluk Sungmin dengan erat dan menenggelamkan wajah cantik itu diatas dadanya sambil mengelus rambut Sungmin dengan perlahan.
"Uljimma~"
"Apa aku bukan calon eomma yang baik?" Racau Sungmin ditengah isakannya hingga ucapan itu berhasil membuat Kyuhyun tertegun. Digelengkannya kepalanya berulang kali kemudian ia kecup pucuk kepala Sungmin, berharap agar lewat kecupan itu Sungmin akan merasa tenang nantinya.
"Tidak Noona, kau adalah calon eomma terbaik yang pernah ada. Percaya lah."
"Tapi kenapa aku mencelakai bayiku sendiri?! Aku jahat Kyu, aku jahat!" Tanpa Kyuhyun duga, Sungmin malah melepas pelukannya kemudian memukuli kepalanya sendiri tanpa henti hingga membuat namja tersebut terkejut dan secara reflek menahan kedua lengan Sungmin agar menghentikan pukulannya.
"Kau tidak jahat! Ini semua murni kecelakaan! Jangan sakiti dirimu sendiri Noona!" Ujar Kyuhyun dengan penuh penekanan sambil mencoba menatap mata itu namun Sungmin masih saja menunduk bahkan racauan tak berhanti mengalun dari bibirnya. "Aku pembunuh bayiku sendiri! Aku pembunuh-…"
"Hentikan Noona!" Bentakan itu akhirnya keluar dari bibir Kyuhyun hingga berhasil membuat Sungmin terdiam. Bukan tanpa alasan Kyuhyun membentak Sungmin, namun namja itu sungguh terganggu ketika Sungmin terus mengucapan kata 'bayiku', tanpa memperdulikan bagaimana ekspresi Kyuhyun ketika mendengarnya.
Kenapa Sungmin terus saja mengataka kata 'ku' sedangkan ia juga notabennya merupakan calon ayah dari bayi tersebut? Harusnya Sungmin mengatakan 'kita', karena tanpa adanya seorang ayah tidak akan mungkin janin itu akan terbentuk dan seharusnya Sungmin juga harus mengerti jika Kyuhyun juga ikut andil dalam masalah ini.
"Bayiku…" Lirih Sungmin lagi hingga membuat perasaan Kyuhyun menjadi bertambah kesal. Dengan cepat, ia pun menangkup wajah wanita itu dengan tangannya hingga mau tak mau Sungmin pun memandang kearahnya walaupun dengan kedua mata yang benar-benar memerah dan basah.
"Itu juga bayiku Noona. Bayi kita! Berhentilah menyalahkan diri sendiri karena aku juga sebagai calon ayah yang lalai disini. Seharusnya aku tetap menjagamu di flat dan tak pergi kemanapun agar ini semua tak terjadi! Ku mohon tenanglah!" Ujar Kyuhyun pada akhirnya walaupun ia sudah bersusah payah untuk jangan sampai membentak Sungmin hingga usahanya pun berhasil dan wanita itu kini kembali beralih untuk memeluknya walaupun dengan isakan kecilnya.
"Hiks…Aku tak ingin kehilangan bayi kita Kyu…"
Kyuhyun hanya dapat tersenyum miris mendengar ucapan tersebut. Setelah menghela nafasnya pelan, namja itu pun mengecup pelan pucuk kepala Sungmin kemudian mengeratkan pelukan mereka. "Aku juga merasa sedih, sama seperti Noona. Aegi pasti akan sedih jika eommanya seperti ini. Kita hanya bisa berharap yang terbaik setelah ini. Lebih baik tenangkan pikiranmu dulu, hm?"
Akhirnya wanita itu pun mengangguk, seiring dengan suara isakannya yang mulai berkurang. Kyuhyun pun kali ini hanya dapat menarik sudut bibirnya sedikit senang karena berhasil membuat Sungmin jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Selama 10 menit Kyuhyun mengusap pelan rambut tersebut dan ternyata berhasil membuat wanita cantik itu tertidur dipelukannya, hingga sebuah suara menginterupsi kegiatan Kyuhyun kemudian menolehkan kepalanya.
"Kami akan memindahkan Nyonya Lee ke ruang inap." Ujar salah seorang suster dengan dua orang perawat laki-laki berdiri disebelahnya.
Mendengar itu pun Kyuhyun mengangguk. Ia pun melepaskan pelukannya dan meletakkan kembali tubuh Sungmin unuk berbaring nyaman diatas ranjang, kemudian ia pun memilih untuk turun dari atas ranjang tersebut.
Namun saat sadar jika 2 orang perawat tadi akan memindahkan Sungmin keatas Brankar yang mereka bawa, dengan cepat Kyuhyun mun mencegat kedua namja yang berniat untuk menyentuh kekasihnya.
"Biar aku saja." Kyuhyun berujar possessive sambil menggedong Sungmin ala bridal style kemudian memindahkan tubuh lemah itu keatas brankar. Ketiga perawat itu sebenarnya sempat bingung dengan tingkah namja tersebut, namun mereka akhirnya berusaha mengerti jika Kyuhyun sangat peduli pada kekasihnya sambil mengulumkan senyum dibalik masker yang mereka pakai.
Setelah dirasa posisi Sungmin sudah nyaman, 2 orang namja itu pun mendorong Brankar tersebut untuk diantar ke ruang inap diikuti dengan Kyuhyun dan suster yang berjalan mengikuti langkah mereka berdua.
.
.
.
Kyuhyun kini tengah menyelimuti Sungmin setelah wanita itu sudah dipindahkan ke ruang inap yang sudah namja itu pesan sebelumnya. Sesekali Kyuhyun pun memperbaiki tatanan rambut Sungmin yang menutupi wajah pucat itu kemudian memilih untuk mengecup dahi wanita itu dengan lembut.
Lama Kyuhyun terdiam untuk memandangi wajah cantik Sungmin, hingga suara getaran ponsel pun menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Ia pun merogoh sakunya dan mendapati ID Caller Sungmin tertera disana.
Janga heran kenapa nomor Sungmin yang menelpon Kyuhyun karena sejak menghubungi Ahra tadi, Kyuhyun memang sengaja menghubungi ponsel Sungmin yang tertinggal di flat karena ia memang belum memiliki nomor ponsel Ahra.
"Yeobeosseyo?"
"Kyu! Bagaimana keadaan Sungmin? Apa dia baik-baik saja? Dimana dia sekarang?" Kentara sekali jika Ahra tengah dalam keadaan khawatir saat ini hingga namja itu pun tersenyum pelan.
"Dia sedang tidur. Noona tak usah khawatir."
"Bagaimana aku tidak khawatir! Dia jatuh dari tangga dan bodohnya aku tak mencegatnya untuk pergi! Tapi bagaimana dengan janinnya? Apa aegi baik-baik saja?" Pertanyaan yang seharusnya Kyuhyun hindari itu kini malah kembali terdengar olehnya. Dengan berat hati kenyataan pahit ini memang harus ia sampaikan kepada Ahra kemudian dengan sekuat mungkin ia pun menarik nafasnya dalam.
"Dokter tidak bisa menyelamatkannya."
"A-apa? Bagaimana mungkin?"
"Ku mohon Noona jangan memikirkan masalah ini. Jangan sampai hal ini ikut mengganggu kehamilanmu." Terselip rasa khawatir dari Kyuhyun karena ia juga sama sekali tak ingin kejadian ini malah ikut menimpa kakaknya nantinya. Ia hanya berharap jika sang kakak bisa menjaga kesehatannya dengan baik dan ia berjanji akan pulang besok untuk menjenguk Ahra yang tengah sendirian di flat. Bagaimanapun juga Ahra telah dititipkan oleh Mark padanya dan ia memiliki 2 tanggung jawab yang harus ia laksanakan dengan baik yakni menjaga Ahra sekaligus menjaga Sungmin.
"Baiklah. Kabari aku jika Minnie sudah sadar."
"Ne. Noona juga jaga diri baik-baik ne? Besok aku akan ke flat untuk mengambil baju ganti. Jika Noona merasa lapar, hubungi saja jasa delivery karena aku benar-benar tidak mengizinkan Noona untuk memasak dalam keadaan hamil seperti itu." Saran Kyuhyun dan nyatanya berhasil membuat Ahra diseberang sana mengangguk patuh. Setelah mengucapkan salam perpisahan, Kyuhyun pun mematikan panggilannya kemudian memasukkan kembali ponsel itu kedalam kantung celana miliknya.
Matanya pun kini kembali beralih untuk menatap Sungmin. Dilihatnya wanita itu kini tertidur walaupun sesekali alis Sungmin mengekerut dan Kyuhyun tentu sadar jika wanita itu juga tidak terlalu merasa nyenyak dalam tidurnya.
Dilihatnya jam dinding yang kini tengah menunjukkan pukul 12 malam dan ia kali ini benar-benar merasa lapar. Mungkin dengan mengisi perutnya pikirannya akan lebih terasa jernih dan tentunya fisiknya akan lebih terjaga untuk mengurus 2 orang wanita yang saat ini menjadi tanggung jawabnya.
"Aku mencintaimu…" Ucap Kyuhyun setelah mengecup pelan kening Sungmin. Ia rasa tak masalah jika harus meninggalkan Sungmin selama 20 menit.
Kyuhyun pun berjalan pelan meninggalka ruangan tersebut dan berniat untuk menutup pintu, namun sebuah suara seorang pria kini benar-benar membuat gerakannya terhenti kemudian menoleh cepat dan mendapati Yunho yang tengah berdiri kaku tak jauh dari tempatnya.
"Bagaimana keadaan Sungmin? Apa dia baik-baik saja?" Tanya pria itu dengan wajah kacaunya namun Kyuhyun sungguh tidak perduli dengan penampilan pria itu dan lebih memilih untuk menatap Kyuhyun sinis.
"Mau apa kau kesini?!" Bentak Kyuhyun dengan suara menggema karena keadaan lorong yang sepi karena sepertinya semua orang sudah beristirahat dengan nyaman di kamar inap masing-masing. Namun bukannya pergi, Yunho malah semakin mendekati Kyuhyun bahkan kini berniat untuk menerobos masuk kedalam kamar inap Sungmin.
"Aku ingin menjenguknya. Tolong izinkan aku masuk, aku ingin melihat Sungmin-…"
"Apa kau tuli?! Sungmin tak butuh dijenguk oleh bajingan sepertimu! Lebih baik kau pergi sekarang juga!" Kyuhyun tidak berteriak namun hanya membentak pria tersebut, karena Kyuhyun pun sadar jika ia harus menjaga kenyamanan pasien lain di rumah sakit ini.
Namun Yunho masih saja tak mendengarkan ucapan Kyuhyun bahkan kini ia bersikeras untuk masuk tanpa memperdulikan Kyuhyun yang tengah menatap geram kearahnya.
"Tapi aku ingin bertemu dengannya-…"
"Ku bilang pergi!"
BUGGH!
Merasa kesal, akhirnya Kyuhyun pun tidak tahan untuk memukul wajah Yunho hingga lelaki itu pun berhasil terduduk dilantai dengan darah yang menghiasi sudut bibirnya. Nampak jika pria itu tengah meringis pelan hingga suara Kyuhyun membuat Yunho mendongak dan mendapati namja tersebut tengah menatap tajam kearahnya.
