DAYDREAM

cast:

CHO KYUHYUN

LEE SUNGMIN

OTHER CAST

Rate: T+


For a lifetime I'll be by your side, I do
Loving you, I do
Cherishing you through the snow and rain, I do
I'll protect you, My love


Seorang namja berparas manis sedang mematut dirinya di depan kaca. Mengoleskan beberapa bedak ke pipinya, sebenarnya dia tidak usah melakukan sendirian, mengingat di ruangan luas ini ada beberapa make-up artist yang akan membantunya.

"Hyung, kau sangat manis."

Sungjin, adik dari namja manis itu, memeluk pundak Hyungnya dari belakang. Ditatapnya lekar-lekat wajah Sungmin dari refleksi kaca didepannya.

"Kau tampak bahagia, Hyung."

"MWOOOOO?!"

Semua orang yang mendengar jawaban Kyuhyun langsung melebarkan matanya dan menatap bingung ke arah Kyuhyun.

"Kyu, sekarang? Apa kau gila?" tanya Kangin sambil melemparkan bantal kursi ke arah Evil magnae itu.

"Hey, aku serius. Maksudku sekarang, bukan malam ini juga. Tapi minggu ini. Kalian pasti ingat kalau tanggal 1 Juli nanti kita akan launching. Dan minggu menjelang itu kita bebas tugas! Lalu, kenapa tidak dilangsungkan pernikahan?" jelas Kyuhyun dengan mata yang berbinar-binar. Sungmin menatap kedua orangtuanya dan kedua orangtua Kyuhyun.

"Tidak. Appa tidak setuju."

Sungmin tersenyum manis sambil membelai pipi namdongsaengnya. "Gomawo, jeongmal gomawo, Sungjinnie."

Sungjin melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Sungmin. Kedua adik-kakak itu saling melempar pandang lewat cermin. Menampilkan senyum kebahagiaan untuk hari ini dan seterusnya.

"Sungjin-ah."

"Ya, Hyung?"

"Apa kau pernah menyesal mempunyai Hyung yang tidak normal sepertiku?" tanya Sungmin seraya berdiri menghadap Sungjin.

Kepala Sungjin tergeleng pelan. Dikecupnya kening sang Hyung seolah Sungmin adalah dongsaengnya.

"Kau itu adalah Hyung yang paling hebat di dunia ini. Jangan berkata kalau kau tidak normal, Hyung. Aku lebih tidak normal lagi karna mendukung hubungan kalian, hahaha." Sungjin tertawa renyah sambil mencubit pipi Sungmin. Membuat Sungmin menggembungkan kedua pipinya karna sudah diperilakukan seperti anak kecil oleh dongsaengnya sendiri.

"K-kenapa, Lee Appa?"

Kyuhyun dan Sungmin tersentak mendengar pernyataan Tuan Lee. Sebenarnya bukan hanya Kyumin saja, tapi kedelapan Super Junior dan Tuan-Nyonya Cho serta Nyonya Lee ikut kaget juga.

"Butuh persiapan yang besar untuk pernikahan kalian, Kyu. Ingat, kita tinggal di Korea. Bukan di Amerika atau Belanda." Jawab Tuan Lee dengan wajah yang penuh wibawa. Membuat seluruh orang yang mendengarnya kembali berpikir untuk pernikahan ini.

"Nah! Aku baru ingat!"

"Sudah, sudah. Hyungmu sebentar lagi akan berkeluarga. Jangan memperlakukannya seperti dia baru berumur lima tahun, Sungjin-ah."

Nyonya Cho memasuki ruang make-up Sungmin bersama Ahra. Keduanya sudah memakai gaun perpaduan warna antara pink-putih, dresscode untuk hari besar ini.

"Cho Ahjumma.." gumam Sungmin dan Sungjin berbarengan.

"Aigooo, kurang dari 30 menit lagi kau akan menjadi menantuku dan kau masih memanggilku Ahjumma?" Nyonya Cho menggeleng-gelengkan kepalanya sambil merapikan jas Sungmin. Ahra yang melihat wajah bingung Sungmin hanya tersenyum manis.

