.
Curcol: Go Figure It Out Chapter 11 Updated! Maaf atas segala keterlambatan update yang dihalang-halangi oleh ujian nan gajhe dan tugas makalah yang makin bikin stress DX
Ok! Ready?! Mari baca! Wild-Wild Rock! *ditimpuk*
Go Figure It Out!
Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki
.
Chapter 11: just 'whatever'
By: Ryudou Ai (id: 1591962)
.
.
.
Kini para peserta telah kembali ke tempat pesta semula diadakan, setelah kehebohan game di babak lalu. Semuanya lengkap ada di dalam tempat pesta, termasuk Yugi dan Yami. Mokuba sengaja mengumpulkan mereka semua untuk membuat pesta ulang tahun ini menjadi jelas, walaupun awalnya pesta ini emang nggak jelas.
"Baiklah, kita semua pasti lelah karena sudah dipusingkan dengan berbagai kejadian aneh-aneh…" pasrah Mokuba selama dua jam penuh dan akhirnya menyadari para peserta telah siap melempar sepatu ke arahnya, "Baik, demi kelangsungan hidupku, saat ini kita langsung saja tanya kakakku siapa sebenarnya si calon tunangan sok misterius itu…"
Mokuba mengarahkan mic ke samping panggung, tempat di mana sang kakak duduk, "Nah, silahkan, nii—" omongannya terpotong saat melihat kursi di samping panggung itu kosong.
"Ke mana kakakku?" tanyanya pada para peserta. Semua peserta langsung geleng-geleng ria. Seto tak ada dalam tempat pesta kelihatannya.
"Tunggulah sebentar, akan ku cari kakakku dulu…" Mokuba berlari ke luar ruangan tempat pesta, meninggalkan para undangan pesta yang terheran-heran.
.
.
.
"Kenapa bisa begini?" gumam Kaiba di dalam ruang kantornya
"—Kenapa... bayangan Yami terus ada dalam kepalaku?" ujarnya setelah puas membentur-benturkan kepalanya ke CPU komputer di atas mejanya. Tak peduli itu CPU hasil rakitan adiknya dengan penuh peluh dan perjuangan
"Ada apa ini? Kenapa perasaanku…" Kaiba tak mengerti apa artinya ini. Kenapa perasaannya bisa berubah begitu cepat? "Sialan!" umpatnya sambil merobek-robek kertas di atas mejanya, tak peduli itu berkas penting relasinya yang kalau aja berkas itu hilang, dijamin si relasi bakal mencak-mencak.
"Kh….apa kuumumkan saja kalau dia pilihanku?" gumamnya lagi. Kini ruang kantor Kaiba sudah seperti kapal Titanic yang kalopun udah nabrak bongkah es, masih diterjang lagi oleh Tsunami. Ia berjalan mondar mandir, bolak balik, putar-putar yang kalau dibiarkan lebih lama 5 menit lagi, bakal ada pertunjukan tari Capoera.
"Nii-sama…." intip Mokuba dari pintu kantor. Ia baru menemukan kakaknya setelah lama mencari di toilet, ruang keluarga, dapur, jemuran, jemuran tetangga, pohon beringin bahkan sampai kandang sapi (?). Tentu aja nggak bakal ketemu kalau mencari di tempat-tempat yang nggak mungkin kayak gitu…
Mokuba terus memperhatikan tingkah laku kakaknya yang kayak cacing kribo disetrika itu. Apa jalannya salah telah menyatakan perasaanya pada Jounouchi, Itu pikirnya.
"Gyaaaaa! Aku tak tahan lagi!" amuk Kaiba frustasi sambil melempar benda-benda di dekatnya. Sebuah tindakan yang berhasil membuat adiknya bergidik takut dan berlari kencang meninggalkan ruangan itu untuk mencari telepon dan menelpon RSJ terdekat.
.
.
.
"Kira-kira… Kaiba bersaudara itu sedang apa ya?" heran Jou sambil kembali memakan hidangan yang tersedia.
"Nggak tahu… kita juga nggak tahu kapan pesta kacau balau ini bakal selesai…" jawab Anzu sambil ikut makan.
"Sebenarnya aku udah males ikut-ikut game lagi. Udah capek banget ini…" gumam Yami sambil memijati bahunya.
"Berdoa aja supaya cepet beres. Tuhan pasti mendengarkan…" kata Honda yang sudah pasrah dan sekarang sedang berdoa dengan khidmadnya, "Ng….ngomong-ngomong Bakura kemana yah? Sembunyi di mana sih tuh orang?"
