Secret Love
Chapter 11
By : Tary Sa
"Maaf kalo ada Typo"
Don't Like Don't Read
Cho Kyuhyun (Marcus), Yesung (Jeremy), Siwon (Andrew), etc
Selamat Membaca
Disinilah mereka sekarang salah satu kota terkenal di Amerika yaitu Kota New York. Salah satu kota Metropolitan terpadat di dunia. Mencoba memulai hidup baru dan memulai semuanya dari awal. Walaupun tidak akan ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya.
Mereka baru saja memasuki sebuah Apartement yang akan mereka tempati selama berada di New York. Apartement yang cukup besar untuk mereka tempati dengan empat kamar dan segala Fasilitas yang ada. Raut kelelahan jelas terlihat diwajah mereka masing-masing. Mereka pun langsung memasuki kamar masing-masing setelah tadi sudah ditentukan kamar mana yang akan mereka tempati.
Salah satu pemuda yang berwajah agak pucat memasuki kamar yang diperuntukan untuk dirinya. Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur yang ada di ruangan tersebut. Dia merasa sangat lelah dengan penerbangan tadi. Menatap langit kamar-kamarnya. Tanpa terasa sebuah cairan bening keluar dari matanya. Mengingat orang-orang yang jauh darinya sekarang. Bahkan ketika sudah membulatkan tekat untuk ikut ke sini. Rasa sesak karena meninggalkan mereka itupun sangat terasa.
'Semoga ini yang terbaik untuk kita hyungdeul. Mianhae... jeongmal mianhae.. semoga kalian tetap bahagia dan menjalani hidup kalian dengan baik. Saranghae hyungdeul.'
Kyuhyun mencoba mengeluarkan rasa sesak didadanya dengan menangis seorang diri di kamar. Sungguh dia tidak ingin menyesali keputusannya. Semua dia lakukan untuk kebaikan semuanya. Mungkin dengan cara seperti ini, tidak akan ada lagi masalah yang lebih besar karena orang itu dan dirinya.
.
Flashback Beginning
Yesung memeriksa keadaan Kyuhyun yang sedang pingsan di kamarnya. Memeriksa tekanan darah yang ternyata sangat rendah. Menatap wajah yang terlihat sangat pucat itu.
"Kyuhyun ah, mianhae.. aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu. Sungguh, aku menyayangi Siwon tapi aku juga tidak mau terjadi apa-apa dengan dirimu dan keluargamu. Eottohke, Kyuhyun ah..." Monolog Yesung seorang diri.
Tidak lama setelah itu Siwon masuk ke dalam kamar membawakan obat dan makanan untuk Kyuhyun. Yesung pun memberi tempat untuk Siwon. Dia pun mendekati Kyuhyun untuk membangunkannya yang seharian memang belum makan dan minum obat pastinya.
"Kyuhyuan Ah, ireona.." Siwon pun menepuk pipi Kyuhyun pelan.
Perlahan tapi pasti Kyuhyun mencoba membuka kelopak matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya. Setelah sadar ia melihat Yesung dan Siwon yang berada di sisi ranjang tempat tidurnya.
"Makanlah dan minum obatmu." Ucap Siwon sembari membantu Kyuhyun untuk mendudukan dirinya di atas tempat tidurnya. Kyuhyun yang merasa agak takut dan canggung terhadap Siwon pun hanya menuruti perintahnya tanpa membantah.
Setelah selesai makan dan minum obatnya. Siwon memulai mengajak bicara lagi kepada Kyuhyun dan masih ada Yesung di tempat itu. "Kyuhyun ah..." yang hanya dibalas tatapan oleh Kyuhyun.
"Kau yakin akan membuatku bahagia dan menjadi dongsaengku?" tanya Siwon to the point.
"e..? Ah ne Siwon ssi.." Jawab Kyuhyun masih tampak ragu dan hanya dibalas senyum sinis oleh siwon.
"jeongmalyo?" tanya siwon lagi.
"Ne,," sambil mengangguk.
"Kereum... kau harus ikut aku ke New York besok." Jawab Siwon datar.
"Mwo?" jawab Kyuhyun dan Yesung bersamaan.