"Berhenti mengganggu kami! Bajingan sepertimu tak pantas untuk bertemu dengan Sungmin-ku!"
"Ssshh… aku datang kesini untuk berbicara baik-baik. Aku sama sekali tak memiliki maksud untuk berbuat jahat. Atas nama adikku Haneul a-aku sungguh minta maaf atas kejadian yang menimpa Sungmin-…"
DEG!
Kyuhyun kali ini benar-benar terkejut mendengar ucapan Yunho. Bahkan ia kini baru sadar jika Haneul ternyata ikut terlibat dalam masalah ini dan bodohnya ia baru menyadari kenyataan tersebut, terlebih sekarang Yunho mengakui jika yeoja itu adalah adiknya?
Tangan Kyuhyun tiba-tiba saja terkepal kuat. Yunho pun bisa melihat dengan jelas jika namja itu benar-benar sangat marah kali ini terbukti dengan wajahnya yang kini tengah memerah tak lupa dengan tatapan tajam yang menghunus kedua bola matanya.
"Jadi Haneul adalah adikmu?! Dan dengan beraninya kau datang kesini untuk meminta maaf?" Ejek Kyuhyun dengan perasaan yang benar-benar kesal hingga dengan cepat ia pun menarik kerah baju Yunho dan mencekeramnya kuat. "Kau dan adikmu sama saja! Kalian sama-sama brengsek!"
BUGGH!
Pukulan kedua itu pun ia berikan kepada Yunho hingga berhasil membuat Yunho terbatuk. Bersyukur jika tak ada satupun orang yang menyaksikan hal tersebut jadi tak ada yang menghalangi Kyuhyun untuk memberi pelajaran pada pria dibawahnya.
"A-aku sungguh minta maaf!" Yunho masih saja berujar walaupun masih dengan menahan rasa sakit. Namun, walaupun berkali-kali meminta maaf bahkan jika pria itu berpikir untuk bersujud dibawah kakinya, untuk saat ini Kyuhyun benar-benar tak ingin memafkan Yunho hingga ia pun memilih untuk melayangkan tatapan kecewanya.
"Kata maafmu tak akan pernah merubah apa yang sudah terjadi Yunho-sshi! Lebih baik kau pergi dan jangan pernah tunjukkan wajahmu dan Haneul kedalam kehidupan kami lagi!"
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun pun kembali masuk kedalam ruang inap Sungmin bahkan ia sudah melupakan niatnya untuk mengisi perutnya yang lapar dan kini menyisakan Yunho yang hanya dapat duduk terdiam didepan pintu sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
.
.
.
"Kyu…ada apa?" Baru saja Kyuhyun menutup pintu kamar Sungmin, namun suara lirih wanita itu sontak membuat Kyuhyun menoleh dan mendapati Sungmin tengah menatapnya sendu walaupun dalam posisi berbaring menghadap kearahnya.
"N-noona? Aniya. Tidak ada apa-apa." Dengan gugup, Kyuhyun pun memilih untuk berjalan kearah ranjang Sungmin kemudian mendudukkan diri disamping ranjang tersebut dan menggenggam lengan itu sambil mengusapnya pelan.
"Aku mendengar kau membentak seseorang di luar. Apa terjadi sesuatu?"
Nampak jika Kyuhyun sedikit terkejut dengan perkataan Sungmin namun dengan cepat pula Kyuhyun menggeleng agar wanita itu sedikit menghilangkan rasa penasarannya. "T-tidak ada. Sungguh, hanya ada masalah kecil di luar. Noona tak perlu khawatir."
Sungmin pun akhirnya menggangguk paham hingga Kyuhyun pun memilih untuk tersenyum sambil menatap mata itu yang kini juga tengah menatap dalam kearahnya. "Apa Noona sudah merasa baikkan?"
"Eum." Angguk Sungmin dan berusaha untuk menegakkan badannya. "Aku ingin duduk-…"
"Jangan menegakkan badanmu!" Cegat Kyuhyun sebelum Sungmin benar-benar bangkit dari berbaringnya. Namja itu pun menahan tubuh Sungmin untuk duduk sebentar, kemudian ia pun mengubah posisi kepala ranjang Sungmin dalam posisi 60° dan meletakkan bantal Sungmin disana. Dengan lembut, Kyuhyun pun menuntun Sungmin untuk berbaring kembali hingga wanita itu nyaman dalam posisinya. "Cukup bersandar pada bantal saja, hm?"
Sungmin pun akhirnya mengangguk lemah namun tiba-tiba saja ia merasa mual kemudian menutup mulutnya dengan tangan yang terbebas dari selang infuse. "Apa aku bisa pulang? Aku tidak suka bau rumah sakit."
"Istirahatlah dulu sampai kondisi mu membaik. Aku akan setia menjagamu disini. Seteklah ini aku akan menghubungi dokter. Jika kondisi Noona sudah benar-benar membaik kita akan segera pulang. Bersabar lah, ne?"
Lagi-lagi Sungmin mengangguk hingga rasa haus pun kini menjalar dikerongkongannya. "Kyu, aku haus."
"Haus? Camkkaman." Dengan cekatan, namja tersebut pun mengambil sebuah botol air mineral dengan sebuah sedotannya kemudian menyodorkan sedotannya tepat didepa bibir Sungmin. "Minumlah."
Wanita itu pun akhirnya minum kemudian menjauhkan kepalanya ketik ia rasa rasa haus itu sudah menghilang. "Gomapda." Kyuhyun pun tersenyum mendengar ucapan terima kasih tersebut. Ia pun kembali meletakkan botol air itu keatas nakas hingga panggilan Sungmin kembali membuatnnya menoleh.
"Kyu?"
"Hm?"
"Apa… kita bisa memiliki aegi lagi?"
Ucapan yang terdengar amat lirih itu sontak saja membuat Kyuhyun terdiam hingga namja itu pun hanya dapat menghela nafasnya pelan. Berusaha untuk tetap tersenyum, ia pun perlahan menggenggam tangan Sungmin hingga wanita itu pun menatap sendu kearahnya.
"Tentu saja bisa. Kita hanya perlu bersabar. Dibalik musibah yang menimpa kita, disitulah Tuhan sudah merencanakan kebahagiaan sesungguhnya untuk kita berdua. Tuhan tak mungkin memberikan cobaan yang melampaui batasan umatnya. Noona percaya itu kan?"
Tak ada jawaban dari Sungmin namun siapa sangka jika mata itu tiba-tiba saja memerah dan isakan itu tiba-tiba saja lolos dari bibir pucatnya. "Hiks…"
"Y-ya! Uljimma… kenapa Noona menangis eoh?" Kyuhyun sontak saja panic dan dengan cepat naik keatas ranjang yang berukuran lebih lebar dari ranjang sebelumnya. Dengan sekali tarikan, Kyuhyun pun meletakkan kepala itu agar bersandar didada bidangnya sambil mengusap lelehan air mata Sungmin dengan selembut mungkin. "Mianhae. Aku tak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu-…"
"Issh, aku menangis karena terharu bodoh!" Kyuhyun sontak terdiam saat Sungmin tiba-tiba saja malah memakinya. Baru saja namja itu akan melayangkan protes, namun pelukan tiba-tiba yang Sungmin berikan membuat Kyuhyun menghentikan niatnya hingga suara merdu wanita itu kembali mengalun ditelinganya. "Nae Kyunnie ternyata sudah dewasa."
"Tentu saja."
Dua orang itu pun sama-sama tersenyum dan semakin mengeratkan pelukan mereka. Lama mereka terdiam hingga Kyuhyun pun dengan sengaja menusuk-nusuk lembut kelopak mata Sungmin yang terpejam dengan ujung telunjuknya tak lupa dengan petuah menyebalkan dari mulut pedasnnya. "Mulai sekarang, jangan menangis lagi ne? Noona akan terlihat jelek jika terlalu banyak menangis."
"Isshh…"
Kyuhyun hanya terkekeh mendengar desisan tersebut hingga panggilan Sungmin berhasil membuat mata namja itu yang hampir saja terpejam kini terbuka kembali.
"Kyu?"
"Hm?"
"Saranghae. Jangan pernah tinggalkan aku, ara?" Pinta Sungmin dengan tulus bahkan wajah cantik itu tidak berani untuk menatap Kyuhyun karena malu.
Senyum bahagia kembali terpatri dibibir tebal Kyuhyun. Dengan sedikit kekehannya, namja itu kembali mengeratkan pelukan mereka sambil membisikkan kata cinta yang selamanya akan selalu Sungmin ingat didalam pikirannya.
"Nado saranghae. Tak akan pernah Noona. Terlalu bodoh untukku meninggalkan wanita yang sempurna sepertimu."
"Terima kasih."
'Aku benar-benar berterima kasih.' Lanjut Sungmin didalam hatinya hingga mereka berdua pun kini sama-sama tertidur diatas ranjang yang sempit dalam posisi berpelukan.
.
.
.
Sudah 2 hari Sungmin di rawat di Rumah Sakit dan selama 2 hari itu juga Kyuhyun harus bolak-balik Rumah Sakit-Flat untuk sekedar memastikan keadaan kakak perempuannya yang ia tinggal sendiri di flat Sungmin.
Beruntung dalam 2 hari ini juga Kyuhyun tak menemukan masalah yang berarti dari 2 wanita tersebut dan bersyukur sekali Sungmin bisa pulang sore ini juga.
Setelah dirasa masalah administrasi dan segala perlengkapan Sungmin selama wanita itu dirawat sudah Kyuhyun persiapkan, namja itu pun menuntun Sungmin untuk pulang dengan mengendarai taxi hingga sampai didepan gedung apartemen mereka.
Dengan sabar, Kyuhyun terus menuntun wanita itu dari lobi hingga mereka pun akhirnya sampai di depan flat Sungmin dan menekan bell intercom agar Ahra membukakan pintu untuknya.
KLIK!
"Eoh, Hyung?"
Kyuhyun sontak terkejut kala mendapati pria berambut pirang itu lah yang membukakan pintu untuknya karena ia tak menyangka jika pria itu akan pulang secepat ini dari perkiraanya.
Tak ingin ambil pusing ketika mendapati raut terkejut Kyuhyun, pria asing itu pun hanya tersenyum kecil kemudian mempersilahkan Kyuhyun untuk menuntun Sungmin masuk kedalam flat.
"Ayo, masuk lah."
"Dimana Ahra Noona?" Tanya Kyuhyun ketika matanya tak mendapati wanita hamil itu bersama suaminya.
"Dia tertidur karena kelelahan." Mark berujar sambil melirikkan matanya kearah kamar tamu hingga Kyuhyun pun mengangguk mengerti. "Aku akan membawa Noona ke kamar."
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun pun kembali menuntun Sungmin untuk ke kamar wanita tersebut kemudian membaringkan tubuh lemah Sungmin keatas kasur. Ia pun memperbaiki posisi tidur Sungmin sambil menyelimuti wanita itu sebatas dada, kemudian tangannya perlahan mengusap kening Sungmin yang berpeluh sambil tersenyum tulus."Istirahatlah."
