Chapter 11

.

Aku senang.. Bahkan sangat senang dia adalah Kris yang aku kenal.

.

Esok Harinya, 01:00 PM KST

"Kyaaa! lihatlah namja itu! dia tampan sekali!"

"dia juga sangat keren!"

"astaga.. aku ingin jadi pacarnya!"

Tao menutup telingannya saat mendengar suara jeritan layaknya fangirl yang mengganggu pendengarannya. "Ya ampun, bisakah siangku lebih tenang" gumam Tao sambil menaruh kepalanya dimejanya, mengabaikan buku sejarah yang terbuka menampakkan materi pembelajaran. Bagaiamana ia bisa belajar jika suara berisik, itu menganggu!.

Tao melirik Kris didepannya yang masih sibuk memperhatikannya, ia nampak tenang walau ada suara mengganggu -menurut Tao- itu. 'Aku pikir kami berubah menjadi daya tarik wisata orang-orang' batin Tao kesal sambil terus melirik tajam Kris.

"sepertinya, adanya kau disini menggangu saja Kris" gumam Tao, namun Kris dapat mendengarnya. "apa maksudmu? aku bahkan tidak menganggu mu" Kris membela diri, ia tidak melakukan sesuatu yang membuat namja cantik didepannya ini terganggu.

Tao menghela napas pelan mencoba mengabaikan suara teriakan dari orang-orang yang berkumpul didepan kelasnya hanya untuk melihat Kris. Hell, apanya yang keren dari namja dingin bersurai pirang ini, Tao bahkan lebih keren dan tampan dari Kris.

Tangan lentik Tao mulai membuka lembaran demi lembaran kertas yang ada dibuku sejarah itu, tak lupa juga untuk membacanya dan mengingat diotaknya. Tao sudah begitu sibuk akhir-akhir ini karena tugasnya menjadi dewa dan akhirnya ia mampu mengejar ketinggalannya, sedikit melegangkan.

Sekarang SMA XOXO sedang mengadakan ujian akhir. Maka dari itu jangan heran jika Tao sedang belajar sekarang. "aku benci ujian, hampir sama seperti aku membenci kentang" Tao menjauhkan bekal yang tersaji didepannya. Tentu saja itu buatan Kris. Sudah beribu kali Tao bilang pada Kris untuk tidak membuat kentang, ia sangat benci kentang. Apa pendengaran Kris sudah menurun?.

"Kris, sudah kubilang jangan menaruh kentang dibekal ku! Tapi kenapa tetap kau taruh juga?!" Tao menutup mulutnya dan menatap tajam Kris. Uh, bau kentangnya saja sudah membuat Tao pusing, bagaimana jika Tao memakannya. Mungkin sudah tinggal nama. Yah, cukup lebay juga kau Tao.

Sedangkan yang ditatap hanya menatap datar Tao sambil menopang dagunya "aku punya alasan, kau masih seorang dewa belum matang, dan ini terlihat untuk membuktikan poinku" ucap Kris dingin, "jika otamu tidak bisa bersaing dengan sekolah, maka kau mungkin bisa berhenti sekolah" lanjut Kris dengan seringaian tipis dibibirnya.

Hening~

Tao menghadap kekanan dan fokus membaca buku, mengabaikan segala kalimat yang keluar dari mulut Kris. Seandainya saja ini bukan ditempat umum, Kris sudah pasti menjitak kepala bodoh panda jejadian didepannya itu.

Tao melirik Kris yang juga kembali sibuk untuk belajar dan seketika background disekitar Kris berubah seolah-olah ada bunga lily yang mekar dan bling-bling menambah kesan keren dan aura karismatik Kris. Dan sekarang yeoja maupun namja berstatus uke mulai berteriak-teriak gaje didepan kelasnya. Tao jadi tidak fokus belajar lagi.

'aku baik-baik saja dengan Kris datang kesekolah bersamaku untuk mengawasiku, tapi...'

Kris sambil mengerutkan alisnya "Apa yang kau sibukkan sih? kau sama sekali tidak melakukan pekerjaan sebagai Dewa". Entah kenapa Tao tiba-tiba gugup "y-yah, i-itu... dengar, tidak banyak yang bisa kulakukan sebagai Dewa" ucap Tao membela diri, ia hanya manusia yang bisa ia lakukan adalah melakukan hal-hal kecil yang sudah ia lakukan dan tentunya belajar.

