The Thieves

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Shim Changmin

Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Lee Donghae

Lee Sungmin

Kim Kibum (Bryan Kim)

Choi Seunghyun, dll

Happy Reading

"apa yang kau lakukan disini kyu?" tanya changmin, namja tampan itu menghampiri kyuhyun yang berdiri di tepi balkon dengan kedua tangan yang memegang pagar pembatas balkon, namja manis itu kenatap keluar markas yang dipenuhi oleh ilalang tinggi, perlahan changmin menyampirkan jaketnya ke bahu kyuhyun, udara malam ini cukup dingin dan changmin cukup tau bahwa kyuhyun sangat tidak bersahabat dengan yang namanya udara dingin.

"hyung" respon kyuhyun, namja manis itu hanya menoleh sekilas ke arah changmin lalu kembali memandang kegelapan di depannya, sangat disayangkan malam ini mendung sehingga keadaan menjadi gelap gulita, tidak ada bintang, bahkan bulan bersembunyi di balik awan, sejauh mata memandang hanya tampak warna hitam pekat, kyuhyun menghela nafas keras, terlihat sekali bahwa namja manis itu sedang resah saat ini.

"ada apa? Apa ada yang mengganggu fikiranmu kyu?" tanya changmin, namja tinggi ini melihat jelas kegelisahan adik tirinya ini.

"tidak ada, hanya memikirkan misi kita" jawab kyuhyun, yahh kyuhyun tidak sepenuhnya berbohong dia memang sedang memikirkan misi mereka kali ini untuk mengungkap keberadaan para pemberontak itu, bagaimanapun ini misi yang berbahaya, walaupun mereka juga mendapat bala bantuan dari anggota baru mereka, hangeng, tetap saja kyuhyun merasa khawatir, lawan mereka kali ini bukanlah para mafia rendahan, polisi, petugas keamanan, bodyguard, melainkan kumpulan orang yang bahkan bisa membuat keadaan korea selatan menjadi mencekam saat itu, kyuhyun sangat khawatir kalau mungkin saja nanti ada diantara mereka yang terluka, kyuhyun sangat tidak ingin hal itu terjadi, walau dia sering nakal dan menjahili hyung – hyungnya kyuhyun sebenarnya sangat menyayangi mereka. Ahh selain itu ada hal lain yang mengganggu fikiran kyuhyun, siwon, yahh choi siwon, kekasihnya yang sangat dia cintai, kyuhyun begitu khawatir tentang hubungan mereka, terlebih karna statusnya sebagai anggota shadow, entah bagaimana reaksi siwon kalau namja tampan itu tau bahwa kyuhyun bukanlah namja biasa, melainkan salah satu play maker di shadow, buronan nomor satu di korea, entah bagaimana kalau semua ini terbongkar, kyuhyun punya banyak musuh, para mafia bahkan polisi, kyuhyun hanya takut mereka akan memanfaatkan hubungannya dan siwon lalu melukai namja tampan itu, kyuhyun bukan tidak mempercayai siwon, dia tau siwon namja yang sangat kuat, namun musuh kyuhyun juga bukan orang sembarangan.

Tiba – tiba changmin merengkuh badan yang lebih kecil darinya itu, mengusap rambut kyuhyun lembut, hal yang biasa dia lakukan untuk menenangkan kyuhyun yang sedang resah, dalam hati dia sedikit menyesal telah melibatkan kyuhyun dalam situasi seperti ini, harusnya dulu dia menolak permintaan kyuhyun yang memintanya agar diizinkan bergabung dengan shadow. "kau tenang saja, semua akan baik – baik saja, kau percaya pada hyung kan kyu, hyung tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun" ucap changmin lalu membawa kyuhyun ke pelukannya, yah demi tuhan changmin tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau kyuhyun sampai terluka, dia begitu menyayangi, ahh tidak lebih tepatnya mencintai namja manis yang berada dalam pelukannya ini, rasa cinta melebihi cinta kakak pada diknya.

"kyu percaya pada hyung" gumam kyuhyun

"bagus, itu baru kyunnieku, sekarang singkirkan wajah murungmu itu kau terlihat jelek, mana adik manisku" changmin mencubit pipi chubby kyuhyun

"ahh hyung hentikan" omel kyuhyun, diusapnya pipinya yang memerah karna perbuatan changmin

"merasa lebih baik?" tanya changmin

"ya, terima kasih hyung" ucap kyuhyun tulus, namja manis itu menghela nafas keras, pancaran matanya menajam, seolah – olah dia baru saja mendapat kekuatan baru, dia berjanji akan melakukan yang terbaik, sedikit saja terdapat kesalahan di rencananya, tentu akan membuat hyung –hyungnya berada dalam bahaya, ini seperti sebuah pertaruhan di meja judi, hanya ada dua pilihan, shadow yang menang atau musuh mereka yang memang, dan kyuhyun akan memastikan shadowlah yang akan memanangkan pertarungan ini.

"kurasa aku sudah siap menjalankan rencana pertama" ucap kyuhyun semangat

"that's my kyuhyun, lets go!" semangat changmin.

.

.

"kau dari mana saja changmin?" suara bernada datar itu menyapa namja kelewat tinggi yang baru saja menginjak kediamannnya setelah hampir dua minggu tidak pulang, changmin berbalik menatap sang appa yang memandanginya dari lantai dua kediaman shim.