"Siwon ah,, apa maksudmu?" tanya Yesung karena keputusan Siwon yang terkesan mendadak itu.
"Hyung.. bukankah kau sudah mendengarnya tadi kalau dia ingin menjadi dongsaengku dan membuatku bahagia? Jadi dia harus ikut aku ke New York dan meninggalkan hyungdeulnya yang ada di sini. Aku hanya tidak ingin ada yang mengganggu kehidupan baruku bersama DONGSAENG BARUKU." Sambil menekankan kata terakhirnya dan Kyuhyun hanya menundukan kepalanya pasrah.
"Tapi Siwon ah,, itu hanya keputusan sepihak yang kau ambil. Apa kau tidak memikirkan perasaan Kyuhyun dan Hyungdeunya. Jebal Siwon ah,, hentikan semua ini. Apalagi rencanamu?" Tanya Yesung yang tidak bisa menerima keputusan Siwon.
"Baiklah hyung.. aku ikut denganmu." Kata Kyuhyun yang menyela pebicaraan mereka. Kyuhyun hanya tidak mau mereka bertengkar karena dirinya dan entahlah kenapa kyuhyun bisa berkata seperti itu.
"Kau dengar sendiri kan hyung? Jadi apa yang akan kau katakan ha? Bahkan dia sudah menyetujuinya. Bukankah kau bilang ingin melihatku bahagia? Jdi hargailah keputusanku." Kata Siwon telak untuk Yesung.
"Tapi Siwon ah,, mereka keluarganya pasti sedang mencari Kyuhyun. Dan kau Kyuhyun.. apa kau idak khawatir dengan Hyungdeul mu yang mencarimu?" tanya Yesung lantang yang tidak habis pikir dengan pemikiran keduanya.
Siwon tidak menanggapi dan tidak mau menanggapi perkataan Yesung dan Kyuhyun hanya bisa terdiam.
Perdebatan terus berlanjut dan sampai keputusan mereka pergi bertiga menjadi Final dari pembicaraan malam itu.
Flashback End
Kyuhyun kembali berpikir akan keputusan yang dia ambil. Ia sudah membulatkan tekat akan membuat Siwon bahagia. Itulah Misinya sekarang. Meyakinkan dirinya bahwa dia tidak sendirian di dunia ini. Bahwa masih ada orang di sekelilingnya dengan tulus.
(*_*)
Bagaimana dengan kediaman Cho?
Tuan dan Nyonya Cho hari ini sudah kembali dari perjalanan bisnisnya. Sebenarnya belum selesai juga. Tapi mereka lebih memilih kembali kerumahnya karena berita hilangnya anak bungsu sudah sampai ketelinga mereka.
"Jungso ah..." suara Eomma Cho menggema ke seluruh ruangan Mansion Cho tersebut.
"Yeobo,, tenanglah.. ini masih pagi dan kita juga baru saja sampai." Suara Tuan Cho mencoba menenangkan.
"tenang? Bagaimana aku bisa tenang yeobo.. uri Kyuhyunie menghilang dan mereka tidak mengabari kita." Terdengar suara yang mulai serak dari sang istri dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"E-eomma... A-appa" Leeteuk a.k.a Jungsoo terdengar gugup melihat kedua orangtuanya yang sudah pulang.
Ketiga putera Cho yang lain Heechul, Donghae dan Kibum pun menuruni tangga menghampiri kedua orang tua mereka yang sudah pulang. Dan disinilah mereka sekarang. Di ruang utama keluarga dan duduk disofa.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa Kyuhyun menghilang. Apa kalian tidak bisa menjaga dongsaeng kalian dengan baik?" Eomma Cho terlihat sangat marah kepada keempat anaknya.
"Mianhae Eomma..." Jungsoo tidak bisa berkata-kata lagi dan mereka semua hanya saling menunduk tidak berani menatap kedua orang tua mereka.
"ini semua salahku Eomma. Semua ini gara-gara aku Eomma,, Appa,, Mianhae." Suara Donghae ikut menyahuti.
"Ani.. Ini semua salahku Eomma.. Andai waktu itu aku tidak meninggalkan Kyuhyun sendirian. Semua ini tidak akan terjadi." Sanggah Kibum.
