OMEGA
Written by REBEL4LIFE AFF
Saya sudah meminta ijin pada penulis, dan penulis memberikan saya ijin untuk mentranslate ceritanya.
.-.
Tidak pernah dalam hidupnya ia merasa seperti ini. Ia merasa tidak dapat bernafas dan ia tidak dapat berpikir ketika melihat Suho penuh dengan darah, luka, dan lebam. Ia membawa Suho ke rumahnya dan membaringkan pasangannya secara perlahan, layaknya gelas kaca yang rapuh.
"Kenapa kamu tidak memanggilku?" Ia berbisik. Ia memberikan ciuman lembut di dahi Suho yang berkeringat dan menggenggam tangannya. "Tuhan, maafkan aku." Ia menjilat seluruh bekas luka di wajah Suho untuk membuatnya sembuh lebih cepat dan menggunakan handuk basah untuk membersihkan darah dan tanah.
Siapa yang melakukan ini padamu?!
Mungkin ini ulah mereka. Mungkin mereka sudah sangat dekat.
Ia harus menunggu Yixing besok untuk menyembuhkan lukanya dan berbicara dengan Sehun.
Ia membuang handuk basah di tangannya dan berbaring di sebelah Alphanya. Menggunakan tangannya untuk memeluk pasangan kecilnya dengan hati – hati. Ia menghela nafas berat sebelum kembali mengecup keningnya.
"Maafkan aku, Suho."
.-.
Itu terjadi kemarin malam, pikir Yifan.
Sekarang disinilah mereka, ini sudah sangat terlambat untuk membantu pasangannya. Astaga, bahkan Suho masih terluka parah.
"Siapa yang berani melewati batas wilayah Raja?" Teriak Jongdae.
Mereka menunggu suatu gerakan, dan lawan mereka berdiri disana menunggu waktu untuk menyerang, mereka nyaris tidak mengenali aroma asing yang datang dari belakang mereka sebelum Jongdae mengetahuinya karena Jongdae sangat sensitif terhadap aroma. Ia memutar tubuhnya, memastikan bahwa Sehun masih di jangkauannya sebelum menggeram ke arah asal aroma asing itu.
"Tunjukan dirimu!" Perintahnya.
Perlahan, mereka mendengar suara langkahan kaki dan aroma darah, aroma yang mengganggu sisi serigala mereka.
Sehun berdiri di antara Jongdae yang berada dibelakangnya dan Luhan yang berada didepannya. Yifan sudah lama pergi setelah Jongdae menyadari penyusup.
Ketika para penyusup itu hampir menampilkan wujud mereka, Luhan menutup matnya dan memfokuskan dirinya untuk merasakan daerah sekeliling mereka. Dan ketika ia membuka matanya kembali, muncullah dinding trasnparan yang memisahkan mereka dari para penyusup ; tidak ada satupun yang dapat keluar maupun memasuki daerah tersebut.
Apa-apan ini?
Alis Jongdae bertaut ketika penyusup tersebut menampilkan diri mereka. Matanya langsung memperhatikan penyusup tersebut. Tubuhnya penuh akan luka dan darah, namun itu tidak membuatnya lupa akan wajah itu, wajah yang begitu familiar.
"Baekhyun?" Dengan perlahan Jongdae melangkah maju namun terhenti ketika Luhan menariknya.
"Zitao juga ada disini."
Jongdae memutar tubuhnya untuk memastikan perkataan Luhan, dan matanya membelalak kaget begitu melihat keadaan Zitao yang sama seperti Baekhyun.
"Apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Sehun sembari berlari menuju Baekhyun, meletakan tangannya pada dinding transparan dan memperhatikan keadaan salah satu penjaga setianya. "Apa yang terjadi?"
"Kami diserang." Jawab Zitao lemah. "Kerajaan sedang diserang."
"Kalian pergilah dari sini, kumohon." Tambah Baekhyun, ia tidak lagi mampu menahan berat tubuhnya sehingga ia terjadi karena kehilangan banyak darah. "Mereka kembali."
"Siapa yang kembali, Baek?" Tanya Jongdae. "Luhan, hilangkan dinding pelindung ini!"
