Previous
Tuut.. tuut.. tuut..
Tuut.. tuut.. tuut..
"Yeoboseo.." gumam seseorang di seberang sana dengan aksen yang sangat menandakan bahwa dia baru saja terbangun dari tidurnya.
"Hey apa aku mengganggu mu?" tanya Sehun seraya terkekeh mendengar suara di ponsel genggamnya.
"Ah Sehunna kenapa kau menelfon ku? Kenapa kau tak tidur? Bukankah ini sudah larut malam?"
"Aku merindukan mu."
"Kau tau aku tak pernah percaya dengan kata-kata rayuan mu. Jadi ada apa dengan mu?"
Sehun pun terkekeh mendengar jawaban Seohyun. Ya yang sedang berbicara dengannya saat ini adalah Seohyun. Wanita-nya.
"Tak ada yg terjadi pada ku. Aku hanya merindukan mu."
"Now i know youre the best liar.." gumam Seohyun dengan kekehannya.
Sehun pun tersenyum mendengar kekehan Seohyun. Dia ingin sekali memeluk Seohyun saat ini. Sehun merindukannya. Entah benar-benar rindu atau hanya untuk pelampiasannya.
"Sehunna? Kenapa kau diam? Apakah kau tertidur? Kau membangunkan ku dari tidur ku dan sekarang kau meninggalkan ku? Kau sangat menyebalkan."
"Siapa yang tertidur hm? Besok kau akan kekantor ku?"
"Ya.. bersama Eomma. Oh ya Sehunna, tadi aku membuat cheese cake kesukaan mu. Akan kubawa besok dengan makanan lainnya."
"Kau membuat cheese cake?"
"Ya.. untuk mu"
"Kau yakin? Terakhir kali kau membuatkan ku cheese cake berakhir dengan aku yang tak berhenti keluar masuk kamar mandi. Aku tak tau apa yang kau masukkan kedalam cheese cake buatan mu.."
"Yak! Kenapa kau masih mengingat hal itu?! Itu sudah sangat lama dan saat itu aku belum semahir sekarang. Kau pasti akan menyu.."
"Hey aku belum selesai berbicara, aku menyukai cheese cake buatan mu walaupun cheese cake buatan mu membuat ku keluar masuk kamar mandi. Apapun yang kau buat, aku selalu meyukainya. Apapun itu."
Tak ada jawaban apapun dari Seohyun setelah Sehun mengucapkan kata-kata mautnya. Tetapi apa yang dia ucapkan barusan adalah kata-kata yang memang benar adanya. Apapun yang dibuat oleh Seohyun dia akan memakannya, dan dia menyukainya. Apapun itu.
"Kenapa kau terdiam? Apakah kau sedang menahan semburat merah di pipimu itu? Tak perlu kau sembunyikan. Aku menyukainya." Ucap Sehun yang sangat yakin bahwa Seohyun sedang tersipu saat ini.
"Ah.. ehm.. wha-what?! What do you think?! Siapa juga yang sedang menahan malu? That's not me. Kau sangat menyebalkan! Aku tak mau berbicara dengan mu lagi! Dan besok aku akan ke kantor mu pada saat jam makan siang, aku tak ingin menunggu mu jadi jangan kemana-mana dan Eomma ingin Kai Suho dan Chanyeol berada di sana juga. Bye!"
Tut tut tut tut tut tut
Sehun tersenyum setelah berhasil membuat Seohyun kesal. Dia tersenyum sendiri membayangkan ekspresi Seohyun saat ini. Sangat menggemaskan. Itulah yang dia sukai dari Seohyun.
Sehun kembali menaruh ponsel genggamnya diatas nakas yang berada di samping kasur yang sedang disinggahinya. Sehun lekas bangkit dan berjalan pelan menuju salah satu pintu yang melekat pada dinding kamarnya. Mungkin dengan berendam di bathtub selama beberapa saat akan menjernihkan kembali pikirannya.
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
"Hitam-putih, datar, tenang, monoton. seperti itu gambaran kehidupanku sebelum seseorang pernah menyentuh inti paling dalam hati ini." — N.S
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Pekatnya malam telah berganti dengan kicauan burung-burung yang bertengger pada ranting dan dahan pohon yang tertanam pada tanah yang subur, matahari mulai mengintip dengan sinar keemasannya. Disebuah flat kecil di daerah Seoul yang telah ramai dengan teriakan-teriakan Kyungsoo dan Paman Zhang dengan usaha mereka membangunkan Luhan dan Baekhyun.
"Luhannie cepatlah mandi.."
"Aku masih sangat mengantuk Kyungie.."
"Kita masih harus mengunjungi satu pertemuan lagi Lu, setelah itu kita harus kembali ke Busan. Cepatlah bangun dan mandi." Ucap Paman Zhang seraya menarik tangan Luhan untuk berdiri agar dia cepat-cepat mandi. Sudah terhitung tiga puluh menit setelah segala usaha Kyungsoo dan Paman Zhang untuk membangunkan Luhan.
