Trouble maker vs

Cast:

Lee Eunhyuk

Lee Donghae

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Kim Kangin

Leeteuk/ park Jungsoo

Kim Heechul

Tan Hangeng

Kim Ryeowook

Kim Kibum

Synopsis:

Cerita cinta di asrama khusus namja. Si troble maker, Hae dan si Mr. Perfect, Hyuk. Sama-sama terkenal di lingkungan sekolah. bagaimana kisahnya saat dua sifat bertolak belakang ini di pertemukan, setelah dua tahun hanya tahu tanpa bertemu secara langsung? Apakah mereka berdua tahan dengan sifat masing-masing?

Rate T, romantic, friendship, sedikit humor (maybe)

Warning: abal, AU, GJ, amburadul, aneh, BL/yaoi, OOC, EYD berterbaran, dsb

Happy reading~~~

Tidak suka jangan dibaca…

Chapter 11

Pagi hari di SM high school.

Dikamar Kangin dan Yesung. Si namja berotot sedang menyantap sarapannya sampai sang roommate datang menghampiri.

"I-ini infonya, Kangin-ssi," katanya sambil memberikan beberapa lembar kertas.

"Apa kau tidak menambah atau mengurangi informasi ini?"

"Ti-tidak, ma-mana mungkin aku melakukannya," Kangin mengambil kertas itu dan mulai membacanya. "A-aku tidak begitu tahu, karena Leeteuk baru ja-jadi roommate Ryeowook," tidak ada respon, namja kekar itu masih asik membaca.

"Dia waham agama? Seperti maniak?"

"N-nde, begitulah yang aku dengar da-dari banyak orang,"

"Ah benar juga! waktu itu dia selalu menyebut dewanya, huh dia memang namja yang tidak biasa,"

"Ji-jika tidak ada yang Kangin-ssi butuhkan, a-aku akan pergi,"

"Tunggu, sejak hari ini aku akan mengawasimu! Jadi aku tidak mau kau hanya diam tanpa mendekatinya, paham?"

"Ta-tapi Kangin-ssi?"

"Kau itu bodoh atau apa? bagaimana dia bisa tahu perasaanmu jika kau hanya diam?" ucapan ini membuat Yesung diam. "Aku akan memukulmu saat melihat kau berbuat bodoh seperti kemarin, ingat kita sedang berkerjasama! Aku tidak mau hutang informasi padamu,"

"N-nde," Kangin menyeringai melihat Yesung yang berjalan pergi.

Ditempat lain.

Kamar ini tampak sepi, dua namja disana tidak ada yang berniat buka suara. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sesekali namja cantik yang sedang membereskan buku dimeja belajarnya melirik namja berwajah Chines yang sedang mengenakan sepatu. Biasanya namja berhidung mancung itu memasak, lalu menyisahkan sebagian masakannya untuk Heechul. Dia tidak peduli bagaimanapun sikap Heechul, namja chines itu akan senantiasa tersenyum dan bertutur lembut.

Tapi tidak hari ini, setelah kejadian buku dan tempat pensil yang pecah Hangeng terus diam. Dia tidak tersenyum, mencoba menyapa, menatap sang roommate, bersenandung atau memasak. Bahkan Hangeng jadi jarang tidur dikamar. Saat tidak sengaja bertatapan pun Hangeng akan langsung memutus kontak mata dan pergi. Heechul jadi merasa serba salah dan tidak nyaman. Apa yang harus dia lakukan untuk menebus kesalahannya pada Hangeng? Memikirkan itu membuat otak Heechul pusing.

Heechul melirik kebawah, melihat Hangeng yang tengah membuka pintu. Biasanya Hangeng akan tersenyum sambil menawari Heechul untuk berangkat bersama tapi tidak sekarang. Seperti sebelumnya, Hangeng langsung menutup pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Heechul menghela napas lalu mengerucutkan bibir.

"Aku jadi merindukan nasi goreng serta senyumnya yang tanpa dosa itu," sadar dengan ucapan aneh yang dia lontarkan, membuat Heechul segera memukul mulutnya. " Apa yang kau katakana tadi Kim Heechul? Ah! Ini gila~"

Di kamar lain.

