Keesokan harinya, Hongbin sedang memberi makan kuda kesayangannya. Sesekali ia tertawa akibat endusan kuda itu di wajahnya.
Leo menghampirinya dengan sekeranjang apel di tangannya.
"Beauty"
Hongbin mematung, ia langsung menatap Leo dengan mata besarnya.
"Uh..."
Leo memberikan keranjang itu padanya.
"Kau suka berkuda?"
Hongbin mengangguk dengan malu. Ia memberi kuda itu apel.
Leo menepuk pelan tubuh kuda itu.
"Apa dia punya nama?"
"Umm yeah... Moozie"
Leo tersenyum tipis
"Nama yang bagus"
Hongbin terkikik pelan.
Leo melihatnya dengan alis yang terangkat.
"Ada apa?" Tanya Leo.
Hongbin menggeleng dan menahan tawanya.
"Kau bisa berkuda?" Tanya Hongbin sambil menantangnya.
Leo tertawa mengejek dan ia berkacak pinggang.
"Menurutmu aku datang kemari dengan kereta kencana?"
Hongbin tertawa, menampakkan dimplesnya.
Leo menatapnya takjub
'Beautiful'
"Kalau gitu, ayo berkuda!"
Hongbin segera melompat ke Moozie dan ia menatap Leo dengan menantang.
Leo menarik salah satu kuda lain yang sedang makan. Ia lalu naik dan pergi meninggalkan Hongbin.
Leo tertawa sambil berteriak.
"Kejar aku kalau kau bisa!"
Hongbin tersenyum lebar lalu ia menenendang pelan kudanya da pergi.
Mereka kejar-kejar. Hongbin tertawa kuat dan rambutnya menari indah di belakang. Leo tersenyum lebar dan ia memelankan kudanya. Hongbin tertawa kuat sambil berteriak melewatinya.
"Yeeeaaahh aku menaaaaang!"
Hongbin menghentikan kudanya dan ia melompat turun.
Leo mengejeknya dan ikut turun. Ia menghampiri Hongbin.
"Terus? Kau ingin hadiah apa?"
Hongbin terkikik.
Leo menatapnya curiga.
"Gendong aku pulang ke kamarku!"
Leo menyeringai padanya.
"Fine" dia mulai menggendong Hongbin bridal style.
"Y-Yah! Aku mau gendong belakang!" Teriaknya sambil memukuli dada Leo.
Leo menurunkannya lagi dan berjongkok di depannya.
"Naiklah"
Hongbin naik ke punggungnya sambil terkikik.
Leo tersenyum saat rambut panjang Hongbin terurai di bahu kirinya.
"Siapa partner dansamu nanti?" Tanya Leo ingin tahu.
"Uh.. seseorang!" Jawabnya ketus.
Hongbin mendengar Leo mendengus marah.
"Why?" Tanya Hongbin.
"Dance with me!"
"What? But... Ken?"
"Ini pesta topeng kan?"
Hongbin terdiam.
Sampai di depan kamar Hongbin, Leo ikut masuk ke kamarnya.
Hongbin berbalik dan menatapnya marah.
"Kenapa kau ikut ma-"
Leo menciumnya dan mendorong tubuh Hongbin ke tempat tidurnya.
Hongbin merintih pelan. Leo menindih tubuh Hongbin dan membernya yang keras menindih perut Hongbin.
Hongbin melingkarkan kedua kakinya ke pinggul Leo.
Keduanya merintih nikmat. Leo menggesekkan tubuhnya ke Hongbin.
"Beauty?" N mengetuk pintu dan membuka pintu Hongbin.
Hongbin segera mendorong tubuh Leo kuat.
N melongo kaget melihat Leo yang terduduk di lantai. No! N shock karena Leo di kamar Hongbin. Dan mereka cuma berdua di kamar Hongbin. Di kamar Hongbin!
"Prince Leo? Kau sedang apa disini?" Tanya N dingin.
"Uh, tadi aku terjatuh dan Prince Leo mengantarkanku ke kamar" kata Hongbin sambil menunduk.
