PART 11

"Akhirnya aku menemukan mu….." ucap suara baritone di tengah lorong-lorong kelas siang itu.

"Hah…. Kau….." mata Sora saat membelalak melihat apa yang ada di hadapannya saat itu, sosok pria berambut merah dengan wajah baby facenya tersenyum licik, datang dan mendekati tubuh mungil Sora dan mengambil seseuatu benda dan benda itu tak lain adalah Soft gun 992A1 mengarahkan tepat kearah kepala milik gadis bersurai raven itu.

Dan …

.

.

.

.

DDOOORRRRRRRR

(FIRASAT)

Sora POV

"Tidakkkkkkk, hah hah hah hah," teriak ku pagi itu saat terbangun dari mimpi buruk ku, seketika aku langsung meraba bagian kening ku terasa hangat dan penuh dibasahi keringat dingin akibat efek samping dari mimpi buruk ku. Kemudian aku melenggang kan tubuhku dan berjalan menuju cermin rias di kaca lemari ku. Tampaklah tubuh mungil ku terekspos keseluruhan di balik kaca lemari itu, memperlihatkan tubuh indah dengan gaun tidur sutra yang kupakai diatas lutut dan dengan tali satu yang melorot dibawah bahu ku. Rambut hitamku mulai lepek dan basah karena keringat ku bercampur dengan kecemasan ku. Kutatap wajah ku yang seketika pagi itu pucat pasi tanpa ada tanda-tanda akan sakit. Namun sepertinya bukan fisik ku yang sakit, melainkan perasaan takut dan takut merayap di hati dan fikiran ku. Mimpi Itu, Mimpi itu, seakan –akan , akan menjadi kenyataan. Perasaan apa ini.

"Ohayuu adik nii-san " sapa Itachi pagi itu dengan semburat senyum manisnya, di tambah lagi dengan serpihan bekas roti tawar yang masih melekat disekitar pipinya, menambah kesan kawai pada kakak ku pagi itu.

Dan kualihkan pandangan ku kepada saudara kembarku, yang tengah asik menikmati sarapan paginya dengan hikmat.

"Yoo, anak ayah mau sarapan apa?" sapa ayah pagi itu dengan senyum manisnya.

Ada apa ini, ada apa dengan keluargaku pagi ini, semuanya terasa damai dan nyaman, tentram tidak akan ada terjadi sesuatu apa pun. Tapi apa yang terjadi pada diriku hari ini ,seakan –akan aku akan menghilang dari kehidupan mereka. Ah, aneh… kemudian tak kutanggapi sapaan mereka, setelah menegak segelas susu coklat favorit ku, kemudian ku mulai merangkul tas ransel mini ku , dan beranjak dari kursiku dan meninggalkan keluargaku.

Nampak sekali raut diwajah mereka terkesan terheran akan sikapku pagi ini, namun entah lah entah kenapa aku memposisikan diriku untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga ku lagi. Ah… perasaan apa ini.

Normal POV

Kemudian setelah Sora selesai menegak segelas susu coklat Favorti nya, segera ia beranjak dari bangku nya dan meninggalkan meja makan tanpa pamit, sesekali ia melirik keluarganya yang berada di meja makan saat itu yang menaruh pandangan heran kepada dirinya.

"Hei, Baka…tidakkah kau mau pamit atau menunggu sebentar" sergah Sasuke yang tengah sibuk mengunyah rotinya.

"Hn, aku bisa pergi sendiri" kemudian Sora melangkah pergi dan mengambil kunci mobil di saku Almamaternya. Langkah kakinya terhenti sesaat, saat handphone nya bergetar dan menunjukan tanda pesan masuk.

"hah, Ini " gumam Sora, seraya masuk kedalam mobil Sport Metalik miliknya dan memacu gas mobilnya dengan cepat keluar dari perkarangan rumahnya yang tergolong sangat Luas itu. Sehingga pengawal gerbang rumahnya kewalahan mendapati mobil Sora yang melaju tiba-tiba sangat cepat. Dan pengawal gerbang itu segera cepat-cepat membuka gerbangnya, takut jika gerbang akan dipaksa buka (baca: Tabrak) oleh putri bungsu keluarga Uchiha itu.

Itachi yang mengintip prilaku adiknya dibalik tirai jendela rumahnya itu merasa khawatir melihat tingkah adiknya pagi ini.