"Maafkan kita Eomma. Kita berempat tidak bisa menjaganya." Heechul ikut bersuara.
Eomma dan Appa Cho hanya menghela nafas dan mulai melunak melihat ekspresi rasa bersalah dari keempat anaknya. Bagaimanapun itu diluar kehendak mereka semua.
"Sudahlah.. ini semua sudah terjadi. Kalian ceritakanlah secara detail kepada kami apa yang terjadi." Suara bijak Tuan Cho menengahi pembicaraan mereka.
Akhirnya mereka semua Jungsoo, Heechul, Donghae dan Kibum menceritakan semua yang terjadi selama Appa dan Eommanya tidak ada.
"Apa benar ini berhubungan dengan kecelakaanmu tiga tahun yang lalu Donghae?" tanya Appa Cho.
"aku juga tidak tahu Appa. Tapi itu bisa saja terjadi. Mianhae Appa.. ini semua benar-benar karena salahku" Jawab Donghae sambil menunduk.
"Sudahlah.. ini semua musibah untuk keluarga kita Donghae. Tidak ada yang salah atau dipersalahkan dalam kejadian ini. Appa akan berusaha mengerahkan semua anak buah Appa untuk mencari uri Kyuhyunie." Jawab Tuan Cho bijak.
"Sebaiknya kita sarapan bersama. Eomma akan menyiapkan sarapan untuk kita dan tidak ada yang boleh sakit lagi. Arra~ Eomma yakin uri Kyuhyunie akan baik-baik saja."
"Nde,, Eomma,," jawab mereka meng-Amini perkataan Eommanya bahwa Uri Kyuhyunie kan baik-baik saja.
(*_*)
"Kyuhyun ah.." suara Yesung terdengar sambil membuka pintu Kyuhyun dan langsuk masuk.
"k-kau menangis." Yesung terkejut melihat Kyuhyun sepertia sehabis menangis dan mengusap air matanya kasar.
"Anio.. hyung.. Ah di sini banyak debu dan aku.. aku baru selesai membersihkan kamarku." Jawab Kyuhyun meyakinkan.
"Begitukah?"
"Nde.."
"Baiklah sekarang kita keruang makan. Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita bertiga." Ucap Yesung sambil merangkul bahu Kyuhyun keluar dari kamar.
Di ruang makan sudah ada Siwon yang sudah menunggu mereka berdua untuk makan bersama.
"Wah jjajangmyeon?" ucap Kyuhyun ceria dan melupakan kesedihannya.
"Ne,, kau suka? Aku sengaja membawa bahannya daari korea. Aku tahu kita pasti belum bisa beradaptasi dengan makanan disini." Jawab Yesung yang senang melihat raut muka Kyuhyun yang ceria.
"Tentu aku suka hyung. Ini makanan favoritku. Gomawo Hyungie" Jawab Kyuhyun Antusias.
"Cheonma.. Kyu.. Cha~ makanlah yang banyak. Bukankah kau masih dalam masa pemulihan?" Jawab Yesung yang tak kalah antusias sambil memberikan semangkuk besar penuh jjajangmyeon. Tanpa banyak ba bi bu lagi Kyuhyun langsung menyumpitkan Jjajangmyeon ke mulutnya sampai penuh.
"Otte..?" Tanya Yesung setelah kyuhyun mengunyah habis makanannya.
"mmmm... Mashitta.. kau ternyata sangat pintar memasak jjajangmyeon Hyung." Jawan Kyuhyun semangat.
"Benarkah..? baiklah aku akan sering memasakkan Jjajangmyeon untukmu disini. Kita bisa memesan bahannya dari Korea." Jawab Yesung senang.
"Benarkah. Jhoha." Mata Kyuhyun berbinar seperti anak kecil dengan ucapan Yesung.
"Ehmmmm" suara deheman dari Siwon memecah interaksi mereka berdua. Tak tahukah disini ada orang yang merasa terabaikan dari tadi karena interaksi merekan berdua. Dan dua orang itu hanya menatap Siwon penuh tanda tanya.
"Wae hyung?" tanya Kyuhyun polos dengan mata bulatnya. Ah membuat Siwon merasa semakin sebal selain merasa diaabaikan mereka juga tidak peka. Tapi melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti itu membuatnya Gemas.