"Byun Baekhyun kau juga harus bangun sekarang. Kau ada kelas pagi hari ini." Gumam Kris setelah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat pada pinggangnya dan dengan beberapa butir air yang mengalir di dada dan punggung kekarnya seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk lainnya.
"Enghh.." Baekhyun merespon ucapan Kris erangannya.
Bagaimana bisa Luhan dan Baekhyun sangat mengantuk pagi ini?
Setelah menghabiskan pizza yang di bawa oleh Kris dan ramen yang di bawa oleh Luhan pada beberapa saat setelah waktu tengah malam, mereka melanjutkannya dengan menonton beberapa film yang di bawa Luhan dari Busan yang belum sempat mereka tonton. Dan berakhir dengan Luhan, Baekhyun, Kyungsoo, Kris, maupun Paman Zhang yang terlelap dengan posisi saling berdekatan dan membuat mereka saling menendang dan kepanasan.
Tok tok tok
"Siapa itu?" tanya Paman Zhang yang masih berusaha untuk mendorong tubuh Luhan memasuki kamar mandi.
"Biar aku yang membukanya." Ucap Kris seraya melangkahkan kaki jenjangnya kearah pintu utama flat tersebut masih dengan handuk yang melekat pada pinggangnya.
Cklek!
"Kris? Apa yang kau lakukan disini?" tanya seorang pria dengan tinggi badan yang hampir setara dengan Kris dan terlihat terkejut melihat Kris di hadapannya saat ini.
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan disini?" tanya Kris menjawab pertanyaan Chanyeol seraya menyenderkan tubuh kekarnya pada kusen pintu.
"Bukankah ini flat Baekhyun?"
"Kau mengenal Baekhyun?"
"Tentu saja. Aku satu universitas dengannya. Lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya Chanyeol dengan pandangan menyelidiknya.
"Aku menginap."
"What?!"
"Hey jangan berfikir gila. Ingatkah kau saat ku ceritakan tiga sahabat kecil ku?"
"Hmm.."
"Baekhyun merupakan salah satunya dan tak masalah jika aku menginap di flatnya. Dan sekarang apa yang kau lakukan disini?"
"Ah aku hampir saja lupa. Aku dan Baekhyun memiliki kelas yang sama pagi ini. Jadi aku berniat berangkat ke universitas bersamanya."
"Kau menyukainya?"
"A-apa maksudmu?" tanya Chanyeol menjawab pertanyaan Kris dengan gugupnya.
"Ah ternyata kau menyukainya. Aku mendukung mu. Tapi, aku peringatkan kau untuk tidak mempermainkannya maupun menyakitinya atau kau akan berurusan dengan ku Park." Ucap Kris tajam.
"Hey calm down kawan. Kau bisa mempercayai ku."
"Baiklah. Tapi Chanyeol apakah kau tak salah menyukai Baekhyun? Dan apakah kau yakin menyukai Baekhyun? Saat ini dia bahkan masih tertidur seakan dia telah tidak tidur selama berhari-hari." Tanya Kris memastikan Chanyeol apakah dia tidak salah menyukai sahabatnya yang paling pemalas dan tak mau rugi serta manusia yang paling onar dalam keadaan sadar maupun tidur itu. Kris masih mengingat bagaimana Baekhyun menendangnya sampai ia terjatuh dari sofa semalam.
"Baekhyun masih tertidur?"
"Ya."
"Bisakah aku yang membangunkannya"
"Ku rasa Baekhyun tak akan menginginkan hal itu, lebih baik kau duduk di dalam dan menunggunya." Gumam Kris seraya menjauhkan dirinya dari pintu dan mempersilahkan Chanyeol masuk. Kris mulai berjalan memasuki ruangan lainnya.
Sepeninggal Kris, Chanyeol pun langsung memasuki flat kecil Baekhyun dan duduk menyender pada dinding, dia memperhatikan keadaan sekitarnya. Dia menemukan sebuah meja di ujung ruangan dengan banyak bingkai di atasnya. Chanyeol langsung bangkit kembali dan mendekati meja tersebut. Chanyeol mulai fokus pada beberapa bingkai disana.
"Baekhyun, seseorang mencari mu.." Ucap Kris seraya mencari pakaiannya yang sengaja ia tinggal di flat Baekhyun dan Kyungsoo jikalau suatu waktu dia membutuhkannya. Luhan pun demikian. Dan sekarang Kris membutuhkannya karena dia tak membawa apapun selain ponsel, dompet, dan beberapa box pizza setelah Luhan menghubunginya bahwa ia harus segera menuju flat Baekhyun dan Kyungsoo bersama Paman Zhang.
Tak ada respon apapun yang di berikan Baekhyun sampai Kris berkata "Seorang pria dengan telinga lebar dan cengirannya yang lebar juga."
Baekhyun langsung bangkit dan berlari menuju ruang sebelah yang hanya dibatasi oleh dinding. Baekhyun terdiam dengan mulut yang terbuka dan tentu saja dengan keadaannya yang sangat berantakan begitu melihat seorang pria yang sedang memunggunginya karena pria tersebut terlihat sedang fokus akan sesuatu. Baekhyun langsung berlari kembali menuju kamar mandi dan menerobos Luhan yang baru saja ingin menutup pintu kamar mandi.