Tampak namja kelinci penyuka warna merah muda, masih tertidur lelap di tempatnya. Dia tidak memperdulikan cahaya matahari yang masuk dari jendela ataupun tatapan sinis namja yang saat ini sedang sarapan. Namja berkulit putih ini sedikit terganggu dengan suara handphone si namja kelinci.

Dengan tanpa ekspresi namja ini memukul kaki Sungmin, membuat dia kaget dan langsung terduduk ditempat tidur.

"Waeyo Kibum-ssi?"

"Sejak tadi handphonemu bunyi, jika niat tidak ingin diganggu matikan handphone itu sebelum tidur," kata Kibum ketus dan tanpa basa-basi pergi meninggalkan Sungmin yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Handphone pinknya kembali berbunyi, kali ini hanya nada pesan.

'Kalau kau bersedia, aku tunggu di pintu belakang sekolah' seperti itulah pesan yang tertera dilayar handphonenya. Sungmin yang masih bingung memeriksa kontak. Matanya langsung membulat melihat begitu banyaknya panggilan telpon disana. Dan semua hanya dari satu orang. tanpa babibu Sungmin memilih menelpon balik.

"Nde," suara dari seberang sana.

"Maksud Gui Xian apa? maaf aku baru bangun,"

"Insom lagi?"

"Selalu," jawaban itu membuat orang disebrang sana terkekeh. "Gui Xian, aku tanya maksud smsmu tadi apa?"

"Aku mau mengajakmu bolos,"

"Bolos? Hari ini?"

"Nde, itupun jika kau tidak keberatan,"

"Aku tidak keberatan, ini malah sebuah keburuntungan! Dikelas yang membosankan itu, kerjaanku juga cuma tidur kan?" Sungmin bangun dari tempat tidurnya. "Tunggu ya? aku akan bersiap,"

"Tentu,"

"Jangan tinggal, tidak akan lama kok!" Sungmin mematikan handphonenya dan langsung melesat ke kamar mandi.

Beralih kekamar yang tidak pernah sepi dari keributan.

Eunhyuk yang sedang menggosok gigi langsung menghentikan acara rutin setiap pagi itu setelah sekelebat ingatan memenuhi otaknya. Pertemuannya dengan anggota F4 yang lain, memberi Eunhyuk sebuah pertanyaan. Hal ini sangat menganggu.

Saat keluar kamar mandi, Eunhyuk mendapati Donghae tengah menikmati sarapan sambil sesekali menatap layar handphone. Mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakan sesuatu yang mengganggu pikirannya tadi.

"Donghae,"

"Hmm," sahutnya sambil menyendok telur.

"Apa kata Kangin waktu itu benar, bahwa kau eum… tidak pernah punya roommate?" Donghae menghentikan acara makannya, dia beralih menatap Eunhyuk.

"Wae?"

"Hanya ingin tahu," jawab si namja cantik sambil menikmati sarapan. Lama tidak ada jawaban, hal ini membuat Eunhyuk penasaran dan memilih melirik Donghae. hampir saja dia tersedak saat mendapati Donghae tengah menatapnya.

"Nde, aku tidak pernah punya roommate,"

"Apa kau tidak menginginkannya atau sekolah yang memfasilitasimu untuk tidak memiliki roommate?"

"Aku yang tidak menginginkannya,"

"Jadi kau mengusir mereka?"

"Tidak, aku meminta pihak sekolah untuk memiliki kamar sendiri,"

"Kenapa kau ingin sendiri?"

"Karena aku benci kebisingan dan aku sangat amat tidak suka orang cerewet yang selalu banyak tanya," jawab Donghae dengan penekanan di kata 'orang cerewet'

"Lalu kenapa kau mau jadi roommateku?" tanya Eunhyuk yang tidak peka dengan sindiran Donghae. si namja tampan menghembuskan napas pasrah. Melihat wajah polos Eunhyuk membuatnya tidak tega untuk membentak. Donghae mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya pada sang roommate.

"Aku sudah bilang tidak suka dengan orang yang banyak tanya kan, myeolchi?" ucapnya, Eunhyuk mengedipkan mata beberapa kali mencoba menerjemahkan perkataan Donghae. si namja tampan menyeringai lalu menyentil dahi Eunhyuk membuat namja pemilik gummy smile itu berteriak.

"APPO! YAA DONGHAE! SAKIT TAHU!" Eunhyuk memperlihatkan deathglare andalannya.

"Wae?"