"Dan jangan bilang kau masih memanggilku dengan embel –ssi, Sungminnie?" goda Ahra. Sungjin pun terkekeh keci melihat semburat merah di pipi Hyungnya yang di goda kedua wanita yang berada di hadapannya.

"Coba, aku ingin dengar kau memanggilku Eomma?"

"Err… Eomma?"

"Kau ingat apa, Hyung?" tanya Ryeowook pada Siwon yang sedang mengepalkan tangannya ke udara.

"Aku mempunyai kenalan seorang pastur yang pernah tinggal di Amerika. Dan kalian tahu? Dia pernah menikahkan pernikahan sesama namja!" jawab Siwon dengan antusias.

"Dimana dia sekarang?" tanya Kyuhyun sambil memajukan tubuhnya ke depan Siwon. Semua orang termasuk Tuan Lee pun ikut memajukan tubuhnya menghadap Siwon.

"Aku rasa di distrik Gangnam."

"Kalau begitu tidak begitu jauh dari sini. Kalian bisa dinikahkan oleh dia." ujar Tuan Cho.

Namun, Kyuhyun dan Sungmin tidak membalas penuturan Tuan Cho. Mata mereka sibuk memandang penuh harap pada Tuan Lee.

"Kyuhyun!"

Changmin memasuki ruang make-up Kyuhyun dan langsung memeluk tubuh kurus Kyuhyun yang sedang bercermin.

"Tsk. Kau merusak jasku, Changmin-ah." Protes Kyuhyun sambil melepaskan lengan Changmin yang memeluk bahunya.

"Cih, sombong sekali kau. Baru ingin menikah sekali saja, sudah sombong.

"Ya! Memang menurutmu aku ingin menikah berapa kali, hah?!" bentak Kyuhyun seraya menimpuk kepala Changmin dengan eyeliner.

"Kyu, jangan bersikap kasar pada temanmu."

Kyuhyun dan Changmin segera menoleh pada asal suara yang diyakini suara dari wanita baya. Seingat mereka penata rias semuanya masih muda.

"Lee Eomma?" Kyuhyun tersenyum lebar saat melihat calon ibu mertuanya sedang berjalan menghampirinya. Walau sudah terlihat kerutan di wajahnya, tidak bisa menutupi kecantikan yang menurun pada putra sulungnya. Nyonya Lee memakai dress panjang berwarna pink namun ada akses putih disekelilingnya.

"Kau tampan sekali, Kyu." Nyonya Cho merapikan kemeja Kyuhyun lalu merapikan rambut Kyuhyun yang sempat berantakan karna namja ini memang tidak pernah bisa diam.

"Tampan apanya, Ahjumma? Lihat saja dia seperti om-om ge AISH!"

Belum juga Changmin menyelesaikan kalimatnya, jari-jari panjang Kyuhyun sudah mendarat keras di dahinya.

"Rasakan hahahaha." Kyuhyun menjulurkan lidahnya dan mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh Changmin keluar.

Saat Changmin sudah keluar, mata coklat Kyuhyun kembali menatap calon mertuanya yang masih membereskan kemeja Kyuhyun yang terlipat-lipat.

"Kenapa Lee Eomma yang menghampiriku? Kemana Eomma dan Noonaku?" tanya Kyuhyun tanpa mengurangi sikap sopannya.

Nyonya Lee mendelik tidak suka pada Kyuhyun, "memang aku tidak boleh mengecek keadaan anakku sendiri?"

"Baiklah. Kalian boleh menikah minggu ini juga." Tuan Lee akhirnya bersuara setelah dua menit terlama yang di rasakan Kyuhyun dan Sungmin.

"Jeongmal? AAAAA!" Kyuhyun beranjak dari duduknya dan segera memeluk tubuh Tuan Lee. Tuan Lee hanya tertawa mendapat serangan pelukan dari namja yang kelak akan menjaga Sungmin seumur hidupnya.

