A/N : Yoo.. Maaf baru nongol, maklum baru selesai UKK... Tapi langsung saja ini dia Chapter 11 dari RAGNAROK!

INFO : Mungkin Fic Ragnarok ini akan author perpanjang..heheh..

.

.

.

RAGNAROK © Yami no Yusuf

.

Naruto © Masashi Kishimoto

.

High school DxD © Ichie Ishibumi

.

Summary : Perang Dewa kembali. Setelah Ribuan tahun lalu meredam ...dan sekarang berkobar lebih besar ... Dengan membawa Dendam... Membuat Tiga Fraksi Akherat dan beberapa Dewa Mitologi sekarang ikut adil...

Warning : Godlike, Strong, Typo,... Dll

.

Hawa membunuh sangat kuat di rasakan oleh Tiga ras tersebut. Membuat siapa pun yang belum berpengalaman harus pingsan seketika. Da-Tenshi, Iblis dan Malikat yang tadi di udara dengan sayap mereka masing-masing sekarang menapakan kaki nya di permukaan tanah yang sedikit lembab. Terasa juga aura Tiga ras yang seratus tahun silam bertentangan menguar dimana-mana bertujuan tidak lain untuk menekan balik aura membunuh dari sosok Pria berarmor Merah di hadapan mereka yang satu menit lalu tiba-tiba datang.

'Issei, berhati-hati lah sosok itu sangat berbahaya... Aku akan 'membantu' kalau kau terdesak walau itu hanya beberapa detik saja... ' Ddraig sedikit gelisah memperingati kepada inangnya untuk berhati-hati kepada sosok dihadapan mereka yang kini sedang menatap mereka dengan tajam. Karena dia tahu sosok itu adalah Youkai terkuat setelah Juubi yaitu, Kyuubi no Yoko. Terlintas ingat ribuan Tahun silam saat dia dengan Naga lainnya membombardir Ras Youkai dengan tiba-tiba waktu itu, membuat ia semakin bsrwaspada kepada sosok Youkai di hadapannya ini.

'Apa maksudmu 'membantu' Ddraig!?' tanya Issei dalam alam bawah sadar. Namun tidak ada jawaban dari Partnernya. Membuat ia hiraukan dulu.

"Siapa kau?"

Namun Menma hiraukan pertanyaan dari Gubernur Da-Tenshi itu. Iris merah vertikalnya menatap intens ke arah dua Bocah berbeda warna rambut dan Bocah yang memegang Tombak. Ia merasakan aura Kami-sama terpancar tidak secara langsung sangat kental dari tubuh Bocah yang menggenggam Tombak itu, walau tidak sebesar aura Kami-sama. Lalu mengalihkan pandannyan ke arah Pria botak bertelanjang dada yang kini menggenggam sebuah tombak hitam dengan aura gelap nan kelam. Namun itu bukan apa-apa di banding dengan dirinya dan Naruto...

"khukhukhukhu... Albion! Ddraig! Apa kau tidak menyapa 'teman' mu ini he!" Ujar Menma dengan suara berat dan menekan kata 'teman', setelah menatap kembali ke arah Issei dan Vali. Tentu saja perkataan dari Menma, membuat petinggi Tiga Fraksi dan bawahannya bingung... Namun di lubuk hati Masing-masing entah ada rasa sedikit lega atas perkataan dari Kyuubi no Yoko. Berbeda dengan Dua Naga Surgawi yang berada di alam bawah sadar inangnya masing-masing. Kedua Naga tersebut semakin gelisah mendengar perkataan dari Menma. Karena mereka berdua tahu Youkai terkuat setelah Juubi itu sudah mengibarkan bendera perang kepada mereka berdua, walau tidak secara langsung. Yang di salah artikan oleh Para Da-Tenshi, Iblis dan Tenshi..

"...Namun sebagai gantinya karena tidak menyapa temanmu ini..." Menma tiba-tiba menghilang di hadapan Tiga ras itu dan kembali muncul di belakang Vali.

'Vali! Belakang!' . "Aku bunuh kalian berdua."

BUM!

Suara detuman keras membuat Ras Tiga Fraksi yang berada di situ kaget dan menengok ke asal suara detuman tersebut.

'Vali!?' batin Azazel menatap kepulan debu dimana suara detuman keras tadi berasal. Namun dengan cepat ia menatap kembali ke arah sosok berarmor tadi. Tapi dirinya dibuat terkejut karena sosok berarmor tadi berdiri di depannya kini sudah tidak ada, hanya debu yang berterbangan membentuk lingkaran dimana sosok tadi berdiri ia lihat. Sirzechs dan Petinggi Fraksi lainnya pun dibuat terkejut dan membatin.

'Cepat!'

Legion, dirinya hanya diam dengan wajah datar tanpa emosi, walau sedikit ada rasa kaget di batinnya atas melihat kecepatan yang ia tahu Kyuubi no Yoko. Tanpa sadar genggaman pada Tombak Cahaya berwarna Hitamnya mengencang. Dan insting bertempur yang dulu hingga beberapa detik lalu dirinya pendam sekarang ia keluarkan.

