Try To Love You
.
KyuMin FanFiction
.
Presented by ratu kyuhae
.
GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan
.
Don't Like, Don't Read, No Bash
.
Chapter 11
.
.
Sepanjang perjalanan dari hotel menuju bandara Kyuhyun terus tersenyum dan memeluk pinggang Sungmin posesif, berbeda dengan Sungmin yang hanya bisa menghela nafas pasrah. Siang ini mereka akan kembali ke Seoul, para karyawan yang lain sudah pulang dengan penerbangan pagi.
Yesung yang melihat tingkah Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya sembari mendudukkan tubuhnya di kursi samping Ryeowook, tidak ada yang berbicara sampai Kyuhyun merasa ponselnya bergetar.
Drrtt drrtt
Dengan cepat Kyuhyun mengambil ponselnya, menggeser ikon hijau kemudian menempelkannya pada telinga kirinya.
"Yeoboseyo!"
'Kyunnie~' Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar suara manja yang sangat dikenalnya.
"Eomma, ada apa?" Tanya Kyuhyun langsung membuat yeoja paruh baya yang dipanggil 'Eomma' oleh Kyuhyun itu berdecak.
'Kenapa selama di Jeju kau tidak pernah menghubungi eomma lagi?'
"Ahh.. Maaf, eomma!" Kyuhyun mengelus tengkuknya tanpa sadar membuat pelukannya pada Sungmin terlepas.
'Eomma khawatir, kau hanya sekali menghubungi eomma saat sudah sampai. Setelah itu kau tidak menghubungi eomma lagi, kalau eomma yang menghubungimu takutnya kau sedang sibuk. Apa Sungmin sekarang ada di sampingmu?' Kyuhyun mengusap sekilas telinga kirinya sebelum kembali menempelkan ponselnya di telinga.
"Ya, dia ada disampingku." Jawabnya, matanya langsung berhadapan dengan mata foxy eyes yang menatapnya bingung.
Cup
Kyuhyun mengecup bibir Sungmin singkat membuat yeoja itu memukul dadanya pelan dengan wajah yang mulai merah, sedangkan yang di pukul hanya terkekeh melihatnya.
'YA! Jangan berbuat mesum saat eomma sedang menghubungimu.' Seru Heechul kesal.
"Kami sekarang berada di bandara, kami pulang hari ini." Tidak memperdulikan omelan ibunya, Kyuhyun justru memberitahu soal kepulangannya.
'Benarkah? Kalau begitu nanti eomma dan appa akan menjemputmu.'
"Tidak perlu, karena setelah sampai kami ingin istirahat." Tolak Kyuhyun, 'Istirahat setelah bercinta.' Batin Kyuhyun mesum dengan seringai tipisnya.
'Baiklah, besok saja kami akan ke sana. Hati - hati, sampaikan salam eomma pada menantu cantikku.'
"Hm!"
PIP
Kyuhyun langsung mematikan sambungan teleponnya dan kembali memeluk pinggang Sungmin posesif, dihirupnya rambut panjang Sungmin yang digerai sembari memejamkan mata.
"Heechul eomma bicara apa?" Tanya Sungmin tanpa menatap suaminya karena posisinya yang membuatnya susah untuk menengokkan kepalanya.
"Eomma menitipkan salam padamu, besok mereka akan ke apartement kita." Jawab Kyuhyun masih dengan mata yang terpejam.
"Aish, bisakah kalian menghentikan acara lovey dovey kalian?" Gerutu Ryeowook.
"Noona, kalau kau tidak suka pejamkan saja matamu atau gunakan namja di sebelahmu itu untuk dijadikan sandaran." Jawab Kyuhyun ketus yang kini sudah membuka matanya.
"Aww~ yeobo, kenapa mencubitku?" Tanya Kyuhyun sambil mengelus pinggangnya yang baru saja dicubit oleh istri tercinta. Merasa pelukannya sudah terlepas, yeoja penyuka boneka bunny itu berkacak pinggang sambil menatap suaminya tajam.
"Kau tidak boleh bicara seperti itu pada Sungie oppa dan Wookie eonni." Ujar Sungmin.