"aku ada urusan appa" jawab changmin

"urusan apa?"

"kurasa appa tidak perlu tau" jawab changmin lalu namja tampan itu hendak kembali melangkah menuju kamarnya saat tiba – tiba saja suara berat sang ayah kembali terdengar.

"tidak bisakah kau menghentikannya changmin-ah" ucap namja paruh baya itu ambigu

"apa maksud appa?" tanya changmin bingung

"jangan kau kira karna selama ini appa diam saja appa tidak tau apapun, appa sangat tau apa yang kau, kyuhyun dan teman – temanmu lakukan selama ini"

Changmin terdiam, mencerna ucapan sang appa, namja tampan itu memasang ekspresi kaget, benarkah, bernahkah appanya tau apa yang dilakukannya ini, dan bahwa dia dan kyuhyun adalah anggota shadow.

"jangan memasang ekspresi shock seperti itu, kau lupa siapa appamu changmin, appa kau kira selama ini appa tidak pernah mengawasi setiap kegiatanmu dan kyuhyun" yahhh sejak awal dia memang telah mengetahui bahwa changmin dan kyuhyun adalah anggota shadow, dia memang sengaja membiarkannya selama dia merasa ini masih dalam batas aman, tapi sepertinya sekarang keadaan semakin buruk, dan dia harus menghentikan anak – anaknya sebelum mereka celaka.

"sekarang berhentilah bermain – main changmin, apa sebenarnya yang kau cari?, kesenangan, atau uang, appa akan memberikan semuanya, tapi appa mohon berhentilah, appa hanya tidak ingin melihat kalian terluka, sekali ini saja turuti perintah appa min" tambahnya lagi dengan nada memohon, ini pertama kalian seorang tuan besar shim memohon, bahkan di depan putranya sendiri.

"mian appa" sesal changmin

"apa maksudmu, kau masih tidak mau berhenti juga walaupun situasinya sudah seperti ini!" marah tuan shim

"aku mengerti kekhawatiranmu appa, tapi aku tidak bisa menghianati teman – temanku" lirih changmin

"fikirkan keselamatanmu changmin, dan juga kyuhyun bukankah kau paling tidak mau dia terluka" ucap tuan shim, dia sengaja menyebut nama kyuhyun karna memang kyuhyunlah kelemahan changmin, terlihat ekspresi changmin yang mulai ragu.

"appa akan membantu kalian pergi jauh dari sini, ke luar negeri, kita akan memulai hidup baru disana, appa bisa pastikan tidak ada yang tau kalian adalah anggota shadow" tambah tuan shim.

Changmin semakin ragu, yahh walau bagaimanapun dia tau ini sangat beresiko, sebenarnya dia juga sangat takut, takut anggotanya terluka, terutama kyuhyun, tapi dia mengingat kembali bagaimana perjuangan mereka selama ini, seluruh anggotanya bahkan mulai mempersiapkan untuk misi mereka selanjutnya, semuanya berkerja keras dan dia tidak mungkin menghentikan mereka.

"maaf appa, tapi kalau kami berhenti disini mungkin kami akan selamat, tapi hal yang lebih buruk akan terjadi, mungkin akan lebih banyak lagi orang yang terluka" yahh kalau changmin berhenti disini para pemberontak itu akan lebih leluasa menjalankan misi balas dendam mereka. Setelah mengatakan itu changmin meninggalkan sang appa menuju kamarnya.

.

.

Siwon memeriksa berkas di depannya, berkas lengkap tentang kim kibum, atau yang lebih dikenal dengan bryan kim, seluruh riwayat hidup kim kibum tercetak jelas dalam berlembar – lembar kertas itu, tentang pendidikannya, karirnya, keluarganya, catatan sipilnya. Semuanya tampak biasa, kibum sekolah di sekolah terbaik di amerika, memasuki akademi kepolisian di usianya yang masih muda dengan prestasi cemerlang, catatan kejahatannya begitu bersih, benar – benar tidak ada cacat sedikitpun, tapi satu yang membuat siwon begitu bingung, tentang latar belakang namja berwajah datar itu, data itu begitu lengkap, dari usia, keahlian, tempat tinggal kibum, namun tidak ada catatan yang jelas tentang latar belakang kim kibum, orang tuanya, keluarganya, disana tidak tertulis nama orang tua kim kibum, yang ada hanya nama walinya dari sebuah panti asuhan yang ditinggalinya sampai usia tiga belas tahun, inilah yang baru siwon ketahui bahwa kim kibum di besarkan di panti asuhan, tapi keterangan bagaimana kibum bisa berada di panti asuhan itu sama sekali tidak ada.

Siwon membuka lembar berikutnya, berkas adopsi kim kibum, disana tertulis bahwa kim kibum diadopsi oleh seorang warga amerika di usia tiga belas tahun, tapi tidak ada keterangan lengkap tentang si pengadopsi, hanya sebuah foto orang berdarah eropa.

Siwon meraih telpon di dalam ruangannya, menekan angka satu yang langsung terhubung dengan bawahannya, "aku ingin kau mencari informasi tentang orang yang mengadopsi kibum, aku ingin berkas itu berada di mejaku seepatnya" ucap siwon tegas.