Tiba-tiba Tao merasakan aura seseorang.

"Yo, Rubah"

"hwwaa! Kai oppa! saranghae!"

"oppa! jadilah pacarku!"

"tidak! Kai oppa, menikahlah denganku"

Tao sweatdrop mendengar jeritan fans Kai yang terdengar alay, mereka akan menghapus Kai dari list idol jika tahu wujud Kai seperti apa.

Bagus, sekarang gangguan apa lagi yang akan datang?.

"wah..wah.. kau bermain 'teman-temanan' dengan Tao lagi? ck, lucunya" dengus Kai sambil melipat kedua tangannya didada dan memandang remeh Kris. Kris pun menatap tajam Kai dan menyeringai "kau tidak tahu kapan harus berhenti ketika datang ke namja-namja yang baik". Ok! Aura yang mereka keluarkan membuat bulu kuduk Tao merinding.

"terus menempel pada Tao seperti sepotong permen karet disepatunya, dan dia akan mulai membencimu" ucap Kai sarkastis namun tajam. "ck, kata-kata itu begitu tidak sopan tuan Kim JongIn terhormat, aku punya firasat bahwa kau tidak menyukaiku" ucap Kris tak kalah sarkastik.

"aku tidak menyukai siapa pun" -Kai

"bukankah kau mengatakan bahwa kau akan merobek hatiku?" -Kris

"tapi aku tidak pernah mengatakan apa-apa tentang Tao" -Kai

Kris dan Kai bertatapan sengit, jika dikomik mungkin ada aliran petir yang saling bertabrakan keluar dari mata mereka. Tao kembali sweatdrop saat melihat dua setan tampan itu bertengkar. Tunggu, tampan? Hey, sepertinya kepala Tao terbentur benda tumpul. "bukankah kalian berdua setan? setidaknya cobalah untuk berteman" nasihat Tao.

Tao jengah melihat dua setan itu, Tao pun kembali fokus membaca namun mata pandanya melihat seseorang yang mengintip dari jendela kelasnya. Tao pun beranjak dari duduknya meninggalkan kedua setan yang masih berdebat dan mendekati jendela.

Mata pandanya melihat seorang namja mungil bersurai dark brown bersembunyi bagaikan bermain petak umpet. "ada apa?" tanya Tao, dapat Tao lihat tubuh namja mungil itu menegang dan "hyaaa! Zi-ZiTao!" jerit namja mungil itu dan matanya yang bulat semakin membulat seperti melihat setan. Tao hanya memandang datar namja mungil itu dan berjalan keluar kelas untuk mendatangi namja mungil itu.

Namja mungil itu kembali tenang dan duduk menyender ketembok koridor kelas -koridor sedang sepi- dengan Tao disampingnya. Namja mungil dengan mata bulat bak burung hantu itu menghela napas lelah "begini, aku ingin mengatakan terima kasih kepada Kai karena sudah menyelamatkanku waktu itu, tapi aku masih belum punya kesempatan".

Tao mengedipkan matanya beberapa kali, waktu itu? pasti saat Tao tidak turun, "dia selalu dikelilingi oleh namja dan yeoja, jadi sulit untuk mendekatinya. Tapi akhirnya aku menyakinkan diriku hari ini untuk berterima kasih padanya" lanjut namja mungil bername tag Do Kyungsoo itu, bibir berbentuk hati itu tampak mempout lucu.

Seketika disamping kanan dan kiri Kyungsoo bagaikan ada bling-bling, 'dia sangat lucu!' batin Tao berteriak ala fangirls, oke kendalikan dirimu Tao untuk tidak mencubit pipinya yang tembem itu.

Sebuah garis lengkung keatas tercipta dibibir Tao "kalau begitu, aku akan memintanya untuk berbicara denganmu", Kyungsoo yang awalnya menunduk langsung mendongak melihat wajah Tao, ia mendapat bantuan.

"tidak apa-apa. Aku akan memastikan kalau kau akan bicara dengannya secara pribadi" lanjut Tao, Kyungsoo mengedipkan mata bulatnya sebentar dan memiringkan kepalanya lucu "aku selalu ingin bertanya, apakah kau adalah Dewa?" tanya Kyungsoo ragu-ragu.