Tanpa ingin menjawab Siwon langsung memakan Jjajangmyeon dengan asal dan raut muka Sebal. Sepertinya ada rasa cemburu atau iri melihat kedekatan dan keakraban mereka berdua disini. Kyuhyun dan Yesung hanya salin pandang tidak mengerti.
"Sudahlah Kyu.. ayo kita lanjutkan makannya. Ingat kau harus menghabiskannya ne? Ah dan jangan lupa minum obatmu dan habis itu kita semua istirahat."
"ne,, hyung"
Acara makan tetap berlanjut dan diselingi pembicaraan antara Kyuhyun dan Yesung. Siwon sama sekali tidak nyambung dengan pembicaraan mereka kalau ingin tahu. Sebenarnya interaksi mereka sebagai kakak-adik mengingatkannya pada Henry. Tanpa menghabiskan makanannya Siwon menuju kamarnya tanpa mempedulikan mereka berdua. Dan mereka berdua juga masih asyik dengan obrolan mereka.
Didalam kamar Siwon menghempaskan tubuhnya ketempat tidurnya. Entah kenapa ada perasaan tidak suka melihat keakraban mereka berdua. 'Bukankah dia bilang ingin menjadi dongsaengku? Tapi kenapa malah asyik dengan Yesung Hyung.. harusnya dia berusaha mendekatiku? Aiiisssh... apa yang aku pikirkan. Sungguh hal yang tidak penting. Henry ah... Hyung Bogoshipo...'. Siwon hanya mengusap wajahnya kasar. Tanpa ia sadari dia sudah mulai melupakan tujuan awalnya untuk balas dendam dan tumbuh sebenih kasih sayang yang belum terlihat terhadap orang yang dibawanya kemari. New York City.
In the Morning.
"Kyuhyun ah.. aku sudah mendaftarkanmu kuliah di NY University jurusan musik. Kau datanglah ke Kampus hari ini. Aku akan mengantarmu tapi sampai depan kampus. Karena aku dan Yesung hyung juga harus bekerja di NY Hospital." Kata Siwon pada Kyuhyun yang sekarang berada diruang tengah sambil bermalas-malasan. Menunggu masakan Yesung matang yang sedang sibuk di dapur dan tidak ada yang mau membantunya. Mereka sekarang kompak kalau untuk satu ini.
"tapi Hyung.. aku takut, tidak bisakah kau menemaniku. Bagaimana kalau aku tersesat? Dan lagi aku baru pertama kali kesini." Jawab Kyuhyun.
"Aiisshh kau ini berlebihan sekali. Tenanglah, aku punya kenalan orang yang sudah aku anggap sebagai dongsaeng sendiri juga kuliah disitu. Dia juga yang akan menjagamu dan mengawasimu. Jadi nanti kau akan ditemani olehnya dan tidak perlu khawatir kau akan tersesat. Arra..?"
"Arraseo hyung.." jawab Kyuhyun. "Keunde.. Hyung. Kenapa aku harus diawasi?"
"Aku hanya tidak ingin kau melakukan hal macam-macam."
"macam-macam bagaimana?"
"sudahlah.. atau kau ingin keliling sendirian keliling gedung kampusmu?"
"Anio.. anio.. baiklah. Tapi hyung aku juga tidak pelu dijaga. Aku bisa menjaga diriku sendiri."
"Aishh Kyu.. kau ini cerewat sekali."
"aku cerewet? Yak.. bukankah kau juga?"
"selain kau cerewet kau juga tidak sopan Kyu.. panggil aku Hyung." Kata Siwon sambil melotot kearah Kyuhyun.
"Hahahah hyung.. Kau lucu sekali. Matamu seperti kuda." Jawab Kyuhyun sambil tertawa melihat ekspresi Siwon.
"Mwo? Yak.. kau ini sudah Cerewet, tidak sopan kau juga menyebalkan." Kata Siwon sambil melempar bantal kearah Kyuhyun.
"haha Hyung.. appo.. mian.. minahae.. hahaha.." Kyuhyun masih tertawa melihat ekspresi Siwon yang tadi dan membuat Siwon merasa sebal dan entahlah... mereka akhirnya tertawa lepas bersama-sama. Menertawai kekonyolan mereka. Sepertinya dinding pembatas kecanggungan diantara mereka perlahan mulai runtuh dengan sendirinya.