"Kyuuuu~ Appaku sepertinya sudah kehabisan nafas~" Sungmin menghampiri Kyuhyun dan memintanya untuk melepaskan pelukan namja srigala itu dari Appanya.

"Apa yang kau maksud Appamu? Lee Ahjusshi akan menjadi Appaku juga, Min!" Kyuhyun mempoutkan bibirnya, tanda dia tidak suka atas apa yang dikatakan Sungmin. Namun, namja bermarga Lee itu tidak peduli. Dia malah membungkukkan badannya. Memeluk satu persatu keempat orangtua yang sangat dia hormati.

"Terimakasih, Appa, Eomma, Cho Ahjusshi, Cho Ahjumma."

"Kyu, sebentar lagi kau akan menjadi keluargaku. Menjadi anakku. Tidak usah sungkan, ya?" jemari lembut dari Nyonya Lee membelai pipi Kyuhyun yang penuh jerawat.

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum lebar, "Jeongmal kamsahamnida, Eomma."

Nyonya Cho memeluk tubuh Kyuhyun yang lebih tinggi darinya. Mengelus-elus punggung sang calon menantu dengan penuh kasih sayang.

"Aku percayakan Sungmin padamu. Sudah ku serahkan segala kebahagiaan dan kesedihan Sungmin dimasa depan untuk kau jaga. Bahagiakan dia, Kyuhyun-ah. Bahagiakan dia melebihi usahaku yang mencoba membahagiakan dia selama ini."

Perlahan air mata dari mata obsidian coklat itu turun. Membasahi pipi yang sudah tertutupi bedak dan make-up. Beruntunglah Nyonya Lee sedang memeluknya, sehingga dia tidak usah malu karna menangis dihadapan calon mertuanya.

"Aku akan bersumpah di hadapan Tuhan dan semuanya kalau aku akan membahagiakan Sungmin apapun yang terjadi. Sekalipun nyawa taruhannya, apapun ku serahkan untuk Sungmin bahagia, Lee Eomma."


Seminggu kemudian..

Gereja di pinggir pantai Jeju itu terlihat cukup ramai. Pria berjas dan wanita bergaun pink-putih terlihat meramaikan gereja kecil di pinggir kota. Pohon-pohon yang mengelilingi gereja itu dihias dengan pita pink. Dan jangan lupakan mawar putih dan pink yang sengaja di tebar di halaman gereja.

Di dalam gereja itu juga terlihat orang-orang yang sedang berdiri. Mata mereka berbarengan menyaksikan satu objek yang ada di hadapan Yesus. Menyaksikan sepasang kekasih yang telah bersumpah di hadapan pastur dan Tuhan. Tidak dipedulikannya perbedaan yang ada, semua orang ikut menitikkan air mata melihat kebahagiaan sepasang kekasih itu.

"Dengan ini, aku nyatakan kalian sudah resmi menjadi pendamping hidup sehidup semati di hadapan Tuhan."

Kyuhyun dan Sungmin serempak memejamkan mata. Mengucap rasa syukur pada Tuhan karna telah memberikan kebahagiaan yang mereka kira hanya semu. Mengucapkan terimakasih pada Tuhan karna telah menghadirkan 'suatu hari' nanti yang sudah lama mereka tunggu. Karna telah memberikan sentuhan kenyataan pada daydream mereka selama ini.

.

.

"Aigooo."

Ryeowook menutup mulutnya yang sedang tersenyum dengan kedua tangannya. Matanya berbinar saat melihat Kyuhyun dan Sungmin yang sudah berada dihadapannya.

"Kalian begitu serasi." Ryeowook menghampiri Sungmin dan memeluk erat Hyung kesayangannya itu. Setelah melepaskan pelukannya, Ryeowook juga memeluk Kyuhyun yang di predikat sebagai dongsaeng-tersayang-tapi-juga-mengesalkannya itu.