N menatapnya curiga dan memutar bola matanya melihat Leo.
"Well, aku rasa kau boleh pergi Prince Leo. Aku akan mengurus Hongbin sekarang"
Leo mengangguk dan ia pamit pergi. Ia mengedipkan matanya pada Hongbin saat ia keluar kamar.
Setelah pintu kamar tertutup.
N segera duduk di samping Hongbin dan menatapnya tajam.
"Apa itu tadi? Kenapa dia duduk di lantai dengan wajahnya yang kesal?"
"Itu tadi tidak ada apa-apa kok. Kami hanya berbincang-bincang"
"Beauty!"
"What? We just kissed!"
N menarik nafas dan ia menatap Hongbin dengan kesal.
"Aku telah memperingatkanmu Beauty! Jauhi Prince Leo!"
Hongbin turun dari tempat tidurnya dan berjalan dengan frustasi.
"Tapi kami hanya ciuman! Tidak lebih N!"
"Dia bukan milikmu Hongbin!" Kata N dengan tegas.
"Aku tau N! Aku hanya ..."
"Hanya apa? Bagaimana kalau Ken tau tentang ini?"
Hongbin menggigit bibirnya, ia menjauhi tatapan N.
"Aku... N, aku..."
"Jauhi dia, Hongbin!"
Hongbin mengangguk pelan, hatinya terasa sakit.
N menghampirinya dan memeluknya.
"Jangan lakukan hal bodoh Hongbin... aku hanya ingin yang terbaik untukmu"
Hongbin menahan air matanya.
Malamnya pukul 2.45 am
Hongbin pergi ke ruang musik. Ia mengenakan baju tidur berlengan panjang, potongan dada tinggi hingga leher dengan kancing depan dari dada ke leher.
Ketika ia masuk ke ruangan, ia melihat Leo yang sedang berdiri di atas cover piano.
Hongbin perlahan menghampiri Leo. Leo menyunggingkan senyumnya.
"Kau sedang apa disini Prince Leo?"
Hongbin berhenti di depan Leo.
Leo menyuruhnya untuk mendekatinya.
Hongbin patuh dan kini ia di berdiri di antara paha Leo.
Leo memegang kedua pipi Hongbin dan menengadahkan kepalanya.
"I missed you so much" bisik Leo dan mengecup bibir Hongbin.
Hongbin menatapnya dengan mata besarnya.
"Prince... kita tidak bisa seperti ini! Kalau Ken tau-"
Leo mencium Hongbin.
"Kalau kau berbicara lagi aku akan menciummu lagi!"
Hongbin langsung menutup mulutnya.
Leo tersenyum nakal dan jarinya mengelus pipi Hongbin.
"Good girl"
Leo menatapnya lembut.
"Ken gak akan tau tentang ini. Tidak akan ada yang tau. Hanya kita berdua, Hongbinnie" bisiknya dengan suara parau.
Hongbin menutup matanya perlahan.
Jari Leo mengelus telinganya dan membuat Hongbin merintih.
"Kau sangat cantik Hongbin..."
Hongbin merintih lagi dan Leo menciumnya dengan nafsu.
Tangan Hongbin bersandar di kedua paha Leo.
"Kita bisa selalu bertemu disini, Binnie..."
Leo mencium leher Hongbin dan mengigit kulitnya pelan.
Hongbin merintih lagi dan tangannya menggenggam kuat celana tidur Leo.
Leo menarik rambut Hongbin dan ia menatap mata Hongbin dengan nafsu.
"Kau membuatku gila Hongbin! Aku tergila-gila padamu!"
Jari Leo mulai menelusuri wajah Hongbin.
"Your big brown eyes, your sexy lips and delicious mouth, your neck, your breast"
Leo menatap mata Hongbin sambil meremas pelan dada Hongbin. Hongbin memiringkan tubuhnya ke Leo dan merintih.
Tangan Leo mengelus perut Hongbin dan ke bawah.
"And... I want to taste your juice again... Hongbinnie..."