Nampak jika wanita itu mengangguk kemudian Kyuhyun pun memilih untuk meninggalkan Sungmin sendirian di kamar. Namja itu pun berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa, namun pandangannya kini terhenti kala mendapati kakak iparnya kini sudah lebih dulu duduk nyaman diatas sana.
"Eoh, Hyung belum tidur?"
Mendengar ucapan dari Kyuhyun, pria asing itu pun menoleh kemudian melayangkan senyum memikatnya kepada namja tersebut. "Mana mungkin aku bisa tidur nyenyak dan membiarkan 2 orang wanita yang sama-sama sedang sakit di flat ini."
"Kau benar." Mereka pun kini sama-sama terdiam hingga Kyuhyun pun berniat untuk mengajak kakak iparnya berbasa-basi sekedar untuk menghilangkan rasa penatnya."
"Kapan Hyung kembali? Apa pekerjaanmu sudah selesai?"
"Pagi tadi. Ya, seperti itu lah. Aku tak mungkin membiarkan istriku sendiri di flat, kebetulan ada asistenku di Jeju jadi dia bisa meng-handle pekerjaanku disana."
Kyuhyun pun menoleh untuk sekedar menatap wajah Mark dan ia malah mendapati wajah itu kini nampak lelah, sama seperti wajahnya saat ini. Tak lama, namja itu pun hanya dapat menghela nafasnya pelan kemudian menyandarkan kepalanya keatas pinggiran sofa sambil mendongakkan wajahnya. "Maaf aku tidak bisa menjaga Ahra Noona dengan baik."
"Tidak masalah, aku mengerti perasaanmu kalian. Aku harap kalian tetap tabah."
"Terima kasih."
Kyuhyun pun teringat jika ia tak bisa pulang malam ini. Ia pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang eomma. Lama ia menunggu hingga panggilannya pun tersambung.
"Yeobeosseyo eomma?"
"Ne, waeyo Kyu?"
"Aku akan menginap di rumah Changmin lagi malam ini-…" Setelah mengatakan itu, sempat-sempatnya Kyuhyun melirik kearah Mark yang ternyata sudah lebih dulu memandangnya dengan alis berkerut seolah mengatakan, 'Kau berbohong pada orang tuamu sendiri?' Namun Kyuhyun yang mendapati tatapan itu hanya bisa memamerkan cengirannya kemudian melanjutkan obrolannya dengan sang eomma yang sempat terputus.
"…-eomma. Aku berjanji akan pulang besok. Tidak apa-apa kan?"
"Ne, eomma mengerti. Jangan merepotkan Changmin terus menerus, arachi?"
"Ara."
PIP!
"Kau sangat akrab dengan eomma-mu?" Kyuhyun hanya tersenyum mendengar ucapan Mark hingga ia pun mengangguk disertai dengan cengirannya.
"Seperti yang kau dengar."
Mark hanya tersenyum maklum mendengar ucapan tersebut. Merasa tidak ada lagi topic yang perlu dibahas, mereka pun kembali terdiam hingga keheningan kembali menyelimuti mereka. Nampak jika Mark mulai menyeruput secangkir kopi yang sepertinya ia buat sendiri, hingga suara beratnya kembali membuat Kyuhyun menoleh. "Besok kami akan pulang ke Amerika. Maaf karena kami terlalu banyak merepotkanmu."
"Tentu saja tidak Hyung. Bahkan kalian tidak sampai 2 hari berada di flat Sungmin. Harusnya aku yang meminta maaf karena tidak menjaga Ahra Noona dengan baik. Tapi, jebal, sebelum pulang ke AS, temuilah orang tua kami dulu. Eomma pasti akan merasa bahagia jika Ahra Noona bersedia untuk pulang apalagi dengan membawa suami dan calon cucu untuk eomma."
Tiada henti bagi Kyuhyun untuk mengajak sang kakak dan suaminya untuk segera menemui orang tua mereka. Kyuhyun sangat yakin jika sang eomma benar-benar akan menerima sang kakak kembali karena bagaimanapun juga sampai saat ini Ahra masih bagian dalam keluarga Cho.
Nampak jika Mark menghela nafasnya berat. Dengan tatapan sendunya ia menatap lurus kearah depan hingga nada hampir terdengar putus asa itu kembali Mark layangkan untuk Kyuhyun. "Aku sudah berkali-kali mengajak Ahra tapi dia selalu saja menolak."
Kyuhyun akhirnya hanya dapat tersenyum miris mendengar jawaban tersebut. Ia benar-benar tak menyangka jika kakak iparnya ini tidak ingin benar-benar memaksa istrinya bahkan hanya untuk sekedar menemui mertuanya sendiri. Namun Kyuhyun sebenarnya juga tak memiliki hak untuk memaksa Mark dan kakaknya untuk menuruti seluruh kemuannya. Akhirnya namja tersebut pun memilih untuk mengangguk pasrah kemudian menegakkan badannya kembali. "Aku mengerti."
"Tapi aku akan membujuknya." Ucapan itu terang saja membuat tatapan Kyuhyun yang semula meredup kini berubah menjadi terang kembali. Ia sangat bersyukur jika Mark masih mau menuruti nasihatnya hingga ucapan tulus pun terlontar dari bibirnya. "Terima kasih."
"Apa kau akan menginap?" Tanya Mark kali ini pada adik iparnya hingga Kyuhyun pun mengangguk pasti. "Aku rasa iya. Kekasih kita sama-sama sedang sakit. Tak mungkin aku membiarkan Sungmin Noona sendirian. Lagi pula aku tau Hyung juga harus menjaga Ahra Noona."
Siapa sangka jika pria asing itu kini malah terkekeh hingga berhasil membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. "Ralat. Sungmin memang kekasihmu, tapi Ahra adalah mantan kekasih karena dia sekarang istriku, bukan kekasihku lagi. Lagipula, kapan kau berniat menikahi Sungmin?"
Pertanyaan itu sontak saja terasa menohok hati Kyuhyun. Sejak dirinya mulai memantapkan hati untuk benar-benar memilih Sungmin sebagai pasangan hidupnya, Kyuhyun tentu saja ingin menikahi wanita cantik tersebut namun ia sangat sadar jika secara financial dirinya amat sangat belum mampu untuk menafkahi Sungmin nantinya. "Dari dulu aku sudah memiliki niat Hyung. Tapi aku sadar jika aku belum siap untuk menjadi kepala keluarga karena aku belum mapan untuk Sungmin."
Tak ada tanggapan berarti dari Mark hingga membuat Kyuhyun menoleh kearah pria tersebut. Dilihatnya pria itu ini sudah menyusuri seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan matanya. Tiba-tiba saja Mark pun melipat kedua tangannya didada kemudian menatap Kyuhyun dengan tatapan mengejek. "Kau benar. Dirimu masih terlalu kecil untuk menjadi seorang kepala keluarga. Bahkan aku yakin juniormu juga masih dalam fase pertumbuhan."
Ucapan penuh hinaan itu tiba-tiba saja Mark layangkan hingga membuat Kyuhyun tertohok. Ia tak menyangka jika Mark akan berujar sefrontal itu bahkan didalam lubuk hatinya ia juga membenarkan ucapan kakak iparnya tersebut.
Berusaha untuk menutupi rasa malunya, Kyuhyun pun sontak memasang wajah kesalnya bahkan ia ingin sekali rasanya melempar wajah menyebalkan tersebut dengan bantal disampingnya. "Ya! Kenapa kau terlalu jujur, eoh? Apa watak orang amerika memang seperti itu?"
"Tidak juga. Hanya orang-orang tertentu saja yang seperti itu."
"Ck." Kyuhyun akhirnya hanya bisa mendecih karena tidak ingin meladeni pria asing tersebut karena fisiknya sudah sangat lelah untuk melakukan hal konyol seperti itu bahkan matanya kini sudah mulai mengantuk padahal dilihatnya jam baru menunjukkan pukul 8 malam.
"Hyung tak berniat untuk tidur? Istirahatlah bersama Ahra Noona. Aku tau Hyung juga sama lelahnya denganku."
Nampak jika Mark melirik kearah jam dinding sebentar namun tak lama pria itu pun mengangguk. "Baiklah. Kau juga jangan lupa istirahat. Bercerminlah dan lihat betapa kontrasnya lingkar hitam dibawah matamu itu."
"Terima kasih sudah mengingatkanku."
Mereka berdua pun sama-sama bangkit dari duduk dan berjalan perlahan ke kamar masing-masing. Nampak jika sesekali Kyuhyun menguap dan berniat untuk membersihkan diri dulu kedalam kamar mandi, namun panggilan Sungmin dari atas ranjang sontak membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kini matanya malah mendapati wanita itu tengah mengucek-ngucek kedua mata bulatnya.
"Kyu?"
"Eoh, Noona belum tidur?" Tanya Kyuhyun sambil mendekati ranjang tersebut dan duduk tepat disamping Sungmin. Wanita itu pun berniat untuk bangkit hingga Kyuhyun pun menuntunnya untuk duduk. Sesekali wanita itu menguap hingga Kyuhyun pun sontak tersenyum sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik Sungmin. "Sudah. Tapi aku terbangun."
"Kau haus?" Wanita itu hanya mengangguk hingga Kyuhyun pun memilih untuk bangkit menuju arah dapur kemudian menuangkan segelas air untuk Sungmin. Ketika kembali ke dalam kamar, mata Kyuhyun malah mendapati Sungmin yang kini tengah melamun hingga suara beratnya berhasil menyadarkan wanita tersebut. "Minumlah."
Sungmin pun menerima segelas air itu dan meminumnya pelan bahkan hingga habis, kemudian dengan perlahan ia pun mengusap bibirnya dengan lengannya sendiri sambil memberikan gelas kosong itu kepada Kyuhyun. Namja itu pun menyambutnya dan meletakkan gelas itu keatas nakas, kemudian Kyuhyun pun memilih untuk kembali duduk diatas ranjang Sungmin hingga suara wanita itu kembali menginterupsinya. "Apa kau menginap malam ini?"
"Ne. Aku juga sudah meminta izin pada eomma."
Sungmin hanya mengangguk mendengar ucapan namja tersebut hingga niat awalnya ketika melihat Kyuhyun pertama masuk kedalam kamar pun kembali terlintas didalam otaknya. Entah mengapa ia ingin sekali jika sepanjang malam ini Kyuhyun berada didekatnya dan beruntungnya Kyuhyun sudah meminta izin pada eommanya.
Dengan wajah malu-malu, ia pun menepuk-nepuk sisi tempat tidurnya agar Kyuhyun segera mendekat dan baiknya Kyuhyun pun menurut saja dengan ucapan Sungmin.
"Berbaringlah disini." Wanita itu pun berujar pelan hingga Kyuhyun pun memposisikan tubuhnya disamping Sungmin hingga wanita itu pun dengan cepat memeluknya dan menenggelamkan wajahnya dengan nyaman didada Kyuhyun.
