"Sungie-ah,kenapa tidak main dengan yang lain?"tanya seorang yeoja dengan senyuman yang membuat matanya ikut tersenyum. Sunghae menatap sonsaengnimnya itu kemudian menggeleng sebagai jawabannya. Yeoja tersebut memandang Sunghae yang kini merebahkan kepalanya diantara kedua lengannya. "Sungie sakit,eum?"tanya sang sonsaengnim seraya mengelus rambut bergolambang Sunghae.

"Sonsaengnim~"

"Heum?"

Sunghae mengangkat wajahnya dan menatap yeoja yang sebentar lagi akan menikah tersebut. "Sungie ingin menolong ahjumma Sungie tapi Sungie takut."ucap Sunghae dengan raut wajah sedih. Yeoja yang bernama lengkap Stephanie Hwang ini tersenyum lembut pada Sunghae.

"Sungie~jika kita ingin menolong seseorang itu tidak perlu takut. Kecuali jika Sungie ingin mencuri atau nakal baru Sungie takut. Memangnya Sungie takut kenapa?"tanya sang guru. Sunghae terdiam,antara memberitahukan atau tidak. "Kalau tidak ingin bercerita tidak apa-ap_

_Sungie takut eomma semakin sakit." Stephanie tergelak mendengar ucapan yeoja mungil yang selalu ceria tersebut. "Eomma sekarang sedang sakit. Appa sedang sibuk dan Sungie tahu jika appa juga memikirkan kondisi eomma. Karena eomma sakitlah,Sungie tidak ingin menolong ahjumma."

Bingung. Yah~siapapun akan bingung jika berada diposisi Stephanie sekarang. Kalimat Sunghae begitu ambigu.

"Apa hubungannya eommamu dan ahjumma yang ingin Sungie tolong?"tanya Stephanie.

"Karena ahjumma dulu yang membuat eomma pergi."

DEG


*죄송합니다*


Hari ini Kyuhyunlah yang menjemput princess Sungmin dan Donghae. Bersyukurlah pada Eunhyuk yang menggantikan tugasnya untuk menemani Donghae syuting. Jika dipikir-pikir Donghae seperti memiliki dua manager. Hyungnya dan calon iparnya. Maybe.

"Kyu ahjussiiiiiii~"suara cempreng yang sangat dikenal Kyuhyun itu bagaikan melody yang indah. Jujur saja,berdiri bersender didepan mobil dibawah sinar matahari sangatlah... panas.

GREP

"Aigoo~kau semakin berat,Sungie."ucap Kyuhyun saat tubuh mungil Sunghae sudah berada digendongannya. Sunghae mempoutkan bibirnya mendengar kalimat yang sangat menyinggungnya itu.

"Ahjussi jahat. Sungie tidak akan merestui ahjussi untuk menikah dengan Hyukie ahjumma!"ucap Sunghae. Kyuhyun membulatkan kedua matanya.

"Andwe! Ish! Tadi ahjussi hanya bercanda Sungie-ah. Kau ini seperti appamu saja."

"Akukan anaknya."

"Arra. Jja!kita kerumah sakit, halmoeni dan haraboji sedang menjenguk eommamu."ucap Kyuhyun dan diangguki semangat oleh yeoja duplikat Donghae tersebut. Kyuhyun mendudukkan Sunghae dijok disampingnya tak lupa memasangkan setbelt untuk Sunghae.

"Annyeong Kyuhyun-ssi~"

Kyuhyun yang tadi ingin masuk kedalam mobil terkejut saat mendengar sapaan guru Sunghae. "Ah! Annyeong sonsaengnim~"balas Kyuhyun. Yeoja tersebut tersenyum sebagai respon.

"Bisakah kita bicara sebentar,Kyuhyun-ssi?"tanya Stephanie-guru dari Sunghae. Kyuhyun terdiam berpikir kemudian menatap kedalam mobil tepatnya kearah Sunghae yang kini sedang memainkan psp miliknya.

"Baiklah."jawab Kyuhyun.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun dan guru Sunghae kini berdiri didepan pintu gerbang yang hanya berjarak lima meter dari mobil Kyuhyun. "Ada apa sonsaengnim?"tanya Kyuhyun memulai.

Stephanie terdiam,mencari kata-kata yang tepat untuk memulai pembicaraan. "Begini Kyuhyun-ssi, sebenarnya saya ingin membicarakan hal ini langsung kepada Donghae-ssi tapi karena saya tahu Donghae-ssi sedang sibuk jadi saya ingin Kyuhyun-ssi yang mengatakannya pada Donghae-ssi. Ini tentang Sunghae."

