THIS IS LOVE( GS)

Cast :

Kim Jongin

Do Kyungsoo

All member of EXO

Other cast is Fiction

Rated : M

Liburan singkat telah usai dan kini pasangan suami istri yang makin romantis ini sudah kembali menjalani aktifitas mereka seperti semula. Jongin telah kembali menjalani rutinitasnya di kantor dan Kyungsoo juga sudah kembali di sibukkan dengan tugas akhirnya.

Hari ini Kyungsoo mampir ke mansion Kim terlebih dulu, sepulang dari kampus. Ibu mertuanya sudah menghubungi beberapa kali, menyuruhnya untuk datang. Semenjak pulang dari Jepang Kyungsoo dan Jongin memang belum sempat datang ke kediaman orang tuanya. Rencananya mereka akan berkunjung saat akhir pekan ini tapi sepertinya Nyonya Kim sudah sangat merindukan menantunya hingga ia menyuruh Kyungsoo untuk datang hari itu.

"Akhirnya kau datang juga sayang, eomma sangat merindukanmu"Sang Ibu mertua memeluk Kyungsoo erat.

"Mianhaeyo eomma, karena baru sempat mengunjungi Eomma"Kyungsoo membalas pelukan sang Ibu mertua.

"Kau terlihat semakin cantik Kyungsoo"Ny. Kim melepaskan pelukannya, kemudian jemari lembutnya mengusap pipi chubby Kyungsoo seraya terus menatap Kyungsoo dengan tatapan sendu dan sedikit berkaca-kaca.

"Eomma, ada apa? kenapa eomma terlihat sedih seperti ini?"Kyungsoo menggenggam jemari Ibu mertuanya.

"Eomma tidak sedih sayang, eomma bahagia. Ah bukan, terlalu bahagia sampai eomma ingin menangis rasanya"Ny. Kim tersenyum sedangkan Kyungsoo hanya diam karena tak mengerti maksud dari perkataan sang Ibu mertua.

"Eomma bahagia karena putra kesayangan Eomma telah kembali. Jongin telah kembali menjadi sosok yang hangat dan ceria seperti dulu lalu hubungan kalian juga semakin membaik. Tak ada yang membuat eomma lebih bahagia selain ini semua, terima kasih sayang semua ini adalah hasil dari kesabaranmu mendampingi Jongin selama ini"Ny. Kim meneruskan perkataanya.

"Eomma"kini Kyungsoo yang merasa terharu dan hampir menangis mendengar perkataan Ny. Kim.

Mereka kembali berpelukan untuk saling mengungkapkan rasa bahagia dan juga haru atas perubahan yang telah terjadi pada Jongin saat ini.

"Kalian ini seperti baru berpisah bertahun-tahun saja"Tuan Kim datang dan membuat keduanya melepaskan pelukan.

"Oh, Anyeonghaseyo Appa maaf baru sempat berkunjung"Kyungsoo menyapa Tuan Kim dengan sopan seraya menundukkan kepalanya tanda hormat.

"Tidak apa-apa, Appa tahu kalian sibuk. Malam ini menginap di sini saja, ada yang ingin appa diskusikan dengan Jongin, jadi nanti hubungi suamimu dan suruh pulang ke sini setelah urusan kantornya selesai"Tuan Kim membalas perkataan Kyungsoo

"Baik, Appa"Kyungsoo menyanggupi dengan sopan.

"Eomma setuju, ah yeobo kau sangat memahamiku" Ny. Kim menimpali dengan nada sedikit manja yang di tunjukkan pada suaminya.

Kyungsoo hanya tersenyum melihat tingkah manja Ibu mertuanya. Tuan Kim yang risih langsung pergi. Kyungsoo langsung menghubungi Jongin melalui pesan chat yang langsung di balas oleh Jongin. Senyum merekah di bibir heartshape Kyungsoo begitu mendapat balasan pesan chat dari Jongin. Kyungsoo terlihat seperti gadis belia yang baru saja jatuh cinta, senyum – senyum sendiri sambil terus memainkan ponselnya. Hingga Ny. Kim datang dan menggodanya, Kyungsoo terlihat malu-malu dengan rona merah menghiasi pipinya.