Siwon memijat pelipisnya pelan, kepalanya berdenyut nyeri, semua masalah ini benar – benar membuatnya pusing, dia bahkan tidak tidur selama dua hari ini, terlebih masyarakat semakin menekan pihak kepolisian.

Siwon meraih smartphonenya, mencoba menghubungi namja yang dua hari ini menghilang tanpa kabar, kyuhyun, kekasihnya selama dua hari ini sama sekali tidak bisa dihubungi, nomornya tidak aktif, siwon bahkan sampai mengirim anak buahnya ke apartemen namja manis itu untuk melihat keadaan kyuhyun namun anak buahnya mengatakan bahkan kyuhyun tidak pulang, tentu saja siwon khawatir, kalau bisa dia akan berlari kesana, dan mencari kyuhyun, memastikan namja manis itu baik – baik saja, namun kondisi saat ini tidak memungkinkan. Siwon sangat takut kalau penyamarannya terbongkar sebagai anggota kepolisian, dia takut musuhnya memanfaatkan hubungannya dengan kyuhyun untuk menyerangnya, siwon sadar kyuhyun adalah kelemahan terbesarnya, dia akan membunuh dirinya sendiri kalau terjadi sesuatu yang buruk pada kekasihnya itu.

"semoga kau baik – baik saja baby" gumam siwon sambil menggenggam kalung yang dipakainya, kalung yang sama dengan yang dipakai kyuhyun.

"ada yang harus kupastikan" gumam siwon, selanjutnya namja tampan itu menyambar kunci mobilnya yang tergeletak dia atas meja lalu meninggalkan ruangannya itu.

.

.

TING TONG

Siwon membunyikan bel pintu apartemen bernomor 13 itu, lama menunggu tidak terdengar sahutan dari dalam, sampai akhirnya pintu itu terbuka, menampilkan wajah datar seorang kim kibum, bawahan siwon itu tampak santai dengan kaos putih yang dipakainya dan celana pendek hitam. Siwon dapat melihat sedikit ekspresi kaget saat kibum melihatnya, namun ekspresi itu dengan cepat terganti dengan ekspresi datarnya yang biasa.

"boleh aku masuk?" tanya siwon saat melihat kibum tidak juga mempersilahkannya masuk, mungkin kibum masih syok karna partnernya itu tiba – tiba saja datang, tanpa pemberitahuan dan itu sangatlah aneh.

"silahkan" jawab kibum singkat sambil memberi jalan pada siwon.

"kau tampak kaget, apa tidak pernah ada yang bertamu ke apartemenmu sebelumnya?" tanya siwon, sebenarnya namja itu hanya bermaksud basa – basi saja, jujur saja sangat sulit menghadapi namja sedatar kibum.

"ya" jawab kibum

"hahh?!" kaget siwon, sebenarnya dia tidak heran kibum terlalu tertutup dan pendiam, terkesan datar dan mengerikan, siapa juga yang akan mau mendekatnya kalau namja datar itu selalu menatap orang seolah orang – orang itu adalah musuh.

Kibum memberi gesture pada siwon, mempersilahkan namja itu duduk di sofa hitam yang ada di ruang tengah apartemen kibum.

"apartemenmu bagus" komen siwon setelah mendudukkan diri di sofa, namja tampan itu melihat –lihat apartemen kibum, apartemen itu cukum mewah, dilihat dari lokasinya yang strategis bisa dipastikan harganya cukup tinggi, sangat rapi untuk ukuran apartemen yang ditinggali namja, dari situ siwon bisa melihat kalau kibum orang yang menggilai kebersihan, selain itu desain apartemen ini juga cukup simple dan hanya didominasi warna putih dan hitam, benar – benar khas kim kibum.

"ada apa kau kemari siwon-ssi, dan bagaimana kau tau apartemenku?" tanya kibum to the point

"santailah sedikit, aku hanya sedang mencari udara segar dan sedang membutuhkan teman bicara, kau pasti tau masalah yang menimpa kita akhir – akhir ini, dan kurasa kau pilihan yang tepat, bagaimanapun kita adalah partner. Mengenai apartemenmu, maaf aku lancang, aku mencarinya di data pegawai" bohong siwon, hanya alasan itu lah yang terfikir di otakknya, mana mungkin dia membutuhkan kibum yang irit bicara menjadi teman bicaranya, siwon kemari karna ingin menyelidi tentang kibum.

"ahh aku haus sekali, apa aku bisa minta minum kibum-ssi?" pinta siwon sambil tangan kanannya memegang tenggorokan, memasang mimik benar – benar kehausan.

Kibum hendak beranjak sebelum siwon menghentikannya, "ada apa?" tanyanya

"apa kau punya kopi arabika?" tanya siwon

"tidak ada"

"ahh sayang sekali, aku sedang sangat ingin meminumnya"

"ada kopi biasa" ucap kibum

"perutku akan sakit kalau meminum kopi biasa" ucap siwon

"tunggu sebentar, aku akan membelinya dibawah, ck merepotkan" gumam kibum

"maaf merepotkanmu kibum-ssi" ucap siwon sama sekali tidak merasa bersalah karna merepotkan sang tuan rumah. Begitu kibum keluar siwon langsung beranjak dari tempat duduknya, namja tampan itu menyusuri apartemen kibum, dari ruang tamu, dapur, dan akhirnya sampai di kamar namja datar tersebut.