"Yak! Apa yang kau lakukan?!"
"Lu, dengarkan aku ini sangat mendadak dan berbahaya jadi kita harus mandi bersama karena aku maupun kau tak memiliki waktu yang banyak, mengerti?" tanya Baekhyun dengan kecepatan berbicara di atas rata-rata.
Luhan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karena dia tak mengerti apa yang Baekhyun katakan namun itu terlihat sangat penting dan mungkin dia akan mengerti dengan perlahan seperti biasanya.
..
..
..
"Selamat pagi Presdir Oh.."
"Selamat pagi Presdir Oh dan Presdir Kim.."
"Selamat pagi Presdir Kim.."
"Selamat pagi Presdir Oh dan Presdir Kim.."
Tak terhitung seberapa banyak para pegawai yang menyapa seorang pria dengan raut wajah bak para dewa dengan segala ketampanan yang ada. Sorot pandangan tajam, alis tebalnya, bentuk wajah yang sangat pas menyatu dengan organ pelengkap lainnya, dilengkapi dengan bibir kissable yang akan membuat siapapun secara tanpa sadar mengulum bibir mereka, berimajinasi liar dengan bibir kissable tersebut dan tak dapat menahan rasa kagum mereka akan ciptaan Tuhan yang satu ini.
Sehun yang memang terkenal sebagai seorang pemimpin Oh Corporation setelah Oh Kyuhyun menyatakan bahwa dia menyerahkan segala macam urusan bisnisnya kepada Sehun pada saat Sehun berusia 18 tahun, lebih tepatnya satu tahun yang lalu. Semua itu tampak mustahil untuk seorang anak yang baru saja beranjak dewasa untuk mengendalikan dan mengerjakan pekerjaan orang tuanya. Tetapi Kyuhyun tidak sedikitpun meragukan Sehun. Sehun lulus dari elementary school saat berusia sembilan tahun, menjalani kelas akselerasi saat junior high school selama dua tahun, dan juga menjalani kelas akselerasi di senior high school yang membuatnya lulus dari Gonsei Senior High School pada umur tiga belas tahun. Bisakah kau membayangkan dirimu menjadi Sehun pada saat itu?
Sehun melanjutkan study nya di San Fransisco. Selama tiga belas tahun dia hidup di Seoul, itu semua sangat membosankan baginya. Dan dia meminta kepada Appanya agar dia bisa melanjutkan study nya ke San Fransisco. Tentu saja Kyuhyun langsung menyetujui apa yang Sehun inginkan. Sehun tinggal di San Fransisco ldengan segala kemewahan yang ada. Dan disanalah dia bertemu dengan Kai dan Chanyeol. Kai yang senasib dengannya dan Chanyeol yang masih menduduki bangku Junior High School. Mereka bertemu di club yang sama dan terjadi sedikit insiden di pertemuan pertama mereka. Namun, karena insiden tersebut mereka menjadi sahabat sampai sekarang dan disanalah mereka bertemu dengan Seohyun.
Sehun kembali ke Seoul karena panggilan Appanya yang ingin dia menjalankan beberapa bisnisnya walaupun usianya yang sangat muda. Meskipun begitu, Kyuhyun tetap memantau dan menjalankan beberapa bisnisnya walaupun tak sebanyak Sehun. Dia hanya menghandle beberapa rekan-rekan terdekatnya karena ia yakin Sehun pasti bisa menyelesaikan masalah apapun. Sampai menemukan wanita bermarga Seo itu.
Dan karena hal itulah yang membuat hubungan Sehun dan Appanya menjadi tidak terlalu dekat. Sehun yang sibuk dengan segala pembelajarannya dan Kyuhyun yang sibuk dengan segala bisnisnya. Sedangkan Eomma Sehun hanya bisa menerima apa yang sudah menjadi keputusan suami tercintanya. Dan tetap berharap yang terbaik untuk keluarganya.
Semua sapaan para pegawai hanya di respon Sehun dengan anggukan kepala, tanpa menatap siapa yang menyapanya. Bahkan bisa di hitung berapa kali Sehun menganggukkan kepalanya. Seperti inilah Sehun. Berbeda sekali dengan pria berkulit sedikit lebih hitam di bandingkan Sehun yang berada di depannya. Kai memberikan senyuman kepada para pegawai yang menyapanya, terlebih kepada para pegawai wanita.
Kenapa Kai bisa bersama Sehun pagi ini? Tentu saja karena Kai yang menguntit Sehun. Pukul delapan nanti, mereka akan menghadiri pertemuan yang sama, yaitu pembukaan cabang baru salah satu rekan bisnis mereka. Jadi, Kai berencana untuk mendatangi acara pembukaan tersebut bersama Sehun. Awalnya Kai tak ingin bersama Sehun, dia ingin bersama Chanyeol saja sebagai perwakilan dari Park Corporation, tetapi Chanyeol memiliki kelas pagi yang tak ingin di tinggalinya hari ini. Padahal biasanya dia sangat malas mengikuti kelas pagi. Jadi dengan terpaksa Kai harus merelakan dirinya menghadiri acara tersebut bersama Sehun. Dan disini lah mereka. Di ruangan Sehun dengan Sehun yang mulai sibuk dengan beberapa dokumen yang menumpuk di atas mejanya dan dengan kacamata baca yang bertengger di hidungnya, menambah tingkat ketampanan seorang Oh Sehun.