"Mwo?! Ada apa dengan keponakanku,sonsaengnim?"tanya Kyuhyun yang kelihatan panik mendengar nama Sunghae." Stephani tersenyum,dia sangat tahu bahwa Sunghae memiliki banyak sekali orang yang sangat menyayanginya dan jika ada orang yang membicarakan tentang Lee Sunghae maka pikiran mereka akan negatif. Yah~takut jika terjadi apa-apa pada yeoja kecil itu seperti diculik atau tiba-tiba memukul anak-anak yang lain. Dan sepertinya kata terakhir itu mustahil dilakukan Sunghae.

"Tadi saat istirahat,saya melihat Sunghae berdiam diri didalam kelas,tatapannya kosong kearah teman-temannya yang sedang bermain. Sungie tergolong anak yang hyperaktif dan melihatnya melamun seperti tadi membuat saya penasaran dan akhirnya bertanya. Awalnya, dia hanya menjawab dengan gelengan kepala tapi setelahnya dia mulai bercerita."

"Apa yang diceritakannya,sonsaeng?"tanya Kyuhyun yang mulai dilanda cemas. Jujur, Sunghae tidak pernah seperti itu,terakhir Kyuhyun melihatnya menjadi diam adalah saat dia tahu kenapa Sungmin pergi dan hampir satu minggu dia tidak bicara dengan Donghae dan hal itu membuat namja berjuluikan Fishy itu hampir gila.

"Sungie bilang dia ingin menolong ahjummanya tapi dia takut kalau sakit eommanya semakin parah. Dan saat saya tanya lagi kenapa, Sungie menjawab karena ahjumma yang ingin dia tolong adalah ahjumma yang membuat eommanya pergi."

"Mwo?!"


*죄송합니다*


"Makan yang banyak,Minnie~eomma sudah membawakan makanan kesukaanmu. Jadi,harus dihabiskan,nde."

"Nde eomma~,gamsahamnida."jawab Sungmin seraya tersenyum lebar. Leeteuk ikut tersenyum melihat wajah menantu kesayangannya itu yang lima tahun tak pernah dilihatnya dan sekarang kini dirinya sudah bisa memeluk namja manis yang sudah memberikannya satu orang cucu yang sangat cantik dan mungkin sebentar lagi akan ada dua cucu lagi. Maybe.

"Appa~benar-benar senang kau kembali,Minnie. Kau tahu,semenjak kau pergi suamimu itu lebih banyak merepotkan kami. Kau bayangkan saja,para maid yang ingin membantunya merawat Sungie malah dipecatnya dengan alasan tak masuk akal. 'Jangan sentuh,Sungie. Hanya aku, istriku dan keluargaku yang boleh menyentuhnya.' Dan dia mengatakan itu dengan berteriak. Aigoo~"

"Mwo? Jinjjayo,appa? Ck! Hae~benar-benar keterlaluan."

"Itu karena Sunghae masih sangat kecil dan lemah. Donghae sangat menjaga Sunghae. Dulu,sebelum tinggal dirumah yang sekarang, Donghae, Eunhyuk, dan Sunghae tinggal dirumah minimalis dengan pengamanan yang lebih ketat dari rumah kalian sekarang. Bahkan kami yang ingin berkunjung untuk menjenguk Sungie harus menghubunginya dulu untuk meminta password. Dia benar-benar overprotectif pada Sungie."jelas Leeteuk dan kembali menyuapi Sungmin dengan bubur labu kesukaan Sungmin.

"Tidak hanya itu saja,Min. Donghae juga terkadang kurang percaya dengan kami untuk menjaga puteri kalian."sambung Kangin yang mengupas buah-buahan untuk sang menantu. Oh,Lee Sungmin betapa beruntungnya dirimu memiliki mertua yang begitu memperhatikanmu.

"Minnie sangat berterima kasih karena appa dan eomma menjaga Sunghae dan Donghae selama Minnie pergi untuk menata hati Minnie."

Leeteuk dan Kangin tersenyum lembut kepada menantu mereka itu. "Kau ini bicara apa? Tentu saja kami harus menjaga mereka. Mereka juga orang yang sangat berarti untuk kami."jawab Leeteuk. Sungmin menatap mertuanya tersebut dan tersenyum lebar.

"Appa,,,eomma bukannya Jessica juga ikut merawat Sunghae?"

"Eum~Jessica merawat Sunghae saat Donghae sakit karena radang lambung. Eunhyuk dan Kyuhyun sibuk mengurus Donghae dirumah sakit dan Jessica datang untuk membantu merawat Sunghae. Awalnya,kami semua ragu tapi melihat kesungguhannya dan tidak akan macam-macam. Kami memperbolehkannya saja."jelas Leeteuk. Sungmin mengangguk mengerti dan kembali memakan sup labunya.

.

.

.

"Eommaaaa~"

"Aigoo~jangan berteriak,Sungie-ah."ucap Kyuhyun yang berada dibelakang Sunghae yang pastinya sama sekali tidak didengarkan oleh yeoja kecil tersebut.