Sama seperti ruangan lainnya di apartemen itu, kamar kibum juga didominasi warna hitam dan putih, juga sangat rapi, tidak ada banyak barang disana, hanya sebuah ranjang king size berseprai putih motif hitam, meja nakas yang diatasnya terdapat komputer, dan juga lemari berisi buku.

"dari kondisi apartemen dan kamarnya bisa dipastikan dia orang yang sangat perfeksionis dan otoriter" gumam siwon, namja tampan itu mulai menganalisis sifat kibum dari penataan kamarnya, ini adalah salah satu keahlian siwon.

"tidak ada banyak barang, menandakan dia orang yang cukup simple dan tidak suka keramaian, barang – barangnya berkelas menandakan kibum selalu memperhatikan penampilan luarnya, ahh satu hal lagi akan membuktkan analisisku ini benar" setelah mengatakan itu siwon menggeser sebuah pintu geser yang ternyata adalah sebuah lemari besar, sesuai dugaannya, keadaan lemari itu sangat berbeda dengan keadaan ruangan yang sangat rapi, lemari itu tidak terlalu rapi, pakaiannya tersusun tidak beraturan, tidak di sesuaikan bentuk dan warnanya, itu membuktikan kibum orang yang sangat memperhatikan penampilan yang terlihat namun tidak terlalu memperdulikan yang tersembunyi.

"perfeksionis, otoriter, simple, pendiam, tidak suka keramaian, idealis, sangat tegas dan keras" itulah yang bisa siwon simpulkan setelah melihat apartemen dan kamar kibum.

"melihat dari sifatnya, aku cukup heran dia menerima pekerjaan sebagai partnerku, dia bukan orang yang tepat untuk berkerja dalam kelompok terlebih menjadi bawahan" heran siwon.

Siwon melihat kedalam lemari, lebih tepatnya ke arah tumpukan kertas yang terihat cukup lama dari warnanya yang menguning, sepertinya itu kumpulan kliping koran lama, siwon mengambilnya, melihatnya satu persatu, dahinya berkerut, benar itu adalah koran lama, namun yang membuatnya heran untuk apa kibum mengumpulkan berita tentang pemberontakan tentara sembilan tahun yang lalu?. Siwon mengambil smartphonenya lalu memotret kumpulan kliping itu mungkin bisa menjadi petunjuk, kibum benar – benar sosok yang misterius.

Siwon mengembalikan barang – barang itu ketempatnya, orang seperti kibum pasti akan sadar kalo ada barang yang tidak pada tempatnya. Setelah memeriksa sekali lagi siwon kembali ke ruang tengah, duduk dengan tenang sambil menunggu kibum, seolah – olah tidak melakukan apapun.

"kopimu" ucap kibum begitu namja tampan itu kembali, diletakkannya kopi kalengan itu di meja tepat di depan siwon.

"terima kasih, maaf merepotkanmu" siwon tersenyum, namun namja tampan itu tetap berusaha membaca ekspresi kibum, tidak ada apa – apa disana, datar.

"jadi apa yang ini kau bicarakan?" tanya kibum

"masalah kematian ketua jang, apa kau punya gambarang siapa pelakunya?" tanya siwon

"bukankah sudah jelas, siapa lagi kalau bukan shadow"

"tidakkah kau merasa aneh, selama empat tahun ini mereka hanya mencuri, tidak pernah membunuh, apalagi menyandra satu sekolah" pancing siwon

"tidak ada yang aneh, penjahat tetap penjahat, semua bisa mereka lakukan saat terdesak" jawab kibum

"yahh kau benar" sahut siwon sambil menerawang, "hahh sepertinya aku harus pergi, aku lupa harus memeriksa beberapa laporan di kantor, terima kasih atas kopinya kibum-ssi, dan maaf sudah merepotkanmu" pamit siwon

Kibum hanya mengangguk lalu mengantarkan siwon ke depan pintu, setelah memastikan namja tampan itu sudah tidak terlihat kibum menyeringai, wajahnya yang tanpa ekspresi semakin membuatnya mengerikan, "pabo" gumamnya dengan nada dinginnya.

.

.

Enam orang namja tampak bersiap di dalam sebuah van hitam yang terparkir tidak jauh dari sebuah gedung berlantai 26. Keenam namja yang adalah anggota shadow itu tampak sedang mengamati keadaan gedung tersebut.

"jam sembilan tepat, it's show time" ucap kyuhyun sambil melirik jam tangan hitam yang dipakainya.

"baiklah, bergeraklah sesuai dengan rencana, pastikan kalian terhubung satu sama lain" ucap changmin, kelima namja lainnya langsung mengecek earphone yang terpasang di telinga masing – masing.

"Cek" tes mereka satu – persatu, "semua aman" lapor kyuhyun

"baguslah" sahut changmin, "hae hyung, hyuk hyung bersiaplah" ucap changmin

Mendengar perintah sang ketua, kedua namja hiperaktif itu mulai meregangkan badan mereka, keduanya tampak semangat setelah berapa lama tidak beraksi.