"Dewa?" tanya Tao balik, Kyungsoo mengangguk mantap.

"ne, kau kemarin menangkal roh" ucap Kyungsoo bersemangat. Seyum Tao menjadi canggung "menangkal roh?" tanya Tao -lagi-. Kyungsoo menggelengkan kepalanya "astaga! aku belum memberitahu siapa pun, aku bersumpah!" teriak Kyungsoo yang terdengar lucu.

Kemarin bukanlah Tao yang turun melainkan Kris yang menyamar menjadi dirinya, wajar saja Tao tidak seperti biasanya. Sepertinya Tao harus menasihati Kris agar tidak terlalu menonjolkan sisi setannya disekolah saat menyamar menjadi dirinya.

Selebihnya dari perkataan Kyungsoo benar, Tao adalah Dewa yang mengabulkan permintaan para pemujanya "ya, kurasa aku lebih dari orang yang menjawab doa-doa" ucap Tao kembali tersenyum senang, sedangkan Kyungsoo masih bingung dengan ucapan Tao.

'aku akhirnya menemukan apa yang bisa kulakukan'

.

KRISTAO

.

Kai mengusap tengkuknya pelan saat melihat tiga orang namja berstatus uke memberikannya sebuah kue "wow, itu terlalu buruk, aku sudah memutuskan untuk tidak menerima hal-hal semacam itu. Maaf ya. Aku sudah senang jika kau membeli Album ku" ucap Kai sambil tersenyum tipis. "tidak mungkin! apakah Kai hyung menolak kita?!" teriak gerombolan namja itu bagaikan kebakaran jenggot.

Yah, Kai baru saja keluar kelas dan ingin menuju ke kantin untuk membeli minum. Kai disekolah mencoba bersikap layaknya manusia agar kedoknya sebagai setan tak terbongkar. Saat diperjalanan Kai dihadang oleh tiga namja berstatus uke yang memberikan kue untuknya, tapi Kai menolaknya secara halus. Ia tidak ingin menerima hadiah semacam itu, cukup mendukung dan membeli albumnya sudah cukup baginya.

DUG

"Kai! apa kau punya waktu?" Kai menoleh kebelakang saat melihat Tao menghampirinya. Tanpa tahu jika Tao sudah menempelkan jimat putih -kertas putih- yang bertuliskan 'seperti udara' dipunggung Kai.

Seketika suasana berubah, ketiga namja didepannya berjalan melewati dirinya dan Tao begitu saja sambil memakan kue yang tadinya untuk Kai, mereka mengobrol lalu kembali kekelas mereka. Seakan tak terjadi sesuatu.

Kai terbengong melihat ketiga namja itu berjalan melewatinya tanpa menyadari dirinya sedangkan Tao tersenyum senang jika jimatnya bekerja dengan baik. Kai menggelengkan kepalannya pelan "aneh.. rasanya keberadaanku seperti tiba-tiba menghilang keudara" ucap Kai tak percaya.

Tao mengabaikan perkataan Kai dan menepuk bahu Kai pelan "bisa kau membantuku sebentar? Aku punya permintaan besar untuk Kai" ucap Tao sambil tersenyum manis. Kedua telapak tangannya ditempelkan layaknya orang memohon. Kai mengedipkan matanya, Kai sepertinya tak bisa menolak jika Tao sudah seperti itu.

Kepala Kai pun mengangguk, mengundang pekikan senang dari Tao "maukah kau menunggu didepan lab kimia? seorang namja akan datang kepadamu" sekali lagi Kai mengangguk atas pertanyaan Tao.

.

KRISTAO

.

Lab Kimia

Sudah lima belas menit Kai menunggu didepan lab kimia namun orang yang dimaksud Tao belum muncul dan juga kenapa semua orang yang lewat seperti menganggapnya tidak ada!. Bahkan yeoja yang lewat didepannya tidak melihatnya sama sekali. Sepertinya Tao belum melepas jimat putihnya, kkk~ bersabar lah Kai.

"Kai-ah! Maafkan aku, aku terlambat karena seorang guru memintaku untuk melakukan sesuatu" ucap seseorang memanggil dirinya dan alasan mengapa ia terlambat. Namja mungil itu membungkuk dengan bertumpu pada lututnya, napasnya saja masih keluar satu-satu.