Perlahan debu dimana titik detuman keras tadi menghilang. Memperlihatkan sang Hakuryuukuo yang di gadang-gadang terkuat dari pemilik sebelumnya kini terkapar di tengah kawah tidak terlalu besar kecil dan dalam dengan darah merembas keluar dari mulutnya, apa lagi bahu bagian kanannya yang terlihat mengenaskan dengan darah merembas membasahi dan mewarnai pakaiannya.

Sepontan hal itu membuat para Da-Tenshi, Iblis dan Tenshi berwaspada. Diam, tidak ada yang mengeluarkan suara karena insting mereka mengatakan setelah melihat secara tidak langsung atas ke adaan Vali kalau sosok berarmor tiba-tiba datang tadi itu adalah...

'Musuh!'

Hilang sudah setitik rasa lega yang tadi sempat hinggap di hati mereka. Terlihat para Da-Tenshi dan Iblis, Tenshi yang berada sangat dekat dengan Vali kini menjauh, tentu saja karena insting alami mereka berdering untuk segera menjauh.

Para petinggi Tiga Fraksi di buat kaget kembali karena Menma dengan cepat merunduk dan mencodongkan tubuhnya ke depan dimana Vali kini sedang terkapar bersimbah darah dirinya sendiri, dan juga entah sejak kapan tangan kiri Menma sudah di selimuti Chakra merah membentuk sebuah Mata tombak. Seakan berniat melakukan gerakan menikam..

"Matilah... " ucap Menma menyeringai dengan tangan kirinya mengarah tepat jatung Vali berada.

Namun seringai Menma luntur seketika dan ujung Chakra merah yang menyelimuti tangannya membentuk Tombak yang hanya tinggal beberapa senti dari dada Vali seketika berhenti. Dirinya juga merasakan aura Suci dari arah depan dan ia juga melihat bilah Pedang Cahaya mengayun dari arah depan ke arah perutnya yang dilapisi armor merah.

'Cih! Pengganggu.' batin Menma, tidak mau mendapatkan Luka yang dapat merugikan dirinya. Menma dengan capat menghilang dengan gerakan cepat.

Syuuuut

Bilang Pedang cahaya itu menebas udara kosong. 'Sial! Gerakannya itu.. ' batin Azazel kesal tebasannya tidak mengenai sosok Menma. Namun dirinya sidikit lega karena tepat waktu menyelamatkan Muridnya, Vali. Tapi tidak lama kelegaannya sirna karena mendengar suara detuman dari arah kanannya. Dengan cepat Azazel menengok ke arah suara detuman tadi, dirinya kaget melihat Legenda D-Tenshi dan Bocah Pemegang Sacred Gear True Longinus sedang menahan Tangan Kiri sosok Menma yang di selimuti aura Merah membentuk tombak. Walau Tombak True Longinus yang menahan tangan kiri tersebut, karena Tombak Hitam Legion patah menjadi dua bagian mungkin karena tidak kuat menahan Tangan kiri sosok Menma. Azazel juga melihat Bocah Sekiryuutei itu shock di belakang mereka berdua, sepertinya baru menyadari bahaya dari arah belakangnya.

.

"Sepertinya kalian ingin ikut campur irusan ku dengan kedua Naga brengsek itu. Kalau begitu terpaksa aku bunuh kalian." ucap Menma masih dengan suara beratnya yang kini di atas sebuah batang besi Tower yang sedikit condong, setelah menjaga jarak dengan Pria bertelanjang dada dan Bocah dari tadi memegang tombak yang memancarkan aura suci yang sangat kental.

"Semua! Menjauhlah-"

"Terlambat! Kalian sudah mengganggu ku untuk membunuh kedua Naga itu. " Menma berkata yang tiba-tiba sudah di hadapan Mauo Lucifer itu sekaligus memotong perkataannya yang berniat mengintruksi untuk segera menjauh.

'Sejak kapan?' batin Sirzechs kaget dan tak berkutik saat Menma menggerakan tangan kirinya yang di selimuti Chakra merah berbentuk tombak ke arahnya.

TRNK!

"Apa yang kau pikirkan, Sir! " Azazel sedikit membentak yang entah sejak kapan juga sudah berada di hadapannya dan menahan tangan Kiri Menma dengan dua Pedang Cahayanya. Tentu saja suara sedikit bentakan dari Gubernur Da-Tenshi Mauo Lucifer tersebut tersadar dari ke kagetannya dan dengan insting veterannya Sirzechs mengumpulkan energi berwarna Merah kehitaman di telapak tangannya membentuk bulatan seukuran dua kali lebih besar dari bola kasti. Karena mustahil membentuk Bulatan Power of Destruction seukuran Ban Mobil dalam Tiga detik.

Krakk...Krakk!

