A/N : Soreh 4 the delay mina. Ga panjang-panjang deh… met baca :D
Complicated Way To Be With You
Chapter 11: Whose The Winner? ( part 2 )
Setelah lari karung dan lari rintangan yang berturut-turut dimenangkan oleh Deidara dan Itachi, akhirnya tiba juga untuk lomba estafet.
Baiklah! Kita sudah menyaksikan lari karung dan lari rintangan yang mendebarkan itu! Sekarang kita akan menyaksikan lomba lari estafet!!!!!! Para peserta harap menyiapkan diri! Lomba akan kita laksanakan setelah istirahat selama 30 menit! Terima kasih!!!!!!
"Whoa… pengumumannya panjang amat….." gumam Itachi sambil mengambil botol minumnya.
"Wah… keriput bisa juga lari…" ejek Deidara yang tiba-tiba menghampiri Itachi.
"huh, banci menang lari karung cuma beruntung!" balas Itachi.
"Enak aja! Aku finish duluan! Jadi aku yang menang!" seru Deidara.
"Kalau saja aku tidak jatuh gara-gara batu tadi, aku pasti juara!" ujar Itachi tidak mau kalah.
"Yaah… nasi sudah menjadi bubur. Kau sudah kalah dan tidak akan bisa diperbaiki lagi… ato… kamu mau naek mesin waktunya Doraemon??? Hahahahahaha!!!!!"
Setelah merasa puas mengejek Itachi, Deidara pun pergi diiringi beberapa makian dari Itachi, dalam batin…
-x-x-x-x-x-x-x-
"Yaho! Gimana keadaanmu?"
"Hm?" Itachi berbalik mendapati Nanami dan Gaara di belakangnya, "Huwa… Abwa Mamami-han han Haraa hi hini!"
PLAK!!!
"Itachi-san.. jangan ngomong kalo mulutmu penuh dengan makanan begitu…" nasihat Neji.
"nyem… nyem… glek… ahahaha… gomen gomen… btw, Nanami-chan, Gaara-san! Ayo ikutan makan!!" ajak Itachi.
"Wah! Terima kasih!" ujar Nanami sambil menyeret Gaara ikutan duduk.
"Akh! BAKA SASUKE!!!!!!! Tempura punyaku!!!!!!!!!" seru Naruto.
"… berisik… udah masuk perut…" ujar Sasuke dengan tenangnya.
"Huwee……. Tempura ku….." keluh Naruto.
"Woi! Otouto! Jangan bersikap seperti itu!" ujar Itachi.
"hn…"
"Maafkan dia ya… Naru-chan…"
"Ah, tidak apa…" ujar Naruto, tampaknya kurang ikhlas :p
"Gaa-chan! Nih!! Aaaam……"
"…" Gaara melihat suapan Nanami yang ditujukan padanya, tapi dia diam saja dan menghindarinya, dengan cara makan sendiri.
"Akh! MAKAN!!!!!!!" paksa Nanami.
"tidak perlu… aku bisa makan sen— umph!!!"
Gaara lengah dan saat ia bicara, makanan itu dijejalkan di mulutnya.
"Yay!!! Gaa-chan makan!!!" ujar Nanami senang.
"uhuk… uhuk… kau…" Gaara memandang
"Hahaha… Gaara, bruntung tuh dapet Nanami!" ujar Itachi sambil tertawa.
"Yare-yare… Aufa mana sih… belum kembali juga…" ujar Neji.
"bukannya tadi beli minum?" tanya Naruto.
"Iya, tapi lama banget… apa yang terjadi ya?" ujar Neji khawatir.
"Alaaah… biasa kan?" ujar Itachi tiba-tiba.
"Hah?"
"Dia kan pergi sama Kiba…"
…………………LOADING TIME FOR ALL………………………………… -:)) Kaco-
"Iya yah! Betul juga!" ujar Naruto.
"Tenyataa…" tambah Nanami.
"hn…"
"ooh… tapi tidak perlu selama itu kan?" tanya Neji lagi.