"Waeyo? Apa kau cemburu jika mereka dekat?" Tanya Kyuhyun tajam.
"Aniyo, hanya saja ucapanmu itu barusan membuat wajah mereka memerah. Mereka pasti marah dengan ucapanmu barusan, kau ini!" Sungmin mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun menatap kedua pasangan yang sedang menatap ke arah lain, 'Ya ampun, mereka itu malu bukan marah.' Kyuhyun menatap Sungmin gemas, istrinya itu benar - benar polos atau apa?
"Hahh~ terserah kau saja, sayang." Ujar Kyuhyun pasrah.
.
~oOo~
.
1 Months Later
"Hoekk... huk.. hoekk..hahah!" Sungmin menumpahkan semua isi perutnya. Ia berpegang pada pinggiran westafel. Membersihkan mulutnya dengan air.
"Kau tidak apa - apa?" Kyuhyun menghampiri istrinya, mengusap dahi Sungmin yang dipenuhi bulir - bulir keringat dengan tisu yang berada disamping wastafel.
Dibuangnya tisu itu sebelum menggendong tubuh polos istrinya dan membaringkannya di ranjang. Setelah kepulangan mereka dari Jeju, namja penyuka game itu langsung memindahkan semua barang - barangnya ke kamar yang dulunya di tempati oleh Sungmin.
"Tunggu sebentar." Kyuhyun berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian santai untuk istrinya, tidak lupa dengan pakaian dalam membuat Sungmin yang melihatnya merona malu.
Kyuhyun kembali mendekati istrinya, berniat untuk memakaikan pakaian dalam ke tubuh istrinya, namun tangan Sungmin menghentikkan pergerakkan tangan Kyuhyun saat suaminya itu akan memakaikan bra.
"Biar aku saja." Ujarnya pelan.
"Baiklah." Kyuhyun mengalah dan beralih mengambil pakaian luar, membiarkan Sungmin memakai bra dan celana dalamnya. Dalam hatinya ia cemas, sudah tiga hari ini Sungmin mengalami mual namun hanya cairan bening saja yang keluar.
"Yang ini tidak ada bantahan." Ucapnya final dan Sungmin hanya pasrah saat Kyuhyun memakaikan baju di tubuhnya.
"Kali ini aku akan menghubungi Jungmo." Ujar Kyuhyun sambil mengambil pakaian - pakaian yang berserakan di lantai dan menyimpannya di tempat baju - baju kotor.
Sungmin mengangguk, Jungmo adalah sepupu jauh Kyuhyun yang berprofesi sebagi dokter. Mungkin seharusnya, dia memang harus di periksa oleh dokter agar tahu apa penyebab yang membuatnya terus mual seperti ini. Di perhatikannya suami tampannya yang sedang mengambil kaos oblong berwarna putih sedari tadi suaminya itu hanya memakai boxer membuatnya kembali teringat dengan percintaan mereka yang panas semalam.
"Kau tidak ke kantor?" Tanya Sungmin.
"Ini hari minggu, sayang." Kekeh Kyuhyun sebelum mengambil ponselnya.
Blush
'Baboya!' Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal, salahkan saja suaminya yang terus mengajaknya bercinta sebelum tidur membuatnya lupa jika hari ini adalah hari minggu.
Tunggu dulu, 'terus bercinta'?
Sungmin bangun dari rebahannya hingga duduk dan mengambil kalender yang berada di atas meja nakas samping tempat tidurnya, ini sudah sebulan semenjak kepulangannya dari Jeju. Dilihatnya tanggal di bulan sebelumnya dan matanya membulat melihat lingkaran merah di bulan sebelumnya, namun dibulan ini dia belum mendapat menstruasinya. Padahal ini sudah mendekati akhir bulan, 'Mungkinkah?' Tanyanya dalam hati.
"Dokter akan datang sebentar lagi dan aku juga tadi menghubungi eomma untuk membuatkan bubur untukmu, karena jika aku yang memasak sudah dipastikan dapur kita akan meledak." Ujar Kyuhyun dengan kekehan kecilnya membuat Sungmin urung untuk memarahinya.