Luhan baru saja ingin menghilangkan dinding pelindung itu sebelum sebuah suara menghentikannya.
"Jangan." Yifan berdiri diluar dinding pelindung itu. "Siapapun itu yang menyerang kerajaan sedang berada di sini." Ia melihat kepada Baekhyun dan Zitao. "Kita harus membawa mereka kepada Yixing, Yixing dapat menyembuhkan luka mereka."
"Kalian harus pergi dari sini, sekarang!" Nafas Zitao tersenggal-senggal. "Dimana para omega? Mereka tidak aman!."
"Yang Mulian, anda harus cepat pergi dari sini. Mereka bisa datang kapan saja." Imbuh Baekhyun, dengan nafas yang sama beratnya dengan Zitao.
"Aku akan melindungi yang lainnya, kalian harus melindungi Yang Mulia." Kata Zitao.
"Mereka-"
Luhan tidak dapat menyelesaikan perkataannya ketika hembusan angin berputar di sekitar pelindung menuju ke arah Zitao dan Baekhyun, angin itu bahkan mengangkat mereka berdua ke udara.
"Yang Mulia, apa yang anda lakukan?"
Sehun menatap dingin kepada Zitao dan Baekhyun, tanpa memperdulikan pertanyaan Luhan. Ia menjentikkan jarinya dan angin tersebut mengikat udara dari paru-paru mereka, menghasilkan suara tercekik dan geraman dari Zitao maupun Baekhyun.
"Yang Mulia?" Jongdae menatap Sehun.
"Siapa kalian?" Bentak Sehun. "Dimana Baekhyun dan Zitao?"
"Y-Yang M-Mulia..." Baekhyun berusaha membalasnya.
"Baekhyun tidak pernah memanggilku 'Yang Mulia' dan Zitao tidak pernah memanggil yang lainnya omega." Marah Sehun.
Geraman adalah balasan yang ia dapatkan, dengan jentikkan jarinya lagi, kedua sosok tersebut berteriak kesakitar karena oksigen mereka terkuras. Ia menatap mereka lagi sebelum membunuh mereka. Baekhyun dan Zitao pasti melarikan diri, mereka harus tetap hidup.
Ketika para penyusup itu terkulai lemas di udara, Sehun membiarkan mereka terjatuh ke tanah. Wajah mereka berubah, dan memang benar, mereka berdua bukanlah Zitao dan Baekhyun.
"Mereka mampu merubah wujud mereka, mereka shape shifter." Kata Luhan.
Satu persatu serigala muncul dan mengelilingi mereka, serigala tersebut berjumlah kurang lebih 10 serigala dan Yifan langsung melompat ke udara ; dua dari sepuluh serigala tersebut merubah wujud mereka menjadi manusia. Serigala di samping mereka mengeluarkan geraman dan mereka menganggukkan kepala, mereka melompat dan mengikuti Yifan, dan itu adalah area bertarung milik Yifan, di udara.
"Yang Mulia, anda seharusnya melindungi kerajaan anda." Sebuah suara terdengar dari kejauhan.
"Myungsoo." Geram Jongdae dan Luhan.
"Ah, mundurlah, anak-anak." Ejek Myungsoo. "Tidak ingin raja kalian terluka, kan? Kita ini tiga lawan dua belas lho."
"Apa yang kau lakukan kepada Baekhyun dan Zitao?" Tanya Sehun.
"Oh, mereka..." Myungsoo menganggukkan kepalanya seakan berpikir. "Aku tidak yakin... Kami kehilangan jejak mereka ketika salah satu anak buahku menembah Zitao dengan panah beracunnya."
Jongdae mendesis; di kakinya muncul kilatan petir.
"Sungguh, aku merasa tersakiti sekarang." Myungsoo menyentuh dadanya. "Luhan, hilangkan pelindung ini. Aku merasa tidak terima disini."
"Karena memang kau tidak diterima disini." Sembur Luhan. Ia merentangkan tangannya dan dinding pelindung itu semakin besar dari sebelumnya. Ia menatap benci pada para serigala tersebut sebelum kembali menutup matanya. Ketika ia kembali membukanya, nampak kilatan garis silver di matanya dan salah satu serigala melolong kesakitan. Darah keluar dari mata dan telinga serigala tersebut.