Itu Do Kyungsoo. Kyungsoo benar-benar merasa bersalah pada Kai, pasti ia sudah menunggunya sangat lama. Salahkan Lee sonsaengnim yang menyuruhnya mengembalikan buku-buku keperpustakaan dan juga salahkan kenapa kakinya pendek, mengambil langkah yang sangat pendek.

Kyungsoo sudah didepan lab kimia namun ia tidak melihat sosok Kai. Namja tan itu menatap datar namja mungil didepannya yang tampak mencari-cari dirinya "ya, aku disini!" ucap Kai kesal. Kyungsoo terkejut saat mendengar suara Kai didepannya, ternyata Kai sudah ada didepannya tapi kenapa Kyungsoo tidak melihatnya?.

"hmm.. terima kasih telah menolongku waktu itu, Kai-ah. Aku tidak punya kesempatan untuk berterima kasih dengan benar" ucap Kyungsoo sambil memainkan jarinya, ia melakukan itu agar kegugupannya tidak terlalu terlihat.

Kai memasukkan kedua tangannya disaku celana dan mendengarkan ucapan namja mungil didepannya, ia terlihat lucu dengan mata bulatnya yang seperti burung hantu. Tangan kanan Kai memengang dagunya sendiri sambil menatap penuh selidik ke Kyungsoo "kau... siapa?"

DEG

Hati Kyungsoo bagaikan dihantam palu besar, tubuhnya membeku tak bisa digerakkan. Kyungsoo menunduk lalu berlari meninggalkan Kai "bukan siapa-sia-"

DUK

BRUG

Kyungsoo tidak melihat jalan kemudian ia tersandung sesuatu dan langsung jatuh terjerembab. Tepat saat Kyungsoo terjatuh Taemin dan temannya melihat kejadian itu "pfftt.. hahaha.. Kau tidak bisa berjalan eoh? apa kakimu terlalu pendek?" ledek Taemin.

Kyungsoo jujur, ia sangat marah namun ia tak mampu melawan. Bisa-bisa Kyungsoo diledek lebih parah. Kepalanya hanya tertunduk dan tangannya menutup telinganya agar tak mendengar ledekan menyakitkan dari Taemin. Kyungsoo bisa saja lari tapi kakinya masih sakit, mungkin terkilir.

"berisik"

DEG

Taemin dan temannya membeku ditempat saat mendengar suara mengerikan -bagi Taemin dan temannya- dibelakang mereka. "kalian bukannya menolong malah meledeknya. Ck, dasar nakal" ucap Kai tajam. Taemin dan temannya menoleh kebalakang takut-takut "K-Kai? Kau berada dibelakang kami?" tanya Taemin tergagap. "maaf!" keduannya langsung kabur bagaikan maling yang kabur.

"Do Kyungsoo?"

"y-ya?"

Kepala Kyungsoo mendongak saat melihat Kai didepannya. Kenapa Kyungsoo bisa melihat Kai? mantra dari jimat putih itu sudah hilang. Mata bulat Kyungsoo berkaca-kaca, sepertinya sekali berkedip sungai kecil mulai tercipta dipipi Kyungsoo.

Kai mendudukkan dirinya didepan Kyungsoo "apa panggilanmu?" ucap Kai. Perasaan Kyungsoo saja atau memang pipinya panas? jangan bilang jika pipinya memerah.

"D.O..." jawab Kyungsoo dengan pelan, tapi tentu saja Kai dapat mendengarnya. Suara Kyungsoo sangat lembut dan terkesan lucu. Apa Kai berpindah hati?.

.

KRISTAO

.

"syukurlah" ucap Tao yang melihat moment KaiSoo dikoridor lab kimia, untunglah Tao menyuruh di lab kimia karena dari situ Tao dapat melihatnya walau dari atap sekolah. "Akhirnya Kyungsoo bisa berterima kasih pada Kai. Aku tidak terlalu buruk ketika aku mencobanya kan?" ucap Tao pada Kris disampingnya sambil tersenyum senang, sepertinya rencananya berhasil total.

Kris yang ada disamping Tao hanya melihat bosan pemandangan KaiSoo. "hey Kris, apakah ini akan mengikat nasib mereka bersama-sama?" tanya Tao bersemangat.