"Sehunna, jam berapa kita akan berangkat?" tanya Kai memulai pembicaraan di antara mereka seraya memainkan ponselnya.
"Berangkat kemana?" tanya Sehun menjawab pertanyaan Kai masih dengan mata yang tertuju pada dokumen-dokumennya.
"Acara pembukaan cabang baru Lee Corporation. Jangan bilang pada ku bahwa kau tak mengetahuinya atau kau lupa." Ucap Kai setelah mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Hey aku tak mungkin lupa dengan acara itu. Namun aku tak ingin menghadirinya." Gumam Sehun menjawab pertanyaan Kai seraya mengalihkan perhatiannya dari para dokumen-dokumennya ke arah Kai walaupun hanya sebentar lalu mengalihkan kembali perhatiannya kepada dokumen-dokumen tercintanya.
"Kenapa?" Tanya Kai dengan nada jengahnya karena mungkin dia akan menghadiri acara pembukaan pagi ini seorang diri mengingat tangan kanannya sedang izin cuti mengurusi ibunya yang sedang sakit.
"Lebih baik aku menunggu Eomma dan Seohyun dengan dokumen-dokumen yang harus ku tanda tangani ini dari pada aku menghadiri acara tersebut dan memasang tampang bahwa aku menikmati acara tersebut dan selalu tersenyum kepada para rekan-rekan Appa ku yang berada di sana. Aku sudah mengirim Jae Hyung untuk menghadiri acara tersebut sebagai perwakilan ku."
"Kau tau Appa mu tak akan menyukainya Sehun. Terlebih Lee Donghae merupakan salah satu rekan terdekatnya."
"Aku tak perduli."
"Kau yakin kau tak akan menyesalinya?"
"Tentu. Dan bisakah kau keluar dari ruangan ku sekarang? Masih banyak dokumen yang harus aku selesaikan dari pada berdebat dengan mu Kim Jong In."
"Baiklah baiklah.." gumam Kai seraya bangkit dan berjalan menuju pintu ruangan Sehun dan keluar dari ruangan yang di dominasi oleh warna hitam dan putih tersebut.
..
..
..
"Hey, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Baekhyun canggung kepada Chanyeol yang sedang memainkan ponselnya. Mungkin dia merasa bosan menunggu Baekhyun cukup lama.
Tentu saja Chanyeol harus menunggu lama karena seorang Byun Baekhyun yang begitu lama dalam memilih pakaian apa yang akan di pakainya saat ini. Baekhyun sampai mengacak-acak lemarinya, lemari Kyungsoo, maupun baju-baju Luhan yang ada di flatnya maupun yang di bawa Luhan di kopernya. Kyungsoo Kris dan Paman Zhang begitu jengah melihat kelakuan Baekhyun dalam memilih pakaiannya di bantu oleh Luhan yang juga sangat bingung menentukan pakaian apa yang akan di pakai oleh Baekhyun. Awalnya Luhan juga tak berminat untuk membantu Baekhyun, tetapi setelah melihat Chanyeol, Luhan ikut histeris dan membantu Baekhyun memilih pakaiannya. Entah apa yang merasuki kedua pria manis itu.
"Tentu saja menunggu mu, Baek.." gumam Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun seraya mematikan ponselnya.
"Kau tidak menghubungi ku bahwa kau ingin kemari pagi ini. Apakah kau menunggu lama?"
"Tak masalah. Bisakah kita berangkat sekarang?"
"Oh tentu saja. Kyungiee aku berangkat…" seru Baekhyun seraya bangkit dan berjalan keluar dari flat dengan Chanyeol di depannya. Tiba-tiba Luhan sudah berada di belakang Baekyun memegang gagang pintu dengan senyuman manisnya.
"Chanyeol-ssi…"
"Ya?" Tanya Chanyeol sesaat setelah namanya di panggil.
"Jaga Baekhyun ku baik-baik dan hati-hatilah di jalan…"
Brak!
Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa saling melempar pandangan bingung. Chanyeol tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh seseorang yang manis seperti Baekhyun tadi. Sedangkan Baekhyun terkekeh dan mengajak Chanyeol untuk segera bergegas.
..
..
..
"Ayo kita berangkat!" seru Luhan dengan cengiran di bibirnya yang menambah kesan manis akan dirinya.
Kris Kyungsoo dan Paman Zhang pun menghendikkan bahu mereka dan langsung bersiap untuk mengadiri acara pembukaan cabang baru salah rekan bisnis mereka.
"Paman aku tak sabar untuk bertemu Mama. Aku merindukannya. Sebelum kita kembali kita harus membelikannya beberapa barang kesukaannya. Ah dan aku ingin mengunjungi Ji Sung terlebih dahulu." Gumam Luhan seraya memeluk tangan Paman Zhang berjalan menuju mobil yang akan membawa mereka ke acara pembukaan yang akan mereka hadiri tersebut.