"Bagaimana jika karena sentilanmu aku hilang ingatan! Kau mau tanggung jawab?"

"Aku akan menggantinya dengan otak yang lebih pintar,"

"Jadi maksudmu aku bodoh! Aku pintar tahu, aku selalu ranking pertama,"

"Itukan menurutmu,"

"Memang kenyataan kok,"

"Mungkin,"

"Yaa Donghae!"

"Baiklah aku jawab iya supaya kau bahagia! Puas?" kata Donghae sambil menekankan pada kata "iya". Eunhyuk menggerutu sambil melanjutkan makan.

"Aish dasar namja menyebalkan! apa dosaku sampai bertemu dengan namja seperti Donghae?"

"Aku yang harusnya bilang begitu, myeolchi?"

"Diam, jangan memanggilku sesuka hatimu!"

"Oh~ kau berani membentakku? Aku majikanmu ingat?"

"Nde, mian tuan," kata Eunhyuk kesal.

"Buatkan aku susu,"

"Itukan ada jus jeruk, minumlah yang ada,"

"Aku maunya susu, buatkan dan jangan banyak protes!"

"Tadi kau sendiri kan yang menyuruhku membuat jus jeruk,"

"Aku berubah pikiran! Sudah sana buatkan, dasar cerewet!"

"Aish! Dasar namja menyebalkan!" kata Eunhyuk sambil berjalan ke dapur.

"Aku masih bisa mendengarmu myeolchi,"

"Nde, mian," kata Eunhyuk sambil membungkuk seadanya. Setelah itu dia kembali menggerutu.

"Daripada kau menggerutu lebih baik cepat bawakan susunya kemari!"

"Aish kau mau minum susu tanpa direbus dulu? dasar, bisanya cuma menyuruh saja,"

"Cepatlah, kau mau terlambat? Kalau aku sih tidak peduli,"

"Jangan membuatku bingung Lee Donghae! aish madunya mana sih?" melihat Eunhyuk kesal membuat Donghae tersenyum puas. Mengerjai namja polos berwajah manis itu membuat moodnya kembali sama seperti hari-hari sebelumnya.

Dikamar lain, Leeteuk sedang menikmati roti bakarnya. Ryeowook yang selesai lebih dulu menyibukkan diri untuk menyiapkan jadwal pelajaran.

"Kenapa Wookie?"

"Hah?" Ryeowook terkejut.

"Sejak tadi kau melihat plester itu, kenapa? Ada yang luka?"

"Eum… ti-tidak kok hyung,"

"Lalu?"

"Sebenarnya aku…" Leeteuk tetap menunggu sambil menatap Ryeowook yang memilih menundukkan kepala. "Aku memikirkan Yesung hyung, mungkin lukanya belum sembuh,"

"Yesung? Oh! Maksudmu namja yang waktu itu babak belur?"

"Nde, kasihan hyung! Yesung hyung itu selalu menjadi korban bully padahal dia pintar, mungkin juga baik hanya kurang bersosialisasi,"

"Mungkin? Maksudmu?"

"Dia terlalu tertutup hyung! makanya Wookie tidak pernah bercakap panjang dengannya, tapi Wookie tidak merasa bahwa dia orang jahat atau aneh seperti yang anak-anak lain tuduhkan,"

"Kau harus berhati-hati dengan namja yang menarik diri seperti itu,"

"Entahlah hyung, tapi Wookie tetap merasa dia baik," mendengar jawaban dari Ryeowook membuat seringai tipis terlukis di bibir Leeteuk.

"Kau menyukainya?" pertanyaan yang tidak terduga itu membuat mata Ryeowook terbelalak.

"HYUNG!"

"Aku benar kan?"

"Kenapa hyung bisa berkata seperti itu?"

"Hanya menebak Wookie," jawab Leeteuk masih dengan tertawanya.

"Itu tidak lucu hyung!" kata Ryeowook sambil mengerucut kesal.

…haehyuk…

Dikelas.

Semua murid sibuk memperhatikan songsaenim yang tengah menjelaskan didepan. Mungkin hanya satu siswa yang tidak melakukan hal ini. siswa berpipi tirus itu malah menatap namja bersurai hitam yang duduk dibangku paling depan. Namja yang memiliki beberapa luka lebam dan lecet di wajah serta tangannya.