'Sial!' umpat Azazel melihat kedua pedang Cahaya nya perlahan retak tidak kuat menahan tangan kiri Menma yang di selimuti Chakra merah. Namun Gubernur Da-Tenshi tersebut tidak tinggal diam saja. Dengan cepat dirinya menghentakan tangan kiri sosok Menma sebelum kedua Pedang Cahaya nya hancur.. Dan seolah sudah terjalin kerjasama walau sesungguhnya dua Petinggi Ras itu mengandalkan insting mereka masing-masing. Azazel tiba-tiba memutar tubuhnya 190° dan memegang bahu kanan Mauo menyandang Gelar Lucifer tesebut tentu setelah menghentakan tangan kiri Menma ke atas. Lalu Lima detik kemudian Azazel dan Sirzechs menghilang meninggalkan kilatan putih dan meninggalkan Bola Power of Destruction dari Sirzechs yang sempat-sempatnya sebelum menghilang Mauo Lucifer itu menembakannya ke arah Menma yang terlihat sedikit kaget, terlihat jelas dari Pupil matanya yang sedikit mengecil.

BLAR!

Ledakan besar saat Bola penghancur itu menghantam tubuh Menma.

Menatap jauh ke depan dari atas menara pengawas di Istana Imperal dengan iris Merah di hiasi Tiga tomoe yang berputar pelan. Lembaran pakaian armor perangnya berkibar pelan saat angin berhembus menerpanya badannya. Langit yang seharusnya bertaburan bintang kini suluruhnya gelap total akibat Awan hitam tebal beberapa Menit lalu menyelimuti seluruh atsmofir Bumi yang sesekali dari Awan hitam tersebut mengeluarkan kilatan petir yang menyambar-nyambar. Namun Naruto hiraukan, walau sebenarnya ada beberapa kilatan petir menyambar udara kosong di dekatnya. Detik berikutnya Delapan sosok berarmor merah semua muncul di belakangnya. Naruto hanya diam tidak mengubah posisinya karena dia sudah tahu delapan sosok di belakangnya.

"Apa pilihan mu benar. Tentang akan menyulut Perang kembali?" tanya salah satu sosok dari Delapan di belakang Juubi.

"Dari perkataanmu sepertinya kau tahu zaman ini, Roushi. Dan seperti yang di harapkan di antara kami kau lah yang paling cepat mencari Informasi dimana pun kau menetap."

Tentu perkataan dari Pria berjenggot bernama Roushi menimbulkan reaksi bingung dari ketujuh Youkai terkuat laiannya. Tentu saja mereka tidak tahu apa maksud perkataan dari Roushi karena baru saja mereka lepas dari segel itu.

"Tadi saat kesini aku tidak sengaja menemukan Mahluk yang di sebut Manusia sedang sekarat di timpa sesuatu berbeban berat. Beruntung kepala nya tidak hancur jadi aku menyerap seluruh memori nya. Dan kau tahu... Kalau perang kembali meletus antara kita dengan Olympus... manusia yang tidak tahu apa-apa akan musnah." Roushi serius. Karena dirinya tahu betul sifat Pemimpin nya ini jadi ia menanyakan kembali tentang Perang ribuan tahun silam akan dia sulut kembali. Namun mengingat kembali ribuan tahun silam sifat Naruto setelah kematian Yasaka membuat ia ragu untuk merubah pemikiran pemimpin nya yang berniat berperang kembali.

"Khukhukhukhu... " delapan Youkai terkuat setelah Juubi dan Kyuubi itu diam saat pimpinan mereka mengeluarkan kekehan ramah namun bagi mereka yang tahu sifat asli sesungguhnya dari Naruto setelah kematian Yasaka termasuk Kedelapan Youkai itu tahu kalau kekehan yang di keluarkan Naruto itu mengerikan dan penuh kebencian. Kedelapan Youkai itu sedikit terkejut atas perubahan tubuh Pemimpin mereka perlahan membentuk sosok asli Animal From nya dengan aura Hitam menguar dari tubuhnya yang memancarkan kegelapan tiada tanding.

"Tidak..." Naruto berucap masih dengan tubuhnya perlahan berubah dengan Mata Sharingan nya berputar semakin gila yang memancarkan sinar merah darah. "Aku tidak akan merubah pikiranku kembali. Kami-sama sudah berbaik hati kepada ku, karena telah melepaskan segel itu dari Para Dewa keparat itu. Jadi aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Soal Mahluk lemah itu aku tidak peduli... akan musnah atau tidak. Tapi dari perkataanmu... " Naruto menggantung perkataannya yang kini tubuhnya sudah berubah menjadi Musang berbulu Hitam pekat dengan kesepuluh ekor nya dengan ukuran badan dua kali lebih besar dari singa jantan.

"...apa kau keberatan?." Naruto melirik ke arah Pria berjenggot yang bernama Roushi. Membuat Pria berjenggot itu sedikit waspada karena tatapan Mata merah terkutuk dari Klan Otsutsuki itu memancarkan siap menyerang kapan saja. Walau Roushi sudah dari kecil menganggap Naruto keluarganya tapi...fakta insting nya mendering kalau Naruto adalah dikatagorikan sebagai musuh, entah kenapa..