"Gak tau, paling-paling ditempat antah berantah entah di negeri dongeng mana. Jangan-jangan malah lagi dansa sama Cinderella ato Putri Duyung…" jawab Jou ngasal.
Lalu, tiba-tiba duelist pirang jangkung itu berseru dan langsung membuat rekan-rekannya jantungan mendadak, "Ada ide nih!"
"Apaan?"
"Begini…" Jounouchi langsung pasang tampang Detektif Conan-kecebur got, "Dari hasil survey dan penelitianku, kayaknya jelas sudah siapa si 'Calon Pengantin' tersebut…" jelasnya yang karena ucapannya sendiri, membuatnya langsung teringat dengan pelaku teroris yang sempat menggemparkan Indonesia beberapa tahun lalu.
"Emang siapa Jou? Awas meleset lagi loh!" ujar Yugi ragu melihat sahabatnya senyum-senyum najong bin sotoy.
"Gak bakalan salah deh! Soalnya dari game ke game, dia lolos terus! Tenang aja okey? Kubawa deh orangnya ke sini!" Jou langsung melesat pergi meninggalkan teman-temannya sembari membawa jala yang rencananya jala itu bakal dipakai buat properti game berikutnya.
.
.
.
"Maaf nii-sama…" Mokuba menunduk meminta maaf pada kakaknya. Masalah ambulans beres sudah. Beberapa menit lalu, Kaiba nyaris diangkut paksa ke RSJ terdekat oleh para petugas, Lebih parahnya lagi, ada seorang suster yang dengan teganya ingin menyuntik Kaiba dengan vaksin sapi gila.
"Maaf nii-sama." Repetisi, "Habis…jarang-jarang nii-sama bertingkah gak wajar gitu…" jujurnya.
"Sudahlah, yang penting jangan kau ulangi lagi. Untung ini tak menjadi sorotan massal…" Kaiba mencoba murah hati.
"Nii-sama…"
"Ya?"
"Sebenarnya…siapa sih calonmu itu?" tanya Mokuba dengan tatapan lurus nan tajam.
"Kenapa kau tanyakan itu? Semua akan kita ketahui dengan game 'kan?"
"Tidak!" tukas Mokuba, "Kami sudah muak dengan serentetan permainan nggak jelas! Jangan biarkan kami bingung, Kak!"
"Moku—"
"Bukan Jounouchi, kan?" tatapnya tajam.
"Eh?"
"Bukan Jou, kan?" ulang Mokuba.
Yang lebih tinggi terdiam sebentar, dari raut muka. Jelas ada kebimbangan hinggap di hatinya, tapi beberapa menit kemudian bibirnya akhirnya bicara, "B-bukan… bukan dia…." Kaiba sendiri bingung kenapa hatinya lebih memilih Yami saat ini.
"Benar?!" wajah Mokuba berubah ceria.
"Ya…"
"Makasih nii-sama!" Mokuba memeluk kakakknya riang, "Maaf aku sudah menganggapmu saingan!"
"Oke, aku kembali ke tempat pesta, ya! Nii-sama juga harus kembali untuk mengumunkan siapa sang calon itu!" Mokuba melepas pelukannya dan berlari meninggalkan ruangan.
"Oh iya," si bungsu kembali lagi, "Jangan sampai salah pilih calon ya! Aku nggak mau punya kakak ipar yang tampangnya alim tapi berhati bandar togel!" ancamnya sebelum berlari kembali ke ruangan pesta, meninggalkan Kaiba yang tersenyum simpul.
.
.
.
"Jou kok lama banget yah?" Anzu mulai khawatir sambil lirik-lirik jam.
"Dia nyari calonnya Kaiba sampe ke Bogor kali?" timpal Honda, "Lagian dia 'kan sedang stress gara-gara masalah Kaiba bersaudara ini."
"Iya juga…"
"Hoi! Daku kembali!" yang baru dibicarakan tiba dengan wajah riang, "Susah juga mencari orang di antara peserta sebanyak ini…" Jonouchi mengeluarkan isi jala yang ia bawa.
Bandit Keith.
"Hah?!" kaget Anzu.
"Apa?!" Honda ikut-ikutan kaget.
"What the?!" para tamu akhirnya ikut kaget.
"Iya, dia ini lolos terus waktu acara game, berarti jelas sudah! Dialah orangnya!" Jounouchi menunjuk Keith dengan tampang sotoy tingkat akut.
"Iya juga yah…" pikir Anzu dan Honda. Sementara Yugi dan Yami no comment.