Setelah puas berbincang dengan sang eomma Kyungsoo beralih untuk menemui dan bermain dengan Jonghee. Hingga sore hari mereka terus bermain, Jonghee terlihat sangat senang bisa bertemu dan bermain bersama Kyungsoo. Apalagi Kyungsoo juga membawakan banyak oleh-oleh untuk Jonghee yang ia beli dari Jepang.

.

Seperti biasanya Jongin akan sampai rumah sebelum jam makan malam tiba, setelah menyapa kedua orang tuanya Jongin langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian sebelum berkumpul untuk makan malam.

"Ah, akhirnya suamiku pulang juga"Kyungsoo menyambut Jongin yang baru masuk ke kamarnya dan memberikan pelukan hangat dan Jongin membalas pelukan Kyungsoo dengan erat menghirup aroma wangi yang menenangkan dari tubuh Kyungsoo.

"Aku sangat merindukanmu"Jongin bergumam yang membuat senyum cantik terukir di bibir Kyungsoo.

"Bagaimana harimu? Apa semua berjalan dengan lancar?"Kyungsoo memandang sendu wajah lelah Jongin setelah melepaskan pelukannya.

"Tentu, aku bekerja keras hari ini sampai-sampai aku kehilangan banyak energy. Badanku lemas karena lelah"Jongin menampakkan wajah sendunya.

Sebuah kecupan singkat menyapa bibir Jongin.

"Aku akan mengembalikan energimu"Kyungsoo berkata sebelum kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir Jongin.

Kyungsoo mulai melumat bibir Jongin dengan lembut, lengannya sudah mengalung indah di leher Jongin. Senyuman kecil terlihat dari bibir Jongin di sela ciuman itu, ia senang mendapati aksi agresif sang istri yang kini sudah mulai memahami kode yang ia berikan.

Jongin tampak mengangkat tubuh mungil Kyungsoo, karena sedari tadi Kyungsoo berjinjit untuk menggapai bibirnya. Kyungsoo juga langsung menyilangkan kakinya di pinggang Jongin begitu Jongin mengangkat tubuhnya. Sesekali tautan bibir mereka terlepas saat keduanya membutuhkan oksigen untuk bernapas sebelum penyatuan bibir itu mereka mulai kembali. Tak ada yang mau mengakhiri ciuman panas itu, keduanya seolah sangat merindukan satu sama lain hingga tak rela untuk terpisah walau sebentar saja.

Tanpa mereka sadari pintu kamar mereka masih terbuka karena saat masuk kamar tadi Jongin lupa menutupnya. Hingga kegiatan panas mereka sempat di saksikan oleh Ny. Kim yang tadinya hendak memanggil mereka untuk makan malam. Tapi setelah melihat anak dan menantunya tengah bermesraan ia memilih untuk meninggalkannya diam-diam dengan senyum terukir di bibirnya.

Setelah mengisi enargi dengan ciuman panas bersama sang istri akhirnya Jongin bergegas untuk mandi, ia sempat mengajak Kyungsoo untuk menemaninya tapi Kyungsoo menolak karena ia sudah mandi lagi pula waktu makan malam hampir tiba. Mereka bisa melewatkan makan malam kalau Kyungsoo menyanggupi ajakan Jongin untuk mandi bersama. Jika mereka tengah di rumah sendiri itu tidak akan jadi masalah tapi mereka sedang di rumah orang tua jadi harus tetap menjaga sikap.

Kyungsoo turun terlebih dahulu setelah menyiapkan baju ganti untuk Jongin. Ia menuju dapur untuk membantu sang eomma menyiapkan makan malam, walaupun ada banyak pelayan tapi Ny. Kim selalu menyiapkan makan malam ataupun sarapan sendiri saat ia sedang tak sibuk. Dan itu yang kini di mulai di contoh oleh Kyungsoo.