"Cucu haraboji sudah pulang? Sini cium haraboji~"ucap Kangin yang duduk disofa. Sunghae mengangguk dan mencium pipi Kangin. Leeteuk dan Sungmin terkekeh melihat kedekatan cucu dan kakek tersebut.

"Ah~Kyu kebetulan kau ada disini. Kemari, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."ucap Kangin yang melihat Kyuhyun yang hanya berdiri saja. Kyuhyun mengangguk dan duduk disamping Kangin.

"Ada apa ahjussi?"tanya Kyuhyun yang sudah duduk disamping Kangin yang sedang memangku cucunya.

"Ini tentang Hyukie hyung,Kyu~"ucap Sungmin yang sudah selesai memakan sup labunya. Kyuhyun terdiam dan menatap Kangin yang duduk disampingnya dan bergantian menatap Leeteuk yang duduk disamping tempat tidur Sungmin.

"Memangnya ada apa denganku dan Hyukie?"tanya Kyuhyun bingung. Sungmin memutar bola matanya mendengar jawaban Kyuhyun yang pura-pura tidak tahu.

"Aku tahu kau mengerti maksudku,Kyu."jawab Sungmin.

"Sepertinya kau sudah sembuh,hyung."

"Ck!" Sungmin berdecak kesal dan melipat kedua lengannya didepan dada. Sungmin bicara apa Kyuhyun menjawab apa.

"Kapan kau akan menikahi anakku,Kyuhyun-ah?"

"Heh?!"


*죄송합니다*


Donghae dan Eunhyuk kini berada di Kona Beans. Pembuatan video untuk albumnya sudah selesai dan Donghae tidak lagi melakukan kesalahan. Dua kakak beradik ini memang sering ketempat seperti ini. Donghae yang berstatus sebagai artis tak pernah memakai penyamaran dengan alasan agar dia bisa dekat dengan para fansnya. Apakah Donghae tidak takut dengan fans anarkis? Jawabannya TIDAK. Entah apa yang ada diotak suami Lee Sungmin ini.

"Hampir seminggu Sungmin dirawat dirumah sakit dan baru kemarin aku tahu bahwa selama ini ruang perawatan Sungmin bersebelahan dengan ruang rawat Jessica."

Eunhyuk menatap kearah Donghae yang mengaduk-aduk cappuchinonya. Donghae sudah melihat Jessica kemarin malam dan Eunhyuk yang mengantarkannya keruangan Jessica yang ternyata bersebelahan dengan kamar Sungmin. "Jika selama ini Jessica berada dirumah sakit itu,kenapa Victoria noona tidak mengatakannya?"

"Victoria tidak tahu Jessica masih hidup. Kau tahu sendirikan Victoria itu dokter apa. Kalau dokter Shindong aku rasa lebih sering kekamar rawat Jessica."jawab Eunhyuk.

"Yah~kau benar. Lagipula aku tidak ingin mengurus Jessica. Sekarang bagiku adalah Sungmin."ucap Donghae yang dianggukkan oleh Eunhyuk yang seolah menyutujui kalimat sang adik.

"Kau sudah memberitahukan kehamilan anak kalian ini dengan Sungmin?"

Donghae yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk minumannya kini beralih menatap jalanan dimana para fansnya tengah berdiri disebarang jalan dengan kamera ditangan mereka. Biasanya,saat melihat para fansnya Donghae selalu memberikan senyum childishnya tapi entah kenapa saat ini rasanya sangat sulit untuk tersenyum.

"Aku takut,hyung. Victoria noona bilang tubuh Sungmin menolak rahim itu."lirih Donghae.

"Hae~kau bilang Sungmin menolak rahimnya diangkat,apa kau tidak bertanya alasannya kenapa? Rahim itu ada ditubuhnya dan aku yakin Sungmin merasakan ada sesuatu yang hidup dalam tubuhnya. Dan aku lihat Sungmin juga sudah sehat."

Donghae menghela nafasnya. "Kajja kita kerumah sakit."ucap Donghae dan berdiri dari duduknya diikuti oleh Eunhyuk.

.

.

.

.

.

.

.

Eunhyuk melirik kearah Donghae yang sedang memejamkan matanya, Eunhyuk dapat melihat ada lingkaran hitam dibawah mata sang adik. Tadi malam dia dan Donghae tidur jam tiga dini hari dan bangun jam enam untuk mengurus anaknya. Donghae tidak pernah lupa dengan tanggungjawabnya pada Sunghae. Sungmin sedang sakit dan pastinya Donghaelah yang mengurus Sunghae sampai Sungmin sembuh. Setelah mengantar Sunghae barulah Eunhyuk dan Donghae pergi ke Namsan tower, Donghae akan syuting MVnya disana bersama Eunsoo yang menjadi model MVnya.

"Arrrrgghhh!"