"Ini terasa lebih baik…"Lirih Sungmin sambil menggesek-gesekkan wajah cantiknya didada Kyuhyun, persis seperti anak kucing yang mencari kehangatan pada induknya. Kyuhyun hanya dapat terkekeh geli mendapati tingkah Sungmin. Padahal dia sangat sadar jika aroma tubuhnya ini terlalu memalukan untuk dihirup wanita secantik Sungmin. Namun lucunya seolah tak peduli, wanita itu terus saja mengendus-endus aroma tubuhnya bahkan tanpa takut akan tertular aroma tidak sedap dari tubuh Kyuhyun.
Tapi itu hanya pikir Kyuhyun, jelas berbeda dengan apa yang dipikirkan Sungmin saat ini. Wanita itu sudah menganggap jika aroma Kyuhyun lah yang terbaik dari lelaki manapun yang pernah ia jumpai, bahkan seolah seperti memiliki zat adictif, Sungmin tak pernah merasa bosan untuk mengendusnya karena bagi Sungmin itu sudah menjadi candu untuknya.
Mendapati tingkah lucu Sungmin, Kyuhyun pun pada akhirnya hanya dapat menarik sudut bibirnya kemudian tangannya pun beralih untuk kembali memeluk Sungmin sambil sesekali menggesek-gesekkan pipinya diatas pucuk kepala wanita tersebut.
"Tidurlah lagi."
"Tidak bisa. Kepalaku masih saja pusing." Tolak Sungmin masih denga menenggelamkan wajahnya hingga Kyuhyun pun hanya dapat menghela nafasnya pelan sambil memberikan petuah-petuahnya tanpa memandang wajah Sungmin secara langsung.
"Minumlah air banyak-banyak. Aku juga akan memijat kepala Noona untuk sedikit meredakan rasa pusingnya. Apa Noona mau?"
Nampak jika wanita tersebut seperti menimang-nimang tawaran Kyuhyun, hingga akhirnya ia pun mengangguk. Sungmin kini memilih untuk berbaring diatas dada namja tersebut, kemudian kedua jempol Kyuhyun mulai memijit pelipis Sungmin dengan arah memutar, hingga wanita itu pun terpejam.
Sekitar 5 menit Kyuhyun melakukannya dan kini membalik arah putarannya dari semula, dengan sesekali ia pun melirik kearah Sungmin yang saat ini seperti tengah merasa nyaman dengan pijatan halusnya.
"Apa sudah lumayan hilang rasa pusingnya?" Tanya Kyuhyun dengan polosnya tanpa menyadari jika Sungmin tadi sebenarnya sudah akan tertidur namun kini kembali terjaga gara-gara ucapan namja tersebut.
Wanita itu sebenarnya merasa sedikit jengkel dengan tingkah Kyuhyun. Namun untuk menghilangkan rasa jengkelnya, ia pun memilih untuk mencari alternative hingga pikiran mesum pun kini memenuhi otaknya.
Dengan seduktif, Ia pun perlahan bangkit dari berbaringnya kemudian memilih untuk menarik kerah baju Kyuhyun hingga wajah mereka pun kini saling berhadapan denga jarak yang sangat dekat.
"N-noona? Apa yang kau-…"
CHU~
Terlambat. Bibir itu sudah terlanjur menyatu hingga bibir pucat Sungmin pun perlahan bergerak teratur walaupun dengan intensitas yang lebih sedikit dari biasanya. Hanya ada gerakan kecil pada bibir Sungmin, bahkan gerakan itu seolah mengatakan jika Kyuhyun yang harus memimpinnya saat ini.
Mengerti dengan maksud Sungmin, perlahan Kyuhyun pun membalik posisi tubuh mereka hingga wanita itu lah yang saat ini berada dibawah. Kyuhyun pun perlahan mengulum kedua belah bibir itu secara bergantian namun Sungmin hanya sesekali membalasnya.
Mata mereka berdua pun kini sama-sama terpejam, bahkan bibir bawah Sungmin sudah membengkak sempurna, namun anehnya Kyuhyun sama sekali tak merasakan ada balasan dari Sungmin pada bibirnya.
Merasa jika ada yang janggal, namja itu pun melepas tautan bibir mereka kemudian menatap Sungmin yang saat ini tengah menutup matanya, namun nafas wanita itu tampak teratur hingga Kyuhyun pun baru tersadar jika wanita cantik ini sudah tertidur.
Bukannya kesal, tak lama Kyuhyun pun tersenyum tulus kemudian memilih untuk membaringkan tubuhnya disamping Sungmin kemudian menarik tubuh itu agar menghadap kearahnya.
Telunjuk Kyuhyun pun perlahan menyusuri seluruh wajah Sungmin. Dari dahi, mata, hidung, pipi, hingga bibir yang membengkak tersebut kini tengah ia tusuk-tusuk pelan hingga bibir itu pun bergerak-gerak pelan seperti ikan cupang yang sedang berenang didalam akuarium.
Namja itu sontak saja terkekeh geli melihat gaya tidur Sungmin yang sangat manis sekaligus mempesona. Tak lama ia pun bergumam bahkan telunjuknya tak henti-hentinya menyusuri wajah tersebut tanpa bosan.
"Dimana-dimana saat seseorang tengah mencium pasangannya yang sedang tertidur maka pasangan itu akan terbangun. Tapi kenapa ketika ku cium kau malah tertidur eoh? Apa ciuman ku ini seperti mantra tidur bagimu?" Gumam Kyuhyun walaupun ia sangat sadar jika Sungmin tak akan mendengarnya hingga namja itu pun kembali terkekeh geli kemudian memilih untuk mengecup kedua kelopak mata Sungmin secara bergantian.
CHUP~ CHUP~
"Cepatlah sembuh. Aku mencintaimu."
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun pun bangkit dari acara berbaringnya kemudian menyelimuti wanita itu hingga batas dada.
Ia pun berniat bangkit dari atas ranjang kemudian mengendus bagian ketiaknya dan aroma khas keringat lah yang ia dapatkan. Ia sendiri pun bingung kenapa Sungmin tahan saja pada aromanya namun akhirnya Kyuhyun pun menggeleng lucu kemudian memilih untuk bergegas mandi dan setelahnya menemani Sungmin untuk tidur bersama pastinya.
.
.
.
"Yeobo, lebih baik kita menemui orang tuamu dulu sebelum pulang. Apa kau tidak merindukan mereka?" Ahra yang semula tengah membereskan perlengkapannya pun sontak menoleh kearah Mark yang saat ini tengah menatap dalam kearahnya.
"Yeobo?"
"Tentu saja aku merindukan mereka." Ucap Ahra pada akhirnya dengan nada sedih. Mark yang ini sangat mengerti dengan perasaan Ahra pun perlahan mulai mengusap bahu tersebut berharap jika wanita itu akan lebih merasa tenang.
"Baiklah. Kita akan menemui mereka setelah ini. Kau siap kan?" Tanya Mark lagi tanpa henti sampai ia benar-benar mendengar ucapan lantang dari istrinya dan bersyukur kali ini Ahra benar-benar mengangguk bahkan tersirat raut penuh keyakinan didalam wajahnya. "Aku siap."
Setelah melayangkan senyum satu sama lain, Mark pun menarik koper besar mereka dengan tangan kirinya, kemudian tangan kanannya ia rangkulkan pada bahu Ahra dan menuntun wanita yang sedang hamil 5 bulan itu untuk segera keluar kamar.
Ketika sampai di ruang tamu, Kyuhyun ternyata sudah siap dengan pakaian casualnya untuk sekedar mengantar sang kakak dan kakak iparnya hingga sampai bandara . "Kalian sudah siap?" Tanya Kyuhyun sambil beralih untuk menarik koper yang dibawa Mark agar pria asing itu tetap fokus untuk menuntun istrinya saja.
"Ne. Kyu, kami akan menemui uri bumonim sebelum pulang ke AS." Ucapan Ahra sontak saja membuat mata Kyuhyun membulat sempurna. Ia sungguh terkejut saat sang kakak ternyata mengatakan akan bertemu dengan orang tua mereka hari ini.
Saking senangnya, Kyuhyun pun sontak menggenggam kedua tangan kakaknya sambil melayangkan tatapan tidak percayanya. "Jinjja?"
Dengan senang hati wanita itu mengangguk hingga senyum merekah pun kini terpatri dibibir Kyuhyun kemudian memeluk Ahra dengan erat. "Terima kasih, Noona!"
"Terima kasih, Hyung."
Kedua pasangan itu pun sama-sama tersenyum tulus mendengar ucapan terima kasih sang magnae hingga pelukan itu pun terlepas. Disaat itu pula Sungmin pun nampak keluar dari kamar miliknya dengan pakaian rapi dan terlihat jika wanita itu malahan sudah membersihkan dirinya.
"Kalian akan pulang?" Tanya Sungmin dan seketika ketiga orang disana pun menoleh bahkan terkejut karena mereka kira wanita itu masih tertidur karena kelelahan sedari tadi.
"Minnie-ah, kenapa kau malah bangun? Istirahatlah." Ucap Ahra ketika Sungmin sudah mendekat kearahnya namun wanita cantik itu lagi-lagi tersenyum sambil menggenggam tangan Ahra dan mengelus punggung tangan itu perlahan.
"Ani, gwaenchana. Aku sudah merasa baikkan. Lagipula kalian pagi ini akan pulang kan? Tak baik jika tamuku akan pamit namun sang tuan rumah malah asyik bergelung diatas kasur."
"Tapi ini lain cerita, Min. Kau masih sakit." Kali ini Mark yang memilih untuk angkat bicara.
Sungmin sontak mengulum senyum saat mantan guru pembimbingnya itu ternyata juga bisa seperhatian ini padanya hingga ia pun hanya dapat melayangkan kekehannya pada pria yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. "Aku sudah sehat Oppa. Jangan khawatir."
"Baiklah."
"Apa tidak apa-apa jika Noona sendirian di flat?" Kali ini Kyuhyun yang merasa melayangkan bentuk kekhawatirannya pada sang kekasih. Sungmin pun hanya tersenyum simpul menanggapinya dan menikmati saat Kyuhyun mengusap pipi kanannya dengan lembut.
"Gwaenchana. Aku akan segera menelponmu jika terjadi sesuatu."
"Ingat! Jangan pernah meninggalkan ponselmu jika aku tak ada. Arasseo?" Perintah itu sontak saja membuat Sungmin terkekeh karena ia seperti tengah diceramahi oleh seorang ayah saat ini. "Arasseo."
"Minnie-ah, jaga dirimu baik-baik ne?" Ahra pun memilih untuk memeluk Sungmin erat karena ia sunggun merasa sedih karena harus berpisah dengan Sungmin secepat ini. Wanita bergigi kelinci itu pun mengangguk karena ia juga merasakan hal yang sama seperti Ahra.
"Eum. Jangan lupa kabari aku jika kau sudah melahirkan nanti?"
"Pasti."
Setelah melepas pelukannya, Mark pun memilih untuk merangkul sang istri dengan Kyuhyun yang kini kembali menyeret koper mereka. "Kami pergi, Min." Sungmin pun mengangguk hingga pasangan itu sudah lebih dulu berjalan melewati pintu, sedangkan Kyuhyun kini masih setia berdiri disamping Sungmin sambil mengusap pipi yang berisi itu lagi dengan lembut.