"Kau ini!"
.
~oOo~
.
Saat ini, pasangan suami istri sedang menatap Jungmo yang sedang memeriksa Sungmin dengan cemas. Kyuhyun yang cemas dengan keadaan Sungmin saat mendengar keluhannya. Sedangkan Sungmin yang cemas akan pikiran yang sempat terbesit setelah melihat kalender, kening keduanya mengernyit melihat Jungmo yang tersenyum.
"Jungmo hyung, bagaimana keadaan istriku?" Tanya Kyuhyun.
Namun, bukan jawaban yang di dapatinya melainkan uluran tangan yang membuat kerutan di kening keduanya bertambah. Dengan keadaan bingung, Kyuhyun membalas uluran tangan itu.
"Selamat Kyuhyun - ah, istrimu hamil." Ucap Jungmo itu seakan mengetahui kebingungan pasangan suami istrimu itu. Dengan sekejap, senyum kebahagiaan terpancar di wajah Kyuhyun begitu pula dengan Sungmin.
"Berapa usia kandungannya?" Tanya Kyuhyun semangat.
"Usianya baru tiga minggu, lebih baik istrimu harus banyak istirahat. Jangan terlalu mengerjakan aktivitas yang berat, sekali lagi selamat untuk kalian. Aku harus pergi, masih ada pasien yang harus kutangani." Jungmo keluar dari kamar pasangan suami istri itu setelah Kyuhyun mengucapkan 'Terima Kasih', Kyuhyun mengantar sepupunya itu sampai pintu depan.
Meninggalkan Sungmin yang masih terdiam, setetes air bening muncul di pelupuk matanya dan terjatuh tepat saat Kyuhyun masuk. Di dekatinya ranjang hingga tubuhnya berbaring dan memeluk istrinya, mengubah posisi tidur istrinya menyamping supaya menghadap dirinya.
"Kenapa menangis?" Tanya Kyuhyun.
"Aku bahagia, Kyu. Aku sangat bahagia!" Jawab Sungmin dan langsung memeluk suaminya erat.
"Aku juga bahagia, terima kasih." Kyuhyun membalas pelukan Sungmin dan mengelus rambut istrinya.
'Kyunnie~'
Keduanya tersentak, itu suara Heechul. Kyuhyun lupa jika dirinya menghubungi sang eomma untuk membuatkan bubur.
"Sayang, kau-"
"Aku ikut keluar, aku bosan di kamar." Rengek Sungmin.
"Baiklah."
Kyuhyun membantu Sungmin untuk bangun dari rebahannya dan berjalan menuju ruang tamu, setelah pintu terbuka terlihat Heechul yang datang bersama Leeteuk. Melihat eomma - nya berada di sini, Sungmin langsung menghampiri ibunya dan memeluknya.
"Bagaimana keadaanmu, sayang?" Tanya Leeteuk setelah melepaskan pelukannya.
"Baik, sangat baik." Jawabnya senang.
"Tapi wajahmu pucat." Heechul memandang menantunya sedih, kini Sungmin beralih memeluk Heechul.
"Minnie baik - baik saja, justru saat ini Minnie dan Kyunnie sedang bahagia." Sungmin melepas pelukannya kemudian menghampiri Kyuhyun dan memeluk sebelah tangan suaminya.
"Sebenarnya ada apa ini? Kalian membuat kami bingung." Tanya Leeteuk tidak mengerti.
"Sungmin hamil." Jawab Kyuhyun senang.
"Benarkah?" Tanya Leeteuk dan Heechul berbarengan, anggukkan kepala dari Sungmin membuat kedua ibu itu berteriak senang dan saling berpelukan.
"Chullie, kita akan menjadi seorang nenek." Seru Leeteuk.
"Kau benar. Ah, aku akan menghubungi Hannie!"
"Aku juga akan menghubungi Kanginnie!"
Dan dimulailah kedua yeoja paruh baya itu sibuk dengan ponselnya masing - masing, tidak memperhatikan Kyuhyun dan Sungmin yang sudah duduk di sofa panjang sambil berpelukan mesra.