"bodoh!"

DEG

Background Tao langsung berubah murung saat mendengar ucapan menyakitkan Kris. Ck, apa Kris tidak bisa menghargai orang barang sedikit saja?. Hatinya benar-benar beku sepertinya.

"berpikir yang dibutuhkan adalah berpikir dari salah satu dari kesalahanmu. Apakah kau pikir semuanya akan berjalan lancar dengan seorang namja lemah seperti dia?" Tao tercengang dengan ucapan Kris. Tao menatap Kris seolah menunggu ucapan Kris selanjutnya.

"Ingat, Kai adalah setan. Jika Kyungsoo mengetahui bahwa dia memiliki nasibnya diikat dengan setan, dia tidak akan berterima kasih lagi padamu" ucap Kris. Tao menghela napas, selalu saja membahas hubungan manusia dengan iblis. Tao jengah saat Kris menjelaskan itu. Manusia bisa saja berjodoh dengan iblis, right? Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

"ck, kau selalu membicarakan hubungan itu, dan juga aku tidak berpikir seperti itu" ucap Tao cuek. Kris selalu begitu pesimis. Mata Tao terbelalak dengan tangan yang menutup mulutnya, jangan-jangan Kris pernah ditolak sama manusia!.

PLAKK

Kris melempar buku sejarah yang ia bawa tepat kewajah Tao tanpa rasa kasihan "belajar sajalah!"

.

KRISTAO

.

Terik sinar matahari siang tak menyulutkan Tao untuk belajar keras. Mereka -Kris dan Tao- sedang khusyuk untuk belajar. Punggung Tao, ia sandarkan pada dinding dengan kaki yang ia luruskan dan sibuk belajar, sedangkan Kris tak jauh beda dengan Tao hanya saja kakinya ia lipat.

Tao melirik Kris yang masih sibuk membaca. Kris tidak terlalu optimis, tapi Tao melakukan hal yang benar, bukan?. Mungkin ini untuk yang terbaik.

"apa?" Kris kesal saat Tao meliriknya, ujian semakin dekat tapi Tao justru tidak serius belajar. Apa yang ada dipikiran bocah disampingnya ini?.

Tao tersentak saat mendengar suara bass Kris, sepertinya dia ketahuan "hah? t-tidak apa. Aku hanya berpikir tentang bagaimana bisa hal itu akan menjadi besar jika manusia dan setan bisa akur" ucap Tao sambil tersenyum canggung.

"apakah ada alasan untuk itu?"

Tao memajukan beberapa centi bibir kucingnya tak lupa dengan alis yg berkerut "ayolah, setidaknya harus berteman dengan salah satu manusia".

"ah! kurasa kau harus mencobanya!" Tao bertepuk tangan kecil sambil tersenyum

"selama aku bisa melindungimu, itu sudah cukup bagiku" lirih namun Tao dapat mendengarnya. Kris mengucapkan itu sambil menatap langit biru dengan beberapa awan putih bersih.

Pipi Tao seketika merona dengan mata sedikit terbelalak saat mendengar ucapan -lirihan lebih tepatnya- Kris yang membuat sesuatu didadanya bergemuruh tak jelas.

Jangan bertindak begitu santai tentang hal itu

.

KRISTAO

.

Tao berdiri didepan mading sekolah, membaca tentang beberapa ekskul menarik dan berita tentang kejuaraan yang dimenangkan oleh sekolahnya. Semenjak turun dari atap tadi -Kris lebih dulu kembali ke kelas- Tao berhenti didepan mading untuk sekedar tahu berita yang ada disekolahnya sekarang.

"Zitao sunbaenim?"

Tao menoleh saat ada yang memanggilnya,oh.. ternyata hoobae yeoja. "ada apa?"

"aku punya sesuatu yang ingin kutanyakan" ucap pelan siswa berambut hitam kelam seperti Tao. Baru kali ini ada seseorang yang ingin membicarakan sesuatu yang mungkin terlihat rahasia ini "dariku?"

Tanpa sepengetahuan Tao maupun hoobae itu, sepasang mata tajam bak elang melihat mereka tajam.

.

KRISTAO

.

Tao berdiri bersender di dinding koridor yang sepi, tentu saja sepi beberapa kelas sudah memulai pelajaran. Kedua tangan Tao disilangkan didadanya dan telingannya mendengar cerita hoobae didepannya.

