"Tunggu- kalian berdua. Kemarilah. Mingyu bawa namja itu ke hadapan eomma."

Nyonya Kim berbicara dengan nada yang bergetar, dengan segera Mingyu membawa Wonwoo yang sekarang berada di rangkulan nya mendekat sang eomma. Kini suasana lebih santai karena beberapa dari para tamu sudah melanjutkaan percakapan mereka.

"Wonu-ya?"

Jungkook tersenyum senang mendengar nama itu keluar dari bibir Nyonya Kim. Wonwoo hanya mematung mendengar Nyonya Kim memanggil nama nya. Nyonya Kim mendekat ke arah Wonwoo lalu menangkup pipi namja manis itu.

"kau Wonu ku kan? Wonu nya eomma? Jeon Wonwoo ini kau kan, nak? Eomma sangat merindukan mu astaga kau tidak berubah Wonu ya.. Kim Mingyu kau memberikan kado terindah."

Mata Wonwoo membulat sempurna saat Nyonya Kim memeluknya sambil terisak. "eo-eomma?" gagap Wonwoo.

"eomma apa ini? Aku tidak mengerti."

Mingyu merebut Wonwoo dari pelukan eomma nya namun segera di rebut lagi oleh Nyonya Kim.

Pltak

"Yak! Kemarikan! Astaga anak manis eomma kembali!"

Alis Mingyu berkedut.

"eomma dia kekasih ku! Bukan anak eomma! Nama nya Jeon Wonwoo bukan Kim Wonwoo, ya walaupun nanti akan aku rubah. Tetap saja dia kekasih ku aishh eomma ayolah."

Nyonya Kim tidak memperdulikan anak nya malah menciumi pipi Wonwoo.

"kau tidak ingat eomma ya?"

Wonwoo menggeleng kecil. Nyonya Kim menghela nafas kecewa.

"tapi tidak apa. Itu kita bahas nanti. Sekarang eomma mau mengenalkan anak manis eomma pada teman teman eomma dulu. Kau mau kan?"

Wonwoo mengangguk kecil, wajah Wonwoo sangat menunjukaan kalau sebenarnya ia sangat kebingungan dengan situasi ini tapi ya mau bagaimana lagi eomma nya Mingyu sangat bersemangat ia jadi tidak tega kalau harus menolak.

.

Tuan dan Nyonya Kim, Mingyu dan Wonwoo tengah bersantai di penthouse yang ada di hotel yang sekaligus apartement tersebut hanya untuk beristirahat beberapa jam disana. Kebetulan penthouse itu hadiah dari salah satu teman Nyonya Kim yang ternyata adalah pemilik hotel yang mereka gunakan untuk acara tersebut.

"Wonu-ya. Kau akan tinggal bersama kami selama di Anyang. Arraseo?"

Wonwoo mengangguk semangat dengan senyum nya yang mengembang.

"tunggu eomma. Tolong jelaskan semua ini."

Mingyu yaang sedari tadi tengah menikmati wine dengan sang appa pun membuka suara nya.

"baiklah anak eomma yang hitam tapi tampan, eomma akan dengan senang hati bercerita. Jadi dulu-

Anyang, 21 years ago

Sebuah keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak itu baru saja selesai menata baraang nya di rumah baru mereka. Anak mereka yang berumur 2 tahun terlihat sudah mulai mengantuk, tanpa menunggu lama sang eomma pun meembawa anak laki lakinya kekamar dan menemani anak nya itu sambil membacakan buku cerita.

Pagi nya setelah sang appa berangkat ke kantornya anak berumur 2 tahun bernama Mingyu itu di ajak oleh sang eomma untuk mengunjungi tetangga mereka dengan seloyang bolu dengan buah buahan sebagai toping nya. Nyonya Kim menekan bell rumah tetangga nya itu.

"selamat pagi."

Nyonya Kim membungkuk saat melihat pemilik rumah membuka kan pintu untuk nya. Sedangkan Mingyu tengah memeluk kaki sang eomma. "selamat pagi. Aigoo siapa ini? Lucunya. Baru pindah ya?"Nyonya Jeon mengelus rambut coklat milik Mingyu sambil tersenyum gemas.

"ini Mingyu, ajhumma. Iya kami baru sampai kemarin malam."

Nyonya Jeon tersenyum ramah llalu mempersilahkan Nyonya Kim dan Mingyu untuk masuk kerumah nya. Nyonya Jeon membawakan segelas teh dan segelas susu hangat, ia juga menyetelkan Mingyu kartun kesukaan Mingyu sedangkan para eomma itu berbincang dengan hangat nya.

