Sebuah Remake dari novel karya Shanti Agatha dengan judul From The Darkest Side

.

Disclaimer

Ide cerita dan sebagian besar cerita diambil dari novel aslinya dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.

.

Title :

From The Darkest Side

Cast :

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Marcus Cho as Namja

And other cast

Warning :

GS, Typos, de el el

Chapter 11

"oh ya ampun Min... ini nikmat.. Kau rapat sekali.. kau membungkusku dengan begitu rapat dear..." Kyuhyun berbisik parau penuh gairah.

"Ah.. ah.. ah.. Ouh Kyu.. Kyuhh...hyun..."

ketika mereka hampir mancapai puncak, pinggul Sungmin bergerak mengikuti Kyuhyun membiarkan lelaki itu membawanya ke puncak yang belum pernah dia datangi sebelumnya. sensasi gerakan tubuh Kyuhyun pada penyatuan tubuh mereka luar biasa nikmatnya. Sungmin akhirnya memejamkan matanya ketika dia mencapai puncak itu, meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tidak bisa dia ungkapkan, membuatnya melayang. Dan samar dia mendengar Kyuhyun mengerang, lelaki itu meledak di dalam tubuhnya dan memeluknya erat-erat.

Setelahnya mereka berbaring berpelukan, dipengaruhi oleh sensasi orgasme yang luar biasa. Kyuhyun memeluk Sungmin erat-erat, jemarinya menelusuri punggung telanjang Sungmin, merapatkan tubuh perempuan itu ke dalam dada bidangnya.

Sungmin menenggelamkan kepalanya ke dalam rengkuhan dada Kyuhyun, menikmati debaran jantungnya yang makin lama makin tenang. orgasme membuatnya mengantuk, sebelum jatuh ke dalam tidurnya, dia mendongakkan kepalanya dan menatap Kyuhyun penuh cinta, "Saranghae Cho Kyuhyun"

tatapan Kyuhyun padanya tampak lembut dan penuh haru. "aku juga Sungmin... Nado saranghae"

.

.

Sungmin terbangun ketika merasakan pundaknya dikecupi dengan penuh gairah. Payudaranya diremas dengan lembut tetapi menggoda. Suasana kamar itu gelap karena lampu-lampu sudah di matikan, hanya cahaya bulan yang menembus jendela kaca yang belum di tutup memancarkan cahaya temaram memasuki kamar.

Pria yang mencumbunya ini sangat bergairah. Jemarinya menggoda Sungmin dengan sangat ahli. Membuat Sungmin terjaga, kemudian tersadar bahwa dia sedang bersama Kyuhyun.

"Kyuhyun?" Sungmin mengelus punggung Kyuhyun yang sudah mulai menindihnya.

Kyuhyun tampak terlindungi bayangan gelap dalam temaramnya kamar. Dalam penglihatannya yang masih mengantuk, Sungmin melihat Kyuhyun tersenyum samar. Tatapan lelaki itu tampak tajam, membuat Sungmin ketakutan sekejap tetapi ditepiskannya ketakutan itu. Mungkin kegelapan yang meliputi Kyuhyun membuat lelaki itu tampak menakutkan. Kyuhyun mencintainya juga dan lelaki itu akan menjaganya.

Sungmin sedikit mengernyit ketika menatap Kyuhyun yang tiba-tiba berbeda. Lelaki itu tampak begitu bergairah, tatapan matanya seolah akan melahapnya hidup-hidup dan meskipun kegelapan meliputi sosok lelaki itu, Sungmin bias merasakan nafsunya yang meluap-luap.

.

.

"Kau akan menikmatinya dear… dan kita baru saja mulai." Bisik Marcus parau di telinga Sungmin.

Marcus tersenyum penuh gairah. Bayangan gelap melingkupi mengerang menahan perasaannya, lalu disentuhnya dagu Sungmin untuk mendongakkan kepalanya, kemudian di kecupnya bibir Sungmin lembut. Lidahnya mendesak masuk kemudian, terasa panas dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Sungmin, mencecapnya dan menggodanya. Lidah itu lalu menemukan lidah Sungmin yang lembut dan berjalinan Marcus melumat seluruh bagian bibir Sungmin, seakan ingin menyerap semua rasa manisnya.

Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Marcus lalu mengecup lembut bibir Sungmin, beralih kepipinya, kemudian ke telinganya, menghembus lembut disana membuat Sungmn mendesah kegelian.

Lelaki itu lalu mengecup lembut di telinga Sungmin dan lidahnya dengan nakal mencicipi disana.

Marcus melumat bibir Sungmin lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Sungmin. Napas Sungmin makin terengah ketika Marcus menyentuh payudaranya sambil lalu, mengusap putingnya dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuat puting kemerahan itu mengeras, seakan mengundang Marcus untuk melumatnya. Sungmin mengerang merasakan sensasi panas yang membakarnya di payudaranya. Marcus masih menciumi lehernya, lalu bibir yag membara itu melumat bibir Sungmin lagi dan berbisik di sana.

"Di mana kau ingin aku menyentuhmu Sungmin? Katakan padaku." Suaranya serak dan sensual.

"Kyuhhh…" sungmin mengerang, lalu memejamkan mata ketika Marcus menunduk dan mengecup bagian atas payudaranya, kemudian bibir Marcus lewat sambil menghembuskan napas panasnya sambil lalu di atas payudaranya, membuat putingnya mengencang dengan keras.

"Kyuhyunnhhh…" suara Sungmin makin keras ketika Marcus mengulangi perbuatannya berkali-kali. Lelaki itu mengecupi seluruh bagian payudaranya tetapi mengabaikan putingnya yang mendamba. Yang dilakukan Marcus hanyalah menghembuskan napasnya sambil lalu, menggoda dan menyiksa Sungmin.

"Kau ingin aku menyentuhmu disitu dear?" Marcus berbisik disela-sela kecupannya. Menikmati ketika jemari Sungmin tanpa sadar menyentuh rambutnya, mencoba mengarahkan putingnya ke bibir Marcus.

"Ne Kyu… ne…" sungmin mengerang seolah kesulitan bernapas. Puting payudaranya begitu tegak dan panas karena godaan Marcus, dia ingin lebih… dia ingin bibir Marcus yang panas melumat putingnya, menghisapnya…

Dan Marcus mengabulkannya. Bibirnya dengan lembut mengatup di puting payudara Sungmin, lalu lidahnya bergerak menggoda, begitu panas dan basah, memainkan putting Sungmin dengan jilatan-jilatan lembut.

"Aah… mmmhh… kyuhh.." sungmin mengerang, bibir Marcus membuat tubuh Sungmin lemas, kedua jemarinya mencengkeram rambut Marcus, membuatnya acak-acakan.

Lelaki itu sekarang sudah menindih Sungmin sepenuhnya, tubuhnya yang tinggi melingkupi tubuh mungil Sungmin. Marcus bertumpu pada kedua siku dan lututnya, dan menenggelamkan kepalanya di payudara Sungmin yang ranum, lelaki itu begitu memuja payudara Sungmin , mencumbunya dengan lidahnya, dan menghisap putingnya perlahan, membuat Sungmin mengeluarkan erangan-erangan gelisah.

Setelah puas, Marcus mengangkat kepalanya dan mengecup ujung hidung Sungmin yang terengah-engah, napas mereka berkabut oleh gairah yang pekat, ketika tubuh mereka bergesekan pelan, Sungmin merasakan kejantanan Marcus yang sudah mengeras disana, menggesek pahanya, begitu keras dan siap.

"Kau begitu indah Sungmin." Bibir Marcus turun ke leher Sungmin, mengecup lehernya dengan penuh gairah, meninggalkan jejak kepemilikan disana, lalu turun menelusuri dada Sungmin, memberi hadiah kecupan lembut ke kedua putingnya. Lelaki itu membungkuk dan mengecupi perut Sungmin, membuat Sungmin merasakan sensasi panas menjalari perutnya, menuju kewanitaannya.