"saatnya kita tunjukan kemampuan acting kita" ucap eunhyuk

"jangan main – main hyung, keberhasilan kita tergantung padamu" ucap changmin

"kau tenang saja, kajja" ajak eunhyuk, namja bergummy smile itu langsung menarik donghae keluar van, sedangkan keempat namja lainnya memperhatikan eunhae dari dalam van.

Eunhyuk dan donghae melangkahkan kakinya dengan percaya diri mendekati gedung megah tersebut, gedung KBS atau Korean Broadcasting System merupakan gedung tempat jaringan penyiaran terbesar di korea selatan, dan gedung inilah yang sedang dituju eunhae, lalu apa yang akan mereka lakukan disini? Kita akan lihat sebentar lagi.

'bagus, kalian harus lebih dekat' suara changmin terdengar dari earphone yang di pakai eunhae.

'ikuti sesuai rencana, langkah pertama, alihkan perhatian' suara changmin kembali terdengar, mendengar ucapan changmin kedua namja yang terkenal sebagai dancer terkenal itu memulai aksi mereka.

Donghae yang tadinya memasang wajah santai mulai memasang ekspresi serius, wajah yang biasanya terlihat kekanakan itu kini mengeras. Dengan mudah eunhae melewati pemeriksaan, reputasi mereka sebagai dancer terkenal tentu saja memudahkan mereka lolos dari pemeriksaan, untuk itulah kyuhyun menempatkan donghae dan eunhyuk sebagai pengalih perhatian.

Begitu memasuki gedung, eunhae melihat keadaan sekitar, melaporkan keadaan pada changmin, suasana masih sangat ramai karna ini adalah jam – jamnya sibuk terutama bagian berita, karna itu masih banyak pegawai yang hilir mudik.

"kau siap?" bisik eunhyuk

"tentu sayang" donghae berkedip nakal, namun dalam sedetik namja tampan itu kembali merubah ekspresinya, begitupun dengan eunhyuk. Dengan tiba – tiba donghae mendorong eunhyuk, sebenarnya tidak terlalu kuat, namun eunhyuk sengaja menjatuhkan dirinya.

"APA MAUMU LEE HYUKJAE?!" teriak donghae keras

"SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA PADAMU?!" teriak eunhyuk tidak kalah keras, teriakan kedua namja itu tentu saja mengundang banyak perhatian, bahkan orang – orang yang tadinya berhilir mudik, menghentikan langkah mereka dan menghampiri eunhae yang terlihat seperti akan saling membunuh.

"SIALAN! Jangan sok tampan ya, kau fikir kau tampan apa, hanya karna banyak yang memujimu kau besar kepala?!" bentak eunhyuk, namja bergummy smile itu menarik kerah donghae

"kau baru tau aku tampan, kau sendiri hanya karna banyak yang memuji kemampuan dancemu kau jadi sombong!" donghae tidak mau kalah

"SIALAN!" umpat eunhyuk, namja yang sering dipanggil monkey itu langsung menerjang donghae, keduanya lalu terlibat dalam perkelahian, orang – orang kini mengerubungi mereka, bahkan beberapa orang yang tadinya berada di dalam ruangan mulai keluar karna mendengar keributan, kedua pertugas keamanan yang berjaga di depan pintu pun mulai mendekati keduanya, untuk bermaksud memisahkan.

"bagus" ucap changmin yang sejak tadi mengamati keadaan dengan teropong ditangannya, "kyu, heechul hyung, giliran kalian" ucap changmin

Kyuhyun memakai kacamatanya begitupun heechul, tampilan mereka kini sudah seperti seorang wartawan, dengan setelan kemeja dan celana bahan, ahh tidak lupa id card yang dikalungkan di leher mereka, kyuhyun juga membawa tas jinjing yang berisi laptop.

"Langkah kedua, membaur bersama masa lalu menyusup kedalam, jangan sampai terlihat" gumam changmin, matanya mengikuti kyuhyun yang mulai mendekati gedung KBS, tanpa kesulitan namja manis itu melewati pintu masuk yang sudah tidak terjaga karna keributan yang dibuat eunhae.

'kami sudah masuk' lapor kyuhyun

'bagus, selanjutnya kuserahkan padamu' balas changmin, "sungmin hyung, kau sudah siap? Sebentar lagi giliran kita" ucap changmin

"tentu, sudah lama aku menunggu untuk ini" sahut sungmin

Kedua namja yang sudah bersiap dengan pakaian serba hitam itu keluar dari van, changmin tampak memakai tas ransel hitam dipunggungnya, sedangkan sungmin bersiap di sampingnya dengan pistol yang berisi peluru bius, yahh berbeda dengan eunhae dan juga heechul dan kyuhyun yang masuk melalui jalur depan, kedua namja yang ahli bela diri ini masuk melalui jalur belakang, biasanya akan ada dua sampai tiga petugas keamanan yang tersebar di pintu belakang karna itu sungmin membawa peluru bius.

.

.

Kyuhyun dan heechul menyusuri gedung KBS, sesekali berpapasan dengan para pegawai namun sepertinya tidak ada yang mencurigai mereka, penyamaran keduanya cukup meyakinkan.