"Baru 5 menit!"
"Hei! Rame bener! Ada tamu lain ya?" ujar Kiba yang tiba-tiba saja datang membawa beberapa kantong yang berisi minuman dan makanan bersama Aufa.
"Wah! Nanami-chan!"
"Hee… Aufa ya! Hisashiburi!" sapa Nanami.
"Iya… iya… tapi prasaan tadi uda ketemu kan?"
"Err… lupa… hehehe…"
"Ampun dah, Nana-chan pelupa benerrr…" ujar Itachi sambil nyandar ke Neji.
"… minggir.. ntar tehnya tumpah kena kamu…" ujar Neji.
"Aaaah!! AKU MAU MINUM!!!!!!!!!!!!!!!!!" seru Itachi sambil ngrebut gelas berisi teh dari tangan Neji.
"Akh! Tapi itu…"
"GLUK… ….. PAHIIT!!!!!!!!!!!"
"…belum kukasih gula…" Neji menyelesaikan kalimatnya.
-x-x-x-x-x-x-x
"Hm… hm… Naru-chan! Kiba! Udah siap kalian?" tanya Itachi sambil meregangkan tubuhnya.
"Yup!" jawab Kiba mantap.
"Yosh! Let's win this one!" ujar Naruto semangat.
"Oh, ya. Btw, yang lari pertama siapa?" tanya Itachi.
"Aku saja!" ujar Naruto langsung.
Kiba melirik, "eeeh… aku juga mau duluan!!"
"Aku udah bilang duluan!!" ujar Naruto.
"… Suit deeh…" ujar Kiba nyantai.
Naruto cemberut, "baiklah…" ujarnya sambil menghela nafas.
Itachi sebagai wasit, "Jan! Ken! Pong!!!"
Kedua tangan telah dikeluarkan, dan tampaknya Kiba yang kalah. Kertas dan batu…
"Yup! Tetap aku yang pertama!" seru Naruto girang.
"Oke… oke… tapi kasih tongkatnya yang bener lho! Jangan sampai jatuh!" ujar Kiba.
"Okeeee!!!"
-x-x-x-x-x-x-
Baiklah, 30 menit sudah berlalu dan kini perlombaan berlanjut lagi!! Terlihat 5 kelompok peserta telah bersiap-siap!!
Naruto, sebagai pelari pertama kelompok Itachi bersiap-siap di arena lapangan, "Aku tidak akan kalah!" ujarnya pada dirinya sendiri.
"Jangan terlalu berharap…"
Naruto berbalik, melihat Sasuke di belakangnya, "Hoho… jadi kau juga ikut, ya?" tanya Naruto sambil tersenyum.
"Begitulah…" jawabnya singkat.
Baik! Tampaknya pelari-pelari pertama tiap tim sudah bersiap di tempatnya!!!
"Huh! Aku takkan kalah darimu, Sasuke!"
"…"
Mari kita mulai saja! 3…
"Aku tidak akan mengalah, Naruto…"
2…
"Itu yang kuharapkan!"
1… GOOO!!!!!!!
Semua pelari telah berlari dengan cepat, dan tampaknya Sasuke memimpin di paling depan, diikuti Naruto.
"Huuh… Aku tidak akan kalah!" batin Naruto.
Dan tampak Sasuke dan Naruto saling bersaing dengan sengitnya. Di lain tempat Itachi sedang menyemangati Naruto.
"Go! Go! Naru-chaan!!"
"Heh… kalau lawannya Uchiha, susah juga yah," ujar Kiba.
"Ayolah, Kiba! Jangan pesimis begitu! Btw, sepertinya lebih baik kalau kau bersiap-siap di lapangan, ayo!" perintah Itachi.
"Iya… iya…"
Dengan malas, Kiba berjalan ke arena lari. Di tempat lain, Deidara sedang berbicara pada 1 anggotanya.
"Berjuanglah. Jangan sampai kalah!"
"Jangan khawatir. Aku pasti akan memenangkannya!" ujar orang itu.