Makanan sudah siap, Jongin dan ayahnya sudah datang ke ruang makan untuk segera menikmati makan malam. Jonghee juga ikut bergabung dengan mereka, saat bersama Kyungsoo Jonghee bisa bersikap tenang bahkan ia mau menuruti apapun yang di contohkan oleh Kyungsoo. Hal itu tentu saja membuat Tuan dan Ny. Kim senang. Mereka menikmati makan makan malam dalam suasana hangat dan akrab.

.

Seusai makan mereka menikmati potongan buah sambil mengobrol di ruang tengah, kecuali Jonghee yang sudah tidur setelah selesai makan malam tadi. Jongin duduk berdampingan dengan Kyungsoo di sofa panjang sedangkan orang tuanya duduk di kanan dan kiri mereka di sofa terpisah. Dengan manja Jongin meminta Kyungsoo untuk menyuapi potongan buah ke mulutnya, mau tak mau Kyungsoo melakukannya walaupun sebenarnya ia malu bermesra-mesraan di depan Ayah dan Ibu mertuanya.

"Mulai sekarang kau harus mengurangi kesibukanmu Jongin. Pulanglah tepat waktu dan ajaklah istrimu jalan-jalan saat akhir pekan"sang Eomma membuka pembicaraan.

"Kenapa kau mencemaskannya, selama ini kalau ku lihat Jongin sudah bisa membagi waktu dengan baik"sang Appa menimpali perkataan istrinya.

"Aku selalu pulang tepat waktu eomma, aku lebih memilih menyelesaikannya sisa pekerjaanku di rumah dari pada lembur di kantor jadi eomma tidak perlu khawatir"Jongin membalas.

"Benar eomma. Seperti kata Appa, Jongin memang bisa mengatur waktunya dengan baik. Di sela kesibukannya Jongin selalu menyisihkan waktunya untukku"Kyungsoo menambahkan.

"Syukurlah kalau begitu, karena Eomma berharap akan segera mendapat tambahan cucu dari kalian"

Ucapan Ny. Kim sukses membuat Kyungsoo hampir tersedak air yang tengah di minumnya, hingga membuat Jongin khawatir dan terus menanyakan keadaanya sambil menggusap punggung Kyungsoo pelan. Tapi sesaat kemudian mereka kembali tersenyum bersama saat Kyungsoo sudah pulih pasca tersedaknya.

Kyungsoo hanya kaget mendengar perkataan ibu mertuanya tentang cucu karena terus terang saja Kyungsoo belum terpikir tentang hal itu. Hubungannya dengan Jongin baru di mulai beberapa hari yang lalu, dan masih terlalu dini untuk membahas tentang anak.

Hari sudah mulai larut dan Kyungsoo sudah bersiap untuk tidur. Tapi ia merasa susah untuk memejamkan matanya karena Jongin tak ada di sampingnya. Jongin masih berbincang dengan sang ayah di ruang kerjanya, mungkin tengah membicarakan masalah pekerjaan. Dan saat Jongin sampai di kamar, Kyungsoo sudah terlelap dengan memeluk bantal yang biasanya di gunakan oleh Jongin.

Jongin menatap wajah cantik Kyungsoo yang kini tengah terlelap dalam pelukannya. Mengusap pelan rambutnya dan mendaratkan ciuman lembut di puncak kepalanya.

"Aku mencintaimu Kyungsoo"Jongin berucap lirih sebelum mendaratkan kecupan singkat di bibir Kyungsoo untuk kemudian membawa tubuh mungil Kyungsoo ke dalam pelukan hangatnya.


xxxXxxx


Tanpa terasa sebulan sudah berlalu sejak Kyungsoo dan Jongin memutuskan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Dan selama itu kebahagiaan selalu mewarnai hari-hari mereka. Hampir tak pernah ada pertengkaran yang terjadi dalam hubungan mereka. Jongin kini menjelma menjadi pria yang sangat romantis yang sering memberikan kejutan-kejutan indah untuk Kyungsoo. Hal itu tentu saja membuat Kyungsoo sangat bahagia dan sebisa mungkin ia berusaha untuk menjadi istri yang sempurna untuk Jongin.