"sialan ternyata masih sangat ramai" gumam heechul

"tentu saja, ini jam sibuk hyung" balas kyuhyun

"lalu menurutmu apa yang harus kita lakukan untuk mengusir mereka semua?, keributan duo hiperaktif dibawah tidak cukup untuk mengalihkan perhatian mereka"

"menurut hyung bagaimana cara mengumpulkan orang secara cepat?" tanya kyuhyun balik

"ohh ayolah kyu aku tidak suka berfikir keras, yang kutau dengan kamera orang akan cepat berkumpul" jawab hechul malas

"tidak semua orang narsis sepertimu hyung" cibir kyuhyun, "kau lihat itu hyung" kyuhyun menunjuk sebuah kotak kaca besar berisi tombol merah besar bertuliskan emergency. "apa hyung mengerti yang kumaksud?" tanya kyuhyun

Heechul terdiam lalu menyeringai, sepertinya dia tau apa yang akan dilakukan kyuhyun. Keduanya lalu mendekati kotak itu, letaknya cukup strategis, di lorong yang banyak di lalui pegawai di lantai lima.

"dilihat dari ketebalannya, kaca ini cukup kuat" ucap kyuhyun sambil mengamati kotak itu, sebenarnya kotak itu bisa saja dibuka kalau mereka memiliki kunci aksesnya.

"lama, kita buka paksa saja" ucap heechul tidak sabar, "alihkan perhatian" perintah heechul.

Kyuhyun sebenarnya kesal namun namja manis itu tetap melaksanakannya juga, kyuhyun berjalan menjauhi heechul, tepat di ujung koridor, namja itu memulai aksinya dengan memasang ekspresi sakit sambil memegang perutnya, "argghhh" rintihnya, yang tentu saja pura – pura. Orang – orang yang berlalu lalang mulai memperhatikan kyuhyun dan menghampirinya.

"ya, neo gwenchana?" tanya salah satu orang

"ar-erghhh t-tolong" erang kyuhyun semakin kuat

"hei ada apa, kalian! Tolong!, ada yang kesakitan disini" panik namja itu, sambil berusaha memegang kyuhyun, orang – orang mulai mengerumuni kyuhyun, beberapa bahkan berusaha menghubungi ambulan.

Heechul tersenyum sinis melihat aksi kyuhyun, "ck, ternyata dia jago acting juga" gumamnya. Heechul kembali fokus pada tugasnya, ditatapnya kotak kaca di depannya, hemm kalau dia memecahkan kotaknya langsung tentu saja suaranya akan menarik perhatian. heechul mengambil yang secara kebetulan ditemukannya di pojok ruangan, mungkin itu milik petugas kebersihan, ahh masa bodoh dia hanya meminjamnya sebentar.

Dipasangkan kain itu ditangannya, dililit sampai tangannya terlindungi oleh kain, setelah itu heechul menarik nafas sejenak lalu menghantamkan tinjunya sekuat tenaga ke kotak kaca tersebut, kotak kaca itu langsung pecah, saat – saat seperti ini baru terlihat kemampuan heechul yang sebenarnya, tentunya pengalamannya sebagai anggota militer membuatnya memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Heechul melirik kanan kiri, beruntung tidak ada yang menyadari perbuatannya, setelahnya dengan enteng heechul menekan tombol merah yang tak lagi terlindungi.

Alarm tanda bahaya langsung berbunyi di seluruh lantai, orang – orang terlihat panik, banyak yang berspekulasi kalau ada kebakaran atau bencana alam. Pegawai mulai berlarian dengan panik, sesuai prosedur keselamatan apabila alarm dibunyikan mereka harus segera keluar dari gedung.

"sepertinya rencanamu berhasil" ucap heechul setelah namja cantik itu berada di samping kyuhyun.

"tentu saja, semuanya sudah kufikirkan hyung" jawab kyuhyun enteng, orang – orang yang mengelilinginya tadi pun sudah meninggalkannya untuk keluar gedung, jadi dia tidak perlu berakting lagi.

"kajja, waktu kita tidak banyak, cari ruang kontrol" ucap heechul, yahh waktu mereka memang tidak banyak, cepat atau lambat alarm palsu ini akan diketahui, pihak keamanan juga pasti sudah disebar ke beberapa lantai untuk mengetahui apa penyebab alarm darurat itu dibunyikan.

.

.

Setelah berputar – putar selama hampir lima belas menit akhirnya kyuhyun dan heechul menemukan kontrol room, ruangan itu berada di lantai sebelas, bukan hal yang mudah menemukan ruangan ini walaupun kyuhyun sudah memiliki peta lengkap gedung berlantai 26 itu, di perjalanan mereka harus melumpuhkan beberapa petugas keamanan yang cukup sial karna bertemu mereka. Tapi tenang saja dalam hitungan menit heechul sudah membuat mereka tidak sadarkan diri.

"hyung tanyakan pada hae hyung, ada berapa petugas keamanan yang terlihat diluar" perintah kyuhyun, namja manis itu tampak fokus dengan laptopnya dan komputer yang berada di ruang kontrol.

'hae, berapa petugas keamanan yang ada dibawah?' tanya heechul melalui earphonenya

Selama beberapa saat tidak ada jawaban dari donghae, hanya suara berisik kerumunan orang diluar gedung KBS.