Siwon dan Kyuhyun mengkahiri perdebatan mereka dan menuju ruang makan karena sarapan yang dibuat Yesung sudah siap.
(*_*)
NY University
"Sehabis kuliah aku juga akan menjemputumu." Kata Siwon sebelum Kyuhyun keluar dari mobil yang mereka tumpangi.
"Arraseo Hyung.."
"Kau tunggulah didepan nanti orang yang aku bicarakan akan menemuimu."
"ne hyung.."
Kyuhyun pun turun dari mobil dan Siwon juga melanjukan mobilnya untuk bekerja dirumah sakit. setelah menunggu beberapa Saat orang yang dibicarakan Siwon menghampiri Kyuhyun.
"Hy.. Are you Marcus Choi?" tanya orang tersebut.
"Yes, i am. Who are you?" tanya Kyuhyun balik.
"hay.. i am Kris. I am here to help you. Andrew Choi calling me and He said that his brother will be study here. Nice to meet you."
"Nice to meet you too." Mereka akhirnya berjabat tangan.
"oh ya Marc.. hari ini aku akan mengantarkanmua ke bagian administrasi pengurusan formulir mahasiswa mu dan setelah itu kau bisa kuliah. Kita juga satu Jurusan Seni Musik."
"Benarkah?"
"Emm" hanya dijawab anggukan oleh Kris.
"syukurrlah.. aku takut Sendirian disini dan tidak punya teman."
"aku akan jadi temanmu. Oke?"
"Oke.. oh Kris,, by the way. Bagaimana kau bisa kenal Siwon.. maksudku Andrew hyung?"
"ah aku dulu teman Henry ketika di China. Aku juga tidak tahu ternyata Andrew juga punya brother selaian Henry. Dan seingatku dulu Henry tidak pernah cerita bahwa ia mempunyai kakak satu lagi." Jawab Kris seadanya. Kyuhyun hanya canggung dengan jawaban itu. Ternyata Kris tidak tahu bahwa dia bukanlah dongsaengnya Siwon yang sesungguhnya. Bukankah itu wajar.
"Benarkah kau temannya Henry? Bisakah kau ceritakan bagaimana Henry?" tanya Kyuhyun dan sebenarnya Kris agak bingung dengan pertanyaan itu. "Ah.. aku dan Henry tidak terlalu dekat karena aku di Korea dan mereka di China.
"Oh.. yah dia teman yang menyenangkan. Selalu ceria dan selalu bisa membuat orang disekitarnya bahagia. Aku tidak menyangka dia akan meninggalkan kita seecepat itu." Bola mata Kris menjadi sayu. Ada rasa kehilangan disitu dan Kyuhyun menyadari itu.
"Ah benarkah?"
"mmm.. untung Andrew masih mempunyaimu sebagai adik, jadi dia masih punya keluarga lain. Dulu aku sangat khawatir melihatnya begitu terpuruk ketika kehilangan Henry. Apalagi Setelah kecelakaan Henry di Korea, Andrew menyusulnya dan aku tidak tahu kabarnya sampai beberapa waktu yang lalu aku mendapakan kontak lagi dengannya." Kyuhyun semakin merasa bersalah pasti Siwon hyung. Pasti ini begitu berat untuknya.
"Apalagi orangtua kalian yang sudah tidak ada. Ini pasti berat untukmu juga kan mark?"
"oh.. i-iya. Aku tidak ingin melihat Andrew hyung sedih lagi." Jawab Kyuhyun.
"kalian bisa salin menjaga Marc." Jawab Kris sambil menepuk pundak Kyuhyun.
Akhirnya setelah bercerita sepanjang perjalanan mereka sampai diruang administrasi dan melanjutakn perjalanan mereka menuju ke kelas musik. Yah mereka berada pada kelas yang sama. Jadi itu menguntungkan untuk Kyuhyun. Paling tidak dia tidak perlu repot mencari kelas untuk ikut kuliah.