Tapi sepertinya badai kecil kini tengah menghampiri rumah tangga Kyungsoo dan Jongin. Sudah hampir seminggu ini Kyungsoo tampak berbeda dari biasanya. Ia lebih banyak diam dengan wajah murung dan tak secerah biasanya. Saat Jongin bertanya, Kyungsoo selalu menjawab kalau ia hanya lelah dan stress karena sebentar lagi ia akan menjalani sidang untuk tugas akhirnya.

Kyungsoo berbohong dan Jongin tahu itu karena menurut laporan dari supir pribadinya, seminggu yang lalu Kyungsoo bertemu dengan kakak dan Ibu tirinya di sebuah café. Dan semenjak itu sikap Kyungsoo jadi berubah, hal itu membuat Jongin sangat penasaran. Jongin masih berusaha untuk bersabar dan menunggu Kyungsoo untuk mengatakanya tapi nyatanya sudah seminggu berlalu tapi Kyungsoo tetap bungkam. Hingga akhirnya kini Jongin mengajak Kyungsoo untuk berbincang serius. Malam ini mereka duduk berdampingan di sofa yang ada di ruang kerja Jongin.

"Katakan semuanya padaku Kyungsoo?, apa yang mereka katakan padamu sampai membuatmu jadi berubah seperti ini?"Jongin memulai pembicaraan.

"Apa maksudmu Jongin?, aku tidak mengerti"Kyungsoo menjawab dengan sedikit gugup.

"Jangan bohong lagi Kyungsoo, aku tahu kalau kau bertemu dengan Ibu dan kakak tirimu seminggu yang lalu dan sejak itu sikapmu berubah. Apa yang mereka lakukan padamu? Apa mereka menyakitimu lagi?"Jongin berusaha untuk berkata dengan lembut agar Kyungsoo mau mengatakan apa yang tengah di simpannya selama ini.

Kyungsoo tetap diam setelah menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Jongin. Helaan nafas berat terdengar dari bibir Jongin, ia berusaha untuk meredam emosi yang kini sudah mulai menguasai dirinya mengahadapi sikap Kyungsoo yang terus bungkam seperti ini.

"Kyungsoo-ya, apa kau lupa kalau saat ini kita sudah sepakat untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya? dan menurutku dalam hubungan ini antara suami istri tidak selayaknya menyembunyikan masalah mereka satu sama lain"

Jongin berkata dengan nada sendu mencoba memberi pengertian pada sang istri dan usaha Jongin berhasil membuat Kyungsoo tersadar, seketika ia mengarahkan tatapannya ke wajah Jongin dengan raut wajah penuh menyesalan.

"Maafkan aku Jongin, aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku bingung , takut dan entahlah"Kyungsoo berkata lirih seraya kembali menundukkan kepalanya menyembunyikan sepasang mata bulatnya yang kini mulai berkaca-kaca.

"Kau bisa berbagi denganku sayang, ceritakan semuanya padaku dan kita akan mencari solusinya bersama-sama"Jongin meraih jemari lembut Kyungsoo untuk di genggamnya erat dan Kyungsoo kembali menatap Jongin untuk mayakinkan dirinya.

"Mereka memaksa untuk tinggal bersama kita Jongin"akhirnya Kyungsoo berucap setelah terdiam beberapa saat.

"Lalu? apa kau menyetujuinya?"Jongin bertanya seraya menghapus jejak air mata yang kini mulai membasahi pipi chubby kyungsoo.

"Mereka masih memberiku kesempatan untuk memikirkannya, tapi sampai sekarang aku masing bingung dan juga takut salah mengambil keputusan. Di satu sisi aku tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka, aku tidak mau mereka kembali merusak kehidupan bahagiaku bersamamu seperti dulu mereka menghancurkan kehidupan bahagiaku dengan ayah dan ibuku tapi di sisi lain aku tidak ingin mereka melakukan sesuatu yang buruk padamu dan juga pada keluargamu. Appa, eomma dan juga Jonghee aku sangat menyayangi mereka, aku tidak ingin menyakiti mereka"butiran bening mulai jatuh membasahi pipi Kyungsoo.

Jongin mendekat dan langsung membawa tubuh mungil Kyungsoo ke dalam pelukannya. Isak tangis mulai terdengar membuat dada Jongin sesak di penuhi oleh amarah pada orang yang telah membuat orang yang di cintainya menangis seperti ini.