CKIIIIIITTT


*죄송합니다*


Leeteuk, Kangin dan Kyuhyun berlari disepanjang koridor lantai dua. Tadi, Kyuhyun mendapat telpon dari Donghae yang mengatakan kalau mereka kecelakaan.

"Hae!"panggil Leeteuk yang melihat puteranya duduk dikursi tunggu.

GREP

Leeteuk memeluk tubuh putera bungsunya itu dengan erat. "Apa yang terjadi dengan kalian,nak? Mana hyungmu?"tanya Leeteuk yang kini sudah melepaskan pelukannya pada Donghae.

"Aku juga tidak tahu,eomma. Saat itu aku tertidur dan Eunhyuk hyung yang menyetir tapi aku mendengar teriakan kesakitan Eunhyuk hyung dan kami menabrak pembatas jalan. Aku hanya luka robek tapi sudah dijahit tapi Eunhyuk hyung_

_Kenapa dengan Hyukie,Hae hyung?"potong Kyuhyun. Wajah putra Cho Siwon ini benar-benar khawatir.

"Dia tidak terluka hanya saja aku melihat darah mengalir dari kakinya."

"MWO?!"


*죄송합니다*


Sungmin duduk diatas tempat tidurnya dengan buku ditangannya. Sungmin sedang menceritakan sebuah dongeng anak-anak untuk Sungie kecilnya. Jika dilihat lebih dekat, wajah Sungmin terlihat agak pucat bukan karena sakitnya hanya saja wajahnya pucat karena kaget akan berita kecelakaan suami dan hyung iparnya.

"Eomma tenang saja,appa dan Hyukie ahjumma baik-baik saja."ucap Sunghae. Sungmin menatap puterinya yang sedang berbaring dengan kedua lengan memeluk pinggangnya. "Eomma, Sungie boleh bertanya?".

Sungmin menutup bukunya dan meletakkannya dimeja disamping tempat tidurnya. "Tanya apa,sayang?"tanya Sungmin. Sunghae menarik nafasnya.

"Eomma tahukan bahwa Sungie pernah dirawat oleh Jessica ahjumma?"

Sungmin mengangguk.

"Eomma juga tahukan bahwa Jessica ahjumma sudah meninggal?"

Sungmin mengernyit tapi tetap mengangguk. Sunghae menarik nafasnya lagi sebelum memulai pertanyaan yang mungkin akan membuat eommanya mengingat kembali masa dulu. "Apa eomma memaafkan,Jessica ahjumma?"

"Apa maksudmu,Sungie?"

Sungmin dan Sunghae terkejut dan refleks menoleh kearah pintu dimana Donghae berdiri disana dengan pelipis yang dijahit. "Appa/Hae~"panggil Sungmin dan Sunghae bersamaan. Donghae berjalan menghampiri dua orang yang menjadi bagian dari hidupnya. Sungmin dan Sunghae saling bertatapan kemudian menatap Donghae yang tengah menatap keduanya.

"Appa,gwenchanayo?~"tanya Sunghae. Donghae menganggukkan kepalanya dan mengangkat tubuh puterinya untuk duduk dipangkuannya.

"Bagaimana keadaan Hyukie hyung dan kenapa keningmu,Hae?"tanya Sungmin beruntun. Wajah manisnya terlihat sangat khawatir.

"Hyukie hyung baik-baik saja dan keningku hanya robek sedikit tapi sudah dijahit."jawab Donghae, Sungmin menghela nafas lega dan menunjukkan senyum manisnya. "Akh~besok pagi kau sudah bisa pulang,Min."sambung Donghae.

"Eoh? Jeongmalyo? Akhirnya aku bisa pulang juga. Kau tahu,Hae aku sangat bosan disini. Hanya berbaring dan makan sangat tidak enak bagiku."

Donghae tersenyum mendengar kalimat sang istri. Sungmin memang sangat bosan berada dirumah sakit padahal dirinya sudah sembuh total.

"Appa,,,eomma Sungie ingin bicara."

"Kau ingin membicarakan masalah Jessica tadi?"tanya Sungmin yang diangguki oleh Sunghae. Donghae yang memang tak sengaja mendengar percakapan istri dan anaknya sedikit banyak juga tahu apa yang dibicarakan puterinya dan istrinya ini.

"Bagaimana, apa eomma memaafkan Jessica ahjumma?"tanya Sunghae. Sungmin terdiam dan mengalihkan tatapannya kearah Donghae. Sebenarnya, dari dulu Sungmin tidak marah pada Jessica. Disaat Sungmin tengah sibuk dengan pikirannya, Donghae juga tengah sibuk dengan pikirannya. Ditatapnya puteri dan istrinya bergantian.

"Sebenarnya Jessica masih hidup."

"MWO/NDE?!"


.

.

.

.

.

.

TBC