Ryeowook terus menatap Yesung sampai akhirnya dia membelalakkan mata. dengan kesal namja berpipi tirus ini menepuk pipinya. "Apa yang aku pikirkan, kenapa tiba-tiba perkataan Leeteuk hyung muncul lagi?" asik dengan dunianya, Ryeowook tidak menyadari songsaenim mengalihkan tatapan padanya.

"Dimana sebenarnya letak papan tulis ini? Kim Ryeowook?" pertanyaan songsaenim itu membuat semua menoleh menatap Ryeowook. Yang bersangkutan tetap tidak sadar dengan apa yang terjadi sampai sebuah kapur mendarat di dahi si namja manis. Ryeowook menatap sekeliling, dengan wajah bingung dia menatap sang guru.

"Nde songsaenim?"

"Siapa yang menyuruhmu melamun di jam pelajaran saja?"

"Nde? o-oh mi-mianhamnidha songsaenim,"

"Sekali lagi kamu melakukan hal itu saya akan menghukummu berdiri di depan kelas, paham?"

"Paham songsaenim," jawab Ryeowook takut.

"Baiklah kembali menatap kedepan anak-anak," pelajaran kembali berlangsung. Ryeowook yang takut langsung menyibukkan diri menyalin tulisan dipapan, tidak memperhatikan namja yang saat ini gantian menatapnya.

Dikelas lain, para siswa tengah sibuk mengerjakan soal test dari songsaenim. Mungkin hanya beberapa siswa yang tidak peduli dengan soal penambah nilai itu. termasuk Donghae yang malah asik menatap Eunhyuk. Ini pelajaran kesukaan Eunhyuk otomatis namja berkacamata ini begitu serius sampai tidak memperhatikan sekitar. Sekelebat pemikiran untuk menganggu Eunhyuk muncul diotaknya. Hanya membayangkan hal itu membuat Donghae menyeringai lebar. mungkin Eunhyuk merasakan tatapan Donghae, membuat namja ini menoleh. Donghae memperlihatkan wajah meremehkan, Eunhyuk yang kesal membalasnya dengan juluran lidah.

'Kerjakan soalmu, pabo!' kata Eunhyuk tanpa suara. Donghae sedikit melirik buku didepannya lalu kembali berwajah menyebalkan.

'Tidak penting,' mendapat jawaban itu Eunhyuk memilih kembali mengoreksi jawabannya sambil mendengus kesal. Donghae tersenyum lebar melihatnya.

Beberapa menit kemudian, songsaenim berdiri. "Kumpulkan test hari ini," dengan rapi mereka berdiri bergiliran mengumpulkan test yang membuat otak pecah itu. "Nanti ketua kelas taruh di meja saya ya? pelajaran hari ini selesai, kalian bisa istirahat," setelah songsaenim pergi semua siswa juga menghambur keluar, termasuk si ketua kelas.

"Lho ketua, bagaimana dengan tumpukan buku itu?"

"Aku sibuk, pacarku sedang marah dan menunggu di kantin, sudah ya?"

"Tapi ketua?" namja itu tidak peduli dan tetap berlari pergi.

"Bagaimana ini? siapa yang mau menumpuk buku tidak berguna itu? merepotkan saja,"

"Nde, kita juga butuh istirahat kan? ruangan songsaenim berada didekat gedung lama, semakin jauh semakin berkurang waktu istirahat kita,"

"Selain jauh, ruangan itu juga terkenal dengan para songsaenim yang killer! Kan horor,"

"Aku juga lapar, tidak usah dipedulikan saja! Kajja kekantin,"

"Gila! Songsaenim itu akan memberikan kita hukuman! Kau mau mengerjakan tugas di libur akhir pekan?" para siswa saling tatap dan menggeleng.

"Kenapa kalian bingung, kan ada mr perfect disini,"

"Oh iya, namja miskin seperti dia mana mungkin ke kantin," Donghae yang mendengar hal ini langsung menatap segerombolan siswa yang berdiri tidak jauh darinya.

"Yaa Eunhyuk-ssi kau sedang tidak sibuk kan? tolong kumpulkan soal-soal itu di ruang guru ya?"

"Mr. Perfect pasti akan melakukannya dengan sempurna dan tanpa mengeluh,"

"Apalagi ini soal pelajaran dan nilai, ya pantas sih dia kan namja beasiswa," mendengar hal ini Eunhyuk hanya menghembuskan napas dan melakukan apa yang disuruh oleh mereka. Donghae ingin membantu tapi handphonenya keburu berbunyi. Namja tampan ini berdecak kesal melihat nama yang tertera disana.