Ke Tujuh Dewa Youkai lainnya juga merasakan hal sama seperti Yonbi. "kalau memang seperti itu..." suasana disitu semakin menegang, bahkan kedelapan Dewa Youkai itu mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk bersiap menyerang kapanpun. Saat Musang Hitam berekor sepuluh jelmaan Naruto a.k.a Juubi no Ookami itu membalikan tubuhnya untuk menghadap ke pada mereka. Apa lagi Mata Sharingan itu memancarkan permusuhan.

Mata terkutuk itu menatap mata Tiga Youkai termasuk Roushi...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

'Kotoamatsukami!'

Dengan itu salah satu kekuatan Mata terkutuk dari Klan Otsutsuki keluar menunjukan ke agungannya sebagai Mata istimewa dan langka.

Naruto membalikan tubuhnya kembali menghiraukan ketiga Youkai yang berada di belakang memandanya dengan kosong dan menghiraukan raut shock dari Enam Dewa Youkai, namun dilihat dengan cermat tatapan kosong dari ketiga Dewa Youkai itu perlahan berubah menjadi bercahaya seperti semula sebelum mereka di Genjutsu. Naruto terpaksa dan tidak punya pilihan lain. Dirinya juga melihat walau samar tatapan sama seperti Roushi dari Yagura dan Han yaitu 'tidak setuju atas apa yang ia akan lakukan' dan sekalian saja dirinya menggenjutsu Mereka berdua seperti Roushi. Lagi pula kekuatan menghitmotis ini hanya Seratus tahun sekali.

"A-apa yang telah kau lakukan!?" tanya Nanabi a.k.a Fuu kaget tadi sempat melihat tatapan Roushi, Yagura dan Han. Dan ia yakin itu perbuatan Naruto. Lima Dewa Youkai juga menatap tajam kepada Naruto.

"Mereka? Tenang kalian tidak perlu di permasalahkan. Tapi kalau kalian seperti mereka...kalian juga akan bernasib sama.." balas Naruto masih dengan suara berat walau sebenarnya bohong. Namun dalam hati Juubi no Ookmi itu tidak merasakan kalau ia berbohong karena dirinya tidak peduli. Dan satu-satu nya yang di pikirannya adalah membinasakan seluruh Dewa Olympus termasuk bawahannya..

Menaikan kedua kaki depannya di atas tembok pembatas menara pengawas ini.

"GRRAAAAA..." Tiba-tiba Naruto mengaum sangat keras, bahkan menimbulkan gelombang udara.

"GRAAAAKROOROO... " Naruto kembali mengaum dengan kepala di gerakan ke kakan dan ke kiri lalu mendongak ke atas. Tidak seperti tadi, auman kedua ini lebih keras dan berat.

.

Sementara itu Orochimaru hanya diam sambil menatap jauh ke arah depan dari balik jendela Istana.

'Huh! Tidak ku sangka.. Khukhukhukhu... ' batinnya. Lalu berbalik dan melangkah berniat keluar dari ruangan ini.

"Orochimaru-sama anda mau kemana?" tanya Tengu yang berada di ruangan ini yang kini di samping kanannya terdapat King size berukuran besar yang dimana beberapa menit lalu tempat jasad Kurama anaknya berada sebelum melebur menjadi partikel cahaya. Sedetik kemudian terdengar auman keras terdengar dan disusul detik berikutnya auman ke dua lebih besar dari yang pertama terdengar sangat keras dan berat.

Orochimaru menyeringai dan berkata, "Lebih baik kau suruh Prajurit Istana ini untuk segera bersiap berperang... " tidak menjawab. "...karena 'takdir tertulis' itu akan segera terjadi..." guman Yamata no Orochi itu dan menghilang melebur seperti dibakar oleh Api setelah tiba di mulut Pintu keluar. Meninggalkan tanda tanya besar pikiran Youkai yang berada di dalam Kamar berukuran luas nan mewah.

Azazel dan Sirzechs muncul di samping kanan petinggi Fraksi Tenshi itu.

"Berhasilkah?" tanya Sirzechs entah kepada dengan tatapan mata fokus ke arah kepulan debu..dimana bola Power of Destruction nya mengenai tubuh sosok berarmor.

"Entahlah.."

"...tapi. Bagaimana kau bisa berpindah tempat secepat itu Azazel?" ujar Machael, membuat Mauo Lucifer menatap Gubernur Da-Tenshi tersebut lalu kembali menatap kepulan debu yang perlahan menghilang di bawa angin.

Azazel menyeringai khas nya sebelum menjawab, "Itu kemampuan Sacred Gear salah satu ciptaan ku yang bernama Hiraishin. Yang menggunakan media sihir teleprot dan ruang dimensi. Walau sulit menggabungkan keduanya tiga hari lalu aku berhasil menyatukan kedua nya dan menjadi sihir teleprot tercepat dari sihir teleprot biasanya. Lihatlah di pundak kalian."

"Simbol sihir?" ujar Sirzechs setelah melakukan apa yang Gubernur Da-Tenshi itu katakan. Machael pun sama seperti Mauo Lucifer itu, bingung.

"Karena itu aku bisa berpindah tempat sangat cepat."

"Maksudmu simbol ini untuk tempat kau muncul setelah berpindah dari tempat lain?"