"eomma."

Nyonya Jeon menoleh saat melihat anak nya keluar dari kamar dengan piyama, rambut berantakan dan boneka beruang yang ada di pelukan nya. "kemarilah Wonu-ya."

Wonwoo berlari kecil kearah sang eomma lalu menghambur ke pelukan sang eomma. "aigoo manis nya. Berapa umur nya?" Wonwoo menunduk malu saat rambutnya di elus oleh orang yang belum pernah Wonwoo lihat. "ini Wonwoo. Dia satu tahun di atas Mingyu. Wonu ayo ucapkan salam pada Kim ajhumma.

"annyeonghaseyo." ujar Wonwoo dengan suara lucu nya sembari membungkuk. Suara lucu Wonwoo membuat seseorang menoleh. "ung?" Wonwoo memiringkan kepalanya melihat Mingyu, ia baru menyadari keberadaan Mingyu. Wonwoo menoleh melihat sang eomma yang menyuruhnya berkenalan dengan Mingyu. Wonwoo segera mengulurkan tangan nya dan di sambut dengan Mingyu dengan senyum lebar.

"aku Wonu. Siapa nama mu?"

"Mingyu. Halo Wonu hyung."

"nah mulai hari ini kalian harus berteman dengan baik. Kalian harus saling menjaga. Arraseo?"

Wonwoo dan Mingyu mengangguk semangat lalu bersorak bersamaan.

"um! Ne!"

Hari terus berlalu, Mingyu dan Wonwoo selalu melewatkan hari bersama sama. Mereka sangat sulit terpisahkan. Mingyu tengah menunggu Wonwoo mengerjakan pekerjaan rumah nya. Wonwoo yang sudah menginjak umur lima tahun kini sudah sekolah di taman kanak kanak sedangkan Mingyu yang awalnya mau di sekolahkan tahun depan pun harus di percepat karena ia ingin sekolah juga saat Wonwoo sekolah.

Ia bilang ia bosan kalau Wonwoo sedang sekolah dan akhirnya Mingyu di masukan ke sekolah khusus membaca dan menggambar. Dan dengan segalla ke jeniusan otak Kim Mingyu, baru 3 bulan di masukan kesekolah Mingyu sudah bisa membaca kata kata yang mengandung lebih dari enam huruf, sedangkan Wonwoo baru bisa membaca kata kata berhuruf empat.

Mingyu yang memang tidak pernah di beri tugas sekolah ia hanya bisa memperhatikan Wonwoo yang tengah menggambar yang sebenar nya menurut Mingyu itu adalah gambar paling buruk yang ia lihat, namun ia tak menyuarakan itu karena itu akan menyakiti hati Wonu hyung nya tersayang.

"Gyu-ya? Bisa tolong bacakan yang ini- ung ini terlalu banyak."

Mingyu segera menghampiri Wonwoo dan mendorong kursi agar bisa duduk di samping Wonwoo, akhirnya dengan susah payah ia dapat duduk bersebelahan dengan hyung tersayang nya itu. Mingyu segera melihat tulisan yang ada di buku Wonwoo. Mingyu tidak tau itu buku apa, ia tidak pernah lihat.

"j-e je r-a ra p-a pa h, jerapah."

Wonwoo bertepuk tangan lalu mengelus rambut Mingyu dengan sayang membuat Mingyu terkeleh kecil lalu mengecup pipi Wonwoo.

"hihihi Gyu pandai! Wonu sayang Gyu!"

"Ne! Gyu juga sayang Wonu hyung!"

Wonwoo dan Mingyu sudah menyelesaikan makan malam mereka dan bersiap tidur. Sebenarnya hanya Wonwoo yang bersiap tidur sedangkan Mingyu tengah bertarung dengan sang appa yang memaksanya pulang. Mingyu menangis saat appanya menggendong paksa Mingyu.

"hueeee Wonu hyung! Gyu mau bersama Wonu hyung! Hueee appa jahat!" tangis Mingyu semakin menjadi dan membuat Nyonya Jeon dan Wonwoo menatap Mingyu iba.

"aigoo jagoan appa ini sudah malam saat nya jagoan appa tidur. Wonu hyung kan juga harus tidur, besok Gyu main lagi dengan Wonu hyung ne?"

Setelah itu Mingyu menghilang dari balik pintu rumah Wonwoo namun isakan nya masih samar samar terdengar.

"hiks."

Kini tuan Jeon menoleh kearah anak nya yang tengah menunduk sembari menangis. Nyonya Jeon yang melihat pun cemas. Kenapa tiba tiba anak mereka menangis?