"Hati-hati pada Kiba, kakinya itu benar-benar sudah terlatih," ujar Deidara lagi.
"Jangan khawatir, kakiku juga sudah terlatih dengan baik kok. Aku tidak akan kalah!" ujarnya yakin.
"Baiklah! Ayo, bersiap-siap!"
"Baik!"
Kiba tampak sedang berlari-lari di tempat untuk memanaskan tubuhnya. Saat itu ia melihat anggota kedua dari kelompok Deidara dan ia cukup kaget.
"Yuu?"
"Halo, kak Kiba," sapa Yuuichi ramah.
"Ternyata kamu anggotanya Deidara, ya?"
Yuu mengangguk.
"Kalau begitu, mari kita berjuang bersama!" ujar Kiba.
"Kupikir ini bukanlah lomba yang mementingkan orang lain, kak Kiba," ujar Yuu sambil tersenyum mengejek.
Jelas saja ini membuat Kiba agak sebal.
"Tahan Kiba… tahan! Dia cuma anak kecil! Tapi… sikapnya itu jadi mengingatkanku pada Sai… bah…" batin Kiba.
Oooh!!! Tampaknya pelari dari tim2 (tim Deidara) sudah mendekat ke pelari keduanya!!!
"Tampaknya aku harus bersiap-siap… selamat berjuang, kak Kiba," ujar Yuu.
"yaah…"
Sasuke semakin mendekat dan!!! Oh! Ia hampir saja disalip oleh Naruto!!!
"Huh, Jangan harap dobe…" gumam Sasuke.
Yaak!!! Tongkat sudah diberikan ke Yuuichi! Pelari kedua tim 2! Dan… tampaknya tongkat juga sudah diberikan pada Kiba! Pelari kedua tim 1!!! (tim Itachi)
"Gila… cepat juga larinya…" batin Kiba yang menyadari perbedaan jarak dengan Yuuichi semakin membesar, "Tapi, aku tidak akan membiarkannya menang begitu saja!"
"… ini akan menjadi kemenangan mudah…" batin Yuu.
Di saat yang bersamaan, Naruto sedang terduduk di pinggir lapangan, berusaha mengambil nafas, "haah…… capeeeeeeek………"
"Hh… hh… ternyata… hh… kau cepat juga larinya," ujar Sasuke sambil tersengal.
"Aku… hh… sudah bilang… hh… tidak akan kalah kan?" ujar Naruto terbata-bata, sambil tersenyum.
"Hm…" Sasuke tersenyum juga sambil mengambil sebotol air minum yang sudah disiapkannya sebelum bertanding.
"Hei, dobe…"
"Ha?"
"Tangkap!"
"Eh?!" Naruto menangkap botol minum dari Sasuke.
"Minum tuh," ujar Sasuke singkat.
"… sisaan…"
"Kalau tidak mau, kemarikan, aku bisa habiskan sendiri," ujar Sasuke datar.
"Tidak… tidak. Akan kuminum. Thanks yah!"
"Hnh…"
Oooh!!! Lihat itu! Kiba berlari sangat cepat dan menyusul Yuuichi dengan cepat!!!
Jelas saja komentar itu membuat Yuuichi sedikit kaget, "Ternyata dia bisa juga berlari cepat…" batinnya.
Tapi… tapi!!! Lihat itu! Yuuichi lagi lagi membuat jarak antaranya dengan Kiba!!! Memang tubuh anak kecil itu tidak bisa diremehkan!
"APA?!!" Kali ini Kiba cukup shock mendengarnya, selama ini belum ada yang bisa menyainginya dalam hal berlari.
Pelari tim 1 dan 2 sudah mendekati pelari ketiga mereka! Meninggalkan jauh tim-tim di belakangnya!!!
"Gila… mereka ini setan ya?" batin Train yang menjadi pelari kedua tim 3.
"Apa mereka tidak merasa capek sama sekali?" batin Painem yang menjadi pelari kedua dari tim 4.