"Jaga diri Noona. Jangan lupa kunci pintunya setelah kami pergi."
"Arasseo Kyunnie."
"Annyeong~" Tak lupa Sungmin memberikan lambayan tangannya pada mereka. Setelah ketiga orang itu menghilang dipersimpangan lorong, wanita itu pun mengulum senyum tipisnya kemudian memilih untuk mengunci flatnya dan bersiap untuk memasak sarapan paginya.
.
.
.
Ketiga orang itu kini tengah berada tepat didepan pintu flat keluarga Cho. Nampak jika Ahra kini tengah memasang wajah cemasnya namun Mark yang berada disisi Ahra pun senantiasa mengelus bahu sempit itu agar sedikit menenangkan rasa gugup sang istri.
Tak ingin membuang waktu, Kyuhyun pun menekan bell intercom agar sang eomma membukakan pintu untuknya. "Eomma, ini aku."
KLIK!
Tanpa memberikan jawaban, Nyonya Cho pun segera membukakan pintu untuknya kemudian Kyuhyun pun masuk kedalam flat diikuti dengan kedua pasangan itu dibelakangnya.
"Eomma?"
"Eomma? Neo eoddiga?"
Panggilan Kyuhyun begitu menggema didalam flat tersebut. Bahkan sang eomma yang semula baru akan masuk kembali kedalam dapur itu pun sontak membalikkan badannya kemudian memilih untuk mendatangi sang anak yang kelewat berisik menurutnya.
"Ne, kau ini berisik sekali-…"
"E-eomma?"
DEG!
Langkah Nyonya Cho tiba-tiba saja terhenti kala melihat siapa yang tengah berdiri dibelakang Kyuhyun saat ini. Anak perempuannya yang sudah bertahun-tahun ini tidak pernah lagi ia lihat kini tengah berdiri tepat didepannya, bersama dengan perut besarnya dan seorang pria asing yang tengah merangkul pundaknya.
"A-ahra-ya?"
Dengan kaki bergetar, Ahra pun mencoba untuk mendekati wanita yang amat sangat ia cintai itu sambil merentangkan tangannya berusaha untuk menggapai sang eomma. Namun belum sempat hal itu terjadi, tiba-tiba saja Nyonya Cho hampir saja akan limbung ditempatnya jika saja Kyuhyun tak bergerak reflek menangkapnya.
"Ommo! Eomma!"
Ahra yang terkejut pun dengan cepat mendekati sang eomma yang saat ini tengah memijat kepalanya yang mendadak pusing. Tak tahan lagi, wanita hamil itu pun langsung saja memeluk Nyonya Cho hingga wanita dewasa itu pun sempat membulatkan matanya namun isakan Ahra kembali membuat matanya kembali meredup. "E-eomma. Hiks."
"Eomma…maafkan aku…" Hanya itu yang dapat Ahra katakan untuk mewakilkan rasa penyesalannya saat ini bahkan pelukannya semakin mengerat hingga Ahra pun sempat tak memperdulikan himpitan mereka pada bayinya.
Merasa janggal dengan bagian perut Ahra yang ternyata memang sudah membesar, dengan perlahan sang eomma pun melepaskan pelukan mereka kemudian tanpa diduga wanita itu pun mengusap lelehan air mata Ahra dengan sayang. "Ahra-ya…"
"Hiks. Maafkan aku atas segala kesalahan yang ku perbuat. A-aku sungguh minta maaf…"
"Gwaenchana…" Ampunan itu sungguh membuat Ahra semakin merasa terharu. Ia tak menduga jika sang eomma akan begitu mudahnya memaafkanya setelah apa yang ia lakukan selama ini. Rasa bersalah itu pun semakin memupuk didadanya bahkan dengan menangis sebanyak-banyaknya pun tak akan mampu untuk membalas menebus dosanya pada wanita yang telah melahirkannya ini.
"Eomma sudah merasa senang jika kau bersedia untuk pulang."
Tak tau lagi apa yang harus Ahra katakan untuk membalas kebaikan sang eomma. Ia sangat bersyukur karena memiliki eomma terbaik di dunia ini. Lama mereka saling melayangkan senyum haru hingga mata Nyonya Cho pun kini tengah tertuju pada pria asing yang senantiasa berdiri dibelakang Ahra dengan senyum memikat.
"Annyeong haseyo eommonim. Saya adalah suami Ahra, Mark imnida."
"Aku sudah tau. Terima kasih sudah menjaga Ahra kami dengan baik."
Ucapan Nyonya Cho kali ini benar-benar membuat 3 orang itu terkejut, terutama Kyuhyun. Ia tak menyangka jika didalam flat besar ini, hanya ia yang tak tahu tentang pernikahan kakaknya sendiri hingga ia berpikir jika orang tuanya sudah berlaku tidak adil padanya. Namun merasa kasihan dengan sang eomma, ia pun segera menepis pemikiran tersebut kemudian memilih bertanya untuk sekedar menghilangkan rasa penasarannya.
"B-bagaimana eomma tau? Bukankah yang tau tentang pernikahan ini hanya Abeoji?"
"Ani Kyu. Eomma-mu sudah lama tau tentang pernikahan Ahra karena Abeoji telah menceritakannya."
Alis Kyuhyun semakin mengkerut bahkan ia berpikir jika orang tuanya sendiri memang sudah berperilaku tidak adil padanya. "Jadi hanya aku disini yang baru tahu tentang pernikahan Noona-ku sendiri?"
"Begitulah."
"Kenapa kalian jahat sekali padaku, eoh?" Kyuhyun pun sontak melayangkan aksi merajuknya namun tak ingin ditanggapi berlebih oleh mereka. Dengan sedikit terkekeh, sang eomma pun meminta maaf dan menepuk-nepuk bahu Kyuhyun sekedar untuk meredakan aksi merajuk sang magnae. "Mianhae."
Setelah itu, Nyonya Cho pun beralih untuk kembali menggenggam tangan Ahra. Kentara sekali rasa rindu itu kepada anak perempuannya hingga Nyonya Cho berpikir jika mereka harus menghabiskan banyak waktu bersama. "Tinggalah beberapa hari ini disini. Eomma sangat merindukanmu."
"Mark?" Tanya Ahra pada sang suami untuk sekedar mendapat persetujuan. Namun tanpa pikir panjang Mark pun mengangguk bahkan kini melayangkan senyum memikatnya untuk ibu mertua.
"Tentu saja. Lagipula kita juga butuh istirahat. Terima kasih banyak sudah menerima kami kembali Eommonim." Mark pun membungkukkan tubuh tingginya hingga Nyonya Cho pun hanya tersenyum sambil mengangguk pasti.
Mark pun berpikir jika mereka harus mengadakan pesta hari ini. Bahkan ia berpikir untuk mentraktir seluruh anggota keluarga barunya untuk makan di luar karena baginya hari ini adalah hari special. "Haruskah kita merayakan pesta hari ini?"
"Boleh saja."
"Aku tidak bisa ikut." Penolakan halus itu tiba-tiba saja Kyuhyun layangkan hingga membuat Nyonya Cho pun mengerutkan alisnya. Bahkan ia berpikir jika Kyuhyun akhir-akhir ini memang sangat sibuk dan sangat jarang untuk berada di rumah dan berkumpul bersama keluarga. "Wae?"
"A-aku punya rencana lain hari ini. Mianhae, eomma." Sungguh Kyuhyun sangat menyesal jika hari ini lagi-lagi ia tak bisa menghabiskan waktunya bersama keluarga. Ia sungguh teringat pada Sungmin yang saat ini tengah sendirian dala keadaan sakit didalam flat. Ia berpikir tidak apa jika hari ini ia harus melewatkan pestanya bersama sang kakak karena masih ada hari lain baginya untuk berkumpul bersama terlebih jika Ahra dan suaminya akan kembali menginap.
Kyuhyun pun memandang tak enak pada Ahra dan Mark secara bergantian. Namun seolah mengerti dengan maksud tatapan Kyuhyun, kedua orang itu pun hanya mengangguk sambil terenyum tulus seolah mengatakan 'Kami mengerti' hingga Kyuhyun pun membalasnya dengan tatapan yang tersirat akan ucapan terima kasih.
"Baiklah. Apa kau berniat untuk kabur lagi setelah ini Kyu? Beberapa minggu ini kau jarang sekali berada di rumah. Kemana saja kau anak nakal? Jangan menyusahkan sahabatmu terus. Apa kau tidak kasihan padanya?" Ujar Nyonya Cho sekedar memberikan petuahnya pada Kyuhyun namun namja itu hanya melayangkan cengirannya.
"Anak nakalmu sekarang sudah tumbuh dewasa dan sibuk meniti karier, eomma. Aku berjanji akan menyediakan kursi VVIP untuk kalian berempat ketika saat konser soloku nanti."
Mereka pun hanya tertawa mendengar penuturan Kyuhyun dengan sang eomma yang kali ini ternyata ikut senang mendengar penuturan anaknya. Dalam hati namja tersebut pun bersyukur karena keluarga mereka kembali utuh seperti semula.
.
.
.
TING TONG~
"Noona, ini aku." Ucap Kyuhyun seteleh intercome ntya tersambung pada Sungmin. Nampak jika wanita wanita itu mengangguk kemudian menekan tombolnya unlocknya agar Kyuhyun bisa segera masuk kedalam flatnya.
KLIK!
"Kenapa cepat sekali, eoh?" Tanya Sungmin bingung ketika mendapati namja itu kembali dalam kurun waktu tak sampai 45 menit.
"Ceritanya panjang. Kau sedang apa? Memasak?" Kali ini Kyuhyun yang balik bertanya saat melihat Sungmin yang saat ini tengah memakai apron merah muda dan tercium aroma masakan dari dapur.
"Memasak. Tiba-tiba saja aku mendadak lapar." Setelah mengucapkan itu, Sungmin pun memilih untuk berjalan kearah dapur sedangkan Kyuhyun saat ini memilih untuk mendudukkan diri diatas sofa.
"Kau masih sakit Noona. Kenapa tidak delivery saja, eoh?"
"Lebih banyak bergerak akan membuatku cepat sembuh Kyu daripada harus berbaring di atas ranjang sepanjang hari. Itu malah akan membuat seluruh tubuhku sakit." Nampak wanita itu kini sibuk menata masakannya diatas piring sambil memberikan sedikit hiasan, hingga Kyuhyun yang memperhatikan bagaimana antusiasnya Sungmin saat ini pun hanya dapat mengangguk pasrah sambil kembali menegakkan badannya. "Arasseo."
"Kau sudah makan? Jika belum, kebetulan masakanku cukup untuk porsi kita berdua." Ucap Sungmin sambil menyiapkan piring yang kedua. Tanpa pikir panjang namja tersebut pun mengangguk karena sejak tadi pagi ia memang belum mengisi perutnya dan beruntung jika pagi ini Sungmin sudah bisa untuk memasak ditengah sakitnya. "Baiklah."
Drrt…drttt…
Suara getaran ponsel disakunya pun sontak membuat Kyuhyun menoleh. Dirogohnya saku miliknya kemudian mengeluarkan benda persegi panjang itu dan mendapati ID Kangin disana. "Yeobeosseyo?"