"aigoo Wonu gwenchana?"

Bukan nya berhenti Wonwoo malah berjongkok lalu kembali terisak.

"hiks kasihan Gyu. Tadi Wonu belum ajak Gyu bermain-hiks soalnya- tadi Wonu mengerjakan pr- hiks ini semua gara gara pr Wonu! Wonu tidak mau mengerjakan pr lagi!"

"eh?"

Saat Mingyu berumur 5 tahun dan Wonwoo 6, mereka kedatangan teman baru, Wonwoo sangat dekat dengan anak yang sebenarnya seumuran dengan Mingyu itu. Jungkook adalah peti yang menyimpan rahasia Wonwoo, jadi Wonwoo tidak mau Mingyu dekat dekat Wonwoo saat ia sedang berdua dengan Jungkook."Wonu hyung jangan bermain dengan Kookie terus juseyoo! Gyu juga mau di ajak main!"

Wonwoo mengerucutkan bibirnya melihat Mingyu yang terus mengikuti nya dan Jungkook, padahal Wonwoo kan mau membicarakan sebuah rahasia pada Jungkook dan Mingyu tidak boleh tau, karena ini tentang Mingyu.

"ish! Kasih Wonu 1 menit untuk bicara dengan Kookie~ ini rahasia Gyu~"

Wonwoo kembali menarik tangan Jungkook.

"baiklah. Gyu hitung sampai 60 ya?"

Wonwoo mengehentakan kaki nya sedangkan Jungkook yang memang anak baru itu hanya menatap Wonwoo dengan tatapan polosnya sesekali matanya berkedip bingung.

"kan Wonu bilang satu menit! Kenapa gyu hitungnya sampai 60?!"

Mingyu menepuk dahinya. "kata appa kalau satu menit itu sama dengan berhitung dari 1 sampai 60! Wonu hyung bagaimana sih? Padahal Wonu hyung cantik tapi tidak tau apa apa."

"Wonu tidak cantik!"

"Wonu hyung cantik kok."

Wonwoo mengerejapkan matanya saat mendengar kata kata itu terlontar dari mulut Jungkook dan ia hanya pasrah karena ia tidaak mungkin memarahi Jungkook kecil itu.

5 tahun berlalu tidak seperti yang mereka bayangkan, Jungkook harus meninggalkan mereka di tahun ini dan belum dapat dipastikan kapan ia kembali.

Jungkook menundukan kepala nya saat mereka selesai dengan acara memahat di pohon. Di sana ada tulisan Kim2Jeon. Persahabatan khas anak anak yang sangat manis

"aku akan pergi besok pagi."

Ujar Jungkook, kedua sahabatnya hanya mampu menahan rasa sedih nya karena Jungkook akan pergi ke Seoul dan itu sangat jauh dari Changwon.

"aku akan beli ponsel pintar agar bisa video call dengan Jungkookie."

Ujar Wonwoo lalu memeluk Jungkook. Mingyu mengelus punggung kedua sahabat nya itu.

"Mingyu-ya. Jaga Wonu hyung ne? Siapa tau dia mau memberi tau rahasia nya."

Jungkook terkekeh saat Wonwoo menggeleng cepat.

"ayo berjanji. Suatu hari nanti kita akan datang kesini lagi bertiga dan minum kopi bersama. Oh ya soju juga. Oke?"

"ne! Ayo berjanji!"

Empat tahun berlalu,Mingyu yang memasuki tahun pertama nya di sekolah menengah pun asik dengan teman teman baru nya hingga terkadang ia lupa untuk mengunjungi Wonwoo hyung nya. Mingyu masuk ke kamar Wonwoo, ia menatap sedih hyung kesayangan nya yang tengah terbaring lemas di kasur. "Hyung." Wonwoo menoleh menatap Mingyu yang tengah berjalan lambat ke arah nya. "Mingyu." Nafas Mingyu berhenti beeberapa detik saat melihat senyum Wonwoo. Ia merasa sangat menyesal, bagaimana bisa ia mengacuhkan Wonwoo hanya karena teman teman baru nya itu?

Mingyu duduk di pinggir ranjang Wonwoo. Tangan nya mengelus rambut Wonwoo. "kenapa bisa sakit hm?" Mingyu mengecup kening Wonwoo membuat yang lebih tua tersenyum malu. "a-aku menunggu mu di depan game center- ung aku tidak tau kau sedang menonton film di rumah teman mu."