"sasuke " sapa Itachi

"Hn" jawab Sasuke

" Bisakah kau , perhatikan gerak-gerik Sora" sambil meletakan tangannya keatas pundak sasuke. Sasuke yang melihat raut wajah khawatir yang tak biasanya di pancarkan lewat wajah Handsome milik kakaknya itu kini menunjukan sosok tampang memohon kepada dirinya.

"Iya" jawab sasuke singkat kemudian ia melepaskan tangan kakaknya dari pundak nya, kemudian melenggang pergi keluar dari rumahnya.

Konoha High School 08.00 pagi

"baiklah anak-anak kita mulai pelajaran kita pagi ini, mengenai Sejarah Kerajaan Romawi" ucap Kurenai sang guru Sejarah pagi itu.

Sementara pelajaran sedang berlangsung,muncullah Sasuke dibalik pintu, seraya membungkuku kan tubuhnya. " Maaf saya terlambat Sensei"

"ah tidak biasanya kau terlambat Sasuke, ayo segera masuk, pelajaran sudah dimulai " sambil mempersilahkan masuk kemudian Kurenai bertanya lagi pada sasuke " Dimana adikmu ?" tanya Kurenai sambil matanya menatap mata Onyx yang baru sampai itu.

"Hah, bukannnya dia seharusnya sudah sampai di sini" Jawab Sasuke merasa keheranan, sesekali matanya menatap penjuru kelas melihat apakah adiknya ada atau tidak berada dibangkunya. Namun hasilnya nihil ia sama sekali tidak melihat Sora, di samping Gaara. Kebetulan juga Sora duduk disamping Gaara saat itu.

Tak dapat ditemui adiknya di antara para murid-murid, kemudian ia berlari keluar dari ruangan kelas itu dan meninggalkan Guru beserta teman-temannya yang merasa heran. Gaara yang merasa curiga meliahat tingkah Sasuke itu, kemudian mengemas barang-barang nya dan segera keluar mengikuti Sasuke.

"Hei, kamu mau kemana?" bentak Kurenai pada Gaara

"Perut saya Sakit" alasan Gaara, kemudian keluar sambil berlari tergesa-gesa meninggalkan ruangan kelas. Kurenai selaku guru merasa terhera-heran lagi melihat tingkah muridnya yang diluar batas normal, apa lagi Gaara, katanya perutnya sakit tapi kenapa , ah sudah lah pikir Kurenai kemudian ia melanjutkan mengajar pelajaran, namun apa yang terjadi, Geng Uzumaki yakni Naruto, Neji, Kiba, Sai segera keluar menyusul Gaara dan Sasuke tanpa pamit dan itu membuat Kurenai selaku guru merasa kesal seakan tidak dihargai.

"APA ADA LAGI YANG INGIN KELUAR, BERANI KELUAR TAMAT RIWAYAT KALIAN" Ancam Kurenai kepada sisa murid yang berada dalam ruangan kelas itu, yang dimana Kurenai terkenal sebagai guru terkejam kedua setelah Tsunade.

Di Dermaga Chiba 08.30

Sebuah mobil Sport Metalik mengerem laju mobilnya, dan didalam nya keluar sosok pelajar dengan seragam KHS. Siapa lagi kalau bukan Sora. Kemudian ia keluar dari dalam mobilnya dan melihat disekitar sekeliling lingkungan yang terasa tidak asing lagi baginya. Dia melihat kearah seluruh penjuru, mengamati apa yang akan ia temui , mencari seseorang yang telah mengirim ia pesan pagi ini untuk datang ke Dermaga Chiba.

"Yo, Sora chan Ohayou" ucap Pria bersuara Baritone dengan memakai seragam yang sangat rapih lengkap dengan Jas Hitam dan dasi Hitam yang menghiasi tubuh kekar pria itu. Diturunkannya topi Vedora yang ia kenakan saat itu dan menunjukan wajahnya kehadapan Sora.

"Hah, Tidak Mungkin Kau" Sora terkejut melihat apa yang ada dihadapannya saat itu. Ya, dia adalah Akasuna Sasori seorang gangster Mafia yang terkenal akan kekejaman dan kerakusan keserakahannya pada uang. Yang membuat Sora terkejut bukanlah mengenai tampilan fisik maupun status riwayat pria itu, melainkan yang membuatnya Terkejut adalah mengapa Sasori masih hidup, siingat Sora, dialah yang telah membunuh dan memastikan bahwa pria itu sudah mati ditangannya.