'ada delapan hyung' jawab donghae

"lima kyu" lapor heechul

"lima, berarti ada sepuluh petugas yang berkeliaran di dalam gedung, empat sudah kita lumpuhkan, tersisa enam" gumam kyuhyun, namja manis itu terfokus pada layar di depannya, gambaran dari sisi tv yang tersebar di seluruh gedung, mencari keberadaan petugas keamanan yang lain, "1 dilantai 1, 2 dilantai 8, 1 dilantai 20, 1di lantai 10, aku tidak bisa menemukan satu lagi hyung"

"apa yang kalian lakukan disini?!" bentak seseorang dari arah pintu

"kurasa kau sudah menemukannya kyu" ucap heechul sambil menatap petugas keamanan yang sekarang sedang mengarahkan pistolnya ke arah mereka.

"Letakkan tangan kalian di kepala, atau aku akan menembak kalian!" ancam si petugas keamanan itu lagi. Petugas itu sudah hendak mengambil walkie talkie yang tersampir di pinggangnya bermaksud menghubungi rekannya, saat tiba – tiba saja dia merasakan seperti sebuah gigitan semut di lehernya, setelahnya pandangannya mulai mengabur dan beberapa detik kemudian tubuh kekar itu tergolek lemah di lantai.

"saat yang tepat" ucap heechul sambil tersenyum ke arah changmin dan sungmin yang berdiri di belakang tubuh yang sudah tergolek di lantai itu.

"hyung sudah memasang pemancarnya?" tanya kyuhyun pada changmin

"sudah, semua sesuai dengan instruksimu" jawab changmin, namja tinggi ini memang bertugas untuk memasangkan sebuah alat buatan kyuhyun ke menara sinyal yang biasa ada di seluruh stasiun tv, alat itu digunakan untuk memancarkan sinya ke laptop yang dibawa kyuhyun.

"baguslah, sekarang saatnya aku berkerja" kyuhyun mengambil sebuah permen lolipop stroberi dari sakunya, memasukkannya ke mulutnya, lalu namja itu fokus pada layar laptop di depannya, sedangkan tangannya menari indah di atas keyboard, tiga namja lainnya hanya berdiam sambil memperhatikan kyuhyun, membiarkan namja manis itu berkerja di bidang keahliannya.

"masukkan kodenya, oke" pekik kyuhyun senang, "sekarang tidak akan ada yang bisa memasuki gedung ini, seluruh kendalinya ada padaku" girangnya, kyuhyun memang mengambil alih seluruh sistem keamanan gedung, mengunci seluruh pintu, sehingga hanya dia yang bisa mengaksesnya.

"kita punya waktu, 20 menit sebelum polisi datang, kurasa tidak lama lagi mereka akan sadar kalau ini adalah sabotase dan mereka akan melapor polisi" ucap kyuhyun, namja manis ini menutup kembali laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas.

"20 menit, itu cukup, beritahu eunhae untuk segera bergabung dengan kita" sahut changmin

"tenang, aku sudah mengarahkan mereka ke pintu belakang yang cukup aman"

"kerja bagus kyuhyun" puji changmin

.

.

"ini dia ruang broadcast" kyuhyun menunjuk sebuah pintu yang tertulis studio 1, pintu berkaca gelap itu dalam keadaan tertutup. Kelima namja di belakangnya mengikuti langkah kyuhyun saat namja manis itu masuk, donghae dan eunhyuk memang sudah bergabung dengan mereka, keduanya berhasil lolos dari pengawasan petugas keamanan diluar dan masuk melalui jalan yang ditunjukkan kyuhyun.

"hahh tak kusangka pertama kalinya masuk tv, aku tidak bisa menunjukkan wajah cantikku" gerutu heechul, namja cantik itu memakai masker hitam di wajahnya untuk menutupi sebagian wajahnya. Anggota yang lain hanya melirik heechul sekilas sambil memakai masker mereka, anggota shadow memang sudah terbiasa dengan tingkah nyentrik desainer ternama itu.

"kyu apa sudah siap?" tanya changmin pada kyuhyun yang lagi – lagi sibuk dengan laptopnya

"tiga persen lagi, ok done" ucap kyuhyun saat laptop didepannya menunjukkan acces 100%.

Setelah memastikan semuanya selesai kyuhyun ikut bergabung dengan hyung – hyungnya, keenam namja itu sudah berdiri di depan sebuah kamera yang berada dalam kondisi merekam.

Lagu fool moon milik menjadi latar music keenam namja itu saat changmin maju selangkah mendekati kamera, namja pemilik tinggi badan berlebih itu tampak santai walaupun dia sadar kini wajahnya muncul di seluruh stasiun TV Korea, shadow memang mensabotase KBS, namun dengan kemampuan kyuhyun namja manis itu bisa membuat rekaman yang mereka buat tampil di seluruh stasiun TV korea secara live, bahkan mungkin sekarang seluruh warga sedang kebingungan karna baik di rumah penduduk, perkantoran, rumah sakit, layar besar di pusat kota, semuanya menampilkan gambar keenam namja berpakaian hitan dengan penutup wajah juga berwarna hitam dengan latar music Fool Moon yang mengalun di seluruh kota.

"sudah lama tidak bertemu, perkenalkan kami shadow" ucap changmin, namja tampan itu tentu sadar mungkin saja saat ini seluruh kota tengah gempar karna kemunculan buronan nomor satu korea.