"Yah... Seperti itulah. " Azazel dengan nada khasnya menanggapi perkataan Malaikat tertinggi itu.

"Kerjasama yang mengagumkan." Sebuah suara berat nan familiar masuk indra pendengaran Petinggi Tiga Fraksi itu. Melihat ke arah kepulan debu yang sudah menipis terlihat sosok Menma berdiri di tengah kawah dengan Tanpa luka berarti. Yang kini seluruh tubuhnya di selimuti Chakra Merahnya yang menandakan lapisan perisai Chakra khas Youkainya sudah aktif.

"Mustahil!" guman tidak percaya dari Sirzechs dan Rias dan yang lainnya.

"khukhukhukhu... Menarik. Tapi aku tidak tertarik kepada kalian...aku hanya ingin membunuh kedua Bocah itu jadi jangan kalian ikut campur."

Namun tidak ada tanggapan berarti membuat Menma menyelimuti kedua tangan nya dengan Chakra merahnya perlahan membentuk mata tombak. Tidak disadari oleh Menma, diam-diam Para Petinggi Fraksi menciptakan Lingkaran sihir komunikasi kepada Tenshi, Da-Tenshi dan Iblis untuk segera menjauh. Namun detik berikutnya suara auman seperti hewan buas terdengar membuat semua Mahluk ciptaan Kami-sama yang berada di situ seketika terdiam. Dan tidak lama kemudian terdengar suara auman kedua dan lebih besar dan keras dari pertama tadi.

'Cih!...tapi sebelum itu aku bunuh mereka dulu.' batin Menma kesal karena mengetahui arti auman tadi. Lalu merengsek maju dengan kecepatan nya yang gila itu ke arah Issei yang terlihat bergetar badannya, mungkin auman tadi yang begitu keras dan berat membuat sifat Manusia nya muncul. Apa lagi dirinya mengetahui sesuatu yang diberitahu oleh Ddraig waktu itu. Menambah sifat takut semakin menggila menguasai tubuhnya. Menghiraukan teriakan-teriakan panggilan kalau ada bahaya mendekat dari Naga yang mendiami Sacred Gear nya. Karena sosok Kyuubi no Yoko semakin mengikis jarak antara inangnya dengan kecepatan gila. Bahkan Para petinggi Fraksi baru menyadari kalau sosok Menma sudah menghilang di tengah kawah tadi.

'...si!...ssei!...issei!...BOCAH! ' Iblis muda berambut Coklat itu tersadar.. Namun terlambat Menma sudah tiba di depan Issei.

'Tidak akan sempat!' batin Legion. Walau dirinya satu-satunya Mahluk yang berada disitu yang pertama kali menyadari kalau Menma melancarkan serangan ke arah Sekiryuutei, selain kedua Naga Surgawi tentunya. Terlihat dari gengan gerakan lambat Legend Da-Tenshi itu tiba di samping kanan Issei setelah Sepuluh detik sosok Menma tiba di hadapan Issei yang kini terlihat kaget dan pasrah. Issei semakin pasrah saat ujung Chakra merah berbentuk ujung tombak itu tinggal enam senti lagi dari kulit wajah nya.

'Sial! Aku belum sempat menandainya.' umpat Azazel terlihat mengeras wajah nya. Namun mereka tidak menyadari sebuah bola putih menyelinap dari sela ketiak Iblis berambut Coklat tersebut. Dan bersamaan dengan ujung Lancip Chakra Merah Menma yang tinggal satu centi dari kulit kening Issei, bola putih itu melesat maju ke arah perut salah satu Dewa Youkai terkuat setelah Juubi.

'Ini kah akhirnya? Menyedihkan..' batin Issei.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SLEB!

GRB! . BRKK! . "ISSEI!"

Sebuah suara tusukan diiringi suara sebuah tangan kanan yang menahan tangan kiri di selimuti aura merah itu dengan diiringi sebuah suara terikan histeris dari Hires Klan Gremory yang sangat jauh dari tempat dimana tiga kontak saling berbenturan. Bagaimana tidak histeris melihat Iblis yang di cintai nya dalam bahaya. Seluruh Mahluk yang melihat kejadian secara cepat itu hanya diam membatu dan menunggu apa yang terjadi, karena dengan cepat debu mengepul berterbangan akibat adanya tekanan gerakan cepat dan bertenaga.

Clak! . Clak! . Clak!

Perlahan dengan waktu jeda beberapa detik, darah dari Mahluk supernatural tersebut menetes dari ujung suatu benda berujung lancip dan semakin lama tetesan darah segar itu semakin deras menggenangi permukaan tanah.

BRUK!

Terdengar suara tubuh jatuh dari balik kepulan debu yang diikuti sebuah bayangan dari balik kepulan debu tersebut jatuh ke tanah.