Sedang pelari kedua dari tim 5, Shirou, juga tidak kalah shocknya dengan Kiba, "Aku… kalah sama anak kecil?!!"
"Hooh… Adiknya banci hebat bener!" gumam Itachi kagum, "Semoga saja Kiba bisa menyusulnya… Lebih baik aku segera bersiap-siap!"
Di sisi lain, Deidara juga sedang merasa bangga dan senang, "Sudah kuduga dia memang larinya cepat. Aku akan bersiap-siap sekarang…"
Itachi dan Deidara berbarengan ke arena lari.
"hoo… banci, hebat juga anggota-anggotamu," ujar Itachi.
"Yaah… begitulah."
"Jangan-jangan yang paling payah larinya cuma kamu, Dei!" ejek Itachi.
Deidara emosi, "Hei, Keriput! Jaga bicaramu!" seru Deidara.
"Waah… marah! Takut nih! Takut!!" canda Itachi yang membuat Deidara semakin kesal.
Beberapa meter lagi mereka akan sampai ke pelari ketiga mereka!!! Dan Yuuichi masih tampak memimpin!! Tapi… Ooh!! Lagi lagi Kiba mendekatinya!!! Dan… aw! Hampir ia menyalipnya!!!!!!! Sepertinya mereka sekarang ini terlihat sejajar! Aku tidak tahu lagi, apa mereka ini manusia atau bukan! Sampai sampai memecahkan rekor lari jarak pendek!
"WHAT?!!!" semua penonton kaget dan mulai riuh kembali.
"Bused… kok lomba ini jadi bener-bener serius yah?" ujar Neji geleng-geleng kepala.
"Demi kamu looh…" sindir Nanami.
"A… Aku tidak minta!!!"
"Hihihi… Malu nih ye!" ujar Nanami.
"Kiba hebat juga yah!" ujar Aufa.
"Jelaasss!!! Siapa dulu? Pacarnya Aufaaa!!!!!!" ujar Nanami membuat wajah Aufa memerah.
"Ah! Lihat! Tongkatnya sudah di tangan Deidara duluan!" seru Aufa, membuat kedua teman di sampingnya kaget.
"Eh?! Bagaimana dengan Itachi??" tanya Nanami.
Di lapangan, Itachi sendiri ternyata juga merasa sedikit gugup.
"Kalau ini tida kumenangkan… Angel-chan… Neji… akan direbut oleh Banci…" batin Itachi khawatir.
Oops!!! Pelari Ketiga tim 1 membuat kesalahan!!! Tongkatnya terlepas dari tangannya!!!!!
"Akh!"
"Itachi cepat ambil!" teriak Kiba dengan tenaga terakhirnya.
Dengan sigap, Itachi langsung mengambil tongkat itu dan melesat, "Sori!!!!!" seru nya pada Kiba.
Kiba sendiri sudah terlalu capek untuk membalas teriakan Itachi. Ia juga melihat Yuu yang terduduk di sebelahnya, tampak kecapekan, walau sepertinya tidak secapek dirinya.
"Kamu itu… kok bisa lari secepat itu?" tanya Kiba.
Yuu berbalik, "Yaah… aku suka lari."
"Latihan di mana?" tanya Kiba ingin tahu.
Yuu tersenyum hambar dan memandang ke arah langit, "Dulu saat aku kecil… aku sering melarikan diri karena suka mencuri."
Jelas saja perkataan Yuu membuat Kiba kaget setengah mati.
"Dan… setelah aniki menemukanku, ia mengajakku untuk pergi bersamanya. Aku tidak mau. Tapi ia bersikeras untuk mengajakku pergi. Setelah itu, ia memperbaiki sikapku… dan… inilah aku yang sekarang," ujar Yuu mengakhiri ceritanya.
"Ja… jadi… kamu bukan adiknya Deidara?!" seru Kiba kaget.
Yuu berdiri, "Yek! Yang tadi itu B-O-H-O-N-G!!!!!! BOHONG!!! Hahahahaha!!!!!!" langsung saja Yuu ngibrit entah ke mana.