Para serigala lainnya menggeram sebelum lari menuju ke dinding pelindung itu. Jongdae melesakkan petirnya bertepatan dengan Luhan yang menurunkan dinding pertahannya dan Sehun yang menghembuskan anginnya, menyerang para serigala tersebut.
.-.
"Aku harus keluar, Kyungsoo." Minseok menggigit bibirnya. Ia memeluk bayi kecilnya sembari melihat anggotanya yang lain. Ia khawatir dengan keadaan pasangannya, Luhan. "Bagaimana jika mereka membutuhkan bantuan kita?"
"Kamu tahu kita tidak dapat melakukannya, Minseok." Kata Yixing. "Bayimu sangat membutuhkanmu sekarang."
Kim bersaudara berdiri agak jauh dari anggota pack tersebut. Dengan Jongin yang merawat luka Suho dan Chanyeol yang menjaga pintu.
"Tapi kamu dapat pergi, Yixing." Bantah Minseok. "Kamu harus berada diluar sana."
Yixing menggigit bibirnya karena apa yang dikatakan Minseok benar. Ia juga khawatir dengan calon pasangannya, dan ia ingin keluar membantu mereka, tapi... Ia kembali menatap kepada Kim bersaudara, sekarang ini bukanlah saat yang tepat untuk melakukannya. Bagaimana jika mereka tahu siapa mereka sebenarnya? Bagaimana mereka dapat menyelamatkan kerajaan nanti?
"Kita akan menunggu, Minseok. Dan ini adalah keputusan final." Kata Yixing. Minseok menatapnya kecewa, namun apa yang dilakukan oleh Yixing juga benar. Astaga, ia hanya bisa berharap agar yang lainnya baik-baik saja, terlebih pasangannya, anak itu tidak terlalu pintar dalam bertarung.
.-.
"What the hell, Luhan?" Teriak Jongdae.
Luhan tidak sengaja meninju wajah Jongdae dengan pikirannya karena... pertama, ada serigala disampingnya, dan yang kedua sebenarnya yang ia tuju adalah serigala itu.
"Tinjumu sangat sakit!"
"Maaf, itu bukan untukmu." Kata Luhan meminta maaf.
"Kuharap juga begitu, atau aku akan membakar bokongmu." Jongdae menyengat serigala sebelum kembali menyengat serigala lain yang berusaha menyerang Sehun. "Sama-sama, Yang Mulia."
"Terserah-Luhan!" Pelotot Sehun. "Jangan gunakan kekuatanmu jika kamu tidak tahu cara menggunakannya!"
Lagi, Luhan tidak sengaja menyerang Sehun dengan pikirannya, tapi untungnya, tidak seperti Jongdae, Sehun mampu menghindarinya karena bisikan dari angin disekelilingnya.
"Yang Mulia, kukira dia juga seorang penyusup. Seharusnya kita menendang bokongnya dulu tadi." Kata Jongdae sembari kembali bertarung dengan serigala lainnya.
"Kalian semua ini bodoh." Kata Yifan sembari turun dari langit dengan dua penyusup di tangannya. Ia menjatuhkan penyusup itu sebelum bergabung dengan ke tiga manusia itu.
.-.
Myungsoo menatap benci pada mereka ber empat sebelum ia memberi tanda kepada para pengikutnya.
"Sehun, singgasanamu, rakyatmu, wilayahmu, istanamu, dan segala yang kau punya akan jadi milikku!" Ia teriak. "Penerus Raja akan kubunuh, kalian semua, cari dan musnahkan para omega yang kalian temui!"
Begitu Myungsoo menapakkan kakinya di medan perang, cahaya yang begitu terang terpancar.
"Kau harus melewati kami dulu." Wajah yang familiar muncul dari cahaya tersebut. "Lagi."
"Astaga..." Suara lain terdengar. "Luhan, kau bertarung?!"
.-.
Ta-da... Maafkan aku, karena lama sekali tidak update. Banyak sekali ujian dan organisasi yang harus kuselesaikan sebelum liburan. Dan untungnya sudah selesai, kuharap kalian tidak kecewa dan masih mengingat cerita ini. Enjoy guys!