"Jangan menangis sayang, aku akan bicara pada mereka. Aku tahu apa yang mereka inginkan sebenarnya"Jongin berucap setelah Kyungsoo tenang dan berhenti menangis.

"Tapi mereka mempunyai salinan surat perjanjian pernikahan kita Jongin, mereka bilang akan membawa surat itu pada media jika aku sampai menceriatakan semua ini padamu. Aku tidak mau Jongin, kalau media tahu tentang semua ini maka kejadian beberapa waktu yang lalu akan terulang lagi bahkan mungkin kali ini akan lebih parah dari yang sebelumnya. Mereka akan menuduhmu dan juga keluargamu membohongi public selama ini dan hal itu pasti akan berdampak buruk pada perusahaan. Biarkan aku saja yang mengahadapi mereka, entah bagaimana caranya tapi aku tidak ingin melibatkanku"Kyungsoo memegang erat jemari Jongin dengan tatapan penuh harap.

"Kau adalah istriku Kyungsoo, kau adalah tanggung jawabku jika kau tidak melibatkanku lalu apa gunanya aku di sisimu?"nada tegas terdengar dari ucapan Jongin yang membuat Kyungsoo hanya mampu terdiam.

"Aku tidak akan mengijinkanmu untuk bertemu dengan mereka lagi walau kau memaksa atau menangis sekalipun. Hari ini mereka sudah membuatmu menangis dengan ancaman dan juga kata-kata yang melukai hatimu bukan tidak mungkin mereka akan melukai fisikmu nantinya. Cukup sekali mereka aku biarkan, atas kelancangan mereka menyentuh istri Kim Jongin dengan kekerasan" kini nada marah yang di lontarkan Jongin, yang membuat Kyungsoo sedikit terperangah karena kaget, baru kali ini ia melihat suaminya semarah itu.

"Aku melihat saat kakak tirimu menarik rambutmu di restoran beberapa bulan yang lalu, rasanya saat itu juga aku ingin melaporkannya ke polisi agar ia di penjarakan"

"Jongin…"Kyungsoo menatap Jongin tak percaya atas apa yang di dengarnya, dalam hati kini ia tahu kenapa setelah kejadian itu Jongin menyediakan sopir dan mobil khusus untuknya.

Memikirkan hal itu Kyungsoo tiba-tiba merasa bahagia ternyata sejak awal Jongin sudah mulai peduli padanya tanpa ia ketahui.

"Sekarang percayakan semuanya padaku, aku akan menyelesaikan semuanya. Kau hanya perlu focus saja pada ujianmu nanti, agar kau bisa segera lulus"Jongin kembali berkata lembut yang di sambut anggukan yang sertai senyum kecil yang mulai nampak di bibir Kyungsoo.

"Sudah malam, ayo kita tidur"Jongin menarik Kyungsoo untuk bangun dan mengajaknya untuk ke kamar mereka.

.

Kini Kyungsoo sudah berada di atas Kasur tengah menunggu Jongin yang masih di kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Tapi Kyungsoo terlihat tengah melamun bahkan sampai tidak sadar saat kini Jongin sudah berada di sampingnya.

"Kenapa melamun lagi sayang? Apalagi yang kau pikirkan heumm?"pertanyaan Jongin seketika membuyarkan lamunan Kyungsoo.

"Ah aku tidak melamun, aku hanya sedang berpikir. Ibu tiriku bilang, ia ingin tinggal bersama kita karena rumah peninggalan ayahku sudah di jual dan uang penjualannya di gunakan untuk melunasi sisa hutang ayah padahal setahuku semua hutang ayahku sudah lunas saat aku setuju untuk menikah denganmu karena dalam perjanjian, keluargamu lah yang akan melunasi hutang-hutang ayahku"Kyungsoo berkata serius seraya menatap Jongin.

"Mungkin itu hanya alasan mereka saja, alasan yang sebenarnya pasti karena mereka butuh uang untuk bertahan hidup dengan gaya mewah seperti yang mereka lakukan selama ini"Jongin membalas dengan santai.