Jelas saja Kiba yang ternyata tertipu mentah-mentah itu merasa kesal, "APAA?!!!!!!!! Dasar! Anak itu memang menyebalkaan!!!" seru Kiba sebal, "Hh… anak kecil…" ujarnya pelan sambil tersenyum.
Wah! Lihatlah kedua pelari yang menempati posisi satu dan dua itu! Mereka benar-benar lari seperti dikejar setan!
"Hei, Banci! Udah capek kan? Sana istirahat!"
"Bukannya kamu yang butuh istirahat ya, Keriput?"
Sambil berlari, mereka sambil ejek-mengejek.
Lihat! Akhirnya Itachi berhasil menyusul Deidara dan memimpin!!!!!!
"Wah! Tuh, lihat! Itachi bener-bener berusaha keras demu kamu, ya, Neji," ujar Nanami kagum.
"Um…"
"Hehe… bilang saja kau tidak keberatan bersamanya," ujar Aufa sambil menyenggol-nyenggol bahu Neji.
Wajah Neji sekarang ini sudah menjadi merah padam, "Ah!!! Kalian ini!!!!!"
Kedua pelari tampak sudah berlari ke arah garis finish! Siapakah pemenangnya???
"Neji… Aku tidak akan menyerahkanmu padanya!!!!!!" batin Itachi yakin.
"Aku tidak boleh kalah di sini!!!!!!!" batin Deidara.
Daan…… Akhirnya!!!!!! Kita mendapatkan seorang pemenang!!!!!!
Sorak riuh penonton memenuhi lapangan. Itachi dan Deidara sama-sama sedang berusaha mengembalikan nafasnya seperti biasa.
"Banci, kuhargai usahamu…" ujar Itachi.
"Huh… kupikir kau yang menang…" balas Deidara.
Dan pemenangnya adalah… TIM 1!!!!!!!
"Wah!!! Kita menang!!!!!!" seru Naruto girang.
"Jadi, kalah yah?" ujar Sasuke datar.
"Kau sudah berusaha, Sasuke! Jangan sedih!" ujar Naruto.
Sasuke hanya tersenyum.
"Hohoho… tak kusangka Itachi berhasil mengejar ketinggalannya," ujar Kiba merasa puas.
"Kurasa Neji nee-san memang cocoknya sama Itachi-san," gumam Yuu.
"Akhirnyaa!!!!!! Neji! Selamat yaah!!" ujar Nanami semangat sambil menyalami Neji.
"Hoho! Tuan putri sudah menemukan pangerannya yaa?" sindir Aufa.
Neji sendiri sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Tampaknya ia sendiri juga tidak keberatan. –hehe…-
Itachi sendiri merasa sangat senang. Pada akhirnya…
"Hei, Keriput."
"Apa, Ci?"
Deidara menyalami Itachi, ogah-ogahan, "Selamat. Kupikir… walau pun kamu tidak memenangkannya, dia… Neji pasti tetap memilihmu," ujar Deidara dengan wajah agak… lucu. Cemberut sekaligus malu.
"Hehehe… kau memang baik, Dei!" seru Itachi sambil memeluk Deidara.
"GWAH!!! Minggir lu Keriput!!!!!!"
-x-x-x-x-x-x-
"Festival olah raga hari ini jadi terasa lama sekali yah… tak terasa hari sudah menjelang malam," ujar Nanami.
"… dan… Uchiha akhirnya menang yah…" ujar Gaara datar.
"Ayolah, Gaa-chan! Berikan dia ucapan selamat!" ujar Nanami.
"… selamat…"
"hahaha… makasih Gar!"
Gaara memandang tajam Itachi, "jangan singkat namaku…"
"Hiiih!!!!!"
"Oke… oke… sekarang, sepertinya kita harus pergi. Banyak tugas. Ayo, Gaa-chan!" Nanami menyeret Gaara sebelum Gaara protes, "Silahkan habiskan waktu kalian berduaan!" ujar Nanami sambil mengedipkan mata pada Neji.