"Hei! Kau jangan asal tuduh! Aku—hmph!" Jou melakban mulut Keith dan dengan nistanya menelanjanginya, "Ayo para tamu! Kita pakaikan dia gaun pengantin yang baru kucolong dari ruang kostum ini! Kita buat kejutan untuk Kaiba!" teriaknya. Para tamu langsung mengikuti karena penasaran.
Yugi dan Yami? Hanya let it flow saja.
Lalu…
"Ternyata cocok juga…" ujar Anzu memasang maskara pada Keith yang sedang diikat oleh Jonouchi dan Honda.
"Wah… cantiknya… mirip boneka ane di rumah…" ujar seorang tamu yang belakangan diketahui berprofesi sebagai kolektor boneka Jelangkung.
"Hm! Dengan ini, tiket ke Hawaii bakal kita dapat!" teriak Jou bersemangat. Di susul sorakan tamu lain. Ia merasa puas telah menemukan calon Kaiba tersebut.
"Apa semudah itu?" tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah jendela.
"Kau… Bakura!" seru Ryo. Akhirnya penjarah makam itu menampakkan wujudnya juga.
"Ya, ini aku. Sepertinya kalian salah sasaran yah?" tanyanya menyeringai sinis.
"Di mana kau bersembunyi selama ini?!" tanya Yami galak.
"Hmm…itu rahasia…" jawabnya dingin.
"Kau pasti tahu siapa 'kan? Nah, Ayo bilang! Siapa!"
"Hmm… akan kuberi tahu kalau kalian berhasil menangkapku!" Bakura melompat ke luar jendela, berlari ke arah kota, "Kejarlah aku kalau kalian bisa, HAHAHAHAHAHA!" tantangnya. Semua tamu langsung mengejar penjarah makam itu, meninggalkan Keith dengan tangisan pilu khas anak tiri. Sungguh naas nasibmu Keith.
.
.
.
"Nii-sama, ini gawat!" lapor Mokuba pada sang kakak ketika melihat ruangan pesta kosong melompong dan pengaduan dari Bandit Keith, "Mereka pergi mengejar Bakura!"
"Keluarkan mobil! Kita susul mereka!" perintah Kaiba yang langsung dituruti oleh adiknya.
"Kau tunggu di sini, mungkin mereka akan kembali…" peritah Kaiba pada Bandit Keith yang langsung mengangguk-angguk paham.
"Baiklah… aku pergi dulu!" Kaiba langsung melesat ke luar ruangan, meninggalkan Bandit Keith yang sama sekali tak ia lepas dari ikatannya.
"Woi! Lepasin gue woi! Jangan main 'terbang' aja Loe!"
.
.
.
"Aku yang akan lebih banyak tampil!"
"Nggak! Aku!"
"Aku!"
Malik dan Marik atau sebut aja Yami Malik, sibuk bertengkar sepanjang lorong rumah Kaiba tentang siapa yang akan tampil dalam fanfic lebih banyak.
"Pasti aku 'kan?"
"Jangan ngimpi! Pasti Aku!" ujar Malik. Mereka bersiap untuk masuk ke ruangan pesta.
"Kalau gitu, kita tanya para tamu, siapa yang pantas tampil lebih banyak!"
"Oke! Siapa takut?!"
Keduanya membuka pintu ruang pesta dan medapati ruang pesta kosong melompong, hanya ada Bandit Keith yang terikat di dalamnya.
"Ha—?"
Keduanya heran. Mereka mendekati Bandit Keith dan mengamati sosoknya. Lalu kedua antagonis itu berpandangan, "Kita nggak nyasar ke museum pra-sejarah, kan?"
To Be Continued…
.
.
.
A/N:
Saiia tau ini abal, saiia tau ini gajhe! Jangan timpuk saiaaaaaaaaa!
Baiklah, saiia hanya mohon komentarnya tentang chapter aneh bin ajaib ini, maap kalau saiia udah menghancurkan crita ini dengan alur yang sungguh tak jelas apalagi kedodolannya yang superduper matab XD
Hoho, Baiklah kali ini yang akan jadi korban kenistaan saiia adalah…
JRENG-JENG-JENG! *Sound effect: Golden Time Lover(?)*
Aki Kadaoga! Selamat yah! *Tebartebar konfeti*
Dan sekalian, pemegang piala terakhir untuk fanfic ini adalah Nfra! Selamat yah! *tebartebar Konfeti sekaligus nyerahin tongkat estafet*
Ganbatte kalian berdua selamat berjuang! *Lambai-lambai gajhe!*
Hoho, kritik dan saran bahkan Protes bisa disampaikan melalui customer service dengan menekan tombol repiu yang ijo-ijo di bawah Gan!
~21 Desember 2009/ Aya-Chan
Last author standing:
Nfra