Pernikahan Kyuhyun-Sungmin hanya dihadiri oleh keluarga inti dari Keluarga Lee dan Keluarga Cho, Keluarga Super Junior serta manager, beberapa artist SM, dan tak lupa Lee Soo Man. Pernikahan mereka memang dilaksanakan seminggu setelah rapat di dorm. Dengan usaha yang keras dan mendadak, semuanya dapat terlaksanakan dengan baik karna bantuan semua orang.

Karna berkat bantuan Lee Soo Man, Kyuhyun dan Sungmin bisa mengadakan pernikahan mereka. Apalagi kalau bukan bantuan ijin libur-_-

"Ryeowook Oppa benar. Kalian sungguh serasi." Kini magnae SNSD yang berkomentar. Sungmin hanya tersipu malu sedangkan Kyuhyun tersenyum lebar sampai memamerkan gigi putihnya.

"Serasi pasti karna Sungmin yang manis dan aku yang tampan, hahahaha." Kyuhyun melingkarkan tangannya pada pinggang Sungmin. Membuat Sungmin menjadi merapat ke arahnya.

"Cih, berterimakasihlah pada Sungmin Hyung yang telah memberikanmu sinar ketampanannya sedikit, Kyu." Minho yang juga ikut hadir juga ikut mengomentari pasangan baru ini.

"Jaga bicaramu! Atau ku keluarkan dari Kyu-Line?" ancam Kyuhyun. Tentunya dengan nada bicara dan wajah yang dibuat marah. Oh come on, ini hari bahagia yang sangat membahagiakan untuk Kyuhyun. Bagaimana mungkin dia marah?

"Keluarkan saja. Aku bisa ikut Min-Line. Hahahaha." Minho memukul bahu Kyuhyun dengan tinjuan pelannya seraya berlalu dari hadapan Kyuhyun dan Sungmin. Ingin mencicipi makanan mahal yang tersedia, katanya.

"Aku turut bahagia, Kyu, Min." Yesung yang habis menemani Eommanya mengambil makanan langsung menghampiri Kyumin yang masih dikerubuti oleh beberapa anggota Super Junior dan artist SM.

"Terimakasih, Hyung. Kau yang sudah mendukung dan membantu kami sejauh ini." Sungmin membungkukkan badannya sebelum memeluk tubuh Hyung berkepala besar itu.

Tangan mungil Yesung mengelus punggung Sungmin. "Cheonma. Kebahagiaan kalian memang sudah patut untuk didukung."

Kyuhyun yang melihat adegan pelukan dari Yesung dan Sungmin hanya tersenyum. Biarkanlah, toh dia tidak akan cemburu pada Yesung. Menurutnya, Yesung adalah Hyung nya yang merangkap jadi Kyumin Shipper. Dan seingat Kyuhyun, dia pernah membaca Yesung 'President of Kyumin Shipper' disalah satu blog Elf.

"Kau sudah hidup berdua sekarang, Min. Kau harus rela berbagi sedih dan senangmu padanya."

Kyuhyun mengangguk-angguk sambil tersenyum lebar mendengar nasihat Yesung pada Sungmin.

"Ya, walau aku tahu akan sangat susah untuk mengurusi namja yang kerjaannya hanya bermain game dan memakanmu setiap hari. Tapi kau harus berbakti padanya, Min."

Kyuhyun masih mengangguk walau tidak ada senyuman di bibirnya. Kini berganti matanya yang menatap malas pada Yesung yang masih memeluk Sungmin.

"Teruslah berbahagia, Min."

Yesung melepaskan pelukannya dan memberikan belaian lembut di rambut blonde Sungmin.

"Sudah, sudah. Aku tidak ingin pernikahan Kyumin ini penuh dengan Yemin moment.."

Kyuhyun menatap jengah pada Sungmin dan Yesung. Kedua orang yang di tatapnya hanya tertawa kecil dan memberikan cubitan kasih sayang di pipi magnae mereka.


I believe my dream will come true

When I'm with you, my feelings are always visible
If I look into a mirror, I can see exactly how I'm feelings

The words, "I miss you" coming right off my tongue


"Mianhae.. Kita tidak bisa bulan madu dulu, Min."

Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang saat mereka baru saja sampai di salah satu hotel termahal di Jeju.

Ada yang bertanya kemana perginya wartawan yang selalu menemani kehidupan mereka? Mungkin jawaban kalian akan di jawab oleh Bos besar Lee Soo Man yang sudah berbaik hati menyewa pulau jeju dan diberi keamanan khusus dalam rangka kado pernikahan untuk pasangan fenomenal ini.

"Gwenchana. Kau sudah memberikan hari ini untukku, itu sudah lebih dari cukup, Kyu." Tutur Sungmin seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Mereka berdua sedang berada di balkon hotel. Mereka masih memakai jas yang mereka pakai saat janji pernikahan tadi, serasa enggan untuk menggantinya.

Kyuhyun mengecup puncak kepala Sungmin. Membuat semburat merah dan senyuman manis terukir di wajah imut sang namja kelinci. Mata mereka memang terarah pada lautan luas yang terpampang di hadapan mereka, namun tersirat kebahagiaan dan pemikiran akan masa depan yang akan mereka jalani berdua mulai dari sekarang.

TING!

Kyuhyun teringat satu sesi yang belum dia lakukan bersama pasangan hidupnya ini. Omona, bagaimana bisa dia lupakan hal ini?!

"Aku ada urusan denganmu, Hyung." Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menarik lembut tangan Sungmin untuk masuk ke dalam kamar. Dihempaskannya tubuh Sungmin ke kasur sampai namja berkulit putih itu terlentang.

"U-urusan?"

Kyuhyun menyeringai penuh arti saat melihat Sungmin sudah terlentang di hadapannya. Perlahan, dia menaiki kasur dan menindih tubuh Sungmin. Dengan kedua tangan yang menopangnya, membantu agar dia tidak memberatkan Sungmin.

"He-em." Kyuhyun memajukan wajahnya dan mengecup pelan kedua pipi Sungmin. Tangannya juga terulur untuk membelai bibir berwarna pink itu.

"Kyu, aku belum mandi…" Sungmin memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan. Yang penting dia tidak harus bertatapan dengan wajah Kyuhyun yang hanya berjarak kurang dari 5 cm di hadapannya!

"Buat apa kau mandi bila nanti kau harus 'membersihkan' lagi, hm?" Sekali lagi, namja berambut ikal itu menyeringai melihat wajah 'istri'nya sudah kembali menghadapnya.

"Errr, ini bukan malam pertama kita kan, Kyu? Jadi…."

"Jadi?"

"Bisakah kita tu- mmppphhhhff!"

Belum selesai kalimat itu keluar dari bibir Sungmin, bibir tebal milik Kyuhyun sudah keburu mengunci bibir plum tersebut.

"Aku menginginkanmu, Minimin yeobooo~"

"Kyaaaa~~~"


"Aishhh! Appoooooo!"

Sungmin meringis kesal saat berusaha bangun dari tidurnya. Mulutnya mengumpat pelan saat mengingat bagaimana Kyuhyun menghajarnya habis-habisan semalaman. Oh, bukan semalaman, karna mereka baru selesai sekitar jam 7 pagi-_-

Diliriknya jam dinding, sudah pukul 2 siang. Mata foxy itu melirik lagi ke sebelah tempat tidurnya yang kosong.

Kemana Kyunie?

CKLEK

Pintu hotel itu terbuka, menampilkan sosok seorang pemuda berpakaian kemeja dan celana jins selutut sedang memegang nampan di kedua tangannya. Pemuda itu mendekat ke Sungmin yang masih duduk ditempat tidur dan hanya selimut saja yang menutupi polos tubuhnya.

"Kau sudah bangun, yeobo?"

Kyuhyun, pemuda itu, duduk disamping Sungmin yang masih setengah sadar. Ditariknya kepala Sungmin agar bibir tebal itu bisa mengecup kening Sungmin.