"Padahal rumah itu sangat berarti untukku, walaupun ada kenangan buruk di sana tapi semua kenangan indah bersama Ibuku juga ada di sana"raut sedih kembali terlihat di wajah manis Kyungsoo.

"Jangan sedih sayang, aku sudah punya rencana untuk membeli rumah itu atas namamu. Bukan kita yang akan menempatinya tapi aku ingin rumah itu di jadikan rumah singgah untuk tunawisma yang tidak mampu membayar sewa rumah atau para mahasiswa pendatang yang butuh tempat tinggal sementara. Bagaimana apa kau setuju?"

"Tentu saja aku setuju karena aku bisa mengunjungi rumah itu kapan saja. Gomawo Jongin"Kyungsoo memeluk Jongin yang juga membalas pelukannya.

"Sekalipun ini salah tapi aku merasa bersyukur karena ayahku berhutang pada keluargamu"

"Kenapa?"

"Karena hutang itu aku bertemu bahkan bisa menjadi istrimu. Seorang Kim Jongin chaebol dari keluarga Kim, yang dalam bayanganku saja tidak pernah terlintas. Ini memang terdengar memalukan tapi aku bahagia"Kyungsoo berkata setelah melepaskan pelukannya untuk kemudian menangkup wajah Jongin.

"Itu tidak benar sayang, kita memang menikah karena di jodohkan tapi alasan hutang sama sekali tidak ada di dalamnya"

"Apa maksudmu Jongin? Aku membaca dengan jelas apa yang tertera di berkas perjanjian itu bahwa aku harus menikah denganmu untuk membayar semua hutang ayah pada keluargamu"

Jongin beranjak dari posisinya, kemudian ia mengambil sesuatu yang ada di laci nakas. Lalu ia tersenyum.

"Ini adalah surat yang di titipkan oleh ayahmu pada ayahku"Jongin berkata seraya memberikan amplop putih kepada Kyungsoo.

Kyungsoo yang masih tidak mengerti hanya mengikuti instruksi Jongin, menerima dan kemudian membuka amplop putih dan membuka selembar surat yang terdapat di dalamnya.

'Putriku yang cantik Do Kyungsoo, saat kau membaca surat ini ayah pastikan kau sudah menemukan kebahagiaanmu. Kebahagiaan yang tidak pernah ayah berikan padamu selama ini. maafkan ayah nak, karena selama ini ayah sudah membuat hidupmu menderita. Dan kali ini ayah akan menebusnya dengan memastikan masa depanmu pada orang yang tepat. Kim Jongin adalah putra dari sahabat ayah, Kim Jongshik. Ia sangat baik dan sering membantu ayah selama ini, meskipun kami bukan dari kalangan yang sama. Ayah yakin Jongin tak akan jauh berbeda dengan ayahnya. Sekalipun ayah belum pernah bertemu dengannya tapi ayah merasa yakin kalau dia adalah seseorang yang tepat untukmu. Semoga kedepannya kau akan selalu bahagia Kyungsoo, agar ayah tidak terbebani oleh rasa bersalah yang harus ayah tanggung karena tidak bisa mewujudkan pesan terakhir ibumu, untuk membuatmu bahagia. Selamat tinggal Kyungsoo, Ayah selalu mencintaimu'

"Ayah hiks..hiks..hiks"Kyungsoo tak mampu lagi menahan tangisnya setelah membaca surat dari ayahnya, ia tak menyangka kalau ayahnya sangat menyayanginya di balik sikap dinginnya selama ini.

"Ayahmu bersikap dingin untuk melindungimu sayang, ia tidak ingin Ibu dan saudara tirimu menyiksamu lebih banyak lagi saat tahu bahwa ayahmu sangat menyayangimu. Dan tentang surat perjanjian pernikahan karena jaminan hutang itu sebenarnya palsu karena itu hanya taktik yang di gunakan oleh ayahmu agar ibu tirimu tak mengahalagi pernikahan kita. Itulah yang di katakan oleh ayahku saat memberikan surat dari Ayahmu"Jongin menjelaskan semuanya karena di balik tangisannya Kyungsoo pasti akan memikirkan hal itu.