"Baiklah baiklah terserah kau Lu. Silahkan masuk…" ucap Paman Zhang setelah membukakan pintu belakang untuk Luhan dan Kyungsoo masuki. Setelah itu Paman Zhang langsung menuju dan menduduki kursi pengemudi seraya menyalakan dan menjalankan mobil tersebut.
"Yifan, setelah acara ini selesai, kita harus mengunjungi kedai ramen tempat semalam aku membelinya terlebih dahulu."
"Maksud mu?" Tanya Kyungsoo seraya merapikan dasi yang bertengger di leher Luhan. Untungnya kissmark-kissmark yang di buat Sehun semalam berhasil dia tutupi dengan beberapa concealer milik Baekhyun tadi.
"Semalam aku sudah berjanji dengan Ji Sung bahwa aku akan mengunjunginya terlebih dahulu sebelum aku kembali ke Busan."
"Siapa itu Ji Sung?" Tanya Kris mulai ikut andil dalam percakapan.
"Ah aku lupa menceritakannya. Semalam saat aku pulang dari makan malam bersama rekan ku, tiba-tiba aku menginginkan ramen. Jadi aku meminta kepada pengemudi taksi yang aku naiki untuk mampir ke salah satu kedai ramen terlebih dahulu. Dan Ahjussi pengemudi taksi itu membawa ku ke kedai ramen milik Noona nya. Dan semalam aku bertemu dengan seorang bocah yang menggemaskan bernama Ji Sung yang merupakan anak dari Noona pemilik kedai ramen tersebut. Kemarin merupakan hari ulang tahunnya dan aku membelikannya beberapa ice cream dan coklat. Dia sangat menggemaskan. Dan aku berjanji padanya bahwa aku akan mengunjunginya terlebih dahulu sebelum aku kembali ke Busan. Dan aku akan kembali ke Busan sore nanti. Ya kan Paman?" seru Luhan menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Ji Sung.
"Ya Lu…"
"Kau akan kembali ke Busan sore nanti?" Tanya Kris seraya menatap mata Luhan.
"Tentu saja. Aku merindukan Mama. Cukup lama aku meninggalkannya. Dia pasti tidak tidur dengan teratur. Dan apakah kau tau Kris? Saat ini seseorang sedang menahan rindunya kepada Mama ku." Gumam Luhan seraya melirik kearah Paman Zhang. Luhan memang suka sekali menggoda Paman Zhang yang memang menyukai Mama nya. Dan Luhan tak mempermasalahkan hal tersebut.
Paman Zhang pun tersedak yang membuat Luhan Kris maupun Kyungsoo tertawa terbahak-bahak. Menggoda Paman Zhang memang seru sekali. Tak lama mobil yang mereka naiki sampai di depan gedung pencakar langit yang di lapisi oleh kaca-kaca. Luhan Kyungsoo Kris dan Paman Zhang pun keluar dari mobil tersebut dan membiarkan salah satu valley memarkirkan mobil mereka.
Mereka mulai memasuki gedung dan mulai sibuk dengan para tamu undangan lainnya. Baik Luhan maupun Kris, mereka sudah dikenal sebagai pembisnis muda yang berjaya dalam bidangnya. Beberapa dari para rekan-rekan mereka pun mulai memperkenalkan para anak wanitanya kepada Luhan maupun Kris. Tetapi baik Luhan dan Kris tak ada yang menganggapnya serius. Sedangakan Kyungsoo dan Paman Zhang setia berada di samping masing-masing dari pimpinan mereka. Kyungsoo yang juga sedang ikut berbincang pun langsung terdiam saat menyadari bahwa dirinya sedang dipandang oleh lelaki yang di temuinya kemarin. Tak lama lelaki tersebut langsung berjalan kearahnya dan membuatnya menjadi gugup.
"Hey Kris…"
"Oh hey dimana Sehun? Kau tidak bersamanya?"
"Sehun tidak datang. Aku tak mengerti dengan jalan fikir anak itu. Padahal Donghae Ahjussi merupakan salah satu rekan terdekat Appanya."
"Anak bodoh."
"Memang. Hey Kris, siapa pria manis ini?" Tanya Kai berbasa-basi kepada Kris padahal tujuannya menghampiri Kris sedari tadi karena ia ingin mengetahui siapa pria yang bersama Kris saat ini.
"Ah perkenalkan ini Kyungsoo dan Kyungsoo perkenalkan dia Kai, dia pemilik Kim Corporation saat ini." Gumam Kris dengan nada jengahnya karena dia sudah mulai mngendus maksud dan tujuan Kai saat ini.
Kai mengulurkan tangannya dan Kyungsoo menyambut tangan Kai dengan jabatan tangannya dan saling melempar senyum. Cukup lama mereka berjabat tangan karena Kai tak mau meloepaskan tangan halus Kyungsoo. Kyungsoo pun bertambah gugup dan mengalihkan pandangannya kepada Kris yang langsung melepaskan jabatan tangan mereka.