"Ck, mereka terlalu heboh." Dengus Kyuhyun.
"Wajar Kyu, kita kan anak tunggal. Sudah pasti sikap mereka akan seperti itu, apalagi ini cucu pertama mereka." Jelas Sungmin mencoba memberi pengertian pada suaminya itu.
"Kalau begitu aku ingin mempunyai dua anak, tiga juga boleh atau kita buat anak kembar." Dengan semangat Kyuhyun mengucapkan apa yang berada dalam pikirannya membuat Sungmin tertawa.
"Sepertinya ide bagus." Balasnya.
"Minnie, appa kalian sebentar lagi akan kemari. Apa kalian sudah sarapan?"
Kyuhyun dan Sungmin menggeleng menjawab pertanyaan Leeteuk, kedua yeoja paruh baya itu langsung berjalan ke dapur untuk mengambil mangkuk dan menuangkan bubur yang di bawa oleh Heechul untuk Sungmin. Sedangkan Leeteuk membuat roti bakar isi selai coklat untuk Kyuhyun.
.
~oOo~
.
"Selamat nak, akhirnya kalian akan menjadi orang tua. Awalnya appa pikir kalian sedang menunda untuk memiliki anak, ternyata dugaan appa salah." Hangeng dan Kangin tertawa, tidak menyadari dengan kegugupan dari Kyuhyun dan Sungmin. Bukan menunda, melainkan saat itu hubungan mereka yang tidak baik bahkan kamar mereka pun dulu terpisah.
Kyuhyun dan Sungmin hanya tersenyum canggung, namun kedua keluarga itu tidak ada yang menyadari akan hal itu karena kebahagiaan mereka yang akan mendapatkan cucu.
"Bagaimana kalau kita rayakan dengan acara makan malam di rumah kami." Usul Heechul.
"Boleh juga, aku setuju." LeeTeuk mengangguk menyetujui usul sahabatnya itu.
"Kau ingin di masakkan sesuatu, Sungminie?" Tanya Heechul pada menantu kesayangannya itu.
"Terserah eomma saja." Sungmin tersenyum menjawab pertanyaan mertuanya, dia memang tidak menginginkan makanan apapun untuk makan malam nanti.
"Baiklah kalau begitu."
"Sebaiknya kita pulang, sampai ketemu nanti malam." Heechul melingkarkan tangannya pada lengan Hangeng kemudian beranjak dari duduknya.
"Ah, kami juga akan pulang." Kangin menengok istrinya yang mengangguk menyetujui ajakan suaminya itu.
"Chullie, nanti sore aku ke rumahmu untuk membantumu memasak." Ujar Leeteuk cepat.
"Oke!" Jawab Heechul.
"Sampai jumpa nanti malam, sayang." Leeteuk dan Heechul melambaikan tangannya pada pasangan muda itu.
"Hati - hati!" Ucap Kyuhyun sebelum orang tua dan orang tua istrinya meninggalkan apartement.
Blam
"Masih ada waktu untuk bermesraan." Ujar Kyuhyun dengan kedua alis yang naik turun.
"Kyunnie, kau tidak puas yang semalam?" Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal, suaminya itu selalu saja menggarapnya jika ada waktu senggang.
"Hahaha.. Aku bercanda, sayang. Aku ingin kau istirahat karena kata Jungmo, kau harus banyak istirahat." Kyuhyun mengelus rambut istrinya lembut.
"Lalu kau?"
"Aku akan menemanimu, aku juga lelah setelah aktifitas 'ranjang' kita semalam." Kyuhyun memasang wajah lelah pada istrinya, gemas saat melihat istrinya yang menunduk malu.
"A.. Aku ke kamar duluan." Dengan cepat Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk di sofa menuju kamar.
"Yeobo, tunggu aku."
.
~oOo~
.
Ryeowook menatap laptop di depannya dengan pandangan kosong, dia tidak bisa fokus hari ini. Dirinya sudah kembali aktif di perusahaan, dia bosan hanya berdiam diri dirumah. Namun perhatiannya saat ini hanya tertuju pada namja yang selalu ada di dalam hatinya, Yesung.