Dengan kedua tangan kurusnya, Eunhyuk berusaha membawa tumpukan buku yang lumayan berat itu. sesekali dia berhenti untuk membenarkan letak buku-bukunya.

"Sepertinya ada yang butuh bantuan," suara itu membuat Eunhyuk menoleh. Dia tersenyum melihat namja bersurai hitam pendek yang juga tersenyum lebar kearahnya.

"Siwon-ssi,"

"Annyeong, sudah lama tidak bertemu," kata si namja berbadan tegap sambil tersenyum, memperlihatkan dimple smilenya yang khas.

"Nde, sepertinya begitu,"

"Kau mau kemana?"

"Ruang guru di bangunan C,"

"Sendirian?" pertanyaan ini dijawab anggukan oleh Eunhyuk. "Mau kutemani?"

"Tidak usah, itu akan merepotkan anda,"

"Aku tidak merasa kerepotan, malahan…" Siwon mengambil setengah tumpukan buku dari tangan Eunhyuk. "Aku merasa bersalah jika meninggalkanmu yang butuh pertolongan seperti ini,"

"Tapi Siwon-ssi…"

"Anggap saja aku sedang mencari alasan untuk bolos dari tambahan pelajaran itu, nde?" mendengar pernyataan itu Eunhyuk pun hanya bisa mengangguk.

"Ghamsamnidha Siwon-ssi." Eunhyuk tersenyum malu, hal ini membuat Siwon juga balas tersenyum. Mereka tidak menyadari seseorang tengah menatap kesal kearah keakraban dua namja itu.

Setelah mengumpulkan tumpukan buku tugas di meja guru, Siwon mengajak Eunhyuk duduk di bawah pohon dekat lorong gedung C sambil menikmati ice krim. Jajanan dingin berasa manis itu yang tidak dapat ditolak oleh Eunhyuk. Mereka duduk diam, hanya Siwon yang sesekali melirik Eunhyuk yang tengah menikmati ice cream rasa pisangnya.

"Apa kau menyukainya?"

"Nde, ice cream adalah satu dari tujuh makanan yang saya suka,"

"Apa yang kau suka sampai sebanyak itu?"

"Diurutan pertama saya suka susu strawberry, lalu cake strawberry, permen, coklat, gula kapas, ice cream, dan jhapchae," jawaban Eunhyuk membuat Siwon terdiam setelah itu dia tertawa. Eunhyuk yang tidak mengerti hanya memiringkan kepala. "Waeyo?"

"Ani, kau memang sangat unik,"

"Apa itu buruk?"

"Tidak, malah itu sangat luar biasa! Kau begitu polos dan itu membuat orang lain dengan mudah tertarik padamu, termasuk aku," perkataan ini membuat Eunhyuk diam, Siwon yang tidak ingin merusak suasana mencoba membenarkan ucapanya. "Maksudku, tertarik untuk lebih mengenal secara dekat seperti seorang teman," penjelasan itu membuat Eunhyuk tersenyum, menunjukkan gummy smilenya yang manis.

"Ghamsamnidha Siwon-ssi," ucap Eunhyuk setelah itu dia kembali menjilat ice creamnya. Siwon hanya diam sambil memperhatikan namja manis ini. "Oh iya, apa yang bisa saya lakukan untuk berterimakasih pada anda, Siwon-ssi,"

"Tidak usah, aku melakukannya bukan untuk mendapat imbalan,"

"Tapi anda sudah terlalu banyak menolong, saya jadi tidak enak,"

"Ah begini saja, aku minta sesuatu darimu," Eunhyuk diam menunggu ucapan Siwon. "Mulai sekarang aku minta kau tidak berbahasa formal padaku, kita saling menyebut nama tanpa embel-embel –ssi bagaimana?" Eunhyuk tampak berpikir. "Selain kita seumuran, dengan bahasa formal aku merasa sangat kaku dan tidak bisa berteman denganmu, seperti ada batasan! Itu sangat tidak nyaman,"

"Baiklah,"

"Kau bersedia?"