Selesai kuliah mereka langsung keluar menuju depan halaman kampus. "oh ya Mark.. aku sudah menelpon Andrew untuk menjemputmu sekarang. Maaf Mark, aku masih ada urusan jadi aku tidak bisa menemanimu menunggu Andrew."
"it's okay. Aku bisa menunggu sendiri Kris. Thank you so much for today. Kamu sudah banyak membantuku hari ini."
"no problem. I am so happy for being help you."
Setelah Kris pamit pulang tidak lama sebuah mobil yang ditunggu kyuhyun datang.
(*_*)
Mansion Cho
Malam menjelang Keluarga Cho yang sibuk dengan rutinitas hariannya pun sudah kembali kerumah. Setelah membereskan diri mereka menuju tempat bersanta keluarga menunggu hidangan makan malam yang sedang disiapkan Eomma dan para pelayannya.
"Hyung.. apa belum ada kabar dari Kyuhyun?" tanya Donghae.
"belum.. Hae ya.. sebenarnya kemana.. dimana dia. Ah aku sampai tidak Fokus kerja memikirkan uri kyuhyunie yang menghilang." Jawab Leeteuk sambil memijat pelipisnya.
Appa dan keempat anaknya hanya dapat terdiam. Sungguh mereka begiti khawatir, penasaran, rindu dengan kehadirann Kyuhyun yang sudah beberapa hari ini menghilang. Mereka takut tidak bisa bertemu Kyuhyun lagi.
"hyung aku merindukannya. Tidak ada yang mengganggu kita lagi setelah dia tidak ada. Tidak ada suara berisiknya ketika bermain game atau tidak mau memakan sayuran. Tidak ada suara rengekannya yang selalu minta dibelikan kaset game terbaru. Tidak ada..." Donghae tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"tenaglah Hae ya.. kita semua juga mengkhawatirkan Kyuhyun." Jawab Heechul.
"Apa dia makan dengan baik seperti kita? Apa dia sehat sekarang?" lirih Donghae dengan suara bergetar. Semua termenung dengan ucapan Donghae.
Suara langkah salah satu Pelayan yang menghampiri mereka membuyarkan semuanya. "Maaf Tuan.. ada Surat untuk kalian"
"Surat?" tanya Kibum.
"Ye, tuan muda. Saya tidak tahu dari siapa dan hanya tertera alamat Rumah ini."
"baiklah.. terimakasih Ajumma." Jawab Jungsoo sambil mengambil Surat itu.
Mereka hanya menatap Surat putih itu aneh. Karena penasaran mereka langsung membuka surat itu.
'Teruntuk yang tercinta Appa, Eomma, Hyungdeul'
Satu baris dalam surat itu membuat mereka terkejut. Satu pemikiran mereka tentang prngirim surat itu. "KYUHYUN".
"Jungsoo ah, bacakanlah surat itu yang keras untuk kami" pinta Appa Cho.
"Nde, Appa."
.
'Anyeong Appa, Eomma, Hyungdeul...
Mianhae.. mianhae.. setelah kalian membaca surat yang aku kirim ini, aku sudah tidak berada di Korea. Mianhae aku yang pergi tanpa memberitahu kalian. Sampai saat aku kembali bisakah kalian tetap hidup bahagia? Kalian harus hidup baik tanpa dongsaeng yang merepotkan sepertiku! Arrachi?
Mianhae Eomma,, Appa,, Kyu belum bisa membuat kalian bangga seperti Hyungdeul yang lain. Kalian adalah bulan dan matahariku yang selalu menerangi di setiap siang dan malamku. Eomma,, Appa,, Saranghae..
Hyungdeul,, aku juga menyanyangi kalian. Aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Aku akan hidup dengan baik disini. Aku janji. Sungguh.. kalian tidak perlu mencemaskan atau mengkhawatirkan aku di Sini. Bisakah aku meminta kepada kalian untuk tidak membawa kasus yang menimpaku Ke pihak kepolisian. Sungguh, aku tidak ingin ada yang terluka. Mereka menyayangiku seperti kalian. Jadi Aku mohon, hentikan kasus ini.
Kalian tidak usah mencariku. Aku janji akan kembali dengan keadaan yang baik. Tapi mian.. aku tidak bisa memberi tahu kalian dimana aku sekarang.