Sekali hembusan angin kencang entah datang dari mana yang membuat kepulan debu itu menghilang memperlihatkan tiga sosok Kyuubi, Legion dan Issei dengan posisi mereka masing-masing. Yaitu, sosok Legend Da-Tenshi terlihat sedang menahan tangan kiri Menma dengan tangan kanan, tentu saja dengan kekuatan Full. Kalau tidak... Tamat lah riwayat sang Sekiryuutei yang kini sedang duduk terlentang dengan raut shock. Karena beberapa detik yang lalu dirinya melihat Pintu Kematian. Kalau di lihat dari dekat terjadi ke anehan dari iris Mata Issei yang berwarna Merah vertikal, namun detik berikutnya kembali semula. Terlihat juga luka sayatan samping kiri keningnya sepanjang Lima senti yang melintang kebelakang. Berbeda dengan Menma. Sang Kyuubi no Yoko ini tertusuk di bagian dada nya hingga tembus oleh sebuah seperti jarum berwarna Putih. Tidak hanya satu, ujung lancip berbentuk jarum itu bercabang tiga.

"Ugh!" ringis Menma saat melepaskan diri dari tusukan tiga mata lancip yang menusuknya itu. Tidak segan-segan cara melepaskan nya dirinya dengan cara meloncat ke belakang. Darah segar sedikit merembas keluar dari sela mulutnya..

Tentu saja hal itu membuat Semua Mahluk yang melihat kaget dan merasa lega. Azazel melunakan raut wajah yang tadi sempat mengeras, lalu menatap Malaikat berambut Pirang pucat tak jauh darinya tapi tidak lama menatap kembali ke arah tiga ujung lancip yang menusuk sosok Pria berarmor tadi yang perlahan berubah menjadi bola seukuran bola golf, dan perlahan melayang ke belakang melewati tubuh Sekiryuutei dan berhenti di belakang sosok bermantel Cahaya yang ia kenal adalah Cao Cao, Malaikat reinkarnasi beberapa bulan lalu. Sekaligus pemilik Sacred Gear True Longinus dimana Sacred Gear terkuat dari Sacred Gear lainnya.

"Rupanya seperti itu penampilan Sub-sepicies Blance Breaker dari True Longinus." guman Serafall menatap Intens ke arah Cao Cao.

"Ya! Dan sepertinya berhasil..." timpal Azazel lalu menatap tajam Pria berarmor yang kini tertunduk memegangi bagian dadanya ' sepertinya aura Merah itu tidak bisa memblok serangan dari bola cahaya itu.' batin Ketiga Petinggi Fraksi yang entah kebetulan membatin kalimat yang sama. Seraya masih menatap Menma yang terlihat kesakitan.

Tiba-tiba niat menghabisi pria berarmor itu terlintas di pikiran Gubernur Da-Tenshi. Dan seketika tombak Cahaya ia ciptakan di telapak tangan kanan. Tentu hal itu membuat Dua Mauo dan Malaikat mempunyai pangkat tertinggi kaget.

"Tunggu Aza-"

Terlambat, perkataan dari Machael tidak sempat terselesaikan karena si Gubernur Da-Tenshi yang dulu Sahabat baiknya saat belum Jatuh itu menghilang meninggalkan kilatan putih. Lalu dengan cepat Pria bersurai Pirang pucat itu menengok ke arah Pria berarmor tadi.

Deg!

Namun apa yang dirinya lihat adalah sosok Pria berarmor yang tadi tertunduk kini sudah berdiri dengan tangan kanan nya yang berlapis aura berbentuk bilang tombak lancip menembus tempat jantung nya. Bahkan dia sempat melihat sesuatu berukuran kecil kalau terlihat dari jauh yang kini digenggam erat oleh Pria berarmor tersebut.

"Khuhahahahahaha... kalian pikir benda seperti itu dapat membunuh seorang Dewa!" Menma menyeringai, "...huh...menggelikan. Butuh ribuan tahun Mahluk rendahan seperti kalian membunuh seorang Dewa.." lanjutnya lalu dengan kasar menarik tangan kanan yang masih di selimuti Chakra merah yang berlumuran darah. Terlihat walau lambat namun bagi Mahluk supernatural luka fatal Menma perlahan berigernasi.

BRUK!

Tubuh tanpa jantung Gubernur Da-Tenshi itu jatuh ke bawah dengan keras.

"Ochk!" Batuk Azazel yang memuntahkan darah segar. Lalu dengan sisi tenaga yang tadi tiba-tiba menghilang entah kemana, Azazel mendongak menatap sosok Menma yang sedang mencengkram jantungnya dengan tangan kanan.

"K-k-kk-kau ... D-dew-a!?" Azazel berusaha tidak terbata. "Khukhukhu... Sudah aku bilang tadi... " balas Menma dengan seringaian nya, "huh! Menyedihkan. Sudah aku bilang kalian jangan ikut campur urusan ku dengan Naga brengsek itu!" lanjutnya lalu tanpa perasaan menghancurkan Jantung Gubernur Da-Tenshi itu dengan mencengkram kuat. Yang membuat beberapa darah terciprat ke mukanya.

DUGK!

Seolah tidak punya belas kasih Menma menendang Tubuh sekarat Azazel.

"Azazel!" ujar Sirzechs setelah berhasil menangkap tubuh Gubernur Da-Tenshi itu.