"aku siswa baru, Kim Seulgi imnida" ucap hoobae yang bernama Kim Seulgi itu membungkuk "be-begini, a-aku sepertinya jatuh cinta dengan Kr-is sunbaenim" Seulgi menundukkan kepalanya berusaha menyembunyikan rona merah dipipinya. "tapi aku belum punya kesempatan untuk berbicara dengannya. Apa lagi kau selalu bersamanya, Zitao sunbaenim. Atau jangan-jangan kalian menjalin hubungan, ah... tapi itu tidak mungkin " celoteh yeoja didepannya.

Tao hanya diam mendengar ocehan yeoja didepannya. Ck, kalau tahu begini Tao jadi enggan untuk menolongnya, ia kira yeoja didepannya ini akan gugup atau terserahlah tapi ternyata yeoja ini berisik sekali.

"jadi bagaimana sunbae?"

"hah?" Tao menampilkan ekspresi melongo yang lucu. Jujur saja Tao tidak begitu mendengarkan apa yang diucapkan yeoja itu. "dengar, ini tidak seperti yang kau pikir"

"jinjja! apakah itu yang sebenarnya?!" bahu Tao dipegang erat oleh Seulgi hingga sang empu kesakitan dan Tao merasakan sakit ditelinganya saat mendengar suara melengking Seulgi. Tao hanya dapat menganggukan kepalanya ragu.

Seulgi melepaskan pegangan -cengkraman lebih tepatnya- dibahu Tao dan mengangkat kedua tangannya diudara sambil berteriak "syukurlah!". Untung saja koridor sepi, jika tidak mereka berdua akan menjadi tontonan siswa-siswi yang lewat.

"kalau begitu, bisa tolong bantu aku. Zitao sunbaenim?" Seulgi mengatupkan kedua tangannya seperti berdoa dan menatap memohon pada Tao. Tubuh Tao menegang seketika.

"sunbae selalu pulang bersamanya kan? Bisakan sunbae membiarkan aku pulang bersamanya hari ini?" Tao tahu tugasnya sebagai dewa adalah untuk mengabulkan permintaan para pemohon seperti Seulgi. Tak ada yang bisa Tao lakukan selain menganggukan kepalanya kembali.

"terimakasih banyak sunbaenim!" setelah mengucapkan itu Seulgi melenggang pergi. Meninggalkan Tao yang masih berdiri sambil menundukkan kepalanya.

'Tidak apa-apa. Aku tidak perlu menggunakan kekuatan khusus. Aku hanya akan mengatakan kepadanya bahwa aku akan didepan dan pulang tanpa dia' batin Tao. Mata pandanya menatap kosong sepatu kets hitam miliknya.

Kenapa hatiku sakit?

.

KRISTAO

.

'terima kasih untuk membuang sampah. Aku akan menunggu dirumah. Dari Zitao' itulah pesan yang ada dikertas tergeletak dimejanya. Perempatan siku imajiner muncul dikepala Kris. Namja pirang itu meremas kertas itu dan meletakkan tempat sampah yang baru saja dibuang isinya oleh Kris. Yah, Kris sedang piket -sebenarnya ini tugas Tao, tapi bocah panda itu sudah pergi duluan-. Ekspresi Kris kembali datar sedatar kayu triplek.

Setelah selesai piket Kris keluar kelas tanpa melupakan tasnya. Kris benar-benar akan menjitak bocah sialan itu saat bertemu nanti.

"em.. Kris sunbaenim!"

Langkah besar Kris terhenti saat ada yang memanggil namanya. Kris pun menoleh dan mendapati seorang yeoja -itu Seulgi- dibelakangnya yang sama-sama menenteng tas sekolah. Seulgi merona saat Kris menatap dirinya 'Kris pasti terpesona oleh ku' pikir Seulgi percaya diri.

Kedua tangan yeoja itu ia sembuyikan dipunggungnya dengan pipi merona "apakah kau pulang sendirian hari ini? Jika kau ingin-"

"tidak, aku tidak sendirian" setelah mengucapkan itu Kris langsung melangkah pergi meninggalkan Seulgi yang terkejut setengah mati.

.

KRISTAO

.