Mianhae.. hanya ini yang bisa ku tulis untuk kalian. Aku hanya ingin mengabarkan bahwa aku akan baik-baik saja dan hidup dengan bahagia di Sini. Jadi kalian tidak boleh mengkhartirkanku dan hidup dengan bahagia. Arrachi?
Nb: Kalian harus Janji hidup dengan baik atau aku tidak akan kembali.
-Kyu-
.
"Syukurlah kalau dia baik-baik saja" Ucap Donghae.
"tidak ada di Korea? Apa dia pergi keluar negeri?" Tanya Kibum.
"dan siapa mereka?" tanya Heechul.
"Sudahlah setidaknya kita tahu bahwa uri Kyuhyunie sedang baik-baik saja sekarang." Ucap Tuan Cho.
"nde Appa." Jawab mereka serempak.
"Tapi apa tadi ancaman di akhir suratnya? Cihh.. berani dia tidak kembali. Akan kuseret dia dan mengurungnya. Lihat saja dongsaeng aku akan menemukanmu sebelum kau kembali." Ucap Heechul yakin.
"kita harus hidup dengan baik agar kita bisa menemukan Kyuhyun. Walaupun dia bilang baik-baik saja tapi kita harus mengetahuinya secara langsung." Ucap sang Appa.
Mereka semua mengangguk setuju. Setidaknya sebuah surat yang dikirimkan Kyuhyun mengurangi rasa khawatir mereka. Walaupun mereka tidak tahu dimana Kyuhyun sekarag tapi mereka percaya bahwa dia akan baik-baik saja.
(*_*)
At Apartement (New York)
Mereka sedang bersantai diruang tengah sambil menonton acara Televisi. Mereka memakai layanan TV berlangganan satelit jadi bisa menikmati acara hiburan Korea.
"bagaimana kuliahmu hari ini Kyuhyun ah?" tanya Yesung sambil menonton.
"Menyenangkan Hyung. Apalagi ada Kris yang menemaniku. Jadi aku tidak terlalu takut di kampus baru."
"Syukurlah. Aku takut kau susah beradaptasi di Sini."
"Ini untukmu." Ucap Siwon yang sekarang sudah duduk di samping Kyuhyun sambil memberikan bingkisan untuknya.
"Apa ini Hyung?" tanya Kyuhyun.
"Bukalah." Akhirnya Kyuhyun membuka bingkisan yang diberikan Siwwon.
"kau yakin memberikanku ini Hyung?" tanya Kyuhyun ragu.
"tentu saja. Ini agar aku mudah berhubungan denganmu. Bagaimana kalau kau tersesat dan hilang di sini?" Jawab Siwon.
"Gomawo hyung... aku tahu kau orang yang sangat baik." Kyuhyun tersenyum lebar dan langsung memeluk Siwon erat.
"tapi.. aku tidak mau kau menghubungi mereka."
"Arra... aku tidak akan menghubungi mereka sampai kau mengizinkannya hyung."
Kyuhyun menerima pemberian dari Siwon dengan senang. Sebuah Handphone pengeluaran terbaru. Paling tidak akan memudahkan mereka dalam komunikasi selama mereka tinggal di NY.
.
TBC
.
Sumpah pegel banget ngetik 10 lembar.
Alur Cerita makin dipercepat.. ingin segera mendekati Ending.. haha
Review yang banyak ya.. kasih kritik dan saran yang membangun n hargailah ketikan ini. Aku ngetik 10 lembar kalian cukup ngetik 1 kalimat. Oke? ^_^
Lagi Sibuk mikir Skripsi jadi Tidak Janji Update Cepet. Tapi tetep aku usahain selalu.
Thank for Review
Ladyelf11 | Awaelfkyu13 | Aya | Hwang635 | Nanakyu | angel sparkyu | Wonhaesung Love | cinya | Reina | Songkyurina | Guest | dewidossantosleite | mmzzaa | kyuhae | Cho Sabil | lydiasimatupang2301 | dd | Cuttiekyu94 | Annisah563 | Chingu | Desviana407 | | pcycky | Anna505 | Nfs | Hyunhua | Guest2 | Aprilliyaryua.19 | Ekaokta2434
Thank For Follow & Favorite
8 Februari 2016