Semenjak kejadian di Jeju itu, mereka sudah saling menukar nomor telepon. Namun hubungan mereka setelah pulang dari Jeju tidak bisa di katakan maju, justru terlihat hanya diam di tempat. Mereka memang sering makan siang bersama dan pergi saat hari libur, tapi tidak setiap hari bahkan selalu dirinya yang mengajaknya terlebih dahulu.
Ryeowook lelah, memang dia yang menginginkan Yesung untuk membiarkannya berusaha untuk membuka hati namja itu untuknya. Namun ini sudah satu bulan, namja itu lebih banyak diam, melamun dan sedikit tersenyum saat mendengarkan ceritanya.
Apa Yesung masih belum merelakan Sungmin dengan Kyuhyun? Pikir Ryeowook miris.
Tok tok tok
Ryeowook tersadar dari lamunannya saat mendengar ketukan dari pintu ruangannya, berdehem sebentar dan menegakkan punggungnya.
"Masuk"
Cklek
"Nona, ada yang ingin bertemu dengan anda." Ucap sekretaris Im pada Ryeowook, yeoja mungil itu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. ini sudah waktunya makan siang, siapa yang ingin bertemu dengannya? Rasanya dia tidak membuat janji dengan siapapun, bahkan dengan Yesung sekalipun.
"Nuguya?" Tanya Ryeowook.
"Dia-"
"Aku, Wookie-ya." Ujar seseorang yang memasuki ruangannya dan memotong ucapan sekretaris Im.
Ryeowook terkejut, untuk apa namja itu kemari? Tidak seperti biasanya. Pikir Ryeowook lagi, walau dalam hatinya membuncah rasa senang namun dia tahan untuk tidak tersenyum.
"Kau keluarlah!" Perinta Ryeowook pada sekretarisnya, yeoja itu membungkuk hormat dan pergi meninggalkan orang itu dengan Ryeowook.
"Sungie oppa, tidak biasanya oppa datang kemari." Ujar Ryeowook sedikit menyindir namja yang di panggil 'Sungie oppa' itu.
"Hanya kebetulan lewat dan mampir." Jawab namja itu, Yesung.
"Kau sudah makan siang?" Tanya Yesung dan di jawab dengan anggukkan kepala Ryeowook.
"Benarkah? Kau makan dimana?" Tanyanya lagi dengan pandangan menyelidik.
"Di.. Restaurant china, tidak jauh dari sini." Jawab Ryeowook gugup dengan matanya yang menatap ke arah lain, dia tengah berbohong saat ini. Entahlah, rasanya dia ingin menghindari Yesung untuk sementara waktu. Padahal, mereka sudah tiga hari tidak bertemu.
"Aku tahu kau berbohong." Yesung tersenyum tipis.
"Aku tidak bohong!" Sangkal Ryeowook masih dengan tidak menatap Yesung.
"Kalau begitu, tatap mataku dan katakan jika kau tidak berbohong."
"Baiklah, aku berbohong. Kau puas?" Seru Ryeowook marah dan berdiri dari duduknya.
"Kenapa kau bohong?"
"Karena aku ingin kau cepat - cepat pergi dari sini!" Ryeowook mengatur pernafasannya yang naik turun karena berteriak tadi.
Yesung tertegun, apa yang dia takutkan sekarang terjadi. Dia memang sudah mengira kata - kata itu akan keluar dari bibir yeoja itu, namun dia tidak menyangka secepat ini. Namja itu meremas barang yang dia pegang di punggungnya
"Maaf." Lirihnya.
"Aku lelah oppa, aku lelah dengan semuanya." Ryeowook mulai mengungkapkan isi hatinya.
"Wookie." Yesung melangkah maju sampai dirinya dan Ryeowook hanya di batasi oleh meja kerja.
"Kau bahkan tidak pernah membiarkan aku untuk masuk dalam kehidupanmu, membuka hatimu untukku saja rasanya sangat sulit." Ryeowook menghapus air matanya.