"kalian pasti bingung kenapa kami muncul dengan cara seperti ini, aku hanya ingin mengatakan bahwa kami bukan pembunuh, kami memang pencuri tapi kami bukan manusia rendahan yang tega menghabisi nyawa seseorang" kali ini suara changmin terdengar tegas. "kalau kalian ingin mengetahui siapa pelaku yang sebenarnya, bukalah mata kalian lebar – lebar, musuk kalian bukanlah kami, tapi orang – orang yang mengusik ketenangan korea di masa lalu" tambahnya lagi.

"aku tau kalian tidak akan mudah percaya, dan kalian juga pasti masih penasaran siapa kami bukan?" kali ini terdengar nada candaan di suara changmin.

"kalau begitu baiklah, bagaimana kalau kita bermain permainan yang menyenangkan?, hemm kuanggap kalian setuju". Changmin terdiam sebentar, "kami akan memberi petunjuk tentang misi kami selanjutnya, kami akan mencuri harta berharga milik negara ini, dan cobalah tangkap kami kalau kalian bisa, sampai jumpa lagi" pamitnya, namja tampan itu melambaikan tangannya di depan kamera lalu Beztttt, seolah – olat tidak terjadi apa – apa seluruh stasiun TV kembali menayangkan acara sebelum video dari shadow itu muncul, namun sepertinya sekarang tidak ada lagi yang peduli dengan hal itu, mereka lebih memikirkan kemunculan shadow untuk pertama kalinya di muka umum.

.

.

Ditempat lain, tepatnya di markas kim min joong, namja paruh baya itu tampak sedang bersantai di ruangannya, sesekali disesapnya cairan berwarna putih dari gelas kristalnya.

"tuan!" tiba – tiba saja salah satu anak buahnya memasuki ruangannya dengan tergesa – gesa.

"ada apa?! Kau mengganggu waktu santaiku" kesal min joong

"anda harus melihat ini tuan" tanpa menghiraukan kekesalan tuannya, namja itu meraih remot televisi layar datar di ruangan tersebut.

Begitu televisi itu menyala, min joong berdiri dari duduknya, namja paruh baya itu menatap keenam namja yang ada di layar televisi, wajah mereka memang tertutup tapi min joong tau jelas siapa mereka, terlebih salah satu dari namja itu juga mengatakan identitas mereka.

Min joong merebut remot yang masih di genggam oleh anak buahnya, namja paruhbaya itu berusaha mengganti chanel televisi di depannya namun semuanya hanya menampilkan keenam namja itu, akhirnya min joong menyerah, dia memperhatikan tiap kata yang diucapkan oleh namja tinggi di dalam televisi tersebut, seringaian mengerikan muncul di wajahnya yang mulai keriput.

"mereka benar – bener bodoh, bagaimana bisa mereka muncul seperti itu" ucap anak buah min joong

"tidak" bantah min joong, matanya tetap fokus pada layar televisi. "mereka sangat pintar, mereka mengajak kita bermain – main" lanjutnya

"apa maksud anda tuan, bukankah pesan itu untuk pihak kepolisian?"

"tidak, itu untuk kita, sepertinya mereka sudah tau keberadaan kita"

"lalu apa yang harus kita lakukan?"

"tentu saja kita harus menemani mereka bermain" jawab min joong mantap

"tapi aku masih tak mengerti, apa yang akan mereka curi, dan dimana?"

"ini teka – teki mudah, harta berharga milik negara, pasti berhubungan dengan terbentuknya negara ini, apa kau tau awal negara korea?" tanya min joong

"kerajaan"

"benar, kejayaan pada jaman joseon, dan apa kau tau apa harta paling berharga pada jaman itu?" tanya min joong lagi

"mahkota raja" jawab anak buah min jong itu masih sedikit bingung

"benar"

"maksud anda mereka akan mencuri di museum nasional?"

"tidak"

"bukankah mahkota raja berada di museum nasional?"

"mungkin untuk orang awam pasti menganggap seperti itu, tapi bagi kelompok seperti shadow dan juga aku yang sudah terbiasa melihat barang berharga, dalam sekali lihat saja bisa tau kalau mahkota di museum nasional itu hanya duplikatnya, mungkin mereka melakukan ini untuk mengecoh polisi, tujuan utama mereka adalah kita" jelas min joong

"lalu bagaimana dengan waktunya tuan?"

"kau fikir lagu yang mereka putar tidak ada maksudnya, fool moon, artinya gerhana bulan, itu berarti tidak lebih dari seminggu lagi" jawab min joong lagi lalu namja itu tertawa, siapapun yang mendengarnya pasti akan merinding, namja paruh baya itu sudah benar – benar tidak sabar "bermain" dengan bocah – bocah itu.

"bagaimana kalau kita buat permainan ini lebih menarik?" tanya min joong semangat

TBC

Yayyyy akhirnya selesai juga chap ini, maaf untuk keterlambatannya, semoga chap ini memuaskan, maaf kalau masih banyak typo yang bersebaran dan ceritanya makin ngawur hehehe. Saya juga mau mengucapkan banyak terimakasih untuk yang sudah mengikuti cerita ini dari awal, dan juga untuk seluruh review kalian, #peluksatu-satu.

Udah dehh gini aja cuap – cuapnya, sampai jumpa lagi di chap selanjutnya #pai-pai ...