"Yo, Terkejut ya, … heran….? Mengapa aku masih hidup" ucap Sasori dengan senyum Evilnya. Rambut merah bersurai itu bergerak-gerak berayun-ayun lembut oleh angin, tatapan tajam mata sepasang manusia itu menghiasi suasana pagi itu. Kemudian Sasori melangkah maju mendekati Sora yang terperangah , yang merasa tidak percaya apa yang ada dihadapannya untuk sekali lagi.

Saat itu juga tiba-tiba sora jatuh berlutut, seraya mengeluarkan sesakan nafas yang tertahan didadanya dan cucuran keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Perasaan takut mulai menyelimuti gadis ini, tidak tahu apa sebabnya ia merasakan amat ketakutan mengahadapi pria di depannya ini.

Kembali lagi ke Sasori, ia merasa puas melihat gadis itu berlutut menahan rasa ketakutan yang sekarang menghinggapi diri gadis itu, kemudian ia mendekati gadis itu dan mulai berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Sora. Dan tangan kirinya hinggap ke pundak Sora dan tangan kananya kini mulai merangkul dagu Sora. Ia melihat dimata gadis itu penuh dengan aura ketakutan yang sangat mengerikan saat melihat dirinya.

Lalu diraihnya dagu Sora dan ia mendekatkan wajah nya dengan wajah Sora perlahan-lahan. Kemudian ia mengecup bibir mungil gadis itu dengan cepat, yang membuat si pemilik bibir itu kaget akan perlakuan yang barusan ia terima. Entah setan apa yang tengah melanda Sora, tubuhnya merasa mati, tak dapat dikendalikan, ia hanya bisa menatap mata onyx milik Sasori dan hanya bisa merasakan ciuman yang hangat kini di berikan Sasori kepadanya.

"Hem, manis rasa Strawberry" ucap Sasori sambil melepaskan ciumannya dari bibir gadis ia membisikan sesuatu ke telinga gadis yang barusan ia rebut ciumannya.

"Aku, tidak akan melepaskan mu, dan kupastikan Kau akan ….. "

Sejurus kemudian mata sora terbelalak seakan akan , ia hanya merasa terdiam kaku dan tak berdaya mendengar apa yang barusan dikatakan pemuda itu. Setelah menyampaikan nya kemudian pria itu berdiri dan melangkah pergi. Sebelum pergi Sasori menyampaikan sesuatu dengan hiasan senyum dibibirnya.

"Sora, perasaan takut yang kau alami sekarang adalah nyata, dan aku akan terus datang untuk menakuti mu sampai kau lelah Sora, dan aku sekarang hidup dan ingat ini bukan mimpi"

Setelah ia selesai menyampaikan pesannya, kemudian Sasori pergi berlalu meninggalkan Sora yang penuh dengan rasa takut, Sora masih dalam posisi berlutut, tangan nya meremas rok mini seragamnya, dan sesekali mata indahnya mengeluarkan linangan bening air mata yang sangat rapuh, dan air itu jatuh membuat garis aliran pada pipi ranum miliknya. Angin masih saja bermain dengan rambutnya yang bergerai dengan indahnya. Ditambah lagi dengan suasana hati yang ia rasakan kali ini sama seperti kejadian Silam.

"Sialan Kau Sasori, Kesal" gerutu Sora, yang kemudian ia bangkit dari posisi berlutut nya dan memegang bibirnya, ia kesal karena ciuman pertamanya diambil oleh pria seperti Sasori.

"SIAALAN KAU SASORII" teriak Sora sekencang-kencangnya kepada pemuda yang telah berlalu itu, ia pun merasa heran kenapa ia tidak melawan saat diperlakukan seperti tadi, kenapa ia hanya terikat dan terbelenggu oleh rasa ketakutan terhadap pria itu.

'kenapa,kenapa,,,KENAAPAAA' Jerit Sora Dalam Hati sambil sesekali ia memgang dadanya yang terasa sakit, sakit dan sangat sakit.

To be Continued

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sora ? siapakah sosok Sasori ?