"Walau seperti itu... aku sedikit puas atas permainan tadi... Khukhukhukhu...lain waktu aku akan datang dan saat itu kalian berdua akan ku bunuh, Albion! Ddraig!" ujar Menma sebelum meloncat pergi dari tempat yang seharunya bangunan Akademi Kuoh.

"Sepertinya pengendalian mu semakin bagus Katara!" ujar Pria bermantel tebal melihat bagaimana bongkahan Es kutub Utara berbentuk bundar itu mencair memperlihatkan sesuatu yang berada di dalam bongkahan Es tersebut. Yaitu seorang pemuda botak dengan tato Hitam membentuk anak panah di keningnya lalu memanjang ke belakang kepala nya. Dengan pakaian khas pendeta budha kuno.

"Nii-san, apa ini Avatar yang di ceritakan oleh Kaa-chan dan juga yang di tulis dalam takdir itu tidak lain untuk membantu umat Manusia menghadapi Perang yang sebentar lagi akan meletus?" tanya gadis bernama Katara sama memakai mantel tebal seperti Pria yang di panggil Nii-chan.

"Benar."

Tap! Tap! Tap! Tap!

Suara tapak kaki terdengar melangkah dengan tenang dari dalam sebuah gua bertua yang di depannya terdapat empat pilar tanpa atap yang di tumbuhi tanaman merambat. Suara langkah tapak kaki itu berhenti. Di barengi keluar dari dalam gua bertua tersebut sosok Legend Dragon Slayer beberapa menit lalu lepas dari segel yang menyegel seluruh jiwanya.

"Khe!" Legend Dragon Slayer itu mendengus entah karena apa. Tapi tidak lama tubuhnya terbakar di ikuti tubuh bagian awal tadi terbakar menghilang ...sampai menghilang. Meninggalkan tempat itu yang di selimuti kegelapan, akibat Langit yang di selimuti awan hitam yang sebenarnya sekarang adalah waktunya siang dimana sang Raja Siang menerangi sebagian Bumi dengan sinarnya.

Di atas sebuah gedung yang dimana tempat pendaratan Helikopter. Terdapat beberapa sosok tidak jelas karena penerangan cahaya yang kurang. Terlihat dari dekat ternyata beberapa sosok tersebut adalah beberapa Dewa Olympus yang masih bertahan dari Perang Dewa Ribuan Tahun silam, yang beberapa menit lalu mereka keluar dari Segel yang menyegel seluruh Jiwa mereka.

Zeus, Pemimpin Dewa Olympus itu menatap jauh barat, dimana letupan-letupan Energi Prajurit nya dan Prajurit Youkai. Tiba-tiba disamping kanan nya muncul air dari ketidak adaan. Air tersebut perlahan menjulang ke atas dan perlahan membentuk sosok Pria sedikit berjanggut yang memakai armor perang Biru gelap dan Tombak hitam bermata Tiga di genggamnya.

Menghiraukan ke datanganan Dewa Laut Olympus. Pemimpin Dewa itu mengangkat tangan kanan nya ke atas, dalam sekejap dan sekali sambaran petir dari telapak tangan kanan nya sudah menggenggam sebuah Tombak petir putih.

"Kekuatan ku sudah pulih, sekarang..." Zeus menggantung ucapannya, lalu dari ujung Tombak petirnya menyambarkan Petir ke arah Langit yang diselimuti Awan Hitam tebal, "...saatnya aku habisi kalian Dewa brengsek!" lanjutnya dengan suara berat diiringi sambaran-sambaran Petir dari Awan Hitam tebal. Dan saat itu suara auman keras terdengan dua kali.

Dimana awal untuk menuju Perdamaian dengan mempertemukan Petinggi Tiga Fraksi yang bertujuan tidak lain untuk menjalani perjanjian Perdamaian sekaligus perjanjian saling berkerjasama itu kacau...

Dimulai dari dua sosok asing dengan kekuatan Dewa atau mungkin 'Dewa', bertarung satu sama lain. Entah apa yang membuat mereka bertarung. Yang pasti Enam Kota sekitar Kuoh menjadi rata dengan tanah dengan kawah berdiameter besar berada di tengah-tengah Enam Kota ini. Apa lagi situasi sekarang, entah dari mana awan Hitam tembal menyelimuti permukaan Atsmofir yang sesekali mengeluarkan kilatan petir diiringi suara-suara menggelegar, membuat secara alami menciptakan kesan mencekam di Enam Kota yang kini rata dengan tanah.

Hening, shock yang saat ini rasakan, setelah Pria berarmor tadi pergi. Apa lagi para Da-Tenshi, mereka shock atas Pemimpin mereka tewas oleh Pria berarmor tadi, kecuali Legion. Awalnya mereka tidak tahu ke adaan Pemimpin mereka. Karena kejadian nya begitu cepat dan instan, itupun mereka baru menyadari saat Pria Mauo menyandang gelar Lucifer itu tiba-tiba sudah menangkap tubuh Pemimpin mereka yang perlahan melebur menjadi abu yang bersinar.

Semua petinggi hanya bisa menundukan kepala nya dan yang lainnya pun sama. Terlihat dari jauh sebuah sulet semakin mendekat dengan kecepatan rata-rata.