Mingyu mengusap kasar wajah nya. Ia menangkup pipi Wonwoo. "sampai jam berapa menunggu ku?" Wonwoo mengalihkan pandangan nya. "11 malam."

"astaga. Kenapa tidak pulang kalau dingin hyung? Kau membuat ku khawatir." Mingyu memeluk Wonwoo dengan sangat erat.

"aku pikir kau tidak mau bermain bersama ku-"

"hyung. Aku hanya bingung, aku sedang memikirkan apa yang harus aku katakan pada mu nanti- maksud ku aku takut kau tidak suka- eh bukan maksudku-"

Cup

Mata Mingyu membulat mendapat kecupan dari Wonwoo. "bawel."

Tangan Mingyu menyentuh bibirnya sendiri, "itu barusan apa hyung?" Wonwoo menatap Mingyu datar, kenapa Mingyu terlalu berlebihan sih? "apasih? aku kan memang sering mengecup bibir mu dari dulu." Judes Wonwoo sedangkan Mingyu hanya tersenyum lebar, ia yakin ada maksud lain dari kecupan itu. Lagi pula terakhir Wonwoo mencium nya itu saat mereka berumur 5 tahun sisa nya Mingyu yang selalu nyosor duluan.

Mingyu memeluk Wonwoo makin erat, bibirnya mengecup pipi Wonwoo.

"Wonu-ya. Saranghae."

Wonwoo hanya mampu menembunyikan semburat merah di pipinya, ia tak mampu membalas ucapan Mingyu. Akhir nya Wonwoo memilih untuk mencari topik lain.

"Aku penasaran apa yang kau tonton dengan teman teman mu."

"hah? Bukan apa apa hyung. Hanya anime saja."

"Kenapa tidak ajak aku?"

Mingyu hanya tersenyum gugup.

Suatu hari karena penasaran Wonwoo pun masuk kamar Mingyu dan mencari kaset anime yang sering di ceritakan Mingyu, Mingyu selalu bilang itu adalah anime yang bagus tapi Mingyu selalu menceritakan setengah setengah.

"Wah ini dia! Ayo kita lihat sebelum Gyu pulang."

Wonwoo menyetel dvd yang ia temukan di rak buku Mingyu. Berawal dengan sesosok laki laki manis yang berada di sebuah kamar dengan mata tertutup.

"sepertinya ini bukan awal dari film ini. Tak apa lah."

Tak lama kemudian namja manis itu menggeliat pelan dan mulai memainkan nipple nya sendiri, namja itu juga melepas celana nya dan mulai memasukan jari lentik nya kedalam lubang nya. Wajah Wonwoo bersemu mendengar lenguhan namja di film itu tanpa sadar Wonwoo mulai melebarkan paha nya, tangan nya mencubiti nipple nya.

Lenguhan Wonwoo terlepas saat adegan di film semakin memanas ditambah lagi dengan seorang namja tampan yang tengah menghentak hentakan pinggulnya meengeluar masukan kejantanan nya dalam lubang namja manis itu.

Tanpa Wonwoo sadari seorang menatap nya dari belakang dengan jantung berdebar kencang. Bagai mana tidak, sekarang Wonwoo tanpa sehelai benangpun tengah menyentuh diri nya sendiri. Mingyuu berjalan mendekati mangsa nya.

"Wonu hyung."

"a-ah~ Mingh~ jangan mendekat!"

Tapi Mingyu tidak mendengar, ia justru menggendong Wonwoo yang jauh lebih ringan dari nya dan membaringkan nya di atas kasur. "Hyung- Mianhae, aku tidak bisa menahan nya." Mingyu melebarkan paha Wonwoo dan-

"Angh! Mingh-h andwae~"

Wonwoo menggeleng saat Mingyu menekan kan jarinya pada hole Wonwoo dengan bibirnya yang menari di leher Wonwoo.

.

"KIM MINGYU! KAU BENAR BENAR KURANG AJAR!"

"Ajhussi benar benar kecewa pada mu Mingyu-ya."

Mingyu hanya menunduk, ia menahan sakit bekas tamparan sang appa yang masih berasa di pipi nya. Wonwoo hanya terdiam sesekali melirik Eomma nya yang menatap nya kecewa.

"Mau bagaimana lagi. Ini sudah terjadi ini kesalahan mereka berdua. Tidak bisa hanya satu pihak yang kita salahkan. Jadi kita hanya perlu memberi merka hukuman, untuk Mingyu, kau tidak boleh berdekatan dengan Wonwoo selama beberapa bulan, otak mu harus diberihkan astaga, lalu semua dvd anime mu eomma buang, dan Wonwoo kau juga tidak boleh bersama dengan Mingyu beberapa bulan ini. Bagaimana?"