"pada tahun 1598 Korea merdeka, pada tahun 1581 Belanda merdeka..." Tao berhenti sejenak membaca buku sejarah yang sedari tadi seolah tak pernah habis. Saat bel pulang berbunyi Tao langsung pergi keatap sekolah tanpa pamit pada Kris, entahlah.. Tao tidak ingin melihat atau berbicara pada Kris untuk saat ini.

"Apakah Kris mau pulang bersamanya?" lirih Tao entah pada siapa. Memang sekarang Tao belajar tapi pikirannya melayang pada Kris dan yeoja itu -Tao sendiri malas mengingat namanya-.

Tao menatap kosong langit biru hasil ciptaan Tuhan yang begitu indah, beberapa burung terbang bebas tanpa hambatan. Sekelebat bayangan tentang kejadian diatap tadi mulai berputar bagaikan film dikepala Tao.

'kau harus mencobanya Kris!'

Tao memejamkkan darkchoco miliknya 'aku seharusnya tidak mengatakan itu'.

Kembali lagi bayangan tentang Seulgi yang memohon untuk pulang besama Kris terputar.

'bisakah kau membiarkan aku pergi bersamanya hari ini?'

Tao menunduk mengingat dirinya yang begitu lemah, Tao mengigit bibir bawahnya "aku benar-benar bodoh"

Kedua kaki Tao yang tadinya diluruskan kini ia tekuk lalu memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya. 'aku orang yang melakukan ini, tapi aku merasa menyesal. Aku orang yang munafik. Jika aku tahu bahwa aku akan merasa buruk tentang ini, aku tidak akan menyetujuinya. Aku... Aku?'

TUK

Tao mengangkat wajahnya dan langsung berhadapan dengan wajah datar milik Kris. Mata Tao terbelalak dan bibir kucingnya terbuka sedikit bahkan pipi Tao merona merah. Bagaimana tidak merona, melihat Kris dengan jarak yang sedekat ini -bahkan hidung mereka hampir bersentuhan-.

Aku...

"apa artinya ini hah?!" ucap Kris sedikit berteriak, Kris menunjukan surat yang Tao tulis dikertas tadi. Tao tersentak pelan saat mendengar suara Kris yang meninggi. "apakah kau mencoba menghubungkanku dengan manusia itu?" tanya Tao.

Tao langsung berdiri dan mundur selangkah "kau men-"

"iya! Aku mendengarnya! Apakah kau pikir kau sedang mempertimbangkan dengan membuat kita bersama-sama?" ucap Kris, nada suara tetap sama. Kertas ditangan Kris itu semakin ia remas "betapa naifnya. Jangan pernah melakukan sesuatu seperti itu lagi. Kau adalah prioritas utamaku" suara Kris melemah dan mata tajamnya menatap dalam mata Tao.

Tao menatap Kris lama. Seolah Tao sedang mencari kebohongan atas kata-kata Kris melalui matanya namun Tao tak menemukannya. Kris mengucapkannya dengan yakin.

Kata-kata itu akhirnya membuatku sadar bahwa hatiku yang mudah terguncang...

Aku menyadari bahwa aku...

Telah jatuh cinta pada Kris.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/N:

Annyeong readers nim... masih ingetkah dengan ff Laxy yang ini?

AH..akhirnya Laxy bisa lanjutin ini ff yg ngambang :v. Laxy kira ini ff udah tamat,eh pas dilihat ternyata belom. Duh, jadi merasa bersalah ama readers yang nunggu ini ff :'(.

Oh.. iye, sebelum bacotan Laxy selesai. Ada yang sudah baca ff Laxy yang judulnya 'Talkshow' ? itu FF khusus untuk FF KTEvent^^, kalau para readers nyari itu ff. Cukup tulis 'FF Kristao Talkshow' ntar muncul deh. Ah, dan juga jangan pada bingung ama pen-name authornya cz it's that ME^^! . Laxy cuma ngubah bentaran doang kok :3 . Yang belum baca silahkan dibaca dan jangan lupa ngereview. Yang udah baca dan ngereviw terimakasih banyak^^ #bowbarengTaoRis.

Review banyak bakalan Laxy lanjut ini FF, kalau gak mungkin akan Laxy behentikan sampai disini saja ^^.

#LAST

#KEEPREVIEWTHISFANFICTION