"Sebenarnya sudah lama aku menyukaimu." Ungkap Ryeowook membuat Yesung yang sedari tadi menunduk, mendongak menatap Ryeowook.
"Aku menyukaimu sejak kita melakukan audisi lomba menyanyi saat masih High School. Aku menyukai suaramu , aku menyukai senyumanmu dan aku menyukai semuanya yang ada dalam dirimu." Yesung terdiam, dia masih menunggu cerita Ryeowook karena dia ingin tahu semua yang dia tidak tahu.
"Sejak saat itu aku selalu mengikutimu, hingga rasa itu berubah menjadi cinta saat kita lulus. Aku kehilangan jejakmu, sampai akhirnya aku bertemu dengan Kyuhyun. Dia mirip sepertimu, hobi bernyanyi dan ceria. Saat dia menyatakan perasaannya padaku, awalnya aku ragu dan ingin menolak. Tapi aku sadar, sudah seharusnya aku mulai untuk melupakanmu dan karena itu aku menerima cinta Kyuhyun."
"Dan takdir kembali mempertemukan kita." Ucap Yesung seraya melangkah memutari meja.
"Maukah kau memberikanku kesempatan kedua?" Yesung mengeluarkan apa yang sedari tadi bersembunyi di punggungnya, bunga mawar merah dan putih. Ryeowook tertegun melihatnya, dia menatap Yesung meminta penjelasan.
"Aku selalu membuatmu bersedih walau kau menutupinya dariku, sekarang waktunya aku untuk membahagiakanmu." Yesung mengambil sesuatu di saku celananya dan mengeluarkan kotak berwarna merah lalu membukanya.
"Kim Ryeowook, maukah kau bertunangan pada namja bodoh ini dengan menerima bunga dan cincin?" Yesung tersenyum dengan manisnya, tidak ada paksaan. Hanya kejujuran membuat Ryeowook menggigit bibir bawahnya, menahan isakannya.
"Bagaimana jika aku menolak?" Tanya Ryeowook balas tersenyum.
"Kau akan membuatku kembali patah hati dan menyesali perbuatanku padamu hingga aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku." Jawabnya.
"Ish, kau merusak suasana." Ryeowook memukul bahu Yesung membuat namja itu terkekeh.
"Aku serius."
"Kalau kau mati, lalu aku bagaimana?"
"Tentu saja aku akan membawamu untuk ikut denganku, karena aku tidak mau namja lain memilikimu."
"YA! Kim Jong Woon!"
"Hey, kenapa kita jadi bahas ini. Kau menerimaku tidak?"
"Aku mau~" Akhirnya jawaban itu keluar walau dengan suara kecil, namun Yesung masih dapat mendengar jawaban itu. Ryeowook langsung menerjang tubuh Yesung dan memeluknya erat, dia bersyukur pengorbanannya berakhir bahagia.
"Terima kasih, oppa."
"Aku yang harusnya mengatakan itu, terima kasih karena kau sudah bersabar dan memberikanku kesempatan saat kau sudah mulai menyerah." Yesung mengecup kening Ryeowook lama.
"Saranghaeyo." Ucap Yesung.
"Nado.. Nado saranghaeyo, oppa." Balas Ryeowook.
Mereka berpelukan dengan senyum yang masih menghiasi di bibir mereka, senyum kebahagiaan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidupnya.
.
.
To Be Continued
Happy New Year.. #telatttt #ditimpuk reader XD
Haiii.. Saya kembaliiii.. Lama yaaa sebulan lebih, #again# huks!
Pas update, Sungmin dh hamil aja.. ;)
Ngarang banget sama chap ini, di ff aslinya ga ada yang bagian ini.. Kecuali yng Chullie eomma nelfn Kyuhyun, tapi yng asli video call di pesawat sdngkan aku cuma telepon biasa dan itu di bandara. :D #senyum gaje
Makin aneh kah sama ceritanya? Maaf yaaaaa.. #bungkuk2
Terima kasih yang sudah review, follow dan favorite.
Dan maaf lagi jika kalian menemukan typo dan kurang panjang.. ^^
Review lagi, ne!
Terima kasih
ratu kyuhae