"Tentu, lagipula tidak ada ruginya aku berteman dekat denganmu Won,"

"Hehehe gomawo Eunhyukkie, kita sekarang berteman," Siwon menjabat tangan Eunhyuk. Belum sempat Siwon bertanya, handphone Eunhyuk berbunyi. Dengan malas namja berwajah manis ini mengangkat telpon itu.

"Waeyo?"

"Kau dimana?"

"Kau kan tahu, aku habis mengantar buku ke ruang songsaenim! Dan sekarang aku sedang istirahat,"

"Oh~ apa itu jawaban seorang budak terhadap majikannya yang lupa dilayani?"

"Kau kan bisa kekantin sendiri, aku lelah dan sekarang butuh istirahat,"

"Tidak mau, dimana posisimu? Aku akan menyusul kesana?"

"Andwe! Jangan kemari," Eunhyuk langsung merutuki ucapan Donghae. dia itu bodoh atau apa, jika orang lain tahu dia dekat dengan Donghae atau yang lebih parah menjadi budak namja arogan itu mau ditaruh dimana wajahnya. Lagipula dia masih belum siap jika sahabatnya tahu, apa yang akan terjadi? Selain di jauhi, Eunhyuk tidak akan punya teman lagi. malah satu sekolah akan memusuhinya.

"Kalau begitu, kau yang kesini," perintah itu membuat Eunhyuk menghela napas.

"Baiklah, kau dimana?"

"Dimarkas, sekalian belikan aku salad dan jus wortel jangan lupa double mayonise dan kejunya! Jus jangan diberi es batu dan gula, aku tidak mau menunggu lama! Aku beri waktu 10 menit, lebih dari itu aku akan menyebar fotomu,"

"Aish, kau pikir jarak kantin dan gedung C dekat?"

"Memang apa peduliku! Waktumu sudah berjalan myeolchi, semakin kau banyak protes semakin membuka kesempatan foto memalukan itu diketahui oleh umum!"

"Kau memang sangat menyebalkan,"

"10 menit," setelah itu dia mematikan telponnya. Eunhyuk hanya mendengus sambil menatap layar handphone.

"Ada apa?"

"Mian Siwon, aku harus pergi,"

"Aku temani?"

"Tidak usah, ada sesuatu yang harus aku lakukan! Kapan-kapan kita berbincang lagi nde? annyeong~" Eunhyuk berlari pergi. Siwon terus menatapnya dengan mimik wajah bingung. Sedangkan namja yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari mereka menyeringai puas.

"Kau pikir bisa berduaan dengannya? Dasar osis licik!"

…haehyuk…

Ryeowook kembali berjalan mondar mandir, ditangannya tergenggam sekotak plester luka. Entah apa yang dipikirkannya, yang jelas namja ini terus melakukan hal itu sambil sesekali menatap ke pintu kelas. Sampai namja itu muncul. Namja dengan surai hitamnya dan wajah yang senantiasa tampak tidak berekspresi. Dengan menghembuskan napas yang entah sudah berapa belas kali, namja manis ini berjalan menghampiri namja itu.

"Apa anda ada waktu Yesung-ssi?"hening tidak ada jawaban dari yang bersangkutan, hal ini membuat Ryeowook menggigit bibir bawahnya. "Kalau tidak ada, maaf mengganggu,"

"Ti-tidak mengganggu kok," jawaban itu membuat Ryeowook berbinar.

"Eum… bagaimana luka anda? Apa anda merasa lebih baik?" Ryeowook terlihat bodoh sekarang. Dia benar-benar kehilangan keahlian dalam bersosialisasi apalagi jika mata keduanya bertemu.

"Hanya luka biasa, tidak apa-apa,"

"Ini, tidak bisa menyembuhkan sih? Tapi saya rasa dapat membantu," Ryeowook menyerahkan kotak plester itu. Yesung terdiam karenanya. "Anda tidak membutuhkannya ya?" tanya Ryeowook setelah mengetahui ekspresi Yesung.

"Gh-ghamsamnidha, Ry-Ryeowook-ssi," mendengar Yesung menyebut namanya Ryeowook menjadi salah tingkah, wajahnya memerah bak kepiting rebus. Entahlah namja berpipi tirus ini juga tidak tahu alasannya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu." tanpa menunggu persetujuan, Ryeowook berlari menyisahkan Yesung yang masih diam ditempatnya.

Di tempat lain.