Lelaki itu menunduk, lalu mengecup kewanitaan Sungmin lembut, membuat Sungmin menggeliat, mencoba merapatkan pahanya. "Biarkan aku memberimu kenikmatan Sungmin…" dan lidah panas itu menelusup, menemukan titik paling sensitive di kewanitaan Sungmin, mengemut klitorisnya dan memainkannya dengan ahli.

"Ouuhh.. Aaahhh… aahh.. kyuuuhhh…" sungmin berkali-kali mengerang ketika Marcus dengan sengaja menggerakkan lidahnya memutar, menggoda klitorisnya. Sungmin berbaring dengan mata berkabut, napas terengah dan terasa melayang akibat sensasi luar biasa nikmat yang menyelimuti tubuhnya, bersumber pada kewanitaannya.

Gerakan bibir dan lidah Marcus begitu ahli, membuat Sungmin memejamkan matanya. Digigitnya bibirnya, merasakan sensasi panas melandanya dan menggetarkannya… napasnya tersengal, jantungnya berdetak cepat, matanya terpejam menyerap kenikmatan itu… tetapi kemudian, Marcus berhenti.

Lelaki itu menghentikan cumbuannya di kewanitaan Sungmin, membuat Sungmin membuka matanya setengah protes. "Kau harus menungguku. Kita akan mencapai puncak kenikmatan bersama-sama." Marcus tersenyum begitu sensual dan penuh rahasia. Lelaki itu berlutut telanjang di atasnya, dengan kejantanan yang telah mengeras dan siap untuknya. Lelaki itu begitu indah dalam ketelanjangannya.

"Maukah kau menyentuhku?"

Sungmin menganggukkan kepalanya, dan Marcus membawa jemari Sungmin ke kejantanannya yang keras dan siap untuknya. Sungmin menyentuh kekerasan yang sehalus sutera itu dan membelainya. Membuat Marcus mengeluarkan erangan sedikit keras. Mendengar erangan itu, membuat Sungmi hendak menarik jemarinya, tetapi Marcus menahannya.

"Jangan." Gumam Marcus penuh penekanan. "Teruskan, kenali aku."

Jemari mungil Sungmin membelai kembali kejantanan Marcus, membuat Marcus harus menggertakkan giginya, menahan erangannya. Sungmin begitu kagum karena ternyata apa yang Nampak begitu keras bias terasa begitu halus dan lembut. Dengan penuh ingin tahu, dia mengeksplorasi tubuh Marcus. Sampai kemudian Marcus menggenggam tangan Sungmin dan menahan jemarinya.

"Cukup dear…" dengan penuh gairah lelaki itu kembali menindih Sungmin, posisi mereka sungguh pas. Kejantanan Marcus mendesak di antara paha Sungmin, mendesak kewanitaannya. Lelaki itu menggesekkan tubuhnya, mengirimkan getaran listrik yang membuat tubuh Sungmin membara.

"Kau sudah basah dan siap untukku." Marcus menyentuh Sungmin dengan kejantanannya, merasakan betapa Sungmin sudah begitu panas dan basah di bawahnya. Lelaki itu mendorongkan pinggulnya. Menekan tubuh sungmin dengan begitu ahli, lalu mengenggelamkan dirinya dalam-dalam di tubuh Sungmin. Perempuan yang sangat diinginkannya.

"Akh.. ahh.. ahhh…" sungmin mendesah berkali-kali merasakan kenikmatan yang diberikan Marcus. "Ouhhh.. Kyuuuhh.. nnhhh.."

Tubuh mereka berdua berkeringat, Marcus hampir membawa Sungmin mencapai orgasme yang luar biasa. Dan ketika erangan Sungmin dalam pencapaiannya menandai orgasmenya, Marcus merasakan tubuh Sungmin mencengkeram kejantanannya dengan kuat di dalam, membuatnya tak tahan lagi, hingga meledak didalam tubuh Sungmin.