"Kai kau tak perlu memandangi Kyungsoo seperti kau akan memakannya." Gumam Kris jengah. Dan baru saja Kai ingin membuka mulutnya sampai Luhan dan Paman Zhang mulai bergabung pada pembicaraan mereka.
"Kyungie aku ingin manisan yang ada di sa.. Hey bukankah kau pria yang kemarin menghadiri pertemuan di hotel Kris kemarin?"
"Ya kau benar. Aku Kim Jong In…" ucap Kai seraya mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Luhan.
"Aku Xi Luhan dan ini Paman Zhang dia tangan kanan sekaligus Baba kedua ku." Gumam Luhan seraya memperkenalkan dirinya dan Paman Zhang. Setelah menjabat tangan Luhan, Kai beralih menjabat tangan Paman Zhang.
"Kai sepertinya aku tak bisa berbicara lebih lama lagi kepada mu karena aku sangat menginginkan manisan yang ada di sudut sana. Jadi kau bisa kembali melanjutkan percakapan mu dengan Kris dan mungkin juga dengan Paman Zhang. Ayo Kyungie…" seru Luhan seraya menarik tangan Kyungsoo menjauhi Kris, Paman Zhang, dan Kai.
"Dimana Sehun?" sepeninggal Luhan dan Kyungsoo, Kris melanjutkan percakapan mereka.
"Tadi kau sudah menanyakannya, bodoh."
"Ah, aku lupa. Mari kita duduk sepertinya acara sudah mau di mulai."
..
..
..
"Kau sudah memasukkan semuanya?"
"Sudah Eomma.."
"Baiklah, sekarang saatnya kau mandi. Sehun akan mengomel jika dia tau kau belum mandi. Dan kau bisa memakai baju Eomma saat Eomma muda dulu, sayang."
"Sekarang kau sudah tidak muda lagi Eomma?" tanya Seohyun dengan pandangan menggodanya.
"Yak! Apa maksud mu?! Cepat mandi dan bersihkan dirimu." Seru Eomma Sehun. Senyum pun langsung berlari menuju kamarnya, lebih tepatnya kamar Sehun untuk segera membersihkan dirinya dengan cengiran dibibirnya.
..
..
..
Kriing.. kriing.. kriing..
Kriing.. kriing...
Terdengar suara nada dering ponsel Sehun
"Yeoboseo"
"SEHUNNAAA!"
"Kenapa hm?"
"Dimana kau sekarang? Kau berada dikantor mu kan? Aku dan Eomma sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa ke kantor mu. Jadi, aku tak mau tak melihat mu saat aku sampai di kantor mu Oh Sehun. Jika aku tak menemukan mu, aku tak akan mau lagi berkunjung ke kantor mu sampai kapanpun. Kau mengerti?" ucap Seohyun dengan kecepatan nada diatas rata-rata.
"Apakah Eomma mengajari mu?"
"Mengajari apa?"
"Berbicara panjang lebar tak putus-putus."
"Tentu saja tidak. Aku hanya menirunya. Aku tau kau pasti akan khawatir kalau aku seperti Eomma bukan? Aku akan terus menerus menceramahi mu. Tetapi sebenarnya karena aku ingin kau selalu mengingat ku seperti kau mengingat dan menyayangi Eomma."
"Apapun yang kau lakukan dan katakan, aku akan terus menyukainya. Kau tak perlu menjadi seperti Eomma agar aku selalu menyayangi mu. Apapun yang ada pada diri mu aku menyukainya. Dan aku akan terus menyukainya."
"Baiklah baiklah kau akan selalu menang dalam menyenangkan hati ku. Tetapi aku tak akan termakan oleh rayuan mu itu Sehunna. Pokoknya aku tak mau tak melihat mu saat aku sampai di kantor mu. Aku akan menghubungi Kai Chanyeol dan Suho agar mereka tak lupa. Dan kau bisa mengundang teman mu yang tinggi tegap yang waktu itu kau kenalkan padaku Sehunna, siapa namanya?"
"Siapa?" tanya Sehun seraya kembali membaca dokumen yang ada di tangannya.
"Aish.. pria dengan postur tubuh seperti Chanyeol tapi lebih tinggi dan memiliki rambut berwarna blonde. Siapa pria itu?"
"Kris hyung?"
"Ah benar Kris oppa... aku ingin kau mengundangnya Sehunna.. bisakah?" tanya Seohyun dengan nada manjanya.
"Untuk apa aku mengundangnya?" tanya Sehun menjawab pertanyaan Seohyun dengan nada tak sukanya.
"Hmm..aku dan Eomma sudah memasak banyak masakan dan aku tak yakin makanan yang aku dan Eomma bawa nanti akan habis jika hanya kita yang memakannya. Jadi kau harus mengundang Kris oppa, apa kau mengerti? Kau tau aku tak suka jika permintaan ku ditolak. Aku menyayangi mu Sehunnaa..."
Tut.. tut.. tut..