"Makanlah. Aku tadi sudah sarapan dan makan siang di restaurant. Mian tidak membangunkanmu." Kyuhyun menyodorkan nampan berisi makanan yang tadi dia bawa.

Sungmin tersenyum dan mengangguk, "gomawo, yeobo."

Kyuhyun terkekeh kecil saat telinganya mendengar suara imut Sungmin memanggilnya yeobo. Sungmin yang sedang mengunyah makananpun menatapnya heran.

"Emm, wae?"

"Ani. Hanya merasa masih di mimpi saja kalau kita sudah suami-istri." Ujar Kyuhyun seraya mengangkat tangannya untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal di bibir Sungmin.

"Cepat habiskan dan mandilah. Sore ini kita akan berkeliling pulau Jeju. Kapan lagi kan bisa berkeliling di pulau yang sepi ini." Ucap Kyuhyun yang dijawab dengan anggukan kepala Sungmin.

"Err, Min."

Sungmin menunda suapan yang sudah berada di depan mulutnya, melihat ke arah Kyuhyun yang sedang menggaruk tengkuknya. "Ya?"

"Kau tidak apa dipanggil 'istri'? dipanggil Nyonya Cho?" mata Kyuhyun melirik ke Sungmin untuk melihat perubahan air wajah namja yang sudah sah menjadi 'istri'nya itu.

Bukannya menjawab, Sungmin malah tertawa terbahak-bahak. Kyuhyun yang melihatnya pun mempoutkan bibirnya, "Ya! Jawab! Jangan tertawa, Min!"

"Hahahahaha, habisnya kau bertanya seperti itu. Hahaha."

GREP

Dengan satu tarikan, tangan besar Kyuhyun merangkul pinggang Sungmin untuk maju ke arahnya. Sungmin yang sudah dalam pelukan seorang Kyuhyun langsung memberhentikan tawanya.

"Jawab aku. Apa kau tidak keberatan?"

Sungmin tersenyum lembut seraya mengulurkan jemarinya untuk mengusap pelan pipi Kyuhyun. Dikecupnya sekilas bibir tebal milik yeobonya tersebut.

"Istri Kyuhyun, Nyonya Cho, Asalkan ada namamu di belakang panggilanku. Aku akan selalu terima, Kyu."

Kyuhyun mengambil piring berisi makanan yang sedang dipegang Sungmin, ditaruhnya piring itu di meja nakas sebelah kasur.

SRET

Namja berambut ikal itu menarik kembali istrinya ke dalam pelukannya. Mengelus-elus punggung sang istri dengan penuh kelembutan seakan tubuh Sungmin adalah barang yang mudah pecah. Jari-jari panjang Kyuhyun menarik dagu Sungmin agar kedua bibir itu kembali bersatu. Menyalurkan perasaan cinta dari 6 tahun yang lalu sampai ajal memisahkan. Tidak ada lumatan kasar yang berarti, hanya kuluman lembut dari sang seme.

Sungmin menutup matanya menikmati perlakuan halus di bibirnya. Dia sangat menyukai saat Kyuhyun memperlakukannya seperti ini. Mencium bibirnya, memeluknya, membelai tubuhnya. Ya, apapun yang Kyuhyun lakukan, Sungmin akan selalu menyukainya. Tidak ada sesuatu dari Kyuhyun yang tidak Sungmin sukai.

"Hhhmm… Sungmin.."

Untuk berbicara satu kata saja Kyuhyun tidak rela untuk melepaskan pagutan itu. Dipegangnya tengkuk Sungmin agar ciuman itu tidak terlepas. Kedua insan itu mencuri oksigen sesaat dan kembali berciuman.

Tangan Kyuhyun perlahan merambat masuk ke dalam kaus Sungmin. Menyentuh tonjolan kecil yang selalu sensitive bila ia sentuh.

"K-kyuuhh…"

"Ayo kita lanjutkan, Ming.."


"Ayooooo genjot yang kuat, Kyu!"

Sungmin berteriak dengan cerianya. Tangan kanannya menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dari belakang, sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang kurus Kyuhyun.