Semua orang tua terdiam.

"apa itu merubah mereka?"

"kalau Mingyu melakukan nya lagi eomma tidak akan segan segan memotong kemaluan mu. Arra?"

"ne, eomma."

"apa?!" histeris Wonwoo mendengar penuturan Appa Mingyu.

"Wah itu kabar baik." Mingyu mengembangkan senyuman. Setidak aku benar benar tidak mendapat sisaan dari si Jisoo dan Jun -Mingyu mengembangkan senyum nya sampai membuat eomma nya memukul kepalanya.

"apa yang kau pikirkan anak bodoh?!" Mingyu mengusap kepalanya lalu mengendus kesal.

"eomma akan melanjutkan ceritanya. Lalu saat setelah insiden tidur itu kami marah. Eomma, appa, eomma Wonwoo dan appa Wonwoo. Namun apa boleh buat itu sudah terjadi dan akhirnya kita memaafkan kalian dengan sebuah kesepakatan. Tidak ada hubungan intim sebelum menikah. Jadi pertanyaan nya adalah- apakah kalian sudah melakukan hubungan intim?"

Mingyu membatu.

Wonwoo tersentak.

"belum eomma tentu saja."

Jawab Mingyu lalu melempar tatapan nya kearah Wonwoo yang juga tengah menatap nya tiba tiba bayangan kejadian di ruangan Mingyu, di kamar mereka, di kamar mandi hotel, di dapur bahkan di hotel saat mereka menginap di Incheon pun terbayang di benak mereka masing masing. Mingyu bodoh -pikir Wonwoo.

"appa tidak yakin."

Sialan kenapa appa tidak kompak sekali sih?! -histeris Mingyu dalam hati.

"eomma akan menghakimi kalian setelah cerita ini selesai. Sekitar beberapa bulan setelah itu, Kalian mengalami kecelakaan saat menjemput kami ke stasiun. Saat itu eomma dan appa baru saja kembali dari Anyang. Eomma dan appa Wonwoo meninggal hanya kalian yang selamat dengan Mingyu yang hilang ingatan dan itu permanen dan kau yang menghilang dua hari setelah kalian kecelakaan. Setelah itu eomma benar benar sedih, eomma sangat menyayangi mu. Jadi kemana kau anak eomma yang manis?"

Wonwoo terdiam sebentar, tangan nya mengulur kearah Mingyu membuat pemuda tan itu bangun dan menghampiri kekasih manisnya. Mingyu mengecup puncak kepala Wonwoo. Mingyu tau Wonwoo pasti takut kalau bercerita sendiri pada eomma nya. Wonwoo memeluk pinggang Mingyu erat menenggelamkan wajahnya di dada Mingyu.

"Ada yang memindahkan Wonu hyung ke Seoul, eomma. Aku sendiri tidak tau siapa. Disana Wonu hyung bertemu orang baik yang menolongnya dan menyekolahkan nya. Dan aku bertemu Wonu hyung karena ia memilik phobia beberapa bulan yang lalu. Wonu hyung sempat di tiduri paksa oleh beberapa namja dan itu membuat nya ketakutan. Setelah itu Wonu hyung berkonsultasi pada ku dan semua sudah baik baik saja. Dan eomma aku minta maaf- aku dan Wonu hyung sudah tidur bersama."

Alis eomma Mingyu berkedut kuat.

"siapa yang berani meniduri Wonu nya eomma hah? Sialan sekali. Appa aku tidak mau tau, kau harus urus semua ini. Lihat anak manis eomma jadi ketakutan. Tidak apa sayang itukan bukan kehendak mu. Kemarilah."

Wonwoo berbalik memeluk eomma Mingyu menyembunyikan wajah nya.

"Soal Jun ia sudah di penjara. Kalau Jisoo ia masih bebas." Tutur Mingyu.

"dan kau?! Siapa yang menyuruh mu meniduri anak manis ku?"

"a-apa? Eomma dia sangat menggoda astaga. Aku tidak sanggup kalau menahan nya lebih lama. Kalau tidak percaya kalian boleh cek galeri ponsel ku."

Duk

Tendangan dari Wonwoo berhasil mendarat ke perut Mingyu. "sakit sayang." Keluh Mingyu.

"aih sayang sayang. Anak appa sudah besar. Kenapa tidak menikah saja?"

"Ya eomma setuju!"

TBC

Edited! Mudah mudahan masih ada yang menunggu ff ini

Lovee