"Kapan Appa memberikan surat ini Jongin?" dengan suara yang masih serak Kyungsoo bertanya, saat kini ia sudah tak lagi menangis.

"Saat kita berkunjung setelah liburan singkat kita di Jepang, ayah bilang agar menyampaikan surat itu padamu di saat yang tepat dan aku rasa ini saat yang tepat"

"Aku tak tahu harus berkata apa Jongin, yang pasti aku benar-benar merasa bahagia karena semua ini. Ah…aku jadi merindukan ayah dan ibu"

"Aku juga bahagia sayang, mulai sekarang kau tidak boleh bersedih lagi"Jongin memgusap pipi Kyungsoo kemudian mencium bibirnya sekilas.

"Iya, aku janji tidak akan bersedih lagi dan aku juga tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu. Maaf karena telah membuatmu khawatir Jongin"

"Aku maafkan sayang, ayo sekarang kita tidur, besok kita akan berkunjung ke makam orang tuamu. Aku ingin menyapa mereka"

Kyungsoo mengangguk dengan senyum bahagia menghias bibir heartshapenya, memeluk Jongin kemudian membawanya untuk berbaring. Mereka berciuman sebentar sebelum tidur seperti biasa, tapi tidak sampai melakukan foreplay maupun berhubungan intim karena mereka harus bangun pagi untuk berkunjung ke makam orang tua Kyungsoo keesokan harinya.

Setelah memastikan Kyungsoo telah tidur lelap Jongin bangun dan menuju ke ruang kerjanya. Ia mengambil sebuah file dan membaca beberapa saat. Kemudian ia terlihat menghubungi lalu berbincang dengan seseorang di seberang sana. Seringaian tampak di bibir Jongin ketika ia mengakhiri panggilannya.

.

.

Pagi itu Jongin baru saja sampai di kantor ketika Chanyeol telah menunggu di ruangannya, sepertinya ada hal penting yang akan ia laporkan pagi itu.

"Aku sudah mengurus semuanya Jongin, seperti dugaanmu mereka memilih pilihan yang pertama"Chanyeol membuka pembicaraan.

"Pastikan mereka tidak kembali lagi Hyung, aku tidak ingin mereka mengganggu Kyungsoo lagi"

"Kau tenang saja Jongin, tidak akan ada pergerakan mereka yang terlewat dari pantauan kita karena aku juga menyuruh orang untuk mengawasi mereka setiap harinya"

"Lalu tentang rumah itu bagaimana?"

"Itu juga sudah beres, dokumen pembelian rumah itu sudah ada pada pengacaramu. Dia yang akan mengurus perubahan nama kepemilikan dan juga alih fungsinya"

"Terima kasih banyak hyung, akan kupastikan kau mendapatkan bonus istimewa untuk tugas ini"

"Aku akan menantikannya"

Mereka tesenyum bersama setelah mengakhiri perbincangan siang itu. Di malam Kyungsoo menceritakan masalahnya, Jongin langsung menghubungi Chanyeol untuk mengurus masalah yang terjadi antara Kyungsoo dengan Ibu dan kakak tirinya.

Sebenarnya selama ini Jongin sudah melakukan antisipasi untuk hal itu. Ia sudah punya cukup informasi akurat mengenai semua kejahatan yang Ibu dan kakak tiri Kyungsoo lakukan. Mulai dari pemalsuan data untuk menguasai uang asuransi yang dulu di tinggalkan oleh Ibu Kyungsoo sampai uang asuransi yang di tinggalkan ayah Kyungsoo juga mereka kuasai dengan cara yang sama. Belum lagi beberapa kasus penipuan yang sering mereka lakukan dan juga penganiayaan yang mereka lakukan pada Kyungsoo dulu, semua itu cukup untuk membuat mereka mendekam di penjara.