Kenikmatan itu begitu intens dan luar biasa sehingga membuat tubuh mereka lemas. Marcus berbaring menindih tubuh Sungmin, menahan dengan siku dan lututnya supaya tidak membebankan beratnya di tubuh sungmin, kepalanya berbaring di bantal di samping kepala Sungmin. Orgasmenya sungguh tidak bias di ungkapkan dengan kata-kata. Marcus membuka matanya dan mengecup telinga mungil Sungmn yang ada di depannya. Dan mulai mengecup bagian-bagian lainnya, lagi.

"Naik ke atasku Sungmin."

Suara Marcus bagaikan perintah mistis yang membuat tubuh Sungmin dibnjiri oleh dorongan sensual yang aneh. Dengan tubuh yang masih bertautan dan napas yang terengah pasca orgasme, Sungmin menuruti perintah Marcus. Dengan hati-hati Sungmin naik ke pangkuan Marcus yang kini berbaring telentang. Marcus menghela napas pendk-pendek ketika Sungmin bergerak, kejantanannya seperti di jepit didalam tubuh Sungmin. Begitupun Sungmin, yang menggigit bibir bawahnya menahan desahan.

Tangan Marcus yang kuat merangkum pinggulnya dengan lembut dan membimbingnya untuk bergerak. "Bergeraklah Min… puaskan dirim dengan tubuhmu." Bisik Marcus parau.

"Ahhh… kyuhyunnhh.." Dan Sungmin bergerak, senang mendapati kenyataan bahwa setiap gerakannya membuat Marcus menggeram penuh gairah. Dia bergerak dengan sensual, di dorong oleh gairah alaminya sebagai seorang perempuan.

Meraka bercinta sambil berhadapan, dengan posisi Marcus yang setengah berbaring. Percintaan itu begitu intens karena meraka bias menatap mata masing-masing. Melihat betapa nikmatnya gerakan mereka bagi satu sama lain.

Ketika tubuh Sungmin lelah, Marcus menopangnya, meletakkan kepala Sungmin di pundaknya dan mengelus punggungnya dengan lembut.

Dengan gerakan mulus, marcus mendorong tubuh Sungmin berbaring di ranjang tanpa melepaskan tubuh mereka yang bertaut penuh gairah. Ditindihnya tubuh Sungmin dengan pelan tapi sensual.

"Lingkarkan kakimu di pinggangku." Bisik Marcus serak." Rasakan aku lebih dalam… ah dear, kau mencengkeramku dengan begitu kuat.."

Lelaki itu mendorong masuk semakin dalam, menggoda Sungmin ketika melakukan gerakan seakan ingin melepaskan diri, tetapi kemudian mendorong lagi makin dalam. Mereka larut dalam pusaran gairah, sampai kemudian Sungmin terlambung tinggi ketika mencapai orgasme, menyusul kemudian Marcus yang memuntahkan benihnya didalam tubuh sungmin.

Napas mereka terengah-engah dengan tubuh yang berkeringat. Sungmin membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata tajam itu. tiba-tiba perasaan itu datang lagi, membuat Sungmin bergidik dan merasakan dorongan untuk menjauh. Tetapi saat Sungmin ingin menjauh,laki-laki itu berbisik lirih "aku belum puas saying, malam ini belum selesai untuk kita…"

Marcus membuktikan ucapannya, malam itu seakan tidak ada ujungnya, gairahnya seakan tidak ada habisnya untuk sungmin.

Yang tidak disadari Sungmin… sepanjang sisa malam itu, dia bercinta dengan Marcus

.

.

TBC

Naahh lhoooohhh…

Min gak sadar kalo dia *uhuk* making love ama si Marcus bukannya Kyuhyun

Mungkin karena saking terbawa napsu jadi walaupun ditengah-tengah adegan *uhuk* percintaan dia sempet ngerasa aneh dan takut jadi dia ga terlalu peduliin.

Oke… see u di chapter berikutnya

Maaf untuk typo yang masih berserakan

Dan maaf juga kalo masih kurang hot,,, chapter ini saya panjang-panjangin lhoo nc nya,, kalo aslinya mah sebentaran doang jadi maaf sekali kalo masih ada yang kurang mudeng dengan alur ceritanya…

Jangan lupa jejaknya ya…

Pay.. pay…

Kim Ah Reum