Sehun pun terkekeh selepas mendengarkan celotehan panjang lebar Seohyun. Ada saja tingkah Seohyun yang membuatnya tersenyum. Tak sia-sia segala usahanya selama ini. Ah Sehun harus cepat-cepat mengerjakan semua dokumennya saat ini karena dia tak yakin bisa melanjutkannya jika ada dua orang wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupnya berada di kantornya. Bahkan mungkin dia tak akan bisa berdiam diri dikantornya karena Seohyun dan Eommanya pasti akan memaksanya untuk menemani mereka berbelanja hari ini. Dan jika Sehun menolak, mungkin kalian tak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
..
..
..
Acara pembukaan cabang baru Lee Corporation selesai pada saat matahari sedikit lagi tepat berada pada zona tengahnya. Luhan, Kyungsoo, Kris, Paman Zhang, dan Kai pun berdiri dari wilayah khusus mereka dan segera berjalan meninggalkan ruangan walaupun harus berhenti sesekali karena ada beberapa rekan yang mengajak mereka berbicara.
"Kris, hari ini Eomma Sehun dan Seohyun akan berkunjung ke kantor Sehun. Dan Sehun mengundang mu untuk turut serta hadir saat makan siang nanti, apa kau bisa?" tanya Kai setelah mendapatkan pesan dari Sehun.
"Maafkan Yifan Kai-ssi, karena saat ini dia sudah memiliki janji dengan ku. Jadi kau bisa menyampaikan pesan ku kepada teman keparat mu itu untuk tidak perlu repot-repot mengundang Yifan ku." Seru Luhan seraya menarik tangan Kris untuk mempercepat jalannya. Entah mengapa mendengar nama Sehun membuatnya naik darah mengingat kejadian semalam. Sedangkan Kai Kyungsoo dan Paman Zhang hanya bisa menatap heran kepada Luhan dan mempercepat laju mereka menyamakan Luhan dan Kris.
"Ada apa dengan mu?" bisik Kris kepada Luhan yang sedang melengkungkan bibirnya kebawah saat ini.
"Aku sangat tak menyukai teman mu yang sangat menyebalkan itu. Bahkan aku tak sudi menyebutkan namanya dengan bibir sexy ku ini." guman Luhan seraya memasuki mobil mereka yang sudah berada tepat di depan lobby, begitu pula dengan Kyungsoo dan Paman Zhang.
"Kai maaf atas sikap Luhan dan sampaikan maaf ku kepada Sehun dan Eommanya. Aku sudah terlebih dahulu berjanji pada Luhan untuk menemaninya karena hari ini merupakan hari terakhirnya di Seoul. Dia akan kembali ke Busan sore nanti."
"Tak apa Kris. Luhan sangat lucu. Hati-hatilah di jalan."
"Kau juga Kai." Gumam Kris seraya memasuki mobil dan menutup pintunya. Paman Zhang langsung menjalankan mobil tersebut sedangkan Kai menunggu supirnya untuk segera membawanya ke kantor Sehun.
..
..
..
Setelah berkutat dengan otak mereka dikelas pagi yang seharusnya sangat menyebalkan menjadi menyenangkan bagi Baekhyun dan Chanyeol pagi ini. Entah apa yang bisa mengubah pemikiran mereka. Selepas kelas berakhir, Baekhyun dan Chanyeol memutuskan untuk mengisi perut mereka yang belum sempat terisi di kantin yang tersedia.
"Apa kau ada kelas sehabis ini Baek?" tanya Chanyeol seraya meminum minuman bersodanya.
"Tidak. Mungkin aku akan pulang atau pergi bersama Luhan. Hari ini hari terakhirnya berada di Seoul. Dan dia akan sangat amat murka jika aku tak menemaninya. Bagaimana dengan mu?"
"Aku akan berkunjung ketempat teman ku. Aku akan pergi sekarang. Kau mau ku antar pulang?"
"Tidak perlu. Luhan sedang dalam perjalanan kesini. Kau bisa pergi sekarang Chanyeol."
"Apakah tak apa-apa jika aku meninggalkan mu?"
"Hey aku bukan lagi anak kecil yang akan menangis saat di tinggal. Cepatlah pergi karena teman mu pasti sudah menunggu. Hati-hati dijalan Chanyeol-ssi..." gumam Baekhyun seraya mendorong Chanyeol menjauhinya.
Sedangkan Chanyeol menyempatkan diri untuk mengacak rambut Baekhyun sebelum beranjak dari kantin dan melambaikan tangannya. Seohyun sudah mengiriminya pesan agar dia cepat menuju kantor Sehun. Mengingat Seohyun membuatnya tersenyum karena Seohyun akan melanjutkan pembelajarannya bersamanya. Ah dia sangat merindukan wanita satu ini.
..
..
..
"Apa semuanya sudah berkumpul?"
"Sudah Eomma, Suho oppa juga membawa kekasihnya."
"Oh seperti itu."
Ting!