"Kyu, malam ini kau harus menghadiri Kiss the Radio sebagai Guest. Untuk Schedule-mu, aku sudah menyiapkan dan kau tinggal membacanya. Mulai malam ini dan besok kau akan sibuk. Persiapkan lah dirimu."
"Arasseo."
PIP!
"Nugu?" Tanya Sungmin sambil membawa 2 piring omurice dan 2 gelas air diatas nampan miliknya. Dengan dibantu Kyuhyun, namja itu pun meletakkan 2 piring dan 2 gelas itu keatas meja.
"Kangin Hyung. Malam ini aku harus bersiap untuk menjadi guest untuk pertama kalinya."
Sungmin yang semula berniat untuk meletakkan nampan yang ia pegang untuk dibawa ke dapur pun sontak menghentikan langkahnya kemudian menujukkan ekpresinya gembira ditengah wajah pucatnya untuk Kyuhyun. "Jinjja? Chukkahae. Aku akan mempersiapkan perlengkapanmu setelah ini. Kau tau, menyiapkan segala sesuatu itu membutuhkan waktu yang lama apalagi ini adalah tampilan perdanamu."
Wanita itu pun melanjutkan langkahnya untuk ke dapur kemudian meletakkan nampannya kembali ke dalam lemari, kemudian ia pun kembali melangkahkan kakinya ke ruang tamu untuk duduk disamping Kyuhyun. "Ara. Tapi kau masih belum pulih Noona. Aku bisa mengurus keperluanku sendiri-…"
"Seorang artis tak akan bisa melakukan semuanya sendiri karena dia butuh seorang manager. Selagi kau belum mendapatkannya, aku akan menjadi managermu sementara waktu sampai ketika ada seseorang yang menggantikan pekerjaan sementaraku nantinya."
"Kenapa bukan Noona saja yang menjadi managerku? Aku tidak ingin orang lain."
"Selamat makan-…" Sungmin yang semula akan menyendok omurice itu pun lagi-lagi mengurungkan niatnya. Ia pun nampak mengetuk-ngetukkan sendok bersih itu keatas pipinya seolah berpikir keras tentang saran yang Kyuhyun berikan. "Saranmu bagus juga. Aku akan meminta persetujuan Kangin nantinya."
Setelah itu, Sungmin pun segera menyendok omurice yang masih mengepul itu dengan meniupnya sebentar, diikuti dengan Kyuhyun yang sedari tadi memang sibuk menahan laparnya. Dengan sekali sendok, namja itu pun mengunyah satu sendok penuh omurice dan matanya tiba-tiba berbinar kala merasakan masakan Sungmin yang nikmat seperti biasanya.
"Masakanmu yang terbaik. Jika kita menikah nanti, aku berjanji akan menolak tawaran teman kerjaku untuk makan di luar karena aku tau masakan istriku yang paling enak."
BLUSHH!
"Tidak usah banyak bicara. Habiskanlah makanmu setelah ini kita harus benar-benar menyiapkan keperluanmu." Sungmin pun berusaha untuk menutupi rasa malunya dengan berbicara dengan nada pura-pura terdengar ketus agar perhatian Kyuhyun teralihkan. Namun namja itu tentu saja melihat dengan kontras jika wajah Sungmin saat ini benar-benar memerah.
Dengan kekehannya, Kyuhyun pun kembali menyendokkan omurice itu kedalam mulutnya sambil memberikan godaan pada kekasih cantiknya hingga wanita itu hanya bisa mendesis seperti biasanya.
"Arasseo, nae sarang."
"Isshh."
.
.
.
Sudah 4 bulan ini Sungmin sibuk mengurusi keperluan Kyuhyun sebagai seorang pencipta lagu, coach, sekaligus manager untuk Kyuhyun. Namja itu ternyata benar-benar menolak untuk mencari seorang manager baru karena ia tak ingin ada orang lain yang mengurus keperluannya selain Sungmin.
Terkesan egois memang. Namun Sungmin yang nyatanya terlalu baik pun hanya dapat menuruti kemauan namja tersebut walaupun rasa lelah tanpa dipungkiri memang sangat menganggu fisiknya.
Hari ini Kyuhyun tengah mengisi acara disalah satu program music acara stasiun TV. Saat ini Sungmin hanya menonton Kyuhyun lewat layar TV yang ia lihat di ruang make up namja tersebut sambil sesekali menguap karena menahan kantuk.
Baru saja Sungmin berniat untuk tidur sebentar, getaran ponsel diatas meja membuat Sungmin menoleh dan ia melihat ID Caller Mark tertera disana.
PIP!
"Yeobeosseyo?"
"Sungmin-ah. Ahra sudah melahirkan dan bayi kami adalah perempuan."
Ucapan penuh suka cita itu sontak membuat mata Sungmin kembali terjaga seperti semula. "Jinjja? Woaaa…. Chukkahae. Aku turut senang mendengarnya."
"Terima kasih. Datanglah ke Amerika. Ajak Kyuhyun juga jika kalian punya waktu."
"Pasti jika kami benar-benar punya waktu. Bayangkan saja selama 4 bulan ini pun kami hanya 7 kali menghabiskan waktu seharian penuh berdua. Walaupun aku adalah managernya, selebihnya anak itu sudah benar-benar sibuk bahkan untuk sekedar berbicara panjang lebar denganku." Keluhan itu pada akhirnya Sungmin layangkan hingga Mark yang diseberang hanya bisa terkekeh mendengarnya.
"Bersabarlah. Itulah resiko menjadi kekasih seorang artis. Aku yakin kau bisa melewati itu semua."
"Arasseo."
"Aku titip salam untuk Kyuhyun ne?"
"Baiklah."
PIP!
Sungmin hanya dapat menghela nafasnya setelah mendengar kabar gembira dari Mark. Ia sungguh merasa senang saat sahabatnya itu sekarang sudah menjadi seorang ibu dan tentu saja Sungmin merasa sangat iri dengan itu semua.
Jika dihitung-hitung, seharusnya pada bulan ini ia sudah mengandung selama 5 bulan dan perutnya akan membesar sama seperti Ahra pada 4 bulan yang lalu. Tangannya pun perlahan mengelus perut ratanya secara teratur. Namun tanpa ia sadari setetes air mata pun meluncur dari sudut matanya hingga suara getaran ponsel untuk kedua kalinya pun membuat tangis Sungmin terhenti.
Setelah menghapus air matanya cepat, wanita itu pun kembali mendial panggilan tersebut setelah ID Caller Nyonya Cho tertera disana.
"Yeobeosseyo Eommonim?"
"Ne, Sungmin-ah. Tolong sampaikan pada Kyuhyun jika aku dan Tuan Cho akan ke Amerika selama 1 bulan untuk menjaga Ahra. Jaga Kyuhyun dengan baik selama kami tak ada. Arasseo?"
"Arasseo, Eommonim. Anak kalian akan aman ditangan saya."
"Terima kasih banyak. Jaga kesehatan kalian dengan baik."
"Ne."
PIP!
Selama 4 bulan ini Sungmin sangat bersyukur jika keluarga Cho sudah bisa menerimanya dengan baik. Selama 4 bulan itu juga Sungmin sudah sangat sering mengunjungi orang tua Kyuhyun untuk sekedar mengatakan jika dirinya adalah manager dari namja tersebut dan segala keperluan Kyuhyun, Sungmin juga lah yang harus mengurusnya.
Mulai saat itu lah Tuan dan Nyonya Cho sudah menganggap Sungmin sudah sebagai bagian dari keluarga mereka, walaupun Kyuhyun dan Sungmin belum sama sekali mengatakan pada kedua pasangan itu jika mereka berdua sebenarnya sudah lama berpacaran.
Tapi walaupun begitu Sungmin sangat bersyukur jika orang tua Kyuhyun dapat menerimanya dengan baik, hingga ia hanya perlu berpikir untuk mencari cara bagaimana agar ia mendapat restu dari kedua orang tuanya sendiri setelah ini.
'Good Job Kyu.'
'Kau memang yang terbaik.'
'Gomawo Hyung-deul.'
Lama Sungmin melamun hingga suara Kyuhyun membuatnya kembali tersadar. Dilihatnya Kyuhyun saat ini tengah memasuki ruangan dengan wajah yang kelewat bahagia walaupun ia yakin jika namja itu sedang tengah dalam keadaan dehidrasi terbukti dengan banyaknya peluh disekitar pelipisnya.
Sungmin pun memberikan sebotol air mineral pada Kyuhyun dan namja itu dengan senang hati meneguknya. Setelah meminum setengah dari isi botol tersebut, Kyuhyun pun kembali memberikan botol Sungmin sambil mengusap wajahnya dengan tissue."Gomawo."
"Bagaimana hari ini?"
"Berjalan sempurna seperti biasanya. Bahkan studio ini hampir separuhnya penuh dengan lautan shappire blue."
Bisa Sungmin lihat jika Kyuhyun terlihat sangat bahagia hari ini. Wanita itu pun hanya tersenyum simpul sambil memberikan ucapan selamatnya untuk Kyuhyun. "Chukkahae."
Mereka pun sama-sama tesenyum hingga Sungmin pun baru teringat akan sesuatu. "Oh, iya. Noona punya kabar gembira untukmu."
"Apa itu?"
"Ahra sudah melahirkan dan anaknya berjenis kelamin perempuan." Sungmin pun menunjukkan foto bayi itu yang Mark posting di akun instagram miliknya kemudian menunjukkannya kepada Kyuhyun. "Bukankah wajahnya mirip sekali dengan Mike tapi warna rambutnya hitam saja seperti warna rambut orang asia pada umumnya?"
"Woaa… neomu kyeopta!" Puji Kyuhyun ketika melihat foto bayi Ahra tengah tertidur pulas dipelukan sang ibu. Bahkan jika ia tidak sibuk, Kyuhyun ingin sekali rasanya mengunjungi Ahra namun ia sadar jika jadwalnya saat ini tidak memungkinkan untuk sekedar melakukan liburan ke AS.
"Ayah dan ibumu juga hari ini akan berangkat ke AS dan akan berada disana selama 1 bulan. Bahkan ibumu sudah menitipkanmu padaku seperti menitipkan seorang bayi kecil pada baby sitter-nya." Kyuhyun yang mendengar penuturan Sungmin pun sontak menoleh kearah wanita tersebut bahkan alisnya kini telah mengkerut karena merasa tak terima dengan ucapan Sungmin.
"Isshh… mereka masih saja memperlakukanku seperti anak kecil padahal 1 minggu lagi umurku sudah menginjak 20 tahun." Desis Kyuhyun sambil memijat tengkuknya yang terasa sangat pegal. Mengerti jika saat ini Kyuhyun tengah dalam keadaan lelah, wanita itu pun memilih untuk bangkit dari duduknya kemudian memijat pelan bahu hingga tengkuk Kyuhyun hingga namja itu kini memejamkan matanya.
"Umurmu memang hampir 20 tapi tingkahmu memang masih saja kekanakan."
"Ejeklah aku sesuka hati Noona." Cibir Kyuhyun walaupun ia tak membuka mata sama sekali namun Sungmin hanya terkekeh dan lebih memilih untuk melanjutkan pijatannya.