Mereka berdua sudah selesai melakukan 'itu' setelah satu ronde, alasannya tentu saja karna mereka ingin menghabiskan sore terakhir mereka di Pulau Jeju yang hanya untuk mereka berdua.

Kini, Kyuhyun sedang menggenjot sepeda. Dengan sekuat tenaga menaiki tanjakan yang akan mengantarkan mereka pada bukit yang menampilkan terbenamnya matahari. Peluhnya sudah mengucur deras membasahi wajah tanpa make up itu. Nafasnya sudah tersengal-sengal. Namun dia tetap bersemangat, apalagi kalau bukan ada seseorang yang sedang di boncengnya yang menyemangatinya. Sungmin memeluk erat pinggang Kyuhyun dengan satu tangannya, sedangkan satu tangannya lagi, kadang memijat bahu Kyuhyun atau mengepal keras ke udara tanda dia ingin menyemangati sang suami.

"HWAITING KYUHYUN!" Sungmin mengepalkan tangannya ke atas, seperti sedang menonton bola. Mulut kecilnya tidak bosan mengeluarkan kata-kata yang membuat Kyuhyun serasa sedang berlomba.

Penjaga-penjaga toko yang mereka lewati hanya tertawa bahagia melihat pasangan itu melintas di hadapan toko mereka. Bagaimana tidak tertawa? Yang menggenjot sepeda adalah pria tinggi kurus dan berwajah pucat seperti orang sakit. Namun yang dibonceng adalah pria-ehm-sedikit gemuk dengan pipi bulat dan jangan lupakan rambut blonde yang bersinar terkena sinar matahari.

"M-min.. Hhhh… Istirahat, ne?" Kyuhyun memelankan genjotannya pada sepeda saat mereka sudah sampai di puncak bukit. Sedikit lagi, mereka akan sampai di spot yang tepat untuk melihat sunset.

"SHIREOOOOO! HWAITING YEOBOOOOO!" Sungmin menggeleng cepat dan kembali mengepalkan tangannya ke udara. Wajahnya sangat ceria. Gigi kelincinya terlihat saat dia sedang tersenyum lebar, belum lagi mata foxy yang berbinar-binar itu.

"Ayo Kyu~~ genjot yang cepat~~~" Sungmin mengerucutkan bibirnya dan memeluk Kyuhyun erat dengan kedua tangannya. Disenderkan kepalanya di punggung Kyuhyun yang sudah basah oleh keringat.

"Eh?"

Kyuhyun merasa tenaganya yang sudah terkuras habis tadi segera terisi kembali saat Sungmin memeluknya seperti ini, bukan pelukan dengan satu tangan. Bibir tebalnya melengkung membentuk suatu senyuman manis yang selalu sukses membuat Sungmin dan SparKyun meleleh.

Kyuhyun kembali menggenjot pedal sepedanya dengan semangat. Membuat sepeda berkeranjang berwarna biru itu melaju cepat menuju satu tujuan. Sungmin tersenyum lebar lagi, namun tidak dilepasnya pelukan Kyuhyun. Dia rasa ini sudah cukup memberikan semangat pada suaminya itu, walau tanpa teriakan atau tepukan semangat.

"Min, jangan lepaskan hhhh pelukanmu!" Kyuhyun berteriak agar Sungmin dapat mendengarnya. Sungmin mengangguk.

"Aku tidak akan melepaskan pelukanku! Aku tidak akan melepaskanmu!"

Deretan gigi putih itu terlihat saat namja bermarga Cho menyunggingkan senyuman lebar mendengar istrinya membalas teriakannya.

"SARANGHAE CHO SUNGMIN!"

WUSSS

Sepeda itu melesat cepat di jalan yang di apit oleh pepohonan. Menembus angin yang menerpa wajah bahagia mereka. Walau lelah, mereka akan terus berjalan. Walau jauh, jarak itu akan mereka tempuh.