Bunyi lift menandakan mereka sudah sampai pada lantai yang mereka tuju. Yaitu lantai tertinggi yang ada di Oh Corporation. Seohyun dan Eommanya Sehun segera menapakkan kaki jenjang mereka menelusuri jalan menuju ruangan Sehun. Terlihat asisten pribadi Sehun tersenyum dan membungkuk hormat saat melihat dua wanita dengan paras yang sangat menawan tersebut. Seohyun mengenakan dress selutut berwarna putih dengan motif bunga di bagian bawah dress di padukan dengan highheels berwarna senada yang membuatnya cantik menawan. Sedangkan Eomma Sehun mengenakan dress berbahan katun yang menutupi sebagian betisnya , dipadukan dengan wedges berwarna hitam. Siapapun yang melihat mereka saat ini pasti akan mengira kalau dua wanita ini merupakan kakak beradik.
Asisten pribadi Sehun segera membukakan pintu ruangan Sehun agar dia wanita yang juga sedang tersenyum ramah kearahnya ini bisa langsung memasuki ruangan Sehun.
"Terima kasih Eonnie..." gumam Seohyun dengan cengirannya. Seohyun memang cukup dekat dengan para pegawai yang bekerja di kantor Sehun. Kedekatan itu terjadi karena Seohyun yang sering sekali berkunjung ke kantor Sehun dan tak menemukan Sehun disana. Karena bosan menunggu Sehun, Seohyun sering kali berbaur dengan para pegawai Sehun. Sifat Seohyun yang easy going membuat siapapun senang mengenalnya.
Saat kedua wanita itu memasuki ruangan Sehun, Kai Chanyeol dan Suho langsung bangkit untuk memeluk kedua wanita tersebut, begitu pula dengan Yixing yang notabene nya merupakan kekasih Suho. Sedangkan Sehun masih tetap duduk pada kursi kebesarannya dengan mata menuju pada kedua wanita yang baru saja memasuki ruangannya dengan dua orang penjaga yang membawa keranjang besar dimasing-masing tangan mereka.
Setelah selesai dengan Kai Chanyeol Suho dan Yixing, Eomma Sehun langsung menghampiri Sehun dan memeluk anak semata wayangnya itu. Sedangkan Seohyun mengatur makanan yang akan ditatanya di meja yang menjadi teman para sofa di ruangan Sehun di bantu dengan Yixing dan Chanyeol. Setelah selesai, Seohyun beralih kepada Sehun yang sedang menatap kearahnya.
Seohyun duduk dipangkuan Sehun dan memeluknya. Sehun pun merengkuh pinggang Seohyun dan mengecupi pipi Seohyun yang membuat Seohyun terkekeh.
"Apa kau tidur dengan baik semalam?" tanya Seohyun begitu melihat lingkaran hitam dikantung mata Sehun.
"Aku tak bisa tidur tanpa kau disisi ku." Gumam Sehun yang masih saja mengecupi pipi Seohyun.
"Sehunna cukup, kau harus segera memakan masakan ku. Ayo cepat." Ucap Seohyun seraya bangun dan menarik tangan Sehun agar mengikutinya. Sehunpun bangkit dan mengikuti Seohyun untuk segera bergabung dengan yang lainnya. Semua sudah berkumpul pada posisi masing-masing, makanan pun sudah tertata rapi, dan para penjaga pun sudah keluar dari ruangan Sehun.
Sehun dan Seohyun segera bergabung dan mereka mulai memakan makanan yang dibawa oleh Seohyun dan Eommanya Sehun.
"Suho, ini kekasih mu? Dia sangat manis dan sopan. Pintar sekali kau memilih" ucap Eomma Sehun memulai percakapan mereka. Yang ada disana pun tertawa mendengar gurauan Eomma Sehun, sedangkan Yixing hanya tersenyum dengan semburat merah dikedua pipinya.
"Sehunna dimana Kris oppa?"
"Kai?"
"Ah tadi aku sudah mengajaknya, tetapi dia sudah berjanji kepada Luhan bahwa dia akan menemani Luhan seharian ini karena hari ini merupakan hari terakhir Luhan di Seoul. Dia akan kembali ke Busan sore nanti."
"Luhan?" tanya Sehun memastikan.
"Ya Luhan. Pemimpin Xi Corporation. Dia berbicara langsung dengan ku."
"Luhan menghadiri acara pembukaan tadi?"
"Ya."
"Dan Luhan akan kembali ke Busan sore ini?"
"Ya."
"Baekhyun juga mengatakan bahwa dia akan menemani Luhan hari ini."
"Kenapa kau tak bilang pada ku?"
"Hey siapa itu Luhan?" tanya Seohyun dan Eomma Sehun secara bersamaan.
..
..
..
..
..
Tbc
Sorry banget atas segala ketidaknyambungan dan segala ketypoan yang ada. Aku udah usaha buat update secepet yang aku bisa dan ini udah lumayan panjang ya dari beberapa chapter terakhir. Aku udah kasih sedikit clue tuh tentang Seohyun, semoga kalian pada nyadar yaa…
Aku berharap banget sama review-an kalian karena itu tuh yang ngebikin aku semangat buat lanjutin chapter baru. Tapi makasih banyak banyak banget buat yang udah baca cerita aku ini. Dan buat yang nunggu remake-an concerting di tunggu aja ya soalnya itu katanya temen aku yang mau ngeremake tp dia masih labil gt makanya blm jadi-jadi remake-annya. Sekian dan terimakasih :)