Sekitar 7 menit Sungmin melakukan hal itu hingga Kyuhyun pun kini memilih untuk kembali menegakka badannya. Ia rasa pijatan Sungmin sudah sangat meredakan sakit di bagian tengkuknya dan berniat untuk melanjutkan istirahatnya di flat saja. "Semua perlengkapanmu sudah ku bereskan. Kajja kita pulang. Aku tau kau sudah sangat lelah hari ini."
"Arasseo."
Setelah beres-beres, mereka pun memilih untuk pulang menggunakan taxi. Beruntung saat ini sudah menunjukkan pukul 1 malam dan bulan februari yang masih dilanda musim dingin membuat sebagian orang memilih untuk menghangatkan diri di rumah masing-masing, sehingga Kyuhyun dan Sungmin tak harus repot-repot menerobos kerumunan fans Kyuhyun dulu agar bisa keluar dari dalam gedung stasiun TV tersebut.
Selama perjalanan pulang Sungmin pun menyempatkan diri untuk memesan makanan untuk mereka malam ini.
Setelah masuk kedalam lift, Kyuhyun pun menyempatkan diri untuk menyadarkan bahunya pada dinding lift sambil memejamkan matanya. "Aku sudah memesan makanan dan makan lah dulu di flat ku, setelah itu kau boleh pulang."
Mendengar ucapan Kyuhyun, Sungmin pun sontak saja menoleh dan tiba-tuba merasa jengkel dengan apa yang wanita cantik tersebut katakan padanya. "Pulang kemana maksud Noona, eoh?"
"Tentu saja ke flatmu sendiri. Memang kemana lagi?"
Sungmin tentu tidak memperhatikan ekpresi Kyuhyun saat ini karena wanita itu kini sibuk melihat tanda panah keatas diatas tombol lift kini berkedip-kedip. Nampak jika namja itu tiba-tiba saja menunjukkan seringainya hingga tanpa Sungmin duga kedua tangan itu pun mendorong bahu Sungmin agar tubuh sexy itu terhimpit di pojok lift, sedangkan wajahnya kini sudah bersembunyi diperpotongan leher Sungmin sambil sesekali mengecupnya pelan.
"K-kyu?"
"Tentu saja aku menginap di flat mu. Bahkan aku diberi jatah 1 bulan agar kita bisa tinggal bersama, hm?" Namja itu pun perlahan menghisap perpotongan leher Sungmin dengan sepelan mungkin hingga sukses membuat wanita itu mendesis. Bahkan Sungmin yakin jika besok akan ada tanda biru keunguan yang kontras pada perpotongan lehernya.
"Shhh…Kita masih berada di lift Kyu. Jaga lah sikapmu. Jika ada paparazzi yang melihat itu bisa sangat bahaya." Tolak Sungmin sambil mendorong bahu Kyuhyun pelan. Ia sungguh tak ingin jika paparazzi benar-benar akan mengabadikan aktivitas mereka dan hal itu tentu saja akan merusak kariernya bersama Kyuhyun yang bahkan baru saja seusia biji jagung.
"Arasseo." Dengan sedikit tak rela, Kyuhyun pun memilih untuk menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sungmin kemudian kembali memnyandarkan tubuhnya ke dinding lift, hingga mereka pun memilih untuk keluar secara beriringan ketika sampai di lantai 7.
Nampak jika wajah Kyuhyun saat ini tengah menahan bosan, namun Sungmin kali ini memilih untuk mengacuhkannya karena saat ini wanita itu juga dalam keadaan lelah sama seperti namja tersebut.
Setelah pintu flat apartemen Sungmin terbuka, wanita itu pun memilih untuk berjalan kearah kamarnya diikuti dengan Kyuhyun yang berada dibelakangnya.
Wanita itu pun memilih untuk menarik koper Kyuhyun dari sang pemilik, sedangkan namja itu kini masih dalam posisi berdiri sambil memijat pelan tengkuknya.
"Mandilah dulu. Aku akan membereskan kopermu." Ujar wanita itu sambil membuka koper besar milik Kyuhyun dan mengeluarkan isinya. Kyuhyun terus memperhatikan barang-barang pribadinya yang dikeluarkan oleh Sungmin, namun kali ini namja itu malah mengerutkan kening karena ia baru teringat jika ia tidak membawa handuk besar didalam kopernya
"Handuknya?"
Tanpa melihat kearah namja tersebut, telunjuk kanannya pun tertuju pada arah lemari putihnya dengan tangan kiri yang masih sibuk mengeluarkan baju ganti untuk Kyuhyun. "Ambil saja di lemariku."
Dengan langkah gontai, Kyuhyun pun membuka lemari tersebut kemudian mengambil selembar handuk dan tanpa banyak bicara kini memilih untuk masuk kedalam kamar mandi.
15 menit Sungmin membereskan barang-barang pribadi milik Kyuhyun dan selama itu juga namja tersebut belum keluar dari dalam kamar mandi.
Tapi perlu kalian ketahui tak banyak sebenarnya barang yang Kyuhyun punya, namun karena Sungmin sedari tadi lebih banyak melamun dari pada bergerak pun alhasil membuat pekerjaannya menjadi lebih lambat dari biasanya.
Nampak jika Sungmin saat ini tengah menatap arah lantai dalam diam, namun ucapan Mark lewat telepon tadi masih saja berputar-putar didalam otaknya.
'Sungmin-ah. Ahra sudah melahirkan dan bayi kami adalah perempuan…'
Ketika kembali mengingat wajah bayi Ahra, entah mengapa senyum tulus pun kini terpatri dibibir Sungmin. "Pasti menyenangkan jika mempunyai seorang aegi…"
TES!
Tanpa Sungmin sadari air mata kini tengah meluncur dengan derasnya dari mata sudut matanya. Tak lama terdengar isakan kecil dari Sungmin hingga sebuah pelukan dari arah belakang pun sontak membuat tangis wanita itu terhenti.
GREP!
"Uljimma…"
"K-Kyu…"
Sadar jika sang kekasih yang tengah memeluknya, wanita itu pun dengan cepat membalikkan badan kemudian memeluk Kyuhyun yang saat ini masih dalam keadaan toples dengan erat. Tak perduli jika tubuh Kyuhyun saat ini masih basah dan tidak hangat seperti ketika tengah memakai pakaian tebal seperti sebelumnya, tapi yang jelas Sungmin hanya membutuhkan dada bidang itu untuk menjadi sandarannya saat ini.
"Aku hanya ingin mempunyai seorang aegi lagi…Hiks…" Racau Sungmin lagi hingga Kyuhyun pun yang merasa sangat mengerti dengan keadaan Sungmin pun hanya dapat menepuk-nepuk kepala wanita itu dengan lembut. "Aku mengerti."
Lama mereka dalam posisi seperti itu bahkan tak lagi terdengar isakan dari bibir Sungmin. Berpikir jika Sungmin saat ini sudah tertidur seperti biasanya, Kyuhyun pun berniat untuk membaringkan tubuh Sungmin keatas kasur namun ia urungkan niat tersebut ketika wanita itu kini malah memandangnya sendu walaupun dengan mata merahnya.
"Ayo kita buat aegi yang baru."
Kyuhyun benar-benar terdiam ketika Sungmin mengatakan hal itu, terlebih ini sudah hampir 5 bulan mereka tidak melakukannya semenjak wanita itu mengalami keguguran.
"Apa kau yakin?"
Namja itu pun berusaha untuk menyelami mata Sungmin untuk sekedar memastikan jika wanita itu saat ini tidak sedang bermain-main, hingga ia pun kini mendapati bola mata bulat itu kini tengah menatapnya dengan serius. Nampak jika Sungmin mengangguk yakin hingga akhirnya Kyuhyun pun tersenyum tulus sambil menarik tengkuk wanita itu agar mendekat kearahnya.
"Baiklah."
CHU~
Dengan sangat lembut, Kyuhyun pun mulai mengulum bibir bawah Sungmin dan sesekali menjilatnya pelan. Tangannya pun tak lupa untuk bergeliriya diatas dada Sungmin sambil mengusap gundukan kembar yang masih tertutup rapi oleh sweater musim dingin yang wanita itu kenakan.
Mereka kini nampak saling memagut dengan lidah Kyuhyun terus saja menjilat katupan bibir Sungmin agar wanita itu membuka mulutnya. Hingga ketika goa hangat itu pun terbuka dengan cepat pula Kyuhyun menyelusupkan lidahnya untuk mengajak lidah Sungmin berperang bahkan sesekali namja itu pun menghisap dengan seduktif daging tak bertulang milik Sungmin dan sukses membuat wanita itu mendesah pelan.
"Eunghh…"
Karena posisi mereka tadi masih dalam keadaan duduk, namja itu pun menuntun Sungmin agar berbaring dibawahnya tanpa melepas tautan bibir mereka bahkan Kyuhyun tak sadar jika handuk yang melilit pinggangnya kini sudah terlepas dan saat ini ia tengah dalam kondisi telanjang.
Kyuhyun pun melepas pagutan mereka kemudian mulai menurunkan kepalanya kebagian dada Sungmin sambil mengecup leher wanita tersebut hingga pada bagian dada Sungmin yang masih tertupi oleh sweater. Sesekali tangan panjangnya pun meremas dada kiri wanita tersebut dan nyatanya berhasil membuat wanita itu mendesah nikmat.
"E-eunghh…shh…Kyu…"
TING TONG~
Baru saja Kyuhyun akan berniat untuk menyingkap sweater Sungmin, namun suara bel apartemen wanita itu membuat kegiatan mereka terhenti bahkan tadi Kyuhyun sudah akan sampai pada bagian inti. "Aish… mengganggu saja."
Dengan kesal, namja itu pun bangkit dari acara menindihnya kemudian segera bangkit tanpa menyadari jika seluruh tubuhnya sudah terekspos sempurna didepan mata Sungmin hingga junior namja itu yang saat ini tengah mengacung sempurna. "Tunggu disini ne?"
Baru saja Kyuhyun berniat untuk melangkah, namun tarikan Sungmin pada tangannya membuat langkah Kyuhyun terhenti kemudian memandang wanita itu dengan alis berkerut. "Pakailah bathrobe putih itu. Tak mungkin kau keluar dalam keadaan telanjang seperti itu kan?"
Terkejut dengan penuturan Sungmin, Kyuhyun pun dengan cepat melirik sisi bawahnya dan benar saja junior miliknya sudah terekspos dengan gagahnya saat ini.
Sambil menahan malu, ia pun segera menarik bathrobe putih yang tergantung disamping pintu kemudian memakainya cepat tanpa mau menoleh kearah Sungmin yang kini tengah tertawa cekikikan diatas ranjang.
Setelah mendapati seorang kurir yang tengah mengirimkan makan malamnya untuk mereka, namja itu pun hanya dapat mendesah pelan dan memilih untuk membayar makanan tersebut.
Namja itu pun kini tengah kembali kedalam kamar sambil membawa 1 kantung makanan ditangannya. "Ayo makan dulu. Aku tau Noona sedang lapar."
Sungmin yang semula tengah mengucek matanya itu pun kini dengan baiknya menurut sambil turun dari atas kasur dan duduk diatas lantai berlapis ambal berbulu dikamarnya.