"Aish hari ini mengesalkan sekali, Minnie tidak masuk, Hyukkie sibuk sendiri, dan si Cinderella aneh itu berubah jadi ibu tiri! Galak dan semakin menyebalkan, apa yang membuat mood Heenim jadi seperti itu?" rutuk Leeteuk sambil terus berjalan dilorong kelas. "Seharusnya aku bisa menghabiskan waktu istirahat tanpa bosan! Sungguh hari sial, ya dewa jangan biarkan hari sial ini terus berlanjut!" Leeteuk menghentikan gerutuannya saat sebuah ide terlintas. "Kenapa dari tadi tidak terpikirkan? Aku kan bisa mengajak Wookie ke kantin, jarang-jarang kan aku mengajaknya pergi bersama saat dilingkukan sekolah?" Leeteuk berlari menuju kelas roommatenya.

Dia melihat Ryeowook sedang berada di luar kelas berjalan mondar-mandir sampai seorang namja keluar dari pintu. Ryeowook segera menghampirinya dan mereka tampak bercakap, setelah itu Ryeowook menyerahkan sekotak plester. Melihat adegan ini Leeteuk jadi senyum-senyum sendiri. sepertinya dia mendapat satu bahan baru untuk menjahili sang roommate. Leeteuk menghentikan tawa jahatnya saat tanpa sengaja pandangannya menemukan seseorang yang sedang berdiri tidak jauh dari pasangan ini. Leeteuk menajamkan mata untuk memastikan namja itu.

Mata Leeteuk terbelalak karenanya. Bagaimana tidak dia melihat Kangin, salah satu anggota F4 yang sangat dibencinya tengah mengintai dua namja ini. apalagi saat Kangin tiba-tiba berekspresi kesal. 'ada apa ini sebenarnya? Apa jangan-jangan…'

Disalah satu bilik toilet, Yesung tengah duduk dikloset sambil menatap kotak plester ditangannya. Dia tersenyum dengan wajah yang tidak pernah ditampakkan ke muka umum. Dia terus melakukannya sampai jam istirahat selesai. Saat membuka pintu namja ini kaget melihat sang roommate sudah ada disana, menyandarkan tubuh sambil menyilangkan tangan.

"Kangin-ssi?"

"Wae, kau kaget?"

"A-apa yang Kangin-ssi lakukan disini?"

"Melihat kebodohanmu, apa lagi?" tidak ada sahutan, Yesung memilih diam sambil menundukkan kepala. "Tadi itu kesempatan yang bagus! kenapa kau menyia-nyiakannya? Apa yang kau pikirkan? sampai kapan kau jadi stalkernya?"

"A-aku ragu Kangin-ssi,"

"Ragu apa?"

"A-aku takut d-dia sudah punya pacar atau sudah me-mencintai orang lain, a-aku tidak bisa jika ditolak olehnya,"

"Tidak langsung secepat itu bodoh! Kau hanya perlu mengajaknya makan dikantin atau basa-basi yang lain! Kau tidak ingin dekat dengannya?"

"A-aku mau…"

"Nah sekarang jangan banyak berpikir lagi! besok lakukan seperti yang aku katakan, jangan ragu bodoh? Atau lakukan dengan caraku!" perkataan itu membuat Yesung mau tidak mau mengangguk. "Dan ingat, cari tahu lebih banyak tentang roommate namja incaranmu itu! aku tidak melakukan ini secara gratis!"

.

.TBC

.

Update cepet soalnya besok mau ke korsel, kangen ama hyukmom #nangisdipojokan yang sering kepoto haepa, hyukmomnya kagak? Huwaaaa…. Kenapa mereka ndak kencan lagi sih? mereka saling kangen-kangenan apa kagak ya? #abaikanini

Update next bakalan ngaret kayak biasanya yeorobun, maapkan saia yang kagak bisa berbuat apa-apa untuk merubah hal ini #saiaagakgila

- Next bakalan saia banyakin kok moment kyumin (reguest Fitriyani 137)

-Yang pengen tahu ada apa dengan sikyu evil paling ganteng kok aneh denger nama hyuk next yak?

Maaf sekali lagi yang sampek lupa ceritanya (khususnya buat isroie 106) maapkan daku…

Gomawo untuk repiu, apalagi yang kasih semangat and requestnya #hug

Okelah see you next chap…