Tapi jika berhubungan dengan kepolisian akan sedikit beresiko untuk Jongin karena hal itu bisa memancing reaksi media jika sampai ada pihak yang mengambil keuntungan. Akhirnya ia memberikan pilihan yang kini telah di ambil oleh Ibu dan kakak tiri Kyungsoo. Pergi ke Negara yang telah Jongin tentukan dan menjalani hidup di sana dengan fasilitas dan juga sejumlah uang yang di berikan oleh Jongin. Walaupun uang mereka habis, mereka takkan mungkin kembali karena Jongin sudah mengganti kewarganegaraan mereka. Antara uang dan penjara tentunya mereka lebih memilih uang karena sifat mereka yang serakah dan konsumtif.

.

.

.

Badai kecil telah berlalu dan kini kehidupan Jongin dan Kyungsoo kembali damai seperti sebelumnya. Kyungsoo kembali focus untuk menjalani rutinitas kampus dan hari ini adalah hari pelaksanaan ujian untuk tugas akhirnya. Sepertinya semua berjalan lancar karena senyum terlihat dibibir Kyungsoo saat ia keluar dari ruang ujian. Ia berusaha sangat keras beberapa hari ini untuk mempersiapkan ujian akhirnya ini, jadi saat ini Kyungsoo cukup puas dengan semua jawaban atas pertanyaan yang di ajukan saat ujian tadi. Kyungsoo berharap akan mendapatkan nilai yang baik di ujian akhirnya ini.

Kyungsoo berjalan dengan riang menuju parkiran dimana supir pribadinya biasa menunggu, tanpa curiga ia langsung naik ke kursi belakang mobil. Kyungsoo merasa aneh karena mobil tak juga berjalan sedangkan biasanya supir akan langsung melajukan mobilnya jika Kyungsoo sudah berada di dalam mobil.

"Ahjussi kenapa tidak jalan?"akhirnya Kyungsoo bertanya tak lama kemudian.

"Mau di antar kemana nona cantik?"

"Jongin!"Kyungsoo memekik kaget saat Jongin bertanya sambil memutar badannya ke belakang, Jongin tersenyum melihat ekspresi kaget Kyungsoo yang begitu lucu karena mata bulatnya yang semakin lebar dan mulutnya menganga.

"Kenapa kau ada di sini? Dimana ahjussi?"Kyungsoo kembali bertanya setelah pulih dari terkejutnya.

"Aku menyuruh ahjussi untuk pulang karena hari ini aku yang akan jadi supirmu, pindahlah ke depan nona cantik"

Kyungsoo langsung pindah untuk duduk di depan di samping Jongin yang kini duduk di kursi kemudi.

"Ini hadiah untukmu karena sudah bekerja keras untuk ujian hari ini"Jongin memberikan sebuket bunga mawar putih untuk Kyungsoo.

"Gomawo, aku tidak tahu bagaimana hasilnya nanti yang pasti aku sudah berusaha"Kyungsoo berkata di iringi senyum saat menerima bunga dari Jongin.

"Kau pasti akan mendapatkan hasil yang bagus sayang, dan untuk merayakannya bagaimana kalau hari ini kita berkencan?"

"Aku mau saja tapi bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor?"

"Tidak perlu khawatir sayang, Aku sudah mengurusnya sebelum datang ke sini untuk menjemputmu. Jadi kita berangkat sekarang?"

Kyungsoo menggangguk penuh semangat dengan senyum cantik yang terus tersungging dari bibir heartshapenya.

Mereka mengawali kencan mereka siang itu dengan makan siang bersama kemudian di lanjutkan dengan berjalan-jalan ke taman hiburan, berbelanja, menoton film serta di tutup dengan makan malam romantic di sebuah restoran yang memang telah di pesan oleh Jongin sebelumnya. Sekalipun kelelahan jelas terlihat di wajah mereka tapi semua itu tertutupi oleh senyum bahagia yang terus tersungging dari bibir keduanya.

Tbc….

Akhirnya bisa update juga setelah sekian lama, kesibukan dan juga writer block melanda….
Makasih banget yang udah ninggalin review dai chap sebelumnya. Mungkin chap ini agak sedikit datar dan banyak deskiripsi untuk keperluan cerita. Moga ga bosen ya bacanya. Buat yang nunggu Kyungsoo hamil, sabar dulu yak arena itu akan ada di chap depan so happy reading….
Mianhae kalau masih ada typo…