Daydream yang mereka kira hanya ada di saat mereka memejamkan mata. Mimpi yang mereka kira hanya akan singgah di saat kesadaran mulai menghilang. Dia datang, di saat kedua hati sudah lama menunggu. Dia datang, di saat waktu sudah memakan habis segala pertanyaan.

Kyuhyun pernah merutuk dirinya sendiri saat kata cinta terlontar dari bibirnya. Tidak memikirkan masa depan yang pasti akan menjadi beban untuk orang yang sangat dia cintai. Kyuhyun pernah ingin mati saja, saat melihat air mata mengalir dari mata foxy karna perlakuannya. Pernah dia ingin menyerah, menyerahkan mimpi untuk bahagia bersama Sungmin. Rasa bersalah telah merebut, rasa bersalah telah merusak. Menjadi alasan Kyuhyun ingin memusnahkan mimpi yang selalu ingin ia rajut.

Sungmin pernah ingin mengembalikan waktu. Mengembalikan waktu agar ia tidak pernah mencintai namja yang tidak pernah memberikan kepastian untuknya. Sungmin pernah ingin bunuh diri, saat dia rasa hubungan itu tidak akan berujung. Hubungan yang berjalan bertahun-tahun namun tak pernah menemukan titik temu. Pernah dia ingin meninggalkan, meninggalkan mimpi untuk hidup bersama Kyuhyun. Rasa lelah menyelimut dirinya, rasa sesak mengurung dirinya. Masa-masa terberat yang pernah di lalui oleh Sungmin.

Tapi, Tuhan datang.

Tuhan menjentikkan jemarinya kepada takdir kedua orang yang sudah ingin menyerah. Meniupkan aura kebahagiaan yang sudah lama tidak pernah singgah di hati keduanya.

Kyuhyun dan Sungmin.

Teruslah berbahagia. Teruslah saling mencintai. Teruslah saling menjaga.

Kalian tidak pernah sendiri. Ada kami di belakang kalian.


The birds whisper, the flowers whisper

Looks like they're jealous of our love

Feel it with your heart

How much I'm in your heart

Speak with those lips

For a long time,

Saying that you've come to love me


END


"Ya! Cho Sungmin Hyung! Kyuhyun merusak bulu choco!"

"Sungmin Hyung~~ Yeobomu…." "Yeobomu merusak kompor yang ada di dapur.."

.

"Hyung, kau muntah-muntah sejak kapan?"

"Hmmm, mungkin sekitar tiga hari yang lalu, Wookie-ah."

.

"Err… Kalau aku hamil bagaimana?"

"Ya pasti ak- APA? KAU HAMIL?! CHO SUNGMINNIEEEEE!"

.

"Kyuhyun Oppa.."

"APA YANG TERJADI PADA SUNGMIN?!"


Hm, mian.

Endingnya gaje ya? tapi ini ENDING! HURAAAAAY!

Happy Ending kan? Maaf bgt ya buat segala kesalahan typo dan segala ketidak rasanya feel di chapter ini dan kesembilan chapter yang kemarin. Miannnnn:"

Ohya, banyak yg nanya soal lyrics itu lagu apa. jadi...

CH.4 : -The way to break up (Kyuhyun) - Hope is a dream that never sleep (Kyuhyun)

CH.5 : -Now we meet again (Sungmin dan Yesung) -Storm -Daydream

CH.6 : -In your dream -Reset -Coagulation

CH.7 : -Storm -Waiting for you (Yesung)

CH.8 : -Andante -Let's not -Only you

CH.9 : -Haru -No Other -All My Heart

CH.10: - Marry You -Lovely Day - Our Love.

Akhir kata,

terima kasih banyak untuk reviewers yang lebih dari 150 orang. pembaca yang saya tidak tahu berapa jumlahnya. Terima kasih banyak atas dukungan, nasihat, masukan, dan segala apapun yang membangun.

maaf kalo akhir cerita ini tidak mengenakkan di jiwa dan jauh dari perkiraan kalian semua. MIANHAE.

SAMPAI BERJUMPA DI SEKUELNYAAA~:*