Leo berbisik ke telinga Hongbin, membuat Hongbin bergidik.
Leo menarik tubuh Hongbin lebih dekat dengannya. Tangan nakal Hongbin mengelus pahanya dan menuju ke pangkal paha Leo.
Hongbin tersenyum nakal padanya.
Perlahan Hongbin mengelus gundukan di celana Leo, lalu menarik celananya dan boxernya.
Member Leo berdiri tegak dan terlihat mengkilat dengan pre-cum Leo.
Hongbin menjilat bibirnya, tangannya memegang member Leo dan mulai bergerak.
Leo lemas dan kepalanya jatuh di kening Hongbin. Nafasnya berat dan ia menyumpah.
"Hongbin-ah! Ssso gooooddd!" Kata Leo sambil gemetaran.
Hongbin mencium mulut Leo dengan lembut.
"Let me taste yours!"
Leo mengerang. Satu tangannya kembali ke bagian wanita Hongbin dan dengan cekatan ia menaikkan baju Hongbin.
Tangan Leo menyelinap masuk ke panty Hongbin.
"A-aaaahhh Princeeee"
Hongbin berpegangan pada bahu Leo sedangkan tangan lainnya sibuk dengan member Leo.
"Hmmm you're wet!" Leo mulai memainkan clit Hongbin.
Hongbin gemetaran dan merintih kuat. Tangan yang memegang member Leo mulai lemas.
"Sshh baby... kau ingin membangunkan semua orang?"
"Nnggghhhh nnoooo mmmhhhhh aaahhhhhhsssss princeeeeeee"
Leo semakin terangsang. Ia mulai memasukkan jarinya yang panjang ke dalam Hongbin dan menggerakkan jarinya cepat.
"GGAAAAAAAAHH"
Leo mencium mulut Hongbin dengan penuh nafsu dan menggigit bibir Hongbin.
Tangan Hongbin kembali bergerak dengan cepat. Nafas mereka memburu di ciuman mereka. Hingga Hongbin berteriak di dalam mulut Leo.
Leo merintih saat ia merasakan cairan hangat mengalir di jarinya. Dan tak lama kemudian, nafas Leo semakin erotis dan mengerang kuat di mulut Hongbin. Ia menggigit kuat bibir Hongbin saat ia ejakulasi.
Keduanya masih berciuman lalu perlahan mereka melepas ciuman mereka. Tangan Hongbin masih menggenggam member Leo. Air mani Leo berantakan di tangan Hongbin dan mengenai baju Leo dan Hongbin.
Leo mengeluarkan jarinya dari Hongbin. Lalu ia menjilati jarinya di hadapan Hongbin sambil terus menatap Hongbin.
"Hmmmm"
Hongbin merasa terangsang, dan ia menunduk ke member Leo dan mulai menjilat air mani Leo.
"Ooohhh Hong-Hongbin-aah... hmmmm sssss gooddd"
Hongbin langsung berdiri tegak dan menatap Leo dengan ekspresi sombong.
Hongbin menjilat bibirnya dengan menggoda.
"Thank you Prince"
Leo menarik Hongbin lagi dn menciumnya kuat.
"Go back to your room! Tidak ingin ketahuan dengan N atau yang lain kan?"
Hongbin mengangguk lalu ia mencium Leo dan pergi.
Leo turun dari piano dengan perasaan puas. Ia menatap baju tidurnya yang sedikit basah dan bau.
'Seriously Leo? What have you done!'
Leo menggeleng dan ia segera pergi kembali ke kamarnya.
Saat ia hendak berbelok ke lorong kamarnya. Ia melihat Ken dengan senyum lebar sedang mencium Ravi dan mereka masuk ke kamar Ravi.
'What?'
Tapi Leo tak peduli lalu ia pergi masuk ke kamarnya.
haiii, makasih ya uda review. Maaaf banget kalau aku lama update. Kadang pikiranku buntu, hehehe... tapi aku usahain deh biar cepat update. But pleaseee, be patient.. okay... gomawooo^^