"Nami… bukankah kita sudah tidak ada pekerjaan?" tanya Gaara setelah mereka berada agak jauh dari kedua orang di belakang mereka.
"… Gaa-chan tidak peka yah? Kan labih baik kita biarkan pasangan itu dulu," ujar Nanami.
"…oh… jadi kau bilang sekarang kita tidak berdua?"
Nanami melepaskan tangannya dari Gaara yang tadi diseretnya. Wajahnya memerah, membuat Gaara tertawa kecil.
Di lain tempat, Deidara sedang berada bersama Yuu dan Sasori.
"Wah… akhirnya selesai juga yah…" ujar Yuu.
"Hm…"
"Aniki… maaf ya… kalau saja aku lebih cepat… mungkin aniki bisa memenangkan pertandingannya…" ujar Yuu lirih.
Deidara memandang adiknya, tersenyum dan menepuk kepalanya, "Hei, kau sudah berusaha keras! Hebat kok! Ini baru adikku!"
"Hehe… makasih ya aniki!"
"yah, dengan begitu Neji pasti akan dimiliki Itachi kan?" ujar Sasori.
"Danna, kupikir sejak awal Neji pasti akan memilihnya… hanya saja tampaknya ia sendiri tidak menyadari perasaannya. Kasihan juga si Keriput, tapi mungkin hal ini bisa membantunya kan?" ujar Deidara.
"… hebat juga kau. Tak kusangka kau bisa setegar ini," ujar Sasori sambil tersenyum.
"Hei… aku kan muridmu!" ujar Deidara bangga.
Dan Naruto sekarang bersama Sasuke menuju ke rumah mereka.
"Wuaah… tadi itu hebat sekali!" ujar Naruto riang.
"Yah, tapi aku mengalahkanmu, dobe."
Naruto cemberut lagi, "Kamu kan cuma beruntung saja, teme!"
Sasuke merangkulnya, "Lain kali buatlah alasan yang lebih baik lagi…" ujarnya tenang.
Sedang di sisi lain, Naruto kaget, tapi senang, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Kembali ke Itachi dan Neji, yang saat ini berdua… -sepertinya semuanya memang berdua :)) yaah… kecuali Deidara DKK -
"………………………"
Keheningan menyelimuti mereka berdua sambil berjalan menuju rumah.
"…… jadi…" Neji memulai, "Akhirnya kau menang ya… selamat."
"oh… ya… thanks…"
Itachi benar-benar bingung, belum pernah ia merasa sepanik ini saat bersama Neji.
"Dan… Itachi-san," ujar Neji.
"Ya?" jawab Itachi gugup.
"Itu tadi adalah perjanjian yang sangat egois bukan?" ujar Neji, tersenyum, tapi tampaknya ia marah karena wajahnya… mengerikan. –silahkan dibayangkan sendiri ;)-
"Aa… Maaf…" ujar Itachi sambil menunduk.
"Tapi…"
"…?"
"Kuhargai usahamu! Selamat yah!" sambung Neji sambil berjalan mendahului Itachi.
"Ah! Hei!! Paling tidak berikan aku ciuman dong!!!!!" seru Itachi bergurau.
BLETAK!!! Dan timpukan sendal lah yang ia dapatkan.
TBC-x-x-x-x-x-x-
A/N: At laaaassssssttttt!!!!!!!! Akheeernyaaaaaaaa!!!!!!!! BANZAAIIIIII!!!!!!!!!!! XD XD XD –jingkrak jingkrak ga jelas – Selesai juga nih penpik!!!!! Maksudku… chapter. Ehehehe… sori… chapternya masih agak panjang. Mungkin 4 atau 5 lagi :p itu pun kalo ga ada hambatan :)) -ditimpuk- Oke, just gimme some comment about this chapter! Sori kalau ada delay lagi buat chapter selanjutnya! T.T
Thanks mina! XD