TRAP!

"Maaf atas kelancangan hamba, Mauo-sama! Tapi ada yang aneh. Semua sebagian Manusia kecuali Manusia yang menetap tinggal di Enam Kota ini menghilang. Dan juga bagian barat terjadi pertempuan atau mungkin... " iblis yang tadi baru tiba itu menggantung perkataannya ragu dan ada terselip nada ketakutan dari suaranya.

Sirzechs hanya diam dengan raut mengeras menunggu apa yang akan di katakan Iblis yang dia suruh mencari situasi kenapa ke adaan sekitar berubah total karena Awan Hitam tebal. Semua nya juga diam, menunggu Iblis itu melanjutkan perkataan. Kecuali Legion Legend Da-Tenshi itu menatap tanpa emosi ke arah barat dimana dirinya merasakan lonjakan-lonjakan Energi kuat.

"Perang!"

Deg!

Seketika seluruh tubuh Petinggi Fraksi mengeras. Hal itu pun juga berlaku bagi Tenshi, Da-Tenshi dan Iblis. Situasi disitu semakin menegang setelah Iblis yang baru tiba itu melanjutkan Perkataannya.

Deg!

Suasana semakin menegang saat mereka semua merasakan Energi Naga yang tiba-tiba muncul membanjiri area sekitar. Tentu saja mereka semua langsung memposisikan siap bertempur. Namun sebuah suara berat dari Langit menarik perhatian Para Tenshi, Da-Tenshi dan Iblis dan sekaligus membuat mereka semua kaget. Bagaimana tidak kaget. Dalam ketidak adaan tercipta retakan Dimensi berukurang sangat besar. Dan detik berikutnya Tiga Naga berukuran besar dalam bentuk tidak sempurna dengan sayap mereka bolong disana-sini keluar dari Retakan Dimensi itu.

"Akhirnya aku menemukan kalian berdua, Ddraig! Albion!"

"Rupanya kalian sudah lepas dari segel itu. Tapi kenapa kalian hanya bertiga?" sebuah suara diiringi bola kristal berkedip-kedip dari Gauntlet Merah yang membungkus tangan kiri Issei merespon. Terdengar juga seruan histeris dari Para Tenshi, Da-Tenshi dan Iblis, akibat kedatangan Tiga Naga berukuran besar itu.

"Entahlah aku tidak merasakan Energi si Tiamat. Tapi sepertinya kalian bertiga di segel dalam hal berbeda... " Salah satu dari Tiga Naga tidak utuh itu berkata menatap dua Bocah bersurai Coklat dan Bocah yang kini sedang di obati oleh Perempuan bersurai Pirang. Lalu mengalihkan pandangan ke arah sosok Legend Da-Tenshi yang membalas tatapannya dengan kosong tanpa emosi.

"Tapi... Lupakan hal itu. Ini tentang takdir 'itu'. Setelah Igneel tewas pada Perang waktu itu, kami sepakat. Kalian berdua lah yang memimpin kami sekarang untuk menjegah dampak takdir 'itu'."

"Tapi...aku ragu. Dengan kaum kita yang tersisa, kita tidak bisa mencegah dampak takdir itu. Walau ada Ophis dan Great Red aku masih ragu. Tapi kalau semua ras Zaman sekarang beraliansi saling berkerja sama mungkin dapat di cegah..." Ucap Ddraig.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Itulah menit-menit sebelum semua Mahluk ciptaan kami-sama... Berperang, dengan membawa Perdamaian. Balasdendam.

~_To_ Be_ Continued_~


A/N : yoo... Hehehhehehe maaf sekali lagi baru muncul. Chapter ini hanya untuk melengkapi Chapter 10 lalu sekaligus menceritakan menit-menit sebelum pertempuran terjadi. Etts... Info Chapter depan Sang Legend Iblis akan muncul bersama Prajuritnya. Siapa prajuritnya? Ayo tebak...hehehehe... Dan Maaf kalau ada yang tidak mengerti tentang Sacred Gear Azazel yang koid ini. Itu cara kerja nya seperti Hiraishin Minato. Bentuknya Chapter depan akan terjawab. Dan Chapter ini juga memperlihat kan beberapa Dewa Youkai ada yang tidak setuju tentang pemikiran Naruto. Dan Chapter depan author akan author menonjolkan 'Manusia' sebenarnya... Dan mungkin beberapa Chapter depan ini Peran Naruto akan sedikit berkurang. Jadi maaf, itupun untuk dapat menjelaskan isi Fic ini...

Ares? Oh Ares pecinta Perang ini pasti akan muncul kok..

Oke itu saja dari Author geje ini...

Semoga menghibur..

Sekali lagi maaf kalau Chapter 11 ini banyak Typo. Karena author hanya sempat mengecek setengah nya dari keseluruhan Chapter ini..

Info : setelah Fic ini UP! Fic RTF akan up...tapi entah Minggu depan atau minggu depannya lagi... Yang pasti saya yang tahu dan Tuhan.

Saran dan kritiknya di Kolom Review!

©Yami no Yusuf Out~