Kyuhyun pun mengeluarkan 2 kotak jajangmyeon, 2 pasang sumpit, dan 2 gelas kopi hangat dari dalam kantung tersebut dan memberikannya satu persatu pada Sungmin. Nampak jika wanita itu menyambutnya dengan baik kemudian ia pun memilih untuk membuka plastic jajangmyeon tersebut dan mengaduk mie-nya dengan cepat.
Dengan satu gulungan penuh, Sungmin pun sesegera mungkin memasukkan mie hitam tersebut kedalam mulutnya hingga saus hitam tersebut mengotori sekitar bibirnya.
"Kenapa cara makanmu seperti anak kecil, eoh? Bahkan umurmu sudah 30 tapi kenapa malah wajahku yang makin terlihat tua disini sedangkan kau tidak?" Cibir Kyuhyun sambil mengusap kedua sudut bibir wanita itu dengan jempol miliknya namun Sungmin seolah tak perduli dan tetap melanjutkan makannya.
"Banyak-banyak lah tersenyum dan melakukan aegyo agar wajahmu terlihat awet muda."
"Aku tidak bisa melakukannya."
"Kau bahkan belum mencobanya. Ayo lakukan seperti aku?"
"Caranya?"
Mendengar ucapan ambigu dari Kyuhyun sontak membuat Sungmin menghela nafas kemudian meletakkan kotak jajangmyeon beserta sumpitnya keatas lantai sambil menatap namja tersebut dengan mata bulatnya.
"Ja, coba ikuti aku?"
Wanita itu pun mulai merentangankan kedua tangannya didepan Kyuhyun kemudian mulai melantunkan sebuah lagu yang benar-benar ia suka.
1deohagi1eun gwiyomi
2deohagi2neun gwiyomi
3deohagi3eun gwiyomi
gwi gwiyomi gwi gwiyomi
4deohagi4do gwiyomi
5deohagi5do gwiyomi
6deohagi6eun CHU CHU CHU CHU CHU CHU nan gwiyomi
Kyuhyun sontak mengerutkan alisnya ketika Sungmin sudah menyelesaikan nyanyiannya bahkan kini tengah mengedip-ngedipkan mata bulatnya kearah Kyuhyun.
"Ya! Apa-apaan itu?! Aku seorang pria, kenapa harus melakukan gaya seperti itu eoh? Shireo!" Tolak Kyuhyun saat Sungmin benar-benar memberikan saran aneh untuknya. Jika Sungmin yang melakukan itu Kyuhyun pikir sangat pantas saja untuknya, tapi jika dirinya sendiri yang melakukannya?
"Ayolah. Ini menyenangkan?"
"Shireo! Shireo!"
Semakin Kyuhyun tolak, maka semakin gencar pula wanita itu mendekati Kyuhyun bahkan kini dengan entengnya wanita itu mulai merangkak keatas tubuh Kyuhyun yang perlahan mulai berbaring. "Kyunnie?"
GREP!
"Hentikan Noona!"
Dengan sekali hentakan, Kyuhyun pun segera bangkit dari posisi berbaringnya hingga Sungmin saat ini tengah terpangku olehnya kemudian menarik wanita itu untuk mendekat atau lebih tepatnya menempel kearah Kyuhyun.
Nampak jika wanita itu kini tengah menatapnya was-was karena Kyuhyun sudah memberikan seringai mematikan untuknya. "Kesabaranku sudah habis sekarang!"
"K-kyu?"
CHU~
"Hmppth!"
Ciuman itu pun terjadi dengan cepat bahkan Sungmin kini telah membulatkan matanya. Namun ciuman itu bukanlah ciuman yang kasar, hanya saja intensitas ciuman Kyuhyun yang terlalu besar hingga Sungmin sedikit sulit untuk mengimbanginya.
Namja itu pun memiringkan kepalanya secara bergantian untuk memberikan service yang nyaman bagi Sungmin, tak lupa dengan jemarinya yang sudah menyelusup kedalam sweater wanita tersebut kemudian dan menangkup dada Sungmin yang masih terbungkus bra sambil meremasnya pelan.
"Eungghhh…"
Wanita itu hanya bisa melenguh ketika Kyuhyun tak hanya meremas dadanya, namun sempat-sempatnya namja tersebut mengusap nipple Sungmin dengan jempol miliknya.
Merasa jika posisi mereka kini kurang pas, Kyuhyun pun membimbing tubuh Sungmin untuk bersandar pada sisi ranjang kemudian kedua tangannya pun ia gunakan untuk menyingkap sweater yang wanita itu kenakan.
Setelah sweater itu tersingkap diatas dada, ternyata wanita itu kini juga mengenakan sebuah kaos putih tebal karena saat ini udara memang sangat terasa dingin walaupun penghangat dari dalam kamar Sungmin menyala.
Dengan sabar, Kyuhyun pun akhirnya berhasil meloloskan kedua gundukkan kembar itu dari tempatnya hingga nampak jika nipple Sungmin sudah mengacung sempurna.
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun menghisap nipple yang sudah mengeras itu secara bergantian. Sungmin pun kini sibuk meremas kepala Kyuhyuns sambil mengangkangkan kakinya dan berharap jika namja itu akan berbuat lebih juga saat ini.
Lama Kyuhyun berada diatas gundukan itu dan banyak memberikan tanda disana hingga Sungmin yang sudah merasa tak tahan itu pun menarik wajah Kyuhyun kemudian menatapnya mata itu dengan tatapan menggoda.
"Buat milikku basah dan kita lakukan doggy style. Otte?" Ajak Sungmin sambil mendesah pelan tepat didepan wajah Kyuhyun hingga namja itu kembali menunjukkan seringainya.
"Sesuai permintaanmu, sayang~"
.
Setengah tubuh Sungmin kini sudah menelungkup diatas kasur, sedangkan butt-nya kini dalam posisi menungging dengan kaki yang bertumpu pada lutut.
Nampak jika wanita yang sudah dalam keadaan polos sama seperti Kyuhyun itu kini sibuk menggigit selimut miliknya saat Kyuhyun tengah memaju mundurkan jari-jari panjangnya didalam liang surga Sungmin.
"Eumhhh...eumh…" Desah Sungmin ketika jari-jari itu mulai berputar didalam miliknya sedangkan Kyuhyun saat ini sibuk mengecup punggung wanita itu dengan wajah memerah.
Merasa jika milik Sungmins sudah mulai berkedut, Kyuhyun pun mempercepat intensitas tusukannya hingga cairan Sungmin pun menyembur hingga membasahi seluruh jemari namja tersebut.
"A-aakkkhhhh…"
Cairan kental itu pun mengalir dari lubang Sungmin hingga menyusuri paha mulusnya. Merasa jika milik Sungmin sudah benar-benar basah, Kyuhyun pun bangkit dan perlahan mulai memasukkan miliknya hingga tertanam sempurna didalam sana.
"A-akh…aaakhh…"
Merasa jika Sungmin sudah merasa nyaman, ia pun mulai menggerakkan pinggulnya secara beraturan sambil meremas butt padat tersebut dan sesekali ikut mendesah seperti Sungmin.
"Noonahh.. Kau… eungghhh…masih saja sempitthhh…" Racau Kyuhyun sambil menyingkirkan rambut panjang yang menutupi wajah wanita tersebut namun Sungmin hanya meresponnya dengan senyuman walapun kini ia tengah menahan sakit sekaligus kenikmatannya.
"Akhh…akhh…"
"Kyuhh…."
"Noonah… Aku akan segera-…eungg-…sampai…"
"Aku juga-…aaakkkkkhhhh!"
Lenguhan panjang itu pun terdengar ketika mereka berdua kini sudah mencapai puncaknya. Kyuhyun pun memberikan sisa-sisa tumbukannya untuk Sungmin sedangkan wanita itu kini sibuk meremas dadanya sendiri untuk sekedar menyalurkan kepuasannya.
Setelah dirasa lelah, Kyuhyun pun perlahan melepaskan tautan mereka kemudian membalik tubuh Sungmin dan menggendong tubuh itu agar naik ketas ranjang.
Nampak jika wanita itu tengah memandangnya sendu namun tersirat akan kepuasan hingga Kyuhyun pun berniat untuk melakukannya lagi.
Dengan mengikuti nalurinya, ia pun mengangkat salah satu kaki Sungmin untuk bersandar diatas bahunya kemudian kembali menyatukan tubuh mereka hingga lenguhan-lenguhan erotis itu pun kembali terdengar.
Satu malam itu benar-benar mereka habiskan untuk bercinta hingga pukul 04.00 dini hari mereka memilih untuk menyudahinya. Tak terhitung berapa banyak sperma yang sudah Kyuhyun tanamkan kedalam ovum Sungmin hingga didalam hati mereka berharap jika salah satu sperma itu akan kembali membuahi ovum Sungmin didalam sana.
Sungmin yang saat ini sudah terlelap lebih dulu itu kini tengah menyembunyikan wajahnya diatas dada bidang Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun yang masih terjaga itu memilih untuk memasang selimut pada tubuh telanjang mereka. Bibirnya kini mengecup dahi Sungmin kemudian pipinya pun ia topangkan pada dahi Sungmin hingga gumaman lirih itu terdengar seiring dengan terpejamnya mata tersebut.
"Tidur yang nyenyak, calon istriku. Aku mencintaimu…"
=TBC=
Chapter 11 is update! XD
Chapter ini udah nyampe words 10k guyysss… bayangin aja betapa capeknya author buat ngetik dan anggap aja buat chap ini kalian lagi kayak nonton drama atau anggap author udah update 2 chap sekaligus XD
Huwaaaaaa! Sungguh jangan timvukin saya gara-gara ff ini lama banget baru update-nya! Maaf maaf! /BungkukinBadan1000x~
Bukan maksud saya buat ngelantarin ini ff, cuman saya bener-bener sibuk dan ide saya tiba-tiba ilang begitu aja T-T
Semoga chapter 11 ini enggak mengecewakan yak soalnya ada NC nya noh diatas XD
Kayaknya bentar lagi ff ini bakalan END deh. Tergantung moodnya si Author sih bakalan kapan END nya yang jelas nanti bakalan berakhir dengan HAPPY ENDING kok. Hihihihi
Untuk chap.12, semoga saya bisa update lebih cepat ya? Tapi kalo ngaret lagi ya harap dimaklumin. Saya janji kok bakalan berjuang untuk ff ini sampai akhir! Makasih banyak yang udah ngasi semangat buat Author #TjivokAtuatu~
See you next chap guyss~
Big thank's to :
Chapter.9 : laelikyumin
Chapter.10 : KyuMin EvilAegyo, she3nno, KimYeWook411, Park Heeni, abilhikmah, ismayminnieELF, Shengmin137, Cheonsa528, danabeth, Frostbee, SuniaSunKyu137, nova137, nurindaKyumin, kyuminkyukyu, ovallea, Harusuki Ginichi, hanna, Joyers, iisma22, lee hye byung, ikakyuminssm, Eka yoon, nanami, KikyWP16, Guest, kim nophi, orange girls, yuda aidenkyu
dan readers yang namanya lupa kesebut ^^
